cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021" : 31 Documents clear
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN TAMAN AKTIF KECAMATAN DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS : TAMAN TIRTO AGUNG, TAMAN PARANG KUSUMO, DAN TAMAN SAMPANGAN) Hilman Djalu Sadewo; Arief Laila Nugraha; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari 16 Kecamatan dan 117 Kelurahan dengan perkembangan di sektor pariwisata yang cukup baik. Peningkatan fasilitas umum khususnya taman kota juga menjadi daya tarik bagi masyarakat, dimana hal ini menjadikan taman kota memiliki nilai ekonomi yang didasari atas penilaian responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method) untuk mengukur nilai ekonomi kawasan taman aktif Kota Semarang serta dilakukan analisis perbandingan taman berdasarkan variabel TCM dan CVM. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan penarikan dari responden yaitu non probability sampling dengan teknik yang secara kebetulan ditemui dan melakukan wawancara dengan pengunjung yang datang di taman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan Nilai Ekonomi Total (TEV) dari perhitungan TCM dan CVM pada ketiga taman yaitu TEV Taman Tirto Agung Rp 111.550.261.883,6; TEV Taman Parang Kusumo Rp 15.074.462.891,2; dan TEV Taman Sampangan Rp 2.368.732.047,6. Kata Kunci: Contingent Valuation Method, Nilai Ekonomi Kawasan, Travel Cost Method, Taman Kota ABSTRACTSemarang City is the capital of Central Java Province which consists of 16 Districts and 117 Sub-Districts with good development in the tourism sector. The increase in public park facilities is also a public attraction, where economic value based on respondents assessment. The method used in this study is TCM (Travel Cost Method) and CVM (Contingent Valuation Method) approach to measure the economic value of the active park area in Semarang City and a comparative analysis of parks based on TCM and CVM variables. Sampling was carried out using non-probability sampling using a technique that happened to be encountered and interviews with visitors who came to the parks. Based on the research conducted, it was obtained the Total Economic Value (TEV) from the TCM and CVM calculations in the three parks, namely TEV of Tirto Agung Park Rp 111.550.261.883,6; TEV of Parang Kusumo Park Rp 15.074.462.891,2; TEV of Sampangan Park Rp 2.368.732.047,6. Keywords: Contingent Valuation Method, Regional Economic Value, Travel Cost Method, Urban Park
PEMODELAN MODEL 3D MENGGUNAKAN METODE TLS (TERRESTRIAL LASER SCANNER) (STUDI KASUS : CANDI PLAOSAN LOR, KABUPATEN KLATEN) Nabila Rahmawati; Yudo Prasetyo; firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Candi Plaosan merupakan cagar budaya yang menjadi salah satu detinasi wisatawan untuk berkunjung saat berada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Guna mempertahankan dan melestarikan candi, dibutuhkan generasi penerus yang paham akan Candi. Kendati hal itu, untuk tetap menjaga dan melestarikan Candi tersebut diperlukan langkah rekonstruksi dan konservasi. Hal ini dapat dilakukan dengan pendokumntasikan 3D Candi secara digtal. Salah satu jalan keluar yang ditawarkan oleh teknologi kini adalah pemodelan 3D dengan wahana TLS. TLS dipilih karena perkembangannya yang lebih baik jika di bandingkan dengan pemodelan mebggunakan UAV (Bernard Ray, 2017)TLS melakukan 11 kali perekaman data mengelilingi objek Candi Plaosan. Proses perekaman data dilakukan dengan bantuan BLK seris 360. Setelah data didapatkan, kemudian melakukan registrasi dengan bantuan registrasi software Autodesk RecapPro. Tahap selanjutnya adalah pemodelan 3D pada software CloudCompare dengan metode Poisson Surface Reconstruction. Model 3D yang dihasilkan dianalisis dengan mengganakan standar kualitas Level of Detail (LoD) yang dikembangkan oleh City Geography Markup Language (CityGML) menurut Biljecki, et al. (2016).Penelitian ini menghasilkan nilai registrasi point cloud pada overlap dengan nilai rata-rata 20.2 %, balance dengan nilai rata-rata 7.6%, dan points dngean nilai rata-rata 95.3%. Model 3D yang tercipta dari proses Poisson Surface Reconstruction data TLS menghasilakn. 12.959.390 faces. Hasil uji kualitatif model menggunakan 5 sampel bagian yang dimiliki model 3D dan kenampakan pada lapangan tingkat kedetailan model 3D yang dihasilkan oleh TLS memiliki tangka kedetilan pada LoD3.1.
PEMANTAUAN DEFORMASI BENDUNGAN JATIBARANG MENGGUNAKAN SURVEI GNSS TAHUN 2017-2020 Dery Rizki Purwanto; lm Sabri; Moehammad Awwaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBendungan Jatibarang menghalau air pada Waduk Jatibarang yang memiliki daerah tangkapan seluas 54 km2 dan luas genangan yang mencapai 189 Ha. Latar belakang didirikannya Bendungan Jatibarang adalah adanya banjir di Semarang yang sempat memakan korban jiwa (BBWS Pemali Juana, 2015). Bendungan rentan mengalami perubahan dimensi karena adanya tekanan oleh air yang terus menerus. Hal tersebut membuat bendungan perlu dilakukan pemantauan yang berkala sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat apabila terdapat kerusakan pada bendungan. Pemantauan deformasi menggunakan GNSS menjadi salah satu cara untuk melakukan pemantauan perubahan dimensi yang terjadi pada tubuh bendungan. Pemantauan deformasi bendungan dapat dilakukan dengan menggunakan metode survei GNSS. Data yang digunakan dalam penelitian ini memiliki rentang waktu tahun 2017-2020 dan pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak ilmiah GAMIT/GLOBK. Nilai deformasi pada Bendungan Jatibarang didapatkan dari pergerakan koordinat 12 titik pantau yang tersebar di badan bendungan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terjadi pergeseran di tiga titik pantau yaitu CP01, BM10, dan BM11. Pergeseran horizontal terbesar terjadi pada titik CP01 dengan nilai 0,0301 m ke arah barat laut, sedangkan pergeseran vertikal terbesar terjadi penurunan pada titik BM11 dengan nilai 0,103 m. Nilai pergeseran horizontal terkecil terjadi pada titik BM09 dengan nilai 0,0009 m ke arah barat laut, sedangkan nilai pergeseran vertikal terkecil terjadi kenaikan pada titik BM12 sebesar 0,006 m. Kata Kunci: Bendungan Jatibarang, Deformasi, GAMIT, GNSS ABSTRACTThe Jatibarang Dam dispels water on the Jatibarang Reservoir which has a catchment area of 54 km2 and inundation area 189 Ha. The Jatibarang Dam was established to be a solution to the flood that had claimed lives(BBWS Pemali Juana, 2015). Dams are prone to dimensional changes due to continuous water pressure. The dam need to carry out periodic monitoring so that can be handled properly if there is damage to the dam. Deformation monitoring using GNSS is one of several ways to monitor dimensional changes that occur in the dam body. Dam deformation monitoring can be carried out using GNSS survey method. The data used in this study have time span of 2017-2020 and data processing by GAMIT / GLOBK scientific software. The deformation value at the Jatibarang Dam is obtained from the movement of the 12 monitoring points coordinates spread over the dam body. The results show that there is a shift in the points CP01, BM10, and BM11. The largest horizontal shift occurred at point CP01 with a value of 0,0301 m to the northwest, while the largest vertical shift occurred at point BM11 with a value of 0,103 m. The smallest horizontal shift value occurs at point BM09 with a value of 0,0009 m to the northwest, while the smallest vertical shift value occurs at point BM12 of 0,006 m.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR ASKSESBILITAS, JENIS PENGGUNAAN TANAH, FASILITAS UMUM, FASILITAS SOSIAL TERHADAP HARGA TANAH SERTA VISUALISASI WEBGIS (Studi Kasus: Kelurahan Tambakharjo Semarang Barat, Kota Semarang) Laisa Usrini; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan Ibu Kota dari Provinsi Jawa Tengah yang menjadi pusat pembangunan, pemerintahan dan pusat perekonomian di Jawa Tengah sehingga Kota Semarang dapat berkembang pesat. Kelurahan Tambakharjo merupakan salah satu kelurahan di Kota Semarang yang merupakan lokasi dari Bandara Internasional Ahmad Yani. Perkembangan dan pembangunan di Kelurahan Tambakharjo menyebabkan perbedaan harga tanah di kelurahan ini, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor aksebilitas, jenis penggunaan tanah, dan juga faktor fasilitas umum dan fasilitas sosial dan faktor lainnya. Namun di Tambakharjo belum terdapat kepastian tentang harga tanah di kawasan tersebut serta belum adanya visualisasi dalam bentuk WebGIS dari harga tanah di Kelurahan Tambakharjo. Dalam menentukan prediksi harga tanah di Kelurahan Tambakharjo peneliti menggunakan data Peta Blok PBB, NJOP, Peta Jaringan Jalan, data harga pasar wajar  yang  dapat diselesaikan dengan persamaan regresi linier berganda dimana variabel yang digunakan adalah perhitungan jarak antar centeroid fasilitas dengan bidang tanah. Hasilnya Faktor Aksesbilitas, Fasilitas Umum dan Fasiltas Sosial mempengaruhi harga tanah pasar wajar sebesar 88,1% sedangkan pada NJOP sebesar 77,2% . Besar kecilnya pengaruh suatu faktor dapat dilihat dari nilai beta pada model prediksi, dimana aksesbilitas yang paling berpengaruh adalah Jalan Graha Padma, fasilitas umum yang paling berpengaruh adalah Sekolah Menengah Pertama,  fasilitas sosial yang paling berpengaruh adalah ruko dan jenis penggunan tanah yang paling mempengaruhi adalah jenis penggunaan sebagai ruko. Kesesuaian hasil prediksi dengan harga pasar wajar sebesar 84% dan kesesuaian prediksi dengan NJOP sebesar 87%. Visualisasi dari harga pasaar wajar, fasilitas, dan juga prediksi harga tanah dalam bentuk WebGIS dapat diakses pada: https://bit.ly/3mxNdDS .Hasil uji usability mendapatkan nilai 91,7% dengan kategori sangat berhasil.
Analisis Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap RTRW Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi kasus : Kec.Pedurungan dan Kec.Tembalang,Kota Semarang) Nur Aris Adi Nugroho; Bambang Sudarsono; LM Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Pertumbuhan Penduduk di  Kota Semarang berakibat pada kemajuan wilayah tersebut terutama perkembangan pembangunan wilayah. Pembangunan yang cepat maka menimbulkan masalah pada saat penataan ruang. Perubahan penggunaan lahan yang cepat maka akan berpengaruh terhadap kesesuaian terhadap RTRW tahun 2011-2031.Jumlah pertumbuhan penduduk yang cepat ada di Kecamatan Pedurungan dan Tembalang.Aktivitas yang dikerjakan pada analisis ini yaitu dengan menggunakan citra satelit penggunaan lahan pada tahun 2016 serta 2019 beserta metode digitasi on screen. Tata cara yang direncanakan oleh analisis ini yaitu dengan menggunakan cara overlay union yang berfungsi untuk mengetahui informasi transisi penggunaan lahan,kesesuaian atas penggunaan lahan serta kesesuaian ata perubahan kegunaan lahan dengan dibandingkan oleh Rencana Tata Ruang Wilayah.Referensi data yang diperuntukkan untuk analisis kali ini ialah citra SPOT-6 edisi tahun 2016 serta 2019Kata Kunci : Kesesuaian ,Penggunaan Lahan,RTRW,Sistem Informasi Geografis  ABSTRACTPopulation growth in Semarang City results in the progress of the region, especially the development of regional development. The rapid development creates problems during spatial planning. Rapid land use changes will affect the suitability of the RTRW for 2011-2031. The number of rapid population growth is in Pedurungan and Tembalang Districts. Activities carried out in this analysis are using satellite images of land use in 2016 and 2019 along with the digitization method. on screen. The procedure planned by this analysis is to use the overlay union method which functions to find out information on land use transitions, suitability of land use and suitability or land use changes compared to the Regional Spatial Plan. The data reference intended for this analysis is image SPOT-6 editions in 2016 and 2019
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN DATA NJOP DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Rama Aditya Wiwaha; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Pedurungan merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang yang memiliki pembangunan yang cukup pesat mengingat Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Pedurungan sendiri juga mengalami pembangunan yang cukup pesat dimana terdapat pembangunan mal baru, hotel, tempat makan modern dan relokasi Pasar Barito. Nilai tanah dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan baik kenaikan maupun menurunnya nilai tanah, dalam hal ini memiliki banyak faktor penyebabnya, perubahan guna lahan dan pembangunan suatu wilayah akan sangat berpengaruh pada nilai tanah di sekitar wilayah tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode overlay yang merupakan salah satu analisis dari SIG. Analisis dilakukan dengan melakukan pembuatan zona nilai tanah tahun 2015 dan 2019 dengan menggunakan data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Kecamatan Pedurungan tahun 2015 dan 2019, pada zona nilai tanah di bagi menjadi 49 zona kemudian dilakukan overlay zona nilai tanah tahun 2015 dan 2019 untuk mengetahui perubahan nilai tanahnya. Hasil dari penelitian ini perubahan zona nilai tanah yang terjadi pada Kecamatan Pedurungan berdasarkan NJOP tahun 2015 dan 2019 memiliki rata rata  164,56% dengan kenaikan dalam persentase terbesar sebesar 270,55% dan persentase terkecil sebesar 94,27%. Berdasarkan nilai NIR yang berdasarkan dari nilai NJOP Kecamatan Pedurungan Tahun 2015 dan 2019 mengalamai perubahan nilai terbesar sebesar Rp. 7.165.000/m2 yang berada pada lokasi sekitar jalan Majapahit yang sering dilewati orang dari dalam kota maupun luar kota.
ANALISIS SPASIAL DENGAN GRAVITY MODEL DAN NETWORK ANALYSIS DALAM PERHITUNGAN NILAI EKONOMI KAWASAN WISATA RELIGI DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS : MASJID AGUNG JAWA TENGAH, SAM POO KONG, DAN MASJID KAPAL) Wijayanti Hutomo Putri; Bambang Sudarsono; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah sekaligus metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini juga merupakan pusat kegiatan industri, pemerintahan, dan juga termasuk pusat kawasan wisata dengan menawarkan sejumlah destinasi wisata yang beragam.  Salah satu bentuk wisata unggulan di Kota Semarang adalah wisata religi, dimana banyak kawasan peribadatan yang justru memiliki daya tarik nilai wisata tersendiri dengan ragamkeunikannya masing-masing, seperti kawasan peribadatan Masjid Agung Jawa Tengah, Sam Poo Kong, dan Masjid Kapal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk memetakan zona nilai ekonomi kawasan (ZNEK) terhadap ketiga kawasan tersebut untuk menganalisis nilai guna langsung, nilai keberadaan dan nilai total ekonomi. Pada penelitian ini, penulis juga menganalisis ketertarikan pengunjung berdasarkan data penduduk per kecamatan dengan metode Gravity Model serta analisis akesesbilitas berdasarkan fasilitas umum seperti bandara, terminal, dan stasiun dengan metode Network Analysis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda, perhitungan dilakukan dengan perangkat lunak Maple 19. Survei toponimi dilakukan dengan survei lapangan menggunakan Mobile Topographer. Hasil dari penelitian ini adalah nilai TEV kawasan Masjid Agung Jawa Tengah sebesar Rp. 10.772.093.919.000,-, TEV Sam Poo Kong sebesar Rp. 1.953.077.167.900,-, dan TEV Masjid Kapal sebesar Rp.2.120.220.538.630,-. Hasil nilai interaksi spasial dipengaruhi oleh faktor jarak dan letak lokasi wisata religi. Pada network analysis dihasilkan data jarak dan kecepatan dari fasilitas umum seperti bandara,stasiun dan terminal ke wisata religi. Kata Kunci : Gravity Model, Kota Semarang, Network Analysis, Nilai Ekonomi Kawasan,Wisata Religi ABSTRACTSemarang City is the capital of Central Java province as well as the largest metropolitan in Central Java Province. The city is also the center of industrial, governmental activities, and is also the center of a tourist area by offering a number of various tourist destinations. One of the leading forms of tourism in the city of Semarang is religious tourism, where many religious areas have their own tourist attractions with their various uniqueness, such as the religious areas of the Great Mosque of Central Java, Sam Poo Kong, and Masjid Kapal. Based on this, this research is intended to map the zone of regional economic value (ZNEK) to the three areas to analyze direct use value, existence value and total economic value. In this study, the authors also analyzed visitor interest based on population data of each sub-district and religious population data with the Gravity Model and accessibility analysis based on public facilities such as airports, terminals and stations using the Network Analysis method. The method used in this research is multiple linear regression, the calculation is done with Maple 18 software. The toponymy survey was conducted by field survey using a Mobile Topographer. The results of this study are the TEV value of the Great Mosque of Central Java area of Rp. 10,772,093,919,000, -, TEV Sam Poo Kong of Rp. 1,953,077,167,900, -, and TEV of the Ship Mosque of Rp. 2,120,220,538,630, -. The results of the spatial interaction value are influenced by the distance and location of religious tourism sites. In network analysis, data on distance and speed are generated from public facilities such as airports, stations and terminals to religious tourism.
ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH (PMT) MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRY SYNTHETIC APERTURE RADAR (DINSAR) (Studi Kasus: Pesisir Kabupaten Demak) Atina Qothrunnada Salsabila; Yudo Prasetyo; firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya penggunaan air tanah yang disebabkan oleh banyaknya kawasan pabrik serta pembangunan yang berlangsung merupakan beberapa faktor yang menyebabkan topografi Kabupaten Demak semakin turun. Kondisi ini membuat banjir pasang di bagian barat Kabupaten Demak. Akibat terjadi banjir yang terus menerus, maka diperlukannya pemantauan khusus sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Pemanfaatan metode pengindraan jauh saat ini sudah memiliki banyak inovasi salah satunya yaitu untuk pemantauan Penurunan Muka Tanah (PMT). Penelitian ini menggunakan Citra Sentinel 1-A yang diakuisisi bulan Oktober 2018 dan Januari 2020. Data SLC digunakan untuk mengetahui nilai PMT dengan metode Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR). Hasil dari penelitian ini adalah Peta PMT wilayah pesisir Kabupaten Demak. Nilai PMT terbesar berada di desa Morodemak, Jatigoro, Serangan, dan Wedung Kecamatan Bonang yang masing-masing sebesar ± 10 cm/tahun. Kecamatan Sayung memiliki nilai Kenaikan Muka Tanah (KMT) yang paling besar yaitu ± 10 cm/tahun karena adanya peninggian jalan untuk pembangunan jalan tol Demak-Semarang pada tahun 2020.
ANALISIS DAN VISUALISASI PEMETAAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KARANGANYAR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN METODE PERMEN PU DAN FUZZY AHP Wahyu Adi Rochmadi; Hana Sugiastu Firdaus; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Karanganyar adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang termasuk dalam kategori tinggi dalam risiko bencana tanah longsor menurut Indeks Rasio Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2018. Berdasarkan rekap data bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar pada tahun 2018 telah terjadi bencana sebanyak 213 kejadian dengan rincian 93 tanah longsor, 37 angin ribut, 55 kebakaran, 8 banjir, 1 tanah gerak, 19 rumah roboh dan 4 laka/mayat. Metode pembuatan ancaman tanah longsor dengan menggunakan metode PERMEN PU dan Fuzzy AHP dan dilakukan validasi lapangan. Pembuatan peta kerentanan dan peta kapasitas menggunakan telaah dokumen PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 dan telaah dokumen penelitian sebelumnya. Pembuatan peta risiko bencana tanah longsor dengan perkalian matriks VCA (Vulnerability Capacity Analysis) berdasarkan dengan PERKA BNPB No.2 Tahun 2012. Pemetaan risiko bencana tanah longsor menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode pembobotan dan tumpang tindih (overlay) antar parameter penyusunnya menggunakan perangkat lunak SIG. Pengolahan peta ancaman metode PERMEN PU diperoleh 0,559 % tingkat tinggi, 25,173% tingkat sedang, 73,744 % tingkat rendah dan 0,523 % tingkat sangat rendah. Untuk pengloahan peta ancaman metode Fuzzy AHP diperoleh sebesar 1,05 % tingkat tinggi, 26,90 % tingkat sedang, atau 70,432 % tingkat rendah dan 1,614 % tingkat sangat rendah. Untuk peta kerentanan diperoleh 6 kecamatan tingkat kerentanan tinggi, 6 kecamatan tingkat kerentanan sedang, dan 5 kecamatan tingkat kerentanan rendah. Peta kapasitas diperoleh 4 kecamatan tingkat kapasitas tinggi, 5 kecamatan tingkat kapasitas sedang, 8 kecamatan tingkat kapasitas rendah. Sedangkan untuk pemetaan risiko bencana diperoleh 74,26% rendah, 23,48% sedang, dan 2,25 % tinggi. Visualisasi hasil pemetaan dihasilkan dengan menggunakan software ArcGIS Online dalam uji sistem dan uji usablity memiliki hasil yang baik. Kata Kunci: Fuzzy AHP, PERMEN PU, SIG, Tanah Longsor, VCA. ABSTRACTKaranganyar Regency is one of the districts in Central Java which is included in the high category in the risk of landslides according to the  Indonesian Disaster Ratio Index (IRBI) 2018. Based on the BPBD disaster data recap of Karanganyar Regency in 2018 there were 213 disasters with details of 93 landslide, 37 windstorm, 55 fires disaster, 8 floods, 1 movable ground, 19 houses collapsed and 4 accident. The method of making landslide hazard using the PERMEN PU and Fuzzy AHP methods and field validation. Preparation of vulnerability maps and capacity maps using document review PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 and review previous research documents. Making a landslide disaster risk map by multiplying the VCA (Vulnerability Capacity Analysis) matrix based on PERKA BNPB No.2 of 2012. The mapping of landslide risk using Geographical Information System (GIS) with a weighting method and overlaps between the constituent parameters using GIS software. In the processing of the hazard map method PERMEN PU obtained 0.559% high level, 25.173% medium level, 73.744% low level and 0.523% very low level. For the processing of the hazard map using Fuzzy AHP method, it was obtained 1.05% high level, 26.90% medium level, or 70.432% low level and 1.614% very low level. For the vulnerability map, it was obtained 6 sub-districts with high vulnerability levels, 6 sub-districts with medium vulnerability levels, and 5 sub-district with low vulnerability levels. The capacity map shows 4 sub-districts at high capacity level, 5 sub-districts at medium capacity level, and 8 sub-districts at low capacity level. Meanwhile, for disaster risk mapping, it was found that 74.26% area were low, 23.48% area were moderate, and 2.25% area were high. Visualization of the results of the mapping generated using software ArcGIS Online in the system test and usability test has good results.
PEMBUATAN PETA JALUR EVAKUASI BENCANA GUNUNG API DAN PERSEBARAN LOKASI SHELTER MENGGUNAKAN METODE NETWORK ANALYST (STUDI KASUS : GUNUNG MERAPI, BOYOLALI-MAGELANG) Wahyudi Adri; L.M Sabri; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGunung Merapi merupakan salah satu gunung api di pulau Jawa dengan ketinggian 2.968 mdpl dengan status masih aktif. Secara administratif, Gunung Merapi berada pada perbatasan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta atau terletak pada Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten dan Yogyakarta. Posisi geografinya terletak pada 7° 32'30" Lintang Selatan dan 110° 26'30" Bujur Timur. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas Gunung Merapi berada di tingkat waspada (level 2) sejak 21 Mei 2018 hingga 17 November 2019 disertai kolom asap setinggi 1.000 m dari puncak diikuti awan panas dengan jangkauan kurang dari 3.000 m. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jalur alternatif evakuasi bencana. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan metode Network Analyst akan membantu dalam pemetaan jalur evakuasi dengan parameter dari Perka Badan Nasional Penanggulan Bencana No. 2 tahun 2012 dan parameter lainnya. Peta jalur evakuasi akan mempermudahkan dalam pengambilan keputusan untuk perencanaan evakuasi, membatu proses evakuasi saat terjadi bencana akibat aktivitas Gunung Merapi serta membatu dalam penempatan shelter atau posko pengungsian. Total pengungsi yang dapat dilayani berjumlah 30.990 jiwa. Shelter yang melayani pengungsi paling sedikit terdapat pada Gedung Perikanan Kelurahan Muntilan berjumlah 2 jiwa yang dapat dilayani dan pengungsi terbanyak adalah Balai Desa Kamongan Kecamatan Srumbung berjumlah 2.523 jiwa yang dapat dilayani. Terdapat 8 shelter yang menjadi tujuan evakuasi bencana Gunung Merapi. Rute evkuasi terpanjang adalah evakuasi dari SMPN 2 Selo ke Balai Desa Krogowanan dengan total jarak sejauh 18.823 m dan rute terpendek adalah evakuasi dari SDN 2 Ngagrong ke Bumi Perkemahan Indra Prastha dengan total jarak sejauh 3.536 m.

Page 1 of 4 | Total Record : 31


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue