cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISA KELELAHAN RANTAI JANGKAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Muhamad Hizrian Hutama; Hartono Yudo; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.751 KB)

Abstract

Jangkar didesain untuk membatasi gerak kapal pada saat waktu labuh di pelabuhan ataupun di laut lepas, agar kapal tetap pada kedudukannya meskipun mendapatkan gaya dari luar (angin,arus,gelombang) maupun gaya dari dalam (muatan) yang terjadi secara berulang ulang pada saat anchoring maupun saat proses loading-offloading muatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelelahan rantai yang menghubungkan antara jangkar dan kapal dengan 4 variasi beban lingkungan yang diakibatkan oleh heaving serta beban internal kapal dan beban hidrostatik sehingga didapatkan nilai fatigue life dari rantai tersebut dengan  Finite Element Method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban dinamis yang merupakan beban maksimal, beban minimal, beban rata-rata dan beban amplitudo. Berdasarkan beban tersebut didapatkan stress maksimal sebesar 681 Mpa, stress minimal 89,9 Mpa, stress rata-rata 385 Mpa dan stress amplitudo sebesar 298 Mpa, yield strength material yang dipakai sebesar 760 Mpa.  Dalam proses analisa penelitian ini menggunakan  software MSC Nastran Patran untuk mendapatkan tegangan dari variasi beban dan MSC Fatigue untuk mendapatkan siklus terpendek dari 4 variasi tegangan dinamis tersebut, didapatkan hasil life cycle paling kritis sebanyak 7,24x103 cycle.
Pengaruh Salinitas Air Laut Terhadap Laju Korosi Baja SS 400 pada Kapal Reka Purnawati; Sarjito Jokosisworo; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.181 KB)

Abstract

Baja merupakan komponen plat utama untuk badan maupun lambung kapal. Baja SS 400 merupakan jenis baja karbon rendah dengan kandungan karbon sebesar 0,20%, silicon 0,14% dan mangan sebesar 0,29%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap laju korosi pada baja SS 400 dengan media air laut yang diperoleh dari air laut wilayah Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Jepara. Penelitian ini menggunakan metode kehilangan berat yaitu metode ketahanan korosi dengan cara mencelupkan seluruh permukaan spesimen dan menghitung hilang masa selama penelitian berlangsung. Jumlah spesimen yang digunakan pada penelitian ini adalah 16 buah yang dibagi kedalam 4 kelompok air laut (Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Jepara). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro dan Laboratorium Bahan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada dengan menggunakan variabel manipulasi air laut sebagai media korosif yang diambil dari 4 wilayah yang berbeda yaitu Bantul,  Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Jepara , massa spesimen yang berkurang selama penelitian berlangsung adalah variabel respon dan variabel kontrolnya adalah dimensi spesimen uji berbentuk silinder dengan dimensi diameter 14 mm dan ketebalan 3 mm, lamanya perendaman 3 minggu dan volume air laut sebesar 1 liter (ASTM G31-72). Hasil pengujian korosi dari baja SS 400 untuk wilayah Bantul dengan salinitas 23.700 ppm laju korosi = 0,170366435 mmpy, Gunung Kidul dengan salinitas 22.750 ppm laju korosi = 0,128687728 mmpy, Kulonprogo dengan salinitas 23.200 ppm laju korosi = 0,131457914 mmpy dan Jepara dengan salinitas 17.800 laju korosi = 0,102496879 mmpy.
Evaluasi Regulasi BKI terhadap Respon Konstruksi Kapal LPG Tanker 100 M di North Atlantic Ocean dan Indonesian Waterways Menggunakan Metode Elemen Hingga Ladwika Ilham Albiyan; Ahmad Fauzan Zakki; Imam Pujo Mulyatno; Sukron Makmun
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.61 KB)

Abstract

Tujuan dari BKI adalah untuk menjamin keamanan kapal dan bangunan lepas pantai yang berada di bawah bendera Indonesia ataupun negara lain yang beroperasi di perairan Indonesia juga diluar Indonesia.Hampir 90% peraturan dan regulasi BKI untuk kapal dan bangunan lepas pantai tidak memiliki batasan wilayah operasi, sehingga dapat dipastikan kapal dan bangunan lepas pantai tersebut dapat beroperasi di seluruh perairan dunia dan tetap dapat bertahan dalam kondisi lingkungan bagaimanapun tanpa terkecuali. Dalam perkembangannya peraturan dan regulasi BKI merujuk pada kondisi lingkungan di perairan Atlantik Utara. Untuk industri kapal dalam negeri, khususnya untuk kapal dan bangunan laut yang hanya beroperasi di perairan Indonesia akan memerlukan peraturan dan regulasi khusus sehingga perncangan desain strukturnya tidak berlebihan. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan percobaan untuk membandingkan kondisi perairan Atlantik Utara dan perairan Indonesia (Zona 1, 2, 3) dengan struktur kapal yang sama. Data yang diambil yaitu respon tegangan dari struktur yang dikenai momen terbesar dari tiap perairan. Permodelan struktur kapal dan analisa FEM menggunakan software Nastran Patran dan untuk analisa kekuatan memanjang menggunakan software Maxsurf Stability. Hasilnya, nilai tegangan teringgi didapat di perairan North Atlantic Ocean pada kondisi sagging yaitu sebesar 1,25 x 108 Pa, sedangkan nilai tegangan terbesar di perairan Indonesia didapat di zona 3 pada kondisi sagging yaitu sebesar 7,53 x 107 Pa. Maka jika dibandingkan dengan perairan North Atlantic Ocean didapat pengurangan tegangan sebesar 32,87 % pada perairan Indonesia.
ANALISA KEKUATAN STRUKTUR PONDASI MESIN DENGAN INTERAKSI TRUST BLOCK PADA KAPAL ROPAX 5000 GT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Bayu Adityo Nugroho; Imam Pujo Mulyatno; kiryanto kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.838 KB)

Abstract

Konstruksi struktur pondasi mesin pada kapal adalah salah satu struktur yang sangat penting, dikarenakan konstruksi ini menerima beban dari mesin itu sendiri serta gaya dorong kapal yang diteruskan dari thrust block sehingga mengakibatkan terjadinya tegangan pada pelat pelat bagian pondasi mesin tersebut. Kekuatan konstruksi pondasi mesin dianalisa dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH). Beban yang disimulasikan pada konstruksi pondasi mesin meliputi beban dari berat mesin utama sebesar 336.85 kN, H momen yaitu kondisi dimana mesin mendapat gaya searah dari sumbu Z sebesar 55 kN, X momen yaitu kondisi dimana mesin mendapat gaya yang berlawanan dan searah sumbu Z sebesar 43 kN, L momen yaitu kondisi dimana mesin mendapat gaya yang searah dari sumbu X sebesar 18 kN, serta daya dorong kapal sebesar 87.15 kN. Material yang digunakan adalah baja grade A-BKI ASTM A131, Grade AH36 dengan modulus elastisitas sebesar 200 GPa dan poisson ratio sebesar 0,29. Sedangkan rules yang digunakan adalah standart rules dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Dilakukan studi lapangan serta studi literatur untuk mendapatkan data-data yang diperlukan, kemudian melakukan pengolahan data yang dilanjutkan dengan pembuatan model, dalam hal ini pembuatan model dilakukan di salah satu program yang berbasis software elemen hingga. Struktur yang dianalisa dibagi dalam elemen-elemen yang lebih kecil (mesh) dalam jumlah yang berhingga dengan pemberian nilai kondisi batas struktur yang disimulasikan. Dengan simulasi pada metode elemen hingga dapat diketahui karakteristik dan letak tegangan maksimum sebuah struktur berdasarkan simulasi pembebanan. Dari hasil analisa didapatkan hasil tegangan von misses maksimum sebesar 96.2 N/mm2 pada node 36922 atau pada gading nomor 33 pada daerah kamar mesin akibat akumulasi dari thrust block. Hasil analisa yang didapatkan kemudian dibandingkan dengan perhitungan tegangan izin berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia yaitu sebesar 116.36 N/mm2, dimana hasil analisa yang didapat menggunakan program bantu berbasis metode elemen hingga masih dalam ketentuan dari rules Biro Klasifikasi Indonesia. Selain itu, tegangan von misses maksimum yang terjadi masih memenuhi standar faktor keamanan yang ditentukan Biro Klasifikasi Indonesia yaitu harus lebih dari 1, dimana nilai yang didapat yaitu sebesar 2.44. 
Analisa Uji Tarik, Impak dan Mikrografi Baja ST 40 Pengelasan FCAW Posisi 1G Variasi Arus Pengelasan Rasmunanda Saragih
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas, sehingga logam yang disekitar daerah las mengalami perubahan struktur metalurgi, deformasi dan tegangan termal. Di zaman yang semakin maju ini semakin banyak penyambungan antara dua buah pelat baja menggunakan metode pengelasan oleh karena itu diperlukannya informasi penelitian yang mendetail untuk mendapatkan hasil pengelasan yang maksimal sehingga akan terus meningkatkan produktivitas. Dalam proses pengelasan banyak faktor yang mempengaruhi hasil dari pengelasan tersebut. Pada penelitian kali ini penulis meneliti mengenai Pengelasan FCAW dengan 3 variasi kuat arus yaitu 135A, 150A dan 165A dimana material tersebut akan dilakukan pengujian tarik, impak dan mikrografi. Peneliatian ini mendapatkan hasil dimana arus 135A memiliki nilai tengangan rata-rata sebesar 461.42 MPa dan regangan rata-rata sebesar 35.81% dan pada arus 150A mendapatkan nilai tegangan rata-rata sebesar 443.83 MPa dan regangan rata-rata sebesar 27.78% dan pada arus 165A mendapatkan nilai tengangan rata-rata sebesar 460.49 MPa dan regangan rata-rata sebesar 34.47% dimana dapat disimpulakan bahwa arus 135A merupakan arus maksimal untuk melakukan pengelasan pada material ST40 dibuktikan dengan arus 150A yang mendapatkan nilai tegangan regangan yang menurun dari 135A. Pada pengujian tarik 135A mendapatkan nilai uji impak 1.73 J/mm2 dan pada arus 150A mendapatkan nilai uji impak sebesar 1.89 J/mm2 dan pada 165A mendapatkan nilai uji impak sebesar 2 J/mm2 dimana dapat disimpulkan bahwa material 165A merupakan material dengan modulus elastisitas paling kecil dengan tegangan dan hasil uji impaknya yang paling kecil dan besar pada penelitian ini.
Analisa Nilai Thrust Optimum Propeler B4-70, Ka4-70 Dan Au4-59 Pada Kapal Tugboat Pelabuhan Paket-Ii 2x1850hp Dengan Variasi Sudut Rake Menggunakan CFD Gagah Prayogo Wibowo; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.96 KB)

Abstract

Suatu  kapal harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kecepatan dinas (Vs). Hal ini mempunyai arti bahwa kapal haruslah mempunyai rancangan sistem propulsi yang baik. Salah satu komponen utama sistem propulsi adalah alat penggerak (Propeller), pemilihan alat penggerak yang efektif akan mempengaruhi gaya dorong yang dihasilkan kapal tersebut. Adapun aspek dari sitem propulsi itu sendiri ialah Perencanaan desain Propeller. Propeller merupakan salah satu aspek yang wajib direncanakan dengan baik guna mencapai tujuan fungsi kapal dalam hal kecepatan. Kecepatan pada kapal tidak terlepas dari desain propeller yang baik agar mendapatkan gaya dorong (Thrust) optimal yang dihasilkan oleh gerak propeller. Penelitian ini dibuat pada 18 model tipe dari propeler b-series, k-series dan au-series dengan variasi sudut rake dari 00, 30, 60, 90, 120 dan 150.  Perbedaan  model  mengindikasikan nilai thrust,  torque dan efisiensi yang berbeda sehingga penulis menganalisa masing-masing model  agar  dapat  diketahui  model  dengan  thrust  tertinggi  dan  torque  terendah  dengan  bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam penganalisaan yang dilakukan menggunakan software CFD ANSYS CFX 14.0 menunjukkan dari masing-masing model propeller yang di analisa terdapat perbedaan nilai thrust, torque dan efisiensi yang dihasilkan. Dari hasil analisa  model tersebut, nilai thrust tertinggi dihasilkan pada model Propeller Ka4 70 Series dengan sudut rake 60  dengan nilai sebesar 337206 N. Nilai torque terendah dihasilkan pada model Propeller B4 70 Series dengan sudut rake 120 dengan nilai sebesar  40068,80 Nm, dan mendaptkan Nilai efisiensi tertinggi diperoleh pada model propeller B4 70 sudut rake 150  yaitu sebesar 0,61694956.
MODIFIKASI KAPAL IKAN FIBERGLASS MONOHULL MENJADI KATAMARAN UNTUK PERAIRAN PANTAI TELUK PENYU CILACAP Alexcius Benaria Barus; Ari Wibawa BS; Sukanto Jatmiko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain kapal tradisional yang digunakan dalam sektor perikanan di Indonesia kebanyakan adalah kapal dengan satu lambung (monohull). Namun kapal dalam tugas akhir ini direncanakan dengan bentuk lambung Katamaran yang efektif dan efisien dari segi teknis dan juga ekonomis, mengingat kapal tradisional yang beroperasi didaerah perairan cilacap memiliki banyak kerugian dari segi stabilitas kapal dan keselamatan nelayan.  Adanya penelitian ini mengenai modifikasi kapal ikan katamaran diharapkan semakin berkembangnya penangkapan ikan di sekitar Teluk Penyu Cilacap. Dalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu membuat rencana garis dengan software delftship, menganalisa hidrostatik, stabilitas kapal, analisis olah gerak kapal dengan menggunakan sotware perkapalan dan pemilihan peralatan kapal  dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal. Perancangan kapal ikan katamaran ini didapatkan ukuran utama kapal LOA = 10.00 m,  LWL = 9.25 m, T = 0.50 m, H = 0.80 m, B = 3.40 m, Bl = 1.10 m . Dari perhitungan hidrostatik, kapal ikan katamaran  mempunyai displacement = 5.40 ton, Cb = 0.338, LCB = 4.048 m. Pada perhitungan stabilitas, hasil menunjukkan kapal ikan katamaran mempunyai stabilitas yang stabil titik M berada diatas titik G pada semua kondisi. Pada perhitungan olah gerak, kapal ikan katamaran memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck wettnes. Kemudian pada gambar rencana umum, kapal ikan katamaran memiliki Ruang Muat yang dapat menampung ikan hasil tangkapan sekitar 2.44 ton dan peralatan keselamatan. Hambatan yang dialami kapal ikan katamaran 9 knots (efisiensi 75%) sebesar 1,94 kN dan membutuhkan daya mesin induk 16.02 HP.  
Analisa Teknis Kekuatan Kontruksi Akibat Penggantian Alat Tangkap Dan Nilai Ekonomisnya Mora Sombaon Dalimunthe; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.192 KB)

Abstract

Cantrang merupakan salah satu jenis alat tangkap yang umum digunakan di Indonesia, namun berdasarkan peraturan pemerintah nomor: 72/MEN-KP/II/2016 tentang pembatasan penggunaan alat penangkap ikan cantrang di wilayah pengelolaan perikanan negara Indonesia (WPPNRI). Terkhusus didaerah Batang sendiri  mayoritas nelayan menggunakan alat tangkap cantrang, hal ini merupakan masalah yang harus diatasi agar tetap terjaganya produksi ikan di daerah Batang, untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu dilakukan analisa kekuatan dan analisa ekonomis akibat penggantian jenis alat tangkap cantrang ke jenis purse seine. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah meliputi survey langsung dengan nelayan dan galangan kapal ikan daerah Batang. Data yg didapat akan diolah di software Rhinoceros, Maxsuf, Naspat dan Ms. Excel. Hasil dari penelitian analisa penggantian alat tangkap kapal ikan jenis cantrang ke jenis purse seine dari segi kekuatan memanjang kapal bernilai 8,062 MPa, sedangkan kekuatan deck kapal ikan cantrang menjadi kapal ikan purse seine  bernilai 1,270 MPa. Nilai ini masih memenuhi standar kekuatan PKKI yg bernilai maksimum 15 Mpa. Sedangkan untuk analisa ekonomis kapal akibat penggantian jenis alat tangkap mengalami peningkatan pendapatan dan akan balik modal selama 1,5 tahun atau serta 9 kali trip.
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja SS 400 Akibat Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) dengan Variasi Jenis Kampuh dan Posisi Pengelasan Abrar Farhan; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.552 KB)

Abstract

Proses perlakuan panas normalizing dilakukan pada baja SS400 yang merupakan baja tipe low carbon pada variasi suhu pemanasan 900ºC dan 975°C dengan penahan panas 30 menit dengan media pendingin udara. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan mikrografi dari variasi suhu pemanasan dengan menggunakan media pendinginan udara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor suhu pemanasan berpengaruh dalam nilai tarik, nilai tekuk, dan struktur mikrografi spesimen penelitian. Pada spesimen dengan suhu pemanasan 900C° didapatkan nilai kekuatan tarik 397.52 MPa, nilai regangan 40.15% dan nilai modulus elastisitas 10.18 GPa. Sedangkan pada spesimen dengan suhu pemanasan 975°C didapatkan nilai tegangan maksimal 377.78 MPa, nilai regangan sebesar 48.125% dan nilai modulus elastisitas 8.07 GPa. Pada pengujian tekuk spesimen dengan suhu pemanasan 900°C mempunyai nilai tegangan tekuk 515 MPa sedangkan spesimen dengan suhu pemanasan 975°C mempunyai nilai nilai tegangan tekuk 473.7 MPa. Dari hasil pengujian tarik dan tekuk didapatkan bahwa spesimen dengan variasi suhu pemanasan 900°C memiliki nilai kekerasan dan nilai tegangan maksimal lebih besar dari variasi suhu pemanasan 975°C. Pada perlakuan panas normalizing dengan variasi 975°C struktur mikrografinya menunjukkan fasa ferrite lebih dominan, dibandingkan variasi suhu normalizing 900°C
Studi Perbandingan Mesin Outboard Honda GX200 Bahan Bakar Bensin Premium dan Bahan Bakar Elpiji yang Dimodifikasi dengan Konverter Gas pada Kapal Nelayan Tradisional Tanjung Mas Nono, Ferdinand Gerald Bogar; Yudo, Hartono; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.963 KB)

Abstract

Permasalahan energi bagi kelangsungan hidup manusia merupakan masalah pelik yang harus ditanggapi semua negara dunia dewasa ini. Tidak tersedianya cadangan minyak dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang panjang memaksa setiap elemen masyarakat berinovasi menyikapinya. Di Indonesia, melalui Perpres No. 126 tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Elpiji untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil, merupakan bukti nyata usaha pemerintah dalam merespon masalah kelangkaan yang terjadi. Pengunaan BBG Elpiji sebagai pengganti BBM Premium merupakan salah satu usaha intensifikasi untuk mengurangi angka ketergantungan nelayan pada BBM Premium. Di samping harganya yang murah, pembakaran yang dihasilkan BBG Elpiji jauh lebih baik dibandingkan BBM Premium sehingga bisa menekan biaya operasional tanpa mengurangi jumlah hasil tangkapan. Penelitian ini melalui 2 tahap pengujian, yakni pengujian tanpa beban yang dilakukan di Laboratorium BBPI Semarang dan pengujian dengan beban yang dilakukan kolam pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan menggunakan mesin outboard Yamaha MZ200 6,5 PK. Beban yang dimaksud adalah tahanan kapal uji serta 3 buah propeller uji sebagai variabel terikat. Hasil dari penelitian ini adalah pada pengujian tanpa beban, untuk RPM tinggi (3200) konsumsi BBM Premium jauh lebih tinggi dibandingan BBG Elpiji yakni 0,511 Kg/Jam untuk BBM Premium dan 0,373 Kg/Jam untuk BBG Elpiji. Propeller yang dianjurkan bagi nelayan adalah tipe 4-5 di mana propeller tipe ini terbukti lebih ekonomis saat menggunakan BBG Elpiji dengan selisih mencapai Rp.3.866,00 selama 4 jam pemakaian mesin.

Page 2 of 80 | Total Record : 797