cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISIS OPTIMASI PENENTUAN KAPASITAS DAYA GENERATOR PADA KAPAL KM. SINABUNG Purba, Rolan Haris Ben Imanuel; Hadi, Eko Sasmito; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.506 KB)

Abstract

Kapal KM. SINABUNG merupakan kapal penumpang yang memiliki 4 buah generator. Untuk  membangkitkan  daya  yang dibutuhkan pada kapal KM. SINABUNG maka generator set yang terpasangharus mampu beroperasi secara optimal dan efisien. Akan tetapi dalam pembagian beban pada setiap generator set kurang optimal danefisien.Sehinggakonsumsibahanbakar generator menjadilebihboros. Pada penentuan kapasitas daya generator, peneliti  melakukan beberapa tahap dalam proses mencari hasil yang optimum. Pertama, menghitung kapasitas peralatan yaitu dengan menghitung nilai faktor beban peralatan. Kedua, mencari jumlah beban dalam setiap kondisi operasional kapal pada saat sandar, manuver dan berlayar. Ketiga, mencari nilai faktor beban dari variasi generator yang digunakan dengan menggunakan simulasi metode dynamic programming untuk mendapatkan beban serta bahan bakar yang efisien. Hasil perhitungan jumlah beban dalam setiap kondisi adalah 633,64 kW pada saat sandar, 899,53 kW pada saat manuver, serta 678,72 kW pada saat berlayar. Metode dynamic programming diterapkan pada kapal KM. Sinabung pada simulasi pelayaran dari Tanjung Perak – Tanjung Priok – Kijang dan kembali ke Tanjung Perak. Konsumsi bahan bakar yang efisien adalah sebesar 7349,41 liter yaitu dengan mengoperasikan generator 1 & generator 3.
Analisa Performa Perahu Katamaran Berkulit Plastik HDPE Produksi Pengrajin Perahu Kebondowo Banyubiru Fatha Makhrusyah; Wilma Amiruddin; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.142 KB)

Abstract

 AbstractPembuatan perahu katamaran berkulit plastik HDPE terbukti dapat mengurangi berat konstruksi LWT kapal (± 28 %) jika dibandingkan kapal kayu dengan dimensi yang sama. Selain itu, dari sisi profitabilitas penggunaan material plastik HDPE dapat memberikan efisiensi kapasitas muat ± 50 %. Memvariasikan jarak demihull dikenal mampu mengurangi hambatan total kapal., namun belum ada penelitian terbaru mengenai aplikasinya terhadap stabilitas dan juga olah gerak kapal. Penelitian ini pun dilakukan untuk melihat pengaruh perubahan rasio jarak demihull kapal tipe katamaran terhadap nilai hambatan total dan juga stabilitas maupun olah gerak sehingga mampu memenuhi kriteria IMO MSC 36(63) dan NORDFORSK 1987. Analisis  menggunakan software maxsurf dengan 3 variasi jarak demihull diantaranya S/L 0,32, S/L 0,37, dan S/L 0,42. Hasilnya, kapal dengan rasio jarak demihull terbesar (S/L 0,42) memiliki nilai hambatan total terkecil dengan nilai 1,190 kN pada Fr 0,785. Berdasarkan IMO MSC 36(63), analisis stabilitas semua variasi jarak demihull memenuhi standar kriteria. Namun, jika efisiensi berat dialoksikan menjadi penambahan penumpang dari 8 menjadi 12 orang. Hasilnya, tidak satupun variasi jarak demihull memenuhi kriteria. Berdasarkan NORDFORSK 1987. Hasil analisis olah gerak menunnjukkan tidak ada perubahan nilai pitching dan heaving. Simpangan rolling terbesar terjadi pada heading 90° untuk variasi 1 (S/L 0,32) dengan nilai 1,11. Nilai simpangan diambil pada kondisi slight low wave. 
ANALISA KEKUATAN STRUKTUR WINCH TERHADAP TENSION FORCE TALI WARP PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL PP II 29 GT DI KABUPATEN BATANG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Pratama, Yolanda Adhi; Yudo, Hartono; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.034 KB)

Abstract

Net Drum adalah bagian dari struktur winch yang merupakan komponen penting dalam proses penangkapan ikan pada kapal ikan. Net drum berfungsi untuk menggulung tali warp dalam proses penangkapan pada kapal ikan. Penelitian ini menganalisa kekuatan net drum yang berfungsi sebagai struktur penahan tali warp yang mempunyai beban muatan ikan saat proses penangkapan ikan yaitu muatan ikan penuh ketika di atas dan di bawah air dan setengah muatan ikan ketika di atas dan di bawah air sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada net drum tersebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM). Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tegangan dari kedua kondisi pembebanan pada permodelan tersebut. Untuk muatan penuh yang sesuai perhitungan, untuk di atas air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 1,73 x 106 Pa dengan deformasi sebesar 0,000425 cm. Untuk muatan penuh yang sesuai perhitungan, untuk di bawah air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 8,65 x 105 Pa dengan deformasi sebesar 0,000342 cm. Untuk setengah muatan yang sesuai perhitungan, untuk di atas air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 1,27 x 106 Pa dengan deformasi sebesar 0,000352 cm. Serta untuk setengah muatan yang sesuai perhitungan, untuk di atas air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 8,39 x 105 Pa dengan deformasi sebesar 0,000344 cm.
Analisa Perubahan Sudut Swept Fully Submerged Foil Terhadap Gaya Angkat & Hambatan Pada Kapal Pilot Boat 15 Meter Regita Berlian Agustian; Deddy Chrismianto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.327 KB)

Abstract

Di era globalisasi yang maju ini membuat teknologi perkapalan juga semakin berkembang pesat. Banyak sekali inovasi yang di kembangkan, seperti halnya kapal pilot boat yang di modifikasi menjadi hydrofoil. Hydrofoil merupakan kontruksi foil yang terpasang di bawah lambung kapal yang berfungsi untuk memberikan gaya angkat pada kapal pilot boat sehingga dapat mengurangi hambatan kapal pilot boat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan dan gaya angkat pada kapal pilot boat 15 meter dengan ada dan tidaknya penambahan hydrofoil. Dengan harapan hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam merancang hidrofoil khususnya untuk kapal pilot boat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan konfigurasi fully submerged foil, yang dilakukan dengan menganalisa berbagai variasi swept foil serta angel of attack, untuk mendapatkan gaya angkat paling besar dan hambatan total kapal yang paling kecil dalam metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 14.0.1 didapatkan nilai gaya angkat terbesar yaitu 36.788 KN untuk variasi sudut serang 4 derajat dan swept 10 derajat froude number 1.356. Nilai hambatan total diperkecil 24.921 KN. Nilai tersebut terjadi pada Froude Number 1.356. Dari beberapa variasi sudut swept fully submerged foil yang dilakukan didapatkan variasi swept fully  submerged foil yang paling efektif yaitu untuk variasi sudut serang 4 derajat dan swept fully submerged foil 10 derajat.
ANALISA PENGARUH VARIASI BENTUK HULLFORM KARENA PERUBAHAN UKURAN UTAMA KAPAL KRI TELUK KUPANG Kurniawan, Dandy; Samuel, Samuel; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.869 KB)

Abstract

Dewasa ini dalam menunjang Perancangan pada suatu kapal sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan dengan adanya software yang berkembang pada dunia perkapalan. Pada bentuk lambung yang akan di lakukan perubahan berdasarkan nilai parameter nilai koefisien blok(Cb)lambung dengan cara mengubah salah satu parameter ukuran utama kapal dengan menggunakan metode Lackenby. dengan metode Lackenby Bentuk lambung tersebut diubah, dengan mengubah parameter nilai koefisien blok (Cb) sebesar ±10%. , Didapatkan hasil yang paling optimal bahwa  hambatan terkecil terdapat pada variasi hullform -5% dengan nilai hambatan total sebesar 229,9Kn pada kecepatan maksimal 16 knot sedangkan ditinjau dari segi olah gerak, untuk kapal variasi ini kurang memenuhi kriteria, Analisa olah gerak pada variasi 5% mempunyai hasil olah gerak yang lebih baik terlihat dari data hasil analisanya kapal tersebut lebih banyak memenuhi ketetapan kriteria yang sudah ada. Namun apabila di tinjau dari segi hambatannya pada kapal variasi 5% di anggap kurang memenuhi karena mempunyai hambatan yang sangat besar dengan nilai hambatan total 271,8 Kn. kesimpulan yang di dapat dalam penelitian kali ini bahwa  nilai Cb semakin besar dengan nilai WSA semakin kecil begitu juga sebaliknya, dapat berpengaruh pada nilai hambatan dan olah geraknya.
Kajian Teknis Kekuatan Car Deck Pada Kapal Ferry Ro-Ro 500 GT Akibat Perubahan Muatan Dengan Metode Elemen Hingga Akbar Huffadz Kalam; Imam Pujo Mulyatno; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.467 KB)

Abstract

KMP. Gambolo 500 GT adalah tipe Ro – Ro Passanger Ship  Dirjen Perghubungan Darat yang beroprasi di Pelabuhan Teluk Bungus dengan rute pelayaran Padang – Mentawai, waktu tempuh delapan sampai sepuluh jam yang mengharuskan kondisi kapal selalu dalam keadaan aman terutama konstruksinya. Geladak kendaraan merupakan suatu geladak pada kapal yang berguna untuk menahan muatan berupa kendaraan. Car deck adalah komponen struktur konstruksi yang fital karena perannya yang tidak hanya menahan muatan kendaraan namun menahan geladak yang ada di atasnya. Penelitian tentang kekuatan konstruksi Car deck perlu diperhatikan karena awalnya Car deck direncanakan untuk mengangkut truk sedang dan sedan. Titik tumpu pembebanan yang digunakan berdasarkan peraturan dari Departemen Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat tahun 2008. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui letak tegangan terbesar pada konstruksi Car deck berdasarkan beberapa variasi keadaan yaitu saat keadaan air tenang dan kapal oleng 320. Hasil analisa menggunakan program berbasis Metode Elemen Hingga didapatkan hasil tegangan terbesar pada saat kapal diubah muatannya di kondisi air tenang yaitu sebesar 142 N/mm². Tegangan masih dalam kondisi aman berdasarkan rules BKI yaitu 190 N/mm². Saat kondisi muatan baru SF sebesar 1.33 jadi perubahan muatan dari truk sedang ke truk tronton konstruksi Car deck masih dalam kondisi aman.
STUDI PERANCANGAN KAPALPARIWISATA TERPADU UNTUK PELAYARAN BANYUWANGI – BALI - LOMBOK Fachry Ramadhan; Berlian Arswendo Adietya; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah wisatawan serta belum adanya transportasi terpadu di Banyuwangi – Bali Lombok menjadi pertimbangan utama dalam mendesain kapal PARIWISATA ini. Desain kapal ini berfungsi untuk liburan alternative. Jadi fungsi utama dari kapal yang digunakan sebagai sarana pariwisata diperlukan rancangan dan dibuat senyaman mungkin dan memiliki fasilitas yang lengkap. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama, membuat rencana garis, pengaturan umum, hidrostatik, analisis stabilitas kapal juga gerak kapal. Dan peralatan kapal seleksi, mesin utama sesuai dengan perhitungan sesuai mesin listrik ke resistensi yang dialami oleh kapal. Hasil dari desain kapal ini mendapat dimensi utama LOA: 25,60 m, LWL: 25,2 m, B: 8,40 m, T: 1,55 m, H: 2,7 m. Dari hasil hidrostatik, pariwisata catamaran memiliki ton 95,60 perpindahan, Cb: 0,565, LCB: 10.936 m. Penelaahan terhadap stabilitas, hasil menunjukkan stabilitas kapal memiliki titik, stabil M berada di atas titik G di segala kondisi. Kapal gerak, telah terbukti langkah yang baik, hal itu tidak terjadi wettnes dek Sementara itu, kapasitas penumpang kapal adalah 24persons dengan 13 awak. Kapal itu menggunakan dua penggerak mesin diesel kapal motor dengan daya yang dihasilkan oleh 185 HP.
Engine - Water Jet Propeller Matching Pada Pilot Boat Single Hard Chine 15 Meter Niko Aditya Kriswan; Eko Sasmito Hadi; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan perancangan sistem permesinan dan water jet propulsion pada kapal, engine-water jet propeller matching (EWJPM) sangatlah vital. Ketidaksesuaian antara daya yang dihasilkan main engine, waterjet propeller dan karakteristik kapal mengakibatkan tidak optimalnya gaya dorong yang dihasilkan untuk mendapatkan kecepatan service. Besaran daya menjadi tidak efisien apabila titik operasi dari main engine tidak sesuai dengan water jet propeller. Namun perlu diingat bahwa besarnya daya yang dihasilkan mempunyai korelasi yang erat terhadap jumlah Fuel Oil Consumption (FOC). Penelitian dilakukan dengan mengkaji hambatan kapal dengan metode holtrop, daniel savitsky, dan cfd, kemudian menghitung efisiensi dan karakteristik tiap variasi water jet propeller untuk dilakukan EWJPM guna mencari nilai gaya dorong, kecepatan dan FOC setiap variasi. Kemudian diketahui bahwa pertama, Overall Propulsive Coefficient (OPC) sangat mempengaruhi gaya dorong yang dihasilkan water jet propeller. Kedua, konfigurasi gearbox perlu diperhatikan dalam mencocokkan karakteristik main engine dengan beban water jet propeller dan yang ketiga, adalah bahwasanya FOC optimal ketika daya output water jet propeller dibanding rpm main engine nilainya maksimum. Hasil penelitian ini yaitu pergantian water jet propeller menambah nilai gaya dorong dan kecepatan sebesar 3 kN dan 4 knot. FOC pun berkurang sebesar 0.54 l/Nautical Mile dikarenakan OPC water jet propeller perubah bernilai lebih besar.
ANALISA FATIGUE KONTRUKSI MAIN DECK SEBAGAI PENUMPU TOWING HOOK AKIBAT BEBAN TARIK PADA KAPAL TUG BOAT 2 x 800 HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Arif Putra Rizky; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.472 KB)

Abstract

Kapal TugBoat adalah sebuah kapal yang fungsinya menarik atau mendorong kapal lainnya. Pada dasarnya TugBoat digunakan untuk melayani kapal-kapal besar yang akan bersandar di pelabuhan ataupun dari bersandar di pelabuhan yang akan berlabuh dan juga melayani kapal-kapal pengangkut hasil tambang. Adanya beban tarik terhadap towing hook mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan terjadi pada daerah sekitar towing bolder dan juga konstruksi dibawahnya. Gerakan menarik yang dilakukan kapal Tugboat ini dapat menimbulkan kelelahan dan banyak masalah lainnya. Analisa fatigue digunakan untuk meninjau daerah hotspot stress yang rawan terjadi crack pada suatu material. Hasil analisa fatigue diambil nilai stress terbesar dan diambil nilai siklus terpendek pada setiap variasi pembebanan. Pada penelitian ini menggunakan bantuan soft ware MSC Nastran Patran dan MSC Fatigue yang dipergunakan untuk membantu memperoleh hasil tegangan dan damage dari suatu konstruksi main deck dan penumpu towing hook. Setelah proses running dan perhitungan diperoleh hasil umur konstruksi yaitu, kondisi full loads didapatkan nilai strees sebesar  147 Mpa terletak pada frame nomor 17 serta siklus sebanyak 0,973x108 cycle memiliki umur 19,61 tahun. Kondisi shagging didapat nilai stress sebesar 146 Mpa terletak pada frame nomor 17 serta siklus sebesar 0,973x108 cycle memiliki umur 19,61 tahun.Kondisi Hogging didapat nilai strees sebesar 149 Mpa terletak pada frame nomor 17 serta siklus sebesar 0,973x108 cycle memiliki umur 19,61 tahun.
EFEK TEMPERATUR NORMALIZING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA ST 60 SEBAGAI POROS BALING-BALING KAPAL Lukman Gewa Nurhakim
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan jenis baja karbon sedang dengan persentase kandungan karbon pada besi sebesar 0,3-0,59% C. Baja merupakan bahan atau material yang sering digunakan sebagai poros baling-baling kapal (propeller shaft). Dalam menghasilkan gaya dorong poros menanggung berbagai jenis beban yang dapat menyebabkan kegagalan lelah (fatigue failure). Proses perlakuan panas (heat treatment) dapat membentuk dan mengubah sifat baja dari yang mudah patah menjadi kuat. Normalizing adalah proses pemanasan baja dimana pemanasan mencapai suhu austenite kemudian didinginkan perlahan melalui udara terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik dari baja ST 60 dengan proses pemanasan normalizing di tiga variasi suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja ST 60 dengan perlakuan normalizing suhu 8000C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 644,30 MPa dan rata-rata regangan sebesar 25,19%. Serta memiliki tegangan geser sebesar 527,46 MPa dan rata-rata kekerasan sebesar 201,53 VHN. Baja ST 60 dengan proses normalizing suhu 8500C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 633,53 MPa dan rata-rata regangan sebesar 24,37%. Serta memiliki tegangan geser sebesar 485,82 MPa dan rata-rata kekerasan sebesar 195,05 VHN. Sedangkan baja ST 60 dengan proses normalizing suhu 9500C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 573,69 MPa dan rata-rata regangan sebesar 22,48%. Serta memiliki tegangan geser sebesar 466,54 MPa dan rata-rata kekerasan sebesar 190,90 VHN. Perlakuan panas perlakuan panas normalizing dengan variasi suhu 8000C struktur mikro menunjukkan fasa pearlite yang lebih dominan dibandingkan dengan perlakuan panas normalizing dengan variasi suhu 8500C dan 9500C. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja ST 60 dengan perlakuan panas normalizing di suhu 8000C memiliki sifat mekanik yang lebih baik dari baja ST 60 dengan variasi suhu 8500C dan 9500C.