cover
Contact Name
Esti Swatika Sari
Contact Email
humaniora@uny.ac.id
Phone
+628156865456
Journal Mail Official
humaniora@uny.ac.id
Editorial Address
https://journal.uny.ac.id/index.php/humaniora/about/editorialTeam
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Humaniora
ISSN : 14124009     EISSN : 25286722     DOI : https://doi.org/10.21831/hum.v26i2.40019
Jurnal Penelitian Humaniora is published by Institute of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta Jurnal Penelitian Humaniora publishes articles of non educational research and issues related to humanity (culture, language, arts, social sciences)
Articles 295 Documents
RELEVANSI VASTUSHASTRA DENGAN KONSEP PERANCANGAN JOGLO YOGYAKARTA Dwi Retno Ambarwati
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 14, No 2: Oktober 2009
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.458 KB) | DOI: 10.21831/hum.v14i2.5028

Abstract

This study is aimed to analyse the relevance between Vastushastra and the concept design of Joglo Yogyakarta by making a comparation between both of them and the further analysis is the identification of the matter that cause the relevant and irrelevant between them. The result of this study indicate that basically there are some relevances between Vastushastra and the concept design of Joglo Yogyakarta on the cosmology concept, the effort to achieve the primary goal of life by creating and keeping the harmony with the nature, an effort in balancing the energy of nature, believing the influence of nature in human life, and the relevance in choosing the shape of the house (square shape). In the other side, the irrelevants are in choosing the orientation of the house and the room configuration. Those irrelevants caused by the creativity of Javanesse people, and the condition of nature dan geographic.
KEBUTUHAN BELAJAR MASYARAKAT UNTUK PENGEMBANGAN WISATA BELAJAR DI WADUK GAJAH MUNGKUR KABUPATEN WONOGIRI Tristanti Tristanti; Fitta Ummaya Santi
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 22, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.413 KB) | DOI: 10.21831/hum.v22i2.19567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kebutuhan belajar masyarakat di Waduk Gajah Mungkur sebagai upaya pengembangan wisata belajar dan (2) kendala yang dihadapi dalam pengembangan wisata belajar di Waduk Gajah Mungkur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah masyarakat sekitar Waduk Gajah Mungkur yang terdiri dari pengelola, wisatawan, dan pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, keberadaan wisata Waduk Gajah Mungkur sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar waduk sebagai pemenuhan kebutuhan hidup dan menambah perekonomian. Wisata Waduk Gajah Mungkur juga dipandang dapat menumbuhkan peluang sebagai wisata belajar yaitu kegiatan outbound, wisata edukasi, dan wisata memancing. Kedua, kendala yang dihadapi dalam pengembangan Wisata Waduk Gajah Mungkur yaitu kemampuan sumber daya manusia masih minim, belum adanya koordinasi antarpengelola waduk dengan dinas pariwisata dan kesadaran masyarakat terhadap pengembangan waduk masih rendah.
SUBGROUPING DAN MIGRASI SEMBILAN BAHASA DI INDONESIA : Kajian Linguistik Komparatif Pujiati Suyata
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 3, No 3: Oktober 1998
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.944 KB) | DOI: 10.21831/hum.v3i3.5369

Abstract

Abstrak Teori Linguistik Historis Komparatif mangatakan bahwa bahasa Batak, Melayu,Minangkabau, Banjar, Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Bugis adalah bahasa sekerabat dan berasal dari satu induk bahasa yang sama. Akan tetapi, sampai sekarang belum diketahui (1) pengelompokan bahasa tersebut berdasarkan jauh dekatnya hubungan kekerabatan (subgrouping), (2)silsilah kekerabatannya, serta (3) arah migrasi bahasa induknya sampai menjadi kesembilan bahasa itu dalam keadaannya sekarang.Penelitian ini adalah penelitian survey dengan populasi semua kosakata dalam kesembilan bahasa tersebut. Dengan menggunakan teknik penyampelan perposif, dipilih 100 kosakata mendasar (basic vocabulary) pada setiap bahasa yang diteliti. Data diambil dengan angket dan wawancara lewat 27 orang responden. Instrument penelitian adalah dafter Swadesh 100 kata yang sudah teruji kesahihan dan keterandalanya. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis Leksikostatistik.Hasil analisis menunjukan: (1) Model subgrouping kesembilan bahasa yang diteliti aadalah sebagai berikut. Ada tiga subgroup menurut dekat atau jauhnya hubungan kekerabatan bahasa-bahasa tersebut. Ketiga subgroup BB (Bugis Melayu). Dalam subgroup pertama, bahasa Melayu dan Minangkabau mempunyai hubungan kekerabatan terdekat. Setelah itu, bahasa Banjar dan kelompok Melayu-Minangkabau, dan terakhir bahasa Batak dengan kelompok Melayu-Minangkabau-Banjar. Dalam subgroup kedua, bahasa Jawa lebih dekat dengan bahasa Sunda daripada bahasa Madura. Bahasa Sunda dan Jawa mempunyai hubungan yang dekat dan membentuk satu kelompok. Dalam subgroup ketiga, bahasa bali sangat dekat dengan bahasa Bugis. (2) Silsilah kekerbatan bahasa yang diteliti adalah induk bahasa Batak-Bugis menurunkan tiga cabang utama, yaitu bahasa BMMB,SJM, dan BB. Cabang pertama, yaitu MBBM pecah menjadi dua cabang, yaitu bahasa B dan MMB. Cabang MMB  pecah lagi menjadi bahasa MM dan B. akhirnya kelompok MM pecah menjadi bahsa M(Melayu) dan M(Minangkabau) yang sekarang. Cabang kedua yaitu SJM pecah menjadi 2 cabang  yaitu menjadi kelompok SJ dan M, akhirnya kelompok SJ pecah pula menjadi bahas S (Sunda) dan J(Jawa) yang sekarang. Cabang ketiga , yaitu bahsa BB akhirnya berpisah menjadi bahasa B(Bali) dan B(Bugis) yang sekarang.(3) arus migrasi bahasa diteliti terdiri atas tiga gelombang. Gelombang pertama, dari tanah asal, yaitu daratan Asia Tenggara menuju ke selatan. Sampai di Riau berbelok ke timur mengarungi Laut Jawa sampai di Kalimantan Selatan. Sebagian menuju ke Utara, sampai ke daerah Batak. Gelombang kedua, dari tempat asal migrasi ke selatan menyusur pantai utara Pulau Jawa sampai di Pulau Madura. Gelombang ketiga , dari tempat asal bermigrasi ke selatan mengarungi Laut Jawa kea rah timur sampai ke Pulau Bali. Sebagian meneruskan perjalanan ke timur laut sampai ke Pulau Selawesi bagian selatan.
STUDI ECOCRITICISM DALAM FILM “DORAEMON-NOBITA AND THE GREEN GIANT LEGEND” Syaiful Qadar Basri
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2035.78 KB) | DOI: 10.21831/hum.v24i1.20669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ecocriticism yang direpresentasikan dalam penggambaran alam di film Doraemon-Nobita and the Green Giant Legend dan mengetahui perspektif yang dimiliki oleh tokoh yang ada dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kulitatif. Pemilihan film Doraemon Nobita and the Green Giant Legend sebagai data primer yang kemudian akan dikaji secara lebih mendalam. Film tersebut dikaji dengan menggunakan ecocriticism dengan mengupas sebuah kritik terhadap film tersebut untuk menemukan hasil dan pembahasan baru yang terkait dengan isu-isu lingkungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam film tersebut terdapat dua perspektif yang muncul mengenai alam dan lingkungan, yaitu anthropocentric dan ecocentric.Ayumu Watanabe mengangkat isu ini ke dalam film sebagai bentuk kritik atas apa yang telah dia lihat dan saksikan terkait perusakan alam yang terjadi di bumi. Diharapkan dengan adanya pengkajian mengenai film yang mengangkat isu ini, masyarakat lebih menyadari dan memahami bahwa alam adalah satu-satunya sumber kehidupan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi.ECOCRITICISM STUDY IN “DORAEMON-NOBITA AND THE GREEN GIANT LEGEND” MOVIEThis study seeks to identify the form of ecocriticism as represented in the depiction of nature in “Doraemon-Nobita and the Green Giant Legend” movie and to describethe perspectives of the characters existed in the movie. The method used was qualitative method. The movie was selected as a primary data source since it contained ecocriticism discoursewhich then be examined indepth using ecocriticism analysis,a type of tools used tocriticize movies in order to find new results and discussion with regards to environmental concerns. The results revealed that there were two emerged perspectives vis-a-vis nature and the environment: anthropocentric and ecocentric. Ayumu Watanabe raised these issueswithinthe movie as a form of criticism of what he had seen and witnessed concerning the destruction of nature that occurred on the earth. Such analysis on movies was hoped to raise people’s awareness on these issues and to make them realizethat nature is the only source of life for all living beings on earth.
STEREOTIPE GENDER DALAM GAMBAR ILUSTRASI BUKU TEKS SEKOLAH DASAR Kasiyan Kasiyan
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 1, No 6: 2001
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.397 KB) | DOI: 10.21831/hum.v1i6.5385

Abstract

Abstract This research aims to reveal and to refine attendance meaning of the gender stereotype in the illustrative pictures of Elementary School textbook, based on curriculum 1994, with male object, female object, and male-female objects. From the existing tendency description, the social relation quality of the equal or unequal can be analyzed. This research uses a quantitative-descriptive perspective approach, particularly with a content analysis method. The research objects are all illustrative picture of all elementary school textbooks, based on curriculum 1994, published by Education and Culture department.  They involve six textbook groups, id est. 1) Civic Education 2) Natural Science 3) Social Science 4) Body and Health Education, 5) Indonesian and 6) Mathematics. Those pictures, then, are classified sequentially, into some kinds, id est.  Textbooks, picture categorization, and seven areas of development analysis (Women Affair Minister Office, 1995). The instrument used in collecting data is documentation-based guideline, which is developed by coding system. The data analysis is the description of frequency distribution and percentage models. From the research results, the research concludes that the illustrative picture with male objects tend to have male gender stereotype meaning, with female objects tend to have female gender stereotype, and with male-female objects reflects a gender equality. The implication of the research results and conclusion recommends that, in the future, there will be an improvement of the elementary school illustrative textbooks quality, with larger gender equality perspective, in order to make students understand the right concept of gender as early as possible. Moreover it needs a more extended research in the form of developing an illustrative picture design guideline that reflects gender equality. Keywords: gender stereotype, illustrative picture, and textbook
KECEPATAN REAKSI PASAR ATAS PUBLIKASI LABA DI BURSA EFEK JAKART: UKURAN PERUSAHAAN DAN TIPE LAPORAN ISROAH ISROAH
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 7, No 2: Oktober 2002
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.465 KB) | DOI: 10.21831/hum.v7i2.5464

Abstract

Abstract The study intends to identify the correlation among the speed of market reaction rate upon the earning announcements with the company size and type of report. The sample used consists of 72 earning announcements of companies registered on the Jakarta Stock Exchange that are select by purposive random sampling. The Kendall’s collection nonparametric statistics are used to test the research hypothesis and descriptive statistic are used to identify the speed of market reaction rate the earning announcements. The empirical results show thatthere are relationships among the speed of market reaction rate upon earning announcement with the company size and type of report show insignificant result. These means that the reaction upon the earnings announcement are not different viewed from the company size and type of report. Themarket reaction upon the small industries is longer (31.60 days) than big industries (23.60 days). The market reaction upon the reporting interim is longer (27.33 days) than reporting annual (16.00 days). Kaywords: earning announcements, speed of market reaction
IMPLEMENTASI KONVENSI ANTI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM POLITIK HUKUM INDONESIA Halili Halili
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 17, No 2: Oktober 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.428 KB) | DOI: 10.21831/hum.v17i2.3099

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengkaji  implementasi  Konvensi  Anti Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of all forms of Discrimination Against Women/CEDAW) dalam politik hukum Indonesia  pada  umumnya.  Selain  itu,  juga  untuk  mengkaji  kelemahan-kelemahan   dalam   politik   hukum   Indonesia   yang   terkait   dengan perlindungan   terhadap   perempuan   sebagaimana   digariskan   dalam Konvensi tersebut. Penelitian ini merupakan studi literer yang ditulis dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah jenis paper. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literature dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan bantuan  chek  list  dan  recording  note.  Check  list  dan  recording  note tersebut digunakan untuk melacak dan merekam data yang dihasilkan melalui studi literatur dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan   triangulasi.  Langkah-langkah  analisis   yang  digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, meliputi reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Konvensi Anti Diskriminasi Perempuan tersebut sudah mulai dilaksanakan secara parsial melalui beberapa peraturan perundang-undangan, antara lain UU Kesehatan, UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU Paket Politik (yang terdiri dari UU Pemilihan Umum DPR, DPD, dan DPRD, UU Pemilihan Presiden, UU Partai Politik, dan UU Penyelenggara Pemilihan Umum). 2) Implementasi Konvensi tersebut berimplikasi pada dua kecenderungan. Pertama, munculnya kecenderungan politik afirmatif bagi perempuan dalam berbagai bidang. Perempuan ditempatkan sebagai identitas yang membutuhkan pengakuan khusus atau istimewa secara formal dibandingkan dengan laki-laki. Kedua, mencoloknya warna aliran hukum feminis dalam hukum positif. Hukum positif merupakan turunan dari filsafat positivism hukum (legal positivism) yang mendoktrinkan netralitas dan objektivitas hukum demi terciptanya kepastian hukum. Dengan implementasi Konvensi tersebut, sangat menonjol warna hukum yang berpihak pada perbendaan gender sebagaimana didoktrinkan oleh aliran hukum feminis. 3) Implementasi Konvensi tersebut dalam Politik Hukum Indonesia masih mengandung beberapa kelemahan fundamental, antara lain pada aspek materi hukum, dari aspek aparat penegak hukum serta sistem penghukumannya
PENGARUH PELATIHAN "MODEL CROSS BOX" TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA ANAK UMUR 9-12 TAHUN SISWANTOYO SISWANTOYO
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 8, No 2: Oktober 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.877 KB) | DOI: 10.21831/hum.v8i2.5788

Abstract

Abstract A play is the most important thing to develop the children, but will be better if the game is structure, directional and programmed. The child 9-12 year represent early to be constructed and instructed in order to achieve best prfomance, but there are must be prepare the quality of its physical. The basic quality of physical like the speed, strength and endurance, added by the quality of physical supporting like flexibility and agility. To improvement biomotoric skill especially agility element require to be strived its development. Training modify the “Cross Box Model” design by Siswantoyo to develop the agility have been trial to child 9-12 year. The research conducted experimental research with the Randomized Control group pre-testpost-test design. Sum up the sample 40 composed by 20 men and 20 women, which divided in treatment group and control group. The result showed that the modification of Cross Box model for the child 9-12 year, in the reality give  the influence to make-up of agility. At the treatment group Cross Box model man 0.75 second and women 0.71 second. Matter of this means that training modify of the Cross Box model more effective to increase agility when compared to control group man 0.24 second and women0.32 second. The happening of the improvement also can be influenced by existence of age factor, gender, body mass and fatigue. Enable also motivate factor and emotional condition from individual conducting also partake to influence the maximal agility result. Keywords: influence, training, cross-box model, agility, 9-12 year  
HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI RELIGIUS DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEDISIPLINAN BERIBADAH PADA WARGA GEREJA Yoyok Ellyazar
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 18, No 1: April 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.97 KB) | DOI: 10.21831/hum.v18i1.3268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara orientasi religius dengan kedisiplinan beribadah, hubungan antara dukungan sosial dengan kedisiplinan beribadah dan hubungan antara orientasi religius dan dukungan sosial secara bersama-sama dengan kedi- splinan beribadah. Subjek dalam penelitian ini adalah warga Gereja Kristen Jawa Ngento-ento yang berjumlah 81 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan skala orientasi religius, skala dukungan sosial, dan skala kedisiplinan beribadah. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi product moment dari Pearson dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis korelasi product moment ternyata 1) ada hubu- ngan positif yang signifikan antara orientasi religius dengan kedisiplinan beribadah, nilai korelasi 0,700 (p0,05). 2) ada hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan kedisiplinan beribadah nilai korelasi 0,471 (p0,05). 3) bahwa orientasi religius dan dukungan sosial secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kedisiplinan beribadah, nilai signifikansi 0,0000,05. Berarti, hipotesis yang diajukan terbukti dan dapat diterima. Sumbangan efektif orientasi religius dan dukungan sosial terhadap kedisiplinan beribadah sebesar 53,5%, sedangkan 46,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini.
PENGUJIAN EFISIENSI SETENGAH KUAT SECARA INFORMASI TERHADAP PENGUMUMAN INISIASI DEVIDEN Musaroh Musaroh
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 10, No 1: April 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.576 KB) | DOI: 10.21831/hum.v10i1.6122

Abstract

Abstract This research explores the efficiency of semi-strong-informed capital market in Jakarta Stock Market toward the announcement of the dividend initiation. The testing focused on the effort to show the influence from the announcement of the dividend initiation toward the abnormal return of the capital at the event date of the announcement. It also tries to show the speed of adjustment from the stock price to equilibrium price. The result of the research shows that Indonesian Stock Market, represented by Jakarta Stock Market, has been semi-strong-informed efficient toward the announcement of the dividend initiation. It is proven by the positive and significant (6% at date of announcement) content of information in the announcement of the dividend, and the 1 day speed of the adjustment from market reaction toward the announcement of the dividend initiation. This research also support the agency cost and the asymentry information. Keywords: dividend initiation, semi-strong-informed capital market, abnormal return, Initial Public Offering

Page 3 of 30 | Total Record : 295