cover
Contact Name
Jumatriadi, S.S,. M.Pd
Contact Email
jumatriadi@gmail.com
Phone
+6281808018885
Journal Mail Official
formadenglishfoundation@gmail.com
Editorial Address
Montong Waru, Desa Setungkep Lingsar, Kec. Keruak, Kab. Lombok Timur, Prov. NTB, Indonesia, Kode Pos: 83672
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Education, Teaching, and Learning
ISSN : 30471435     EISSN : 30471435     DOI : https://doi.org/10.67028/edutecle.v3i1.179
Core Subject :
Journal of Education, Teaching, and Learning provides a platform for the dissemination of high-quality research and scholarly articles in the field of education. The journal welcomes submissions that explore various aspects of education, teaching, and learning, including but not limited to educational technologies, innovative pedagogies, curriculum development, educational psychology, assessment and evaluation, teacher education, and educational policies. We encourage contributions that advance theoretical understanding, present empirical research findings, offer critical perspectives, and propose practical implications for educators, policymakers, and other stakeholders in the field of education. Journal of Education, Teaching, and Learning aims to foster dialogue and collaboration among researchers, practitioners, and policymakers to enhance the quality and effectiveness of education at all levels. Through its comprehensive focus and scope, the journal seeks to contribute to the ongoing improvement and innovation in educational practices and policies worldwide.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
STRATEGI DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA Abdurrahman; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i1.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi desain pembelajaran berbasis gamifikasi yang dapat meningkatkan motivasi siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian teori (literature review) dengan menganalisis berbagai teori dan penelitian terdahulu mengenai gamifikasi pendidikan dan motivasi belajar. Data sekunder yang digunakan berupa artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan, yang dikumpulkan dan dianalisis untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam gamifikasi, seperti mekanika permainan, dinamika permainan, dan estetika permainan. Penelitian ini juga menghubungkan elemen gamifikasi dengan teori motivasi, seperti Self-Determination Theory (SDT) dan ARCS Motivation Model, untuk memahami bagaimana gamifikasi dapat mempengaruhi motivasi siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa gamifikasi dapat meningkatkan motivasi siswa dengan cara menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Elemen-elemen seperti poin, level, tantangan, penghargaan, dan umpan balik berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi signifikan dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik dan memotivasi siswa. Pembelajaran berbasis gamifikasi tidak hanya membuat siswa belajar dengan cara yang menyenangkan tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, dan emosional. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai penerapan gamifikasi dalam pendidikan, yang dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Dengan demikian, penerapan gamifikasi dapat menjadi solusi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan berdampak pada motivasi siswa.
Menemukan Keseimbangan Antara Teori Dan Praktik Dalam Desain Pembelajaran Yang Efektif Muhammad Hasan Basri; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.63

Abstract

Pembelajaran matematika yang efektif menuntut keseimbangan antara teori dan praktik guna menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan konstruktivisme dan model kelas terbalik (flipped classroom) dapat diintegrasikan dalam desain pembelajaran matematika yang efektif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari artikel jurnal nasional dan internasional, serta buku ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan topik integrasi teori dan praktik dalam desain instruksional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori konstruktivisme memberikan landasan konseptual bagi pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui aktivitas reflektif dan kolaboratif. Sementara itu, pendekatan flipped classroom menawarkan kerangka praktis dengan memindahkan proses pemberian materi ke luar kelas dan memanfaatkan waktu tatap muka untuk kegiatan yang lebih eksploratif dan aplikatif. Integrasi keduanya mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam memahami konsep matematika serta membangun makna secara mandiri. Temuan ini juga menekankan pentingnya desain pembelajaran adaptif dan berbasis teori untuk mendukung pengambilan keputusan instruksional yang efektif oleh guru. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas wawasan teoritis dan praktis mengenai desain pembelajaran yang seimbang dan kontekstual, serta menjadi referensi bagi pengembangan model pembelajaran pasca-pandemi yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik
Proses Manusia Belajar Menurut Al-Qur'an: Perspektif Neurosains Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Muhammad Yusuf Arfizi; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses belajar manusia berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan menghubungkannya dengan temuan dalam ilmu neurosains, serta menganalisis relevansinya dalam pengembangan pendidikan Islam yang holistik. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain studi pustaka sistematis. Literatur yang digunakan dipilih secara purposif dari database ilmiah dan sumber akademis terbitan 10 tahun terahir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi tematik. Temuan utama menunjukkan bahwa proses belajar dalam Al-Qur’an mencakup tiga tahapan integral: pengamatan dan persepsi, penalaran dan refleksi, serta internalisasi dan aplikasi. Ketiga tahapan ini terbukti relevan dengan fungsi-fungsi otak sebagaimana dijelaskan dalam neurosains, seperti aktivitas korteks sensorik, prefrontal, dan limbik. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat wacana neurosains spiritual, serta memiliki implikasi praktis dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang menyatukan aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Penelitian ini juga menekankan perlunya kurikulum yang berorientasi pada fitrah manusia melalui integrasi nilai-nilai Qur’ani dan sains modern. Studi ini merekomendasikan penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris untuk menguji model pembelajaran integratif secara langsung dalam konteks kelas.
Metode Pembelajaran Pendidikan Islam Yang Relevan Di Era Disrupsi Muhammad Solihin; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran pendidikan Islam yang relevan di era disrupsi dengan menganalisis integrasi antara pendekatan tradisional, prinsip-prinsip Qurani, dan pemanfaatan teknologi digital. Latar belakang dari penelitian ini adalah tuntutan terhadap dunia pendidikan Islam untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tetap menjaga esensi nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber akademik seperti jurnal, buku, dan dokumen terkait yang relevan. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola integratif dalam penerapan metode pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional seperti ceramah dan diskusi masih relevan jika dikontekstualisasikan dengan media dan kebutuhan digital. Sementara itu, prinsip-prinsip Qurani seperti hikmah, qiṣṣah, dan mau‘iẓah menjadi fondasi etis dan spiritual yang memperkaya pembelajaran. Inovasi teknologi seperti pembelajaran daring, aplikasi mobile, dan pendekatan berbasis proyek juga dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran yang fleksibel dan kolaboratif. Integrasi ketiga pendekatan tersebut menghasilkan model pembelajaran Islam yang adaptif, bermakna, dan aktif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis terhadap pengembangan strategi pembelajaran Islam di era digital. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kurikulum dan pelatihan guru di lingkungan pendidikan Islam.
EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM AL-QUR'AN DAN AL-HADIST Muhammad Solihin; Murzal
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i1.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prinsip-prinsip pendidikan Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Al-Hadis dalam konteks pembelajaran modern. Evaluasi pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mengukur keberhasilan pembelajaran yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan moral. Selain itu, evaluasi juga memberikan umpan balik yang berguna untuk perbaikan berkelanjutan dalam proses pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif, di mana berbagai prinsip yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Al-Hadis dianalisis untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam evaluasi pendidikan Islam masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pendidikan Islam harus berlandaskan pada prinsip Tauhid, keseimbangan antara aspek spiritual dan material, serta keadilan dalam pelaksanaannya. Evaluasi yang efektif perlu mencakup pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satu temuan utama adalah perlunya integrasi evaluasi berbasis teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan tantangan zaman. Kesimpulannya, evaluasi pendidikan Islam harus mencakup lebih dari sekadar penilaian akademik, tetapi juga melibatkan pembentukan karakter dan penguatan iman peserta didik, sejalan dengan ajaran Al-Qur'an dan Al-Hadis. Penelitian ini menyarankan pengembangan sistem evaluasi yang lebih holistik dan terintegrasi dengan prinsip-prinsip Islam, serta optimalisasi penggunaan teknologi dalam proses evaluasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih komprehensif dan menyeluruh.
ANALYSIS OF THE LEARNING ENVIRONMENT IN ISLAMIC  EDUCATION LEARNING AT SMAN 1 GUNUNGSARI Ati Rahmawati; Muhamad Amier Ali; Murzal
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i1.75

Abstract

This study explores the learning environment in Islamic Religious Education (IRE) at SMAN 1 Gunungsari, aiming to evaluate how various components such as infrastructure, teacher competence, curriculum, and learning resources influence the effectiveness of the learning process. The research employs a qualitative case study approach, utilizing observation, interviews, and document analysis to gather data from Islamic Education teachers and students. Key findings reveal that the integration of character education and the application of the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) framework have positively impacted the learning environment. However, challenges such as insufficient infrastructure, including a lack of comprehensive religious texts in the library and inadequate classroom facilities, remain. Despite these limitations, the learning environment fosters an interactive and engaging atmosphere, with teachers effectively utilizing available resources and integrating technology into the curriculum. The study suggests that improvements in infrastructure and teacher professional development, particularly in diversifying pedagogical approaches, are essential for further enhancing the quality of Islamic Education. These findings contribute to the ongoing effort to optimize the learning environment in Islamic Education and provide practical recommendations for future improvements.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM; STUDI LAPANGAN DI MIS NURUL MUHSININ BATUJAI Siti Rohani
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i1.96

Abstract

This study aims to analyze strategies to improve the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning at MIS Nurul Muhsinin Batujai. Various challenges such as limited learning methods, lack of innovation in learning media, and low parental participation are obstacles in improving the quality of learning. This study uses a qualitative approach with a field study method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of the head of the madrasah, PAI teachers, students, and parents as parties who play a role in supporting PAI learning. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the strategy to improve the quality of PAI learning at MIS Nurul Muhsinin Batujai involves several aspects, including: the use of active learning methods such as interactive lectures, discussions, and worship practices; the use of technology-based learning media to increase student interest in learning; and strengthening parental involvement in supporting learning at home. In addition, improving teacher competence through training and workshops is also an important factor in increasing the effectiveness of PAI learning. This study confirms that the implementation of a comprehensive strategy, including innovation in learning methods, strengthening the role of teachers and parents, and utilizing relevant learning media, can improve the quality of Islamic Religious Education learning at MIS Nurul Muhsinin Batujai
KLASIFIKASI DILALAH: ANALISIS DESKRIPTIF ATAS METODE PENUNJUKAN MAKNA DALAM ISTINBAT HUKUM ISLAM Siti Rohani
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 1 No. 3 (2024): November
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v1i3.97

Abstract

This study examines the concept of dilalah in the perspective of Islamic law with a focus on the classification of dilalah as a method of indicating meaning in legal istinbat. Usul fiqh scholars define this discipline through two main approaches. First, the approach based on the structure of the wording (takribi idlafi), namely "ushul" and "fiqh". Second, the approach that understands ushul fiqh as a science that stands alone without looking at the composition of the words that form it. Etymologically, the word ushul is the plural form of ashl, which means "foundation" in both material and non-material aspects. While terminologically, ashl has five main meanings: (1) Legal basis (al-dalil), as in the statement that "the ashl of the obligation to pray is the Qur'an and Al-Sunnah", which shows that the dalil is the legal basis; (2) The foundation or basic principle (al-qa'idah al-kulliyah), as in the Prophet's statement which states that "Islam is built on five foundations (khamsatu ushul)", where ushul in this context means the basic principle; (3) The strongest (al-rajih), as in the ushuliyah rule "al-ashl fi al-kalam al-haqiqah", which means that the true meaning of a phrase is prioritized over the figurative meaning; (4) Branch or part (al-maqis alayh), as in the expression "al-khamr ashl li al-nabidz", which shows that khamar is the basis of analogy for the prophetz in terms of its prohibition due to its intoxicating nature; and (5) The application of the original law as long as there is no evidence that changes it (al-mustashhab), as in the rule "al-ashl al-thaharah", which stipulates that a person who has performed ablution remains in a state of purity until there is evidence that shows otherwise. This study uses a library research method with a descriptive-analytical approach, where data is collected from various classical and contemporary literature in the field of ushul fiqh to analyze how the concept of dilalah is used in determining Islamic law. The results of the study indicate that the first meaning, namely the legal basis (al-dalil), is the most commonly used meaning in the discipline of ushul fiqh and has important implications in the process of legal istinbat.
Strategi Diferensiasi Proses pada Pembelajaran PAI di SMAN 1 Gunungsari Ati Rahmawati; Syamsul Arifin; Mustain
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi diferensiasi proses dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Gunungsari, dengan fokus pada efektivitas, faktor pendukung dan penghambat, persepsi pelaku, serta relevansi rancangan terhadap konteks lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus intrinsik. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru PAI dan 15 siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive dan maximum variation sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, lalu dianalisis menggunakan model tematik Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diferensiasi proses diterapkan melalui tiga pendekatan utama: learning stations, tiered activities, dan choice boards. Pendekatan ini berhasil meningkatkan partisipasi aktif, motivasi, dan hasil belajar siswa. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, fleksibilitas ruang kelas, dan kolaborasi antar guru, sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, alat peraga, serta belum adanya SOP diferensiasi PAI. Persepsi guru dan siswa terhadap strategi ini umumnya positif, dengan peningkatan rasa dihargai dan efektivitas asesmen. Rancangan diferensiasi juga telah disesuaikan dengan budaya lokal, seperti kisah tokoh Sunda dan proyek berbasis batik atau lagu religi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi diferensiasi proses efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI yang inklusif, namun memerlukan dukungan struktural dan pelatihan guru. Hasil ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik diferensiasi yang kontekstual dan responsif dalam pendidikan agama di sekolah menengah.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru pada Lembaga Pendidikan Islam(Studi Empiris pada MA NW Senyiur dan MA NW Sepit) Muhammad Ansori; Dwi Wahyudiati
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.118

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja guru di lembaga pendidikan Islam, dengan fokus pada MA NW Senyiur dan MA NW Sepit. Menggunakan desain eksplanatori kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan dari variabel independen—gaya kepemimpinan dan budaya organisasi—terhadap variabel dependen, yaitu kinerja guru. Data dikumpulkan selama tiga bulan (Maret–Mei 2025) dari 20 guru yang dipilih secara purposif melalui kuesioner berskala Likert. Instrumen divalidasi menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan diuji reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha, yang menunjukkan bahwa seluruh item dinyatakan valid dan reliabel. Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan bantuan SPSS versi 26, setelah melalui uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi sebesar 34,2% (p = 0,019), sementara budaya organisasi memiliki pengaruh individual yang lebih besar sebesar 40,1% (p = 0,008). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 68,4% variansi dalam kinerja guru (R² = 0,684; p < 0,001), menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sangat kuat. Meskipun analisis perbandingan rata-rata menunjukkan bahwa MA NW Senyiur memiliki skor lebih tinggi pada semua variabel dibandingkan MA NW Sepit, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan yang efektif dan budaya organisasi yang mendukung dalam meningkatkan kinerja guru. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi bidang manajemen pendidikan Islam dengan menawarkan wawasan dan rekomendasi untuk pengembangan kepemimpinan strategis dan kelembagaan.