cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024" : 21 Documents clear
DESAIN SEPATU HAK TINGGI TIPE STILLETO YANG KETINGGIANNYA DAPAT DIATUR Adibawa, Adham Adhwa; Wibowo, Dwi Basuki; Haryadi, Gunawan Dwi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggunakan sepatu hak tinggi telah menjadi komponen yang konsisten dalam tren fashion bagi wanita dalam berbagai upaya mulai dari bisnis hingga lingkungan sosial. Penelitian tentang desain sepatu hak tinggi tipe stilleto yang dapat diatur ketinggiannya merupakan respons terhadap pergeseran permintaan dalam industri fashion. Permintaan konsumen tidak hanya terfokus pada aspek estetika, tetapi juga pada kenyamanan. Sepatu hak tinggi konvensional, terutama tipe stilleto, sering kali memiliki keterbatasan dalam hal kenyamanan penggunaan jangka panjang karena ketinggiannya yang tetap. Hal ini telah menimbulkan kebutuhan akan desain inovatif yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan tinggi hak sesuai dengan preferensi dan kenyamanan mereka. Penelitian ini akan menjelaskan langkah-langkah yang digunakan dalam membuat sepatu hak tinggi yang dapat disesuaikan, serta menganalisis bagaimana tekanan didistribusikan di telapak kaki. Metode pengukuran distribusi tekanan telapak kaki pada sepatu hak tinggi yang dapat disesuaikan dilakukan dengan menggunakan perangkat FSR 400 yang tersedia di laboratorium shoes orthotic Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan ide desain dan teknik analisis guna menciptakan sepatu hak tinggi yang tidak hanya terlihat modis, tetapi juga nyaman digunakan. Pembuatan model sepatu high heel adjustable dalam penelitian ini sukses dilakukan dengan menerapkan sistem bongkar pasang di mana shoe heel memiliki dua variasi ketinggian, yaitu 3 cm dan 5 cm, dan menggunakan mekanisme penguncian dengan ulir. Subjek penelitian ini adalah seorang mahasiswi jurusan Teknik Mesin di Universitas Diponegoro, dengan ukuran sepatu 39, usia 20 tahun, tinggi badan 159 cm, dan berat badan 45 kg. Dari hasil pengujian, terungkap bahwa temuan penelitian sesuai dan mendukung teori Lee Yung-Hui yang menyatakan bahwa tekanan mengalami penurunan seiring dengan peningkatan tinggi hak sepatu.
METODE RISK-BASED INSPECTION (RBI) PADA ANALISIS RISIKO KOMPONEN KRITIK HYDRAULIC AXIAL PUMP 2000 LPS Diwonsyah, Fadel Muhammad; Haryadi, Gunawan Dwi; Haryanto, Ismoyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Inspeksi Berbasis Risiko (RBI) pada analisis komponen kritik pomp 2000 LPS, metode RBI digunakan untuk menentukan jadwal inspeksi berdasarkan tingkat risiko komponen dalam sistem, metode ini mengidentifikasi komponen yang memiliki potensi korosi lebih tinggi dan menentukan jadwal perawatan sesuai. Dalam analisis pomp 2000 LPS, metode RBI menunjukkan bahwa 3 komponen memiliki nilai risiko tinggi, 11 komponen memiliki nilai risiko sedang, dan 8 komponen memiliki nilai risiko rendah. Metode RBI digunakan untuk menentukan jadwal perawatan tangki TK-5203 dengan interval 10 tahun dari data terakhir inspeksi. Metode RBI menggunakan dokumen sumber daya API 581 sebagai dasar untuk menentukan tingkat risiko, metode, dan penjadwalan inspeksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pipa dengan diameter 0,75”, 2”, dan 3” memiliki tingkat risiko rendah dan tidak perlu dilakukan inspeksi selanjutnya, tetapi dilakukan reparasi. Pipa dengan diameter 4” memiliki tingkat risiko sedang dan harus segera dilakukan reparasi karena ketebalan dinding yang kurang.Ringkasan: Metode RBI digunakan untuk mengidentifikasi komponen yang memiliki potensi korosi lebih tinggi dan menentukan jadwal perawatan berdasarkan tingkat risiko komponen dalam sistem.
ANALISIS VON MISES STRESS PADA BIOMATERIAL PENGGANTI DISKUS INTERVERTEBRALIS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Sinarpaska, Steven Yordan; Nugroho, Sri; Jamari, Jamari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pada tulang belakang menjadi salah satu penyakit yang biasa diderita orang dewasa pada punggung bagian bawah. Nyeri ini bisa menjalar ke bagian bawah paha, terutama pada sisi posterior-lateral hingga ke lutut dan dapat menyebabkan penurunan performa dalam beraktivitas. Penyakit ini biasa disebabkan oleh degenerasi intervertebralis (IVD), dimana gerakan segmen tulang belakang menjadi tidak normal. Salah satu penggunaan biomaterial pada dunia medis ialah pembuatan implan penggantian diskus total sebagai salah satu metode untuk mengatasi penyakit degenerasi diskus. Hal ini dapat mengembalikan gerakan tulang belakang, menyerap getaran antar tulang belakang, serta memulihkan ketinggian antar ruas tulang belakang yang menurun akibat penyakit degenerasi diskus. Berbagai biomaterial dikembangkan diantaranya stainless steel 316L, ultra-high-molecular-weight polyethylene (UHMWPE), polyetheretherketone (PEEK), dan carbon fiber-reinforced-polyetheretherketone (CFRPEEK) sebagai implan pengganti diskus. Simulasi analisis elemen hingga dilakukan untuk mengetahui kemampuan diskus pada model lumbal 1 hingga lumbal 2 dengan pemberian beban 500 N – 2500 N menggunakan aplikasi Ansys. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan nilai von mises stress pada material stainless steel 316L, CFRPEEK, dan PEEK dengan inlay UHMWPE. Dimana nilai peningkatan memiliki presentase yang sama pada setiap pembebanannya. Desain PEEK sebagai superior/ inferior endplate dengan inlay UHMWPE menjadi material rekomendasi yang dapat digunakan sebagai implan pengganti diskus invertebralis ditinjau dari persentase peningkatan nilai von mises stress paling rendah dibandingkan material lain.
ANALISIS PENENTUAN SCHEDULE OF MAINTNANCE PADA KOMPONEN KRITIS DUMP TRUCK KAPASITAS 60 TON MENGGUNAKAN PROBABILITY PLOT Rusaily, A. Wildan; Haryadi, Gunawan Dwi; Haryanto, Ismoyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari analisi perancangan schedule maintenance pada komponen kritis dump truck dengan kapasitas 60 ton menggunakan probability plot. Penentuan komponen kritis dari pompa Dump Truck dilakukan dengan mengalikan grade komponen dengan bobot setiap kriteria kritis untuk menentukan nilai kekritisan mesin. Pada Tugas Akhir ini peneliti memilih empat jenis probability plot atau distribusi kerusakan yang digunakan yaitu Distribusi Weibull, Distribusi Normal, Distribusi Lognormal, dan Distribusi Exponential. Probability plot atau distribusi kerusakan yang dipilih kemudian diuji dengan menggunakan goodness of fit test pada software Minitab 19. Setelah mendapatkan distribusi yang terpilih dari pengujian goodness of fit test maka langkah selanjutnya adalah menentukan keandalan dan nilai MTTF (Mean Time to Failure) dari masing-masing komponen kritis tersebut. Setelah nilai lifetime preditction dianalisa maka dapat disusun tabel periodic maintenance komponen kritis agar mengurangi downtime unit. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah enam komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu Disc Clutch adalah 56,61% pada 2072,35 jam, Seal Dump adalah 56,56% pada 1147,4 jam, Work Lamp adalah 56,63% pada 1032,6 jam, Tube Tyre adalah 56,58% pada 1077,03 jam, Lock Cabin adalah 56,57% pada 614,83 jam, dan Hose Chamber adalah 56,53% pada 688,24 jam. Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen dump truck.
PENGARUH KEKASARAN STAINLESS STEEL TIPE 304 YANG DIGUNAKAN UNTUK KAWAT ORTODONTIK TERHADAP LAJU KOROSI PADA LARUTAN SALIVA BUATAN Sianipar, Daniel; Suprihanto, Agus; Haryadi, Gunawan Dwi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman modern ini, semakin tinggi populasi individu di seluruh dunia termasuk Indonesia yang mengalami masalah gigi yang tidak rata, baik pria maupun wanita. Kawat ortodonti, yang juga dikenal sebagai archwire, adalah komponen krusial dari perangkat ortodonti tetap yang bertujuan untuk memindahkan gigi ke posisi yang diinginkan. Kawat ortodonti dari bahan stainless steel adalah jenis yang termasuk paling umum dipergunakan dalam perawatan ortodontik saat sekarang ini, karena keunggulan seperti ketahanan terhadap korosi. Salah satu jenis material yang dipakai yaitu stainless steel 304. Kawat stainless steel 304 terus terpapar langsung dengan saliva di dalam mulut dan rentan terhadap korosi, sehingga dalam penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu metode kekurangan berat (weight loss) yang di rendam dalam larutan saliva buatan dan juga metode polarisasi linier yang menggunkan larutan saliva buatan sebagai larutan penguji. Tujuannya adalah untuk memahami perbedaan laju korosi tergantung pada tingkat kekasaran permukaan dan apakah bahan stainless steel 304 cocok untuk digunakan dalam perangkat ortodontik. Perbedaan tingkat kekasaran permukaan pada stainless steel 304 memiliki dampak terhadap laju korosi dari spesimen tersebut. Misalnya, material dengan tingkat kekasaran 0,226 µm memiliki laju korosi 0,048mm/tahun setelah direndam dalam larutan saliva buatan selama delapan minggu dengan penerapan metode weight loss, sementara permukaan yang tingkat kekasarannya 0,120 µm memiliki laju korosi 0,013 mm/tahun. Hasil dari metode polarisasi linier menunjukkan bahwa pada material dengan tingkat kekasaran 0,147 µm memiliki laju korosi spesimen 0,038338 mm/tahun, sedangkan pada tingkat kekasaran 0,093 µm memiliki laju korosi 0,0009178 mm/tahun. Hasil tersebut menggambarkan bahwa semakin halus permukaan dari spesimen, laju korosinya semakin kecil. Dengan demikian, stainless steel 304 layak digunakan sebagai bahan pembuatan kawat ortodonti jika tingkat kekasaran permukaannya tidak lebih dari 0,120 µm.
PENGARUH PERBEDAAN JUMLAH CONVEX-STRIPS VORTEX GENERATOR DALAM LAJU PERPINDAHAN PANAS Kusuma, Nurthariq Aditya; Syaiful, Syaiful; Yunianto, Bambang
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para peneliti telah memperhatikan peningkatan perpindahan panas pada heat exchanger yang menggunakan generator vortex. Akibatnya, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana jumlah convex-strips vortex generator mempengaruhi peningkatan perpindahan panas dan resistansi aliran pada heat exchanger. Pemodelan tiga dimensi dilakukan dengan jumlah strip convex yang berbeda dari 4 hingga 8, 12 hingga 16, 20 hingga 24, dan 28. Strip convex tersebut ditempatkan di sekitar pipa panas. Model turbulen k-ε digunakan untuk mensimulasikan aliran fluida pada rentang bilangan Reynolds dari 3.438 hingga 15.926. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fin dengan 24 convex-strips menunjukkan laju perpindahan panas tertinggi sebesar 58,45% dibandingkan dengan  plain fin.
ANALISIS TEGANGAN FRICTION BLOCK KERETA API CEPAT DENGAN BENTUK CIRCULAR MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD JURNAL TEKNIK MESIN S-1 Pangestu, Aldian Dwi; Kurdi, Ojo; Widodo, Achmad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis tegangan pada friction block kereta api kecepatan tinggi dilakukan menggunakan Finite Element Method, baik dalam kondisi statik maupun transient. Studi ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan dan keamanan sistem pengereman kereta api kecepatan tinggi. Simulasi statik menunjukkan deformasi keseluruhan yang aman, namun ujung atas friction block mencapai batas deformasi maksimum 0,39131 mm, berpotensi menyebabkan kerusakan struktural. Shear stress secara umum memadai dan memberikan hasil yang optimal. Safety factor secara umum memadai, kecuali pada dekat permukaan ass disc brake. Simulasi thermal statik menunjukkan peningkatan temperatur pada bagian bawah disc brake hingga 24,99℃, sementara disc brake mengalami penurunan yang tidak signifikan. Simulasi transient dengan kondisi berputar mengungkapkan deformasi minimum pada friction block, tetapi disc brake mencapai deformasi maksimum, menandakan batas elastisitas tercapai. Shear stress menunjukkan nilai yang optimal, namun perlu perhatian pada area disekitar permukaan ass disc brake. Safety factor menunjukkan keamanan struktural keseluruhan, tetapi perlu perhatian terhadap deformasi maksimum pada disc brake. Simulasi thermal transient menunjukkan peningkatan temperatur di sekitar ass disc brake, tetapi friction block tetap pada temperatur minimum.
ANALISIS PERUBAHAN TEGANGAN PADA FRICTION BLOCK KERETA API CEPAT DENGAN BENTUK OCTAGONAL MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD Pranatagama, Sultan Alif; Kurdi, Ojo; Widodo, Achmad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan fasilitas transportasi sangat dibutuhkan dan terus meningkat seiring perkembangan jaman. Negara Indonesia adalah negara berkmbang, maka kebutuhan transportasi sangat krusial terhadap perkembangan setiap daerahnya. Kereta api sudah dipilih menjadi transportasi massal bagi Masyarakat Negara Indonesia dikarenakan dikenal sebagai transportasi yang cepat dan aman, serta ramah lingkungan. Namun, perkembangan teknologi membuat banyak negara berinvestasi dalam sistem kereta api yang lebih cepat dan lebih canggih. Kereta api cepat adalah transportasi massal dengan menggunakan rel yang dapat menempuh kecepatan diatas 250 Km/Jam. Sistem yang memungkinkan untuk kereta berlaju dengan ccepat juga memerlukan pengereman yang sepadan dengan kecpatannya. Pada dasarnya sistem pengereman yang digunakan pada kereta api cepat tidak jauh berbeda dibandingkan dengan kereta api konvensional, namun memiliki beberapa sistem tambahan untuk mengimbangi tenaga yang harus dihentikan. Sistem pengereman dengan menggunakan cakram masih digunakan untuk kecepatan terentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut pemasangan brake pad/friction block (kampas rem) terhadap gerak rotasi disc brake (piringan cakram), variasi yang digunakan adalah 0°, 22,5°, dan 30°. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method) untuk mengetahui sebaran tegangan dan regangan von-mises yang terjadi pada sistem pengereman dengan friction block berbentuk octagonal. Metode elemen hingga (Finite Element Method) menggunakan analisis transient structural dengan nilai konvergensi >1%. Penggunaan geometri dan properti material mengacu pada penelitian Z,Y, Xiang, dkk. Proses simulasi dan analisis menghasilkan data  equivallent stress Von-mises terbesar pada variasi 30°, sedangkan nilai terkecil terdapat pada variasi 0°. Data equivallent elastic strain Von-mises terbesar terdapat pada variasi 30°, dan nilai elastic strain Von-mises terkecil terdapat pada variasi 0°.
ANALISIS DYNAMIC FLAPPING WING MICRO AIR VEHICLE MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD Sigalingging, Boy Betman; Haryanto, Ismoyo; Widodo, Achmad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya minat pada pesawat tak berawak telah memicu banyak penelitian di lingkungan micro air vehicle (MAV). MAV dirancang untuk melakukan berbagai tugas dan misi, terutama dalam konteks pengawasan, pengintaian, dan pemantauan, di lingkungan yang sulit dijangkau oleh kendaraan udara yang lebih besar.  Flapping wing micro air vehicle (FWMAV) adalah salah satu jenis MAV yang terinspirasi oleh gerakan sayap burung, kelelawar dan serangga. Gerakan sayap burung, kelelawar dan serangga tersebut memiliki efisiensi penerbangan, kemampuan manuver, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dimana hal tersebut sulit ditiru oleh pesawat buatan manusia. Jenis flapping wing yang akan dianalisa pada penelitian ini adalah membrane flapping wing. Dalam mendesain flapping wing MAV, ada berbagai permasalahan yang harus dianalisis salah satunya adalah analisis dinamis flapping wing. Modal analisis digunakan untuk menentukan karakteristik dinamis suatu sistem seperti frekuensi alami, rasio redaman, dan mode shape. Tujuan dari analisis dinamik atau modal analisis adalah untuk mendapatkan nilai frekuensi natural dan mode shape. Ukuran geometri dari flapping wing diambil dari jurnal internasional. Finite element method dipilih untuk melakukan modal analisis menggunakan bantuan software Ansys. Hasil simulasi dibandingkan dengan hasil yang ada di jurnal lalu dilakukan perbandingan dan hasil simulasi yang dihasilkan sudah mendekati. Lalu dilakukan simulasi dengan membandingkan ukuran cross section dari rod  yaitu ukuran awal 1.5 mm dibandingkan dengan ukuran cross section 1.3 mm dan 1 mm. Hasil simulasi menunjukkan nilai frekuensi natural yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan ukuran cross section awal yaitu 1.5 mm.
PENGARUH PENGUNAAN NANO PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE (NPCC) HASIL EKSTRAKSI ASPAL BUTON MELALUI METODE SINTESIS HYDROTHERMAL SEBAGAI FILLER KOMPOSIT POLIVINIL KLORIDA (PVC) Rohmatullah, Muhammad; Bayuseno, Athanasius Priharyoto; Ismail, Rifky
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal Buton merupakan aspal alami yang ditemukan dalam deposit batuan di pulau Buton dan sekitarnya. Limbah padat dari aspal Buton memiliki kandungan mineral karbonat yang bermanfaat, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan optimal. Namun, limbah tersebut dapat dijadikan bahan baku alternatif untuk menciptakan nano precipitated calcium carbonate (NPCC) melalui proses sintesis hidrotermal. NPCC tersebut juga biasa digunakan sebagai bahan pencampur atau filler dalam berbagai industri. Pemanfaatan sebagai filler tersebut dapat diaplikasikan pada polimer polivinil klorida. Polivinil klorida (PVC) merupakan salah satu polimer yang popular digunakan sebagai bahan konstruksi, elektronik dan lain-lain. Oleh sebab itu, penelitian ini memanfaatkan limbah asbuton yang digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan NPCC. NPCC yang dihasilkan kemudian dijadikan filler dalam proses pembuatan komposit PVC. Komposit PVC dikarakterisasi dengan pengujian XRD, SEM, FTIR, pengujian densitas dan pengujian bending sehingga diketahuinya nilai indeks kristalinitas, ukuran kristal, morfologi serta mechanical properties dari komposit PVC yang dihasilkan. Proses pembuatan komposit PVC diawali dengan proses sintesis NPCC yang dilakukan dengan pencampuran larutan CH3COOH menggunakan magnetic stirrer pada suhu 60°C dengan kecepatan 1200 rpm dalam waktu 30 menit. Hasil larutan NPCC 30 ml ditambahkan ammonium bicarbonate 4,74 gr disintesiskan secara hidrotermal menggunakan autoclave di furnace chamber dengan suhu 160 0C selama 24 jam. Hasil analisis NPCC menunjukkan bahwa kristalinitas didominasi oleh morfologi vaterit, kalsit and aragonit. Ukuran kristal terbesar yang terdeteksi adalah sebesar 30.6 nm. Sementara itu, hasil karakterisasi komposit PVC menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan NPCC dalam komposisi, densitasnya juga semakin meningkat. Nilai kekuatan lentur dan modulus lentur terbesar terjadi pada komposit PVC dengan formulasi NPCC sebanyak 20 phr mencapai 4.75 Mpa dan 153.86 Mpa.

Page 1 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue