cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
DESAIN STRUKTUR DAN ANALISA KARAKTERISTIK KEKUATAN BUCKLING PADA SWEDGEFRAME PRESSURE HULL DENGAN MENGGUNAKANFINITE ELEMENT ANALYSIS Eli Akim Sipayung; Ahmad Fauzan Zakki; Sarjito JokoSisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.955 KB)

Abstract

Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air, umumnya digunakan untuk tujuan dan kepentingan militer. Namun seiring dengan berkembangnya industry lepas pantai beberapa tipe kapal selam dapat digunakan untuk kepentingan suplay, perawatan pada  bangunan lepas pantai dan penelitian. Secara umum, struktur kapal selam terdiri dari dua lambung yaitu lambung luar yang mana lebih difokuskan terhadap pengaruh beban-beban hidristatik sehingga biasa disebut hydrodynamic hull, dan lambung dalam yang mana bagian ini berfungsi untuk menahan tekanan hidrostatik pada saat kapal dalam kondisi menyelam. Penelitian ini membahas tentang desain dan analisa kekuatan inner hull kapal selam yang menggunakan swedge frame sehingga nanti dapat disimpulkan hasilnya.   Penelitian ini menganalisa  pressure hull dengan variasi kedalaman (100 meter, 300 meter, dan 500 meter), ketebalan pelat yang digunakan 35 mm, dan ukuran profil T yang digunakan. Pembuatan model dikerjakan di software FEM, dan buckling analysis akan dilakukan menggunakan software.Dari hasil analisa, untuk kedalaman 100 meter kapal selam yang menggunakan konstruksi sewdge frame mendapat tekanan sebesar 1.02 x 106 Pascal. Dihasilkan Buckling Load Factor sebesar 1,19081. Dari hasil analisa, didapatkan bahwa hasil keseluruhan Buckling Load Factor (eigenvalue) adalah > 1. Berdasarkan validasi dari Practical Aspects of Finite Element Simulation, bahwa struktur yang Buckling Load Factornya > 1 maka struktur tersebut dalam keadaan aman
Pengaruh Viskositas Oli Sebagai Media Pendingin Pada Hasil Pengelasan Alumunnium 5083 Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Mikrografi Gerry Eka Aprilianto; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi.S
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pengelasan ada banyak faktor yang memengaruhi hasil lasan tersebut, salah satunya adalah media yang digunakan sebagai media pendingin.Dalam penelitian kali ini bertujuan unutuk mengetahui pengaruh viskositas oli sebagai media pendingin pada hasil pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) alumunium 5083 terhadap kekuatan tarik,harga impak,dan sruktur mikrografinya.Hasil penelitian menunjukkan kekuatan tarik terbesar didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 sebesar 223,01 MPa,sedangkan regangan terbesarnya didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 yaitu sebesar 17,33%,kekuatan impak terbesar didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 sebesar 0,23 J/mm²,dari struktur mikronya juga terlihat komposisi ferit dan perlit yang menunjukkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 memiliki komposisi ferit yang lebih banyak sehingga hasil pengelasannya lebih ulet,sedangkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 memiliki komposisi perlit yang lebih banyak sehingga hasil pengelasannya lebih kaku. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 memiliki kekuatan tarik yang lebih baik disusul oli SAE 40,SAE140,sedangkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 memiliki nilai regangan dan kekuatan impak yang lebih baik disusul dengan oli SAE 40, SAE 90 pendingin,oli adalah media pendingin yang sering digunakan tetapi dalam penggunaannya jarang diperhatikan viskositas oli.
SEGI DELAPANDESAIN KONVERTER GELOMBANG BENTUK SEGI DELAPAN SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK DI PERAIRAN LAUT JAWA Muhammad Sidiq; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.766 KB)

Abstract

Ketergantungan manusia terhadap energi untuk memenuhi kebutuhan hidup semakin banyak. Sumber energi yang di hasilkan semakin lama akan berkurang, oleh sebab itu perlu adanya suatu sumber energi alternatif untuk mengatasi kekurangan sumber energi. Indonesiasebagai negara maritim, dimana sebagian besar  wilayah berupa perairan, memiliki potensi yang amat besar untuk memanfaatkan wilayah perairannya sebagai sumber energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Wave Energy Converter adalah alat yang memanfaatkan gelombang laut untuk menghasilkan arus listrik. Wave Energy Converter yang didesain pada penelitian ini adalah tipe heaving device yang menggunakan prinsip gerak osilasi (naik – turun) gelombang untuk menghasilkan energi. Dalam penelitian ini, dilakukan sebuah studi desain konverter gelombang berbentuk segi delapan dengan prinsip heaving device untuk dimanfaatkan di perairan Laut Jawa. Suatu model segi delapan dengan tinggi maksimal 60 cm dan lebar maksimal 50 cm sebagai objek penelitian, dianalisa dengan variabel beban untuk mendapatkan nilai heaving terbesar. Konverter dianalisa dalam keadaan tanpa beban, diisi beban 10 kg, diisi 20 kg, diisi 30 kg. Konverter yang memiliki nilai amplitudo terbesar adalah konverter segi delapan yang diisi dengan beban 30 kg yang beroperasi pada gelombang 0,8 m dengan amplitudo 0,589 m. Konverter yang memiliki nilai kecepatan heaving terbesar adalah konverter segi delapan tanpa beban yang beroperasi pada gelombang 0,8 m dengan kecepatan 0,9486 m/s. Konverter yang memiliki nilai percepatan heaving terbesar adalah konverter segi delapan tanpa beban yang beroperasi pada gelombang 0,8 m dengan nilai percepatan 5,32 m/s2. Konverter segi delapan yang memiliki nilai frekuensi heaving terbesar adalah konverter tanpa beban yang beroperasi pada gelombang 0,2 m dengan nilai frekuensi 0,422 Hz. Konverter segi delapan yang memiliki nilai force heaving terbesar adalah konverter dengan beban 30 kg  dengan nilai gaya 912.6 N.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Segitiga Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Aep Supirman; Eko Sasmito Hadi; Ari Wibawa B.S
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.971 KB)

Abstract

Heaving  plate adalah pelat horizontal yang terpasang di bagian bawah bangunan apung. Pelat tersebut memberikan tambahan massa yang dapat meningkatkan periode heaving natural dari bangunan apung dan menggerakkannya keluar rentang frekuensi gelombang. Tongkang adalah suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung. Seakeeping adalah gerakan kapal yang dipengaruhi oleh gaya-gaya luar yang disebabkan oleh kondisi air laut. Seakeeping dibedakan menjadi 3 yaitu Heaving, Pitching, Rolling. dalam penelitian ini akan dibuat 5 model heaving plate segitiga dengan variasi spar, muatan dan gelombang. Kemudian diukur dari setiap model yang menggunakan mikrokontroller berbasis wireless. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai olah gerak dari variasi heaving plate, spar, muatan dan gelombang menggunakan pengukuran mikrokontroller berbasis wireless, selain itu penelitian ini juga diharapkan untuk mendapatkan nilai beban heaving pada ponton akibat aliran gelombang yang diberikan. penelitian ini menggunakan alat berupa adruino untuk microcontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tingi gelombang sensor MPU unuk mngetahui olah gerak, load cell untuk mengukur beban yang di hasilkan, dan menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari adruino ke komputer. Nilai olah gerak ponton maksimal yang di hasilkan adalah pitching 15°, rolling 4°, heaving 25 mm, dan beban sebesar 67,1gr.
Analisa Stabilitas Kapal Perintis 500 DWT Setelah Penambahan Variasi Posisi Sudut dan Lebar Bilga Keel Maria Listyo Yulianti; Imam Pujo Mulyatno; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.88 KB)

Abstract

Stabilitas kapal adalah kemampuan kapal untuk kembali keposisi semula setelah mengalami oleng. Stabilitas merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan dan pengoperasian kapal, karena stabilitas dapat berpengaruh pada keselamatan penumpang, muatan dan kapal itu sendiri. Salah satu  appendage kapal yang berkaitan dengan stabilitas kapal adalah bilga keel. Dalam penelitian ini, akan dianalisa pengaruh penambahan bilga keel dengan penempatan posisi sudut dan lebar yang terbaik pada stabilitas kapal dan menghitung periode oleng yang memenihi kriteria pada kapal penumpang barang. Metode penelitian ini adalah dengan menganalisa data yang ada menggunakan Software Maxsurf Stability. Setelah dilakukan perhitungan analisa stabilitas kapal perintis 500 DWT, maka didapatkan hasil penambahan variasi posisi sudut dan lebar bilga keel pada kondisi kritis yaitu saat  muatan penuh dan muatan kosong, dan model 3 adalah model dengan posisi sudut penempatan pada 0,5 R daan lebar 50 cm dinilai memiliki pengaruh untuk memperbaiki stabilitas kapal. Model 3 pada muatan penuh memiliki nilai GZ 0,758 m dan pada kondisi muatan kosong 0,857 m. Periode oleng yang dihasilkan oleh semua model kapal pada 10 kondisi stabilitas yang dianalisa dinyatakan memenuhi standar periode oleng menurut IMO untuk kapal penumpang barang yaitu 10,5 sampai 14,5 detik, dan model 3 memiliki rata-rata periode oleng yang paling kecil yaitu sekitar 14 detik.
ANALISA STRUKTUR KONTRUKSI GELADAK AKIBAT PENAMBAHAN DECK CRANE PADA LANDING CRAFT TANK 1500DWT BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA Raendi Meivando Gea; Ahmad Fauzan Zakki; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.145 KB)

Abstract

Pada umumnya landing craft tank tidak memiliki deck crane atau fasilitas bongkar muat sendiri seperti crane, namun dikarenakan kebutuhan yang sangat tinggi sehingga LCT tersebut harus memiliki fungsi lebih (multifungsi) seperti penambahan deck crane, sehingga kapal tersebut tidak hanya digunakan untuk mengangkat alat-alat berat saja. Dalam kaitannya dengan penambahan crane tersebut, maka perlu diadakan analisa pengaruh penambahan deck crane terhadap kekuatan deck  yang dibebani oleh crane tersebut. Hal ini pula yang mendasari penulis melakukan analisa kekuatan terhadap deck yang mengalami pembebanan crane. Untuk membantu penulis dalam menganalisa kekuatan kontruksi akibat penambahan deck crane pada LCT, penulis menggunakan alat bantu software yang berbasis metode elemen hingga. Hasil analisa menggunakan software Msc. Patran dan Msc. Nastran menunjukkan hasil tegangan maksimum von mises sebesar 264 MPa. Dan berdasarkan pengecekan terhadap tegangan izin bahan, hasil analisa menunjukkan bahwa sistem tersebut dinyatakan kuat menahan beban maksimum operasional crane.
Pengaruh Modifikasi Kapal LCT (Landing Craft Tank) Menjadi Kapal Ferry Terhadap Performa Kapal Muhammad Rahmat Darmawan; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.945 KB)

Abstract

Upaya untuk mencukupi ketersediaan armada angkutan penyebrangan selain memproduksi kapal baru adalah melakukan modifikasi terhadap kapal LCT menjadi jenis kapal ferry. Faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan serta pelaksanaannya yaitu bagaimana pengaruh modifkasi tersebut terhadap performa kapal yang dinilai berdasarkan aspek stabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai intact stability dan damage stability pada kondisi kapal sebelum dan sesudah dimodifikasi. Hasil analisis intact stability kapal sebelum dan setelah modifikasi telah memenuhi kriteria pada beberapa kondisi load case dengan nilai sudut maksimal GZ tidak kurang dari atau sama dengan 250. Hasil perhitungan analisis damage stability kapal sebelum modifikasi diperoleh nilai Index A sebesar 0.872006 dan nilai Index R  sebesar 0.490257. Sedangkan untuk kapal setelah modifikasi diperoleh 0.992875 untuk nilai Index A dan 0.692279untuk nilai Index R. Hasil tersebut telah memenuhi standar kriteria yang disyaratkan yaitu Index A lebih besar dari Index R (A>R) dengan menggunakan metode pendekatan probabilistik. Hasil penelitian ini, baik intact stability maupun damage stability telah memenuhi ketentuan serta kriteria yang berlaku menurut IMO MSC. 267 (85) dan SOLAS.
ANALISA UNJUK KERJA DESAIN SISTEM REFRIGERASI KOMPRESI UAP PADA KAPAL IKAN UKURAN 5 GT DI WILAYAH REMBANG Gritis Al hasbi MM; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.711 KB)

Abstract

Proses pendinginan atau refrigerasi merupakan proses yang penting untuk menjaga kualitas daging hasil tangkapan. Metode pendinginan yang saat ini diterapkan oleh mayoritas nelayan dengan ukuran kapal 5 GT di wilayah Rembang masih menggunakan cara konvensional (balok es) yang membawa kerugian tersendiri terhadap operasional dan kualitas daging hasil tangkap. Nelayan Rembang menjadikan kepiting rajungan (portunus pelagicus) sebagai tangkapan utama mereka, karena produk ini merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai jual tinggi maka perlu mendapatkan penanganan secara khusus bila dibandingkan dengan komoditas hasil tangkap lainya. Oleh karena itu Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) melakukan suatu rancangan sistem Refrigerasi Kompresi uap pada kapal ikan ukuran 5 GT dengan hasil tangkapan yaitu kepiting rajungan yang bertujuan untuk menggantikan sistem pendinginan sebelumnya (balok es) dan menjaga kualitas daging setelah ditangkap. Jenis refrigeran yang dipakai pada sistem ini adalah R-134a. Berdasarkan analisa unjuk kerja sistem refrigerasi pada penelitian ini diperoleh nilai koefisien prestasi / coefficient of performance (COP) = 3,24 dari nilai ini disimpulan bahwa sistem memiliki nilai COP˃1 yang artinya sistem ini memiliki effisiensi kerja yang baik. Kemudian diperoleh nilai kapasitas tiap komponen pada sistem sebagai berikut: (Kompresor=39,93 kJ/kg), (Kondensor=-168,73 kJ/kg), (Unit ekspansi=261,164 kJ/kg), dan (Evaporator=128,8 kJ/kg). Serta diketahui bahwa keberhasilan perancangan sistem refrigerasi untuk menggantikan sistem pendingin yang lama pada palka I adalah 40,7 %, dan pada palka II adalah 33 %.
Analisa Teknik Penggunaan Serat Pandan Wangi Dan Serat Ampas Tebu Dengan Filler Serbuk Gergaji Kayu Bahan Komposit Pembuatan Kulit Kapal Di Tinjau Dari Kekuatan Lentur Dan Tekan Alexander Martua Napitupulu; Hartono Yudo; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.677 KB)

Abstract

Pemanfaatan serat pandan wangi sebagai serat penguat material komposit akan mempunyai arti yang sangat penting yaitu dari segi pemanfaaatan yang belum dioptimalkan dari segi ekonomi dan pemanfaatan hasil olahannya. Serat ampas tebu (baggase) merupakan limbah organik yang banyak dihasilkan di pabrik-pabrik pengolahan gula tebu di Indonesia. Material kapal kayu yang digunakan baik untuk konstruksi, non konstruksi maupun untuk keperluan lain diperlukan.pemilihan jenis kayu yang tepat. Pada penelitian ini menggunakan metode hand lay up dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 60% matriks polyester dan 40% serat pandan wangi, komposit serat kayu gergaji dan serat tebu. serat pandan wangi, komposit serat kayu gergaji dan serat tebu dengan volume 10%S.Tebu,10%S.Kayu,40%S.Pandan mempunyai Nilai rata-rata kuat tekan per variasi sebesar 41,70 N/mm2 dan memiliki nilai tertinggi sebesar 42,07 N/mm² dan mempunyai rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 3143,10 N/mm2,nilai uji impact tertinggi volume 10% S.Tebu,10%S.Kayu,40%S.Pandan mempunyai energi impak rata-rata sebesar 6,30 joule dengan nilai tertinggi sebesar 10,8 joule. volume 20%S.Tebu,20%S.Kayu,20% S.Pandan mempunyai keuletan rata-rata sebesar 0,038 J/mm². semakin panjang serat maka kekakuan kayu komposit semakin naik. Menaikkan kekakuan berarti modulus flexure meningkat. Pemakaian filler serbuk kayu gergaji 10% berfungsi membatasi pergerakan matrik polyester ketika komposit diberikan bending atau impak sehingga regangannya kecil.
ANALISA PERBANDINGAN PROPELLER KAPAL SELAM TIPE B-SERIES DAN AU- OUTLINE GAWN SERIES PADA KAPAL SELAM MIDGET TYPE 150M UNTUK MENGOPTIMALKAN KINERJA KAPAL SELAM DENGAN METODE CFD Insanu Abdilla Cendikia Abar; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.346 KB)

Abstract

Baling – baling pada kapal selam membutuhkan beberapa kriteria khusus yaitu baling – baling yang dapat memberikan gaya dorongan besar dengan kebisingan yang rendah. Maka desain baling – baling harus memiliki nilai thrust besar, nilai tekanan rendah, dan aliran baling-baling yang halus. Penelitian ini membandingkan 4 jenis baling -  baling yaitu B-7 series, B - 8 series, Au – 7 Outline Gawn Series dan Au – 8 Outline Gawn series dengan membedakan beberapa aspek yaitu diameter, jumlah daun, sudut skew, dan pitch. Sehingga didapatkan jenis baling – baling yang optimum untuk kapal selam midget type 150m dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD,  kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu  bentuk aliran, nilai thrust dan nilai pressure yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari keempat model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B – 8 Series pada Rpm 500 dengan nilai thrust 25481 N, nilai torque 3927 N m, nilai rata-rata pressure 10608,92 Pa dan aliran turbulensi dengan nilai kecepatan aliran rata - rata dibawah 14,33 m/s. 

Page 5 of 80 | Total Record : 797