cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Pengaruh Sudut Masuk Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Resistance Kapal Dengan Mengunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Giri Aditya Chandra J; Eko Sasmito Hadi; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.206 KB)

Abstract

Hambatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi dalam perancangan sebuah kapal. Kapal dengan bentuk haluan yang baik akan memberikan efisiensi hambatan yang dihasilkan sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik dan efisien. Dengan merubah sudut masuk haluan kapal diharpakan dapat mempengaruhi nilai hambatan kapal. Pada penelitian ini dicari bentuk haluan yang menghasilkan hambatan total paling kecil dengan menggunakan program Computational Fluid Dynamic (CFD). Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD didapatkan nilai hambatan yang lebih kecil dibandingkan nilai hambatan pada model asli kapal. Nilai hambatan total pada kecepatan 16 knot sebesar 28,06 N dengan adanya perubahan sudut menjadi 19,720o, 16,720o,13,720o,10,720o dengan penurunan tiap 3o diketahui nilai hambatan totalnya yaitu sebesar 27.429 N, 26.874N,  26.360N, 25.7 N. dan peneliti melakukan perubahan penambahan sudut kapal tiap 3o menjadi 25,720o, 28,720o, 31,720o, 34,720o dengan nilai hambatan total sebesar 29.075 N,  29.895N,  30.647N, 31.878N. dengan rata-rata perubahan sebesar3,5 % hal ini menunjukan bahwa dengan perubahan sudut haluan kapal dapat mempengaruhi besar hambatan kapal dengan variasi kecepatan yang sama, dengan menurunya nilai hambatan dapat mengurangi nilai EHP tersebut sehinga dapat menghemat bahan bakar kapal tersebut. 
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI CAR DECK PADA KAPAL “KAPAL ROPAX 5000GT”DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Wahyu Dwi Yunanto; Imam Pujo Mulyatno; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.182 KB)

Abstract

Kapal merupakan sebuah sistem rekayasa bergerak buatan manusia yang terbesar. Kompleksitasnya sebagian besar disebabkan oleh tuntutan self – supporting capability di lingkungan laut yang tidak readily habitable. Salah satu subsistem penyusun sistem rekayasa tersebut adalah konstruksinya. Dalam sebuah sistem konstruksi, kekuatan merupakan struktur terpenting dalam sebuah kapal sebab fungsinya adalah untuk menjamin keselamatan daripada awak kapal, penumpang, dan muatannya. Kapal ROPAX 5000GT adalah type Ro – RoPassanger Ship milik DEREKTORAT PERHUBUNGAN DARAT  yang beroperasi di Selat Sunda dengan rute pelayaran Pelabuhan Merak – Bakauheni. Dalam rute pelayaran tersebut yang ditempuh dalam waktu kurang lebih dua setengah jam, hal ini mengharuskan kondisi kapal selalu dalam kondisi aman terutama dalam hal konstruksinya sebab dalam perencanaan sebuah konstruksi kapal, pada dasarnya adalah merencanakan konstruksi yang mempunyai tingkat tegangan pada batas yang diijinkan dan bisa diterima oleh konstruksi tersebut. Penelitian tentang konstruksi kekuatan car deck kapal . Kapal ROPAX 5000GT perlu diperhatikan dan dilakukan, dimana tegangan yang diakibatkan oleh beban yang mengenainya tidak boleh melebihi batas maksimum σyield bahan dan σijin berdasarkan rules dari kelas, adapun acuan rules yang dipakai dalam penelitian ini adalah berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan analisa local stress yang terjadi pada car deck kapal . Kapal ROPAX 5000GT dengan bantuan program numerik Ansys. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui karakteristik dan letak tegangan terbesar dari struktur konstruksi car deck berdasarkan tiga variasi kondisi keadaan kapal menggunakan metode elemen hingga. Hasil analisa menggunakan program numerik Ansys didapatkan hasil maximum stress pada sistem konstruksi car deck geladak kendaraan 2 sebesar 225,39 N/mm2 di lokasi node 8087 pada saat kondisi sagging. Kondisi ini masih tetap  aman karena nilai tegangan maksimum yang terjadi masih dibawah σyield dan σijin berdasarkan rules BKI, serta memilki faktor keamanan 1,03
Analisa Perbandingan Variasi Waktu Pack Carburizing Terhadap Kekuatan Puntir, Tarik, Kekerasan dan Komposisi Kimia Baja ST 60 Sebagai Material Poros Propeller Hafizh Bahtiar; Untung Budiarto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan suatu material yang bisa digunakan sebagai bahan pembuatan poros propeller karena tergolong baja yang di perbolehkan oleh BKI. Poros yang aus sering terjadi karena kekerasan permukaan baja lebih rendah dari bantalan propeller. Maka proses carburizing menjadi salah satu cara untuk mengatasi keausan tersebut, tetapi dalam segi kekuatan tarik dan komposisi masih sesuai standar BKI. Carburizing merupakan salah satu cara pengerasan permukaan, yaitu dengan memanaskan baja pada daerah temperatur 816°C s/d 1093°C dalam ruang yang mengandung unsur karbon. Sedangkan tujuan uji puntir adalah untuk mengetahui besaran tegngan geser maksimum saat patah. Dalam penelitian ini juga meneliti pengaruh penambahan waktu penahanan panas carburizing dari 90 menit ke 120 menit terhadap sifat mekanis baja. Hasil yang dicapai bahwa baja ST 60 memenuhi persyaratan BKI ditinjau dari kekuatan tarik (730,00 Mpa) Raw Material, (696,33 Mpa) carburizing 90’’ dan (705,00 Mpa) carburizing 120’’ dan penambahan carbonnya(0,45 % ) Raw Material, (0,47 %) carburizing 90’’ dan (0,50 % ) carburizing 120’’. Untuk nilai kekerasan mendapatkan hasil (177,67 VHN ) Raw Material, (215,33 VHN) carburizing 90’’ dan (224,33VHN ) carburizing 120’’. Maka dapat disimpulkan bahwa setelah proses carburizing kekerasan yang terjadi semakin naik dan kekuatan tarik maupun komposisi kimia masih sesuai standar BKI
DESAIN KONVERTER GELOMBANG BENTUK SEGI EMPAT SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK DI PERAIRAN LAUT JAWA Efriananda Sabta Rizki; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.489 KB)

Abstract

Indonesia meruapakan salah satu negara yang kaya akan cadangan energi, dan kekayaan energi yang dimiliki Indonesia tidak hanya berkaitan dengan jumlahnya saja melainkan juga keberagamannya. Indonesia kaya akan berbagai jenis energi baik yang berbasis fosil maupun nonfosil. Itulah salah satu kekuatan energi Indonesia. Oleh karenanya tidak bijaksana kalau Indonesia hanya menggantungkan diri pada satu jenis energi saja, yaitu yang berbasis fosil seperti BBM, karena cadangan energi fosil nasional bahkan dunia pun sangat terbatas dan lambat laun akan habis. Misalnya memanfaatkan potensi dari laut Indonesia dengan cara mengubah gelombang laut sebagai energi terbarukan. hal ini akan membutuhkan konverter untuk mengubah gelombang laut menjadi energi tebarukan. Konverter yang dimaksud adalah Wave Energi Converter. Wave Energy Converter adalah alat yang didesain dengan menggunakan prinsip gerak osilasi (naik – turun) gelombang untuk menghasilkan energi konverter ini memiliki tipe heaving device. Dalam penelitian ini, dilakukan sebuah studi desain konverter gelombang berbentuk segi empat dengan prinsip heaving device untuk dimanfaatkan di perairan Laut Jawa. Suatu model segi empat dengan tinggi maksimal 60 cm dan lebar maksimal 50 cm sebagai objek penelitian, dianalisa dengan variabel beban untuk mendapatkan nilai heaving terbesar. Konverter dianalisa dalam keadaan tanpa beban, diisi beban 10 kg, diisi 20 kg, diisi 30 kg. Hasil dari penelitian ini memperoleh hasil bahwa nilai amplitudo heaving terbesar terdapat pada konverter segi empat diisi dengan beban 30 kg pada tinggi gelombang laut 0,8 m dengan nilai amplitudo heaving 0,589 m. 
PENGUKURAN OLAH GERAK PONTON HEXAGON AKIBAT PENAMBAHAN CIRCULAR HEAVING PLATE DAN STRIP PLATE PADA GELOMBANG REGULER Noprian Christy S; Eko Sasmito Hadi; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.585 KB)

Abstract

Meningkatnya jumlah populasi di indonesia menimbulkan banyaknya kebutuhan dasar yang penting bagi masyarakat yang salah satunya adalah kebutuhan akan energi listrik dengan mengembangkan potensi energi alternatif untuk membangkitkan tenaga listrik melalui gelombang laut.Untuk mengetahui olah gerak ponton terbaik perlu dilakukan  penelitian teknologi terbaru seperti heaving plate.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai seakeeping ponton dengan variasi penambahan heaving plate, tinggi sarat dan gelombang, selain itu penelitian ini juga diharapkan untuk mendapatkan nilai beban heaving pada ponton akibat aliran gelombang yang diberikan.. Penelitian ini menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengukur beban heaving dan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan heaving plate pada ponton dapat mengurangi respon pitching mencapai 20 %, rolling 50 % dan menambah respon heaving 52,7 %. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh nilai pitching tertinggi sebesar 17°, rolling sebesar 8°, dan heaving sebesar 57 mm, serta beban heaving sebesar 113,95 gram.
Studi Buckling pada Tangki Kargo Muatan Gas Cair Tipe Bilobe Berbasis Metode Elemen Hingga Moriko Syahruddin; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.001 KB)

Abstract

Tangki merupakan suatu struktur yang digunakan untuk penyimpanan dan pendistribusian fluida maupun gas alam dalam memenuhi kebutuhan industri dan lainnya. Tipe tangki kargo yang paling sederhana adalah Type C Cargo Tank. Type C Cargo Tank mempunyai dua jenis tangki yaitu Cylinder Tank dan Bilobe Tank. Type C Cargo Tank merupakan tangki yang self supporting dan tidak ada batasan pengisian muatan secara partial. Tangki ini juga bisa diproduksi diluar galangan kapal dan tidak membutuhkan secondary barrier. Beda halnya dengan tipe tangki yang lainnya yang memiliki secondary barrier complete dan fully refrigenerated atmospheric pressure. Dalam melakukan desain pada tangki harus memperhitungkan pembebanan yang akan diangkut. Hal ini perlu diperhatikan karena bisa terjadi kegagalan struktur pada tangki tersebut.  Salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada sebuah tangki adalah buckling atau tekuk. Pada penelitian ini tangki bilobe divariasikan berdasarkan perbedaan pembebanan berupa force, internal pressure dan combined. Model yang akan dianalisa dimodelkan menggunakan metode elemen hingga termasuk analisa buckling dengan mempertimbangkan deformasi yang terjadi pada variasi pembebanan. Pembebanan maksimum untuk force critical sebesar 1,14x104 KN,  sedangkan untuk internal pressure sebesar 9,55x101 KPa dan untuk combined dengan moment-pressure critical sebesar 1.97x103 KN dan 2.54x102 KPa. Untuk nilai deformasi yang dihasilkan menunjukkan bahwa δforce> δcombined > δinternal pressure.
RE- LAYOUT GALANGAN KAPAL JMI UNIT II UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MATERIAL HANDLING DENGAN METODE SIMULASI DAN ALGORITMA CRAFT Risda Septerina; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.558 KB)

Abstract

Permasalahan inefisiensi produksi pada galangan PT. Janata Marina Indah unit II merupakan masalah yang harus ditemukan solusi nya untuk meningkatan daya produksi. Dalam penelitian ini salah satu faktor inefiensi produksi yaitu tata letak galangan yang tidak beraturan dan tidak mempunyai pola aliran sehingga memperlama proses perpindahan material. Pada penelitian ini dibuat 2 alternative layout dengan mempertimbangkan proses perencanaan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar tata letak. Didapatkan 2 alternative layout dengan tata letak yang berbeda dengan metode algoritma craft dan model simulasi,yaitu ; alternative layout 1 pola aliran zig-zag mempunyai direct labor handling loss ratio 0,004153, dengan total waktu produksi 3998,14 jam, waktu material handling 25,31 jam ,total jarak perpindahan 27145,02 meter, utilisasi sebesar 80,35%. Pada alternative layout 2 pola aliran zig-zag yang dihasilkan direct labor handling loss ratio 0,004056, dengan total waktu produksi 3998,61 jam, waktu material handling 27,48 jam, total jarak perpindahan 26193,2 meter, total momen perpindahan 610005, utilisasi sebesar 80,39%. Setelah memperhitungkan direct labor handling loss, waktu produksi,waktu material handling, jarak total perpindahan, dan utilisasi pada galangan PT. Janata Marina Indah unit II menggunakan metode algoritma craft dan simulasi dapat dinalisa dan dibandingkan dengan existing layout untuk mendapatkan hasil yang paling baik guna meningkatkan efektivitas material handling.
Analisis Pengaruh Variasi Bentuk Perforated Pada Fixed Baffles Untuk Mengurangi Efek Sloshing Pada Ruang Muat Kapal Tanker Menggunakan Metode CFD Saeful Huda Mursito; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sebagian besar eksplorasi minyak bumi berada di lautan, dimana kapal digunakan sebagai alat transportasi utama untuk mengangkut minyak bumi tersebut. Kapal tersebut memiliki resiko kecelakaan tinggi karena membawa muatan mudah terbakar dan memeperoleh efek sloshing. Sloshing merupakan sebuah fenomena gerakan bebas dari  fluida dalam sebuah tangki. Fenomena ini sering di sebut dengan free surface effect yang dapat mengakibatkan deformasi pada struktur tangki. Penelitian ini bertujuan mengurangi efek sloshing dari kapal pertamina 17500Ltdwt  yang di timbulkan dengan menggunakan fixed baffle di tambah dengan variasi perforated pada masing-masing baffle. pemodelan tangki yang di gunakan untuk simulasi memiliki panjang 20,10m, lebar 11,85m, tinggi 10m. Analisa menggunakan metode Computational Fluid Dynamic dengan menambah variasi perforated pada fixed baffle yakni tanpa baffle, full baffle, setengah rectangle, full rectangle, full oval, setengah oval,  full circle, dan setengah circle dengan variasi pengisian tangki yakni 30%, 50%, 70%, dan 90%.  Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa efek sloshing pada tangki dengan full baffle dapat berkurang 30,54%, full oval perforated dapat berkurang 24,54%, full circle perforated dapat berkurang 24,12%, full  rectangle perforated dapat berkurang 23,34%, setengah rectangle perforated dapat berkurang 22,07%, setengah  oval perforated dapat berkurang 21,09%, setengah  circle perforated dapat berkurang 17,47%.
ANALISA PENGARUH PANJANG DAN BENTUK GEOMETRI LUNAS BILGA TERHADAP ARAH DAN KECEPATAN ALIRAN (WAKE) PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL (STUDI KASUS KAPAL TIPE KRAGAN) Arief Situmorang; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.065 KB)

Abstract

Kapal ikan tradisional didaerah Kragan di kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah memiliki  ciri khas dengan  lunas bilga yang terpasang  pada  kedua sisi lambung kapal, yang di percaya oleh warga setempat untuk mendapatkan stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui pengaruh panjang dan bentuk geometri lunas bilga pada kapal ikan tipe kragan dengan patokan dari radius bilga kapal.Variasi dari semua bentuk bilga ini adalah untuk memusatkan aliran ke propeller, sehingga didapatkan kecepatan yang paling optimal dari 13 model tipe bilga ini.Variasi yang dilakukan adalah dengan membandingkan 13 model lunas bilga dengan bentuk dan panjang yang berbeda.Bentuk dari lunas bilga terdiri dari 4 bagian yaitu ; Foil, Bulb, Trapesium dan Segitiga.Sementara itu pada panjang lunas bilga dibagi menjadi 3 dengan berpatokan pada panjang kapal yaitu ; ½ dari panjang kapal, 2/3 dari panjang kapal dan terakhir mengikuti variasi awal dari lunas bilga tersebut. Tahapan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan. Berdasarkan hasil analisa kecepatan aliran dan nilai wake pada model foil ½ panjang kapal adalah yang paling cepat dan memiliki nilai wake terkecil.Dengan ini dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian kali ini model yang di rekomendasikan untuk panjang dan model lunas bilga adalah model Foil dengan lunas bilga ½ panjang kapal dan nilai wake 0,082014 dan Va = 4,13904 m/s menunjukkan yang terbaik.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Penggunaan Wind Turbine Untuk Konversi Daya Listrik Peralatan Kesehatan Pada Kapal Rumah Sakit Muchammad Rif’an Fahmi; Berlian Arswendo Adietya; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.442 KB)

Abstract

Dengan adanya perancangan kapal rumah sakit tipe katamaran untuk pelayaran Papua, disini saya akan mencoba membahas tentang analisa teknis dan ekonomis penggunaan wind turbinesebagai konversi daya listrik kapal, sehubungan dengan semakin naiknya harga bahan bakar minyak.Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran wind turbine yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dan mendapatkan keuntungan ekonomis. Analisis wind turbine yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 15 knot, kecepatan angin 10,16 knot sehingga didapat kecepatan angin yang bekerja pada wind turbine sebesar 18,95 knot dengan sudut serang angin terhadap wind turbineadalah 180 derajat (arah angin berlawanan dengan arah kapal). Dari hasil analisa didapatkan wind turbine yang optimum untuk dipasang di kapal adalah tipe sumbu horisontal dengan diameter rotor 6,4 m dengan jumlah yang terpasang sebanyak 1 unit. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan hambatan yang ditimbulkan wind turbine sebesar 4kN sehingga mengakibatkan pengurangan kecepatan sebesar 0.62 knot. Dengan total biaya investasi dan operasional awal sebesar Rp 162.562.943, pemasangan wind turbine dapat menghemat biaya sebesar Rp 48.091.476 per tahun.