cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "vol. 9 no. 2 (2024)" : 15 Documents clear
Lombok Folktales Dari Datu Pejanggiq Sampai Putri Mandalika as Literacy Support in Elementary Schools Rina Sudaryani; Purwati Zisca Diana; Yosi Wulandari; Iis Suwartini
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.11458

Abstract

This research aims to develop a collection of Lombok folktales titled "Dari Datu Pejanggiq Sampai Putri Mandalika" as a literacy support resource for elementary schools. The research method used is research and development (research and development) with the ADDIE approach. This research began with need analysis, developing/compiling product designs and product development, to feasibility tests. The validation results by linguists, literature experts, children literature experts, and respondents were 83%, 98%, 89%, and 91%, respectively. These validation results showed that the book of folktale collection was very good as literacy support in elementary schools. Thus, this collection of Lombok folktales can be used as a reference in building a literacy culture in schools.Cerita Rakyat Lombok “Dari Datu Pejanggiq Sampai Putri Mandalika” sebagai Penunjang Literasi di Sekolah DasarPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kumpulan cerita rakyat Lombok berjudul “Dari Datu Pejanggiq Sampai Putri Mandalika” sebagai salah satu penunjang literasi di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan pendekatan ADDIE. Penelitian ini dimulai dengan analisis kebutuhan, pengembangan/penyusunan desain produk dan pengembangan produk, hingga uji kelayakan. Hasil validasi ahli bahasa, ahli sastra, ahli sastra anak, dan responden berturut-turut adalah 83%, 98%, 89%, dan 91%. Hasil validasi ini menunjukkan bahwa buku kumpulan cerita rakyat sangat baik sebagai penunjang literasi di sekolah dasar. Dengan demikian kumpulan cerita rakyat Lombok ini dapat dijadikan acuan dalam membangun budaya literasi di sekolah.
Pengacuan Anafora dalam Cerpen Lukisan Perkawinan dan Skenario Pembelajarannya di Sekolah Menengah Atas Asep Muhyidin
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.12859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan pemarkah pengacuan anafora pada cerpen Lukisan Perkawinan karya Hamsad Rangkuti. Data yang diambil yaitu satuan lingual berupa kalimat-kalimat dalam cerpen yang memiliki pemarkah pengacuan anafora. Data dianalisis dengan menggunakan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pemarkah pengacuan anafora pronomina, yakni persona, demonstratif, dan komparatif. Pronomina persona berupa: 1) pronomina pertama:  aku, -ku, ku-, saya, kami, kita; 2) pronomina kedua: kau, -mu, tuan; dan 3) pronomina ketiga: ia, dia, -nya, mereka. Pemarkah pronomina demonstratif berupa: 1) penunjuk umum: itu dan ini; 2) penunjuk tempat: di sana dan sana; dan 3) penunjuk ihwal: begitu. Pemarkah pengacuan anafora komparatif berupa perbandingan umum, yakni seperti. Hasil penelitian ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Untuk itu, guru harus mampu membuat skenario pembelajaran untuk dilaksanakan di dalam kelas.Anaphora References in the Short Story Lukisan Perkawinan and Learning Scenarios in High SchoolThis research aims to describe the use of anaphoric reference markers in the short story Lukisan Pekawinan by Hamsad Rangkuti. The data taken are lingual units in the form of sentences in short stories which have anaphora reference markers. Data were analyzed using the agih method. The results of the research show that there are three markers of pronoun anaphora reference, namely personal, demonstrative and comparative. Personal pronouns are in the form of: 1) first pronoun: aku, -ku, ku-, saya, kami, kita; 2) second pronoun: kau, -mu, tuan; and 3) third pronoun: ia, dia, -nya, mereka. Demonstrative pronoun markers are: 1) general markers: itu and ini; 2) place markers: di sana and sana; and 3) pointer: begitu. The reference marker for comparative anaphora is in the form of a general comparison, namely seperti. The results of this research can be integrated into Indonesian language learning in high school. For this reason, teachers must be able to create learning scenarios to be implemented in the classroom.
Evaluasi Blended Learning Pada Mata Kuliah Menulis Karya Ilmiah Menggunakan Model Context, Input, Process, Product Meina Febriani; Qurrota Ayu Neina; Wagiran Wagiran
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.13592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan penerapan dan mengevaluasi blended learning pada mata kuliah Menulis Karya Ilmiah pascapandemi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada evaluasi konteks, input, proses, dan produk blended learning. Evaluasi dilakukan menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Lokasi penelitian berada di Universitas Negeri Semarang melalui platform elena.unnes.ac.id sebagai media pembelajaran daring dan tatap muka klasikal dalam pembelajaran luring. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pelaksanaan blended learning meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang memadukan pembelajaran tatap muka secara luring dan moda daring; 2) evaluasi CIPP memberikan kontribusi berupa temuan inovasi model pembelajaran, pemanfaatan teknologi secara maksimal, pola interaksi dosen dan mahasiswa, serta konstruksi baru peran dosen dan mahasiswa. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program, serta memberikan masukan berharga bagi pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan.Evaluation of Blended Learning Courses on Writing Scientific Papers Using the Context, Input, Process, Product ModelThe research aims to describe the application and evaluation of blended learning in the Writing Scientific Papers course in the post-pandemic period. The research approach used is a qualitative approach with a focus on evaluating the context, input, process, and blended learning products. Evaluation is carried out using the Context, Input, Process, Product (CIPP) model. The research location is at Semarang State University via the elena.unnes.ac.id platform as a classic online and face-to-face learning medium for offline learning. The research results show that the implementation of blended learning includes the planning, implementation, and evaluation stages of learning which combine offline face-to-face learning and online modes. Second, the CIPP evaluation provides contributions in the form of findings on learning model innovations, maximum use of technology, interaction patterns between lecturers and students, as well as new constructions of the roles of lecturers and students. This research has important implications in identifying program strengths and weaknesses, as well as providing valuable input for policymakers and educational practitioners.
Diskriminasi terhadap Ibu Bekerja dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye: Sebuah Analisis Wacana Kritis Noni Andriyani; Anang Santoso; Gatut Susanto
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.13642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ideologi Tere Liye dalam novelnya yang berjudul Sesuk mengenai ibu bekerja dalam sudut pandang analisis wacana kritis. Teori yang digunakan adalah teori penalaran dialektis dalam analisis wacana kritis oleh Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat diskriminasi terhadap ibu bekerja dalam novel Sesuk melalui narasi-narasi yang digunakan oleh pengarang untuk menggambarkan sosok ibu bekerja. Bahkan, kekuasaan pengarang dalam novel ini juga tampak sangat mencolok dengan mematikan tokoh Ibu bekerja yang dianggap akan merusak generasi. Selanjutnya, secara teoretis, penelitian ini berimplikasi terhadap pengayaan kajian teori analisis wacana kritis Fairclough generasi baru dan secara praktis turut mengingatkan pembaca bahwa di dalam novel sekalipun setiap pengarang senantiasa memiliki ideologi yang disampaikan dan pembaca diharuskan jeli untuk memilah dan memilih konsep ideologi yang layak dijadikan contoh atau tidak. Discrimination against Working Mothers in the Novel Sesuk Tere Liye's Work: A Critical Discourse AnalysisThis study aims to describe the ideology of Tere Liye in his novel entitled Sesuk about working mothers from the point of view of critical discourse analysis. The theory used is the theory of dialectical reasoning in critical discourse analysis by Norman Fairclough. The results of the study show that there is discrimination to working mothers in the novel Sesuk through the narrations used by the author to describe the figure of working mothers. The author's power in this novel also looks very striking by turning off the working mother character who is considered to be detrimental to the generation. Furthermore, theoretically, this research has implications for enriching the study of the new generation of Fairclough's critical discourse analysis theory and practically, helping to remind readers that even in a novel, even though every author always has an ideology conveyed, the reader is required to be observant in sorting out and choosing ideological concepts that are worthy of being exemplary or not.
Development of Online Indonesian Language Teaching Materials for Foreign Speakers for level 1 learners Helmi Muzaki; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Ilham Aksani; Pensri Panich
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.14287

Abstract

The aims of this research is to produce bold Indonesian language teaching materials for Foreign Speakers (BIPA) for BIPA 1 students. This research uses a 4D model development model, namely defining, designing, developing and disseminating. The characteristics of the resulting teaching materials consist of 10 lesson units that can be used for learning BIPA 1 in bold. Learning topics are adapted to the BIPA 1 curriculum and relate to everyday life. These topics include letters and numbers, introductions, greetings, people closest to you, question words, simple sentences, mention of time in Indonesia, adjectives and basic expressions. The variety of Indonesian used in this open material varies between formal and informal according to the situation being discussed. Based on feasibility tests on aspects of graphics and organization, presentation, content, language and cultural values contained in the teaching materials, it can be concluded that the BIPA 1 darts teaching materials are suitable for use by BIPA 1 students.Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Secara Online untuk Pembelajar Tingkat 1Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring bagi pemelajar Tingkat 1. Penelitian ini menggunakan model pegembangan model 4D yaitu define, design, development, dan disseminate. Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas 10 unit pelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran BIPA 1 secara daring. Topik pembelajaran disesuaikan kurikulum BIPA 1 dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Topik-topik tersebut diantaranya huruf dan angka, perkenalan, salam sapaan, orang terdekat, kata tanya, kalimat sederhana, penyebutan waktu di Indonesia, kata sifat, dan ungkapan dasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam formal dan informal disesuaikan dengan situasi yang dibahas. Berdasarkan uji kelayakan terhadap aspek kegrafikaan dan organisasi, penyajian, isi, bahasa, dan nilai budaya yang terkandung dalam bahan ajar dapat disimpulkan bahwa bahan ajar daring BIPA 1 ini layak digunakan oleh pebelajar BIPA 1.
Construction of Moral Value and Depiction of Indonesian-Chinese Folktale in Keong Mas Story Tri Wahyu Retno Ningsih; Lu Li Qian Qian; Hukmawati Hukmawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.14740

Abstract

One way to construct moral values in children is through stories. The purpose of this study is to find the construction of moral values with different cultural backgrounds in the Indonesian and Chinese versions of the Keong Mas story. The method that used in this research is a qualitative descriptive approach using literature and documentation studies. The data source is the Indonesian-Chinese version of the Keong Mas story. The results showed that the structural analysis in the two Keong Mas stories have a high degree of similarity. This similarity can be seen in the themes, characters and characterizations, plot, and mandate. The theme of the story of Keong Mas is courage, patience and courage. The main characters are a girl and a young man. The difference can be found in the settings. In the Indonesian version of the story it is set in a village, a forest edge, at home, a river, and a palace, while the Chinese version of the story is set in a village, on the side of a road around rice fields, at home, without bringing up a royal setting at all. The Indonesian and Chinese versions of the Keong Mas story construct moral values through themes which are fortitude and the mandate that a person must always do good things and strive so that his desires can be achieved.Konstruksi Nilai Moral dan Penggambaran Cerita Rakyat Indonesia-Tionghoa dalam Cerita Keong MasSalah satu cara untuk mengonstruksi nilai moral pada anak adalah melalui cerita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan konstruksi nilai moral yang berbeda latar belakang budaya dalam cerita Keong Mas versi Indonesia dan Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi literatur dan dokumentasi. Sumber datanya adalah cerita Keong Mas versi Indonesia-Tiongkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktural pada kedua cerita Keong Mas mempunyai tingkat kemiripan yang tinggi. Kemiripan tersebut terlihat pada tema, tokoh dan penokohan, alur, serta amanat. Cerita Keong Mas versi Indonesia dan Tionghoa mengonstruksi nilai-nilai moral melalui tema-tema yang bersifat ketabahan dan amanah bahwa seseorang harus selalu berbuat baik dan berusaha agar keinginannya dapat tercapai.
Cerita Rakyat sebagai Sarana Berliterasi Kearifan Lokal: Pendekatan Ekologi Sastra Edy Suryanto; Sumarwati Sumarwati; Atikah Anindyarini; Hadiyah Hadiyah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.14802

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai edukatif kearifan lokal dalam cerita rakyat tentang pelestarian lingkungan untuk siswa sekolah dasar. Sumber data berupa cerita rakyat di Kabupaten Karanganyar. Pengambilan data secara purposive sampling terhadap cerita rakyat (1) Asal-usul Tanaman Sayur di Desa Pancot, (2) Asal-usul Tanaman Jagung di Desa Nglurah, (3) Kisah Sunan Lawu, (4) Asal-usul Sondokoro, dan (5) Asal Mula Sapta Tirta Pablengan. Teknik baca-catat digunakan untuk pengumpulan data, sedangkan teknik interaktif untuk analisis data. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kelestarian alam dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Manusia harus memiliki sikap rendah hati, peduli, dan bertanggung jawab terhadap alam, serta kehidupan semua makhluk di dalamnya. Dengan cara menghargai, merawat, dan menjaga keseimbangan ekosistem, dapat diciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi masa depan. Masalah pelestarian lingkungan penting ditanamkan melalui pengenalan kearifan lokal dalam cerita rakyat sejak dini, khususnya pada  pendidikan dasar.Folklore as a Means of Literating Local Wisdom: Literary Ecology ApproachThis research aims to analyze the educational value of local wisdom in folklore about environmental conservation for elementary school students. The data source is folklore in Karanganyar Regency. Data were collected using purposive sampling on folklore (1) The Origins of Vegetable Plants in Pancot Village, (2) The Origins of Corn Plants in Nglurah Village, (3) The Story of Sunan Lawu, (4) The Origins of Sondokoro, and (5) The Origins of Sapta Tirta Pablengan. Note-reading technique was used for data collection, while interactive techniques for data analysis. The results of the analysis can be concluded that preserving nature and the environment is a shared responsibility. Humans must have a humble, caring, and responsible attitude towards nature and the lives of all creatures in it. By respecting, caring for and maintaining the balance of the ecosystem, we can create a better environment for future generations. Therefore, it is important to instill environmental conservation issues through the introduction of local wisdom in folklore from an early age in elementary education.
Makna Tanda pada Poster Digital sebagai Media Promosi Wisata: Pendekatan Semiotika Saussure Tri Pujiati; Meria Zakiyah Alfisuma
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15297

Abstract

Poster wisata berisi ajakan dengan menggunakan tanda-tanda berupa teks dan juga gambar visual yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini berupaya untuk melihat pemaknaan verbal dan visual pada poster wisata digital di Bangkalan, Madura. Penelitian dengan desain deskriptif kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dari poster digital yang ada di Bangkalan, Madura. Poster wisata digital yang diteliti sebanyak 3 buah dan telah diunggah ke media sosial (FB, IG, dan Tiktok). Poster wisata digital dilengkapi dengan penggunaan 3 bahasa (Madura, Indonesia, dan Inggris) dan juga desain gambar yang menarik yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Madura. Penelitian dengan menggunakan pendekatan teori Semiotik Saussure ini menunjukkan hasil bahwa tampilan visual dan verbal pada poster memberikan informasi yang jelas terkait ajakan untuk mengunjungi tempat wisata di Bangkalan. The Meaning of Signs on Digital Posters as Tourism Promotion Media: Saussure's Semiotic ApproachTourist posters contain invitations using signs in the form of text and also visual images that are interesting to examine.This research attempts to look at the verbal and visual meaning of digital tourist posters in Bangkalan, Madura. This research with a qualitative descriptive design was carried out using data collection techniques in the form of documentation from digital posters in Bangkalan, Madura. There were 3 digital tourist posters researched and uploaded to social media (FB, IG, and Tiktok). Digital tourist posters are equipped with the use of 3 languages, (Madurese, Indonesian and English) and also attractive image designs that depict the local wisdom of the Madurese people. Research using Saussure's semiotic theory approach shows the results that the visual and verbal displays on the poster provide clear information regarding the invitation to visit tourist attractions in Bangkalan. 
Kesehatan Mental dalam Cerita Pendek Pilihan Kompas Era Pandemi Covid-19 Sri Ulina Br Sembiring; Sumiyadi Sumiyadi; Halimah Halimah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15298

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gejala psikologis, khususnya kesehatan mental yang terdapat dalam cerpen media massa era pandemi melalui analisis psikologi sastra. Data bersumber dari Cerpen Pilihan Kompas 2020: Macan dan Cerpen Pilihan Kompas 2021: Keluarga Kudus. Cerpen yang dianalisis meliputi Apa yang McCartney Bisikkan di Telinga Janitra karya Sasti Gotama, Sendiri-sendiri karya Okky Madasari Akar Bahar Tiga Warna karya Lina PW, serta Redian dan Kulkas Barunya karya Teguh Affandi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mental selama pandemi Covid-19, seperti yang disajikan dalam cerpen di media massa Kompas, seringkali berhubungan dengan masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, dan stres, yang sejalan dengan gejala-gejala umum gangguan kejiwaan yang dialami oleh masyarakat Indonesia.  Selain itu, hasil analisis cerpen ini memberi informasi faktual untuk pengembangan intervensi kesehatan mental yang kreatif dan efektif.Mental Health in Short Stories Selected by Kompas in the Covid-19 Pandemic EraThe purpose of this research is to describe psychological symptoms, particularly mental health issues depicted in mass media short stories during the pandemic era, through a literary psychology analysis. The data is sourced from"Cerpen Pilihan Kompas 2020: Macan" and "Cerpen Pilihan Kompas 2021: Keluarga Kudus." The analyzed short stories include "What McCartney Whispered to Janitra" by Sasti Gotama, "Alone" by Okky Madasari, "Akar Bahar Tiga Warna" by Lina PW, as well as "Redian and His New Refrigerator" by Teguh Affandi. The findings indicate that the state of mental health during the Covid-19 pandemic, as portrayed in short stories in Kompas mass media, is often associated with psychological issues such as depression, anxiety, and stress, aligning with common symptoms of mental disorders experienced by the Indonesian society. In addition, the results of this short story analysis provide factual information for the development of creative and effective mental health interventions.
Representasi Pengetahuan dan Keterampilan Berpikir Aras Tinggi dalam Modul Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama Sarwiji Suwandi; Chafit Ulya; Nugraheni Eko Wardani; Sugit Zulianto; Titi Setiyoningsih
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi pengetahuan dan keterampilan berpikir aras tingi dalam modul ajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi dan wawancara. Sumber data mencakupi dokumen modul dan informan guru dan pakar. Teknik cuplikan dengan purposive sampling. Data divalidasi dengan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan analisis model interaktif. Temuan penelitian adalah semua dimensi pengetahuan dan aspek keterampilan berpikir aras tinggi terdapat dalam modul dengan sebaran yang berbeda. Jumlah pengetahuan faktual paling banyak dibandingkan dengan pengetahuan lainnya. Sementara itu, keterampilan mencipta merupakan keterampilan aras tinggi yang paling banyak ditemukan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengetahuan konseptual dan metakognitif perlu lebih ditingkatkan dalam penyusunan modul pembelajaran bahasa Indonesia.Representation of Knowledge and Higher Order Thinking Skills in Junior High School Indonesian Language ModulesThis research aims to describe the dimensions of knowledge and high-order thinking skills in teaching modules. This type of research is descriptive qualitative with a content analysis and interview approach. Data sources include module documents and teacher and expert informants. Sampling technique using purposive sampling. Data were validated by triangulation of sources and methods. Data analysis uses content analysis techniques and interactive model analysis. The research findings are that all dimensions of knowledge and aspects of high-order thinking skills are contained in modules with different distributions. The amount of factual knowledge is the largest compared to other knowledge. Meanwhile, creative skills are the most frequently found high-level skills. The implication of this research is that conceptual and metacognitive knowledge needs to be further improved in preparing Indonesian language learning modules.

Page 1 of 2 | Total Record : 15