cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Saintek
ISSN : 14123991     EISSN : 25287036     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2021)" : 9 Documents clear
PENGARUH UKURAN PARTIKEL KAOLIN TERHADAP MORTALITAS, PERTUMBUHAN, DAN PERKEMBANGAN ULAT GRAYAK JAGUNG Widia Herhayulika; Yusup Hidayat; Agus Susanto
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.42983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel mineral kaolin terhadap mortalitas, pertumbuhan dan perkembangan larva S. frugiperda. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas formulasi mineral kaolin konsentrasi 4% dengan ukuran saringan 100, 200, 300, 400, dan 500 mesh; kontrol air; dan kontrol wetting agent+dispersant agent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel mineral kaolin berpengaruh terhadap mortalitas, lama perkembangan, berat pupa, dan kemunculan imago S. frugiperda. Mineral kaolin ukuran partikel 500 mesh menghasilkan mortalitas larva S. frugiperda (28,75%) yang berbeda nyata dengan kontrol (0,00%) pada 48 jam setelah perlakuan. Sementara itu, pada pengamatan 23 hari setelah perlakuan, semua ukuran partikel mineral kaolin yang diuji menyebabkan mortalitas larva S. frugiperda sebesar 31,25-51,25%; yang berbeda nyata dengan kontrol (0,00%). Perlakuan mineral kaolin 500 mesh menghasilkan total perkembangan larva dan pupa yang terlama yaitu 22,25 hari; berat pupa paling rendah yaitu 0,1506 g serta kemunculan imago normal yang terendah yaitu 8,00 ekor (dari 20 larva yang diberi perlakuan). Dengan demikian, mineral kaolin pada ukuran 500 mesh dapat diaplikan sebagai bahan pengendali hama S. frugiperda.EFFECT OF KAOLIN PARTICLE SIZE ON MORTALITY, GROWTH, AND DEVELOPMENT OF FALL ARMY WORMThis study aimed to determine the effect of kaolin mineral particle sizes on mortality, growth and develpoment of S. frugiperda larvae. The research method used a Randomized Block Design (RBD) with 7 treatments and 4 replications. The treatments consisted of kaolin mineral formulation concentration of 4% with the particle sizes of 100, 200, 300, 400 dan 500 mesh.Two controls were used namely water and wetting agent+dispersant agent. The results showed that the particle size of the kaolin mineral had an effect on mortality, developmental time, pupal weight and emergence of S. frugiperda adult. Kaolin mineral with a particle size of 500 mesh resulted in mortality of S. frugiperda larvae (28,75%) which was significantly different from the control (0,00%) at 48 hours after treatment. Meanwhile, on observation 23 days after treatment, all tested kaolin mineral particle sizes caused the mortality of S. frugiperda larvae of 31,25-51,25%, which was significantly different from the mortality in control (0,00%). The 500 mesh kaolin mineral treatment resulted in the longest total larval and pupal development (22,25 days), the lowest pupal weight (0,1506 g) and the lowest normal adult emergence (8 of 20 treathed larvae). Thus, the kaolin mineral at a size of 500 mesh can be applied as a pest control material for S. frugiperda.
Uji Sitotoksitas dan Hambatan Ekspresi VEGF pada Sel 4T1 Minyak Atsiri Rimpang Curcuma mangga Val. Nurul Mukhlisa; Retno S. Sudibyo; Retno Murwanti
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.41386

Abstract

TNBC (Triple Negative Breast Cancer) merupakan kanker payudara yang paling ganas dengan resiko kambuh dan metastasis yang tinggi. Terapi yang efektif untuk pasien TNBC adalah menggunakan kemoterapi, namun banyak pasien mengalami drug resistant yang dapat meningkatkan mortalitas. TNBC bersifat metastasis ke organ tubuh lain yang ditandai dengan terjadinya angiogenesis. VEGF merupakan salah satu faktor angiogenik sehingga studi hambatan ekspresi protein tersebut dapat digunakan sebagai target pengembangan obat anti TNBC. Rimpang Curcuma mangga Val. digunakan masyarakat Yogyakarta sebagai herbal antikanker payudara, dan minyak atsirinya bersifat sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dan MCF-7; namun belum terbukti sitotoksik terhadap sel TNBC. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi antikanker TNBC minyak atsiri rimpang C. mangga Val. melalui uji sitotoksisitasnya terhadap sel 4T1 dengan kontrol positif alpelisib dan penghambatannya pada ekspresi protein VEGF. Hasil penelitian menunjukkan IC50 alpelisib terhadap sel kanker 4T1 adalah 32,975 µg/ml; sedangkan IC50 minyak atrisi C. mangga Val. adalah 91,96 µg/ml. Tidak ada perbedaan signifikan aktivitas penghambatan ekspresi protein VEGF antara minyak atsiri C. mangga Val dan alpelisib. Dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri C. mangga Val. memiliki potensi antikanker payudara triple negative. CYTOTOXICITY AND VEGF - EXPRESSION INHIBITION TESTS OF C. mangga Val. ESSENTIAL OIL ON 4T1 CELLSTNBC (Triple Negative Breast Cancer) is the most malignant of breast cancer with high risk of recurrence and metastasis. The most effective therapy for TNBC patients is chemotherapy. However, many patients experienced with the drug resistant which increases of the mortality risk.  TNBC is metastatic to other organs with indicated by angiogenesis process. VEGF is an angiogenic-factor-protein, so inhibition of its expression can be used as a target for anti-TNBC drug development. Curcuma mangga Val. rhizomes are widely used in Yogyakarta as an herbal anti-breast cancer. Research showed that the essential oil of C. mangga Val. had cytotoxic activity on T47D and MCF7 cells. However, there is no cytotoxic activity research on TNBC yet. This study is to determine the TNBC-anticancer potency of C. mangga Val. essential oil through its cytotoxic activity towards 4T1-breast cancer cells with alpelisib as the positive control, and its inhibition of VEGF-protein expression. The results showed the alpelisib’s IC50 was 32.975 µg/ml; while C. mangga Val. oil’s IC50 was 91,96 µg/ml against 4T1-breast cancer cells. There was no significantly different of VEGF-expression inhibition between C. mangga Val. oil and alpelisib. It could be concluded that C. mangga Val. essential oil at a potency of anti-triple negative breast cancer.
APLIKASI LOAD CELL UNTUK SISTEM MONITORING VOLUME CAIRAN INFUS Diana Lestariningsih; Hartono Pranjoto; Lanny Agustine; Yesiana Dwi Wahyu Werdani; Benedictus Teja
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i1.34441

Abstract

Infus adalah terapi penting bagi pasien yang membutuhan tambahan cairan tubuh. Keterlambatan penggantian cairan infus yang telah habis dapat sangat berresiko bagi pasien karena darah dari pembuluh vena akan masuk kembali ke dalam selang infus. Ini dapat terjadi karena perbedaaan tekanan cairan antara pembuluh vena dan kantong infus. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan alat untuk memonitor volume cairan infus dan menghentikan aliran cairan infus sebelum habis. Alat yang dirancang terdiri atas load cell, modul ADC HX711, mikrokontroler Arduino Uno, dan solenoid pinch valve. Hasil pengujian alat ini menunjukan bahwa alat dapat menampilkan jumlah cairan yang masuk ke pasien dengan monitor menggunakan gelas ukur sebagai penentu jumlah cairan. Alat akan mengaktifkan pinch valve pada saat cairan infus sudah hampir habis. Simpulan dari sistem yang dirancang adalah alat mampu memonitor perubahan volume cairan infus dengan mengonversi output dari load cell ke dalam bentuk volume mL dan alat dapat menghentikan aliran cairan infus saat volume cairan infus minimal telah ditentukan sebesar 10mL. LOAD CELL APPLICATION FOR INFUSION VOLUME MONITORING SYSTEMInfusion is an essential therapy for patients who need additional body fluids. Replacement of IV fluids is vital for the patients because blood from the veins could re-enter the IV line be due to fluid pressure difference between the vein and the infusion bag. This study developed a system to monitor the volume of infusion fluids and stop the flow of intravenous fluids before they run out. The device consists of a load cell, ADC HX711 module, Arduino Uno microcontroller, and a solenoid pinch valve. The result shows that the system can displai the fluid entering the patient and activate the pinch valve when the infusion fluid is almost out. The conclusion shows that the device can monitor changes in the volume of infusion fluid by converting the output of the load cell into volume mL, and the device can stop the flow of infusion fluid when the minimum volume of infusion fluid has been determined 10mL.
PEMANFAATAN SEKAM PADI UNTUK PROSES BIOSORPSI Cr(VI) DALAM SAMPEL AIR SUNGAI CITARUM Lina Rahmawati; Dwi Safanida; Rismayani Solihat; Zahratul Zakiah; Suci Rizki Nurul Aeni
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.43813

Abstract

Pencemaran sungai Citarum diakibatkan oleh limbah industri yang dibuang langsung ke sungai. Salah satu komponen limbah cair yang sering ditemui dan bersifat sangat toksik yaitu logam berat kromium(VI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Cr(VI) dalam sampel air Sungai Citarum sebelum dan setelah dilakukan proses biosorpsi dengan menggunakan jumlah biosorben optimum sekam padi yang tidak diarangkan. Proses biosorpsi dilakukan dengan mengontakkan sampel air Sungai Citarum dengan biosorben sekam padi pada variasi berat sebesar 0,1; 0,5; 1,0; 1,5, dan 2,0 g. Hasil pengujian menunjukkan adanya penurunan kadar Cr(VI) setelah biosorpsi menggunakan biosorben sekam padi. Persentase penurunan kadar logam Cr(VI) tertinggi terjadi pada seluruh titik sungai dengan penambahan biosorben sekam padi sebanyak 1,5 g yaitu berturut-turu sebesar 41,18%; 62,65%; 55,07%; dan 56,43%. Pada penambahan jumlah biosorben sebanyak 2g mengalami penurunan kapasitas biosorpsi karena terjadi gangguan pembentukan logam-biosorben akibat adanya interfensi antar situs. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kapasitas biosorpsi meningkat sebanding dengan penambahan jumlah biosorben sekam padi dan optimum pada penambahan jumlah biosorben sekam padi sebanyak 1,5 g.UTILIZATION OF RICE HUSKS FOR BIOSORPTION PROCESS OF Cr(VI)IN CITARUM RIVER WATER SAMPLESThe Citarum River, as the river with the highest pollution level in Indonesia, certainly needs to be addressed immediately. The pollution is caused by industries which dump their waste directly into rivers. One of the components of liquid waste that is often encountered and is highly toxic is the heavy metal chromium(VI). This study aimed to determine the Cr(VI) levels in Citarum River water samples before and after the biosorption process using the optimum biosorbent of uncharred rice husks. The method used in this research is descriptive quantitative. The biosorption process was carried out by contacting Citarum River water samples with rice husk biosorbents at various amounts of 0.1 g; 0.5; 1.0; 1.5, and 2.0 g. The test results show a decrease in Cr(VI) levels after biosorption using rice husk biosorbent. The highest percentage decrease in Cr(VI) metal content occurred at all points of the river with 1.5 g of rice husk biosorbent, namely 41.18% respectively; 62.65%; 55.07%; and 56.43%. With the addition of 2g of biosorbent, the biosorption capacity decreased. There is interference with the formation of metal-biosorbent due to interference between sites. From this research, it can be concluded that the biosorption capacity increases with the addition of the rice husk biosorbent and the optimum with 1.5 g of rice husk biosorbent.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP AKTIVITAS Saccharomyces cerevisiae DALAM MENGHIDROLISIS ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) (Effect of fermentation time activity in Saccharomyces cerevisiae Hydrolysis of Water Hyacinth (Eichhornia crassipes)) Purbowatiningrum Ria Sarjono; Nies Suci Mulyani; Ina Noprastika; Ismiyarto Ismiyarto; Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Nor Basid Adiwibowo Prasetya
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.43983

Abstract

AbstrakSaccharomyces cerevisiae merupakan khamir yang berpotensi memproduksi enzim selulase yang mampu menghidrolisis ikatan β-1,4-glikosida pada rantai selulosa untuk menghasilkan glukosa. Salah satu sumber selulosa yang mudah ditemukan dan melimpah di alam adalah eceng gondok. Glukosa yang dihasilkan dari proses hidrolisis dapat dimanfaatkan untuk produksi sirup gula, asam organik dan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Saccharomyces cerevisiae yang diadaptasikan pada media fermentasi eceng gondok dan memperoleh data kadar gula pereduksi dari aktivitas Saccharomyces cerevisiae dalam menghidrolisis eceng gondok pada variasi pH dan waktu fermentasi. Proses yang terlebih dahulu dilakukan terhadap eceng gondok adalah delignifikasi dengan NaOH. Saccharomyces cerevisiae diadaptasikan dalam media modifikasi eceng gondok sebagai sumber karbon. Kurva pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae dibuat dalam media modifikasi eceng gondok untuk mengetahui waktu optimum pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae dalam menghasilkan enzim selulase, sehingga dapat mengetahui fase eksponensial dari Saccharomyces cerevisiae. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa Saccharomyces cerevisiae dapat tumbuh pada media fermentasi eceng gondok dan Kadar gula pereduksi tertinggi dari aktivitas Saccharomyces cerevisiae dalam menghidrolisis eceng gondok pada pH optimum 5 dan waktu fermentasi optimum dalam menghasilkan gula pereduksi pada jam ke-48 sebesar 0,267 mg/L dari 0,3 gram eceng gondok kering.Kata kunci: Saccharomyces cerevisiae, hidrolisis selulosa, pH dan waktu fermentasi
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR DAN LIMBAH MINYAK GORENG SEBAGAI SABUN ANTIBAKTERI Aris, Asmi; Gistiana, Ilyas; Hanafia, Hafiizhoh; Arianingrum,M.Si., Retno
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.40594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteriktik sabun dari limbah minyak goreng dengan bahan aditif ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn) dan  menguji aktivitas bakterinya terhadap bakteri Staphylococus aureus dan Escherichia coli. Sabun dibuat melalui reaksi saponifikasi NaOH dengan limbah minyak goreng.antibakteri dengan bahan tambahan ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn) berdasarkan persyaratan SNI dan aktifitas antibakteri sabun dengan ekstrak daun jarak pagar terhadap bakteri Staphylococus aureus dan Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ekperimen laboratorium, dengan melakukan ekstraksi, pembuatan sabun, analisis karakteristik sabun dan uji aktifitas antibakteri. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ektrak daun jarak pagar memiliki kandungan senyawa aktif fenol, saponin, tanin, dan flavonoid. Berdasarkan analisis ANOVA variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh sgnifikan pada pH dan kadar akali bebas sabun. Sabun menunjukan akivitas anti bakteri Staphylococus aureus dan Escherichia coli yag diketahui melalui pengukuran zona bening. Penelitian ini dapat diaplikasikan dimasyarakat sehinga memiliki prospek yang baik dari segi lingkungan dan ekonomi.
EFEK SITOTOKSIK BEBERAPA AKAR BAJAKAH KALIMANTAN TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D Risa Umari Yuli Aliviyanti; Retno Sunarminingsih Sudibyo; Retno Murwanti
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.41211

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 200 jenis bajakah; empat di antaranya yaitu bajakah tampala, kalalawit, bajakah jari lima, dan longkur telah digunakan oleh suku Dayak untuk pengobatan kanker payudara. Studi ini menguji sitotoksisitas antikanker payudara ekstrak akar dari keempat bajakah tersebut. Ekstraksi menggunakan sample grinding pestle dengan pelarut air, air panas, etanol 96%, dan n-heksan. Uji sitotoksisitas ekstrak dilakukan secara in vitro terhadap sel T47D dengan pembanding tamoksifen. Nilai IC50 dari uji sitotoksik ekstrak etanol, air panas, air, dan n-heksan berturut-turut: 1136; 1871,5; 2294,25; dan 3975,5  µg/mL (R2 = 0,962; 0,943; 0,943; dan 0,956), tamoksifen 9 µg/mL (R2 = 0,9581). Ekstrak etanol bajakah merupakan yang paling toksik dibandingkan dengan yang lainnya sehingga untuk perbaikan nilai IC50 dilakukan ekstraksi reflux menggunakan etanol 96% pada keempat akar bajakah. Hasil menunjukkan nilai IC50 bajakah kalalawit, tampala, longkur, dan jari lima yang membaik yaitu berturut-turut adalah 407; 708; 881; dan 1.096 µg/mL (R2 = 0,9717; 0,952; 0,9367; 0,9369). Keempat ekstrak bajakah mengandung zat aktif antikanker payudara (mengingat nilai R2 uji sitotoksisitas 0,93).CYTOTOXIC EFFECT OF KALIMANTAN BAJAKAH ROOTS ON T47D BREAST CANCER CELLSThere are 200 kinds of bajakah in Indonesia; which bajakah tampala, kalalawit, bajakah jari lima, and longkur which have been used as herbal medicine of anti-breast cancer by Dayak ethnic.  This study was to find out the cytotoxicity of four bajakah extracts toward T47D cell lines with tamoxifen as a positive control. Bajakah extracts of aqua, hot aqua, ethanol 96%, and n-hexane were carried out using a sample-grinding pestle. The IC50 resulted were 1136; 1871.5; 2294.25; and 3975.5 µg/mL (R2 = 0.962; 0.943; 0.943; and 0.956) respectively for aqua, hot aqua, ethanol 96%, and n-hexane extracts; 9 µg/mL (R2 = 0.9581) for tamoxifen. The ethanolic extract was the most toxic compared to other extracts. Therefore, to improve the IC50, reflux extraction was conducted using ethanol 96% to four bajakahs. The improved IC50 were 407; 708; 881; and 1096 µg/mL (R2 = 0.9717; 0.952; 0.9367; 0.9369) for respectively bajakah kalalawit, tampala, longkur, and jari lima. It is concluded that the extracts contained active breast-anticancer substances because all the R2 results were 0.93.
PENGARUH USIA DAUN JELATANG (Urtica dioica L) TERHADAP KADAR VITAMIN C MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET Zuhairiah Nasution; Siti Maimunah; Amila Amila
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.43615

Abstract

Daun jelatang (Urtica dioica L) merupakan spesies yang paling banyak dikenal dalam genus urtica dan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Daun jelatang dapat dimanfaatkan secara luas baik untuk pengobatan, kosmetika maupun untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia daun jelatang terhadap kadar vitamin C-nya dengan metode spektrofotometri ultraviolet. Sampel yang digunakan adalah daun jelatang segar yang tua dan muda. Penelitian diawali dengan analisis kualitatif vitamin C pada sampel daun jelatang tua dan muda kemudian dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 265 nm.  Dari penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa kadar vitamin C pada daun jelatang tua lebih tinggi daripada kadar vitamin C daun jelatang muda. Hasil uji beda dengan paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna yang ditunjukkan dengan nilai Sig.(2-tailed) 0,00 (0,000,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa usia daun berpengaruh signifikan terhadap kadar vitamin C Daun Jelatang.THE EFFECT OF STINGING NETTLE (Urtica dioica L) LEAVES’ AGE ON VITAMIN C LEVELS USING ULTRAVIOLET SPECTROPHOTOMETRYNettle leaf (Urtica dioica L) is the most widely known species in the genus Urtica and has many benefits for the community. Nettle leaves can be used widely for medicine, cosmetics, and consumption. This study aims to determine the effect of nettle leaf age on vitamin C levels using ultraviolet spectrophotometry. The samples used were old and young fresh nettle leaves. The study began with a qualitative analysis of vitamin C in old and young nettle leaves samples, followed by quantitative analysis using a spectrophotometer at a wavelength of 265 nm. The research conducted found that vitamin C levels in old nettle leaves were higher than vitamin C levels in young nettle leaves. The results of the different tests with paired sample t-test showed a significant difference as indicated by the Sig. (2-tailed) value of 0.00 (0.00 0.05) so that it could be concluded that leafage had a significant effect on vitamin C levels in nettle Leaf.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI E-COMMERCE BERBASIS WEB PADA CONCORDIA MUSIC SHOP Keanu Luhung Prilantana; I Nyoman Tri Anindia Putra; Emmy Febriani Thalib
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.36842

Abstract

Dengan adanya kebutuhan akan media pemasaran dan sarana penjualan produk secara daring, sistem informasi e-commerce berbasis website sangat dibutuhkan sebagai sarana jual beli dengan pelanggan, serta pemesanan gitar custom secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem e-commerce bagi Concordia Music Shop guna memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan peluang bisnis bagi usaha Concordia Music Shop. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kualitatif dan menerapkan metode SDLC Rapid Application Development (RAD) dalam proses perancangan dan pembangunan sistem. Teknik penotasian rancangan sistem menggunakan Unified Modelling Language (UML) yang berfungsi menggambarkan struktur, perilaku, dan interaksi dalam sistem. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black box yang berfungsi untuk menghindari kesalahan performa dan antarmuka. Selain itu, tingkat kepuasan user experience juga diukur menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ). Berdasarkan hasil pengujian sistem dan pengukuran user experience, sistem yang dirancang mampu memenuhi kebutuhan Concordia Music Shop serta memiliki tingkat user experience di atas rata-rata.WEB-BASED E-COMMERCE INFORMATION SYSTEM DESIGN ON CONCORDIA MUSIC SHOPWith the need for marketing media and means of selling products online, a website-based e-commerce information system is needed to buy and sell with customers and order custom guitars online. This study aimed to develop an e-commerce system for Concordia Music Shop to expand marketing reach and increase business opportunities for Concordia Music Shop business. This study used qualitative data collection methods and applied the SDLC Rapid Application Development (RAD) method in the system design and development process. The system design notation technique used the Unified Modeling Language (UML) to describe the system’s structure, behavior, and interactions. System testing was carried out using the black box method, which avoids performance and interface errors. In addition, the level of user experience satisfaction was also measured using the User Experience Questionnaire (UEQ). Based on the results of system testing and user experience measurements, the system designed is able to meet the needs of Concordia Music Shop and has an above-average level of user experience.

Page 1 of 1 | Total Record : 9