cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3: Agustus 2015" : 27 Documents clear
Hubungan Terpaan Iklan Yamaha YZF R25 Dan Citra Merek Terhadap Minat Beli Otto Fauzie Haloho; Joyo NS Gono; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.812 KB)

Abstract

Dalam bersaing dengan kompetitor, YIMM selaku produsen resmi Yamaha Indonesia menggunakan berbagai jenis marketing komunikasi untuk mempromosikan dan mengkomunikasikan produk terbarunya kepada konsumen. Salah satunya adalah dengan iklan televisi (TVC). YIMM memiliki banyak iklan TVC dari berbagai produknya, salah satunya ialah iklan Yamaha R25 dimana, YIMM menggaet pembalap MotoGP, Valentino Rossi untuk mempromosikan produk ini. Selain iklan televisi, citra merek juga memiliki peranan penting dalam promosi sebuah produk baru. Iklan dan citra merek itu memiliki hubungan yang sejajar. Apabila pesan – pesan dan informasi dalam iklan dapat diterima dengan baik oleh konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan iklan televisi Yamaha YZF R25 dan citra merek terhadap minat beli.. Dasar pemikiran yang digunakan adalah Cognitive Respons Theory. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Penelitian ini menggunakan teknik non random sampling dengan metode accidental sampling sebagai alat untuk menentukan sampel. Jumlah sampel sebanyak 50 responden dengan usia 18-27 tahun. Analisis data yang digunakan adalah korelasi kendall dengan bantuan SPSS 17.Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel terpaan iklan televisi Yamaha YZF R25 tidak memiliki hubungan dengan citra merek. Selanjutnya, hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa variabel citra merek memiliki hubungan yang signifikan dengan minat beli, dimana nilai signifikasinsinya 0,018 dan nilai koefisien korelasi kendall sebesar 0,273. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara citra merek dengan minat beli.Saran yang dapat diberikan adalah seharusnya YIMM sebagai produsen Yamaha di Indonesia memilih konsep yang lebih sederhana dalam membuat alur cerita iklan. Sehingga iklan mudah dimengerti oleh konsumen. Dan YIMM harus lebih bekerja keras lagi dalam mempertahankan citra merek yang sudah terbangun.
Pengelolaan Bisnis Cakra Semarang TV (Studi Kasus: Kerugian Finansial Televisi Lokal Cakra Semarang TV) Arnida Desti Artanti; Dr Sunarto; Hapsari Dwiningtyas; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.478 KB)

Abstract

Lahirnya undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran menjadi pemicu munculnya televisi lokal di berbagai di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Televisi lokal dapat menjual hal-hal yang tidak disuguhkan oleh televisi nasional, seperti kearifan lokal, dan konten-konten bertema kedaerahan yang menggambarkan karakter masyarakat setempat. Di Semarang khususnya, terdapat beberapa stasiun televisi lokal yang mengudara. Akan tetapi, pada kenyataannya saat ini sebagian besar televisi lokal di Semarang telah diakuisisi oleh media nasional, sehingga kontennya sudah tidak murni lagi, karena harus merelai program dari televisi induk. Sepinya pasar iklan yang menyebabkan kerugian finansiaal, menjadi penyebab stasiun televisi lokal merelakan untuk diakuisisi oleh media nasional.Cakra Semarang TV merupakan satu-satunya televisi yang murni lokal di Semarang yang tidak diakuisisi oleh media maupun televisi nasional. Meski tergabung dalam kelompok media Balipost (KMB), namun tidak terdapat perjanjian yang mengikat bagi Cakra Semarang TV untuk merelai program dari televisi induk, yaitu Bali TV. Sebagai televisi yang murni lokal di Semarang, Cakra Semarang TV juga mengalami kerugian financial yang serupa, namun tetap konsisten bertahan sebagai televisi yang murni lokal dan tidak diakuisisi oleh media nasional. Berbagai macam cara pun dilakukan oleh cara semarang TV untuk menutupi kerugian financial yang masih terjadi, antara lain melakukan pinjaman ke bank dan ke pemilik modal. Penelitian ini menguraikan pengelolaan bisnis di Cakra Semrang tv di tengah-tengah kerugian financial yang terjadi. Hasilnya menunjukkan bahwa saat ini Cakra Semarang TV tidak mengandalkan iklan sebagai pemasukan utama, padahal salah satu sumber pemasukan utama dari media adalah dari iklan. Cakra Semarang TV kini mengandalkan penjualan program dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk pembuatan program sebagai sumber ladang bisnis.
PT. ERUDEYE INDONESIA’S PAZCAL CLOUD LAUNCHING ACTIVITY REPORT (PROGRAM MANAGER) Koesfarmasiana, Ardini; Setyabudi, Djoko; Pradekso, Tandiyo; Ulfa, Nurrist Surayya
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.912 KB)

Abstract

Cloud Computing is a technology that utilizes internet and central remote servers to govern or to manage the data and applications. The potential of cloud computing growth in Indonesia is widely open, however cloud computing market in Indonesia is still dominated by giant companies such as Microsoft and Telkom. Aware of its potential, PT. erudeye Indonesia develops cloud computing service called Pazcal Cloud, must undertake precise action as part of the major activities of marketing communication for Pazcal Cloud product, so that Pazcal Cloud gets attention and product position in the mind of market target.Based on situation analysis, SWOT and theories consideration, several promotional actions are chosen as the way to introduce Pazcal Cloud to the target audience. The actions are Search Engine Optimization (SEO), IT-based article writing, Pazcal trial version testimony video, “PaaS for Quick Development, Collaboration & Deployment” webinar and “Rainbow Rendezvous: Boost Your Experience With Pazcal” seminar. The main target comes from IT enterprises that are located in DKI Jakarta. The whole activities are divided into three stages, namely: 1) Positioning Stage, 2) Educating Stage, and 3) Strengthening Position Stage.These promotional activities are an attempt to increase the awareness of the target audience of Pazcal Cloud and place it as an efficient and reliable cloud computing product. Therefore, Program Manager position is one of the most important components in the managerial team for this activity. This position is meant to manage the program plan as well as to execute the program. With the coordination, adequate creativity, as well as concise decision making ability, the tasks on this position can be done successfully.
FAKTOR-FAKTOR DALAM MOTIVASI PARTISIPAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINGKAT KETERLIBATAN PADA PROGRAM AQUA DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Rangga Akbar Pradipta; Hedi Pudjo Santosa; Nurrist Surayya Ulfa; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.692 KB)

Abstract

Aqua pada tahun 2014 memulai kegiatan komunikasi pemasarannya melalui beragam media yang terintegrasi, salah satunya adalah Instagram. Dalam media social ini, Aqua berhasil menarik banyak perhatian pengguna Instagram, dan menciptakan interaksi yang berjumlah tidak sedikit. Faktor-faktor motivasi para pengguna Instagram yang menjadi partisipan kegiatan Aqua di Instagram inilah yang menjadi tujuan penelitian ini. Merujuk kepada Self Determination Theory (Ryan & Deci, 2000) tentang motivasi, peneliti ingin menemukan faktor motivasi yang menjadi alasan kuat para partisipan untuk terlibat. Dan bagaimana pengaruhnya terhadap tingkat keterlibatan yang tercipta antara brand dan konsumen juga menjadi pertanyaan peneliti.Penelitian dilakukan secara eksploratif, dan dianalisis dengan menggunakan Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM). Jumlah sample penelitian diambil dari populasi partisipan kegiatan Aqua di Instagram dengan teknik random sampling. Dan pengumpulan data penelitian dilakukan dengan online survey. Kemudian proses analisa data PLS-PM ini dilalui dengan dua tahapan, yaitu evaluasi model pengukuran (outer model) dan evaluasi model structural (inner model).Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa motivasi partisipan dibentuk dengan dua faktor terkuat yaitu knowledge dan introjected regulation. Faktor knowledge menjadi faktor motivasi terbesar dimana dalam penelitian ini partisipan memiliki kecenderungan tinggi untuk berpartisipasi dengan alasan untuk menambah pengetahuan dan mengasah kemampuan mereka dalam berkreasi dengan foto di media social Instagram. Kemudian, pada penelitian ini juga dibuktikan bahwa dampak atas motivasi partisipan tersebut terefleksikan dengan persepsi mereka akan nilai-nilai positif tentang kegiatan Aqua di Instagram ini, begitu juga dengan brand Aqua itu sendiri.
Pengaruh Terpaan Iklan, Publisitas, dan Promosi Penjualan terhadap Loyalitas Konsumen Garuda Indonesia Luh Rani Wijayanti; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.494 KB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari data Laporan Tahunan Garuda Indonesia tahun 2012 dan 2013 yang menunjukkan bahwa meskipun jumlah anggota program Garuda Miles (program loyalitas Garuda Indonesia) terus meningkat, target kontribusinya belum tercapai. Sehingga diperlukan upaya yang terus menerus untuk mempertahankan loyalitas konsumen Garuda Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan iklan, publisitas, dan promosi penjualan secara mandiri terhadap loyalitas konsumen Garuda Indonesia. Penulis masing – masing menggunakan Strong and Weak Theory dan Reinforcement Theory untuk menjelaskan pengaruh terpaan iklan dan publisitas terhadap loyalitas konsumen. Sedangkan, konsep promosi penjualan digunakan untuk menjelaskan pengaruhnya terhadap loyalitas konsumen. Populasi penelitian ini adalah konsumen Garuda Indonesia dan sampel yang diambil sebanyak 50 orang, dengan teknik accidental sampling.Dalam uji hipotesis, penulis menggunakan Analisis Regresi Linier. Uji hipotesis menunjukkan nilai siginifikansi antara terpaan iklan dengan loyalitas konsumen Garuda Indonesia adalah 0,054, sehingga tidak terdapat pengaruh terpaan iklan terhadap konsumen Garuda Indonesia. Hasil uji hipotesis juga menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh terpaan publisitas terhadap konsumen Garuda Indonesia, karena nilai signifikansinya adalah 0,477. Begitu pula dengan terpaan promosi penjualan yang tidak memiliki pengaruh terhadap loyalitas konsumen Garuda Indonesia, karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05, yaitu 0,693.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa baik terpaan iklan, publisitas, maupun promosi penjualan tidak memiliki pengaruh terhadap loyalitas konsumen Garuda Indonesia, sehingga ketiga hipotesis yang diajukan ditolak. 
Pemaknaan Peran Perempuan di Parlemen(Analisis Semiotika dalam Berita Online Tempo.co dan Kompas.com) Niken Siregar; Much. Yulianto; Dr Sunarto; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.051 KB)

Abstract

Penelitian ini berdasarkan pada tidak tercukupinya kuota 30% pada kebijakanaffirmative action. Kurangnya keterwakilan perempuan di kursi parlemendiakibatkan oleh rendahnya tingkat elektabilitas perempuan. Media sebagai saranainformasi dan edukasi memberitakan perempuan di parlemen dengan tidakseimbang. Pemberitaan tentang perempuan di parlemen tidak berkaitan dengankontribusi dan potensi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat posisiperempuan yang ditampilkan melalui teks berita dari kedua portal berita tersebutdan menjelaskan ideologi dominan yang melatarbelakangi terjadinyapenggambaran perempuan tersebut.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang merujuk padaparadigma kritis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori EkologiMedia, konsep cultural studies, dan konsep feminisme liberal. Teknik analisisyang digunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes yang mengacu padalime kode pembacaan. Subjek penelitian yaitu sepuluh teks dari portal beritaonline Tempo.co dan Kompas.com.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam teks berita online tersebutpemberitaan perempuan tidak fokus pada hasil kontribusi perempuan pada saatmenjabat sebagai anggota parlemen. Berita perempuan di parlemen tidaktermasuk dalam berita headline atau berita utama. Pemberitaan tentangperempuan lebih banyak masuk dalam kategori berita hiburan. Kontribusi danpencapaian perempuan di parlemen hanya dibahas sekilas dalam berita, yangmenjadi fokus dalam pemberitaan yaitu kehidupan pribadi, penampilanperempuan, dll. Selain itu, bahasa yang digunakan dalam pemberitaan tersebutmenggunakan bahasa yang bermakna halus tetapi kesan yang timbul dalam beritajustru negatif. Terdapat modal ekonomi, modal sosial dan modal kultural dalampemberitaan peran perempuan di parlemen. Modal yang paling sering munculdalam pemberitaan tersebut yaitu modal kultural, dimana penampilan dan statusperempuan menjadi syarat penting untuk menjadi anggota legislatif. Pemberitaanmenampilkan seolah-olah perempuan tidak mampu duduk di kursi parlemen tanpamodal-modal tersebut.
Strategi Public Relations Majlis Tafsir Al-Qur’an dalam Pengelolaan Krisis Dampak Isi Siaran Dakwah Islam pada Komunitas Masyarakat Blora Anindhita Puspasari; Much. Yulianto; Turnomo Rahardjo; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.112 KB)

Abstract

Perbedaan pandangan mengenai Islam sering kali terjadi antar organisasi – organisasi Islam. Tidak dipungkiri perbedaan pandangan dalam keyakinan yang sama pun dapat menimbulkan konflik. Konflik dalam Islam yang dipicu dengan perbedaan pandangan pernah dialami oleh Majlis Tafsir Al-Qur’an di desa Kamolan Blora pada tahun 2012. Konflik disebabkan beberapa faktor diantaranya isi siaran dakwah yang cenderung keras dan berani, memuat perbedaan pandangan dalam ajaran Islam diantara kelompok – kelompok organisasi Islam yang lain. Akibat yang akan timbul apabila terjadi sebuah konflik yang menimpa organisasi ialah krisis yang dapat mengganggu kestabilan organisasi. Organisasi dapat dikatakan sedangan mengalami krisis ialah ketika terjadi peristiwa, rumor, atau informasi yang membawa pengaruh buruk terhadap reputasi, citra, dan kredibilitas dalam organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi public relations Majlis Tafsir Al-Qur’an dalam pengelolaan krisis isi siaran dakwah Islam pada komunitas masyarakat Blora. Pendekatan metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini termasuk kategori kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan manajemen krisis yang dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya analisis situasi, penetapan tujuan, identifikasi khalayak, strategi dan taktik yang digunakan, serta evaluasi. Dalam prosesnya, perencanaan komunikasi pengelolaan krisis tidak dilakukan secara spesifik. Dalam penyelesaiannya, Majlis Tafsir Al-Qur’an melakukan beberapa pendekatan diantara pendekatan hukum, personal, serta media relations. Sebagai respon organisasi pasca krisis Majlis Tafsir Al-Qur’an secara inisiatif melakukan program – program CSR. Berhasil atau tidaknya sebuah kegiatan komunikasi sangat ditentukan melalui kegiatan evaluasi. Majlis Tafsir Al-Qur’an belum melakukan kegiatan – kegiatan komunikasi secara maksimal. Sebagai lembaga yang besar, perlu untuk memiliki tim PR serta tim manajemen yang mampu menjalankan fungsi dan peran PR dalam organisasi yaitu sebagai pembangun opini, persepsi, citra baik bagi organisasi dalam prinsip – prinsip hubungan yang harmonis, baik internal relations maupun external relations.
Evaluasi Brand Ambassador dan Community Based Tourism Wisata Temanggung sebagai Amazing of Central Java Bagas Satria Pamungkas; Joyo NS Gono; Hedi Pudjo Santosa; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.297 KB)

Abstract

Sektor pariwisata adalah faktor penunjang sumber pendapatan negara atau pun daerah. Setiap daerah berlomba – lomba membenahi kegiatan branding, promosi dan mengatur strategi dengan penggunaan beberapa konsep pariwisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Kabupaten Temanggung sudah melakukan semua hal tersebut akan tetapi jumlah kunjungan wisatawannya semakin menurun tiap tahunnya. Dapat dikatakan penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods karena menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Penggabungan data menggunakan Sequential Exploratory Designs Strategic. Penelitian yang mendeskripsikan data secara kualitatif dan juga data kuantitaif akan tetapi data kuantitatif hanya mendukung data kualitatif. Bobot utama penelitian ini adalah pada data kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untuk menjawab tujuan mengetahui proses evaluasi Brand Ambassador dan Community Based Tourism Wisata Temanggung sebagai Amazing of Central Java. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan minat masyarakat tentang wisata Temanggung. Dasar pemikiran yang digunakan adalah teori Integrated Marketing Communications dan teori Hierarchy of Effects. Penelitian kualititatif dilakukan dengan indepth interview dan penelitian kuantitatif dengan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dan Kuantitatif. Hasil penelitian mengatakan bahwa penggunaan teori sudah tepat digunakan Dinas Pariwisata dan Duta Wisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, karena minat masyarakat berwisata masih rendah. Seluruh kegiatan promosi, kegiatan branding, penggunaan Duta Wisata, Penerapan konsep Community Based Tourism, Strategi komunikasi dari Dinas Pariwisata belum dapat membantu meningkatkan kunjungan wisata. Belum dapat merubah Temanggung menjadi daerah tujuan wisata (DTW) sesuai dengan tagline Amazing of Central Java. Berdasarkan hasil penelitian perlunya Dinas Pariwisata lebih dapat membangun strategi untuk meningkatkan minat, sikap dan pengetahuan masyarakat mengenai wisata Temanggung. Memaksimalkan seluruh kegiatan branding, promosi dan penerapan konsep Community Based Tourism untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Temanggung.
Hubungan Terpaan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas Kementerian Perhubungan di Televisi dan Interaksi Peer Group dengan Perilaku Tertib Berlalu Lintas Pelajar dan Mahasiswa Semarang Jimmy Fachrurrozy; Nurist Surayya Ulfa; Hedi Pudjo Santosa; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.38 KB)

Abstract

Mahasiswa dan pelajar merupakan cerminan masyarakat, menjadikanmahasiswa dan pelajar sebagai kalangan yang seharusnya dapat menjadi tauladanyang baik. Peraturan lalu lintas merupakan aturan dalam berkendara yangditetapkan oleh pihak terkait seperti kepolisian lalu lintas, dimana jika terjadipenggaran maka pihak yang melanggar akan dijatuhi hukuman (sanksi) hukumyang sudah di tetapkan demi keselamatan bersama. Di kota Semarangpelanggaran lalu lintas masih di dominasi oleh kalangan terdidik (mahasiswa danpelajar) yang seharusnya dapat memberikan contoh yang baik untuk masyarakatluas. Disinilah peran penegak aturan lalu lintas dan juga orang-orang yang adadisekitar individu tersebut dapat memengaruhi perilaku dalam berlalu lintas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan sosialisasitertib lalu lintas Kementerian Perhubungan di televisi dan interaksi peer groupdengan perilaku tertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang. Dasarpemikiran yang digunakan adalah Teori dependensi efek komunikasi massa dansocial learning theory. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik non randomsampling dengan metode accidental sampling dan jumlah sampel sebanyak 50responden yang merupakan pelajar dan mahasiswa yang ada di simpang lima kotaSemarang.Analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson dengan bantuanSPSS. Uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa terpaan sosialisasi tertib lalulintas Kementerian Perhubungan di televisi menunjukkan hasil yang signifikandengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan berhubungan positif terhadap perilakutertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang. Sedangkan uji hipotesiskedua menunjukkan bahwa interaksi sosial peer group menunjukkan hasil yangsignifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 dan berhubungan positifterhadap perilaku tertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang.Kesimpulan dari uji hipotesis pertama ini adalah semakin tinggi terpaan sosialisasitertib lalu lintas Kementerian Perhubungan di televisi maka semakin tinggi (baik)perilaku tertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang. Sedangkan untukhipotesis kedua semakin tinggi interaksi sosial peer group maka perilaku tertibberlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang akan semakin tinggi (baik).Saran peneliti adalah pihak pihak terkait lalu lintas dapat mendekati peergroup yang memiliki keterkaitan erat atau dekat dengan kegiatan berkendarasehari-hari. Hal ini dikarenakan jika peer group individu memiliki kesan positifakan tindakan melanggar lalu lintas, maka individu di dalamnya akan cenderunguntuk melakukan perilaku melanggar lalu lintas disadarinya maupun tidak.
Representasi Whiteness dalam Film 12 Years A Slave Arfianto Adi Nugroho; Adi Nugroho; Taufik Suprihartini; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.774 KB)

Abstract

12 Years A Slave adalah film drama sejarah yang bercerita tentang perjalananSalomon Northup, seorang kulit hitam merdeka untuk terbebas dari perbudakan danmemperoleh kemerdekaannya kembali. Berbeda dengan film-film Hollywoodsebelumnya yang mengangkat tema sejarah konflik sosial antarras di Amerika, filmini menyajikan secara gamblang kekejaman sistem perbudakan yang dilakukan kulitputih dalam bentuk kekerasan fisik dan psikologis. Meski membuka kembali sejarahkelam bangsa Amerika, film ini sukses meraih penghargaan sebagai Film TerbaikOscar 2014.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui representasi sosok kulit putih dalamfilm 12 Years A Slave. Tipe penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan pendekatanteori representasi dari Stuart Hall dan analisis semiotika dengan teknik analisis datadari konsep Kode-Kode Televisi John Fiske. Analisis dilakukan dengan tiga level,yakni level realitas, level representasi, dan level ideologi. Level realitas dan levelrepresentasi dianalisis secara sintagmatik, sedangkan analisis secara paradigmatikuntuk level ideologi.Hasil penelitian menemukan bahwa sosok kulit putih digambarkan sebagai rasyang lebih unggul sedangkan ras kulit hitam sebagai ras yang lemah dan tidakberdaya tanpa bantuan kulit putih. Melalui analisis sintagmatik pada level realitas danrepresentasi peneliti menemukan stereotip materialis dan kejam pada sosok kulitputih. Stereotip tersebut merupakan representasi dari kekuasaan kulit putih dalamperbudakan. Sedangkan melalui analisis paradigmatik pada level ideologi penelitimenemukan konstruksi ideologi Whiteness dan American Dream. Konstruksi ideologiwhiteness menampilkan identitas heroik pada kulit putih yang menyelamatkan kulithitam yang lemah. Film ini menempatkan ras kulit putih sebagai penanda istilahhukum dan pengatur kehidupan sosial. Konstruksi American Dream yang ditampilkanlewat semangat dan kegigihan Northup untuk keluar dari perbudakan danmendapatkan kemerdekaannya menyiratkan pesan Amerika sebagai negara yangideal, pahlawan, dan penyelamat dunia.

Page 2 of 3 | Total Record : 27