cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Kekuatan Sandwich Plate System pada Konstruksi Geladak Kendaraan Kapal Ferry Ro-Ro 500 GT Akibat Perubahan Muatan Wahid, Rakhmat Aizzat; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2094.295 KB)

Abstract

Kekuatan konstruksi kapal merupakan faktor utama dalam perancangan konstruksi kapal, terutama pada bagian geladak kendaraan. Kemajuan zaman pada saat ini menciptakan banyak inovasi dalam bidang kekuatan konstruksi kapal, terutama dalam pengembangan material untuk konstruksi struktur kapal. Salah satunya adalah hadirnya sebuah inovasi penggunaan material Sandwich Plate System yang merupakan material inovatif pengganti material berbahan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan yang memenuhi Safety Factor yang telah ditetapkan regulasi BKI (Indonesia), serta mendapatkan nilai perubahan berat konstruksi di bagian struktur geladak kendaraan Kapal Ferry Ro – Ro 500 GT. Permodelan dan analisa menggunakan software berbasis finite element analysis untuk mengetahui besaran respons struktur berupa nilai tegangan. Hasil analisa pada penelitian ini  memenuhi batas maksimum tegangan rules BKI (tegangan max < 117 Mpa). tegangan tertinggi Loading Condition 1 terjadi pada saat sagging dengan konstruksi cardeck  menggunakan sandwich plate system sebesar 64,4 N/mm2 dan  nilai deformasi 1,99 mm, tegangan pada Loading Condition 2 terjadi pada saat hogging dengan konstruksi cardeck menggunakan sandwich plate system sebesar 63,7 N/mm2 dan nilai deformasi 1,94 mm. Reduksi berat yang terjadi sebesar 9,7 Ton dengan nilai presentase 5,1 persen. Sehingga berat konstruksi pada cardeck yang menggunakan sandwich plate system lebih ringan.
Perancangan Sistem Shaft Locked Untuk Mencegah Kerusakan Gearbox Pada Kapal Layar Motor Archipelago Adventurer II I Made Andrean Nanda Setiawan; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.735 KB)

Abstract

KLM Archipelago Adventurer II merupakan kapal layar tradisional yang juga menggunakan mesin sebagai penggerak utama kapal atau biasa disebut kapal layar motor. Untuk mencegah kerusakan pada gearbox pada saat kapal menggunakan layar sebagai penggerak utama, maka penulis mencoba membuat inovasi. Yaitu merancang system shaft locked agar dapat mencegah kerusakan gearbox pada KLM Archipelago Adventurer II. Dengan melakukan wawancara, pengolahan data, merancang design system shaft locked, dan membuat system yang mudah digunakan pada shaft locked. System Shaft Locked yang dirancang oleh penulis menghasilkan daya genggam sebesar 5,97 kW dan menggunakan mesin motor yang memiliki daya sebesar 0,05 kW – 7,5 kW, sehingga mampu menahan shaft propeller yang berputar.
ANALISA PENGARUH VARIASI HULLFORM TERHADAP HAMBATAN TOTAL KAPAL SELAM DENGAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Ajib Wahab Purwanto; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.302 KB)

Abstract

Ukuran dan bentuk hullform kapal selam memegang peranan penting dalam menentukan performa hidrodinamika kapal selam khususnya dalam hal hambatan. Hambatan merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan sebuah kapal. Dalam membuat kapal selam dengan kriteria senyap diperlukan bentuk hullform yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hullform kapal selam terbaik yang mempunyai performa hidrodinamis optimal yaitu mendapatkan hambatan total yang paling kecil sehingga memenuhi kriteria sangat senyap.Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan program computer berbasis CFD. CFD (Computational Fluid Dynamic) adalah ilmu yang mempelajari cara memprediksi aliran fluida, perpindahan panas, dan reaksi kimia dengan menyelesaikan persamaan matematika/numerik dinamika fluida. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD dari 8 model variasi hullform kapal selam didapatkan 4 model dengan hambatan total lebih kecil dari hambatan total model aslinya, yaitu model A, model F, model G dan model H. Nilai hambatan total paling kecil pada variasi kedalaman 0 meter dan 15 meter serta pada variasi kecepatan 5 knot, 10 knot dan 15 knot yaitu terdapat pada model H. Kesimpulannya, dari 8 model tersebut didapatkan bentuk hullform terbaik yang memiliki hambatan paling kecil yaitu model H.
Analisa Engine Propeller Matching Pada Kapal Perintis Sabuk Nusantara 95 Hibob Faiz Firdaus; Eko Sasmito Hadi; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Engine Propeller Matching pada kapal pada dasarnya bertujuan untuk menentukan matching point antara mesin dan propeller kapal, yaitu titik operasi putaran motor dimana power yang diserap oleh propeller sama dengan  power yang dihasilkan oleh engine dan menghasilkan kecepatan kapal yang mendekati dengan kecepatan servis kapal yang direncanakan. Kapal Perintis Sabuk Nusantara 95 dibangun di galangan PT. Dok Bahari Nusantara dengan ukuran utama lambung kapalnya adalah LOA :62,80 m LPP :57,40 m B :12 m H :4 m T :2,7 m Cb :0,709 Vs :12 knot. Setelah mendapatkan dimensi ukuran utama pembuatan model kapal mengggunakan software rhinoceros, untuk menganalisa hambatan total kapal dengan metode holtrop dan metode CFD (computer fluid dynamic) pada software tdyn. Setelah mendapatkan hambatan kapal, perhitungan untuk mendapatkan sistem propulsi yang optimal dapat dilakukan dengan menghitung daya mesin kapal sesuai hambatan total kapal tersebut, selanjutnya menentukan karakteristik propeller rekomendasi. Karakteristik propeller yaitu diantaranya Koefisien Advance (J),Pitch Ratio (P/D) Ae/Ao,Diameter Propeller,Pitch dan lain-lain. Dari perhitungan di dapatkan karakteristik propeller baru yaitu Tipe : B4-55, Diameter : 1,6 m , P/D : 1, J : 0,5 , Ae/Ao : 0,55. Dari grafik perbandingan matching point mendapatkan hasil propeller baru lebih baik daripada propeller lama.
ANALISA KEKUATAN STRUKTUR FPSO SEVAN MARINE DENGAN FEM DI PERAIRAN LEPAS PANTAI UTARA NATUNA-INDONESIA Galang Choirun Amal; Ahmad Fauzan Zakki; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.834 KB)

Abstract

FPSO adalah sebuah fasilitas di atas bangunan terapung yang dioperasikan di suatu ladang minyak dan gas bumi lepas pantai yang berfungsi untuk menerima, memproses, menyimpan dan menyalurkan hidrokarbon yang secara permanen ditambatkan di tempatnya beroperasi dan dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. FPSO bukan hanya berbentuk kapal tetapi kini ada juga berbentuk yang silinder yang merupakan hak paten dari Sevan Marine. Penelitian ini menganalisa kekuatan struktur FPSO yang diberikan tekanan hidrostatik dan hidrodinamik sesuai dengan distribusi yang terdapat dalam Common Structural Rules mengunakan FEM. Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran didapatkan hasil tegangan maksimum untuk FPSO yang terkena tekanan hidrostatik sebesar 133 N/mm2 dan deformasi 5,73 cm. Untuk tekanan hidrodinamik H1 dan H2 mendapatkan tegangan sebesar 11,8 N/mm2 dan deformasi 0,392 cm. Untuk tekanan hidrodinamik F1 dan F2 mendapatkan tegangan sebesar 41,3 N/mm2 dan deformasi 1,16 cm . Untuk tekanan hidrodinamik R1 dan R2 mendapatkan tegangan sebesar 113 N/mm2 dan deformasi 4,39 cm. Untuk tekanan hidrodinamik P1 dan P2 mendapatkan tegangan sebesar 40,4 N/mm2 dan deformasi 1,72 cm. Dari hasil analisa kekuatan dinyatakan bahwa FPSO tersebut masih memenuhi safety factor BKI.
Analisis Kekuatan Tangki Penyimpanan Crude Oil 38T-104 Berbentuk Silinder dengan Tipe External Floating Roof pada PT Pertamina RU IV Cilacap Akbar, Ilham Fathony; Yudo, Hartono; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.041 KB)

Abstract

Tebal pelat dinding tangki penyimpanan crude oil 38T-104 kapasitas 120.000m3 mempengaruhi besar tegangan maksimal akibat beban yang diterima. Penelitian ini menguji kekuatan struktur tangki dengan standar API 650 untuk mendapatkan tegangan maksimal dari pembebanan dan menjadi referensi dalam pengembangan perancangan tangki selanjutnya. Penelitian ini mengunakan software berbasis metode elemen hingga dengan variasi pembebanan terpisah dan dikombinasikan untuk mendapatkan tegangan maksimal. Beban yang digunakan yaitu angin, gempa statik dan hidrostatik dengan perhitungan UBC 1997 volume 2.  Ketebalan pelat dinding divariasikan dengan penambahan dan pengurangan ketebalan menjadi 4 variasi perbandingan  yaitu kondisi asli, 35,3 mm, 21,9 mm dan 9,52 mm. material yang digunakan adalah ASTM A537 CL2 mod dan A283 Gr C untuk pelat dan ASTM A36 untuk profil. Hasil penelitian menunjukan tegangan  yang  melebihi yield strength material 415 MPa pada model variasi 4 dengan tegangan maksimal 1060 MPa dan pada model variasi 3 dengan tegangan maksimal 467 MPa. Sedangkan tegangan maksimal pada model variasi 1 dan variasi 2 tidak melebihi batas yield strength dengan nilai tegangan 393 MPa dan 282 MPa.
Analisa Kekuatan Belokan Pipa (Elbow Pipe) Dengan Variasi Sudut Akibat Beban Momen Bending Bintang Nurcahyo; Hartono Yudo; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.872 KB)

Abstract

Sistem perpipaan adalah gabungan dari pipa-pipa yang digunakan untuk mengalirkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain yang beroperasi pada suatu plan/rencana. Salah satu komponen yang digunakan adalah elbow. Elbow digunakan untuk menyambung pipa dan membelokkan / merubah arah aliran pipa. Salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada pipa elbow adalah buckling atau tekuk. Pada penelitian ini pipa elbow divariasikan berdasarkan besarnya sudut (α) yaitu sudut 0o; 45o dan 90o. Terdapat tiga kondisi pembebanan yang digunakan yaitu inplane, outplane dan in-outplane. Pipa elbow dimodelkan menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan nilai momen dan oval deformasi yang terjadi pada pipa elbow dengan variasi sudut. Dari penelitian ini ditemukan beberapa hal. Nilai kekuatan momen pada sudut pipa elbow yang kecil lebih besar daripada sudut pipa elbow yang besar. Oval deformasi yang terjadi pada pipa elbow sudut yang besar berbanding lurus dengan bertambahnya besar sudut pipa elbow.
ANALISA PENGARUH VARIASI KECEPATAN TERHADAP TEKANAN, KECEPATAN ALIRAN FLUIDA DAN NILAI HAMBATAN TOTAL PADA KAPAL KRISO 3600 TEU MENGGUNAKAN CFD Cahyo Dwi Yantoro; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.085 KB)

Abstract

Dalam operasinya di laut, kapal harus memiliki nilai ekonomis. Aliran fluida ketika kapal bergerak akan mengalir menuju buritan dan membentuk arus. Mengacu pada aliran fluida yang terjadi, perhitungan nilai hambatan total kapal saat kapal beroperasi menjadi penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida yang ditimbulkan serta besarnya kecepatan kapal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tekanan, kecepatan aliran fluida dan besarnya nilai hambatan kapal yang terjadi dengan menggunakan program computational fluid dynamic (CFD). Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model 3D serta dilakukan perhitungan kecepatan aliran fluida dan besarnya tekanan pada kondisi pembebanan kapal design loading dan ballast loading. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan kontur kecepatan aliran fluida, tekanan dan hambatan total untuk kondisi pembebanan kapal design loading dan ballast loading. Pada kondisi pembebanan kapal design loading, nilai hambatan total sebesar 2598.85 KN. Sedangkan pada kondisi pembebanan kapal ballast loading, nilai hambatan total sebesar 1783.11 KN. Pada variasi froude number yang telah dilakukan, nilai kecepatan aliran fluida terbesar dan nilai tekanan terkecil pada sarat dibelakang propeller-boss dan +/- 0.8R terjadi pada station -0.169, baik pada kapal kondisi design loading maupun ballast loading.
Analisa Pengaruh Perubahan Bentuk Lambung Monohull Menjadi Catamaran Terhadap Stabilitas Kapal Alamanda Sulistianingtyas; Wilma Amiruddin; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.911 KB)

Abstract

Modifikasi kapal monohull menjadi katamaran dapat menimbulkan persoalan teknis seperti stabilitas. Salah satu keuntungan modifikasi adalah memberikan keuntungan pada luas geladak yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terhadap stabilitas kapal karena modifikasi kapal KMP. Berembang dari tipe monohull mejadi katamaran. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini untuk melihat pengaruh yang dimaksud adalah menggunakan model demihull NPL Hull From Series 4b yang kedua lambungnya simetris streamline dengan nilai S/L 0,25 ; 0,30 ; 0,35 dan menetapkan nilai displacement kedua kapal memiliki nilai yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan dua model lambung kapal yaitu tipe monohull dengan tipe katamaran kemudian dilihat perbedaan performa stabilitasnya pada kondisi muatan penuh, muatan 50%, dan muatan kosong. Hasil analisia menunjukkan semua kondisi baik kapal monohull maupun katamaran telah memenuhi kriteria IMO A.749 (18) dan IMO Code MSC.36(63) HSC Code – Annex 7, Multihulls. Nilai GZ memenuhi kriteria pada semua kondisi pemuatan sehingga kapal aman untuk penumpang, dengan nilai GZ maksimal dimiliki oleh kapal katamaran S/L 0,35 pada setiap kondisi.
PENGUKURAN PRODUKTIFITAS GALANGAN DALAM PEMBANGUNAN KAPAL PERINTIS 1200 GT Nurhali Nurhali; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.987 KB)

Abstract

Galangan kapal adalah sebuah tempat yang dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal baru. Pada proyek pembangunan kapal baru dituntut untuk bekerja cepat sesuai dengan jadwal. Hal ini perlu diperhatikan, karena dapat mempengaruhi biaya yang dikeluarkan dan waktu untuk menyelesaikan proyek. Namun semakin banyak permintaan dari pemilik kapal, semakin sulit juga pihak galangan untuk menyelesaikan semuanya sesuai dengan permintaan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat menghambat proses produksi, diantaranya: tenaga kerja, bahan, peralatan dan mesin, tata cara kerja, dana, area pembangunan dan sistem. Tugas Akhir ini mengambil studi kasus dalam pembangunan blok FP kapal perintis 1200 GT yang sedang dibangun di dua galangan yang berbeda, yaitu PT Janata Marina Indah Semarang dan PT Dok Bahari Nusantara Cirebon. dari hasil studi kasus terdapat perbedaan penggunaan Jam Orang dan produktifitas pembangunan. Penggunaan Jam Orang PT Janata Marina Indah Semarang sebesar  1.376 JO dengan produktifitas sebesar 5,7 kg/JO. Penggunaan Jam Orang di PT Dok Bahari Nusantara Cirebon sebesar 1.440 JO dengan produktifitas sebesar 5,4 kg/JO. Penggunaan Jam Orang di PT Dok Bahari Nusantara Cirebon lebih besar 4,4% dari PT Janata Marina Indah Semarang. Dengan perbandingan produktifitas 5,3% lebih besar untuk PT Janata Marina Indah Semarang. Metode yang digunakan dalam pembangunan kapal oleh kedua galangan adalah metode HBCM.