cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
PERANCANGAN KAPAL GENERAL CARGO 3292 DWT RUTE PELAYARAN “JAKARTA-HONGKONG” Heri Triyanto; Berlian Arswendo Adietya; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.926 KB)

Abstract

Kerjasama Perdagangan Antara Indonesia dan Hongkong telah terjalin cukup lama. Hongkong memandang Indonesia sebagai pasar potensial yang terus membesar. Hal tersebut karena Indonesia merupakan negara populasi terpadat di kawasan Asia Tenggara dan memiliki pertumbuhan kelas menengah cukup tinggi. bagi hongkong  Indonesia merupakan pasar yang potensial, dimana tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi, populasi besar, daya beli masyarakatnya meningkat pesat, begitu juga dengan  Indonesia  posisi Hongkong juga sangat strategis karena menjadi pintu gerbang memasuki pasar China. Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang trade financing, logistik, dan jasa perkapalan(1). Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kapal pembanding untuk menghasilkan ukuran utama kapal rancangan melalui perhitungan regresi linear. Kapal pembanding yang digunakan berjumlah  7 unit. Ukuran utama kapal rancangan diolah hingga menjadi model kapal yang siap untuk dianalisa. Selanjutnya model kapal rancangan dianalisa menggunakan perangkat lunak perancangan dengan bantuan komputer. Kapal rancangan menggunakan mesin penggerak dengan daya yang dihasilkan sebesar 2029,52 HP untuk mencapai dan mempertahankan kecepatan dinas sebesar 12 knot pada tahanan kapal sebesar 100,51 kN dan memiliki kisaran periode oleng antara 6,9576s/d 8,9147detik. Kapal rancangan memenuhi criteria stabilitas yang ditetapkan oleh IMO dengan code A.749(18).
Analisa Sifat Mekanis Baja ST 60 Setelah Carburizing Menggunakan Arang Batok Katalis BaCO3 Dan Quenching Dengan Oli Dan Air garam Ahmad Fhadillah; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan baja karbon menengah yang digunakan sebagai bahan pembuatan kapal dan komponen mesin  pada kapal, baja ini termasuk dalam baja tempa campuran yang dapat dikeraskan dan banyak  digunakan dalam kostruksi mesin kapal. Carburizing itu sendiri merupakan proses thermos-chemical yang dilakukan dengan cara memanaskan spesimen pada suhu +8500 dalam wadah yang mengandung karbon dan di campurkan BaCO3  sebagai katalis dan di tahan selama 90 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik, kekerasan dan perubahan struktur mikro, dan kekerasan baja ST 60 setelah proses carburizing  dan quenching. Proses quenching dilakukan secara cepat menggunakan media pendingin oli mesran SAE 20W-50 dan air garam 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahawa baja ST 60 setelah carburizing tanpa diquenching memiliki kekuatan tarik sebesar 649,22 MPa, quenching oli 572,65 MPa dan quenching air garam 625,97 MPa, untuk nilai kekerasan vickers setalah carburizing tanpa quenching sebesar 176,76 VHN, quenching oli 230.99 VHN dan quenching dengan air garam 432,68 VHN. Kesimpulan dari pernelitian ini menunjukkan bahwa baja ST 60 dengan uji tarik quenching oli kekuatanya semakin bertambah, sedangkan uji vickers nilai kekerasanya makin bertambah ketika di quenching air garam dan metalografi menunjukkan bawha fasa perlite yang semakin banyak pada quenching air garam sehingga tingkat kekerasannya naik.
ANALISA EFEKTIFITAS WIND TURBINE SUMBU HORIZONTAL DENGAN VARIASI JUMLAH DAN JENIS AIRFOIL SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK TAMBAHAN PADA FISHERIES INSPECTION Arga Gideon Sarwanto; Untung Budiarto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.529 KB)

Abstract

Dengan naiknya harga bahan bakar, maka akan berdampak pada industri perkapalan dikarena konsumsi bahan bakar fosil digunakan untuk menggerakkan kapal, penerangan pada kapal, bahkan untuk bongkar muat. Pemanfaatan energi angin bisa dilakukan dengan cara pemasangan wind turbine pada kapal. Penelitian ini menganalisa efektifitas energi yang dihasilkan dari turbin angin yang akan diinstalasi pada deck Fisheries Inspection Vessel 594 GT dengan variasi jumlah dan ketebalan sudu airfoil NACA. Turbin angin yang akan dianalisa merupakan tipe turbin angin sumbu horizontal yang dipasang pada bagian deck kapal. Peneliti ini akan menganalisa pengaruh dari variasi bentuk geometri dan jumlah sudu wind turbine. Variasi ketebalan foil yang digunakan adalah NACA 0015, NACA 0018, NACA 0025 dengan variasi jumlah sudu 2, 3 dan 4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa turbin berupa gaya, torsi, daya, dan koefisien power turbin pada setiap variasi. Peneliti menggunakan software Ansys CFX 14 untuk melakukan analisa gaya yang mempengaruhi gerak sudu turbin dan software Qblade v.0.91b untuk mencari koefisien power turbin angin. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa nilai torsi tertinggi adalah pada turbin angin dengan jenis foil NACA 0018 dan jumlah sudu 2 sebesar 351,72 Nm ,nilai daya 11051,1 Watt, nilai koefisien power 0,488. Dapat ditarik kesimpulan turbin angin dengan foil NACA 0018 dengan jumlah 2 sudu merupakan geometri turbin yang paling optimum digunakan pada pembangkit listrik tenaga angin ini.
Analisa Perbandingan Propeller Berdaun 4 Pada Kapal Trimaran Untuk Mengoptimalkan Kinerja Kapal Menggunakan Metode CFD Adri Zakky Zain; Berlian Arswendo Adietya; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.156 KB)

Abstract

Baling – baling pada kapal trimaran  membutuhkan beberapa kriteria khusus yaitu baling – baling yang dapat memberikan gaya dorongan besar dengan hasil kecepatan yang tinggi. Maka desain baling – baling harus memiliki nilai thrust besar, nilai tekanan rendah, dan aliran baling-baling yang halus. Penelitian ini membandingkan 3 jenis baling -  baling berdaun 4 yaitu B-4series, Au – 4 Outline Gawn Series dan Kaplan-4 series dengan menyamakan beberapa aspek yaitu diameter, sudut skew, dan pitch. Sehingga didapatkan jenis baling – baling yang paling cocok untuk kapal trimaran KRI klewang II, dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD,  kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu  bentuk aliran, nilai thrust dan nilai pressure yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari ketiga  model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B-4  Series pada Rpm 450 dengan nilai thrust  28213,92 N, nilai torque 6591,75  N.m, nilai rata-rata pressure 8098,56 Pa dan aliran turbulensi dengan nilai kecepatan aliran rata - rata 17,95 m/s.
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS KAPAL NELAYAN TRADISIONAL TYPE OUTBOARD ENGINE SETELAH PENAMBAHAN MESIN PENARIK BUBU DI PERAIRAN REMBANG Rio Wiendargo Y.S; Ari Wibawa Budi Santosa; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.454 KB)

Abstract

Line Hauler adalah salah satu jenis alat yang membantu nelayan dalam menarik alat tangkap. Penggunaan mesin penarik  line hauler bagi nelayan tradisional di Rembang termasuk teknologi yang masih baru, terutama bagi nelayan pencari kepiting rajungan sehingga penulis ingin mengetahui stabilitas, olah gerak dan nilai ekonomis dari penambahan mesin bantu penarik bubu tersebut. Penulis menggunakan beberapa software perkapalan untuk menganalisa stabilitas dan olah gerak kapal. Pada awalnya adalah pembuatan model kapal yang akan dianalisa dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa stabilitas dan analisa olah gerak pada software perkapalan lainnya dengan tools import. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa yang mengacu pada aturan IMO (International Maritime Organization) dengan Code A.749(18). Hasil analisa teknis secara keseluruhan memenuhi standart kriteria yang ditetapkan oleh IMO. Analisa stabilitas menggunakan aturan IMO Code A.749(18). Untuk analisa Olah Gerak secara keseluruhan memenuhi standart kriteria Seakeeping Tello 2009 pada semua kondisi yang telah ditentukan.
STUDI PERANCANGAN KAPAL BACKHOE DREDGER DENGAN BAHAN FIBERGLASS UNTUK MENGURANGI TUMBUHAN ENCENG GONDOK DI DANAU RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG Burhanuddin Putra Nirwana; Sukanto Jatmiko; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawa Pening  adalah danau sekaligus tempat wisata air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan luas 2.670 hektare ia menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran. Tumbuh suburnya enceng gondok di Rawa Pening mengakibatkan pndangkalan pada danau ini, serta pendapatan ikan bagi nelayan berkurang, jika dibiarkan maka Rawa Pening akan menjadi daratan sehingga dapat merugikan warga sekitar. Dari dasar inilah tercetus gagasan membuat kapal backhoe dredger untuk mengurangi tumbuhan enceng gondok secara berkala. Dalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu membuat rencana garis dengan software delftship, menganalisa hidrostatik, stabilitas kapal, analisis olah gerak kapal dengan menggunakan sotware perkapalan dan pemilihan peralatan kapal  dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal. Perancangan kapal backhoe dredger  ini didapatkan ukuran utama kapal LOA = 12.00 m, T = 0.50 m, H = 1.10 m, B = 4.00 m, . Dari perhitungan hidrostatik, kapal backhoe dredger  mempunyai displacement = 19.30 ton, Cb = 0.82, Cpl = 0.92, Cpv = 0.82, Cm = 0.88, Cw = 0.99, LCB = 0.00 di midship. Pada perhitungan stabilitas, hasil menunjukkan kapal backhoe dredger mempunyai stabilitas yang stabil titik M berada diatas titik G pada semua kondisi. Radius pelayaran sejauh 15 sea mil dengan kecepatan maksimal 3 knot dengan power mesin sebesar 9.9 HP dengan kapasitas tangki sebesar 4.96 liter. Kapal backhoe dredger menggunakan exkavator Komatsu PC27MR-3 sehingga estimasi biaya kapal backhoe dredger sebesar Rp. 476.000.000.
Analisa Pengaruh Perbedaan Kecepatan Putaran Tool Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Dan Mikrografi Pada Aluminium 6061 Dengan Metode Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) Ammar Faruq Haidar Majid; Sarjito Joko Sisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 merupakan logam ringan dan memiliki ketahanan korosi, hantaran listrik yang baik. Dalam dunia perkapalan, aluminium 6061 banyak digunakan untuk konstruksi kapal. Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) menggunakan prinsip memanfaatkan gesekan dari benda kerja yang berputar dengan benda kerja lain yang diam sehingga mampu melelehkan benda kerja yang diam tersebut dan akhirnya tersambung menjadi satu.  Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil impak, tarik, dan struktur mikrografi dengan feed rate 10 mm/menit dengan variasi kecepatan rpm (1640 rpm, 2620 rpm, dan 3820 rpm) terhadap pengelasan FSW dengan jenis penyambungan butt joint. Hasil penelitian menunjukkan sambungan las FSW pada kecepatan 1640 rpm memiliki kekuatan uji tarik 83,34 MPa, regangan 5,93%, dan kekuatan uji impak 0,23 J.  Pada kecepatan 2620 rpm memiliki kekuatan uji tarik 19,27 MPa, regangan 3,41%, dan kekuatan uji impak 0,13 J. Dan pada kecepatan 3820 rpm memiliki kekuatan uji tarik 45,02 MPa, regangan 3,65%, dan kekuatan uji impak 0,20 J. Pada hasil uji struktur mikrografi menunjukkan perubahan bentuk dan ukuran butir pertikel struktur mikro sehingga mempengaruhi sifat mekanik. Dan pada kecepatan 1640 rpm memiliki tingkat kerapatan yang baik dibandingkan kecepatan 2620, dan 3820 rpm dengan dibuktikan hasil foto mikro pada stir zone yang lebih menyatu pada daerah HAZ.
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS KAPAL NELAYAN TRADISIONAL TYPE KRAGAN DENGAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE R. Danu Henantyo P; Ari Wibawa Budi Santosa; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.62 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisa teknis dan ekonomis kapal ikan dengan alat tangkap purse seine type kapal kragan dengan tujuan untuk mengetahui stabilitas, dan olah gerak serta untuk mengetahui biaya investasi. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahap yaitu, pembuatan model kapal yang akan dianalisa dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa stabilitas dan analisa olah gerak pada software perkapalan lainnya dengan tools import. Hasil analisa teknis secara keseluruhan memenuhi standart kriteria yang ditetapkan oleh IMO. Untuk analisa Olah Gerak secara keseluruhan memenuhi standart kriteria Seakeeping Tello 2009 pada semua kondisi yang telah ditentukan. Untuk mengetahui biaya investasi, biaya pengeluaran per trip, pendapatan nelayan per trip. Yang akan menghasilkan BEP kapal atau kapan modal pembangunan kapal akan kembali pada kapal ikan tradisional KM. Manggala. Dengan biaya investasi sebesar Rp. Rp 4.682.610.000,- dan diasumsikan hasil bersih pemilik kapal tiap tripnya sama Rp 549.920.835,-Dapat disimpulkan modal akan kembali jika tanpa bunga bank pada trip ke 13 tahun ke 1 bulan ke 4 dan dengan bunga bank 12% maka modal akan kembali pada trip ke 14 tahun ke 1 bulan ke 6.
Analisa Pengaruh Sudut Serang (Angle of Attack) Foil dan Sudut Defleksi Trailing Edge Flap terhadap Gaya Angkat dan Hambatan Kapal Hydrofoil Katamaran Ivel Afra Sevira; Parlindungan Manik; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan kapal merupakan gaya yang arahnya berlawanan dengan arah laju kapal [7]. Kapal didesain sedemikian rupa sehingga meminimalisir nilai hambatannya. Pada penelitian sebelumya menambahkan hydrofoil pada lambung kapal telah berhasil mengurangi nilai hambatan kapal. Menambahkan flap pada kemudi untuk menambah gaya angkat juga sudah pernah berhasil dilakukan. Pada penelitian ini mengkaji tentang pengaruh nilai sudut serang foil dan sudut defleksi trailing edge flap pada kapal hydrofoil katamaran terhadap gaya angkat dan hambatan kapal hydrofoil katamaran yang bertujuan untuk mendapatkan variasi model yang paling banyak mengurangi nilai hambatan. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD), yaitu Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari delapan model variasi, tujuh diantaranya mampu menurunkan nilai hambatan total KMP.CATAMARAN. Model dengan sudut serang foil sebesar 3° dan sudut defleksi trailing flap sebesar 3°menjadi model terbaik karena mampu menurunkan nilai hambatan total KMP.CATAMARAN sebanyak 31,35% pada kecepatan maksimum.
Optimasi Bentuk Haluan Kapal Ferry Untuk Mendapatkan Olah Gerak Yang Terbaik Di Daerah Kepulauan Mentawai Alfonso Nababan; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.499 KB)

Abstract

Kapal dengan gerakan yang berlebihan saat beroperasi menyebabkan kondisi tidak nyaman bagi awak kapal (mabuk atau terpental) saat melakukan aktifitas diatas kapal. Hal ini akan membatasi kemampuan dan lama waktu operasi kapal dilaut, khususnya bila terjadi gelombang yang cukup besar. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut kecepatan kapal tersebut harus dikurangi, terlebih lagi saat kapal berhadapan dengan gelombang dari depan kapal. Hal itu bertujuan agar para kru kapal dapat bekerja dengan baik dan juga mencegah kemungkinan kapal tersebut rusak. Tapi disamping itu efisiensi kapal tersebut berkurang dikarenakan kapal tersebut tidak dapat berlayar sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Sehingga diperlukan suatu analisa dan studi terhadap bentuk haluan ini, salah satunya dengan melakukan analisa teknis variasi bentuk haluan. Bentuk haluan kapal diubah dengan hanya mengubah sudut linggi haluan dengan cara menambah panjang Lwl kapal. Model dimodifikasi dengan maxsurf modeler dan  dianalisa dengan menggunakan maxsurf motion. Penelitian ini di lakukan untuk mendapatkan bentuk model haluan kapal dengan olah gerak yang optimal dengan hasil analisa gerakan rolling, heaving dan pitching dari setiap variasi desain. Berdasarkan dari hasil seluruh perhitungan dan analisis yang dilakukan dengan maxsurf motion didapatkan model 4 merupakan model dengan olah gerak yang optimal dari model lainnya dengan nilai vertical acceleration 0,5979 g, nilai pitch acceleration 0,0016 rad/s/s, nilai heave acceleration 0,027 rad/s/s, dan nilai roll acceleration 0,0412 rad/s/s pada ketinggian 0,7 m dengan kecepatan maksimum 25 knot dengan wave heading 3,14 rad.

Page 4 of 80 | Total Record : 797