cover
Contact Name
Roichatul Mabruroh, S.Pd., M.Pd
Contact Email
roichatulmabruroh03@gmail.com
Phone
+6287754239829
Journal Mail Official
roichatulmabruroh03@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 16, Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur 66137.
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Prophetik : Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 29879086     EISSN : 29869323     DOI : https://doi.org/10.26533
Core Subject :
Jurnal Kajian Keislaman adalah Jurnal dengan dua jenis; penelitian dan ide konseptual. Penelitian ini terdiri dari laporan ilmiah yang meningkatkan pengetahuan tentang studi Islam dari enam topik. Ini dapat mencakup artikel yang melaporkan hasil studi penelitian kuantitatif atau kualitatif. Gagasan konseptual menerbitkan artikel-artikel yang secara konseptual relevan dengan kajian Islam sesuai dengan teori, model, atau posisi filosofis yang ada dalam kajian Islam tersebut.
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NAHWU DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Roichatul Mabruroh
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v2i2.4295

Abstract

Abstrak Nahwu adalah pelajaran yang berhubungan dengan kata, keterangan serta fungsinya dalam sebuah kalimat. Nahwu bukanlah bahasa, tetapi sebuah kaidah atau aturan yang akan mempermudah pembelajaran bahasa. Madrasah diniyah At Tahdzibiyyah adalah salah satu madrasah diniyah di Kota Malang Jawa Timur. Madrasah diniyah ini menyatu dengan Lembaga Tinggi Pesantren Luhur. Peneliti mengamati banyak santri putri yang yang merasa kesulitan ketika mempelajari Nahwu. Sebagian santri putri merasa kesulitan ketika belajar nahwu dengan buku yang biasa digunakan. Karena buku tersebut menggunakan bahasa arab secara mutlak. Maka peneliti ingin mengembangkan buku ajar nahwu dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan dengan menggunakan langkah-langkah borg and Goll. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif yang dikumpulkan dengan cara wawancara, angket dan tes. Adapun hasilnya adalah : 1. Proses pengembangan bahan ajar dimulai dengan analisis kesalahan, perencanaan, dan pengembangan materi. Setelah itu diujikan ke ahli untuk mengetahui kebenarannya, kemudian di ujikan kepada 5 santri putri setelah itu perbaikan produk. Setelah itu diujikan kepada seluruh santri, perbaikan produk. Kemudian pre test, produk diterapkan dan post test. Materi yang dikembagkan terdiri dari 3 bab (Naibul Fail, Mubtada’ khabar da amil-amil) terdapat lima 5. Yaitu mengmati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Kata Kunci : Bahan ajar, nahwu, saintifik Abstract Nahwu is a subject related to words, their meanings, and their functions in a sentence. Nahwu is not a language itself, but rather a set of rules or guidelines that facilitates language learning. Madrasah Diniyah At-Tahdzibiyyah is one of the diniyah schools in Malang, East Java. This diniyah school is part of the Pesantren Luhur Higher Institution. The researcher observed that many female students found it difficult to learn Nahwu. Some of these female students struggled when learning Nahwu using the book commonly used, as it employs Arabic language in its entirety. Therefore, the researcher intends to develop a Nahwu teaching book with a scientific approach. This study uses research and development methods with the Borg and Gall steps. The data obtained in this study are both quantitative and qualitative, collected through interviews, questionnaires, and tests. The results are as follows: 1. The development process began with error analysis, planning, and material development. Afterward, it was tested by experts to verify its accuracy, then tested on 5 female students, followed by product revision. The product was then tested with all the students, followed by further product revision. Next, a pre-test was conducted, the product was applied, and a post-test was performed. The developed material consists of 3 chapters (Naibul Fail, Mubtada’ Khabar, and Amil-Amil) and includes five activities: observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating. Key Word : Teaching materials, Nahwu, scientific approach.
Analisis Karakter Patih Udawa dalam Perspektif Ajaran Agama Islam Arif Muzayin Shofwan Shofwan; Imam Karya Bakti; Fuad Ngainul Yaqin; Marwan Hayeemaming; Hana Athia Akhzalini
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/rzf5yj48

Abstract

Patih Udawa is a puppet character who is the son-in-law of Patih Sengkuni. If Patih Udawa has a positive character with several shortcomings, then Patih Sengkuni predominantly has a negative character. This qualitative research using literature study will analyze Patih Udawa's character from the perspective of Islamic religious teachings. The data analysis technique uses content analysis by sorting things according to the focus and objectives of the research. This research resulted in the conclusion that Patih Udawa has several positive characteristics that are significant to the teachings of the Islamic religion as follows, among others: honest and significant to the QS. Al-Ahzab verse 70 and HR. Bukhari; obeying the orders of the king or leader (ulil amri) is significant with QS. An-Nisa verse 59; significant fidelity with QS. Al-Ahzab verse 23 and QS. An-Nahl verse 95; clever at adapting to circumstances in the sense of being filled with tenderness and significant affection with QS. Ali Imran verse 159 and HR. Muslim; and significant savvy with HR. Ahmad, HR. Bukhari, and HR. Turmudzi. One of Patih Udawa's shortcomings is his lack of skill in solving problems. Patih Udawa's incompetence in resolving significant problems with QS. Al-Ahzab verse 27 where humans always commit wrongdoing and are stupid towards themselves. However, Patih Udawa's lack of competence does not make him a completely negative character. This is different from the nature and character of his father-in-law, namely Patih Sengkuni, whose negative side is more dominant.
Strategi Lembaga Pendidikan Non Formal RA Darul Ulum Dalam Pembentukan Akhlak Pada Anak Usia Dini : Strategi Lembaga Pendidikan Non Formal RA Darul Ulum Dalam Pembentukan Akhlak Pada Anak Usia Dini wirdatussaadah adriw; Ninik Farihatun Nafi’ah Ninik; Wirdatus Sa'adah Wirda
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Prophetik : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/h8v0eh22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh RA Darul Ulum dalam pembentukan akhlak pada anak usia dini. Pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan religius sejak dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RA Darul Ulum menggunakan metode pembiasaan, keteladanan, dan keterlibatan orang tua dalam kegiatan pembelajaran untuk membentuk karakter anak. Faktor pendukung keberhasilan strategi meliputi keterlibatan aktif guru dan orang tua, serta penggunaan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai usia anak. Sementara itu, keterbatasan sumber daya dan kurangnya pelatihan bagi guru menjadi tantangan dalam pelaksanaannya. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran moral, keterampilan sosial, dan nilai-nilai keagamaan anak usia dini.
Implementasi Prinsip Syariah dalam Layanan Keuangan Digital oleh Lembaga Keuangan Syariah Dwi Wahyu Ningtyas
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/t0ntj298

Abstract

Abstrak Pendahuluan. Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi layanan keuangan, termasuk pada lembaga keuangan syariah. Namun, adopsi teknologi ini harus tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana prinsip-prinsip syariah diimplementasikan dalam layanan keuangan digital oleh lembaga keuangan syariah di Indonesia. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa lembaga keuangan syariah yang telah mengembangkan layanan digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi partisipatif. Temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lembaga keuangan syariah telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam layanan digital, seperti transparansi akad, kejelasan manfaat, serta pengawasan syariah internal. Namun, ditemukan pula tantangan dalam aspek kepatuhan syariah secara teknis, seperti pada kontrak digital dan validitas transaksi otomatis. Kesimpulan. Diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara regulator, akademisi, dan praktisi untuk memastikan bahwa transformasi digital tetap berada dalam koridor syariah.
Pengembangan Keterampilan 21st Century dalam Pendidikan Islam M. Yusuf; Mohamad Sodik
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/n83eqe89

Abstract

This article explores the development of 21st-century skills in the context of Islamic education, addressing common challenges faced by educational institutions. Aligned with the dynamics of globalization and technological advancement, the significance of critical, creative, and collaborative thinking skills in education is becoming increasingly urgent. The research method applied is library research, involving a review of literature, articles, and related studies to elaborate on the concepts and practices of developing 21st-century skills in the context of Islamic education. The primary objective of this research is to identify effective strategies and pedagogical principles that can be adopted to enhance the quality of Islamic education in the contemporary era. The research findings highlight the need for the integration of Islamic values in the development of 21st-century skills, with a focus on critical thinking, creativity, collaboration, and digital literacy. This article makes a significant contribution to understanding how Islamic education can adapt to the dynamics of the times while preserving the values of Islamic identity. Artikel ini mengeksplorasi pengembangan keterampilan abad ke-21 dalam konteks pendidikan Islam, mengarahkan perhatian pada tantangan umum yang dihadapi oleh lembaga pendidikan. Sejalan dengan dinamika globalisasi dan kemajuan teknologi, pentingnya keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif dalam pendidikan semakin mendesak. Metode penelitian yang diterapkan adalah library research, dengan melakukan tinjauan literatur, artikel, dan penelitian terkait untuk merinci konsep serta praktik pengembangan keterampilan 21st Century dalam konteks pendidikan Islam. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi efektif dan prinsip pedagogis yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di era kontemporer. Hasil penelitian menyoroti kebutuhan integrasi nilai-nilai Islam dalam pengembangan keterampilan 21st Century, sambil menitikberatkan pada kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital. Artikel ini memberikan kontribusi penting untuk memahami bagaimana pendidikan Islam dapat menyesuaikan diri dengan dinamika zaman, sekaligus mempertahankan nilai-nilai identitas Islam.
KONSEP KURIKULUM DEEP LEARNING SEBAGAI PILAR STRATEGI PENDIDIKAN ISLAM Laily Nur Syayidah; Mohamad Sodik
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/zt448y78

Abstract

Era globalisasi adalah periode di mana negara-negara mengalami perkembangan yangsangat pesat seiring dengan perjalanan waktu. Kurikulum menjadi jantung pendidikan yang mempunyai peranan krusial dalam mengarahkan dan menjawab kebutuhan zaman. Pola pikir deep learning menjadi krusial bagi guru sekolah dasar untuk dapat menghadapi kompleksitas zaman. Pendidikan abad ke-21, fokus pendidikan bergeser dari sekadar menghafal informasi menjadi memahami, menganalisis, dan menciptakan solusi berbasis pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Kurikulum berbasis deep learning menawarkan pendekatan yang relevan dan strategis bagi pengembangan pendidikan Islam di era modern. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan secara kognitif, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir mendalam, merefleksi, dan menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan misi utama pendidikan Islam yaitu membentuk manusia paripurna (insan kamil) yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pendidikan Islam seperti tarbiyah, tazkiyah, dan ta’dib telah mengandung unsur deep learning sejak awal. Oleh karena itu, integrasi pendekatan ini ke dalam kurikulum Islam bukan hanya mungkin, tetapi justru memperkuat orientasi pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan transformatif. Untuk mewujudkannya, diperlukan pembaruan strategi kurikulum, pelatihan guru, serta penciptaan budaya belajar yang mendorong eksplorasi makna, refleksi, dan penerapan nilai dalam konteks nyata.
ANALISIS PRODUK KEUANGAN SOSIAL Cash Waqf Linked Sukuk (WAKAF TUNAI) TERHADAP KEMASLAHATAN UMAT Millatul Fadhilah; Binti Muamalah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/9k2ga440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produk keuangan sosial, khususnya wakaf tunai terhadap kemaslahatan umat. Fokus utama kajian ini adalah pengembangan instrumen keuangan sosial seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), yang diakui secara internasional sebagai instrumen pembiayaan sosial yang inovatif. Selain itu, wakaf tunai memiliki potensi besar dalam mendukung inklusi keuangan, dengan memanfaatkan dana yang terhimpun untuk mendukung pembiayaan sosial-produktif seperti pendidikan, kesehatan, dan usaha mikro demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan studi pustaka dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti artikel jurnal, laporan keuangan, dan publikasi resmi yang relevan dengan permasalahan yang akan dikaji. Hasil penelitian menunjukkan jika penerapan CWLS dilaksanakan secara profesional dan transparan maka mempunyai dampak yang positif terhadap kemaslahatan umat serta kepercayaan masyarakat (wakif) terhadap uang yang diwakafkan menjadi meningkat. Penelitian ini merekomendasikan tentang pentingnya kolaborasi strategis antar pemangku kepentingan, penguatan regulasi dan peningkatan literasi keuangan sosial di kalangan masyarakat, serta mendorong optimalisasi pemanfaatan instrumen CWLS dalam kepentingan sosial. Dengan demikian, wakaf tunai dapat menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR SHOROF DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING Roichatul Mabruroh
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/98vmmy96

Abstract

Ilmu shorof adalah ilmu yang membahas perubahan keadaan kata dari satu bentuk ke bentuk lain sesuai makna yang dikehendaki. Pembelajaran ilmu sharaf memiliki manfaat besar bagi para pelajarnya, yaitu menjaga lisan dari kesalahan dalam pengucapan dan pembentukan kata, menjaga tangan dari kesalahan dalam penulisan, serta membantu dalam memahami firman Allah dan sabda Rasul-Nya, serta menjadi sarana untuk memahami berbagai ilmu agama yang berbahasa arab. Ilmu shorof merupakan salah satu mata pelajaran wajib di setiap jenjang kelas di Madrasah Diniyah At Tahdzibiyyah Malang. Permasalahan dalam pembelajaran shorof di Madrasah Diniyah At-Tahdzibiyyah yaitu peserta didik merasa kesulitan dalam memahami materi karena tidak terlibat aktif dalam pembelajaran, buku yang digunakan kurang sesuai dengan latar belakang peserta didik yang tidak semuanya lulusan Pendidikan islam, dan daidalam buku yang digunakan tidak terdapat latihan latihan untuk megukur kemampuan peserta didik. Buku ajar yang dikembangkan ini bertujuan untuk memberikan solusi dari masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar shorof berbasis active learning, mengetahui validitas bahan ajar shorof berbasis active learning, dan mengetahui efektivitas bahan ajar shorof berbasis active learning bagi siswa Madrasah Diniyyah At-Tahdzibiyyah Pesantren Luhur Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian dan pengembangan model Borg & Gall. Instrumen data yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara, angket dan tes. Hasil dari penelitian ini adalah 1) peneliti memulai pengembangan dengan 6 bab dalam ilmu shorof, yaitu istilah-istilah dalam ilmu shorof, tsulatsi mujarrod, rubai mujarrod rubai mulhaq, tsulatsi mazid, rubai mazid dan tashrif istilahi.Active Learning yang digunakan didalam buku adalah menghubungkan kembali, kartu sortis, teka teki silang, jigsaw, pertanyaan peserta didik dan salah atau benar. Di akhir setiap bab terdapat QR untuk memudahkan peserta didik mencocokkan dengan jawaban yang benar. Buku ajar ini berjudul “Mudah Belajar Shorof dengan Active Learning” 2) kelayakan bahan ajar shorof berbasis active learning mendapatkan presentase 90% dari ahli materi dan ahli active learning dengan penilaian “sangat baik”, dari peserta didik mendapatkan presentase 85% dengan penilaian “sangat baik”, dan dari guru mendapatkan presentase 90% dengan penilaian “sangat baik”.
Internalisasi Nilai Akhlakul Karimah: Peran Konselor Bimbingan Konseling Islam pada Anak Usia Dini di RA Al Khodijah Purworejo Novia Damayanti
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/gsaj0084

Abstract

Konselor Bimbingan Konseling Islam (BKI) memiliki peran penting dalam menanamkan akhlakul karimah pada anak usia dini. Akhlakul karimah adalah sifat, sikap, dan perilaku terpuji sesuai ajaran Islam dan norma kemanusiaan. Penanaman akhlak mulia sejak dini merupakan fondasi penting untuk membentuk karakter anak pada "masa keemasan" (golden age) di mana perkembangan anak sangat pesat dan daya serap terhadap berbagai informasi yang tinggi, sehingga apa yang dipelajari dan dialami anak pada periode ini akan memiliki pengaruh besar terhadap kepribadian mereka di kemudian hari. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai luhur, termasuk akhlakul karimah, sejak dini menjadi investasi jangka panjang yang tak ternilai. BKI menjadi pendekatan relevan yang mengintegrasikan psikologi modern dengan nilai Islam untuk mengembangkan potensi fitrah anak, kepribadian seimbang, dan spiritualitas. Konselor BKI berperan sentral dalam memfasilitasi internalisasi nilai ini. Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data meliputi observasi non-partisipan, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan siklus interaktif (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) dan triangulasi data untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan peran konselor Bimbingan Islam dalam menanamkan akhlakul karimah yaitu: sebagai pembimbing, sebagai suri tauladan, menanamkan sikap murah hati, serta menerapkan metode pembiasaan. Pembiasaan ini membentuk kebiasaan baik, nilai positif, dan perilaku yang diharapkan secara konsisten agar terbentuk fondasi yang kokoh bagi perkembangan anak di masa depan.
PENERAPAN TEKNIK PROBLEM SOLVING MELALUI VIDEO UNTUK MENINGKATKAN SELF MANAGEMENT SISWA SMP Novia Damayanti
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/crf1n019

Abstract

Perkembangan media teknologi yang berkembang pesat memiliki peran yang sangat penting terhadap dunia pendidikan sebagai pendukung dalam proses pembelajaran. Belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan disekolah. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada proses belajar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar diantaranya self management siswa yang kurang baik. Oleh sebab itu perlu diberikan strategi yang dirancang khusus yaitu dengan menerapkan media video dengan untuk meningkatkan self management siswa SMP dengan menggunakan metode problem solving. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan.  Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui kondisi empiris penerapan teknik problem solving dan self management siswa SMP, (2) Merumuskan teknik problem solving menggunakan video   untuk meningkatkan self management siswa SMP, (3) Mengetahui keefektifan teknik problem solving menggunakan video untuk meningkatkan self manajement siswa SMP. Tahap-tahap penelitian ini adalah (1) kajian lapangan, (2) kajian teoretis, (3) penyusunan model hipotetik, (4) uji ahli, (5) perbaikan metode, (6) uji coba terbatas, (7) revisi dan perbaikan metode. Subyek penelitiannya adalah 10 siswa kelas VII di SMPN 1 Ngunut yang ditentukan secara purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan rumus Wilcoxon. Simpulan akhir dari penelitian ini adalah teknik problem solving menggunakan video terbukti efektif meningkatkan self management. Hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikan 0.005 < 0.05 yang berarti signifikan meningkatkan self management. Model ini berimplikasi terhadap upaya-upaya peningkatan self management. Untuk itu disarankan kepada konselor sebagai praktisi di lapangan menggunakan teknik problem solving menggunakan media video untuk meningkatkan self management. Kata Kunci: problem solving, self management, media video