cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS KAPAL KMP. SAPTA PESONA UNTUK JALUR PELAYARAN PANTAI BANDENGAN – PULAU PANJANG JEPARA YANG MENGALAMI PERUBAHAN FUNGSI Abram Hasintongan Pane; Samuel Samuel; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.127 KB)

Abstract

  Kapal Motor Penumpang  merupakan kapal penumpang berbahan kayu yang memiliki rute pelayaran Pantai Bandengan – Pulau Panjang. Dikarenakan populasi ikan sudah menurun, kapal ikan dimanfaatkan untuk pariwisata. Faktor keamanan bentuk lambung yang kurang stream line menjadi rawan terjadi kebocoran. Dengan menggunakan program bantu software maxsurf, kapal ikan yang telah dimodofikasi menjadi kapal wisata dapat dibandingkan fingsi atau karakteristiknya.           Pada Penelitian ini dilakukan analisa hambatan, stabilitas, dan hidrostatik untuk mendapatkan karakteristik yang baik untuk kapal wisata.            Hasil perhitungan didapatkan bahwa nilai hambatan untuk kapal pariwisata dengan kapal ikan pada keadaan sarat penuh dengan kecepatan maksimum 5,48 knots, sama besarnya.  Sedangkan dalam penganalisaan hidrostatik dengan menggunakan metode Vart Oortmeersen, kapal ikan dengan kapal wisata tidak berbeda dikarenakan bentuk lambung yang masih sama.  Untuk perbandingan stabilitas dengan menggunakan standart IMO, kapal wisata dan kapal ikan tergolong stabil, jumlah penumpang pada kapal wisata hanya dibatasi sebanyak 12 orang.  Perbandingan pendapatan para nahkoda kapal ikan maupun kapal wisata tiap bulannya rata – rata Rp 5.900.000,- : Rp 8.460.000.
Evaluasi Schedule Penyebab Keterlambatan Pada New Ship Building Project Berdasarkan Manajemen Risiko Studi Kasus Kapal Perintis 2000 GT Rezza Alvian Santosa; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan baru kapal sering tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak. Faktor risiko sangat berpengaruh dalam mencapai kesuksesan proyek. Maka analisa risiko dan mitigasi risiko diperlukan dalam manajemen risiko proyek. Penelitian ini memerlukan objek data berupa main schedule proyek. Kemudian dilakukan analisa risiko dengan identifikasi dan verifikasi risiko yang ada pada proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT. Dengan menggunakan metode Monte Carlo dan Software Primavera Risk Analyst, pada penelitian kali mendapatkan hasil berupa peringkat risiko, perkiraan keberhasilan suatu proyek terhadap schedule proyek, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta mitigasi risiko atau respon terhadap proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT. Hasil menunjukan nilai persentase keterlambatan sebesar 12,65 % dari target pembangunan yang dicapai adalah 727 hari. Maka proyek mengalami delay akibat adanya risiko selama 92 hari dan proyek diperkirakan selesai dalam 819 hari. Pada proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT di PT. Janata Marina Indah didapatkan 16 risiko yang berpengaruh terhadap pekerjaan dengan 4 risiko kategori sangat tinggi, 9 risiko kategori tinggi ,dan 3 risiko kategori sedang.
ANALISA TEKNIS KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT DAUN NANAS DENGAN CORE SERBUK GERGAJI KAYU SENGON LAUT DITINJAU DARI KEKUATAN TEKUK DAN IMPAK Hidayat, Alfikri; Yudo, Hartono; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.283 KB)

Abstract

Penggunaan bahan komposit pada dunia pekapalan belakangan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, salah satunya penggunaan bahan limbah alami yang jarang dimanfaatkan. Namun masih kurangnya penelitian terhadap bahan komposit yang menggunakan limbah alami, oleh krena itu diperlukan pengembangan penelitian terhadap kelayakan bahan komposit limbah alami. Pada penelitian ini penulis menggunakan bahan limbah alami berupa serat daun nanas yang digunakan sebagai skin pada komposit sandwich dan serbuk gergaji kayu sengon laut yang digunakan sebagai core pada komposit sandwich. Dan penulis ingin mmengetahui kekuatan dari komposit sandwich dan masing-masing lapisan dari komposit sandwich yaitu skin dan core dengan beberapa pengujian yaitu tekuk dan impak.            Hasil dari pengujian tekuk menunjukan bahwa bahan komposit sandwich yaitu sebesar 27,7262 N/mm2, dan tegangan lentur untuk skin berpenguat serat daun nanas adalah 32,8341 N/mm2   dan tegangan lentur untuk core serbuk gergaji kayu sengon laut adalah 43,2603 N/mm2  . Dari hasil pengujian tersebut didapatkan bahwa penggunaan bahan komposit sandwich berserta skin dan corenya belum mampu untuk memenuhi standar yang diberikan oleh Biro Klasifikasi Indonesia yaitu sebesar 150 N/mm2. Hasil dari pengujian imppak juga menunjukan bahwa komposit sandwich ini belum bisa memenuhi standar yang diberikan oleh JIS. Hasil yang didapat dari pengujian impak untuk komposit sandwich adalah sebesar 0,465 Joule/mm2,untuk skin berpenguat serat daun nanas harga impak yang didapat adalah sebesar 0,655 Joule/mm2, dan untuk harga impak core serbuk gergaji kayu sengon laut adalah sebesar 0,658 Joule/mm2. Tetapi penggunaan komposit sandwich berpenguat serat daun nanas dengan core serbuk gergaji kayu sengon laut ini bisa diaplikasikan untuk komponen kapal lainnya seperti meja, jendela, pintu, lemari, dll.
Analisa Pengaruh Penggunaan Sandwich Plate System (SPS) pada Konstruksi Alas Dalam Kapal Kontainer Rilo Wahyu Pambudi; Ahmad Fauzan Zakki; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.127 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi material semakin berkembang seiring dengan perkembangan industri teknologi yang tidak berhenti untuk selalu melakukan inovasi dalam bidang riset. Salah satunya adalah penggunaan material Sandwich Plate System yang merupakan material inovatif dalam bentuk komposit lapisan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penggunaan sandwich pada  konstruksi alas dalam sehingga dapat diketahui perbandingan berat dan tegangan maksimum dapat memenuhi standar dari rules ada. Permodelan dan analisa menggunakan software berbasis finite element analysis untuk mengetahui besaran respons struktur berupa nilai tegangan. Dari hasil penelitian didapatkan konfigurasi ketebalan sandwich  face plate atas 6 mm dan bawah 7 mm sedangkan tebal core material 15 mm (6-15-7). Hasil analisa pada penelitian ini  memenuhi batas maksimum tegangan rules LR (tegangan max < 175 Mpa), Tegangan maksimum terbesar terjadi pada konstruksi alas dalam saat kondisi sagging pada loading condition I sebesar 98,4 MPa pada kosntruksi baja dan 99,6 MPa pada konstruksi sandwich serta deformasi terbesar terjadi pada saat kondisi hogging pada loading condition I sebesar 4,00 cm untuk konstruksi menggunakan baja dan 4,15 cm untuk konstruksi menggunakan sandwich. Serta konstruksi akibat penggunaan sandwich plate system pada konstruksi alas dalam dapat menurunkan berat konstruksi sebesar 2,8% untuk keseluruhan konstruksi dan 5,7% untuk konstruksi alas dalam.
Analisa Performa Kapal Ikan Tradisional Pati KMN.Rukun Arta Santosa 7 karena Perpindahan Wilayah Operasional dan Penggantian Alat Tangkap Elvira Dwi Gustiarini; Berlian Arswendo Adietya; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.278 KB)

Abstract

Potensi lestari sumber daya ikan laut Indonesia sebesar 6,5 juta ton pertahun tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) yang terbagi dalam sembilan wilayah perairan Indonesia. Namun, potensi ikan yang besar di Indonesia masih kurang didukung dengan jumlah kapal ikan dengan kapasitas besar yang mampu adaptif untuk berlayar lebih jauh guna memanfaatkan potensi ikan yang tersebar luas di wilayah luar perairan Indonesia. Kondisi tersebut menimbulkan problematika yang cukup pelik yaitu overfishing dan overcapacity, problematika overfishing dan overcapacity merupakan masalah yang perlu diatasi guna memanfaatkan potensi lestari sumber daya ikan di laut dengan cara memindahkan wilayah operasional kapal atau juga membuat kapal yang mampu adaptif dalam berlayar di beberapa pelayaran. Untuk keperluan tersebut, perlu dilakukan analisa performa kapal karena adanya perpindahan wilayah operasional, karena dengan perbedaan tinggi gelombang dari Laut Natuna ke Samudra Hindia akan menghasilkan olah gerak yang berbeda, maka sebelumnya perlu dilakukan analisa apakah kapal tersebut mampu untuk berpindah wilayah operasional. Dengan sumber perikanan tangkap yang berbeda pula, kapal perlu mempertimbangkan alat tangkap yang digunakan dan berkaitan dengan faktor stabilitas kapal, maka analisa penggantian alat tangkap perlu dilakukan. Olah gerak dan stabilitas kapal akan dianalisa menggunakan Maxsurf dan hambatan akan dianalisa dengan Tdyn dengan Fn: 0,26. Hasil dari penelitian ini adalah kapal ikan Pati yang berukuran 90 GT yang biasa berlayar di Laut Natuna masih mampu berlayar di Samudra Hindia dengan catatan pada saat kapal mencapai kecepatan penuh yaitu 8 knot, kapal akan mengalami rolling sebesar 7,7 derajat. Dan juga meskipun stabilitas kapal dianalisa dengan beberapa alat tangkap seperti Purse Seine, Longline, Stern Trawl, dan Double Rig Trawl kapal masih dalam keadaan baik, ditunjukan dengan nilai GZ masing-masing kapal yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan IMO. Untuk penggantiannya hanya mempertimbangkan faktor ekonomis dan menyesuaikan sumber ikan yang ditangkap.
PERANCANGAN BANGUNAN APUNG DAN KERAMBA DENGAN SISTEM MODULAR PONTON BERBAHAN FEROSEMEN Krismawati, Febriana Dian; Zakki, Ahmad Fauzan; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.384 KB)

Abstract

Permasalahan pembudidayaan ikan di indonesia adalah kurangnya fasilitas dan bahan yang digunakan dalam pembuatan keramba, sehingga keramba yang ada tidak memiliki umur yang panjang, serta mengalami kegagalan hasil, karena turunnya kualitas air. Sudah dikembangkan model keramba apung dari plastik, akan tetapi biayanya sangat mahal. Maka dari itu akan dilakukan penelitian perancangan keramba apung dari modular ponton berbahan ferosemen, selain lebih menghemat biaya juga akan dirancang sekaligus bangunan diatasnya sebagai pelengkap fasilitias dan bisa digunakan menjadi objek wisata. Dirancanglah bangunan apung dari modular ponton berukuran 1mx1mx1m dan dikaitkan antar ponton sehingga terbentuk bangunan – bangunan diatasnya, antara lain gudang pakan, tempat jaga dan monitoring, tempat pengolahan dan panen ikan, serta rumah makan. Jadi total ponton yang dibutuhkan ada 372 unit. Dari hasil analisa olah gerak yang dilakukan bangunan apung ini masih memenuhi standar jadi masih stabil dan aman. Variasi pembebanan yang diperhitungkan juga masih bisa ditanggung dari struktur ponton. Akan tetapi pemanfaatan sebagai objek wisata juga pasti akan memberi keuntungan yang besar. Pengalokasian bangunan ini ditempatkan di Rawa Jombor, Klaten, Jawa Tengah, dimana sudah banyak warung makan apung disana, sehingga akses untuk menikmati fasilitas-fasilitas dari bangunan ini bisa menjadi lebih mudah.
Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Kekerasan, dan Mikrografi Baja ST 60 Sebagai Bahan Poros Propeller Setelah Proses Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time) Willson Febriant Tambunan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 pada penelitian sebelumnya memiliki kekuatan tarik sebesar 706,47 N/mm2 dengan material tanpa perlakuan panas. Padahal, material poros propeller harus diberi perlakuan panas terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan nilai kekuatan tarik, kekuatan puntir, kekerasan, dan mikrografi baja ST 60 setelah diberi perlakuan normalizing dengan variasi waktu penahanan panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor waktu penahanan panas berpengaruh. Pengujian tarik menunjukkan spesimen holding time 20 menit memiliki kekuatan tarik sebesar 633,53 N/mm2 dan spesimen holding time 40 menit sebesar 617,14 N/mm2. Pengujian puntir menunjukkan spesimen holding time 20 menit memiliki tegangan geser sebesar 479,65 MPa dan spesimen holding time 40 menit sebesar 460,37 MPa. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan spesimen holding time 20 menit memiliki nilai kekerasan sebesar 201,53 VHN dan spesimen holding time 40 menit sebesar 203,88 VHN. Pengujian mikrografi menunjukkan spesimen holding time 40 menit memiliki fasa pearlite yang lebih dominan dibandingkan spesimen lainnya. Faktor waktu penahanan panas berpengaruh pada struktur ferrite dan pearlite yang juga mempengaruhi keuletan, ketangguhan, dan kekerasan dari baja ST 60 yang diberi perlakuan panas.
ANALISA ENGINE PROPELLER MATCHING PADA KAPAL PERINTIS BARU TYPE 200 DWT UNTUK MEDAPATKAN SISTEM PROPULSI YANG OPTIMAL Paska, Adhi; Hadi, Eko Sasmito; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.977 KB)

Abstract

Kapal Perintis 200 DWT adalah kapal yang beroperasi di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta. Kapal tersebut mengalami modifikasi pada bentuk lambung kapal yang dimaksudkan agar bentuk lambung baru dapat meningkatkan performa sistem penggerak kapal dari bentuk lambung sebelumnya. Perhitungan untuk menentukan sistem penggerak yang optimal dapat dilakukan dengan menghitung tahanan kapal, daya mesin yang sesuai dengan tahanan tersebut, hingga menentukan karakteristik propeller rekomendasi. Karakteristik propeller diantaranya Ae/Ao, Diameter propeller, Pitch dan lain – lain. Adapun karakteristik lainnya seperti Koefisien Advance (J), Pitch Ratio (P/D) ditentukan dengan variasi dari nilai 0,5 hingga 1,4. Dengan karakteristik tersebut dapat dihasilkan kt, kq, effisiensi, serta daya dan kecepatan propeller. Dari perhitungan didapatkan spesifikasi mesin rekomendasi Kapal Perintis 200 DWT lambung baru yaitu Caterpillar C18 Alert dengan daya 500 kW dan kecepatan 2100 rpm. Sedangkan karakteristik propeller yang optimal adalah dengan Ae/Ao = 0,600 ; P/D = 0,8 ; J = 0,5. Dan dari grafik Matching Point diketahui bahwa Matching Point kapal dengan modifikasi bentuk lambung baru lebih baik dari kapal dengan bentuk lambung lama.
Analisa Teknis Ekonomis Modifikasi Kapal Monohull Menjadi Kapal Trimaran, Studi Kasus Kapal Dongkrok di Jepara Rosalena Audina; Wilma Amiruddin; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.956 KB)

Abstract

AbstrakBesarnya potensi pariwisata bahari yang dimiliki oleh kepulauan karimunjawa tidak diikuti dengan sarana wisata yang memadai, antara lain kebutuhan tentang kapal sebagai alat transportasi wisata disekitar kepulauan karimunjawa, di lain pihak terdapat beberapa jenis kapal ikan tertentu yang relative kecil yang tidak produktif / dongkrok di Jepara yang disebabkan karena persoalan overfishing. Modifikasi akan dilakukan dengan melakukan perubahan lambung kapal dari kapal dongkrok monohull menjadi kapal wisata trimaran dimana hal tersebut akan memberikan pengaruh teknis maupun ekonomis. Perubahan yang dimaksud antara lain perluasan layout geladak sehingga dapat mendukung kepentingan yang lebih luas, khususnya untuk kegiatan wisata. antara lain diving, snorkeling, memancing dan kegiatan rekreasi lain.. Analisis teknis ekonomis dilakukan berdasarkan konsekwensi perubahan yang dimaksud  antara lain analisis performa hambatan kapal dan profitabilitas usaha. Hasil perhitungan menunjukkan  nilai hambatan setelah modifikasi memiliki nilai hambatan terbesar sebesar 14,09 kN pada kondisi maksimal dan hambatan terkecil sebesar 11,55 kN pada kondisi muatan 50% dan consumable sebesar 25%. Mendukung performa kapal setelah modifikasi, dibutuhkan daya mesin sebesar 100 HP. Hasil perhitungan ekonomis kapal sebelum modifikasi  memiliki nilai IRR sebesar 19,26% dengan masa balik modal selama 2,7 tahun dan hasil setelah modifikasi memiliki nilai IRR sebesar 26,25% dengan masa balik modal selama 2,4 tahun, hal tersebut menunjukkan bahwa kapal setelah modifikasi lebih menguntungkan. 
Optimalisasi Curve Linesplan Haluan Kapal Perintis 750 DWT Menggunakan Response Surface Methode (RSM) untuk Mengurangi Hambatan Restu Kuasa; Eko Sasmito Hadi; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.699 KB)

Abstract

Saat ini sangat banyak perusahaan-perusahaan kapal yang sedang berlomba-lomba untuk menciptakan desain kapal yang paling bagus baik dari segi teknis maupun ekonomisnya. Hambatan kapal atau Resistance adalah salah satu yang sangat di perhatikan. Dari permasalahan ini penulis melakukan penelitian untuk mencari niali hambatan terkecil dari kapal Perintis 750 DWT setelah di lakuakan perubahan  bentuk haluannya  dari konvensional menjadi bentuk X-Bow. Bentuk X-bow ini bertujuan untuk mengurangi hambatan Total suatu kapal. Permodelan kapal variasi ini di buat menggunakan orca default dari software rhinoceros dan di lanjutkan di software delfship yang kemudian di analisa perhitungan hambatannya menggunakan Software Berbasis CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0. dengan menggunakan variasi sudut Stem Rake dan Sudut Forefoot yang dirangkum dengan RSM. Hasilnya, nilai hambatan Setelah di olah menggunakan RSM  pada orde II mendapatkan respon persamaan model yaitu Y = 0,5168 – 0.00629X1 – 0,00168X2 – 0,004X1.X2 + 0,01173X12 + 0,02157X22. Persamaan ini menghaliskan plot permukaan minimum yang terbentuk dari nilai-nilai minimum pada analisa hambatan. Model variasi sudut Stem Rake 450 derajat dan sudut Forefoot 0,7330 derajat dengan nilai Hambatan 0,5174 N dalam model skala 1 meter atau 72,127 KN dalam ukuran asli adalah yang paling optimal mengurangi hambatan sebesar 41,2% dari kapal Perintis Sebelumnya yang mempunyai nilai hambatan sebesar 0,88 N dalam model skala 1 meter atau 122,040 KN dalam ukuran kapal asli.