cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018" : 10 Documents clear
DESAIN APLIKASI PETA DESA KATONSARI, KECAMATAN DEMAK, KABUPATEN DEMAK BERBASIS WEBGIS Muhammad Bagus Salim; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.012 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa dipandang sebagai titik awal pemberdayaan potensi daerah, penyelesaian masalah dalam masyarakat, dan komunitas terkecil yang harus diperhatikan kesejahteraannya. Pemetaan desa merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Namun pada kenyataannya, masih banyak desa di Indonesia yang belum memiliki peta desa dan/atau belum memiliki peta desa yang layak dan sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (PERKA BIG) Nomor 3 Tahun 2016 tentang spesifikasi teknis penyajian peta desa, seperti halnya Desa Katonsari di Kecamatan Demak, Kabupaten Demak yang belum memiliki peta desa yang sesuai dengan PERKA BIG Nomor 3 Tahun 2016. Data yang dibutuhkan untuk membuat peta Desa Katonsari ini adalah data citra satelit dan data survei lapangan. Peta Desa Katonsari dibuat dengan mendigit citra satelit melalui aplikasi ArcGIS, lalu menambahkan data survei lapangan yang kemudian dikonversi menjadi data spasial. Geodatabase yang didapatkan dari digitasi ini kemudian dilakukan topologi untuk mengeliminasi kesalahan pada fitur-fiturnya. Geodatabase yang sudah ditopologi kemudian diunggah ke ArcGIS Online sebagai hosted feature layer agar data peta Desa Katonsari tersebut dapat diakses secara online. Pada ArcGIS Online dibuat Web Map yang tampilan simbologinya disesuaikan dengan PERKA BIG Nomor 3 Tahun 2016. Web Map tersebut merupakan peta yang akan ditampilkan pada Web Mapping Application yang dibuat menggunakan Web App Builder pada ArcGIS Online. Web Mapping Application yang diberikan nama Peta Desa Katonsari kemudian disematkan pada website Desa Katonsari yang dibuat menggunakan platform pengembangan web berbasis cloud yaitu www.wix.com. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah website Desa Katonsari yang di dalamnya terdapat aplikasi Peta Desa Katonsari yang berbasis webGIS. Alamat website tersebut adalah www.desakatonsari.com. Setelah dilakukan pengujian efisiensi dan kebergunaanpada web tersebut, didapatkan hasil untuk komponen efisiensi sebesar 89, dan komponen kebergunaan sebesar 86 dari rentang skala 40-100 sehingga mendapatkan kriteria “Sangat Efisien” dan “Sangat Berguna”.
WEBGIS PENENTUAN JALUR HOTEL TERDEKAT DARI KAWASAN PARIWISATA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DIJKSTRA (Studi Kasus : Kota Semarang) Gilang Diva Pradana; Andri Suprayogi; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.177 KB)

Abstract

ABSTRAKKebutuhan akan lokasi penginapan saat sedang bermain di daerah pariwisata sangatlah penting bagi para wisatawan, tidak semua wisatawan menggunakan jasa travel untuk pergi ke sebuah daerah pariwisata, banyak juga yang kesulitan mencari hotel untuk mereka menginap terutama hotel yang dekat dengan daerah pariwisata yang mereka kunjungi, seperti pada Kota Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah yang memiliki beragam obyek wisata yang disuguhkan mulai dari obyek wisata alam seperti pantai atau goa, maupun obyek wisata buatan seperti puri maerokoco, tentu saja ini membuat banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Semarang .Dengan menggunakan fungsi Pgrouting yang ada pada PostGIS terutama pada penerapan algoritma dijkstra dengan data jalan yang sudah di buat mulai dari penambahan kolom data yang dibutuhkan oleh Pgrouting seperti kolom source, target, cost dan reverse cost maka dapat dibuat sebuah sistem pencarian rute yang telah terintegrasi dengan Geoserver sebagai perantara interaksi antara halaman interface peta Openlayer dengan PostgreSQL.Hasil Penelitian ini adalah sebuah web yang memiliki beberapa interface pengenalan Kota Semarang dan halaman peta yang memiliki fungsi untuk mencari hotel terdekat berdasarkan jumlah hotel yang diingin serta fungsi pencarian rute dengan algoritma dijkstra, setelah web dibuat lalu dilakukan beberapa uji yaitu uji tampilan browser dengan hasil seluruh browser dan perangkat yang digunakan dapat membuka tampilan web dengan baik, uji validitas dengan hasil perbedaan dengan uji lapangan yaitu untuk jarak 148 m dan waktu sebanyak 72 detik dan untuk uji usability dilakukan dengan menyebar quisioner  dengan hasil akhir kenyamanan sebanyak 81%, kemudahan sebanyak 76%, pemahaman fitur 75%, kebermanfaatan 77% dan kebutuhan akan aplikasi ini 78%.
KAJIAN PEMETAAN KERENTANAN BENCANA GUNUNG SLAMET Fajri Ramadhan; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.199 KB)

Abstract

ABSTRAKErupsi gunung api dapat menghasilkan sejumlah bencana, seperti aliran lava, jatuhnya piroklastik, awan panas, serta kejadian erupsi gunung api yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu mitigasi bencana diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak dari bencana erupsi gunung api. Salah satunya adalah dengan melakukan kajian terhadap bencana letusan gunung api. Kajian yang dilakukan adalah kajian terhadap prediksi aliran lava dan kajian terhadap kerentanan di wilayah Gunung Slamet.Prediksi aliran lava dibuat dengan menggunakan data DEM. Klasifikasi tutupan lahan dibuat dengan menggunakan citra Sentinel 2-A. Hasil dari prediksi aliran lava dan klasifikasi tutupan lahan dilakukan proses overlay untuk mendapatkan area lahan yang terkena akibat prediksi aliran lava. Kerentanan yang digunakan adalah kerentanan fisik. Aturan yang digunakan untuk skoring dan pembobotan berdasarkan Perka BNPB Nomor 12 tahun 2012.Prediksi aliran lava dibuat dengan menggunakan processing toolbox TauDEM (Terrain Analysis Using Digital Elevation Model) pada software QGIS. Area yang paling luas terkena dampak aliran lava adalah hutan dengan rincian berdasarkan masing-masing aliran, aliran lava 25 meter terkena seluas 501,91 hektar dengan persentase 62,10 %, aliran lava 50 meter terkena seluas 483,92 hektar dengan persentase 64,42 %, aliran lava 75 meter terkena seluas 465,93 hektar dengan persentase 66,51 %. Dari hasil analisis tingkat kerentanan fisik maka dihasilkan tiga tingkat kerentanan. Kerentanan tinggi sebesar 817,34 hektar dengan persentase 4,06 %, kerentanan sedang sebesar 7,44 hektar dengan persentase 0,04 %, kerentanan rendah sebesar 19.281,41 hektar dengan persentase 95,90 %.
ANALISIS SEA LEVEL RISE DI LAUT UTARA JAWA TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI WILAYAH DEMAK PADA TAHUN 2006-2016 Wahyu Setianingsih; Bandi Sasmito; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.348 KB)

Abstract

ABSTRAKPemanasan global menyebabkan es di kutub utara meleleh sehingga memberikan dampak naiknya permukaan air laut di seluruh dunia. Kenaikan muka laut memberikan dampak pada pesisir laut seperti abrasi pantai, munculnya genangan pada wilayah pesisir, serta tenggelamnya pulau-pulau kecil. Kenaikan muka laut dapat menyebabkan berkurangnya wilayah daratan yang diindikasikan oleh perubahan garis pantai. Perubahan garis pantai perlu dipantau agar dapat mengetahui besaran perubahan sehingga dapat mengantisipasi dampaknya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memantau perubahan garis pantai adalah menggunakan teknologi pengindraan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran kenaikan muka laut dan besaran perubahan garis pantai.Data yang digunakan adalah satelit altimetri Jason-1 dan Jason-2, satelit Landsat 7 ETM+ tahun 2006 dan 2011 serta Landsat 8 tahun 2016. Data satelit altimetri digunakan untuk menghitung nilai kenaikan muka laut di Laut Jawa. Pengolahan data Sea Level Anomaly (SLA) menggunakan interpolasi Inverse Distance Weighte (IDW). Kenaikan muka laut ditentukan dengan analisis trend linier. Pemisahan antara batas air dan darat menggunakan metode band ratio pada kanal hijau dan NIR. Perubahan garis pantai dihitung dengan menggunakan DSAS (Digital Shoreline Analysis System).Hasil pengolahan data diperoleh rata-rata kenaikan muka laut di Laut Jawa pada tahun 2006 sampai 2016 sebesar +6,80 mm/tahun. Kenaikan tertinggi berada pada perairan Jakarta sebesar +11,043 mm/tahun dan terendah berada pada perairan Surabaya dengan nilai kenaikan sebesar +3,85 mm/tahun. Kenaikan di perairan Semarang sebesar +5,52 mm/tahun yang digunakan sebagai validasi dengan data pasang surut Semarang. Rata-rata perubahan garis pantai di wilayah Demak sebesar -119,08 m. Abrasi paling besar terjadi di Kecamatan Sayung sebesar -691 m. Akresi terbesar terjadi di Kecamatan Wedung sebesar +512,48 m.
ANALISIS KERENTANAN PADA WILAYAH PERMUKIMAN AKIBAT BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI (STUDI KASUS : KABUPATEN SLEMAN) Siti Haeriah; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.931 KB)

Abstract

ABSTRAK Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang paling aktif di Indonesia. Melihat status Gunung Merapi yang sampai sekarang masih terbilang cukup aktif, diperlukan upaya tindakan mitigasi bencana. Salah satunya dengan membuat Peta Kerentanan bencana erupsi yang dapat meminimalisir kerugian yang terjadi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Peta Kerentanan ini mengacu pada Perka BNPB No. 2 Tahun 2012 dengan menggunakan empat parameter, yaitu : sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan. Pembuatan Peta Kerentanan menggunakan metode pengolahan serta analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode scoring, pembobotan, dan overlay. Penambahan informasi permukiman didapatkan menggunakan teknologi Penginderaan Jauh dengan metode Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Metode NDBI dapat memudahkan pendeteksian lokasi-lokasi permukiman yang terletak di lereng gunung api pada radius bahaya. Data yang digunakan untuk pendeteksian permukiman adalah citra Landsat-8 OLI. Peta Kerentanan erupsi Gunung Merapi dan sebaran permukiman di overlay untuk mengetahui seberapa rentan wilayah permukiman yang berada di wilayah penelitian. Penelitian ini menghasilkan peta dengan informasi kerentanan bencana erupsi Gunung Merapi. Tingkat kerentanan tinggi sebanyak 41 Desa dan tingkat kerentanan sedang 1 Desa. Dampak erupsi Gunung Merapi pada radius <5 km, 5-15 km, dan >15 km terhadap permukiman sangat tinggi. Pada radius <5 km wilayah permukiman yang berada pada kerentanan tinggi seluas 500,828 ha dan pada kerentanan sedang seluas 27,448 ha. Pada radius 5-15 km wilayah permukiman yang berada pada kerentanan tinggi seluas 2.366,381 ha dan pada kerentanan sedang seluas 178,737 ha, sedangkan pada radius >15 km wilayah permukiman berada pada kerentanan tinggi seluas 8.064,543 ha.
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN DAN ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN MELALUI TEKNIK VALUASI TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT VALUATION METHOD (Studi kasus : Kawasan Wisata Pantai Alam Indah, Kota Tegal) Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.223 KB)

Abstract

ABSTRAKSebagai salah satu sektor pembangunan, pariwisata memang cukup menjanjikan dalam membantu menaikkan cadangan devisa dan juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, sektor industri pariwisata nasional memberikan kontribusi nasional bagi program pembangunan. Salah satu contoh bentuk pariwisata tersebut adalah jenis wisata bahari. Adapun di Kota Tegal, terdapat tempat wisata bahari yang sudah cukup terkenal bernama Pantai Alam Indah (PAI). Dengan kondisi pantai yang relatif stabil dan kemiringan yang landai, telah membuat tempat ini memiliki daya tarik wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai aset wisata dimasa mendatang. Dengan melihat keadaan ini, maka dilakukan penelitian mengenai Nilai Ekonomi Kawasan pada tempat wisata tersebut. Metode pengambilan responden pada penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sample dengan metode sampel aksidential. Metode ini mengambil responden sebagai sampel secara kebetulan, jika memang dipandang cocok sebagai sampel saat berada di tempat wisata maupun di sekitarnya. Setelah itu dilakukan pengolahan data menggunakan analisis regresi linier berganda dan penghitungan nilai ekonomi kawasan menggunakan Maple 17. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini, yaitu beberapa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dan hasil perhitungan nilai ekonomi dari wisata Pantai Alam Indah. Hasil perhitungan didapatkan nilai WTP (Willingness to Pay) sebesar Rp 140.344,795 , surplus produsen sebesar Rp 80.415,718 , Nilai Kegunaan sebesar Rp 40.728.952.980 , dan Nilai Bukan Kegunaan sebesar Rp 34.694.917.390 . Sehingga Nilai Ekonomi Total dari kawasan wisata Pantai Alam Indah adalah Rp 75.423.870.370
IDENTIFIKASI FREE SPAN PADA JALUR PIPA LEPAS PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER DAN SIDE SCAN SONAR Ahmad Faishal Matazah Putra; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.572 KB)

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan  kegiatan  pengeboran  dan  pengolahan pada industri minyak dan  gas  perlu dilakukanpemeriksaan terhadap setiap komponen yang menunjang untuk menjalankan seluruh kegiatan dari hulu hingga hilir. Salah satu komponen yang penting untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan adalah pipa. Pipa berfungsi sebagai sarana pengaliran atau media transportasi minyak atau gas bumi. Dalam pemasangan pipa bawah laut terdapat tahapan-tahapan yang umumnya dilakukan saat pemasangan pipa. Pada pemeriksaan pipa bawah laut, hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah meninjau aspek lingkungan dan struktur pada pipa agar tidak terjadi gangguan pada pipa. Permasalahan yang dapat terjadi pada pipa adalah free span. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data multibeam echosounder (MBES) dan side scan sonar (SSS). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data multibeam echosounder, sound velocity profiler, pasang surut, dan side scan sonar. Identifikasi free span dilakukan secara visual berdasarkan interpretasi pada bayangan yang terbentuk pada jalur pipa tersebut. Pada area penelitian memiliki kondisi topografi yang beragam. Hal ini dapat menyebabkan free span pada jalur pipa. Hasilnya terdapat 24,15% dari total panjang keseluruhan pipa diidentifikasi sejumlah 60 titik free span sepanjang 1376,7 m dari total panjang pipa sebesar 5,7 km. Panjang maksimal di lokasi penelitian sebesar 59,0 meter dengan tinggi pada titik free span tersebut sebesar 0,5 meter. Tinggi maksimal free span pada lokasi penelitian sebesar 1,6 meter dengan panjang pada titik free span tersebut sebesar 25,8 meter. Indikasi free span dari hasil pengolahan data MBES dan SSS dapat membantu identifikasi hazard yaitu berupa tinggi, panjang dan koordinat free span pada pipa di lokasi penelitian.
DESAIN PENGEMBANGAN APLIKASI SEBARAN PENDIDIKAN BERBASIS WEBGIS DI KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK Tri Afiebbawa Exactanaya; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.036 KB)

Abstract

ABSTRAKInformasi pendidikan adalah sebuah jasa yang menginformasikan tentang pendidikan umum dan keagamaan. Tempat pendidikan selama ini dicari oleh orang dengan cara bertanya kepada beberapa orang yang pernah bersekolah atau masih bersekolah di lokasi tersebut. Bahkan tidak jarang pula ada informasi yang disajikan di internet. Namun, informasi tentang pendidikan ini biasanya hanya menyajikan data-data sekolah umum. Maka dari itu hal utama yang melatar belakangi pembuatan web ini adalah perlunya informasi pendidikan yang bertujuan untuk memudahkan seseorang untuk mencari informasi pendidikan keagamaan dan umum. Penelitian ini berupa aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) tentang tempat pendidikan berbasis web dengan wilayah penelitian di area kecamatan Demak. WebGIS digunakan karena dalam penyampaian dan tampilan sistem informasi geografis lebih menarik serta mempresentasikan kondisi sebenarnya. Aplikasi ini dibuat menggunakan struktur website HTML, bahasa pemrograman (javascript dan PHP), MySQL sebagai pembuat database, serta menggunakan peta dasar dari Google Maps API. Hasil penelitian ini berupa aplikasi WebGIS informasi pendidikan di area kecamatan Demak yang menggunakan Google Map API sebagai penyedia peta gratis yang diintegrasikan ke dalam web. Data sekolah yang ditampilkan dalam web sejumlah 237 sekolah, yang terdiri dari sekolah umum dan keagamaan. Hasil uji usability efektvfitas aplikasi “cukup efektif”, kemudahan pengguna “cukup mudah”, dan kepuasan pengguna “Cukup puas”.
ANALISIS KOMBINASI CITRA SENTINEL-1A DAN CITRA SENTINEL-2A UNTUK KLASIFIKASI TUTUPAN LAHAN (STUDI KASUS: KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH) Dini Ramanda Putri; Abdi Sukmono; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.156 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang telah memanfaatkan perkembangan teknologi citra satelit untuk memudahkan pengambilan keputusan dalam bidang pemetaan. Namun, dikarenakan letak Indonesia yang berada pada daerah dengan iklim tropis dan kondisi cuaca yang seringkali tertutup awan dan kabut, hal ini dapat menghilangkan informasi penting dari obyek di balik area yang tertutup oleh awan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini akan mencoba melakukan kombinasi citra radar dengan citra optis. Kedua citra ini digunakan untuk saling melengkapi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.Pelaksanaan kombinasi kedua citra ini, menggunakan metode teknik fusi citra transformasi PCA, IHS dan Brovey untuk menggabungkan citra Sentinel-1A GRDH product dengan citra Sentinel-2A komposit band 432 serta mencoba melakukan kombinasi nilai indeks (NDVI, NDBI dan NDWI). Hasil dari pengolahan data kombinasi tersebut selanjutnya dilakukan pengklasifikasian tutupan lahan menggunakan metode supervised classification.Berdasarkan penelitian serta kajian yang telah dilakukan pada kedua citra tersebut, hasil proses fusi citra antara Sentinel-1A dengan Sentinel-2A dari metode PCA, Brovey dan IHS memiliki tampilan visual yang terlihat dari segi pewarnaan, mengadopsi warna dari citra Sentinel-2A, tetapi dengan perentangan kontras yang berbeda, sedangkan dari segi kualitas piksel terintegrasi oleh citra Sentinel-1A. Pada daerah perbukitan, hasil fusi citra memperlihatkan adanya kenampakan relief yang tidak terlihat pada citra Sentinel-2A, sehingga sangat tepat untuk menganalisis morfologi dan struktur geologi suatu kawasan di area perbukitan atau pegunungan. Citra baru yang dihasilkan dari ketiga metode tersebut memiliki keunggulan yang lebih terlihat pada wilayah yang mengandung vegetasi rapat atau lebat, pemukiman serta perairan dan menguntungkan jika digunakan untuk melihat bentuk serta lekukan sungai. Sedangkan pada kombinasi nilai indeks dapat digunakan untuk menganalisis obyek sawah, hutan rawa, hutan, perairan dan lahan terbangun.
PEMANFAATAN TERRESTRIAL LASER SCANNER METODE CLOUD TO CLOUD UNTUK EARTHMOVING TAMBANG (Studi Kasus : PT. Pamapersada Nusantara Distrik PT. Trubaindo Coal Mining) Aulia Rizky; Bambang Sudarsono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.262 KB)

Abstract

ABSTRAKPerhitungan earthmoving tambang merupakan suatu kegiatan survei yang dilakukan di area penambangan untuk menghitung volume pemindahan tanah. Perhitungan earthmoving tambang harus dilakukan dengan cepat, akurat dan detail. Kebutuhan akan hal tersebut bisa diperoleh dengan menggunakan teknologi laser scanner. Kegiatan aplikatif ini untuk menghitung volume earthmoving tambang dan melakukan kajian pada tahapan akuisisi data, pengolahan dan hasil volumetriknya.Akuisisi data lapangan dilakukan pada April 2017 dan Mei 2017 menggunakan metode cloud to cloud. Perangkat lunak yang digunakan dalam registrasi data dan pengolahan point clouds ialah RiScan Pro yang merupakan perangkat lunak operasional alat TLS Riegl VZ 1000. Objek dari kegiatan aplikatif ini adalah area penambangan PT Pamapersada Nusantara distrik PT Trubaindo Coal Mining. Titik kontrol didapatkan dari pengukuran menggunakan GPS geodetik yang akan digunakan sebagai referensi titik berdiri alat TLS. Untuk perhitungan volume dilakukan dengan metode cut and fill terhadap DTM dari point clouds yang terbentuk. Hasil hitungan volume earthmoving dari software RiScan Pro dan AutoCad Civil 2015 dilakukan uji perbandingan dengan membandingkan volume earthmoving hasil hitungan ritasi alat angkut (truck count). Data truck count diasumsikan sebagai data yang benar.Rata-rata selisih perhitungan dengan RiScan Pro yaitu sebesar ± 2,25% dan dengan Autocad Civil yaitu sebesar ± 2,17%. Toleransi selisih yang disyaratkan untuk pengukuran berdasarkan dokumen ASTM adalah 2,78%, sehingga pengukuran TLS yang dilakukan masuk toleransi yang telah ditetapkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue