cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Rekayasa Desain Bangunan Atas Kapal Katamaran Bermaterial Plastik HDPE dan Pengaruhnya Terhadap Performance Kapal M. Haris Fikri Sulthoni; Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.7 KB)

Abstract

Bangunan atas kapal adalah salah satu bagian yang umum ada pada struktur kapal dalam bentuk bangunan yang utuh. Hal ini juga dapat meningkatkan nilai jual ekonomis kapal. Rekayasa desain bangunan atas kapal akan berpengaruh terhadap karakteristik teknik kapal, antara lain hambatan dan stabilitas. Perbedaan bentuk bangunan atas kapal akan mengindikasikan perubahan besar pada hambatan kapal terutama pada hambatan angin, serta stabilitas yang berbeda sehinngga penulis ingin menganalisa performance kapal akibat efek perekayasaan desain bangunan atas kapal. Analisa dilakukan dengan pembuatan model rekayasa tiga desain, untuk melihat desain yang paling baik. Kemudian, analisa performance kapal diketahui dengan bantuan software Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk analisa hambatan angin dan software system komputasi untuk analisa stabilitas kapal. Dari ketiga variasi desain bangunan atas kapal, nilai hambatan terendah terdapat pada model tiga dan mengalami kenaikan pada hambatan total kapal sebesar 0,045% dari hambatan sebelumnya dengan nilai sebesar 1,244 kN. Untuk nilai stabilitas paling baik didapatkan pada model 2 dan 3 dengan nilai GZ maksimal sebesar 1,279 m untuk kondisi kapal kosong dan pada kapal kondisi penuh didapatkan pada model 1 dengan nilai GZ maksimal sebesar 1,255m.
Analisis Kekuatan Pipa Elbow 90° dengan Variasi D/t pada Pipeline, Akibat Beban Momen Bending Anggita Firda Renatasari; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.883 KB)

Abstract

Pipa elbow 90° memiliki peran penting dalam suatu sistem perpipaan yaitu digunakan sebagai sambungan pipa dan  membelokkan arah aliran pipa, salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada sambungan pipa elbow 90° yaitu buckling atau tekuk yang diakibatkan oleh variasi kondisi pembebanan. Pada penelitian ini variasi model  pipa elbow 90° berdasarkan perbandingan diameter dan tebal pipanya (D/t) yaitu 29,45 ; 53.31 dan 79,96 dengan variasi kondisi pembebanan inplane, outplane, dan ­in-outplane. Analisis buckling yang dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan nilai momen dan deformasi oval yang terjadi pada tiap variasi kondisi pembebanan. Berdasarkan hasil penelitian dengan variasi D/t dan kondisi pembebanan, maka ditemukan bahwa semakin besar nilai D/t pada pipa elbow 90° maka nilai modulus penampang semakin naik sehingga momen yang terjadi semakin besar dengan yield stress tetap pada setiap variasi kondisi pembebanani yaitu D/t 79,96 dengan nilai momen sebelum buckling sebesar 4,5 x 106 Nm pada kondisi pembebanan outplane, namun dengan semakin besarnya nilai D/t pipa elbow 90° maka semakin kecil nilai deformasi oval yang terjadi pada tiap variasi kondisi pembebanan.
ANALISA KEKUATAN FIX STINGER PADA S LAY BARGE UNTUK INSTALASI PERPIPAAN BAWAH LAUT Wildan Achmad Suryaningrat; Imam Pujo Mulyatno; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.3 KB)

Abstract

Metode penginstalan pipa bawah laut yang paling banyak digunakan saat ini adalah metode S Lay. Banyak digunakan karena eksplorasi minyak dan  gas saat ini masih berkisar pada laut dangkal yang mempunyai kedalaman dibawah 300 meter. Untuk mempertahankan bentuk pipa pada saat instalasi S Lay barge memerlukan struktur pendukung berupa konstruksi tiang – tiang  yang dilengkapi dengan roller disebut Stinger  yang terbuat dari material baja STPG 410. Tujuan utama Stinger adalah untuk mengatur lendutan pipa pada daerah overbend agar sesampainnya pipa pada dasar laut mempunyai derajat kedatangan yang aman sehingga mencegah terjadinya buckling. kedalaman laut yang semakin dalam berakibat  tegangan yang diterima stinger akan semakin besar, akibat beban pipa yang diterima oleh stinger.Oleh karena itu tugas akhir ini akan mengkaji kekuatan Fix Stinger SEA 004 yang dimiliki oleh McDermott Middle East dengan metode elemen hingga. Dan dari hasil analisa menunjukan bahwasannya Stinger masih mampu menginstal pipa berdiameter 3 meter, lebih besar dari ketentuan fabrikator yang mencapai 0,75 meter. Serta kdalaman laut hingga 400 meter lebih dari batas instalasi S Lay yang biasanya hanya sampai  kedalaman 300 meter. Dari hasil pengujian menunjukan bahwasannya variasi beban terbesar terjadi pada model IV dengan beban sebesar 289 N/mm2  pada node26. Dengan mengalami deformasi sebesar 20512 mm. Hasil tersebut  masihdinyatakan aman menurut rules ASTM A53 karena Yield Material baja STPG sebesar 360 N/mm2
Optimasi Disain Spread Mooring Dengan Konfigurasi Variasi Line Terhadap Six Degrees Of Freedom (DOF) Olah Gerak Pada Kapal Floating Storage And Offloading (FSO) M. Ikbal Afdhal; Untung Budiarto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1890.398 KB)

Abstract

Floating Storage and Offloading (FSO) adalah fasilitas terapung untuk produksi dan penyimpanan sementara minyak dan gas bumi berbentuk kapal yang secara permanen ditambatkan di lokasi operasi. Sistem tambat menyebar (spread mooring system) merupakan salah satu mooring system yang digunakan untuk meredam gerakan dinamis pada FSO akibat beban lingkungan. Tugas akhir ini melakukan analisa terhadap karakteristik gerakan FSO dengan spread mooring system. Tension maksimum pada chain line dan Excursion  FSO menggunakan software MOSES ver.7.10 dan Orcaflex 9.2a. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap FSO Barakuda kondisi moored, dapat diambil kesimpulan bahwa mooring system dengan konfigurasi desain Spread mooring dengan chain R4 studless 92 mm cetenary merupakan mooring system yang paling sesuai untuk digunakan pada FSO yang mengalami kondisi pembebanan damage line atau ultimate limit state (ULS) paling ekstrem. Excursion  maksimum terjadi pada heading 45 o sebesar x = 9,71 dan y = 13,45 m dalam kondisi damage . Excursion  tersebut sesuai persyaratan fungsionalnya, yaitu sebesar 20% kedalaman perairan. Pada kondisi damage line, tension signifikan terbesar adalah 5787,96 kN yang terjadi pada chain line L02 heading 45o. Sedangkan untuk kondisi intact , tension terbesar adalah 4095,42 kN terjadi pada chain line L02  untuk heading 45o.dan anchor holding capacity signifikan terbesar adalah 5659,90 Kn untuk desain spread mooring dengan R4 studless (φ = 92 mm) terjadi pada chain line L02 untuk heading 45o. Harga safety factor (SF) terkecil 1.34 untuk kondisi damage . Menurut API RP 2SK 2nd edition, SF minimal untuk kondisi damage adalah 1.25, sehingga dapat disimpulkan bahwa chain R4 studless (φ = 92 mm) aman untuk digunakan sebagai mooring system.
Analisa Kekuatan Struktur Pondasi Mesin Dengan Interaksi Trust Block Pada Kapal Ferry 500 GT Dengan Metode Elemen Hingga I Made Wira Karisma; Imam Pujo Mulyatno; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.104 KB)

Abstract

Konstruksi Pondasi mesin pada kapal Ferry 500 GT merupakan konstruksi  yang sangat pentng. Konstruski ini menerima beban mesin, gearbox, serta gaya dan momen pada shaft yang tersambung melalui thrust block. akumulasi beban pada pondasi ini membuat perlu adanya analisa kekuatan konstruksi. Material yang digunakan adalah baja grade A BKI ASRM A131, sedangkan rules yang digunakan adalah rules Biro Klasifikasi Indonesia. Analisa menggunakan metode elemen hingga linier statis. Beban yang diasumsikan adalah berat gear box, berat mesin, gaya dorong, dan momen torsi dari shaft. Hasil analisa berupa tegangan von mises dan deformasi pada tiga kondisi pembebanan. Penulis menggunakan alat bantu software berbasis metode elemen hingga dengan tiga kondisi pembebanan yaitu kapal diam, kapal bergerak ke depan dengan kecepatan 12 knot, dan kapal mundur dengan kecepatan 6 knot. Tegangan von mises terbesar terjadi pada kondisi pembebanan II yaitu kapal bergerak dengan kecepatan 12 knot ke depan, sebesar 114 N/mm2 dan dengan deformasi 0,0138 mm. titik tegangan terbesar terjadi pada pondasi mesin station 12 yang berada pada pusat gaya dorong kapal. Nilai tegangan masih sesuai dengan tegangan ijin bahan maupun tegangan ijin Biro Klasifikasi Indonesia. Dengan nilai 2,061 dan 1,747 (SF > 1)
Analisa Pengaruh Pemasangan Bilge Keel dengan Variasi Kecepatan Terhadap Hambatan Gelombang,Viskos dan Gesek serta Olah Gerak dan Stabilitas pada Kapal Ikan Tradisional 70 GT Ganang Adi Baskoro; Berlian Arswendo Adietya; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.384 KB)

Abstract

Pada studi kasus ini, nelayan di Jawa Tengah menambah kan bilge keel pada kedua sisi lambung kapal ikan tradisional 70 GT. Dalam mindset mereka dengan melakukan modifikasi dan penambahan-penambahan bulb pada kapal, kapal mereka akan menjadi lebih cepat dan mempunyai daya tahan yang lebih baik. Padahal efek yang ditimbulkan dari segi hambatan ataupun stabilitasnya, bisa lebih baik ataupun lebih buruk. Untuk mengetahui efek yang ditimbulkan maka dilakukan analisa terhadap hambatan, olah gerak dan stabilitasnya. Langkah awal adalah melakukan pengukuran langsung terhadap kapal ikan tradisional 70 GT. Setelah mendapatkan dimensi ukuran kapal dan bilge keel dilakukan permodelan pada software autocad dan maxsurf. Selanjutnya dilakukan analisa terhadap kapal tanpa bilge keel dan kapal dengan bilge keel untuk hambatan, olah gerak dan stabilitas nya di software maxsurf. Dari hasil analisa hambatan baik hambatan total,gesek,viskos dan gelombang, kapal dengan bilge keel mempunyai performa lebih jelek dari kapal tanpa bilge keel dengan nilai hambatan total 2,99 kN kapal tanpa bilge keel dan 3,3 kN kapal dengan bilge keel pada kecepatan 5 knot. Dari hasil analisa olah gerak nya, kapal ikan tanpa dan dengan bilge keel mampu berlayar pada tinggi gelombang 2 m dilihat dari kriteria yang ditetapkan Tello,2009 dengan nilai rolling tertinggi 5,900 pada sudut 900 dan pitching tertinggi 2,560 pda sudut 00.Dari hasil analisa stabilitas nya, kapal tanpa dan dengan bilge keel mempunyai stabilitas yang baik untuk kondisi I sampai IV sesuai kriteria yang ditetapkan IMO. Secara keseluruhan dari hasil analisa menggunakan software maxsurf baik hambatan, olah gerak maupun stabilitasnya, antara kapal tanpa bilge keel dan kapal dengan bilge keel mempunyai selisih nilai yang kecil. 
Studi Kasus Kinerja Propeller Kaplan Series Akibat Pengurangan Diameter dan Penambahan End Plate dengan Metode CFD Yermias Rahardian Andilolo; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.119 KB)

Abstract

Ada beberapa variasi jenis daun propeller yang masing-masing memilki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan jenis kapal. Dalam hal ini kaplan adalah salah satu jenis daun propeller yang paling banyak digunakan pada tug boat karena fungsinya untuk menghasilkan tenaga yang besar namun dengan kecepatan berlayar yang rendah. Tenaga besar yang perlu dihasilkan propeller kaplan series dengan kecepatan berlayar yang rendah akibat beban kerja yang besar akan memberi dampak penurunan nilai efisiensi dari kinerja propeller. Pada permasalahan ini nilai efisiensi propeller akan berkurang sehingga berdampak pada kinerja tug boat yang menurun dikarenakan tenaga mesin tidak dapat digunakan secara optimal. Penelitian ini menganalisa propeller jenis Kaplan Series dengan pengurangan diameter menjadi 0,975R, 0,95R, 0,925R, 0,90R dan penambahan end plate pada tip propeller dengan 4 variasi panjang yaitu 150 mm, 100 mm, 75 mm, 50 mm dan dengan menggunakan sudut rake 00 dan 150, sehingga didapatkan variasi propeller yang optimum dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD, hingga mendapatkan hasil dari semua model propeller yaitu nilai thrust, efisiensi, dan nilai pressure. Dari beberapa model yang telah dibandingkan diperoleh model propeller yang optimum yaitu dengan variasi pengurangan diameter sebesar 2,5% dengan sudut rake 150 dan penambahan end plate dengan panjang 75 mm dengan nilai thrust sebesar 122163 N, rata-rata tekanan 37202.5 Pa, dan nilai efisiensi sebesar 55,47% dengan putaran propeller yang optimal sebesar 275 RPM.
PERANCANGAN SOFTWARE UNTUK PERHITUNGANHYDROSTATIC CURVESKAPAL PERIKANANBERDASARKAN DATABASE PEMBANGUNAN KAPAL PADAGALANGAN KAPAL KAYU DI KABUPATEN BATANG Yohanes Aditya; Andi Trimulyono; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini masyarakat Batang melaut menggunakan kapal yang dibangun secara tradisional tanpa didahului dengan gambar desain dan perhitungan sebagaimana layaknya pada pembangunan kapal kayu modern. Kapal-kapal perikanan tradisional ini tidak dilengkapi dengan perhitungan yang tepat, terutama untuk perhitungan hidrostatik dan pembangunannya masih dibuat secara turun temurun berdasarkan pengalaman membangun kapal perikanan.Perancangan software ini bertujuan untuk menghasilkan perhitungan dan grafik hidrostatik agar dapat mengetahui karakteristik badan kapal yang yang tercelup didalam air, dan mengetahui nilai simpangan software hasil perancangan dengan software hydromax. Proses perancangan software perhitungan hydrostatic curve kapal perikanan tipe Batang ini berdasarkan data kapal yang sudah pernah dibangun di galangan kapal kayu Batang yang kemudian dihitung dengan rumus-rumus sesuai dengan perhitungan Hidrostatik. Software ini dapat menhitung hasil perhitungan hidrostatik dan grafik hidrostatik sesuai dengan ukuran utama panjang, lebar, dan sarat tertentu. Dan aplikasi software ini menunjukkan perbandingan nilai simpangan dengan hasil perhitungan hidrostatik dan grafik hidrostatik dari data lapangan yang dihitung menggunakan Software Hydromax sesuai ukuran utama panjang, lebar, dan sarat tertentu dengan nilai simpangan antara 0 % sampai 12.31 %.
Analisa Pengaruh Angle of Attack Fin stabilizer terhadap Righting moment pada Kapal Perintis 500 DWT Nur Rifqi Sabila
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia perkapalan stabilitas adalah salah satu faktor yang sangat penting karena stabilitas sangat bepengaruh dengan kenyamanan dan keselamatan kapal. Dalam perancangan sebuah kapal didesain dengan baik agar memiliki stabilitas yang baik. Upaya untuk meningkatkan stabilitas kapal contohnya dengan penggunaan ship motion control seperti bilge keel, fin stabilizer, tanki stabilizer dll. Pada penelitian ini mengkaji tentang pengaruh penggunaan fin stabilizer pada kapal perintis 500 DWT  yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan olah gerak kapal khususnya gerakan Rolling. Peneltian ini dilakukan dengan mengkaji gaya yang dihasilkan oleh fin stabilizer dengan memvariasikan sudut serangnya, kemudian gaya yang didapatkan dari fin tersebut digunakan sebagai koefisien damping guna menganalisa gerakan rollingnya di Ansys Aqwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penggunaan fin stabilizer dapat mengurangi rolling kapal lebih dari 50% dan gaya yang dihasilkan oleh fin stabilizer dipengaruhi oleh sudut serang, sudut serang yang besar mampu menghasilkan koefisien damping lebih besar, begitu sebaliknya, tetapi dalam penggunaan konfigurasi fin stabilizer juga diselaraskan dengan besar amplitude rolling kapal. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagaimana metode yang dilakukan dalam pemasangan fin stabilizer pada kapal.
PENGARUH JARAK RUDDER DAN PROPELLER TERHADAP KEMAMPUAN THRUST MENGGUNAKAN METODE CFD (STUDI KASUS KAPAL KRISO CONTAINER SHIP) Hugo Digitec E. Sembiring; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.918 KB)

Abstract

Aspek penting dalam perencanaan kapal adalah perencanaan sistem propulsi dan  kemampuan olah gerak kapal. Salah satu aspek dari sistem propulsi adalah perencanaan propeller, dan untuk meningkatkan kemampuan olah gerak kapal adalah dengan mengoptimalkan kinerja rudder. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kinerja propeller dan rudder yaitu menganalisa pengaruh variasi posisi rudder dan propeller. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai koefisien thrust terbaik untuk propeller KCS dan nilai koefisien lift dan koefisien drag pada semi-balance rudder. Variasi jarak yang digunakan berdasarkan pada diameter propeller yaitu 54%D, 59%D,65%D,71%D,76%D. Peneliti menggunakan software ansys CFX dengan menggunakan metode CFD dalam mencari nilai nilai yang dibutuhkan. Untuk mengetahui nilai yang paling optimal dari range jarak 0-76%D peneliti menggunakan metode optimasi MOGA pada software ansys workbench. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa nilai koefisien thurst terbaik terdapat pada jarak 54%D sebesar 0.507, pada jarak 59%D sebesar 0,476, pada jarak 65%D sebesar 0,424, pada jarak 71%D sebesar 0,403 dan pada jarak 76% sebesar 0,403. Dan dari hasil Optimasi Moga maka diketahui bahwa nilai Thrust yang optimal ada pada jarak 55,1% D yaitu dengan nilai koefisien  sebesar 0,573.  Sehingga dari hasil ini, jarak yang paling baik yang direkomendasikan yang memiliki gaya dorong terbaik adalah pada jarak 55,1%D dari kemudi.