cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI JACKET PLATFORM TERHADAP BEBAN GRAVITASI DAN INTERFERENSI LINGKUNGAN DI PERAIRAN MADURA MENGGUNAKAN FEM Veriyanto Veriyanto; Hartono Yudo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.223 KB)

Abstract

Struktur jacket platform adalah sebuah konstruksi ataupun bangunan lepas pantai terpancang yang di bangun di wilayah territorial offshore untuk mendukung proses eksploitasi ladang minyak dan gas termasuk fasilitas serta keselamatan operasional di atas air selama waktu operasional dalam keadaan kondisi operasi maupun badai. Panjang jacket yang akan dikaji adalah 144 ft dengan kedalaman 131 ft. Pemodelan sttruktur jacket platform, beban lingkungan dan analisa menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Arah datangnya beban lingkungan (angin, gelombang, dan arus) termasuk dalam kategori asimetris yang dibagi menjadi 12 macam yaitu : 0o, 30o, 60o, 90o, 120o, 150o, 180o, 210o, 250o, 280o, 300o, 330o. Dari hasil analisa software, kita dapat menyimpulkan bahwa nilai terbesar dari Unity Check pada kondisi operasi adalah 0,78 pada member LG 5. Nilai terbesar dari Unity Check pada kondisi badai adalah 0,96 pada member LG 5. Dari hasil analisa pada kondisi operasi maupun badai bisa disimpulkan bahwa jacket platform masih dalam keadaan aman serta masih memenuhi dari ketentuan API RP2A WSD dengan nilai UC (Unity Check) ≤ 1.00.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Perbedaan Layout Deck Kapal Purse Seine Terhadap Waktu Bongkar Muat Ikan Arrizal Abdul Wahid; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.15 KB)

Abstract

Tata letak perlengkapan di atas kapal akan berpengaruh secara teknis dan ekonomis, hal ini berlaku pada jenis kapal Purse Seine. Layout geladak berpengaruh secara langsung terhadap kecepatan pada proses pembongkaran ikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan tata letak perlengkapan terhadap stabilitas kapal dan pengaruhnya terhadap bongkar muat. Kecepatan bongkar muat tersebut akan berpengaruh terhadap biaya tambat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah memberikan perlakuan berupa simulasi peletakan perlengkapan kapal dalam beberapa posisi dengan tinjauan teori stabilitas kapal sedangkan nilai ekonomisnya akan ditinjau berdasarkan kriteria analisa biaya yaitu kriteria  NPV (net present value), IRR (internal rate of return) dan PP (Payback Period). Hasil teknis menunjukkan bahwa stabilitas didapatkan hasil nilai GZ pada kapal A lebih besar dari GZ kapal B. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan waktu efektif bongkar muat antara kapal A dan kapal B sebesar 30 menit dengan  perbedaan efisiensi kurang lebih 1% indicator kelayakan ekonomis menunjukkan kapal A nilai NPV 12% 4,437,981,220 NPV 25% - 345,512,453, IRR 23,5%, PB 4,3 tahun dan kapal B NPV 12% 6,713,894,250 NPV 30% -211,510,276, IRR 29,4%, PB 3,7 tahun.
Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak Kapal Ikan Tradisional Kabupaten Rembang Tipe Alat Tangkap Cantrang Dengan Variasi Alat Tangkap Bottom Longline Hendri Firman; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.824 KB)

Abstract

Cantrang merupakan alat tangkap perikanan yang termasuk kedalam alat tangkap Trawls, oleh sebab itu alat tangkap cantrang mulai dilarang penggunaannya di Indonesia. Untuk didaerah Rembang sendiri mayoritas nelayan menggunakan alat tangkap cantrang sebagai alat tangkapnya, dan ini merupakan masalah yang harus diatasi agar tetap terjaganya produksi perikanan di daerah Rembang. Untuk itu perlu dilakukan analisa stabilitas dan olah gerak kapal terhadap penggantian alat tangkap guna tetap terjaganya produksi perikanan didaerah Rembang. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah meliputi survey langsung dengan nelayan daerah Rembang untuk mendapatkan beberapa data dan mengolahnya di software Rhinoceros untuk mendapatkan model. Lalu model tersebut divalidasi agar sesuai dengan kapal sebenarnya setelah itu dapat dilakukan analisa stabilitas, olah gerak kapal dan perhitungan slamming dan deck wetness. Hasil dari penelitian ini menunjukan dengan penggantian alat tangkap cantrang dengan bottom longline stabilitas kapal memiliki titik G diatas titik M disegala kondisi dan masih sesuai dengan kriteria IMO. Olah gerak kapal untuk rolling memiliki nilai sebesar 4,09 deg pada sudut 90° baik pada kecepatan 0 maupun 8 knot. Untuk pitching pada kecepatan 0 knot sebesar 1,89 deg dan pada kecepatan 8 knot sebesar 1,61 deg dengan sudut masuk 0° (Following sea).
ANALISA FATIGUE KONTRUKSI CAR DECK KAPAL MOTOR ZAISAN STAR 411 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Moh. Resi Trimulya S; Imam Pujo Mulyatno; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.121 KB)

Abstract

Vehicle vessel dalah kapal yang dioperasikan untuk menghubungkan 2(dua) Pelabuhan yang dipisahkan  oleh Selat. Pada Vehicle vessel memiliki. Car deck adalah komponen struktur konstruksi yang vital karena fungsi untuk muatan kendaraan dengan menopang beban di atasnya. Analisa fatigue digunakan untuk meninjau daerah hotsport strees yang rawan terjadi crak pada suatu material. Hasil analisa fatigue diambil nilai stress terbesar dan diambil nilai siklus terpendek pada setiap variasi pembebanan. Pada penelitian ini menggunakan bantuan soft ware MSC Nastran Patran yang dipergunakan untuk membantu memperoleh hasil tegangan dan demage dari suaru konstruksi car deck. Pada proses awal pemodelan mengunakan MSC Patran untuk selanjutnya dilakukan messhing untuk membagi bidang konstruksi car deck menjadi elemen-elemen yang lebih kecil setelah  prose messhing pemberian variasi  pembebanan setiap kondisi adapun kondisi muatan penuh, kondisi Shagging, dan kondisi Hogging. Setelah Proses Running diperoleh hasil stress. Kondisi full loads didapatkan nilai strees sebesar  118 Mpa, siklus sebanyak 0,98 x108 memiliki umur 25,47 tahun. Kondisi shagging  didapat nilai stress sebesar 190 Mpa, siklus sebesar 0,77x108 memiliki umur 20,10 tahun.Kondisi Hogging didapat nilai strees sebesar 173 Mpa, siklus sebesar 0,86 x108 memiliki umur 22,34 tahun.
Analisa Kekuatan Tarik dan Impak Baja ST 40 Pengelasan Flux-Cored Arc Welding (FCAW) Posisi 4G dengan Variasi Arus Pengelasan Mangara Tua Immanuel Sianturi; Untung Budiarto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.888 KB)

Abstract

Baja ST 40 sering digunakan sebagai konstruksi geladak dan lambung kapal karena kuat, lentur dan tahan akan korosi. Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) merupakan teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam industri perkapalan..Posisi pengelasan 4G (overhead) merupakan posisi pengelasan yang sukar dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan yang dapat mengenai juru las. Penelitian  ini membahas  material baja ST 40 yang dilas menggunakan pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding)  posisi pengelasan 4G dengan 3 variasi kuat arus sebesar 135A, 150A, 165A  yang bertujuan mendapatkan nilai kekuatan tarik dan impak. Dari pengujian ini didapatkan hasil dimana spesimen dengan arus 135A didapatkan tegangan rata-rata sebesar 508.11 MPa, regangan rata-rata sebesar 0,193% dan impak  rata-rata sebesar 0,99 J/ mm2 sedangkan pada spesimen dengan  arus 150A didapatkan  tegangan rata-rata sebesar 494,33 MPa, regangan  rata-rata sebesar 0,185% dan  impak rata-rata  sebesar 1,54 J/ mm2 sedangkan pada spesimen dengan arus 165A didapatkan tegangan rata-rata sebesar 480,75 MPa, regangan rata-rata sebesar 0,178% dan impak rata-rata  sebesar 1,74 J/ mm2 . Dari hasil pengujian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa material baja ST 40 dengan posisi pengelasan 4G dengan kuat arus 135A  lebih kuat, ulet serta elastis dibandingkan dengan arus 150A dan 165A namun material dengan kuat arus 165A lebih tangguh dibandingkan dengan arus 135A dan 150A.
Analisa Hambatan Dan Olah Gerak PVC (Polyvinyl Chloride) Fishing Vessel Dengan Metode Pendekatan Computational Fluid Dynamic (CFD) Haryo Baskoro; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.691 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan di daerah Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan menggunakan pipa PVC sebagai lambung kapal. Dengan karakteristik yang seperti ini tentu saja akan menghasilkan hambatan dan olah gerak yang berbeda dengan kapal pada umumnya. Sehingga penulis ingin mengetahui performa kapal ikan yang terdiri dari hambatan, dan olah gerak dengan melakukan variasi draft. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan model menggunakan Rhinoceros. Kemudian dilakukan analisa hambatan menggunakan aplikasi Tdyn, dan analisa olah gerak menggunakan Hydrodynamic Diffraction(ANSYS). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai hambatan pada tiap-tiap model dari model 1 hingga 5(7,48 kN; 8,926 kN; 10,502 kN;  12,164 kN; 13,016kN), dan nilai olah gerak pada tiap-tiap model menujukan bahwa dari nilai roll dan Pitch tidak memenuhi kriteria yang ada, namun untuk nilai heaving acceleration untuk semua model memenuhi kriteria yang ada.
KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS ENERGI SOLAR CELL SEBAGAI TENAGA ALTERNATIF LAMPU CELUP PENGUMPUL IKAN PADA KAPAL MINI PURSE SEINE Fenas Aditya Firdaus; Ari Wibawa Budi Santoso; Berlian Arswendo A A
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems in fuel prices started to rise and a rare requires innovation in resource development alternative and environmentally friendly that will not be depleted if used. Source of energy that has not realize is solar energy. The sun provides energy to about 100,000 terawatt to earth about 10,000 times more than the energy consumed on earth at this time. Generally the operation of purse seine using light attractor in the sea with a power of 15000-35000 watts, even fishermen tend to magnify up to 80,000 watts. It is must be considered because there will be social conflict between fishermen and also less effective use of light resulting in energy waste. In conducting this research, some planning stages of battery capacity and solar panels. And also the design of the model dipped lamp buoys collecting fish (Ampala) on a mini purse seine vessels. In planning of the placement of solar panels available solar panel type polycrystalline needs 1 unit (50 wp) and battery lithium 4 units (@ 6 Ah) for 4 units ampala on mini purse seine vessel. While the long time charge from the solar panel to the battery in 4 units in cloudy weather is 6 hours 24 minutes. In terms of economic ampala new models every year comparative results obtained are cheaper than ampala fishermen. By comparison Ampala fishermen: Ampala latest models = Rp 31,044,000: Rp. 10,678,000.
Analisa Unjuk Kerja Sistem Pendingin Palka pada Kapal Ikan Ukuran 34 GT di Kota Tegal Rizka Noor Miftakhul Ulum; Untung Budiarto; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.097 KB)

Abstract

Pada kapal ikan yang terbuat dari kayu seringkali pembuatannya tidak menggunakan desain sehingga berdampak pada volume kapal, GT kapal, dan sistem pendingin palka pada kapal. Khususnya di Kota Tegal, GT kapal yang tercantum sering tidak sesuai dengan GT kapal yang sebenarnya. Begitupula dengan sistem pendingin palka (refrigerasi) pada kapal yang penting untuk menjaga suhu tangkapan tetap dingin, pada penerapannya banyak yang tidak sesuai dengan kapasitas. K.M. Inka Mina Makmur 376 yang merupakan kapal penangkap cumi-cumi menggunakan sistem pendingin palka uap, dengan rute pelayaran Laut Jawa yang memakan waktu lebih dari 1 bulan dan bisa memperoleh maksimal 11 ton setiap pelayarannya. Dalam perhitungannya, GT kapal adalah 33,17 ton. Untuk Volume palka adalah 42,97 m³. kerja kompresor= 96,93 kJ/kg, panas aktual yang dilepas kondensor = 233,43 kJ/kg, energi yang mampu dihasilkan katup ekspansi = 241,37 kJ/kg, panas aktual yang diserap evaporator = 136,5 kJ/kg, daya kompresor= 52,19 HP, panjang pipa evaporator= 142,35 m, Diameter pipa evaporator= 0,0267 m, panjang pipa pada kondensor= 29,48 m, diameter pipa kondensor= 0,035 m, dan nilai koefisien prestasi / coefficient of performance (COP) = 1,41 dari nilai ini disimpulkan bahwa sistem memiliki nilai COP˃1 yang artinya sistem ini memiliki effisiensi kerja yang baik.
Analisa Pengaruh Perubahan Desain Kapal Monohull Menjadi Kapal Katamaran Terhadap Stabilitas dan Olah Gerak Kapal, Studi Kasus Kapal Dongkrok di Jepara Widya Gultom; Wilma Amiruddin; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.902 KB)

Abstract

Perubahan desain kapal monohull menjadi katamaran dapat memberikan pengaruh terhadap performa kapal. Performa yang dikaji dalam penelitian ini adalah stabilitas dan olah gerak kapal. Metode yang dilakukan dengan cara penetapan nilai S/L = 0,3 ; 0,35 ; dan 0,4. Hasil perhitungan stabilitas kapal diperoleh karakteristik stabilitas terbaik dengan nilai GZ max 2,611365 m untuk S/L = 0,4 pada sudut 17,3°. Terjadi peningkatan performa stabilitas yang lebih baik daripada monohull sebelumnya dengan nilai GZ max 0,5081 m pada sudut 38,2°. Hasil analisis olah gerak menunjukkan kondisi peningkatan performa rolling dari kapal katamaran pada kisaran 50% lebih baik dari kapal monohull dan nilai terkecil dari rolling ada pada nilai S/L = 0,4 dengan kemiringan  2,361°.
Analisa Penambahan Bulbous Bow Pada Kapal Perintis 750 DWT Guna Mengurangi Efek Slamming Brian Haksa Nova; Eko Sasmito Hadi; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1569.997 KB)

Abstract

Kemampuan olah gerak kapal (seakeeping) merupakan salah satu aspek penting pada Perancangan sebuah kapal. Hal itu berkaitan dengan gerakan kapal dalam  merespon pengaruh gaya-gaya luar yang bekerja pada kapal. Gerakan ini akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan sebuah kapal. Dalam upaya meningkatkan kualitas seakeeping pada kapal perintis 750 DWT. Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan variasi penggunaan tipe bulbous bow terhadap seakeeping dengan menggunakan tiga tipe bulbous bow yaitu tipe – Δ (Delta Type), tipe – 0 (Ellips Type), dan tipe – V (Nabla Type). Bulbous Bow dan kecepatan kapal divariasikan untuk melihat probabilitas dan  intensitas slamming yang paling rendah. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan metode Hydrodinamic Diffraction. Hasil penelitian ini menunjukan. Untuk respon gerakan heave (vertical acceleration) variasi Bulbous Bow tipe – V (nabla) mempunyai respon yang lebih baik daripada kapal dengan  tipe bulbous lainnya, dimana berbanding terbalik dengan respon gerakan pitch, variasi bulbous bow tipe – Δ (delta) mempunyai respon yang lebih baik dibanding  kapal dengan  tipe bulbous bow  model lainnya. Penelitian menunjukan  bahwa penambahan variasi bulbous bow tipe – Δ (Delta Type), tipe – 0 (Ellips Type), dan tipe – V (Nabla) semua memenuhi standart Seakeeping criteria Nordsfork ’87. Dan niai  probabilitas slamming terendah didapatkan dari bulbous bow tipe – Δ (Delta Type).