cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
PENGARUH VARIASI BENTUK PERFORATED PADA FIXED BAFFLES UNTUK MENGURANGI EFEK SLOSHING PADA PALKA KAPAL IKAN TRADISIONAL 30 GT DI DAERAH BATANG - JAWA TENGAH Renggita Aan Rachmadani; Eko Sasmito Hadi; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.127 KB)

Abstract

Kualitas ikan hasil tangkapan sangat tergantung dari penyimpanan sementara diatas kapal. Dengan menggunakan sistem pendingin palka yang baik maupun menggunakan sistem palka ikan hidup merupakan beberapa cara untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan. Untuk penggunaan sistem palka ikan hidupakan menimbulkan efek sloshing. Dalam penelitian ini, akan mengurangi efek sloshing yang ditimbulkan oleh sistem palka ikan hidup dengan menggunakan fixed baffles. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan menganalisis model fixed baffles. Pemodelan tangki muatan dengan menyederhanakan tangki menjadi bentuk kotak dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 60 cm. Analisa dilakukan dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Simulasi dilakukan dalam 5 variasi tangki yakni, tangki kotak tanpa baffle, tangki kotak dengan baffle penuh, tangki kotak dengan baffle circle perforated, tangki kotak dengan rectangle perforated, dan tangki kotak dengan oval perforated menggunakan software simulasi fluida. Gerakan tangki disimulasikan melalui persamaan respon gerakan kapal ketika rolling, yakni ∅= 0,05 cos (2,423t). Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa efek sloshing pada tangki dengan baffle penuh dapat berkurang sebesar 14%, baffle circle perforated dapat berkurang sebesar 8,06%, baffle oval perforated dapat berkurang sebesar 8,35%, baffle rectangle perforated dapat berkurang sebesar 9,22%.
Pengaruh Variasi Waktu Penahanan (Holding Time) pada Perlakuan Panas Normalizing Setelah Pengelasan Submerged Arc Welding (SAW) pada Baja SS400 terhadap Kekuatan Tarik, Tekuk dan Mikrografi Shandy Perdana; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2385.86 KB)

Abstract

Baja SS400 merupakan jenis baja yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam industri perkapalan. Pengelasan SAW (Submerged Arc Welding) adalah salah satu teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam industri perkapalan. Perlakuan normalizing diperlukan untuk mengurangi tegangan sisa pada material serta meningkatkan sifat mampu mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan struktur mikrografi dari sambungan las SAW setelah proses pemanasan normalizing dengan holding time 30 menit dan 60 menit. Pengujan dilakukan dengan bentuk spesimen berdasarkan standar ASTM dan dilakukan proses normalizing temperature 900oC dengan waktu penahanan 30 dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen normalizing 30 menit memilik nilai rata-rata kekuatan tarik sebesar 193,11 MPa, regangan sebesar 15,21%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 27,21 GPa dan memiliki tegangan tekuk sebesar 399,69 MPa. Spesimen normalizing 60 menit memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 210,9 MPa, regangan sebesar 15,41%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 39,50 GPa dan memiliki tegangan tekuk sebesar 385,73 MPa. Pada perlakuan panas normalizing dengan variasi holding time 30 menit struktur mikrografinya menunjukkan fasa ferrite lebih dominan, dibandingkan variasi 60 menit. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS400 pengelasan SAW dan perlakuan panas normalizing dengan variasi holding time 60 menit  memiliki kekuatan yang lebih besar dari variasi holding time 30 menit.
Analisa Kekuatan Struktur Main Deck Sebagai Penumpu Towing Winch Pada Kapal OSV.Go Perseus Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Ellypar Sutisna S; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.112 KB)

Abstract

Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah kapal khusus yang berfungsi untuk menangani pemasangan jangkar untuk buoy ataupun untuk mengangkat jangkar serta peralatan yang dibutuhkan selama proses eksplorasi. Dengan perubahan framing system kapal akan terjadi perubahan karakteristik tegangan. Pada setiap framing system tersebut dilakukan analisa maximum stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis, beban setiap kondisi pembebanan serta beban hidrostatik. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) serta mengetahui letak titik kritis pada kapal, berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan kapal yaitu beban winch, beban tarik, sagging dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada deck kapal model satu dalam kondisi tarik sebesar 74,2 N/mm2, kondisi sagging sebesar 101 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 70,9 N/mm2. Untuk model dua dalam kondisi beban tarik sebesar 69,0 N/mm2, kondisi sagging sebesar 99 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 64,8 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Anchor Handling Tug Supply masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standar BKI.
ANALISA FATIGUEPROPELLER TUGBOAT ARI 400HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Muhammad Ridho; Ahmad Fauzan Zakki; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.05 KB)

Abstract

Kapal menggunakan propeller sebagai alat gerak untuk mengubah daya yang dihasilkan dari mesin induk menjadi daya dorong sehingga kapal dapat melaju dipermukaan air sehingga propeller harus mampu menahan gaya-gaya yang bekerja pada blade akibat beban hidrodinamik.Kekuatan material propeller ketika diberikan beban secara terus menerus maka material tersebut akan sampai pada titik lelahnya (fatigue).Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perkiraan usia material. Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa pressure yang diakibatkan oleh beban hidrodinamis denganmenggunakan program computer berbasis CFD (Computational Fluid Dynamic)sebagai data input. Pressure yang didapatkan ,digunakan untuk menganalisa fatigue lifedanletak darihotspot stress. Pembebanandilakukan dengan putaran baling-baling pada saat kecepatan dinas. Berdasarkan analisa yang dilakukan, mendapatkan nilai stress sebesar 133,6 Mpa dan siklus minumum sebesar 3,56x108serta hotspot stress terjadi pada daerah root bagian back dari baling-baling yang dianalisa. Setelah didapat semua nilai siklus dan stress, dapat diketahui perkiraan umur material propeller selama 31,05 Tahun.
Analisa Kekuatan Struktur Pondasi Crane pada Kapal Kontainer 100 TEUS dengan Metode Elemen Hingga Surya Ari Wardana; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal kontainer dengan deck crane saat melaksanakan bongkar muat akan menimbulkan tegangan ke struktur badan kapal karena menerima beban kerja sehingga perlu adanya analisa kekuatan dari struktur deck dan struktur pondasi crane kapal kontainer 100 TEUS untuk memastikan keamanannya saat beroperasi. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga sebagai metode penelitiannya. Pembebanan saat beban maksimal dengan memberikan variasi sudut elevasi serta sudut putar dari crane dan juga saat kondisi kapal sagging dan hogging. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa nilai tegangan maksimum yang terjadi pada deck adalah pada saat crane beroperasi pada SWL 30 ton dengan panjang lengan crane 21,3 meter pada sudut elevasi 0° dan sudut putar 90° yaitu sebesar 176,3 MPa. Nilai tegangan maksimum saat kondisi hogging adalah 91,9 MPa. Tegangan maksimum saat kondisi sagging bernilai 101,6 MPa. Tegangan minimum terjadi pada deck adalah pada saat crane beroperasi pada SWL 30 ton dengan panjang lengan crane 15,03 meter pada sudut elevasi 45° dan sudut putar 0° yaitu sebesar 30,53 MPa. Lokasi kritis pada penelitian kali ini terletak di bagian maindeck terletak pada pertemuan pondasi crane dengan main deck kapal. Dari semua hasil variasi pembebanan pada crane yang dimasukkan pada perhitungan  safety factor, maka dapat disimpulkan bahwa konstruksi masih di kategorikan aman karena memenuhi aturan tegangan ijin BKI sebesar 190 N/mm2.
PENGEMBANGAN DESAIN GEOMETRI LUNAS BILGA UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA KAPAL IKAN TRADISIONAL (STUDI KASUS KAPAL TIPE KRAGAN) Muhammad Imam Malik; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.358 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan tradisional di daerah Kragan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang dipercaya oleh warga setempat untuk menjadikan kapal memiliki stabilitas yang baik. Sehingga penulis ingin mengetahui performa kapal ikan tipe kragan yang terdiri dari hambatan, stabilitas, dan olah gerak dengan melakukan variasi geometri lunas bilga dengan patokan dari radius bilga kapal yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan model menggunakan Rhinoceros dengan geometri lunas bilga yang berbentuk trapesium, segitiga, foil, dan bulb. Selain itu, model tanpa lunas bilga dan model yang direkomendasikan penelitian sebelumnya juga dibuat untuk mengkomparasikan hasil variasi geometri yang dilakukan penulis. Kemudian dilakukan analisa hambatan menggunakan Fluid Flow (CFX), analisa stabilitas menggunakan Maxsurf Stability, dan analisa olah gerak menggunakan Hydrodynamic Diffraction. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai hambatan pada Model 4 menghasilkan hambatan 3,648% lebih baik dari model existing. Nilai stabilitas terbaik didapatkan pada Model 4 dengan nilai GZ maksimum 2,79 m, dan nilai olah gerak pada Model 4 menghasilkan nilai RMS of roll 4,420% lebih baik dari model existing pada gelombang 125o.
Analisa Teknisdan Ekonomis Penggunaan Wind Turbine Untuk Konversi Energi Pada Kapal Ikan Yang Menggunakan Sistem Pendingin Refrigrated Sea Water Reingga Surya Bentara; Berlian Arswendo Adietya; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.891 KB)

Abstract

Semakin menipisnya ketersediaan sumber energi mengakibatkan harga bahan bakar minyak menjadi tinggi. Yang berdampak pada  dunia perkapalan, karna merupakan salah satu armada transportasi yang juga menggunakan bahan bakar minyak. Berangkat dari permasalahan tersebut, tugas akhir ini mencoba menghadirkan satu solusi untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak dengan menggunakan wind turbine untuk mensuplai kebutuhan system pendingin pada kapal ikan. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran wind turbine yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dan mendapatkan keuntungan ekonomis. Analisis wind turbine yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 9 knot, kecepatan angina 10,159 knot sehingga didapat kecepatan angin yang bekerja pada wind turbine sebesar 13,57 knot dengan sudut serang angin terhadap wind turbine (angle of attack, α) adalah 180̊ (arah angina berlawanan dengan arah kapal). Dari hasil analisa didapatkan wind turbine yang optimum untuk dipasang di kapal adalah tipe sumbu horisontal dengan diameter rotor 3,5 m dengan jumlah yang terpasang sebanyak 1 unit. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan hambatan yang ditimbulkan wind turbine sebesar 8 kN sehingga mengakibatkan pengurangan kecepatan sebesar 0.406 knot. Dengan total biaya investasi dan operasional awal sebesar Rp 156.257.920, pemasangan wind turbine dapat menghemat biaya sebesar Rp 104.564.650 per tahun
ANALISA PENGARUH PEMASANGAN ENERGY SAVING DEVICE (ESD) PROPELLER BOSS CAP FINS (PBCF) DAN KORT NOZZLE PADA PROPELLER TYPE B-SERIES DAN PROPELLER TYPE AU TERHADAP GAYA DORONG PROPELLER DENGAN METODE CFD Desto Pradika Putra; Andi Trimulyono; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.615 KB)

Abstract

Meningkatnya harga bahan bakar saat ini sangat signifikan. Hal ini mendorong pelaku industri perkapalan khususnya pemilik kapal (Owner) melakukan penghematan konsumsi bahan bakar. Pengurangan konsumsi bahan bakar bisa di lakukan dengan cara menambah instalasi alat pada propeller atau yang biasa disebut dengan Energy Saving Device (ESD) yang bertujuan untuk meningkatkan effisiensi propulsi. Beberapa desain ESD yang telah dikembangkan yaitu Propeller Boss Cap Fins (PBCF) dan Ducted Propeller (Kort nozzle Propeller) telah terbukti mampu membuat laju suatu kapal menjadi lebih optimal dan efektif, hingga meningkatkan gaya thrust kapal sampai beberapa persen. Dengan kedua ESD yang berbeda, disini penulis ingin menganalisa pengaruh instalasi Energy Saving Device (ESD) terhadap gaya dorong (thrust) yang di hasilkan sehingga dapat diketahui ESD dengan performa paling optimal, selain itu penulis juga ingin menganalisa perbandingan persentase gaya dorong (thrust) yang di hasilkan dengan kedua propeller yang berbeda yakni propeller type B-Series dan propeller type AU dengan bantuan paket program Computer Aided Design (CAD) serta Computational fluid Dynamics (CFD). Dalam penganalisaan yang dilakukan menggunakan software CFD ANSYS CFX 14.0 menunjukkan dari kedua model propeller yang di analisa, terjadi perubahan bentuk fluida,  yang berpengaruh pula terhadap gaya dorong (thrust) yang dihasilkan. Nilai Thrust terbesar pada propeller type B-Series terjadi pada instalasi PBCF dikombinasikan dengan kort nozzle yaitu sebesar 11,50% sedangkan instalasi PBCF dikombinasikan dengan kort nozzle pada propeller type AU memperoleh thrust sebesar 41,59%. 
Analisa Performa Fin Stabilizer Untuk Memperbaiki Gerakan Rolling Pada Kapal longline 90 GT Imam Nur Hidayat; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.074 KB)

Abstract

Permintaan ikan tuna saat gelombang di laut tidak menentu, menyebabkan kekhawatiran pada nelayan. Salah satu cara mengantisipasinya dengan memperhatikan sistem olah gerak, diharapkan pada kondisi apapun kapal tetap bisa survive, atau tetap pada posisinya. Dalam upaya menurunkan gerakan rolling pada kapal ikan tradisional tipe Longline, penggunaan anti-roll jenis fin stabilizer merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui gerakan rolling pada kapal longline 90 GT dengan ada dan tidaknya penambahan fin stabilizer. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan rujukan dalam merancang fin stabilizer khususnya kapal longline di Indonesia. Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan penggunaan fin stabilizer dengan variasi sudut dan lebar penampang. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan software berbasis CAD yang kemudian dilakukan analisa perhitungan momen peredam untuk mendapatkan nilai Koefisien Damping, yang mana digunakan untuk  peredam tambahan pada analisa gerakan rolling kapal menggunakan software berbasis CFD dan Metode Panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fin stabilizer yang memiliki luasan lebih besar dan dengan sudut kemiringan  fin stabilizer pada saat 5 Deg adalah yang paling optimal dalam mengurangi gerakan rolling kapal sebesar 15,61% dengan RMS of Roll sebesar 5,12 Deg.
Analisa Fin Stabilizer Terhadap Rolling Pada Kapal Ferry Ro-Ro 500 GT Dengan Metode CFD (Computational Fluid Dynamic) Airlangga Herbowo; Deddy Chrismianto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1349.366 KB)

Abstract

Potensi laut di Indonesia dapat dimanfaatkan dalam segi transportasi laut untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia.Melihat meningkatnya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi laut sebagai sarana penunjang, maka kenyamanan dan keamanan para penumpang merupakan hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kapal. Salah satu cara untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para penumpang adalah dengan memperhatikan sistem stabilitas maupun olah gerak kapal pada saat berlayar mengarungi lautan. Kemampuan olah gerak kapal (seakeeping) merupakan salah satu aspek penting yang berkaitan dengan gerakan kapal dalam merespon pengaruh gaya-gaya luar yang bekerja pada kapal. Dalam meningkatkan upaya kualitas dari olah gerak pada kapal, penggunaan sistem anti-roll pada kapal  mampu mempengaruhi  respon gerakan rolling pada kapal salah satu sistem anti-roll adalah fin stabilizer. Pada penelitian ini di ambil fin stabilizer roll royce tipe Aquarius dengan memvariasikan sudut dan luasan untuk mencari pengaruh terhadap gerakan rolling kapal setelah adanya penambahan fin stabilizer. Kemudian dilakukan analisa olah gerak kapal dengan menggunakan metode CFD pada software Tdyn SeaFEM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fin stabilizer yang memiliki luasan lebih besar dan dengan sudut kemiringan fin stabilizer pada saat 00 adalah yang paling optimal dalam mengurangi gerakan rolling kapal sebesar 82% dengan RMS of Roll sebesar 0.9920.