cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISA PERAWATAN SISTEM DISTRIBUSI MINYAK LUMAS BERBASIS KEANDALAN PADA KAPAL KM.BUKIT SIGUNTANG DENGAN PENDEKATAN RCM (RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE) Relinton B Manalu; Untung Budiarto; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.087 KB)

Abstract

Sistem Pelumasan KM Bukit Siguntang adalah salah satu sistem yang sangat penting untuk kelancaran pengoperasian kapal disamping sistem lainnya. Kegagalan pada sistem minyak pelumasan menyebabkan sistem tidak beroperasi semestinya dan menyebabkan kegagalan pada mesin induk, jadi dapat menyebabkan kerugian yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa sistem pelumasan dengan menggunakan metode keandalan. Untuk menganalisa sistem tersebut menggunakan analisa kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dengan menggunakan failure mode and effect analysis(FMEA) dan Fault Tree Analysis(FTA). Analisis kuantitatif dengan menggunakan metode simulasi montecarlo. Hasil dari penelitian ini menunjukan, beberapa komponen seperti filter,transfer pump,LO pump,separator,lo cooler,lo purifier, dan tanki mengalami failure. Hasil dari simulasi menunjukan angka Avaibility sebesar 0,88 dan MTTFF(Mean Time To First Failure) adalah 4444,185 jam. Simulasi menggunakan beberapa skenario,, yang menunjukan bahwa nilai avaibility dari sistem mengalami penurunan jika seluruh komponen standby mengalami kegagalan yang memiliki nilai avaibility sebesar 0,702.
Analisa Perubahan Olah Gerak Ponton Akibat Pengaruh Beban Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Bonar Wahyu Hidayat
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 3 (2019): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seakeeping adalah gerakan kapal yang dipengaruhi oleh gaya-gaya luar yang disebabkan oleh kondisi air laut. Laboratorium Hidrodinamika Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro mempunyai Towing tank yang dapat digunakan mahasiswa untuk menguji olah gerak kapal, namun dalam pengujian masih menggunakan Wired (jaringan kabel). Seiring dengan perkembangan teknologi 4.0 yang berbasis pada teknologi cyber dan robotic maka semua orang menginginkan hal yang praktis dan efisien. Penelitian ini difokuskan pada penggunaan jaringan wireless untuk mengukur olah gerak pada towingtank. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai olah gerak ponton dari pengaruh pemasangan wireless dan wired serta perbedaan nilai olah gerak model ponton dari pengaruh jenis muatan dengan karakteristik padat dan cair. Penelitian ini menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang, sensor MPU untuk mengetahui olah gerak dan juga menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless). Pengukuran menggunakan wireless dan wired (kabel)  menunjukkan tidak adanya perubahan data, ini menunjukkan bahwa penggunaan wireless tidak ada delay dalam pengiriman data dari Arduino ke komputer tidak ada gangguan. Penggunaan wireless mempunyai kelebihan dibanding  wired, jarak maksimal indoor yang dicapai menggunakan XBee yaitu 100 meter, sehingga bisa lebih fleksibel untuk mengukur objek kapal atau objek lain.
Studi Analisa Struktur Lambung Semi Submersible Heavy Lift Vessel 30.000 Ton Menggunakan Finite Element Method Egar Haneshananta Sihombing; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.774 KB)

Abstract

Kemajuan di bidang perkapalan sangatlah pesat, salah satu aspek yang paling disoroti adalah kekuatan dan ketahanan kapal. Hal ini mencakup kekuatan dan ketahanan pada saat berlayar ataupun berlabuh. Direct Strength Analysis adalah salah satu cara yang tepat untuk mengetahui kekuatan suatu struktur. Mengetahui komponeN-komponen yang paling kritis dan perlu mendapat perhatian lebih. Penelitian ini menganalisa kekuatan strutur lambung semi-submersible heavy lift vessel yang diberikan tekanan hirostatik saat kapal mengalami semi-submerged draught maksimum menggunakan FEM(Finite Elmemnt Method). Dalam proses analisa menggunakan software Msc.Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tekanan hidrostatik sebesar 133.598,5 Pa.Untuk beban muatan sebesar 20.000 ton,terjadi deformasi sebesar 11,9 cm dan tegangan maksimu sebesar 100 N/mm2 . Untuk beban muatan sebesar 25.000 ton, terjadi deformasi sebesar 11,9 cm,tegangan maksimum sebesar 128 N/mm2. Dan saat kapal diberi muatan sebesar 30.000 ton,deformasi sebesar 12,4 cm dan tegangan maksimum sebesar 218 N/mm2. Tegangan maksimal yang diterima oleh kapal tersebut masih berada dibawah nilai tegangn ijin menurut ketentuan DNV yaitu sebesar 235 N/mm2. 
PERANCANGAN KAPAL CONTAINER 9000 DWT RUTE SURABAYA – BANJARMASIN Rizal Aripin; Samuel Samuel; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 2 (2014): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.446 KB)

Abstract

Seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka berkembanglah suatu sistem yang efektif dan efisien untuk pengangkutan barang melalui laut.Yaitu dengan sistem container. Adanya sistem container ini maka pengangkutan barang melalui laut lebih berdaya guna sehingga apa yang diharapkan konsumen dapat terwujud, yaitu hemat biaya dan waktu, keamanan terjamin serta daya muat lebih banyak. Oleh karena itu sistem container menjadi pilihan utama di setiap Negara untuk pengangkutan barang melalui laut.Petikemas (container) adalah suatu kemasan yang dirancang secara khusus dengan ukuran tertentu, dapat dipakai berulang kali, dipergunakan untuk menyimpan dan sekaligus mengangkut muatan yang ada di dalamnya. Filosopi dibalik dibalik petikemas ini adalah adanya kemasan yang terstandar yang dapat dipindah-pindahkan ke berbagai moda transportasi laut dan darat dengan mudah seperti kapal laut, kereta api, truk atau angkutan umum lainnya sehingga transportasi ini efisien, cepat , aman dan memungkinkan dipindahkan dari pintu ke pintu atau (door to door). Sebagai Negara maritime yang mempunyai daerah perairan yang cukup luas, Indonesia tentunya memerlukan sarana transportasi kapal yang cukup menjankau pulau-pulau dan menghubungkan daratan satu kedaratan yang lainnya.Disinilah peran kapal sangat dibutuhkan, tidak hanya sebagai sarana transportasi namun juga untuk sistem pertahanan di wilayah perairan Indonesia.Latar belakang Indonesia sebagai Negara kepulauan sudah menjadi alasan yang kuat kenapa dunia perkapalan perlu dikembangkan di Indonesia.Belum lagi kekayaan alam (tambang dan energi) yang begitu melimpah tentunya membutuhkan sarana angkut yang memadaiDalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, dan stabilitas kapal Serta pemilihan peralatan kapal  dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal.Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Loa: 128.4  Lpp: 120 m, Lwl: 122,72 m, B: 20 m, , T: 7 m, H: 9.5 m. Dari hasil hidrostatik, kapal container ini mempunyai displacement 12242 Ton, Cb 0,71, LCB 60.2 m. Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan kapal stabil, karena titik M diatas titik G.. Pada tinjauan gambar rencana umum, kapal container memiliki space yang cukup untuk mempermudah proses bongkar muat. Kapal Container ini menggunakan 1 buah mesin penggerak kapal dengan daya 5440 HP
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga terhadap Performa Kapal pada Kapal Patroli Pilot Boat 15 Meter Xantiano Cristianus Sinaga
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 2 (2018): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.977 KB)

Abstract

Kapal patroli sering digunakan untuk penegakan wilayah laut NKRI. Salah satu cara yang dipercaya dapat meningkatkan performa kapal adalah dengan menambahkan lunas bilga. Lunas bilga adalah sayap atau sirip yang tidak bergerak yang di pasang di kedua sisi kapal untuk menahan gerak oleng kapal dimana fungsinya sebagai alat penambah stabilitas kapal. Pada awalnya adalah pembuatan model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dibuat lagi model dengan penambahan bilga beberapa variasi. Setelah itu dilakukan analisa nilai wake friction dan olah gerak kapal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penaikan nilai wake friction pada salah satu model sampai 330 % dari model kapal tanpa bilga dan untuk olah gerak kapal nilai heaving mengalami kenaikan sebesar 7,37 % , sedangkan untuk nilai rolling tidak mengalami perubahan lebih dari 1 %, serta untuk nilai pitching mengalami kenaikan sebesar 19,28 % dari model tanpa bilga. Semua kondisi hasil analisa olah gerak kapal sudah memenuhi standar Tello 2009.
ANALISA PENGARUH PEMASANGAN ANTI-SLAMMING BULBOUS BOW TERHADAP HAMBATAN TOTAL DAN OLAH GERAK KAPAL ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY (AHTS) MENGGUNAKAN CFD Fatchul Falah Azmi; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.438 KB)

Abstract

Pemakaian anti-slamming pada kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah salah satu solusi untuk mengurangi efek slamming sehingga kapal bisa berlayar dengan baik dan tidak membahayakan penumpang, peralatan kapal, muatan dan kapal itu sendiri. Perairan Nusa Teggara Timur adalah perairan yang di anggap tepat untuk penerapan teknologi ini karena mempunyai tinggi gelombang yang beraneka ragam dan adanya beberapa bangunan lepas pantai (offshore) di kawasan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan analisa pengaruh pemasangan anti-slamming bulbous bow dengan tiga variasi Bulbous Bow tipe - V (Nabla Type), tipe - 0 (Ellips Type) dan tipe - Δ (Delta Type) serta variasi tinggi  Anti-slamming dengan rasio 25%, 20 % dan 15 % dari sarat kapal. Pemodelan kapal dilakukan dengan software Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan software Ansys Aqwa, sedangkan analisa hambatan menggunakan software Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemasangan Anti-slamming bulbous bow berpengaruh cukup besar  untuk mengurangi terjadinya slamming dan hambatan pada kapal. slamming probability dan hambatan paling baik terdapat pada model C1 dengan menggunakan anti-slamming bulbous bow tipe - Δ (Delta Type) dengan rasio tinggi anti-slamming 25% terhadap sarat dan panjang anti-slamming 20% terhadap Lwl dengan mengurangi  slamming probability sebesar 12,212 % pada  tinggi gelombang 3 meter dan pengurangan hambatan sebesar  3,65 % dari kapal yang tidak menggunakan anti-slamming bulbous bow,  namun terjadinya slamming belum hilang di beberapa model yang masih berada di atas standar kriteria Nordforks 1987 yaitu sebesar 3%.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Lingkaran Dengan Variasi Strip Plate Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Septaji Indrasahputra; Eko Sasmito Hadi; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.458 KB)

Abstract

Anda perlu meningkatkan keamanan kapal maka diperlukan pemahaman dan pengetahuan tentang kondisi laut . Bangunan apung memiliki enam gerakan yang terdiri dari gerakan dan translasi. ada istilah seakeeping yang terdiri dari dua gerakan rotasi (bergulir dan pitching) dan satu gerakan translasi (heaving). P erangkat Piring dikembangkan untuk meningkatkan massa Efektif Dari spar. Penambahan heaving plate ini dapat menstabilkan respon gerak dari bangunan apung dengan meredam gerak gerak heaving. Mencari Google Artikel Penyanyi direncanakan DENGAN Bentuk heav ing Piring Lingkaran Dan ditambahkan Piring Strip. Penelitian Penyanyi dilakukan di towing tank dilaboratorium hidrodinamika teknik perkapalan U niversitas Diponegoro menggunakan alat terdiri Arduino untuk review mikrokontroller, sensor HS-SR04 tinjauan untuk review mengukur Gelombang Tinggi Dan Naik, sensor MPU mengetahui untuk review melempar dan rolling, beban untuk review cell tinjauan mengetahui SURYA Dari Yang diakibatkan Oleh Naik-turun-palte Dan juga MENGGUNAKAN XBee S2C sebagai Komunikasi dari Arduino ke PC (nirkabel). Nilai gerakan pitching pada ponton tanpa heaving plate yaitu 15 o , sedangkan pada ponton dengan heaving plate nilai pitching 8 o . Untuk nilai rolling ponton tanpa heaving plate yaitu 4 o , sedangkan pada ponton dengan heaving plate memiliki nilai rolling 2 o . Untuk nilai pergerakan naik pada ponton tanpa plat naik 25 mm, sedangkan pada ponton dengan naik plat 13 mm.
Pembuatan 3d Modeling Propeller Dengan Menggunakan Digital Photogrammetry Ririh Sustiko Asih; Eko Sasmito Hadi; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.436 KB)

Abstract

Propeller berfungsi untuk menghasilkan gaya dorong pada kapal. Propeller harus didesain sedemikan rupa agar mempunyai efisiensi yang maksimal. Desain propeller baik 2D atau 3D sangat berguna untuk proses reparasi dan modifikasi propeller guna mendapatkan propeller dengan efisiens yang maksimal. Namun, muncul permasalahan dengan tidak adanya data propeller yang dimiliki oleh owner atau galangan. Dari permasalahan tersebut, munculah percobaan untuk mendesain propeller dengan menggunakan metode Digital Photogrammetric. Digital Photogrammetry adalah seni dan ilmu untuk mendapatkan pengukuran yang tepat secara matematis dan data 3D dari dua atau lebih hasil foto. Pembuatan 3D model menggunakan metode Digital Photogrammetry dibantu oleh aplikasi Autodesk ReMake, MeshMeixer, Rhinoceros dan selanjutnya divalidasi dengan propeller asli. Hasilnya, model 1 dengan tipe B series memiliki diameter propeller 0,565 m, diameter hub 0,068 m, jumlah daun 4, AE/AO 0,40, dan maksimal koreksi lebar 4,561% dan tebal 5%, model 2 dengan tipe B series memiliki diameter propeller 0,824 m, diameter hub 0,096 m jumlah, daun 4, AE/AO 0,40 dan maksimal koreksi lebar 4,956% dan tebal 4,878%, model 3 dengan tipe B series memiliki diameter propeller 0,62 m, diameter hub 0,067 m, jumlah daun 3, AE/AO 0,35 dan maksimal koreksi lebar 4,974% dan tebal 4,918% hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh faktor pencahayaan, latar dan jarak pemotretan. 
PENGARUH TINGKAT CLEANLINESS DAN ROUGHNESS SUBSTRAT PADA SURFACE PREPARATION TERHADAP KEKUATAN ADHESI TANK LINING Astrid Wulandari; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.369 KB)

Abstract

Sekitar 70% cargo tank pada kapal tanker dibangun dengan bahan dasar baja lunak (mild steel). Pada pengoperasiannya, tangki-tangki tersebut digunakan untuk menampung fluida-fluida agresif yang dapat mengakibatkan timbulnya korosi pada dinding tangki. Sehingga diperlukan sebuah perlindungan terhadap dinding tangki agar laju korosi dapat diperlambat, solusi terbaik yaitu menggunakan tank lining. Ada 2 kategori dalam pekerjaan surface preparation yang menentukan keberhasilan performa tank lining diantaranya tingkat kebersihan (cleanliness) dan tingkat kekasaran (roughness). Tingkat cleanliness tersebut memberikan nilai roughness yang berbeda sehingga nilai kekuatan adhesi yang timbul juga berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pelat uji yang diblasting dengan tingkat cleanliness yang berbeda yaitu Sa 2, Sa 2,5, dan Sa 3 yang selanjutnya diuji dengan perlakuan yang sama diantaranya adalah pengukuran nilai roughness by replica tape, pengujian soluble salt by bresle method, dry film thickness, dan pengujian kekuatan adhesi tank lining dengan metode pull-off test. Setelah pengujian pull-off test dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa tingkat cleanliness Sa 2 dengan nilai roughness 65,60 μm memiliki nilai kekuatan adhesi 8,10 MPa, Sa 2,5 dengan nilai roughness 70,00 μm memiliki nilai kekuatan adhesi 10,60 MPa, sedangkan Sa 3 dengan nilai roughness 78,60 μm memiliki nilai kekuatan adhesi 10,90 MPa. 
Analisa Kekuatan Deck Dengan Penambahan Crawler Crane Pada Kapal Tongkang 460 DWT Rachmat Hidayat; Hartono Yudo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini telah banyak inovasi dan modifikasi yang dilakukan pada kapal unutk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus. Seperti modifikasi tongkang dengan penambahan crawler crane untuk membantu crane barge saat proses pemindahan batu bara ke bulk carrier ship. Modifikasi tongkang tersebut mengakibatkan beban yang diterima deck menjadi berubah dengan adanya penambahan berat dari crawler crane dan batu bara yang akan dipindahkan. Maka diperlukan analisa pengaruh crawler crane terhadap kekuatan deck tongkang untuk mengetahui keamanan saat crawler crane beroperasi. Permodelan dan analisa kekuatan dilakukan dengan menggunakan finite element software. Hasil analisa menggunakan software MSC. Patran dan Nastran menunjukkan hasil tegangan maksimum terjadi pada kondisi 3 arah boom ke portside dengan nilai 38,4 MPa dan tegangan minimum terjadi pada kondisi 8 arah boom ke forepeak dengan nilai 22,2 MPa. Hasil analisa menunjukkan bahwa semua kondisi memenuhi safety factor menurut standar BKI sehingga dapat disimpulkan kekuatan struktur deck tongkang aman dan kuat menahan beban selama proses operasional crawler crane.