cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Perancangan Propeller Kapal Selam Komersial Tipe B series X-80 Dengan Variasi Sudut Skew Dan Jumlah Daun Untuk Mengoptimalkan Nilai Thurst Fadli Nuriman; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal selam sebagai mode transportasi yang bergerak didalam permukaan laut memiliki desain yang sangat komplek dan terstruktur , dengan mengutamakan kecepatan ketika bergerak didalam permukaan laut maka dibutuhkan perancangan baling-baling yang bisa menghasilkan daya dorong yang optimal . Telah banyak peneliti telah menganalisa perancangan baling-baling tipe b series dengan berbagai variasi untuk mencari nilai daya dorong yang optimal dari baling-baling tersebut . Pada penelitian kali ini akan mengkaji tentang baling-baling kapal tipe b-series X-80 dengan variasi suduh skew 10, 15, 20 derajat dan jumlah daun 7, 9, 11  guna melihat dari segi desain baling-baling terhadap lambung kapal untuk melihat nilai dari daya dorong yang optimal . Penelitian ini memakai software berbasis CFD untuk menganalisa daya dorong dari baling-baling tersebut . Dengan persamaan Reynold-Avaraged Navier Stokes Equation yang menunjukan hasil fluktuatif dari aliran turbulen pada material incompressible dengan property yang konstan . Dengan nilai Reynold number 2.51 * 108. Model simulasikan dengan aliran turbulence K-epsilon secara Steady-state . Hasil menunjukan baling-baling B780-20 memiliki nilai gaya dorong tertinggi yaitu 8751260 N dan baling-baling B1180-20 memiliki nilai torsi tertinggi dengan nilai 5798620 N.m sedangkan untuk nilai efisiensi tertinggi terjadi pada baling-baling B780-10 dengan nilai efisiensi sebesar 12,52 %.
Perancangan Propeller Kapal Selam Komersial Tipe B series X-80 Dengan Variasi Sudut Skew Dan Jumlah Daun Untuk Mengoptimalkan Nilai Thurst Nuriman, Fadli; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal selam sebagai mode transportasi yang bergerak didalam permukaan laut memiliki desain yang sangat komplek dan terstruktur , dengan mengutamakan kecepatan ketika bergerak didalam permukaan laut maka dibutuhkan perancangan baling-baling yang bisa menghasilkan daya dorong yang optimal . Telah banyak peneliti telah menganalisa perancangan baling-baling tipe b series dengan berbagai variasi untuk mencari nilai daya dorong yang optimal dari baling-baling tersebut . Pada penelitian kali ini akan mengkaji tentang baling-baling kapal tipe b-series X-80 dengan variasi suduh skew 10, 15, 20 derajat dan jumlah daun 7, 9, 11  guna melihat dari segi desain baling-baling terhadap lambung kapal untuk melihat nilai dari daya dorong yang optimal . Penelitian ini memakai software berbasis CFD untuk menganalisa daya dorong dari baling-baling tersebut . Dengan persamaan Reynold-Avaraged Navier Stokes Equation yang menunjukan hasil fluktuatif dari aliran turbulen pada material incompressible dengan property yang konstan . Dengan nilai Reynold number 2.51 * 108. Model simulasikan dengan aliran turbulence K-epsilon secara Steady-state . Hasil menunjukan baling-baling B780-20 memiliki nilai gaya dorong tertinggi yaitu 8751260 N dan baling-baling B1180-20 memiliki nilai torsi tertinggi dengan nilai 5798620 N.m sedangkan untuk nilai efisiensi tertinggi terjadi pada baling-baling B780-10 dengan nilai efisiensi sebesar 12,52 %.
Perancangan Desain Propeller Floating Fuel Station Berbasis B-Series dengan Variasi Sudut Rake dan Sudut Skew Menggunakan Metode CFD Muhammad Azizul Hakim; Ahmad Fauzan Zakki; Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floating fuel station solusi yang tepat untuk memudahkan akses bahan bakar bagi wilayah yang susah menjangkau SPBU. Floating fuel station ini dirancang dengan sistem propulsi untuk memudahkan dalam beroperasi. Berdasarkan hasil perhitungan tahanan dipilihlah propeller dengan jenis B-Series tipe B4-40 untuk dianalisis, sedangkan variasi yang dilakukan dalam perancangan ini adalah variasi sudut rake dan sudut skew untuk menentukan propeller mana yang memiliki performa yang paling optimal. Dari 16 model yang dianalisis didapatkan hasil berupa propeller dengan variasi sudut rake 15° skew 10° memiliki nilai thrust paling tinggi sebesar 32,591 KN. Propeller dengan variasi sudut rake 0° skew 40° memiliki nilai torque paling rendah sebesar 3,417 KN.m. Nilai efficiency terbesar terjadi pada propeller dengan variasi sudut rake 0° sudut skew 30° sebesar 43,36%. Propeller yang menghasilkan performa paling besar untuk floating fuel station ini adalah propeller dengan variasi sudut rake 0° sudut skew 30° dikarenakan memiliki nilai efisiensi terbesar.
Analisa Leading Edge Protuberances pada Fully Submerged Hydrofoil Terhadap Gaya Angkat dan Hambatan Kapal KH-017 Menggunakan Metode CFD Miftah, Muhammad Azizul; Chrismianto, Deddy; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas buang hasil pembakaran mesin kapal berperan dalam pemanasan global. Konversi energi fosil menjadi energi terbarukan sudah mulai diterapkan oleh banyak negara. Solarboat adalah salah satu upaya untuk mengurangi emisi sisa pembakaran mesin kapal. Untuk memperoleh efisiensi energi yang baik, solarboat perlu dimodifikasi dengan melakukan penambahan leading edge protuberances hydrofoil. Penggunaan leading edge protuberances hydrofoil terinspirasi dari sirip paus bungkuk (Megaptera novaengliae) yang mampu bermanuver dengan baik meskipun memiliki ukuran tubuh yang besar. Penelitian ini memiliki tujuan memperoleh nilai hambatan paling kecil dan gaya angkat paling besar dari setiap variasi model leading edge protuberances hydrofoil dengan konfigurasi tandem. Metode yang digunakan untuk analisis adalah Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan menggunakan software Tdyn 14.1.01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan total terendah terdapat pada model 8M dengan angle of attack 3° yaitu sebesar 217,01 N atau mampu mengurangi hambatan hingga 28,52% di froude number 0,737. Model 4L memiliki lift force terbesar yaitu 3008,74 N atau 75,25% lebih besar dibandingkan nilai minimum lift pada froude number 0,921.
Analisa Kekuatan Struktur End Shackle Rantai Jangkar Akibat Adanya Beban Lingkungan pada Kapal Perintis 1200 GT Irianto, Prasetya Tomi; Yudo, Hartono; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jangkar merupakan salah satu komponen perlengkapan kapal yang memegang peranan yang sangat penting dalam sistem transportasi laut. Dengan adanya penambat kapal ini, kapal tidak akan berpindah tempat karena hembusan angin, arus ataupun gelombang saat jangkar diturunkan, tetapi pada kenyataannya pada tahun 2017, jangkar kapal tanker permata niaga hilang akibat diterjang gelombang laut. Hal tersebut menjadikan latar belakangan penelitian mengenai kekuatan struktur rantai jangkar khususnya pada bagian end shackle, dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan dari struktur end shackle akibat adanya beban lingkungan yang diakibatkan oleh heaving serta beban internal dan beban hidrostatik. Metode yang digunakan menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Pada penelitian ini pembebanan pada struktur end shackle merupakan beban dinamis yang berupa beban maksimal, beban minimal dan beban rata-rata. Berdasarkan beban tersebut daerah kritis terjadi pada daerah antar sambungan dengan tegangan maksimal 1,25 x 107 Pa, tegangan rata-rata  6,76 x 106 Pa, dan tegangan minimal 1,24 x 106 Pa. Nilai deformasi terbesar 0,335 mm yang terjadi pada kondisi pembebanan maksimal. Tagangan yang terjadi pada masing-masing variasi pembebanan masih dibawah nilai yield strength pada material yang digunakan  yaitu 2,3 x 108  Pa.
ANALISA PENERAPAN MODIFIED BOW TIPE AXE DAN MODIFIED BOW TIPE AX TERHADAP HAMBATAN DAN SEAKEEPING PADA KAPAL TANKER 112 METER Endah Dyah Aprianti; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Axe Bow merupakan pengembangan dari Inovasi Enlarged Ship Concept (ESC) yang didesain pada tahun 1995 oleh Delf University dan dikembangkan oleh Damen Shipyard.Sementara itu, NKK Corp telah mengembangkan busur berbentuk kapak yang disebut konsep Ax Bow. Kedua jenis Bow tajam tersebut telah terbukti memberikan dampak berkurangnya Hambatan dan perubahan nilai Seakeeping akibat karakteriksitik bentuk  haluan kapal yang  runcing dan sempit, haluan tersebut dapat membelah dan menerjang  gelombang dengan mudah sehingga mampu mengurangi Pitching pada Kapal berkecepatan relatif tinggi untuk jenis Axe Bow. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa Hambatan dan Seakeeping terhadap perubahan bentuk Bow dari Bulbous Bow menjadi Modified Axe Bow dan Modified Ax Bow apabila diterapkan kepada Kapal Tanker berkecepatan rendah. Penelitian ini menggunakan software pemodelan 3D dan software CFD untuk Analisa Hambatan dan Seakeeping. Hasil dari perubahan bentuk Bow Kapal mengakibatkan perubahan nilai Hambatan dan Seakeeping yang terjadi pada Kapal . Hasil Analisa Hambatan didapatkan bahwa penggunaan Modified Axe Bow dan Modified Ax Bow mampu mengurangi Hambatan yang lebih disebabkan berkurangnya dari Hambatan Gelombang. Sedangkan  Hasil dari Analisa Seakeeping terjadi perubahan nilai dengan adanya penerapan Modified Axe Bow dan Modified Ax Bow dan menunjukkan dari ketiga jenis Bow telah memenuhi Kriteria standar NORDFORSK 1987.
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja ST 40 Akibat Pengelasan Flux-Cored Arc Welding (FCAW) Dengan Variasi Suhu Normalizing Enggal Noor Laksono; Ari Wibawa Budi Santosa; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Normalizing telah dilakukan pada baja ST40  yang mana baja ST40 merupakan baja bertipe low carbon atau berkarbon rendah pada variasi pemanasan 875ºC dan 975°C dengan holding time selama 30 menit, setelah itu didinginkan menggunakan udara. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dari faktor pemanasan berpengaruh kurang baik dalam nilai tarik, nilai impak, dan struktur mikrografi spesimen penelitian. Pada spesimen tanpa perlakuan apapun didapatkan kekuatan tarik 467,404MPa, regangan 27,895%. Sedangkan spesimen dengan pemanasan 875C° diperoleh kekuatan tarik 410,025 MPa, regangan 28,025%. Sedangkan spesimen dengan pemanasan 975°C diperoleh tegangan maksimal 377,010 MPa, nilai regangan sebesar 21.69% . Pada pengujian impak spesimen tanpa perlakuan apapun didapatkan nilai impak sebesar 1,001 . Sedangkan spesimen  dengan pemanasan 875°C mempunyai nilai impak 1,447  sedangkan spesimen dengan pemanasan 975°C mempunyai nilai impak  1,277 . Dari hasil pengujian tarik spesimen tanpa perlakuan pemanasan memiliki tegangan tarik yang lebih baik, namun jika dilihat dari regangan, yang lebih baik adalah spesimen dengan pemanasan sebesar 875°C. Sedangkan dari hasil pengujian impak spesimen dengan perlakuan pemanasan  sebesar 875°C  memiliki nilai impak yang terbaik. Normalizing dengan variasi 975°C struktur mikrografinya menunjukkan fasa ferrite lebih dominan, jika dibandingkan variasi normalizing 875°C maupun  tanpa perlakuan pemanasan apapun.
Perancangan Kapal Selam Wisata dengan Kapasitas 25 Penumpang Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indoensia adalah negara kepulauan dengan 2/3 wilayahnya adalah perairan. Karena  memiliki wilayah perairan yang luas tentu menjadikan wisata bawah laut memiliki daya tarik tersendiri dengan adanya terumbu karang yang menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya. Dalam upaya meningkatkan potensi wisata bahari di Indonesia, kapal selam wisata dirasa bisa menjadi daya tarik baru untuk dapat menikmati keindahan bawah laut. Pada penelitian ini membahas perancangan kapal dengan metode perhitungan regresi linear sederhana, dengan analisis hambatan, stabilitas dan polygon equilibrium. Sehingga didapatkan ukuran utama kapal berupa LOA = 12.1 m, H = 3.837 m, B = 3.13 m dengan kapasitas penumpang berjumlah 25 orang. Kapal yang memiliki nilai hambatan sebesar 5772.56 N pada kecepatan 3 knots dan memiliki berat 54.62 ton pada saat kondisi menyelam, serta memiliki nilai GZ max = 0.287 m dan Initial GMt = 0.256 m pada sudut oleng 90º yang memenuhi kriteria IMO untuk nilai maksimum GZ dan initial GMt pada saat melakukan docking maupun pengisian udara di permukaan.
Studi Analisis Kekuatan Intermediate Shaft Z-Peller Pada Kapal KT. Bima 306 Akibat Variasi Geometri Richad Yunanto; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

System Z-Peller merupakan salah satu sistem propulsi penggerak kapal. Z-Peller ini terpasang vertical yang dapat berputar 360 derajat dan terjadi perbedaan posisi antara mesin induk dengan z-peller  lalu dihubungkan dengan intermediate shaft yang memiliki sudut elevasi. Intermediate shaft ini  memiliki beberapa komponen diantaranya shaft, flange, baut, dan universal joint. Sudut elevasi terjadi karena terbentuknya penekukan pada komponen universal joint yaitu spider dengan  yoke spline. Dengan rangkaian seperti itu, memungkinkan terjadinya kegagalan mekanis akibat tegangan dari momen torsi yang dihasilkan mesin induk. Setelah melihat referensi, daerah kritis sering terjadi pada komponen poros dan universal joint. Maka dari itu, perlu adanya analisis kekuatan dengan tujuan penelitian mengetahui tegangan geser maksimal ,von mises dan safety factor dari variasi geometri pada komponen tersebut. Hasil penelitian ini mendapatkan pada model asli, maximum shear stress sebesar 36,85 Mpa komponen poros dan maximum von mises sebesar 329,5 Mpa komponen universal joint. Untuk model yang sudah variasi geometri dengan pengurangan atau penambahan sebesar 5 mm didapatkan maximum shear stress terletak pada komponen poros dan maximum von mises stress terletak pada komponen universal joint. Safety factor  pada tiap komponen yang telah memenuhi standarisasi kriteria yang berlaku. Kecuali komponen universal joint model tipe 1 dan 2 juga komponen baut model tipe 1 belum memenuhi standarisasi atau masih dibawah standar. Pengaruh variasi geometri yang dimana sesuai dengan teori. Tegangan dan luasan berbanding terbalik, jika luasan kecil maka tegangan semakin besar dan begitu juga sebaliknya. Hal ini telah dibuktikan berupa  tabel dan grafik dimana terjadi penurunan tegangan ketika variasi penambahan ukuran luasan.
Analisis Kekuatan Konstruksi Graving Dock Gate Pada Dry Dock 8000 DWT Septyawan Bintar Saputra; Ahmad Fauzan Zakki; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floating caisson gate merupakan jenis main gate yang digunakan PT  Janata Marina Indah Unit 1.Main gate ini berfungsi  untuk menahan air laut saat  proses reparasi berlangsung pada graving dock berkapasitas 8000 DWT. Desain konstruksi yang dipakai main gate pada unit 1 merupakan modifikasi wing tank kapal tanker, sehingga kekuatan konstruksi main gate tersebut menjadi penting, mengingat fungsinya yang sangat vital pada proses reparasi kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimal pada desain asli dan desain pembanding, serta mengetahui detail letak tegangan maksimum pada graving dock gate. Metode solver yang  digunakan pada penelitian ini menggunakan bantuan software berbasis metode element hingga. Validasi model dilakukan dengan menggunakan perhitungan defleksi mekanika teknik dan didapatkan nilai eror sebesar 2,83 %. Beban yang digunakan berupa beban tekan hidrostatis air laut saat kondisi perairan normal, pasang dan surut, sehingga setup beban diasumsikan ke dalam 3 kondisi dengan pembagian garis air sesuai elevasi kedalaman (h). Tegangan maksimum terjadi pada model asli dikondisi perairan pasang, dengan nilai tegangan sebesar 164.140 MPa dan defleksi sebesar 3.647 mm. Sementara pada model pembanding, tegangan dan defleksi maksimum terjadi dikondisi periaran pasang dengan nilai tegangan sebesar 132.852 MPa dan defleksi sebesar 3.411mm, dari hasil tersebut semua model main gate memenuhi persyaratan regulasi klasifikasi.