cover
Contact Name
Moh. Ja'far Sodiq Maksum
Contact Email
manajemenedukasijournal@gmail.com
Phone
+6281330133074
Journal Mail Official
manajemenedukasijournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Blimbingsari C-49 Sendowo, Sleman, Yogyakarta.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Management and Education Journal
ISSN : -     EISSN : 29854989     DOI : -
Core Subject :
Management and Education Journal is a scientific journal dedicated to disseminating research findings, conceptual studies, and critical perspectives in the fields of management and education. This journal serves as an academic platform for researchers, lecturers, practitioners, and students to contribute to the development of knowledge relevant to the social and economic dynamics of society. Focus and Scope Management: This area covers business management, human resource management, operational management, organizational strategy, and governance in both the public and private sectors. Educational Management: This area covers educational leadership, educational planning and evaluation, curriculum management, educational supervision, and strategic policies in the organization of educational institutions. All submitted manuscripts will undergo an objective and rigorous peer-review process. This process is conducted to ensure methodological soundness and to assess the theoretical and practical contributions of each manuscript to the development of management and educational management studies.
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
The Effect of Workload, Work Stress and Job Satisfaction on Turnover Intention in Florist Group Florist Employees Rahayu Nur Afnenda Apriliya; Maksum Moh. Ja’far Sodiq
Management and Education Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Institute Development of Social Economic Cociety

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67538/mej.v4i2.78

Abstract

ABSTRAK Niat berhenti kerja karyawan merupakan tantangan signifikan yang dapat memengaruhi stabilitas tenaga kerja dan kinerja organisasi. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh beban kerja, stres kerja, dan kepuasan kerja terhadap niat berhenti kerja di kalangan karyawan Bintang Florist Group. Pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif diterapkan. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada seluruh karyawan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan perangkat lunak SPSS. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berhenti kerja (p = 0,948 > 0,05). Sebaliknya, stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berhenti kerja (p = 0,003 < 0,05), sedangkan kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap niat berhenti kerja (p = 0,046 < 0,05). Secara simultan, beban kerja, stres kerja, dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap niat berhenti kerja (p = 0,000 < 0,05). Koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,544 menunjukkan bahwa 54,4% variasi dalam niat berhenti kerja dijelaskan oleh tiga variabel independen, sedangkan 45,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa mengurangi stres kerja dan meningkatkan kepuasan kerja merupakan strategi penting untuk meminimalkan niat berhenti kerja karyawan di industri toko bunga. ABSTRACT Employee turnover intention is a significant challenge that can affect workforce stability and organizational performance. This study aims to examine the effects of workload, work stress, and job satisfaction on turnover intention among employees of Bintang Florist Group. A quantitative approach with associative research design was applied. Primary data was collected through questionnaires distributed to all employees using a saturated sampling technique. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The results indicate that workload has no significant effect on turnover intention (p = 0.948 > 0.05). In contrast, work stress has a positive and significant effect on turnover intention (p = 0.003 < 0.05), while job satisfaction has a negative and significant effect on turnover intention (p = 0.046 < 0.05). Simultaneously, workload, work stress, and job satisfaction significantly influence turnover intention (p = 0.000 < 0.05). The adjusted coefficient of determination (Adjusted R Square) of 0.544 indicates that 54.4% of the variation in turnover intention is explained by the three independent variables, while 45.6% is influenced by other factors outside the research model. These findings suggest that reducing work stress and improving job satisfaction are essential strategies for minimizing employee turnover intention in the florist industry.
Analisis Aktor dan Tata Kelola Berbasis Komunitas bersama Lebah Banten di Pantai Gope (Karangantu) Pesisir Banten Bahri Rizki Saeful; Putri Reisyah Hafizh Amalia Andriani; Pratama Muhammad Daffa; Akbar Muhammad Adjie; Sita Alya Rahmah
Management and Education Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Institute Development of Social Economic Cociety

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67538/mej.v4i2.79

Abstract

ABSTRAK Studi ini mengkaji politik lingkungan dalam praktik rehabilitasi dan penanaman mangrove oleh Komunitas Lebah Banten di Pantai Gope (Karangantu), Kota Serang, pada 31 Mei 2026, menggunakan kerangka ekologi politik. Penelitian kualitatif berbasis studi kasus ini melakukan observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur. Temuan menunjukkan tiga dimensi utama: pertama, Lebah Banten berperan sebagai aktor tata kelola ekosistem yang mengisi kekosongan negara setelah kegagalan program rehabilitasi mangrove nasional (BRGM hanya mencapai 21,6% dari target 600.000 ha). Kedua, struktur keanggotaan yang inklusif—mencakup berbagai kelompok usia dan wilayah—menunjukkan modal sosial kuat yang menopang tata kelola komunitas. Ketiga, pengetahuan teknis dan ekologis yang diwariskan lintas generasi (mis. teknik polybag, analisis gelombang, perlindungan bibit dari kepiting) berfungsi sebagai kearifan lokal yang menantang narasi rehabilitasi top-down negara. Penanaman 900 bibit pada 31 Mei 2026 dan partisipasi spontan warga menegaskan bahwa lokasi ini merupakan arena kontestasi politik lingkungan yang dinamis, bukan sekadar upacara reboisasi. Studi ini menyoroti pentingnya peran komunitas lokal dan pengetahuan tradisional dalam strategi rehabilitasi pesisir. ABSTRACT This study examines environmental politics in mangrove rehabilitation and planting carried out by the Lebah Banten Community at Pantai Gope (Karangantu), Serang City, on 31 May 2026, using a political ecology framework. This qualitative case study employed participatory observation and semi-structured interviews. Findings reveal three main dimensions: first, Lebah Banten acts as an ecosystem governance actor filling the governance gap left by the state after the national mangrove rehabilitation program failed to meet its target (BRGM reached only 21.6% of the 600,000-ha goal). Second, an inclusive membership structure—spanning ages and regions—demonstrates strong social capital underpinning community governance. Third, intergenerational technical and ecological knowledge (e.g., polybag techniques, wave analysis, protecting seedlings from crabs) functions as local wisdom that challenges the state’s top-down rehabilitation narrative. Planting 900 mangrove seedlings on 31 May 2026, together with spontaneous participation by residents, confirms that this rehabilitation site is a dynamic arena of environmental contestation rather than merely a ceremonial reforestation effort. The study highlights the crucial role of local communities and traditional knowledge in coastal rehabilitation strategies.
Discover Low-Cost Wellness Tourism, Social Construction of Well-Being and Sustainable Tourism Experience at Wisdom Park UGM Nabila Usriya Fara; Kamila Aliya Devitasari; Kusumawardana Radithya
Management and Education Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Institute Development of Social Economic Cociety

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67538/mej.v4i2.80

Abstract

ABSTRAK Munculnya wisata kesehatan menggeser pariwisata dari sekadar rekreasi menjadi pengalaman yang mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan sosial, tetapi seringkali dikaitkan dengan layanan berbiaya tinggi. Studi ini menganalisis Wisdom Park di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai model wisata kesehatan berbiaya rendah yang memberikan kesejahteraan melalui ruang hijau perkotaan yang inklusif dan mudah diakses. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, dan menganalisisnya dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Lensa teoretis meliputi konstruksi sosial realitas Berger dan Luckmann, pandangan turis Urry, modal sosial Bourdieu, solidaritas sosial Durkheim, ditambah ekonomi kesehatan, pariwisata berbasis alam, dan perspektif pariwisata regeneratif. Temuan menunjukkan Wisdom Park beroperasi sebagai ruang publik yang mendukung kesehatan fisik, mental, dan sosial melalui interaksi dengan alam dan aktivitas kolektif; citranya sebagai tempat penyembuhan dan relaksasi dibangun secara sosial dan diperkuat oleh pengalaman pengunjung dan media sosial. Di luar manfaat individu, taman ini memperkuat modal sosial, solidaritas sosial, dan kualitas lingkungan perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kesehatan dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan ruang hijau publik yang terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, Wisdom Park UGM berpotensi sebagai model wisata kesehatan berbiaya rendah yang mendukung kesehatan masyarakat dan pembangunan perkotaan berkelanjutan. ABSTRACT The rise of health tourism shifts tourism from mere recreation to experiences that support physical, mental, and social wellbeing, but it is often linked to high-cost services. This study analyzes Wisdom Park at Gadjah Mada University (UGM) as a low-cost health-tourism model delivering wellbeing through inclusive, accessible urban green space. Using a descriptive qualitative approach, the research collected data via observation, in-depth interviews, and document study, and analyzed it with the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. Theoretical lenses include Berger and Luckmann’s social construction of reality, Urry’s tourist gaze, Bourdieu’s social capital, Durkheim’s social solidarity, plus health economics, nature-based tourism, and regenerative tourism perspectives. Findings show Wisdom Park operates as a public space that supports physical, mental, and social health through interaction with nature and collective activities; its image as a healing and relaxation site is socially constructed and reinforced by visitor experiences and social media. Beyond individual benefits, the park strengthens social capital, social solidarity, and urban environmental quality. The results indicate that health experiences can be realized by optimizing affordable, inclusive, and sustainable public green spaces. Wisdom Park UGM thus has potential as a low-cost health-tourism model that supports public health and sustainable urban development.
Kepemimpinan Khidmah Humanistik Berbasis Nguwongno Wong: Model Baru Pembentukan Loyalitas Santri di Pesantren (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Nurul Haromain Pujon) Al-Jufri Alwi; Hamzah Fauzi
Management and Education Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Institute Development of Social Economic Cociety

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67538/mej.v4i2.81

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis Kepemimpinan Khidmah Humanistik Berbasis Nguwongno Wong (KKB–NW) dalam membentuk loyalitas santri di Pesantren Nurul Haromain, Pujon, Malang. Latar bermula dari pergeseran khidmah menjadi rutinitas administratif yang mengikis dimensi spiritual dan relasional pesantren. Dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan lewat observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi; analisis memakai model interaktif Miles dan Huberman; validitas dijamin melalui triangulasi dan diskusi sejawat. Temuan menunjukkan tiga dimensi kepemimpinan: spiritualitas (khidmah sebagai ibadah), humanisme (praktik nguwongno wong dan penghormatan martabat), dan transformasi nilai (mengubah aktivitas menjadi pengalaman pendidikan bermakna). Loyalitas santri muncul dari internalisasi nilai, kepemimpinan teladan, pengalaman spiritual, dan keterikatan emosional, bukan kontrol organisasi. Artikel ini mengusulkan Teori KKB–NW yang mengintegrasikan ubudiyah, takrim al‑insan, dan taghyir sebagai kerangka untuk mengembangkan loyalitas berbasis nilai di lingkungan pesantren. Temuan relevan bagi pengembangan kepemimpinan religius yang mempertahankan dimensi spiritual dan relasional dalam praktik pendidikan pesantren. ABSTRACT This research analyzes Humanistic Khidmah Leadership Based on Nguwongno Wong (KKB–NW) in forming student loyalty at the Nurul Haromain Islamic Boarding School, Pujon, Malang. The setting begins with a shift from khidmah to administrative routine that erodes the spiritual and relational dimensions of Islamic boarding schools. With a qualitative case study design, data is collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation; analysis using Miles and Huberman's interactive model; validity was assured through triangulation and peer discussion. Findings indicate three dimensions of leadership: spirituality (service as worship), humanism (nguwongno wong practices and respect for dignity), and value transformation (turning activities into meaningful educational experiences). Santri loyalty arises from internalization of values, exemplary leadership, spiritual experiences, and emotional attachment, not organizational control. This article proposes the KKB–NW Theory which integrates ubudiyah, takrim al‑insan, and taghyir as a framework for developing value-based loyalty in the Islamic boarding school environment. The findings are relevant for the development of religious leadership that maintains spiritual and relational dimensions in Islamic boarding school educational practices.