cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Kajian Teknis Stabilitas (Intact & Damage) Dan Olah Gerak Kapal Penangkap Ikan Tradisional Berbasis Peraturan International on Intact Stability 2008 Paramayuda Ilham Pratama; Deddy Chrismianto; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.879 KB)

Abstract

Kapal penangkap ikan berbahan dasar kayu merupakan sarana yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk memperoleh hasil laut. Namun dalam pembuatan maupun pengoperasiannya masih kurang memperhatikan aspek stabilitas dan olah gerak secara keseluruhan. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang kesesuaian kapal penangkap ikan tradisional dengan peraturan internasional yang berlaku agar dapat dijadikan referensi dalam pembuatan regulasi untuk kapal-kapal berukuran kecil di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan bantuan software komputasi numerik, Maxsurf, dan software berbasis metode elemen hingga yaitu Ansys Aqwa dalam menganalisis olah gerak kapal. Hasil analisis intact stability pada kapal ikan 20 GT (17,17 m), 30 GT (15,45 m), 90 GT (25,50 m) telah memenuhi kriteria IS Code 2008 dengan nilai GZ maksimum yang terjadi pada sudut melebihi 25o pada tiga kondisi pemuatan. Hasil analisis damage stability pada ketiga kapal yaitu, kapal ikan 20 GT dengan indeks R=0,3035 dan indeks A=0,72151, kapal ikan 30 GT dengan indeks R=0,3091 dan indeks A=0,99279, kapal ikan 90 GT dengan indeks R=0,3813 dan indeks A=0,90720 telah memenuhi kriteria SOLAS 2009. Hasil analisis olah gerak telah memenuhi kriteria Tello 2009 ditinjau dari RMS Roll dan VA at Work Deck.
Analisa Kekuatan Tekan dan Kekuatan Tarik Pada Balok Laminasi Kayu Meranti Merah dan Bambu Petung Untuk Komponen Kapal Kayu Prasetyo Nugroho; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.423 KB)

Abstract

Permintaan kayu yang sangat meningkat, khususnya di negara Indonesia yang merupakans alah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan kayu. Indonesia adalah salah satu negara yang memproduksi kapal kayu. Dimana kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi. Dalam mengatasi permintaan kayu, maka dilakukan penelitian tentang laminasi bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air, kerapatan, kuat tarik, kuat tekan dari laminasi bambu petung kombinasi kayu meranti merah akibat perbedaan persentase variasi bahan (70% petung - 30% meranti merah, 60% petung - 40% meranti merah, 50% petung - 50% meranti merah, 40% petung – 60% meranti merah, 30% petung - 70% meranti merah). Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi bambu petung kombinasi meranti merah untuk uji kuat Tarik mengacu pada standar SNI 03-3399-1994 dan uji kuat Tekan mengacu pada standar SNI 03-3958-1995. Hasil penelitian untuk pengujian Tarik memiliki kadar air kering udara rata-rata 10%, berat jenis terbesar 0.7553gr/cm³ untuk spesimen tarik, kekuatan Tarik rata-rata sebesar 168,27 Mpa untuk kode T.7.3 (varian paling optimal). Untuk laminasi bambu pengujian Tekan memiliki nilai kadar air kering udara rata – rata sebesar 10%, berat jenis sebesar 0.6338 gr/cm³ untuk spesimen tekan, kekuatan Tekan rata-rata sebesar 40,20 MPa untuk kode TK.7.3 (varian paling optimal). 
Perancangan Dan Kajian Ekonomis Alat Pendorong Hidrolik Untuk Peluncuran Bangunan Baru Kapal Ikan Tradisional Aditya Rio Prabowo; Kiryanto Kiryanto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.73 KB)

Abstract

Kapal ikan tradisional merupakan sarana yang paling diminati nelayan dalam bekerja menangkap ikan, oleh karenanya industri perkapalan ikan tradisional berkembang pesat di Indonesia. Pembangunan kapal tradisional dilakukan seperti hal nya kapal modern dan kedua jenis kapal ini tentu akan mengalami proses peluncuran dalam setelah pembangunan lambung kapal selesai. Dalam hal peluncuran, peluncuran kapal tradisional berbeda dengan kapal modern dimana peluncuran tidak menggunakan bidang miring dan kapal di dorong dengan dongkrak serta di tarik oleh sling. Dengan metode ini, proses peluncuran kapal berjalan lambat dan tidak efisien. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat dorong yang memudahkan proses peluncuran. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan alat pendorong hidrolik untuk peluncuran bangunan baru kapal ikan tradisional.Pembuatan alat pendorong ini merencanakan berat beban yang akan didorong, waktu peluncuran saat menggunakan alat pendorong dan kapasitas gaya dorong alat. Kemudian menentukan spesifikasi komponen alat pendorong yaitu: silinder hidrolik, pompa, mesin diesel dan tanki reservoir. Dari hasil survey lapangan dan perhitungan untuk perencanaan alat pendorong hidrolik diperoleh kesimpulan bahwa: hasil dari perencanaan alat pendorong hidrolik diperoleh kapasitas gaya dorong maksimum alat pendorong hidrolik sebesar 315000 N dan kecepatan gerak tongkat piston alat pendorong hidrolik 40 cm / menit. Dan komponen sistem hidrolik yang butuhkan berupa: pompa dengan jenis gear pump yang mempunyai maximum pressure 250 kgf/cm2, silinder hidrolik ditentukan memiliki inner diameter 160 mm, mesin penggerak digunakan mesin diesel yang memiliki daya 16 HP dan putaran mesin 2200 rpm. Dan tanki fluida dengan daya tampung 66066 cm3 dengan dimensi panjang 50 cm, lebar 37 cm, dan tinggi 36 cm. Biaya investasi yang diperlukan untuk membangun alat pendorong hidrolik adalah sebesar sebesar Rp 49.928.918,00. Dan dari hasil analisa Break Even Point (BEP), pengembalian biaya investasi dengan sumber biaya investasi pinjaman lunak (loan) terjadi pada tahun ke-3 dan untuk pengembalian biaya investasi dengan sumber biaya pinjaman komersial terjadi pada tahun ke-4.
Analisa Kekuatan Impak, Tarik, dan Mikrografi Aluminium 5083 Akibat Pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dengan Variasi Posisi Pengelasan Isyroqi Al Ghifari; Untung Budiarto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 5083 pada kapal umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal aluminium khususnya pada bagian lambung.Pengelasan MIG(Metal Inert Gas) merupakan salah satu jenis pengelasan yang dapat diterapkan dalam pengelasan aluminium.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari uji impak tarik , dan struktur mikrografi dari sambungan las jenis single v butt joint 60° dengan perbedaan posisi pengelasan pada Aluminium 5083.Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa posisi pengelasan cukup berpengaruh terhadap hasil kekuatan dari sambungan las.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tegangan tarik rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan posisi 1G sebesar 194,54 MPa,sedangkan regangan rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan posisi 3G sebesar 21,01 %,Sedangkan modulus elastisitas rata-rata terbesar didapat pada pengelasan posisi 1G sebesar 11,62 GPa,dan hasil harga impak rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan posisi 3G sebesar 0,35 J/mm2.Pada struktur mikro posisi pengelasan 1G memiliki hasil struktur mikro yang lebih rapat pada daerah HAZ(Heat Affected Zone) dan daerah pengelasan dibanding dengan posisi pengelasan 2G, 3G, dan 4G
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN MATERIAL KOMPOSIT SANDWICH DENGAN METODE VACUUM INFUSION SEBAGAI MATERIAL KAPAL Rio Leksa Muchtiwibowo; Parlindungan Manik; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.496 KB)

Abstract

Teknologi laminasi komposit dengan metode vacuum infusion dalam pembuatan pada galangan kapal fiberglass saat ini belum familiar digunakan dalam industri galangan kapal fiber di Indonesia. Penelitian ini bersifat eksperimen dan dilakukan untuk mendapatkan data analisa teknis dan ekonomis pembuatan komposit dengan metode vacuum infusion. Dari segi analisa teknis bertujuan membandingkan hasil kekuatan lentur dan impak dari variasi komposit sandwich menggunakan divinycell H80 ketebalan 15 mm dan serat E-glass biaxial arah serat +450 dengan berat 800 gr/m2 dan arah serat 0,900 dengan berat 815 gr/m2, sehingga dapat diketahui variasi komposisi yang optimal. Sedangkan dari analisa ekonomis, membandingkan keuntungan dan manfaat perbandingan dari komposit sandwich dengan komposit biasa. Pembuatan  komposit sandwich dengan proses vacuum infusion dengan fraksi berat 30% matrik vinylester dan 70% serat E-Glass tipe biaxial dengan empat variasi komposisi arah serat. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa faktor komposisi lamina dan arah serat sangat berpengaruh dalam menentukan kuat lentur, tetapi tidak dengan kuat impak, meskipun apabila dirata-rata variasi kedua memiliki hasil terbesar dengan energy impak sebesar 85,4 Joule dan nilai ketangguhan impak sebesar 0,033 J/mm2. Hasil uji lentur menunjukkan bahwa kuat lentur tertinggi pada komposit sandwich variasi kedua dengan rata-rata ρmax sebesar 2013,2 Newton atau 205,43 Kg, rata-rata nilai kuat tekan sebesar 4,874 Kg/mm2 dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 14,15 Kg/mm2. Namun apabila membandingkan hasil uji lentur dengan standard kuat lentur BKI, tak satupun komposit sandwich yang memenuhi persyaratan. Sedangkan pada analisa ekonomis, penggunaan komposit sandwich menyebabkan kapal lebih mahal 37,56% dan lebih tebal sekitar 71,31% dari komposit single skin, namun lebih ringan sekitar 74,51% dari komposit single skin.  
Pengaruh RPM dan Diameter Pin Tool Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Hasil Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) Single Side Pada Aluminium 5083 Muhamad Rizki Riyadi; sarjito joko sisworo; ahmad fauzan zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.606 KB)

Abstract

Dalam dunia perkapalan,Aluminium 5083 pada kapal umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal aluminium khususnya pada bagian lambung.Pengelasan FSW(Friction Stir Welding) menggunakan prinsip gesekan dari benda kerja yang berputar dengan benda kerja lain yang diam sehingga mampu melelehkan benda kerja yang diam dan akhirnya menyatu ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari uji Tarik impak , dan struktur mikrografi dari sambungan las FSW dengan perbedaan diameter pin tools  dan pengelasan dua sisi pada Aluminium 5083.Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa besarnya diameter berpengaruh terhadap hasil kekuatan dari sambungan las.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tegangan tarik rata-rata sebesar 145,11 Mpa pada diameter pin tool 10, sedangkan regangan rata-rata terbesar  sebesar 16,17% pada diameter pin tool 10 ,Sedangkan modulus elastisitas rata-rata terbesar didapat pada pengelasan diameter 8 mm sebesar 10,18 GPa,dan hasil harga impak rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan diameter 8 mm sebesar 0,085 J/mm2.Pada struktur mikro diameter 8 mm memiliki penyebaran struktur mikro yang lebih rapat pada daerah HAZ(Heat Affected Zone) dan stir zone , dan variasi diameter 9 mm terlihat struktur yang hampir berimbang di daerah Base Metal, HAZ dan stir zone.
Analisa Teknis Penggunaan Serat Pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer ) sebagai Alternatif Material Komponen Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Tekuk Dan Impak Muhammad Wahyu Prihantoro; Hartono Yudo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.795 KB)

Abstract

Serat pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer) merupakan penguat komposit alami yang memiliki struktur serat yang kontinyu kuat, tidak membahayakan kesehatan, murah, tersedia melimpah karena belum temanfaatkan dengan baik serta dapat mengurangi polusi lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan pembuatan material komposit berpenguat serat alami yaitu serat pelepah siwalan untuk mengetahui kekuatan tekuk dan impak dan mengetahui pengaruh variasi arah serat terhadap kekuatan tekuk dan impak dari material komposit berpenguat serat pelepah siwalan. Pembuatan komposit serat pelepah siwalan pada penelitian ini menggunakan metode hand layup dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 60% matriks polyester dan 40% serat pelepah siwalan. Hasil pengujian komposit berpenguat serat pelepah siwalan didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan variasi arah sudut 0° dengan nilai rata – rata 47,239 N/mm² dan memiliki nilai tertinggi sebesar 57,43 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas 2422,96 N/mm2, nilai uji impact tertinggi pada sudut 0° mempunyai energi impak rata-rata sebesar komposit serat siwalan dengan variasi sudut 0 ° mempunyai keuletan rata-rata sebesar 0,0077 J/mm² dengan nilai tertinggi sebesar 0,0090 J/mm² dan berdasarkan hasil pengujian bending dan impak yang didapat, semakin kecil sudut arah serat maka semakin besar kekuatan yang mempengaruhi hasil pengujian. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik, modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat pelepah siwalan belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm² dan kekuatan bending 150 N/mm².
PRA PERANCANGAN KAPAL SELAM WISATA DENGAN KAPASITAS 30 PENUMPANG UNTUK WILAYAH PERAIRAN WISATA BAWAH AIR TAMAN NASIONAL BUNAKEN, MANADO Wahyu Adi Nugraha; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.741 KB)

Abstract

Taman Nasional Bunaken (TNB) yang terletak di Kota Manado merupakan tujuan wisatawan manca negara untuk menikmati keindahan terumbu karang dan kekayaan spesies laut. Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dan membuat semua wisatawan dapat menikmati pemandangan bawah air TNB maka perlu dirancang kapal selam wisata untuk wilayah tersebut.Dalam penelitian ini dibahas proses perancangan kapal dengan metode Trend Curve Approach dengan menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. Perhitungan hambatan dilakukan dengan metode CFD, perhitungan stabilitas dihitung dengan kriteria dari IMO, hidrostatik dan equilibrium dibantu dengan perangkat lunak untuk perhitungan perkapalan.Ukuran utama yang didapat adalah LOA=16.71 m, H=5.47 m, T=2.65 m, BOA=3.43 m. Nilai hambatan kapal selam yang didapat dengan perhitungan metode CFD untuk kondisi kapal menyelam adalah 1157.9 N untuk kecepatan 5 knot. Volume Normal Surface Condition (NSC) adalah 62.22 m3 dan volume submerged adalah 66.97 m3 dan seimbang dengan perhitungan berat. Nilai KB lebih besar daripada KG sehingga equilibrium statis terpenuhi. Skenario ballast kapal dapat mengantisipasi skenario pemuatan ekstrim kapal yang ditunjukan oleh polygon equilibrium. Nilai stabilitas pada kondisi NSC memiliki nilai GZ maksimum sebesar 0.206 m pada sudut oleng 90° dan memenuhi kriteria IMO untuk max GZ dan initial GMt
Analisa Stabilitas (Intact And Damage Stability) Pada Kapal Ro-Ro Ukuran Kecil Di Perairan Indonesia Berdasar IS CODE 2008 Muhammad Julnanda Serpa; Deddy Chrismianto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal penumpang feri roro merupakan moda transportasi yang cukup efisien dan efektif. Ini dibuktikan dari sisi desain kapal feri roro telah sukses dengan kemampuannya mengangkut manusia, kendaraan dan muatan secara bersamaan. Akan tetapi kapal jenis ini masih banyak memiliki kekurangan berupa kondisi kapal feri ro-ro yang saat ini beroperasi di indonesia, dimana kebanyakan geladak kendaraan tidak kedap air karena banyaknya bukaan yang ada di sekeliling kapal sehingga apabila dihitung stabilitasnya baik intact maupun damage akan berpengaruh dalam memenuhi kriteria sesuai ketentuan IMO. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan software komputasi numerik yaitu Maxsurf. Kriteria yang digunakan dalam analisa stabilitas intact dan damage menggunakan IS CODE 2008 MSC.267(85) Code on intacts stability Part B For Passengers dan SOLAS 2009 Chapter II-1 Resolution MSC.281 (85) (based on the probabilistic concept). Hasil  analisa untuk kapal Ro-Ro 500 GT (40,15 m), 600 (48,70 m) GT dan 750 GT (48,82 m) telah memenuhi kriteria pada 3 kondisi dengan max GZ melebihi dari 250. perhitungan indek subdivisi R (required subdivision index) dan A (attained subdivison index) yang mana nilai indeks A harus lebih besar atau sama dengan nilai indeks R (A≥R). Nilai indeks R dipengaruhi oleh jumlah penumpang kapal dan panjang ls, sedangkan nilai indeks A dipengaruhi oleh faktor pi dan si. Hasil perhitungan pada ketiga kapal yaitu, kapal Ro-Ro 500 GT dengan indek R = 0,6836 dan indek A= 0,5938. Kapal kapal Ro-Ro 600GT dengan indek R = 0,6843 dan indek A = 0,6087. Kapal Ro-Ro 750 GT dengan indek R = 0,6872 dan indek A = 0,7173.
ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN PIPA T JOINT MENGGUNAKAN PELAT PENGUAT DENGAN VARIABEL DH/DB MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Frastiana Ramadhan Basri; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.35 KB)

Abstract

Kekuatan struktur pada sambungan pipa T Joint sangat penting dalam suatu sistem perpipaan. Penyebab kegagalan struktur dalam hal ini buckling yang sering terjadi pada sambungan pipa T Joint dikarenankan adanya pembebanan. Dapat diketahui bahwa momen buckling yang terjadi dapat dikurangi dengan menambahkan pelat penguat pada sambungan pipa T Joint. Analisa kekuatan sambungan pipa T Joint menggunakan pelat penguat telah diteliti menggunakan Metode Elemen Hingga, mempertimbangkan  efek dari hasil oval deformasi yang terjadi pada sambungan pipa T Joint menggunakan pelat penguat dengan mengganti variabel pada pipa yaitu Dh/Db = 1; 1,5; 2, serta elastisitas buckling dan elasto-plastis buckling yang telah diteliti. Berdasarkan hasil perhitungan dengan variasi kondisi dan momen kritikal yang diberikan, dapat ditemukan beberapa hal. Nilai kekuatan buckling momen mengalami penurunan dari rasio Dh/Db yang kecil ke rasio Dh/Db yang besar. Efek dari oval deformasi pada rasio percabangan pipa utama dengan pipa cabang  kecil lebih besar dari rasio percabangan pipa utama dengan pipa cabang besar. Nilai kekuatan pada analisa elastis lebih besar dari nilai kekuatan pada analisa elasto-plastis.