cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Segitiga Berlubang Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Muhammad Rynaldi; Eko Sasmito Hadi; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Apung sangatlah identik dengan industri lepas pantai atau offshore. Pontoon menjadi salah satu upaya untuk memanfaatkan energi gelombang laut. Gerakan ponton akan berpengaruh terhadap daya yang akan dihasilkan sehingga perlu dilakukan penelitian menggunakan teknologi Heave plates. Heave plates digunakan sebagai penunjang stabilitas pada floating offshore wind platforms . Penelitian ini dilakukan di towing tank di laboratorium hidrodinamika teknik perkapalan Universitas Diponegoro menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang dan heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengetahui beban heaving, dan juga Xbee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless). Pengujian dilakukan pada ponton prisma segi enam dengan variasi heave plate segitiga dengan jumlah lubang 3 (variasi HP 1 dan HP 5), lubang 4 (variasi HP 3 dan HP 4) dan Lubang 5 (variasi HP 2 dan HP 6) masing – masing memiliki diameter 20mm dan 30mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai maksimal heaving berada pada 28mm, nilai maksimal pitching pada 13o dan nilai maksimal rolling pada 8o, lebih kecil dibandingkan dengan nilai pitching dan rolling pada heave plate segitiga polos. Penambahan heave plate segitiga berlubang memberikan efek lebih baik terhadap gerakan pitching dan rolling.
Analisis Kekuatan Struktur Stern Ramp Door dengan Variasi Bentuk Clevis pada Kapal Ferry Ro-Ro 600 GT Ardhani Bintang Novian; Ahmad Fauzan Zakki; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ferry ro-ro merupakan kapal yang dapat memuat kendaraan yang dapat berjalan masuk ke dalam kapal dan berjalan keluar dari kapal dengan penggeraknya sendiri, sehingga sering disebut dengan kapal rool on – roll off atau disingkat kapal ferry ro-ro. Karena muatan kapal ini berupa kendaraan, maka kapal ini dilengkapi dengan adanya pintu rampa untuk akses keluar masuk kendaraan. Ramp Door (Pintu Rampa) merupakan sebuah fasilitas dari kapal jenis ro-ro yang merupakan sebuah pintu yang secara umum terletak di buritan dan di haluan dengan tujuan sebagai menjembatani kendaraan dari car deck ke dermaga. Dari sebuah kasus insiden yang terjadi di Dermaga III Pelabuhan Bakauheni, Lampung yaitu adanya kecelakaan Kapal Nusa Putra yang diakibatkan karena  konstruksi ramp door patah. Merujuk pada penelitian yang sudah ada tentang analisis kekuatan ramp door, maka pada penelitian ini masih diperlukan penelitian pada konstruksi stern ramp door lebih lanjut dan akan ditambahkan penelitian dibagian clevis / kupingan guna untuk mengetahui seberapa kuat kekuatan dari clevis ramp door untuk digunakan saat bongkar muat. Objek dalam penelitian ini adalah kapal Ferry ro-ro 600 GT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan maksimum dan minimum pada konstruksi stern ramp door setelah diberi variasi pembebanan dan kondisi yang berbeda, mengetahui karakteristik tegangan pada konstruksi stern ramp door setelah diberi variasi pembebanan serta Mengetahui karakteristik pada setiap desain clevis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbasis metode elemen hingga dibantu dengan software abaqus CAE. Validasi model dilakukan dengan menggunakan perhitungan defleksi mekanika teknik dan didapatkan nilai eror sebesar 3,34 %. Beban yang digunakan dalam penelitian ini adalah beban kendaraan 4 ton, 8 ton dan 16 ton. Variasi yang diberikan berupa kondisi ramp door 10  dan posisi kendaraan diatas ramp door serta variasi model clevis. Tegangan maksimum terjadi pada saat kondisi ketika desain stern ramp door diberi beban kendaraan truk 16 ton, beban awal (roda bagian depan) dan kondisi stern ramp door 0 derajat. Tegangan sebesar 220,6 Mpa dan terletak pada node 9794 serta defleksi sebesar 2,214 mm. Tegangan minimum terjadi pada saat ketika desain stern ramp door diberi beban kendaraan mobil 4 ton, beban awal (roda bagian depan) dan kondisi stern ramp door 10 derajat dan ketika desain stern ramp door diberi beban kendaraan mobil 4 ton, beban awal (roda bagian depan) dan kondisi stern ramp door 350 derajat. Tegangan tersebut sebesar 122,8 Mpa dan defleksi sebesar 1,315 mm. Dari hasil tersebut maka model aman memenuhi kriteria BKI. Semua model bentuk clevis mempunyai safety factor diatas 1 yang artinya semua model clevis memenuhi kriteria dari BKI.
Perancangan Propeller dan Engine Propeller Matching pada Kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) 5000 DWT Samuel Pardomuan Sitorus; Untung Budiarto; K Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self Propelled Oil Barge (SPOB) adalah jenis kapal dengan lambung datar (barge) serta memiliki tangki dan mesin sehingga tidak perlu ditarik dengan  tug boat. Kapal harus memiliki sistem penggerak yang sesuai dengan bentuk lambung kapal, sehingga kinerja sistem propulsi menjadi optimal. Pada penelitian ini dilakukan penentuan dua buah reduction gear dan membandingkan efisiensi dua buah reduction gear, lalu dilakukan perancangan spesifikasi propeller, menentukan syarat batas ambang propeller sesuai dengan aturan BKI Klas Tahun 2016, dan menghitung besaran nilai kavitasi propeller yang akan diaplikasikan pada kapal Self Propelled Oil Barge(SPOB) 5000 DWT. Propeller yang digunakan dalam penelitian ini adalah propeller B-Series yang terdiri dari B4-55, B4-70, B4-85, dan B4-100. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan analisa Engine Propeller Matching yang sesuai dengan kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) 5000 DWT yang berguna untuk mendukung kinerja sistem propulsi kapal pada saat berlayar. SPOB ini diharapkan menjadi inovasi solusi yang tepat dalam hal sarana transportasi minyak sawit atau crude palm oil (CPO) di perairan lokal maupun internasional. Demi mendukung hal tersebut dilakukan perencanaan sistem propulsi atau penggerak kapal yang berdasarkan dari perhitungan tahanan kapal, mesin kapal, hingga penentuan propeller yang akan diaplikasikan pada kapal. Dari hasil perhitungan didapatkan spesifikasi motor penggerak rekomendasi kapal SPOB 5000 DWT yaitu Yanmar type 12AYM-WET dengan besar daya 1140 kW (1550 HP)/1840 rpm dan spesifikasi propeller yang berdiameter 2,2 m dengan Ae/Ao = 0,7; P/D = 0,67 dan memiliki 4 jumlah daun serta berjenis fixed pitch propeller. Grafik matching point kapal dapat disimpulkan bahwa daya mesin utama kapal dapat menggerakan propeller untuk menempuh kecepatan kapal dengan presentase 90 % rated power dan 90% rated speed.
Analisa Pengaruh Variasi Sudut Kampuh Terhadap Kekuatan Tarik Aluminium 6061 Dengan Gas Pelindung Argon Grade A dan Grade C Pada Pengelasan GTAW Maulana Dicky Almanda; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam alumiinium paduan jenis 6061 memiliki sifat ketahanan korosi yang baik dalam penerapan di bidang industri, terutama pada konstruksi perkapalan. Pemilihan metode, bentuk sambungan dan sudut kampuh las  dapat mempengaruhi efektivitas kekuatan hasil sambungan pada pengelasan. Ditinjau dari permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan mengetahui perbandingan metode pengelasan dengan variasi gas argon yang berbeda, yaitu grade A argon (Ultra High-Purity), dan grade C argon (Welding Grade). Jenis pengelasan yang digunakan ialah GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan bentuk sambungan single V-butt joint beserta variasi sudut kampuh las 40o, 60o, dan 80o. ER 5356 dipilih sebagai elektroda pengelasan dengan tegangan  22V dan arus 185 A. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sambungan dari metode pengelasan GTAW mempunyai kekuatan tarik rata-rata maksimal sebesar147,27 MPa dengan nilai regangan 21,02% pada gas pelindung argon grade C variasi sudut kampuh sebesar 80o, dan kekuatan tarik rata-rata maksimal sebesar 141,16 MPa dengan nilai regangan 21,76% pada gas pelindung argon grade A variasi sudut kampuh 60o. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemakaian gas pelindung argon grade C lebih baik dibanding gas pelindung argon grade A. Sudut kampuh 80o merupakan sudut kampuh las yang memiliki masukan panas dan kekuatan hasil lasan yang baik  pada aluminium 6061.
Studi Perencanaan Konstruksi Dan Analisa Kekuatan Kapal Patroli 165 DWT Pada Perairan Indonesia Koostanto, Harya Kumuda; Zakki, Ahmad Fauzan; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal patroli adalah kapal untuk menjaga keamanan dan aset negara di wilayah pesisir pantai dan laut. Karena tujuanpembuatannya untuk menjaga keamanan, maka perencanaan dan konstruksinya lebih ditekankan pada segi kekuatan.Kapal yang dipakai pada penelitian ini adalah kapal patrol 165 DWT. Kapal tersebut akan dimodifikasi sistemkonstruksinya menjadi sistem konstruksi campuran. Sehingga perlu adanya analisis sebelum dan sesudah modifikasi darisegi kekuatan. Pada akhirnya dapat diketahui tegangan maksimum dan momen lentur batas yang terjadi. Softwareberbasis finite element analysis digunakan untuk mengetahui tegangan maksimum dan momen lentur batas yang terjadi.Pada hasil yang telah didapatkan, besaran tegangan maksimum pada sistem konstruksi melintang sebesar 36,093 MPapada kondisi air tenang, 82,842 MPa pada kondisi sagging dan 124,874 MPa pada kondisi hogging. Serta -6,303x1010N.mm pada kondisi ultimate sagging dan 9,951x1010 N.mm pada kondisi ultimate hogging. Sementara pada sistemkonstruksi campuran tegangan maksimum yang terjadi sebesar 31,829 MPa pada kondisi air tenang, 73,056 MPa padakondisi sagging dan 110,179 MPa pada kondisi hogging. Serta -8,063x1010 N.mm pada kondisi ultimate sagging dan10,923x1010 N.mm pada kondisi ultimate hogging. Karena perbedaan tegangan maksimum dan momen lentur batas yangterjadi cukup besar, maka sistem konstruksi campuran direkomendasikan.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Kampuh Single V dan Variasi Posisi Las dengan Sambungan MIG pada Aluminium 6061 terhadap Kekuatan Impak sebagai Material Kapal Muhammad Abdul Aziz Mufti; Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa partisi dek kapal seperti pintu dan jendela kapal menggunakan material  aluminium karena karakteristik material yang ulet dan mudah dibentuk. Beberapa metode pengelasan seperti pengelasan MIG dengan variasi posisi pengelasan disesuaikan dengan keadaan lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai impak dari material aluminium 6061 dan membandingkan dengan rules ataupun aturan yang ditentukan. Pengelasan dengan metode MIG dilakukan untuk menyambung material tersebut dengan variasi posisi 1G dan 2G serta membuat variasi sudut kampuh 40,60, dan 80. Selanjutnya spesimen dengan perlakuan las dan raw material diuji dengan standar pengujian impak ASTM E23. Dari penelitian ini di dapatkan hasil bahwa aluminium 6061 sambungan las MIG posisi pengelasan 1G masing masing pada sudut 40 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.1179 J/mm2, sudut 60 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.1069 J/mm2, sudut 80 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.083 J/mm2. Lalu pada posisi pengelasan 2G masing-masing pada sudut 40 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.0936 J/mm2, sudut 60 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.0752 J/mm2, sudut 80 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.0561 J/mm2. serta raw material yang memiliki rata rata nilai 0.4278 J/mm2. Berdasarkan hasil tersebut, tidak didapati bahwa nilai impak diatas melewati atau sesuai dengan rules yang ditentukan
Studi Perancangan Sistem Konstruksi dan Analisa Kekuatan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Catamaran pada Perairan Indonesia Nurazim, Muhammad; Zakki, Ahmad Fauzan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish Processing Vessel adalah kapal yang membantu kapal perikanan lain saat berlayar bersama dalam fasilitas hasil penangkapan. Kapal ini memiliki bentuk lambung catamaran yang sudah mempunyai stabilitas, kecepatan, dan efisiensi yang baik. Hal lain yang mempengaruhi desain kapal adalah dalam segi konstruksi dan kekuatan yang harus memenuhi kriteria dan sesuai dengan bebannya. Pada lambung multi-hull terdapat konstruksi sambungan demi hull dengan wet deck yang kritis dan rentan terhadap defleksi. Sehingga penelitian melakukan perancangan jenis konstruksi dan melakukan variasi pada konstruksi wet deck, yaitu konstruki melintang (variasi I) dan memanjang (variasi II). Analisis respon struktur dilakukan pada kondisi air tenang, sagging, dan hogging serta analisis kekuatan batas akibat momen lentur sagging & hogging. Didapatkan hasil pada analisis respon struktur, stress pada variasi II lebih kecil dibanding dengan variasi I dengan presentase 0.15%  pada air tenang, 2.87% pada sagging, dan 4.16% pada hogging. Dan pada analisis kekuatan batas, variasi I lebih cepat mengalami kegagalan dengan tegangan ultimate sebesar 409.3 MPa pada sagging dengan momen -4.44x1011 Nmm dan 428.5 MPa pada hogging dengan momen 5.97x1011 Nmm. Dan pada perhitungan massa, sistem konstruksi varisi II lebih ringan 8.851 ton. Dapat disimpulkan konstruksi variasi II lebih direkomendasikan dibanding konstruksi variasi I.
Analisa Respon Struktur Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Beban Gelombang di Perairan Indonesia Risetia, Betari Afwa; Zakki, Ahmad Fauzan; Iqbal, Muhammad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pemerintah dalam perkembangan sektor maritim yaitu dengan mencanangkan program tol laut. Untuk memenuhi kebutuhan pelayaran nasional, banyak dibangun kapal perintis yang mengangkut penumpang dan barang. Kelayakan struktur kapal yang ada diperlukan agar dapat dioperasikan. Seperti penelitian yang telah ada sebelumnya, akan dilakukan analisa respon struktur kapal perintis 750 DWT terhadap beban gelombang di perairan atlantik utara dan Indonesia. Analisa yang dilakukan bertujuan untuk mencari nilai tegangan maksimum yang terjadi pada kondisi sagging dan hogging di dua perairan. Software FEM yang digunakan adalah Ansys Hydrodynamic Response untuk menganalisa respon gerak kapal dan respon struktur kapal pada Solidworks. Hasil yang didapat dari simulasi berupa nilai tegangan maksimum atlantik utara pada kondisi sagging 150.695 MPa, dan di kondisi hogging sebesar 139.341 MPa. Sedangkan nilai tegangan maksimum di perairan Indonesia pada kondisi sagging adalah 122.494 MPa, dan kondisi hogging 122.288 MPa. Adapun Hasil perhitungan tegangan ijin berdasarkan rules yaitu 141.5 MPa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan ketiga nilai tegangan maksimum dua perairan di tiap kondisi telah memenuhi tegangan yang diijinkan, kecuali nilai tegangan maksimum perairan atlantik utara pada saat sagging.
Pengaruh Media Pendingin Air Tawar, Air Coolant, dan Udara Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan pada Sambungan Las MIG (Metal Inert Gas) dan MAG (Metal Active Gas) Aluminium 6061 Kurniawan, Hosea; Budi Santosa, Ari Wibawa; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu material yang dapat digunakan untuk pembuatan kapal adalah aluminium 6061. Pengelasan yang tepat diperlukan untuk bahan tersebut agar memperoleh hasil yang bagus, contohnya adalah pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dan MAG (Metal Active Gas). Pengujian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik dan kekerasan aluminium 6061. Aluminium dilas MIG dan MAG lalu diberi media pendingin air tawar, air coolant, serta udara. Aluminium 6061 dilas dengan sudut single v butt joint dengan sudut 60°. Pengujian memberikan hasil bahwa media pendingin berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan kekerasan aluminium 6061 tersebut. Pengujian tarik pada pengelasan MAG dengan media pendingin air coolant meraih angka rata-rata tegangan tarik tertinggi yaitu 191 MPA. Tegangan tarik terendah diperoleh pada pengelasan MIG dengan media pendingin air tawar dengan rata-rata 85 MPA. Pengujian kekerasan menggunakan metode Vickers meraih kekerasan tertinggi sebesar rata-rata 81 VHN pada las MAG  pendingin air tawar. Kekerasan Vickers terendah dialami oleh aluminium yang dilas MAG dengan pendingin udara sebesar 70 VHN. Penelitian ini berkesimpulan bahwa air coolant memiliki pengaruh besar terhadap kekuatan tarik di kedua pengelasan, MIG dan MAG, dengan nilai tegangan tarik tertinggi. Air tawar mempengaruhi nilai kekerasan Vickers terhadap pengelasan MIG dan MAG dengan hasil nilai kekerasan tertinggi daripada media pendingin lainnnya.
Studi Karakteristik Hull Form Kapal General Cargo 5700 DWT Rute Pelayaran Jakarta – Belawan Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole; Manik, Parlindungan; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perancangannya, menjadi aspek penting bagi sebuah kapal untuk memperhatikan faktor keselamatan agar nantinya kapal tiba ditujuan dengan aman. Sebuah kapal harus memiliki stabilitas dan karakteristik seakeeping yang baik, dapat menunjukkan sifat – sifat badan kapal dalam kurva hidrostatik, mengetahui besarnya tahanan kapal sehingga didapat kebutuhan daya mesin kapal . Semuanya itu tercakup dalam Studi Karakteristik Hullform yang menjadi tujuan dalam penelitan kapal General Cargo 5700 DWT ini. Analisa hidrostatik, stabilitas, hambatan , dan olah gerak dilakukan menggunakan software Maxsurf Pro dengan standar dari IMO A.749 (18). Hasil dari perhitungan hidrostatik dan hambatan kapal General Cargo 5700 DWT memiliki displacement (8902,5 ton), cb(0,8), lcb (51,179 m), cm (0,57), dan cp (0,83) serta membutuhkan daya mesin sebesar 673,08 HP untuk mencapai kecepatan maksimumnya (10 knots). Hasil analisa stabilitas menunjukkan nilai lengan GZ pada semua 4 kondisi telah memenuhi syarat IMO. Hasil dari analisa olah gerak. kapal mengalami gerakan heaving tertinggi pada sudut 135° (bow quaertering seas) sebesar 0,980 m, gerakan rolling tertinggi pada sudut 90° (beam seas) sebesar 12,17 deg, dan gerakan pitching tertinggi pada sudut 180° (head seas) sebesar 1,90 deg.