cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISA TEKUK KRITIS PADA PIPA BERBENTUK SEGI EMPAT YANG DIKENAI BEBAN BENDING DENGAN VARIASI PENAMPANG HORIZONTAL Yudya Saddita Rokhim; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.009 KB)

Abstract

Pipa tidak hanya berbentuk lingkaran memanjang ada jenis pipa yang tidak kalah berguna, yaitu pipa segi empat. Berfungsi untuk penguat konstruksi, pipa segi empat sangat dibutuhkan. Sebuah konstruksi dengan pipa ini membutuhkan dua dasar, yaitu kekuatan dari desain konstruksinya dan kekuatan material pipa itu sendiri. Kekuatan struktur pada pipa segi empat sangat penting dalam suatu kosntruksi. Salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa segi empat adalah buckling atau tekuk. Dan sudah diketahui bahwa momen buckling yang terjadi dapat dikurangi dengan menambahkan panjang pada pipa segi empat. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Penelitian ini akan membahas tentang perubahan cross-sectional oval deformation pipa segi empat divariasikan horizontal menjadi 27 macam dengan model principle a/b = 1, 2, 4 ; a/t =  15, 10, 20; l/a = 10, 15, 20 menggunakan momen bending. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga, mempertimbangkan sifat material pada pipa yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap pipa. Semakin pipih pipa yang di mana semakin besar nilai a/b, maka semakin kecil terjadinya deformasi. Tetapi, dengan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin besar dan yang akhirnya akan konstan.
Analisa Teknis dan Ekonomis Perbedaan Layout Deck pada Kapal Trawl Terhadap Waktu Bongkar Muat Ikan Rinovia Dika Anggoro; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.861 KB)

Abstract

Tata letak perlengkapan di atas kapal akan berpengaruh secara teknis dan ekonomis, hal ini berlaku pada jenis kapal Trawl. Geladak pada sebuah kapal berpengaruh secara langsung terhadap performa stabilitas dan perubahan titik berat karena perbedaan penempatan peralatan tangkap. Layout geladak juga mempengaruhi keselamatan & lama waktu bagi abk saat proses pembongkaran ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tata letak perlengkapan terhadap stabilitas kapal dan pengaruhnya terhadap lama waktu bongkar muat kapal terhadap biaya tambat serta nilai investasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan software dengan memberikan perlakuan berupa simulasi peletakan perlengkapan kapal dalam beberapa posisi dengan tinjauan teori stabilitas kapal sedangkan nilai ekonomisnya akan ditinjau berdasarkan proses lama waktu pembongkaran ikan dengan kelayakan investasi menggunakan kriteria analisa biaya pendekatan NPV (net present value), IRR (internal rate of return) dan PP (Payback Period). Berdasarkan hasil penelitian ini stabilitas kapal II lebih baik dibandingkan stabilitas kapal I dengan nilai momen tertinggi 261,18 Ton.m dengan nilai GZ tertinggi 1,445 m sedangkan tingkat keefisien lama waktu bongkar muat kapal I lebih unggul di bandingkan kapal II dengan lama waktu bongkar mencapai 3  jam. Hasil nilai investasi ekonomis kedua kapal menunjukkan kapal I mempunyai nilai kelayakan investasi yang menguntungkan dengan perolehan perhitungan NPV sebesar 1,756,118,805, nilai IRR sebesar 25,88% dan nilai PP 2,91 tahun.  
Analisa Pengaruh Suhu Kempa Dan Waktu Kempa Terhadap Kualitas Balok Laminasi Bambu Petung Untuk Komponen Konstruksi Kapal Kayu Fakhrul Arifin; Parlindungan Manik; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.828 KB)

Abstract

Laminasi bambu petung (Dendrocalamus asper). Alasan penggunaan bambu petung sebagai material pengganti dalam struktur kapal perikanan adalah bambu petung memiliki sifat mekanis yang baik, ringan, memiliki dinding yang tebal dan kokoh, mudah dalam penanganan dan pengerjaannya, mudah didapatkan serta murah harganya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat tarik kuat lentur dan kuat tekan maksimum bambu laminasi dari jenis bambu petung dengan 2 variasi suhu dan waktu kempa (80°C, 100°C, 120°C, 130°C dan 140°C ) selama 30 & 60  menit. Pengujian tarik menggunakan standar SNI 03-3399-1994,uji kuat lentur  mengacu pada standart SNI 03-3960-1995 pengujian tekan menggunakan standar SNI 03-3958-1995. Setelah dilakukan pengujian, dapat disimpulkan bahwa kuat tarik laminasi bambu  petung dengan waktu kempa 60 menit  dengan suhu 120°C  dengan hasil 114.91 Mpa, dan kuat lentur  laminasi bambu petung dengan waktu kempa 60 menit dengan suhu 100°C  dengan hasil 122.07 Mpa, Sebaliknya kuat tekan laminasi bambu petung dengan suhu 80°C  dengan hasil 49,76 Mpa.
ANALISA SHEAR STRESS PADA STRUKTUR CINCIN KAPAL CRUDE OIL TANKER 6500 DWT BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA Andreas Ricardo Hasian Siagian; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.878 KB)

Abstract

Distribusi beban yang  tidak merata dan adanya tekanan  muatan serta tekanan air laut pada kapal menyebabkan terjadinya tegangan dan regangan  pada struktur kapal. Salah satu tegangan yang bekerja pada struktur misdsip kapal tersebut adalah tegangan geser. Analisa tegangan geser sangat penting dalam menentukan kuat tidaknya struktur konstruksi kapal. Analisa tegangan geser dilakukan dengan pemeriksaan pada konstruksi midship kapal karena pada bagian tersebut terdapat beban yang paling besar. Jika konstruksi midship kapal telah memenuhi persyaratan tegangan geser dalam klasifikasi, maka bagian konstruksi yang lain dapat dianggap juga telah memenuhi persyaratan tersebut. Hal ini pula yang mendasari penulis melakukan analisa tegangan geser pada kapal Crude Oil Tanker 6500 DWT. Untuk membantu penulis dalam menganalisa tegangan geser, penulis menggunakan alat bantu software berbasis metode elemen hingga dengan melakukan pemodelan 1 ruang muat dengan 4 kondisi pembebanan pada program MSC Patran dengan input pembebanan berdasarkan regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) 2013. Hasil Analisa tegangan geser dari MSC Nastran selanjutnya dibandingkan dengan batas ijin tegangan geser yang diberikan oleh regulasi BKI 2013. Dari Hasil running MSC Nastran 2012 didapatkan tegangan geser maksimum pada loading condition IV yang terdapat pada center girder dengan nilai sebesar 91,90 N/mm2 pada node @29498 dan allowable shear stress BKI 2013 adalah 100 N/mm2. Dari hasil analisa tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tegangan geser pada konstruksi midship kapal Crude Oil Tanker 6500 DWT masih memenuhi peryaratan klasifikasi BKI 2013.
Pengaruh Perbedaan Tool Tilt Angle terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Pada Aluminium 6061 dengan Pengelasan Double Sided Friction Stir Welding Giyanda Vernoval; Sarjito Jokosiworo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.532 KB)

Abstract

Aluminium 6061 merupakan paduan logam yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi di dalam berbagai bidang industri, salah satunya di dalam bidang industri perkapalan yaitu sebagai rangka konstruksi. Pengelasan Double Sided Friction Stir Welding  merupakan Teknik pengelasan dimana proses penyambungan menggunakan prinsip gesekan dari benda kerja yang berputar dengan benda kerja lain yang diam sehingga mampu melelehkan benda kerja dan akhirnya tersambung menjadi satu. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan Tarik dan impak, dengan menggunakan variasi sudut Tool Tilt Angle (3°, 4°, dan 5°). Proses Double Sided Friction Stir Welding dilakukan dengan putaran tool 1640 RPM dan feed rate sebesar 10 mm/menit. Hasil penelitian menunjukkan sambungan las Double Sided Friction Stir Welding pada sudut Tool Tilt Angle 3° memiliki kekuatan uji tarik sebesar 85,96 Mpa dengan regangan sebesar 0,113% dan kekuatan uji impak sebesar 0,14 J/mm². Pada sudut Tool Tilt Angle 4° memiliki kekuatan tarik sebesar 57,25 Mpa dengan regangan sebesar 0,087 % dan kekuatan uji impak sebesar 0,11 J/mm². Pada sudut Tool Tilt Angle 5° memiliki kekuatan uji tarik sebesar 50,52 Mpa dengan regangan sebesar 0,076% dan kekuatan uji impak sebesar 0,13 J/mm². Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan pada percobaan  pengelasan Double Sided Friction Stir Welding dengan variasi Tool Tilt Angle yang memiliki kekuatan uji tarik paling besar terdapat pada pengelasan dengan variasi sudut 3° sebesar 85,96 Mpa dan percobaan  pengelasan Double Sided Friction Stir Welding dengan variasi Tool Tilt Angle yang memiliki kekuatan impak paling besar terdapat pada pengelasan dengan variasi sudut 3° sebesar 0,14 J/mm².
Analisa Peningkatan Performa Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar menggunakan Centerbulb dan Bulbous Bow dengan Metode Computation Fluid Dynamic (CFD) Asep Kurniawan Nugraha; S Samuel; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.995 KB)

Abstract

Secara teoritis, stabilitas kapal katamaran lebih baik, tetapi muncul permasalahan lain yaitu hambatan. Hambatan katamaran lebih kompleks karena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Hal tersebut mengakibatkan bertambahnya hambatan gelombang akibat hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari permasalahan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan centerbulb dan bulbous bow pada kapal katamaran. Centerbulb dan bulbous bow berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 13.7.6.0 dan menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,28; Fn = 0,47; Fn = 0,65), penambahan dan posisi centerbulb serta jenis bulbous bow. Hasilnya, nilai hambatan total kapal terkecil terletak pada konfigurasi model 11 dengan Fn = 0,47 yaitu 3,45 kN mengurangi hambatan sebesar 29,33 %.
PERANCANGAN KAPAL WISATA DENGAN LAMBUNG KATAMARAN UNTUK MENUNJANG KEGIATAN WISATA BAHARI KABUPATEN PACITAN JAWA TIMUR Ginanjar Baskoro Aji; Eko Sasmito Hadi; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pacitan Regency is a region where has a prospective potential in marine tourism activites which it has a bay with its beautiful panorama. The Pacitan Regency has 7 (seven) beaches which the highest volume of visitor is located in Teleng Ria beach. The research on designing of this tour boat is expected to help the infrastructure development of marine tourism activities in Pacitan Regency. The aimed of this research is to find main dimension of the boat, lines plan, general arrangement, boat resistance, boat stability, hydrostatic characteristic and sea keeping. This research is used comparation method. The benefit of this research is to give an alternative in marine tourism in Pacitan Regency. The result of this research consists of  main dimension of ship with LPP = 10.25 m; Bm = 5.00 m; B1 = 1.20 m; T = 0.75 m; H = 1.20 m; LWL = 10.25 m, passenger = 16 persons with 2 (two) crews, ship speed = 6.89 knots with resistance = 2.14 kN.
Analisa Kekuatan Puntir, Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja ST 60 sebagai Bahan Poros Baling-baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Tempering Putra, Ridwan Redi; Jokosisworo, Sarjito; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.721 KB)

Abstract

Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk  memindahkan/menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakkan sebuah kapal. Dalam berputarnya/bekerjanya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi berbagai bentuk gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban puntir, beban tarik dan beban tekan, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan kegagalan  lelah (fatigue failure) pada material. Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan  kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuaan panas (heat treatment). Pada penelitian ini  dilakukan proses perlakuan panas quenching dengan menggunakan media pendingin pelumas Mesran SAE 20W – 50 dan dilanjutkan dengan proses perlakuan panas tempering dengan menggunakan media pendingin udara suhu ruangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik puntir, tarik, kekerasan dan struktur metalografi pada material baja ST 60 setelah proses tempering. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja ST 60 perlakuan panas tempering memiliki kekuatan puntir 737,72 Mpa, kekuatan tarik 853, 49 Mpa dan kekerasan brinell sebesar 325,6 BHN.
Analisa Pengaruh Variasi Kampuh Las dan Arus Listrik Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro Sambungan Las GMAW (Gas Metal ARC Welding) Pada Aluminium 6061 Leo Pranata Ketaren; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.334 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi pada era modern sekarang ini banyak ditemukan pembuatan produk/komponen yang menggunakan penyambungan material  dengan menggunakan pengelasan. Pada proses penyambungan dengan menggunakan pengelasan, variasi kampuh las dan arus listrik menjadi faktor penting dalam menentukan kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik, dan perubahan struktur mikro pada material aluminium 6061 setelah dilakukan pengelasan menggunakan pengelasan GMAW dengan variasi kampuh yang berbeda dan variasi arus listrik yang digunakan 180 A, 200 A, dan 220 A. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, berdasarkan perlakuan yang diberikan oleh peneliti yaitu berupa pengelasan dengan menggunakan las GMAW pada aluminium 6061. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kampuh yang digunakan dan pemilihan arus yang tepat sangat berpengaruh untuk kualitas sambungan yang ditinjau dari kekuatannya. Pengelasan GMAW dengan kampuh V dengan hasil yang maksimal pada arus 200 ampere memiliki rata-rata tegangan sebesar 142.61 MPa, regangan sebesar 29.6 %, dan modulus elastisitas sebesar 7.304 GPa.Untuk perubahan struktur mikro yang dihasilkan dari sambungan las aluminium 6061 menggunakan pengelasan GMAW dengan kampuh V memiliki tingkat kerapatan permukaan yang lebih baik dibandingkan sambungan las aluminium 6061 yang dihasilkan dari pengelasan GMAW kampuh X. Kesimpulan umum yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sambungan las aluminium 6061 menggunakan pengelasan GMAW (Gas Metal ARC Welding) kampuh V menghasilkan kualitas sambungan yang lebih baik dari pengelasan GMAW (Gas Metal ARC Welding) kampuh X.
Analisa Kelelahan Propeller Kapal Ikan PVC Dengan Metode Elemen Hingga Hilman Andriyana Hidayatis Salam; Imam Pujo Mulyatno; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.359 KB)

Abstract

Kapal ikan merupakan kapal yang memiliki tugas utama untuk menangkap ikan tidak terkecuali bagi Kapal Ikan PVC Baruna Fishtama. Dalam melakukan tugas pokoknya tersebut, propeller merupakan salah satu komponen penting karena tanpanya sebuah kapal tidak akan bisa melakukan fungsi dan kegunaannya. Namun, sebuah baling-baling kapal harus memiliki kemampuan yang cukup dalam  menopang gaya-gaya yang bekerja terhadapnya secara terus-menerus, yang dapat mengakibatkan terjadinya keretakan dan akhirnya mengalami kepatahan. Analisa kelelahan propeller diperlukan untuk dapat mengetahui batas waktu atau  fatigue life propeller sehingga dapat menghindari terjadinya deformasi dan juga kemungkinan kecelakaan kerja pada saat kapal beroperasi. Pembebanan yang diberikan didapat dari hasil contour pressure pada analisa CFD terlebih dahulu yang kemudian di-running dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH) untuk mendapatkan Hot Spot Stress. Hasilnya didapatkan Hot Spot Stress sebesar 3,515 x 1011 Pa yang berlokasi di daerah root suction back propeller akibat perbedaan tekanan yang cukup signifikan pada bagian  face dan back propeller. Nilai tegangan tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan life cycle minimum sebesar 3,32 x 109  cycle yang kemudian didapatkan umur dari material selama 32,21 tahun.