cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISA TEKNIS BAMBU LAMINASI SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI KAPAL PERIKANAN Sahat Nico Juan Varian Sibarani; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara maritim dengan potensi industri maritim dan sumber daya laut yang sangat besar. Hal ini terkendala dari sarana berupa kapal ikan, baik dalam jumlah serta peralatan atau teknologi yang digunakan. Kapal kayu banyak digunakan di Indonesia karena bahan bakunya banyak tersedia dan mudah ditemukan di Indonesia. Meskipun potensi kayu sebagai bahan konstruksi kapal masih banyak tersedia, pertimbangan efisiensi dan penghematan penggunaan kayu harus dilakukan. Salah satu alternatif material pengganti kayu adalah menggunakan bambu betung/petung dengan teknologi laminasi. Dalam penelitian ini pertama dilakukan mendapatakan syarat kapal kayu dengan mengacu BKI Kapal Kayu 1996. Dilanjutkan pembuatan bambu laminasi, dimana bambu betung melalui proses pemotongan, moulding, multirib, pengawetan, pengovenan, pemberian perekat dan pengempaan. Untuk mengetahui sifat fisik bambu dilakukan uji kadar air dan kerapatan. Untuk mengetahui sifat mekanik bambu laminasi dilakukan uji tarik bambu bilah, uji tekan sejajar serat bambu utuh dan uji lentur untuk spesimen balok lunas, gading, kulit dan geladak. Dalam pengujian ini digunakan standar ISO 22157-1-2004 dan untuk uji lentur dilakukan dengan pembebanan 2 titik. Dari hasil uji lentur dilakukan analisa keteguhan lentur mutlak kemudian dibandingkan dengan kekuatan yang diijinkan bahan kayu dalam BKI Kapal Kayu 1996. Berdasarkan hasil pengujian bambu memiliki kadar air rata-rata 12,62 % , kerapatan rata-rata 0,91 gr/cm3, kuat tarik sejajar rata-rata 63,6 MPa,dan kuat tekan sejajar serat  rata-rata 19,25 MPA dengan MOE tekan rata-rata 16,81 MPa. Untuk balok lunas MOR rata-rata 7,68 Mpa dan MOE rata-rata 2715,69 MPa, gading memiliki MOR rata-rata 73,61 Mpa dan MOE rata-rata 34625,96 Mpa dan kulit dan geladak memiliki MOR rata-rata 256,16 Mpa dan MOE rata-rata 19895.43 MPa . Hasil pengujian lentur untuk gading, kulit dan geladak memenuhi keteguhan lentur mutlak dari BKI Kapal Kayu 1996, namun tidak demikian untuk balok lunas
Analisa Pengaruh Variasi Geometri Lunas Bilga Terhadap Olah Gerak dan Hambatan kapal Tradisional di Danau Toba Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic rajagukguk, mangatas yohannes; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia dan menggunakan kapal sebagai salah satu transportasi penting sebagai penghubung , kapal-kapal di Danau Toba umumnya mempunya olah gerak yang kurang baik , sehingga diperlukannya tambahan pada lambung kapal untuk memperbaiki olah gerak kapal di Danau Toba yaitu dengan penambahan lunas bilga , dan kapal yang diteliti adalah kapal penumpang tradisional KM. Horas Ronita Nainggolan , lunas bilga adalah sayap atau sirip yang tidak bergerak yang di pasang pada kelengkungan bilga di kedua sisi kapal. Lunas ini merupakan alat untuk menahan gerak oleng kapal dimana fungsinya sebagai alat penambah stabilitas kapal. Pemasangan lunas bilga harus di tempatkan sejauh mungkin dari sumbu oleng dan mengarah kearah atau sejajar sumbu tersebut,  dengan adanya penambahan lunas bilga ini akan memperbaiki gerakan kapal dengan persentasi model original terhadap setiap model pemasangan lunas dengan heaving sebesar 90,058 % , nilai pitching sebesar 80,12% , dan rolling 44,56 % , tetapi dengan penambahan lunas bilga akan menambah nilai hambatan kapal, persentasi nilai terbesar setiap model dengan model original terhadap hambatan total sebesar 9,436%, hambatan gelombang sebesar 13,10%, dan hambatan viskositas sebesar 5,16%  di Danau Toba, dan lunas bilga yang digunakan pada penelitian ini adalah bentuk segitiga, dan dapat diaplikasikan pada kapal , dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat di Danau Toba.
PERANCANGAN KAPAL IKAN MINI PURSE SEINE DISPLACEMENT 11 TON TIPE KATAMARAN MENGGUNAKAN BAHAN PIPA PVC Heru Ayo Subandi; Kiryanto Kiryanto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.154 KB)

Abstract

Seperti kita ketahui, kapal perikanan di Indonesia sebagian besar menggunakan bahan baku kayu. Kayu yang digunakan memiliki syarat tertentu, seperti tahan terhadap binatang laut, memiliki kekutan yang cukup, tahan terhadap air biasanya telah berumur tua dan memiliki ukuran yang panjang. Saat ini bahan kayu untuk pembuatan kapal semakin berkurang dan sulit untuk didapatkan. Dalam waktu jangka panjang penebangan kayu untuk pembuatan kapal dapat merusak kelestarian lingkungan. Diperlukan bahan alternatif lain yang digunakan untuk pembuatan kapal perikanan. Kapal ikan yang menggunakan bahan fiber mempunyai harga yang relatif mahal, sedangkan kapal ikan menggunakan bahan baja tidak efektif untuk ukuran kapal yang kecil. Alternatif bahan lain yang digunakan adalah menggunakan pipa polyvinyl chloride (PVC) sebagai lambung kapal. Penggunaan bahan pipa PVC diharapkan mampu mengantikan bahan baku dari kayu karena mempunyai beberapa kelebihan dan pada akhirnya dapat menciptakan kapal ikan alternatif untuk nelayan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untul merancang kapal ikan katamaran dengan lambung menggunakan bahan pipa PVC dan mengetahui karakteristiknya meliputi stabilitas, olah gerak dan hambatan.     Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat renacana garis dan rencana umum. Selanjutnya yaitu melakukan analisa terhadap model kapal yang sudah dibuat meliputi analisa hidrostatik, hambatan kapal, stabilitas kapal dan olah gerak kapal serta dilakukan perhitungan jaring purse seini dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan. Daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal. Dari hasil hidrostatik, letak titik bouyancy terletak dibelakang midship kapal sejauh -0.707 m dan displacement 11,91 ton.  Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan nilai GZ terbesar dan periode oleng tercepat terjadi pada saat kapal dengan muatan kosong tan dan hanya membawa es Pada tinjauan olah gerak, kapal penangkap ikan memiliki olah gerak yang baik terbukti dengan tidak terjadinya deck wetness.
Analisis Stabilitas (Intact, Damage Stability) Kapal Landing Craft Tank (LCT) dikonversi menjadi Livestock Carrier (Kapal Ternak) Aulia Faradilla Adi; Wilma Amiruddin; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.646 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank (LCT) dilarang digunakan untuk angkutan penyeberangan sehingga diperlukan perubahan fungsi dari kapal tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan konversi kapal LCT menjadi Livestock Carrier (Kapal Ternak) dikarenakan menurut sejumlah data bahwa kebutuhan konsumsi ternak yang meningkat. Penelitian ini menganalisis stabilitas (intact dan damage stability) kapal sebelum konversi (LCT) dan kapal setelah konversi (Kapal Ternak). Penelitian ini dilakukan menggunakan software model 3D dan software stability pada saat kapal muatan penuh dan kapal muatan kosong dengan beberapa kondisi loadcase. Hasilnya menunjukkan kapal LCT maupun kapal ternak memenuhi kriteria intact stability dan damage stability sesuai dengan peraturan IMOMSC.267(85), AMSA, Marine Order 43, IMO MSC.281 (85) dan IMO MSC.216 (82).
Analisa Teknis Dan Investasi Kapal Perikanan Dengan Alat Tangkap Purse Seine 110 Gt Di Daerah Juwana Rosita, Ila; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.578 KB)

Abstract

Industri galangan kapal di daerah Juwana,Pati saat ini mengalami perkembangan yang pesat dikarenakan tingkat investasi sebuah kapal perikanan di daerah Juwana yang sangat menguntungkan. Oleh karena itu dibutuhkan analisa lebih lanjut untuk membantu pengembangan ini. Dalam analisa ini dilakukan perhitungan besarnya biaya investasi yang harus dikeluarkan investor untuk kepemilikan kapal perikanan berukuran 100 GT. Hasil dari analisa perbandingan antara KMN. Putra Usaha Barokah 03 memiliki stabilitas pada kondisi IV sudut GZ Maxsimum (36 deg)  dan KMN. Jasa Mina Sejati memiliki stabilitas pada kondisi IV sudut GZ Maxsimum (33 deg) sedangkan pada analisa stabilitas kondisi I,II dan III didapat hasil KMN. Jasa Mina Sejati memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan KMN. Putra Usaha Barokah 03. Sedangkan perbandingan hambatan kedua kapal memperoleh hasil bahwa pada kecepatan 9 knots KMN. Putra Usa Barokah 03 untuk menempuh kecepatan maksimum sebesar 28,1 kN dan membutuhkan daya mesin sebesar 174,664 HP dan KMN. Jasa Mina Sejati menempuh kecepatan maksimum sebesar 19,4 kN dan membutuhkan daya mesin sebesar 120,545 HP, pada olah gerak kedua kapal memiliki hasil yang telah memenuhi kriteria penerimaan olah gerak kapal, sedangkan pada perbandingan analisa investasi KMN. Putra Usaha BAROKAH 03 akan mengalami balik modal selama 3,1 tahun dan KMN. Jasa Mina Sejati akan mengalami balik modal pada 3,5 tahun kapal melakukan trip.
ANALISA HAMBATAN TOTAL DAN LIFT FORCE PADA KAPAL CREW BOAT Fahmi Fernando Yuliansyah; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.142 KB)

Abstract

Hambatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi dalam perancangan sebuah kapal. Kapal dengan bentuk spray rail yang baik akan memberikan efisiensi hambatan yang dihasilkan sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik dan efisien pula. Perhitungan nilai hambatan kapal saat beroperasi juga penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida dan besarnya kecepatan kapal yang dimiliki dan akhirnya berpengaruh pada nilai ekonomis suatu kapal pada saat beroperasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk spray rail yang menghasilkan hambatan total paling kecil dan lift force yang bagus dengan menggunakan program computational fluid dynamic (CFD).Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program computer berbasis CFD untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian, CFD itu sendiri adalah merupakan ilmu sains dalam penentuan penyelesaian numerik dinamika fluida. Pada dasarnya, persamaan-persamaan pada fluida dibangun dan dianalisis berdasarkan persamaan-persamaan diferensial parsial (PDE = Partial differential Equation) yang merepresentasikan hukum-hukum konservasi massa, momentum dan energi.Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan nilai hambatan menggunakan CFD untuk berbagai variasi bentuk spray rail. Nilai hambatan total terkecil pada kondisi  menggunakan kecepatan 27 Knot adalah 531,252 KN dengan menggunakan model asli tanpa menggunakan spray rail. Kemudian Nilai hambatan total terkecil pada kondisi menggunakan kecepatan 27 Knot adalah 501,067 KN dengan menggunakan model 2
Studi Perancangan Senta Sisi (Side Stringer) dengan Mempertimbangkan Jarak Antar Senta Sisi (Side Stringer) dan Dimensi Profil pada Kapal General Cargo 6000 DWT Pangestu, Naufal; Yudo, Hartono; Iqbal, Muhammad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan konstruksi kapal merupakan hal terpenting dalam sebuah fase perancangan kapal tersebut. Karena perencanaan konstruksi memberikan data perhitungan kekuatan struktur konstruksi kapal yang merupakan aspek teknis yang dapat berpengaruh terhadap keselamatan kapal pada berbagai kondisi gelombang saat operasional kapal tersebut berjalan. Salah satu bagian terpenting dalam sebuah konstruksi kapal adalah lambung. Pada bagian ini terdapat penegar yang mendukung kekuatan memanjang suatu kapal yaitu senta sisi. Dalam peraturan klasifikasi, terutama BKI tidak ditemukan peraturan secara jelas tentang pemasangan serta jumlah senta sisi dalam perancangan. Dari permasalahan tersebut, maka dilakukan percobaan dengan melakukan perubahan jumlah senta sisi  agar didapatkan desain konstruksi yang efisien dari segi teknis dan ekonomisnya. Variasi dalam penelitian ini yaitu mengurangi dan menambah jumlah senta sisi, dari dua menjadi satu senta sisi kemudian dari dua menjadi tiga senta sisi dan variasi profil yang digunakan berdasarkan perhitungan modulusnya.. Kemudian membandingkan hasil tegangan maksimum yang diperoleh pada tiap kondisi pada perairan Atlantik Utara. Permodelan dan analisa kekuatan dilakukan dengan menggunakan finite element software. Dari aspek teknis dengan semua variasi yang dilakukan, didapatkan tegangan maksimal yang memenuhi standar BKI. Kemudian pertimbangan dari aspek ekonomis, dipilihlah desain konstruksi satu senta sisi dengan ukuran profil T 400 x 7 + FP 270 x 8 dengan hasil tegangan maksimal 22,7 N/mm2 pada kondisi flat, 141 N/mm2 pada kondisi sagging dan 132 N/mm2 pada kondisi hogging.
ANALISA KEKUATAN SPREAD MOORING PADA SISTEM TAMBAT FDPSO BERBENTUK SILINDER DI PERAIRAN LEPAS PANTAI BARAT NATUNA-INDONESIA MENGGUNAKAN FEM Ahmad Fauzan; Hartono Yudo; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.114 KB)

Abstract

FDPSO didesain untuk melakukan proses produksi migas dan sekaligus menyimpannya di dalam tangki-tangki pada lambungnya sebelum produk tersebut ditransfer ke kapal-kapal tanker untuk didistribusikan ke pasaran. Namun dalam proses pengoprasiannya FDPSO memerlukan suatu system tambat (mooring system) yang bertujuan untuk mengikat FDPSO agar tetap diam pada posisi awalnya. Penelitian ini menganalisa kekuatan hooke yang menghubungkan antara badan kapal dan mooring system dengan 3 variasi jumlah hooke yaitu 15 hooke dengan diameter 0,137 m, 15 hooke dengan diameter 0,0274 m, dan 3 hooke dengan diameter 0,685 m sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada hooke tersebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM). Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tegangan dari ketiga permodelan tersebut. Untuk model yang menggunakan 15 mooring dengan ukuran yang sesuai perhitungan, nilai tegangannya sebesar 6,32 x 108 Pa dengan deformasi sebesar 0,102 cm dari arah selatan. Untuk model yang menggunakan 15 mooring dengan ukuran lima kali lebih kecil dari perhitungan, nilai tegangannya sebesar 1,32 x 109 Pa dengan deformasi sebesar 0,217 cm dari arah selatan. Sedangkan untuk model yang menggunakan 3 mooring, nilai tegangannya sebesar 1,28 x 108 Pa dengan deformasi sebesar 0,0491 cm dari arah utara
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN STERN FLAP PADA PERFORMA KAPAL CEPAT 60 M Sinaga, Ebin Ezer; Manik, Parlindungan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulasi dari International Maritime Organization (IMO) tentang efisiensi energi menyebabkan design kapal harus memiliki hambatan sekecil mungkin agar konsumsi bahan bakar juga rendah. Beberapa modifikasi bentuk lambung kapal telah dikembangkan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik sehingga dalam penggunaannya lebih efisien.  Stern flap merupakan modifikasi bentuk lambung berupa penambahan appendage pada bagian transom bawah kapal. Aplikasi penggunaan stern flap dapat memperbaiki olah gerak kapal yang terlalu berat di belakang sehingga menyebabkan kapal memiliki kecenderungan trim buritan, meningkatkan kerja hidrodinamik dan  mengurangi hambatan yang bekerja saat kapal beroperasi. Penelitian ini menganalisa pengaruh penambahan appendage pada buritan berupa stern flap terhadap performa kapal cepat dengan menggunakan program computer berbasis Computation Fluid Dynamic (CFD. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil analisa model asli yaitu  tanpa penambahan flap  dengan variasi penambahan flap pada buritan kapal. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan peningkatan performa  kapal untuk setiap variasi stern flap dibandingkan dengan model asli. Model flap V dengan panjang flap 2% LPP dan Trailling Edge Down (TED) angle sebesar 90 merupakan variasi paling bagus. Nilai hambatan total pada setiap kecepatannya mengalami penurunan yang lebih baik dibanding model lain. Hambatan total kapal diperkecil hingga 5,53 %.
Analisa Beban Muatan Maksimum Yang Diperbolehkan Untuk Keselamatan Penumpang Pada Kapal Kharisma Jaya Anggit Andilala; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.862 KB)

Abstract

Kharisma Jaya merupakan kapal tradisional yang digunakan untuk penyebrangan wisatawan diperairan Teluk Penyu – Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah, kapal ini dibuat secara tradisional dan dirancang dengan cadik sebagai penyeimbang, dalam pengoprasiannya sering dimuati melebihi kapasitas yang ditentukan dinas terkait yang dapat membahayakan wisatawan yang akan menyebrang, sehingga faktor teknis kapal seperti stabilitas dan olah gerak menhjadi penting untuk dianalisa guna mencagah kecelakaan yang disebabkan karena kelebihan muatan, untuk menentukan beban muatan maksimal yang dapat dimuat kapal. Perhitungan stabilitas kapal menggunakan standar yang ditetapkan oleh IMO (International Maritim Organization). Dalam perhitungan stabilitasnya, dianalisa dengan cadik dan tanpa cadik. Analisa dengan cadik menunjukan hasil muatan 16,18, 20 penumpang masih memenuhi standar IMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3 - design criteria applicable to all ships. Analisa tanpa cadik menghasilkan batas maksimal muatan yang dapat di muat adalah 8 penumpang. Olah gerak kapal dianalisa untuk memperlihatkan gerakan heaving, rolling dan pitching kapal pada saat kondisi beroperasi (Vs = 8 knots) ditinjau dari berbagai sudut masuk gelombang dan ketinggian gelombang sebesar 0,6 meter, dengan hasil  RMS Roll  kapal memiliki nilai terbesar pada head wave dari arah beam (90o), dengan nilai RMS Roll terbesar yaitu 1.94 deg dan RMS Pitch kapal memiliki nilai terbesar pada head wave dari arah head (0o), dengan nilai RMS Pitch terbesar yaitu 0.83 deg yang masih memenuhi Kriteria yang ditetapkan oleh Tello, 2009.

Page 3 of 80 | Total Record : 797