Articles
295 Documents
ANALISIS PERMASALAHAN PEREMPUAN DAN POTENSI LOKAL DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Sujarwo Sujarwo;
Lutfi Wibawa
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 18, No 2: Oktober 2013
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.068 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v18i2.3175
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang masalah yang dihadapi oleh perempuan khusunya ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan tidak tetap dan memperoleh gambaran tentang potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk pemberdayaan perempuan di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sasaran kelompok-kelompok perempuan di Desa Bejiharjo. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik focus group discussion, wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) permasalahan yang dihadapi oleh perempuan khususnya ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan tidak tetap dapat dikelompokan: a) permasalahan yang berkaitan dengan kemiskinan, b) sosial budaya, c) kekerasan rumah tangga, d) pendidikan dan latihan, e) adat istiadat, dan f ) akses sosial perempuan sangat terbatas; 2) banyak potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan perempuan terutama ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja di Bejiharjo, antara lain: a) optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, b) sumber daya manusia, c) karakter budaya, dan d) jejaring sosial dan modal sosial yang sangat potensial untuk dikembangkan
MEMPOSISIKAN KEMBALI KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM SUNNAH NABI ANALISIS KRITIS HADIS-HADIS NABI YANG MISOGINIS
Marzuki Marzuki
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 10, No 1: April 2005
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1207.896 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v10i1.6121
Abstract The main problems in this research are how the woman status is depicted in prophet hood of Muhammad, how Muhammad’s hadiths posit the woman, and why the mysogyny hadiths emerges. Therefore, the aims of this research are to explore an to find the answers of the problems above. The research uses content analysis approach. The object of the research is misogynic hadiths that show aversion to women. The selected hadiths are those which become the basis of ulama’s arguments about the position of women. The result of the research shows that, in general, the depiction of woman in Prophet’s hadiths tends to be different from that in Quran. It can be seen from ulama’s understanding that there is an imbalance position is a lower than men’s. the view is strengthened by misogynic hadiths showing dislike to women. Studying the problem with different approach from what ulama believe, the misogynic hadiths do not mean as what the ulama interpret. Using metaphoric (majazi) and contextual approach. Contextual approach puts the hadiths in its place, with the more appropriate meanings. Keywords: hadiths, misogyny, contextual
PENGEMBANGAN MODEL INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENANGKAL POTENSI TERORISME DAN GEJALA DISINTEGRASI BANGSA
Estu Miyarso
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 16, No 1: April 2011
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (104.599 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v16i1.3421
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang terorisme dan mengetahui analisis kebutuhan pendidikan anti terorisme di sekolah sebagai langkah awal dalam mengembangkan model internalisasi nilai-nilai pendidikan agama (Universalitas Islam atau Islam Kaffah) di sekolah untuk menangkal potensi terorisme dan gejala disintegrasi bangsa. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development. Subjek dan lokasi penelitian ini adalah siswa SLTA di wilayah Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sesuai target penelitian pada tahun pertama (tahun 2010), dari hasil penelitian pengembangan ini diketahui bahwa: (1) persepsi masyarakat tentang terorisme beragam. Paling tidak, ada tiga pandangan yang berbeda bagaimana masyarakat mempersepsikan tentang terorisme (2) Hasil need assesment mengungkapkan responden setuju perlunya pendidikan anti terorisme di sekolah dan dimasukan sebagai kurikulum baik dalam kegiatan intrakurikuler atau kegiatan ekstrakurikuler. Bentuk kurikulum yang diterapkan bisa secara integrasi dengan pelajaran lain maupun secara mandiri melalui kegiatan di luar jam pelajaran. (3) dihasilkannya prototype model internalisasi nilai pendidikan agama (Islam Universal atau Islam Kaffah) dalam bentuk draft modul pendidikan anti terorisme di sekolah yang perlu ditindaklanjuti dengan ujivalidasi ahli dan uji coba dalam penelitian berikutnya.
PEMANFAATAN CACING TANAH UNTUK MENGOLAH LIMBAH ORGANIK
H. Yulipriyanto
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 2, No 2 (1997): 1997
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (14.023 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v2i2.7320
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang cacing tanah Lumbricus rubellus dalam merombak limbah tertentu, yaitu kotoran gajah, badak, dan campuran keduanya.Penelitian ini sifatnya eksploratif, dengan perlakuan yang dicobakan berupa macam limbah, yaitu kotoran gajah, badak dan campuran keduanya, serta cacing tanah Lumbricus rubellus. Setiap unit percobaan berisi 0,5 kg bahan limbah kotoran hewan dengan 25 ekor cacing tanah berumur 3 bulan. Percobaan diulang tiga kali dengan variable yang diamati jumlah cacing tanah, bobot media akhir dan karakteristik kimiawi bahan hasil dekomposisi oleh cacing tanah pada akhir percobaan.Hasil percobaan menunjukan bahwa limbah kotoran gajah dan badak dari kebun binatang Gembira Loka Yogyakarta dapat didekomposisi oleh cacing tanah Lumbricus rubellus dalam waktu satu setengan bulan, menjadi vermikompos yang berciri:ukurannya sangat kecil, berbentuk potongan jarum, halus, tidak bau, dan volumenya lebih kecil, disbanding limbah badak dan campuran. Terhadap karakteristik kimiawi media bekas cacing tanah terlihat adanya nilai status hara yang lebih tinggi bila akan digunakan sebagai pupuk organic tanaman.
CITRA PENGUASA IDEAL DALAM PERSPEKTIF POLITIK IBNU KHALDUN DAN RELEVANSINYA BAGI KEPEMIMPINAN DI INDONESIA
Mukhamad Murdiono
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 11, No 2: Oktober 2006
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (46.93 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v11i2.4934
This research aims at describing political thought of Ibnu Khaldun on ideal leader and its relevance to leadership in Indonesia. Through critical analysis, this research explores the formulation of types of ideal leader in Ibnu Khaldun’s thought. This is a descriptive qualitative research. The technique of data collection is documentation. The data analysis is conducted through deductive analytic technique. Inference technique through internal and external criticism is used to gain the credibility. The result of the research shows that the image of ideal leader in Khladun’s thought is like the leader described in letter of Thahir bin Husin addressed to his son, Abdullah bin Thahir after he was noted as a governor. The description consists of: a leader must be aware that God keep watching him, government must be smoothly but firmly carried out with justice, an ideal leader must concern on five day prayers as they are manifestation of life and view of life, a leader should treat his job as God’s mandate, always obey Him, spend all expenses for the sake of the people’s wealth, work hard and the result is used for the people, informative and good networking, easy to meet by people, and the primary concern of a leader must be on the people. This description is still relevant to consider in selecting Indonesia leaders.
KARAKTERISTIK LACTATE THRESHOLD PADA ATLET TAEKWONDO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SELAMA KOMPETISI
- Widiyanto;
Awan Hariono;
Devi Tirtawirya
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (699.194 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v19i2.8044
This study aimed at investigating the characteristics of lactate threshold in Taekwondo Yogyakarta Special Region athletes during competition. This research is a descriptive study conducted with survey techniques. Data was collected with a test that aims to understand how high levels of lactic acid in the blood of Yogyakarta Taekwondo athletes during competition. The sample used in this study is a DIY Taekwondo athletes who participate in Taekwondo championship. This study was conducted in September 2013 at Sports Hall the National Development University of Yogyakarta. In this research, statistical analysis by paired sample t-test. All statistical analyzes were performed with computer applications using serial program SPSS for Windows version 19, with a signi icance level of 5 %. Different test results on the measurement of lactic acid levels at 1, at 2, at 3, at 4, and 5 to show that an increase in blood lactic acid levels. While the results of different tests on the blood lactic acid levels at 6 measurements decrease. Highest levels of lactic acid produced in the measurement to 5 or in Round 3. Recovery with a time of 10 minutes after the match has not been enough to restore blood lactic acid levels in condition before the match or at rest
DINAMIKA PEMIKIRAN SANTRI: STUDI ATAS PENGARUH KEPEMIMPINAN DI PONDOK PESANTREN WAHID HASYIM CONDONGCATUR DEPOK SLEMAN (1998-2005)
Danar Widiyanta
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 13, No 1: April 2008
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (58.309 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v13i1.5022
This research aims at exploring the dynamic of thinking of the santri (students) in PP Wahid Hasyim due to the influence of leadership. This research observes the role of a leader which in fact is really influencing the members of pesantren. In addition, this research also observes the interesting phenomenon, the dynamic of thinking showing progress in socio-religion thought which is basically beyond the tradition of pesantren which is salaf in nature. The result of this research shows that the role of leader is so significant. It can be seen from the existence of dynamic of thinking after the leadership of K.H. Jalal Suyuti. This dynamic is marked by the transformation of religion thought, from textual to contextual thinking (based on methodology) which is implemented by using book leading santri to think methodologically in facing problems of socio-religion.
BARI FOLA SEBAGAI MODAL SOSIAL DAN INSTRUMENTASI MASYARAKAT TANGGUH BENCANA
Suleman Samuda
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 2: Oktober 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.524 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v21i2.13102
Penelitian ini bertujuan untuk mengidenti ikasi dan melihat gerakan sosial bari fola sebagai modal sosial yang bekerja pada tingkat individu dan tingkat komunitas. Objek penelitian adalah gerakan sosial bari fola yang diprakarsai oleh Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Kota Ternate. Pendekatan dan jenis penelitian bersifat kualitatif eksploratif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan tinjauan pustaka serta dokumentasi. Data dianalisis dengan metode anal isis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bari fola sebagai modal sosial dan instrumentasi masyarakat tangguh bencana yang bekerja pada tingkat individu dan tingkat komunitas. Bari fola yang tumbuh dan berkembang dalam lingkup organisasi Ikatan Keluarga Tidore. Kota Ternate menggambarkan jaringan sosial yang tumbuh atas dasar kesadzran akan norma yang berlaku berdasarkan semboyan “limau ma dade dade ma bara jiko se doe” (persatuan, persaudaraan, dan semangat kekeluargaan). Bari fola juga menjadi media sharing resources atau pembagian sumber daya dalam komunitas melalui solidaritas komunitas yang terbangun atas dasar trust dan norm sehingga memungkinkan untuk mobilisasi sumber daya komunitas guna pencapaian tujuan bersama
TRANSFORMASI PENOKOHAN TOKOH WAYANG DALAM KARYA FIKSI INDONESIA *)
Burhan Nurgiyantoro
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 3, No 3: Oktober 1998
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1288.537 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v3i3.5281
Abstrak Seni budaya pewayangan merupakan tradisi seni budaya yang mendasari dan berperan besar dalam membentuk karakter dan eksistensi bangsa serta banyak berpengaruh terhadap penulisan sastra Indonesia modern. Walau cerita wayang diwariskan dan dikenal oleh masyarakat terutama lewat pertunjukan yang bersifat lisan dan teatrikal, cerita itu semula merupakan karya tulis yang dewasa ini dikenal sebagai fiksi. Transformasi unsur pewayangan ke dalam fiksi mencangkup berbagai unsur instrinsik, yaitu munculnya unsur pewayangan ke dalam teks fiksi dengan perubahan dan mempunyai pola tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model transformasi penokohan tokoh cerita wayang dalam karya fiksi Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Model transformasi diperoleh dengan membandingkan unsur-unsur teks fiksi dengan teks pewayangan yang ditrasnformasikannya. Sumber data adalah karya fiksi yang diterbitkan antara tahun 1980-1995, terdiri dari 4 novel dan 7 cerpen, yang pengambilannya dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dari teks dilakukan dengan teknik analisis wacana, sedang data dari narasumber dengan taknik wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik komparatif-induktif, kategorisasi, dan inferensi.Secara umum terdapat dua model transformasi penokohan, yaitu berupa transformasi tokoh wayang ke dalam tokoh fiksi dari tokoh dunia wayang dan tokoh fiksidari dunia manusia modern. Model I terdiri dari Model IA, yaitu pengubahan karakter tokoh secara mendasar dan bertentangan dengan karakter tokoh wayang dalam pakem, model IB berupa pencaampuradukan kerakter antarakarakter tokoh wayang dengan karakter tokoh bukan wayang yang berciri peradaban modern, dan Model IC berupa pengubahan karakter tokoh wayang ke dalam karakter tokoh bukan wayang secara bertentangan dengan karakter wayang yang ditasnformasikan penamaan dan perwatakan tokoh wayang, Model II terdiri dari Model IIA yang berupa transfomasi penamaan daan perwatakan tokoh wayang, model IIB traansformasi perwatakan tanpa disertai penamaan, dan Model IIC transformasi penamaan tanpa disertai perwatakan. Transformasi penokohan tokoh wayang ke dalam tokoh fiksi terasa lebih intensif dan tipikal jika mencangkup perwatakan atau perwatakan dan penamaan daripada hanya mencangkup penamaan tanpa disertai perwatakan. Tokoh cerita wayang dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan dan pesan lewat penghipograman, perbandingan,pelambangan karakterdan pengkarikaturan tokoh.
Analysis of Psychological Characteristics of Narcotics Users in Prisons
Junaidin Junaidin
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (699.423 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v23i2.23374
This study was aimed at analyzing the psychological characteristics of drug user inmates in class IIB penitentiary Raba Bima. This study used ex-post facto research method. The population was 85 drug users. The data were collected using questionnaire namely General Health Questionnaire (GHQ-28). The data obtained were then analyzed using descriptive statistical analysis. The study shows that the psychological characteristics of drug user prisoners in the penitentiary are as follows. The psychosomatic aspects of drug user inmates at Class II B Raba Penitentiary, Bima showed a high category of 58.82%; anxiety in the high category with results of 56.47%; social dysfunction in the high enough category with results obtained at 43, 53%; and depression in the high category with a result of 63.53%. Based on the results, this study also becomes a scientific learning for drug user inmates in all Penitentiary to improve their understanding of human resources (HR) about the dangers of drugs to the psychological characteristics of human resources.Analisis Karakteristik Psikologi Narapidana Pengguna Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik psikologi narapidana pengguna narkoba di lembaga pemasyarakatan Kelas IIB Raba Bima. Jenis penelitian ini yang digunakan yaitu ex-post facto. Populasi penelitian adalah narapidana pengguna narkoba sebanyak 85 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket yaitu General Health Questionnaire (GHQ-28). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik psikologis narapidana pengguna narkoba di Lembaga Pemasyarakatan adalah sebagai berikut. Aspek psiko-somatik narapidana pengguna narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Raba, Bima menunjukkan pada kategori tinggi yaitu sebesar 58,82%, kecemasan pada kategori tinggi dengan hasil sebesar 56,47%; disfungsi sosial pada kategori cukup tinggi dengan hasil yang diperoleh sebesar 43,53%; dan depresi pada kategori tinggi dengan hasil sebesar 63,53%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penelitian ini juga menjadi sebuah pembelajaran ilmiah bagi narapidana pengguna narkoba di seluruh Lembaga Pemasyarakatan untuk meningkatkan pemahaman terkait sumber daya manusia (SDM) tentang bahaya narkoba terhadap karakteristik psikologis SDM.