cover
Contact Name
zainuddin
Contact Email
zainuddin@uqi.ac.id
Phone
+6282281538984
Journal Mail Official
lp3m@uqi.ac.id
Editorial Address
Jln. Lintas Timur KM. 36 Indralaya, Kab. Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-Iqtishad
ISSN : -     EISSN : 27747352     DOI : https://doi.org/10.53649/al-iqtishad
Core Subject :
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah aims to promote and disseminate high-quality scholarly research in the field of Islamic economics, finance, and related disciplines. The journal serves as an academic platform for researchers, lecturers, practitioners, policymakers, and students to contribute to the development of Islamic economic thought and practice at national, regional, and international levels.
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Forty Years of Islamic Economics Research: A Bibliometric Review and Future Research Agenda Ratna Ratna
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/al-iqtishad.v7i2.2292

Abstract

This study maps forty years of Islamic economics research and develops a future research agenda using a PRISMA-adapted bibliometric review. A Scopus search for “Islamic economics” OR “sharia economics” identified 889 records; 849 remained after the documented year criterion, 577 were journal articles, and 546 met the final inclusion criteria. Structured bibliographic summaries were available for 543 articles and were analyzed for publication year, source, authorship, and title-term patterns. Results show a formative stage before 2005, strong expansion after 2015, and marked acceleration after 2020, with 281 records published during 2021-2025. The literature is concentrated in specialized outlets led by Journal of King Abdulaziz University, Islamic Economics. Finance, banking, law, systems, and social concerns remain central, while waqf, social reporting, halal value chains, sustainability, blockchain, FinTech, and entrepreneurship indicate genuine diversification. The review concludes that Islamic economics has moved beyond a normative project but remains finance-centered, methodologically uneven, and insufficiently integrated with development and sustainability research. Future work should connect maqāṣid and ethical claims to measurable socioeconomic outcomes through comparative, interdisciplinary, and methodologically transparent designs.
Pengaruh Kompetensi dan  Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan dalam Perspektif Ekonomi Islam: Studi Kasus pada Perumda Tirta Musi Unit Pelayanan KM 4 Palembang Winda Sari; Mohammad Faizal; Choiriyah Choiriyah
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/al-iqtishad.v7i2.2311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan beban kerja terhadap kinerja karyawan bagian keuangan Perumda Tirta Musi Unit Pelayanan KM 4 Palembang dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan seluruh populasi karyawan bagian keuangan yang berjumlah 32 orang sebagai responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan aplikasi JASP melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 1,722; p = 0,093 > 0,05), demikian pula beban kerja tidak berpengaruh signifikan (t = -1,117; p = 0,271 > 0,05) dengan arah koefisien negatif. Namun demikian, secara simultan kompetensi dan beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (p = 0,041 < 0,05), yang menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi bermakna secara bersama-sama, bukan secara parsial. Dalam perspektif Islam, kompetensi dan beban kerja dipandang sebagai amanah yang harus dilaksanakan dengan tanggung jawab, kejujuran (shidq), profesionalisme, dan keadilan sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT. Temuan ini merekomendasikan agar Perumda Tirta Musi memperkuat pengembangan kompetensi dan menjaga proporsionalitas beban kerja yang dilandasi nilai-nilai kerja Islami guna mengoptimalkan kinerja karyawan
Pengaruh Kenaikan Biaya Haji terhadap Minat Pendaftaran Haji Masyarakat di Kelurahan Nendagung Kota Pagar Alam Tahun (2023-2024) Reni Hariani; Muhamad Agus Maryanto; Misra Misra; Elza Noza
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/yyxtk312

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kenaikan biaya haji terhadap minat masyarakat mendaftar haji di Kelurahan Nendagung, Kota Pagar Alam, pada periode 2023–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan analisis regresi linier sederhana terhadap data kuesioner dari 99 responden. Hasil uji hipotesis menunjukkan pengaruh positif dan signifikan kenaikan biaya haji terhadap minat masyarakat (nilai signifikansi 0,000 < 0,05; R2 = 0,176). Namun demikian, data lapangan menunjukkan jumlah pendaftar haji justru meningkat, mengindikasikan kuatnya motivasi spiritual masyarakat di tengah tekanan finansial. Sebagian besar responden merespons kenaikan biaya dengan strategi keuangan yang lebih matang, seperti menabung lebih lama atau mempertimbangkan umrah sebagai alternatif. Temuan ini menjadi masukan bagi pemerintah dan lembaga keuangan syariah dalam merancang kebijakan yang mendukung keberlanjutan minat masyarakat untuk berhaji.
APAKAH DAERAH INDUK SELALU LEBIH MANDIRI DARIPADA DAERAH PEMEKARAN? UJI BEDA BERPASANGAN DAN ESTIMASI SYSTEM GMM DARI PROVINSI JAMBI, INDONESIA J.B. Martien; Syaparuddin Syaparuddin; Erni Achmad; Etik Umiyati; Junaidi Junaidi; Rosmeli Rosmeli
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 02 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/ewb9hn29

Abstract

Literatur pemekaran daerah di Indonesia umumnya menyimpulkan bahwa daerah induk lebih mandiri secara fiskal daripada daerah hasil pemekarannya, kesimpulan yang hampir selalu ditarik dari perbandingan agregat antarkelompok. Artikel ini menguji apakah keunggulan tersebut berlaku universal dengan desain uji beda berpasangan Mann-Whitney U pada lima pasangan resmi induk–pemekaran di Provinsi Jambi periode 2016–2025 (N=110), dilengkapi Random Effect Model dengan White Period Standard Errors serta estimasi System GMM sebagai pemeriksaan robustness. Hasil agregat mengkonfirmasi keunggulan daerah induk (p=0,0014); namun uji berpasangan mengungkap heterogenitas yang substansial: tiga pasangan konsisten dengan dugaan klasik, satu pasangan setara, dan satu pasangan terbalik secara signifikan, Kota Sungai Penuh sebagai daerah pemekaran justru mengungguli induknya, Kabupaten Kerinci (p=0,0140). Dalam kerangka regresi, dummy status pemekaran kehilangan signifikansinya setelah PDRB per kapita harga berlaku, jumlah penduduk, investasi, dan kemiskinan dikontrol, mengindikasikan bahwa status pemekaran bekerja melalui jalur mediasi kondisi makroekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak fiskal pemekaran ditentukan oleh konfigurasi spasial basis ekonomi pasca-pemisahan wilayah, bukan oleh status formal semata, sehingga evaluasi dan pendampingan fiskal perlu dirancang per kasus
Digital Public Governance and the Development of the Islamic Economy: Toward Sustainable Public Value Creation Lilik Puja Rahayu; Cahyaning Bhakti Utami; Ahmad Abu Sufyan
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/al-iqtishad.v7i2.2324

Abstract

This study aims to develop a conceptual model of Digital Public Governance in supporting the development of the Islamic economy toward Sustainable Public Value Creation, using a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR) and conceptual analysis based on the PRISMA framework, with data collected from peer-reviewed journal articles indexed in Scopus and Web of Science, supplemented by reports from international organizations and Indonesian government policy documents, which were analyzed through content analysis, thematic synthesis, and conceptual analysis. The findings show that sustainable public value is generated through the interaction of five core dimensions—Digital Governance Capability, Collaborative Digital Ecosystem, Islamic Economic Empowerment, Institutional Trust, and Sustainable Public Value Creation—where digital transformation improves public service efficiency, financial inclusion, the halal ecosystem, and transparency and accountability in Islamic social finance management, while integration with Maqashid Sharia creates a more inclusive and collaborative governance framework. The novelty of this study lies in its integrated conceptual model bridging Digital Public Governance, Collaborative Governance, Public Value Theory, and the Islamic economy, offering theoretical contributions and practical policy recommendations for governments
The Harmonization of Civil Law and Islamic Economic Law in Indonesia: Towards an Integrated Legal Framework for Sharia Financial Transactions Ansori Ansori
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/al-iqtishad.v7i2.2327

Abstract

This study examines the harmonization of Civil Law and Islamic Economic Law in Indonesia to establish an integrated legal framework for Islamic financial transactions. It aims to analyze the normative compatibility of the two legal systems, identify institutional challenges, and formulate a comprehensive model to strengthen legal certainty and Sharia compliance. The study employs a qualitative socio-legal approach, using primary data obtained through semi-structured interviews with judges, regulators, Islamic finance practitioners, and legal scholars, supported by observation and documentary analysis of legislation, court decisions, the Compilation of Sharia Economic Law (KHES), DSN-MUI Fatwas, and relevant regulations. The findings indicate that Civil Law and Islamic Economic Law are complementary through the integration of procedural legal certainty and ethical principles based on maqashid al-sharia. However, regulatory fragmentation, divergent judicial interpretations, limited interdisciplinary competence, and financial technology developments remain major obstacles. This study proposes an Integrated Legal Framework encompassing normative, institutional, judicial, and technological dimensions as a theoretical contribution and practical recommendation.