Articles
295 Documents
KEBIJAKAN KESENIAN GUNA MELESTARIKAN SENI LUDRUK DI JAWA TIMUR
LABANIA LABANIA
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/hum.v24i2.24633
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya kebijakan seni dalam melestarikan seni ludruk di daerah Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan acuan pendekatan Miles Huberman. Hasil analisis menunjukan bahwa Seni ludruk merupakan bagian dari budaya dan identitas masyarakat Jawa Timur. Seni ini populer di masa lampau. Pada awal kemerdekaan terdapat sekitar 594 kelompok seni ludruk dan mencapai puncaknya pada era order baru sekitar 771 kelompok. Di masa kini seni ini hanya terdapat 38 kelompok dan terus tergerus di tengah tekanan budaya populer yang terbukti jauh lebih effektif. Kondisi tersebut diperburuk dengan kurangnya perhatian pemerintah. Oleh karena itu, peran pemerintah daerah Jawa Timur dalam melesarikan seni ini lewat peran kebijakan seni akan menjadi kunci dari eksistensi seni ludruk Jawa Timur.
Kepribadian Tokoh Ayah dan Anak dalam Novel Ayah dan Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata Kajian (Psikologi Carl Gustav Jung)
Mohammad Wahyu utomo
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/hum.v24i2.11962
ABSTRAK Kata-kata kunci: Kepribadian, Struktur kepribadian, dinamika kepribadian, perkembangan kepribadian. Penelitian ini bertujuan menganalisis novel Ayah dan Sebelas Patriot karya Andrea Hirata berdasarkan konsep-konsep kepribadian Carl Gustav Jung yakni struktur kepribadian, dinamika kepribadian, dan perkembangankepribadian. Melalui analisis kepribadian akan diketahui bentuk tingkah laku, perasaan, dan pikiran dari seorang ayah dan anak dalam berinteraksi. Hal ini mampu menggambarkan pekembangan pribadi seseorang dan pengaruh pembentukan kepribadian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Ayah dan Sebelas patriot. Data penelitian ini adalah (1) struktur kepribadian tokoh ayah dan anak dalam Novel Ayah dan Novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata; (2) dinamika kepribadian tokoh ayah dan anak dalam Novel Ayah dan Novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata; dan (3) Perkembangan kepribdaian tokoh ayah dan anak Novel Ayah dan Novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, kepribadian dalam novel Ayah dan Sebelas patriot karya Andrea Hirata menggambarkan pertama, Struktur kepribadian tokoh ayah dan anak yang menggunakan perasaan dan pikiran sebagai bentuk tingkah lakunya. Kedua, dinamika kepribadian dalam novel Ayah dan Sebelas patriot karya Andrea Hirata menggambarkan fokus menyelesaikan masalah dan pertentangan yang ada merupakan bentuk interaksi antarstruktur kepribadian, sedangkan daya aktual berupa perasaan dan perhatian sebagai bentuk energi psikis. Ketiga, perkembangan kepribadian dalam novel Ayah dan Sebelas patriot karya Andrea Hirata mengandung perkembangan kepribadian yang difokuskan dalam penyelesaian masalah. Masalah yang dihadapi akan membuat kepribadian tokoh menjadi lebih baik dalam hal sikap dan tingkah laku. Interaksi kejiwaan dan emosioanal dalam diri manusia sebagai akibat dari perkembangan kepribadian.
Seni dan kewargaan
Kusen Alipah Hadi;
GR Lono Lastoro Simatupang;
St Sunardi
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (706.539 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v25i2.40232
Pengadaan Pasa Harau Art and Culture Festival di Nagari Harau, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat bertujuan untuk memberikan kontribusi pada tata kelola seni dan peluangnya mengambil bagian dalam proses demokratisasi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dimana para peneliti ikut terlibat langsung dalam upaya menumbuhkan kembali dan melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di Nagari Harau. Pasa Harau Art and Culture Festival merupakan suatu tindakan yang dipilih untuk diimplementasikan dalam penelitian ini, dimana pelaksanaan kegiatannya sudah disesuaikan dengan sistem/struktur organisasi yang baru. Struktur organisasi ini menyatu dengan Pemerintah Nagari Harau, institusi adat, dan bersifat fleksibel terdiri dari unsur-unsur Rapat Nagari, Dewan Festival, Direktur, Kurator, dan keuangan. Refleksi yang merupakan salah satu rangkaian dalam siklus penelitian tindakan mencatat dua hal penting yaitu 1) diperlukan suatu upaya yang lebih gigih untuk mendapatkan kepercayaan dan juga akses dari masyarakat setempat dalam upaya pelestarian nilai budaya di Nagari Harau dan 2) perlu adanya antisipasi terkait munculnya pelaku bisnis pariwisata yang hanya peduli pada keuntungan atau ajakan kolaborasi penuh resiko oleh birokrasi dalam pelaksanaan kegiatan Pasa Harau Art and Culture Festival. Kata kunci: seni, tata kelola seni, dan kewargaan
Interpretasi simbol cinta sejati sebagai syarat mencapai keutuhan rumah tangga dalam Serat Damarwulan
Respati retno utami
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 1 (2020)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (819.258 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v25i1.33280
Interpretasi Simbol Cinta Sejati sebagai Syarat Mencapai Keutuhan Rumah Tangga dalam Serat Damarwulan. Serat Damarwulan merupakan naskah yang berisikan tentang perjuangan Ratu Kencana Wungu dan Damarwulan untuk mengembalikan situasi politik di Majapahit akibat pemberontakan yang dilakukan oleh Menak Jingga. Selain itu sosok Damarwulan dalam serat tersebut digambarkan memiliki kharisma dan ketampanan yang menawan sehingga banyak sekali wanita yang hadir membantu upayanya membunuh Menak Jingga. Meskipun begitu, hanya seorang wanita bernama Anjasmara yang merupakan cinta sejatinya. Hal yang akan menjadi topik penelitian ini bukan dari sisi politik namun dari sisi kisah cinta sejati yang dialami oleh tokoh Damarwulan. Penelitian ini berusaha mengungkap simbol cinta sejati berdasarkan segitiga cinta yang berisi tentang gairah, keintiman, dan komitmen sebagai syarat terbentuknya cinta sejati. Cinta sejati tersebut yang menjadi tiang penyangga keutuhan sebuah rumah tangga. Hal tersebut yang akan dikupas tuntas dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori filologi untuk menganalisis naskah Damarwulan ini, kemudian teks Damarwulan dikupas menggunakan teori semiotik. Hasil penelitian ini adalah konsep cinta sejati dalam serat Damarwulan dan wujud simbol cinta sejati sebagai syarat keutuhan rumah tangga. Kata kunci: simbol, cinta sejati, keutuhan rumah tangga
Komunikasi yang efektif sebagai upaya meminimalkan temuan berulang pada audit sektor publik
Brian Patria Ariaji;
Sri Mulyani N.S.;
Nanny Dewi Tanzil
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/hum.v26i1.32982
Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh efektivitas komunikasi audit terhadap temuan pemeriksaan berulang. Pendekatan penelitian dilaksanakan secara kuantitatif untuk membuktikan hipotesis bahwa terdapat pengaruh signifikan antara efektivitas komunikasi audit terhadap temuan pemeriksaan berulang. Studi kasus dilaksanakan pada jenis pemeriksaan bagi hasil migas atau cost recovery audit pada BPK RI dengan populasi seluruh auditor yang pernah melaksanakan pemeriksaan tersebut. Survey dilaksanakan menggunakan kuesioner kepada 34 auditor sebagai sampel yang telah teridentifikasi dan memenuhi persyaratan penelitian. Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan teknik berbasis PLS-SEM dengan hasil bahwa terdapat pengaruh signifikan antara efektivitas komunikasi audit terhadap temuan pemeriksaan berulang dan hubungan yang bersifat negatif. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa komunikasi yang efektif antara auditor dan auditee dapat secara signifikan menciptakan perbaikan yaitu berkurangnya jumlah temuan berulang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, komunikasi audit yang efektif antara auditor dan auditee perlu diupayakan untuk meminimalkan temuan berulang.Kata Kunci: Audit sektor publik, Temuan berulang, Komunikasi.
GAMELAN LITERASI SEBAGAI UPAYA PEMBERANTASAN BUTA AKSARA YANG BERBUDAYA DI KECAMATAN SEMIN, GUNUNGKIDUL
HANNA TAQIYYA MAUDI
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.395 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v24i2.15146
Gamelan literasi merupakan upaya membelajarkan masyarakat buta aksara di Dusun Tangkil, Gunungkidul melalui media Gamelan. Program ini diawali dengan identifikasi kebutuhan warga belajar, persiapan perangkat, sosialisasi, pembelajaran, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Kegiatan ini dilakukan selama 8 kali pertemuan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa kepada 30 warga belajar. Metode yang digunakan yaitu: pelatihan yang berupa ceramah, diskusi, praktek dan aksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: 1) Kegiatan gamelan literasi sebagai upaya pemberantasan buta aksara yang berbudaya di Kecamatan Semin dilaksanakan melalui 4 tahap: tahap prapelaksanan, tahap pelaksanaan, tahap pascapelaksanaan. 2) Hasil dari pelatihan gamelan literasi, warga belajar yang semula belum dapat calistung (baca, tulis, hitung) dan belum memiliki keterampilan gamelan, saat ini sudah lancar dan mampu memainkan gamelan. Untuk menunjang kegiatan itu, telah berdiri rumah belajar gamelan literasi.
Analisis pengaruh pelatihan, pengayaan dan rotasi pekerjaan pada kinerja karyawan (Studi pada karyawan perusahaan surat kabar di Kota Surakarta)
Bambang Nur Cahyaningrum;
Mugi Harsono
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 1 (2020)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (767.439 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v25i1.29168
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan dalam kerja, pendidikan di luar kerja, pengayaan pekerjaan dan rotasi pekerjaan terhadap kinerja karyawan di perusahaan surat kabar lokal di Kota Surakarta . Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Perusahaan surat kabar lokal di Kota Surakarta . Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 155 karyawan. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui pengantar antar variabel independen dan dependen dalam penelitian ini menggunakan analisis uji regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 19. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan dalam kerja, pendidikan di luar kerja, pengayaan pekerjaan dan rotasi pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan surat kabar lokal di Kota Surakarta .Kata kunci: pelatihan, pengayaan pekerjaan, rotasi pekerjaan, kinerja
Modal budaya dalam pemetaan kualitas pendidikan
Birul Walidaini
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 1 (2020)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (750.776 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v25i1.33283
Artikel ini mendeskripsikan tentang peran modal budaya dalam pemetaan kualitan pendidikan. Artikel ini didasari dari review buku “Cultural Capital Rvaluing the Arts, Remaking Urban Spaces” yang ditulis Louse C. Johnson. Dalam buku “Cultural Capital Rvaluing the Arts, Remaking Urban Spaces” yang ditulis Louse C. Johnson dapat dilihat bagaimana modal budaya berperan penting dalam membangun sebuah kota dan memberikan identitas didalamnya. Buku “Cultural Capital Rvaluing the Arts, Remaking Urban Spaces” yang ditulis Louse C. Johnson memberikan contoh kota yang kembali dibangun dengan menerapkan konsep modal budaya. Hasil yang didapat dari buku “Cultural Capital Rvaluing the Arts, Remaking Urban Spaces” yang ditulis Louse C. Johnson adalah deskripsi tentang konsep modal budaya dari Bordieu dan deskripsi tentang pembangunan berkelanjutan di perkotaan. Kemudian dilanjutkan dengan mendeskripsikan pengaruh modal sosial terhadap sistem pendidikan dan sistem sekolah. hasil artikel ini adalah modal budaya memberikan pengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan, dan konsep- konsep modal budaya dapat diterapkan dalam menjalankan sistem pendidikan dan sistem sekolah.Kata kunci: modal budaya, kualitas pendidikan
Family Functions and Access to Youth Information and Counseling (PIK R) Program Programs: Can Reducing Drug Abuse among Adolescents?
Oktriyanto, Oktriyanto
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In Indonesia the number of drug use in adolescents shows a number that tends to be high. This phenomenon is certainly an indication that there are character problems in children and adolescents in Indonesia, which certainly cannot be separated from the role of parents. In this case the function of parents and government support is needed in an effort to handle the use of drugs in teenagers in Indonesia. The purpose of this analysis is to determine the family function and drug abuse among adolescents in Indonesia. This study uses secondary data from the 2018 of Population, Family Planning and Family Development Program Performance and Accountability Survey (SKAP 2018). Data analysis was carried out descriptively and inferently (chi square test & multiple logistic regression test). The results showed that the majority of adolescents who used drugs were mostly in families with low-educated family heads, low wealth index, and living in rural areas. Teenage boys tend to use drugs more than girls. The majority of adolescents who use drugs are characterized by 20-24 years of age, low education and work. The factors that significantly influence the use of drug use among adolescents include socio-cultural functions, family type, place of residence, age of adolescents, sex of adolescents, working status, adolescent access to PIK-R programs, and knowledge of the impact of drugs.
Implikasi pendidikan luar sekolah anak melalui Paguyuban Seni Jemblung di era global
Dedy Sartono
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1123.93 KB)
|
DOI: 10.21831/hum.v25i2.40207
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap kiprah dan kontribusi Pendidikan Luar Sekolah dalam pembangunan manusia khususnya melalui Paguyuban Seni di Kelurahan Gedungkiwo, Yogyakarta di masa kini serta bagaimana Pendidikan Luar Sekolah berperan dalam meningkatkan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Semua data primer diperoleh langsung dari informan di Kelurahan Gedongkiwo dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu informan dasar, informan kunci dan informan tambahan. Kepala desa terpilih sebagai informan dasar, ketua sanggar sebagai informan kunci dan pemangku kepentingan serta penari sebagai informan tambahan. Data primer juga dikumpulkan dari peserta didik sebagai informan tambahan melalui teknik snowball sampling. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur. Semua kumpulan data dianalisis menggunakan teori estetika, teori hegemoni dan relasi kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Paguyuban seni di Kelurahan Gedongkiwo di era global berimplikasi pada karakter kepribadian anak, peningkatan semangat dan solidaritas dalam masyarakat serta penguatan kesadaran dalam pelestarian budaya.Kata kunci: implikasi, Paguyuban Seni, Gedongkiwo, era global.