cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4: Oktober 2014" : 65 Documents clear
Komunikasi untuk Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini Dyah Woro Anggraeni; Turnomo Rahardjo; Agus Naryoso; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.33 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya angka kekerasan seksual pada anaksetiap tahunnya. Salah satu hal yang mempengaruhi fenomena tersebut adalah kurangnya pengetahuan anak mengenai topik seksualitas, sehingga anak sulit mengenali bahwa yang terjadi padanya merupakan bentuk kekerasan seksual. Kekerasan seksual yang terjadi pada anak dapat dicegah dengan cara melakukan komunikasi mengenai pendidikan seks pada anak sedari dini. Orangtua sebagai anggota keluarga yang berkewajiban menumbuhkan nilai-nilai anak, seharusnya lebih memiliki peran dalam melakukan komunikasi tersebut. Realitas yang t erjadi, beberapa orang tua yang masih merasa tabu dalam membicarakan topik-topik seksualitas pada anak, menjadikan hambatan tersendiri bagi komunikasi dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan komunikasi antara orangtua dan anak usia dini dalam kaitannya dengan pendidikan seks. Peneliti menggu nakan pendekatan kualitatif yang merujuk pada paradigma interpretif dan tradisi fenomenologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dialogue Theory, Rule’s Theory, Role’s Theory dan Family Communication Patterns Theory.Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu kepada metode fenomenologi dari Von Eckartsberg. Subjek penelitian ini adalah informan yang memiliki anak usia dini (0-5 tahun).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki aturan-aturan terutama dalam melakukan pendidikan seks. Aturan dibedakan menjadi dua yaitu secaraeksplisit dan implisit, aturan secara eksplisit berupa kegiatan diskusi antara orang tua dan anak mengenai topik-topik seksualitas, sedangkan secara implisit berupa aturan yang tidak tampak jelas, seperti mengatur pakaian yang digunakan anak untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual. Perasaan tabu menjadi hambatan bagi orang tua untuk melakukan pendidikan seks pada anak usia dini. Orang tua yang merasa tabu dalam membicarakan seksualitas pada anaknya, mereka cenderung menghindari dalam membicakan topik-topik seperti pemerkosaan, pencabulan dan bentuk-bentuk hubungan intim lainnya. Sedangkan orang tua yang tidak merasa tabu melakukan pendidikan seks, tidak memiliki batasan dalam membicarakan topik seksualitas pada anak. Eufemisme dapat digunakan untuk meminimalisir adanya hambatan komunikasi berkaitan dengan perasaan tabu dalam membicarakan seksualitas.Keyword: Komunikasi keluarga, Pendidikan Seks, Dialog
Produksi Program Acara Berita Feature “Harmoni Islam” di Cakra Semarang TV Sebagai Penulis Naskah Arum Sawitri Wahyuningtias; M Bayu Widagdo; Hedi Pudjo Santosa; I Nyoman Winata; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.367 KB)

Abstract

Televisi, sebagai media massa memiliki peran yang besar dalam pembentukan opini publik. Televisi menjadi salah satu media massa yang paling disukai masyarakat untuk memperoleh informasi dan hiburan. Karakteristik televisi yang dapat didengar dan dilihat (audiovisual) membuat televisi menjadi primadona bagi masyarakat. Berdasarkan fakta ini, menimbulkan persaingan dalam membuat konten program yang menarik bagi masyarakat antar stasiun televisi.Ketika bulan Ramadhan tiba, berbagai macam acara dihadirkan untuk menemani penonton disela-sela aktivitas. Sehingga, kemunculannya adalah, tayangan bulan Ramadhan yang banyak syarat akan hiburan namun kering dari esensi Ramadhan yang sebenarnya. Harmoni Islam adalah program acara di bulan Ramadhan dengan mengangkat isu-isu yang dekat sekali dengan masyarakat muslim, menjadi solusi ditengah konten program televisi yang tidak memperhatikan kualitas dan edukasi bagi penonton.Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, karya ditayangkan di Cakra Semarang TV setiap hari selama Bulan Ramadhan mulai dari tanggal 28 Juni 2014 sampai 27 Juli 2014 pukul 17.00 WIB. Melalui karya ini diharapkan masyarakat mendapatkan tayangan yang mendidik mengedukasi dan menambah informasi khalayak mengenai serba-serba Islam sehingga meningkatkan ibadah di Bulan Ramadhan dan menambah wawasan khasanah Isla di setiap insan umat muslim.Kata kunci : Program, Berita Feature, Islam, Televisi, Ramadhan.
PENGARUH USIA, TINGKAT PENDIDIKAN, DAN JENIS KELAMIN TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MEDIA Aulia Nur; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Sri Widowati Herieningsih; Nurist Surrayya
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.622 KB)

Abstract

Pada umumnya, pengguna media tersegmentasi berdasarkan usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin. Generasi tua dan laki laki pada umumnya lebih mengandalkan keberadaan surat kabar. Perempuan remaja dan paruh baya biasa membaca majalah ataupun tabloid dan menonton televisi. Sedangkan kaum muda biasanya lebih sering menjadi pendengar setia radio. Revolusi teknologi di bidang informasi dan komunikasi yang cenderung cepat, memberi peluang bagi media baru. Perkembangan tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya kemudahan akses internet. Internet telah menjadi kebutuhan bagi manusia zaman digital. Jika dahulu kita dibiasakan menonton tv atau membaca koran untuk memperoleh informasi, sekarang gaya hidup semacam itu mulai mengalami perubahan.Kondisi ini memunculkan perubahan pada pemahaman mengenai segmentasi dalam menggunakan media, sehingga dirasa perlu untuk melihat kembali pengaruh usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin terhadap perilaku konsumsi media. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin terhadap perilaku konsumsi media.Tipe dalam penelitian ini adalah eksplanatori. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Social Category Theoryoleh De Fleur dan Ball Rokeach. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Jumlah sampel sebanyak 98 responden dengan teknik pengambilan sampel probability samplingdi kelurahan Karangtempel Semarang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner. Secara keseluruhan penelitian ini berhasil menjelaskan tujuan penelitian yaitu mengkaji pengaruh usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin terhadap perilaku konsumsi media. Terdapat hubungan yang positif antara usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin terhadap perilaku konsumsi media cetak, media eektronik, dan media baru internet. Teori yang digunakan dalam peneitian ini yaitu Social Category Theorydapat dibuktikan, yaitu usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin mempengaruhi kesamaan perilaku konsumsi media. Namun usia dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara parsial terhadap perilaku konsumsi media cetak, tingkat pendidikan dan jenis kelamin tidak berpengaruh secara parsial terhadap perilaku konsumsi media elektronik, serta tingkat pendidikan dan jenis kelamin tidak berpengaruh secara parsial terhadap perilaku konsumsi media baru internet.Kata kunci : Usia, Pendidikan, Jenis Kelamin, Perilaku Konsumsi Media
Pembingkaian Berita Media Online : Kasus Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) Imanda Aulia Akbarian; Taufik Suprihatini; Much Yulianto; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.042 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana suatu realitas kejadian dikonstruksi oleh media online khususnya pemberitaan tentang kasus Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan analisis framing untuk melihat bagaimana media online seperti Tempo.co dan Republika online dalam membingkai pemberitaan kasus kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan teori yang diberikan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M Kosicki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan yang dilakukan Republika online cenderung bersikap netral dalam menyikapi kasus kekerasan TKW yang menimpa Erwiana Sulistyaningsih, sedangkan media Tempo.co memiliki kecenderungan kontra terhadap pemerintah. Media Tempo.co mengkonstruksikan dan mengarahkan pembaca untuk menilai Pemerintah sebagai pihak yang bersalah. Ketika pembaca melihat isi pemberitaan Tempo.co, yang terlintas dan diingat pembaca adalah pihak pemerintah seperti BNP2TKI merupakan pihak yang tidak bertanggung jawab atas penyebab berulangnya kasus penyiksaan TKI, baik dalam hal pengawasan TKW maupun membantu penyelesaian administrasi rumah sakit dimana Erwiana di rawat. Media Tempo.co menunjukkan kecenderungannya untuk mendukung Erwiana sebagai korban. Selain itu layaknya media online umumnya, headline menjadi salah satu senjata utama dalam menarik perhatian masyarakat untuk membacanya begitu juga dengan Tempo maupun Republika. Ini berarti, media online seperti Tempo dan Republika lebih menjual headline dalam tiap pemberitaan disajikan dan kadang mengesampingkan konten berita itu sendiriKata Kunci : Kekerasan, Perempuan dan TKW, Media
KEBERADAAN PROGRAM SIARAN LOKAL DI TELEVISI BERJARINGAN (STUDI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MEDIA TERHADAP PROTV) Hari Putri, Eva Ratna; Rahardjo, Turnomo; Lukmantoro, Triyono; Yulianto, Much.
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.702 KB)

Abstract

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta, Peraturan Menteri Kominfo Nomor 43 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Melalui Sistem Stasiun Jaringan oleh Lembaga Penyiaran Swasta Jasa Penyiaran Televisi dan juga Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) merupakan kebijakan media yang memuat mengenai Sistem Siaran Jaringan (SSJ). Undang-undang penyiaran tersebut mengamanatkan bahwa televisi swasta yang mengudara secara nasional wajib mendirikan badan hukum baru, melepas stasiun relai, melepas saham secara bertahap serta pancaran siaran tidak boleh dilakukan dengan pancaran siaran relai. Sistem Stasiun Jaringan adalah tata kerja yang mengatur relai siaran secara tetap antarlembaga penyiaran. Salah satu televisi lokal di Semarang yang bergabung dengan Sistem Stasiun Jaringan yaitu PROTV yang berjaringan dengan SINDO TV. Kebijakan ini lahir dengan semangat diversity of content (keberagaman isi) dan diversity of ownership (keberagaman pemilik), yang menjelaskan bahwa semakin beragam isi siaran dan semakin beragam distribusi kepemilikan media maka ranah penyiaran akan semakin demokratis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik kebijakan sistem stasiun jaringan dan keberadaan program siaran lokal di PROTV.Hasil penelitian yang didapatkan adalah implementasi sistem stasiun jaringan di PROTV sebagai anggota jaringan SINDOTV belum berjalan dengan ideal. Faktor kepemilikan menyebabkan adanya dominasi kekuasaan dari pemilik modal melalui berbagai keputusan yang memengaruhi keberadaan program siaran lokal. Terjadi pengurangan slot time bagi program siaran lokal dan pergeseran prime time program siaran lokal di PROTV. Kata kunci: sistem stasiun jaringan, program siaran lokal, keberagaman