cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Perbandingan Kekuatan Impak, Tarik, dan Mikrografi Sambungan Las MIG dan TIG pada Aluminium 6061 dengan Variasi Media Pendingin Udara dan Air Tawar Rendy Kastanto; Untung Budiarto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 60601 adalah paduan logam  yang biasa digunakan  sebagai kerangka konstruksi dalam bidang indutri bangunan maupun industri perkapalan. Jenis pengelasan yang digunakan MIG dan TIG karena dapat menghasilkan pengelasan yang baik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai perbandingan kekuatan impak, tarik dan struktur mikro yang berubah pada aluminium 6061 menggunakan pengelasan MIG dan TIG dengan variasi media pendingin udara dan air tawar. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen, diawali dari menyiapkan aluminium 6061, pemotongan aluminium, pengelasan dengan MIG dan TIG lalu pendinginan dengan media pendingin udara dan air tawar secara spontan. Selanjutnya pembuatan spesimen kemudian pengujian impak, tarik, dan mikrografi setiap spesimen. Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor pendinginan dapat mempengaruhi kualitas pengelasan yang ditinjau dari grafik kekuatannya. Untuk kekuatan impak paling besar didapat dari pengelasan TIG dengan media pendingin air tawar sebesar 0,043 J/mm2.  Kemudian untuk kekutan tarik dan regangan tarik paling tinggi didapat dari pengelasan MIG dengan media pendingin air tawar sebesar 203,08 Mpa dan 4,96 %. Sedangkan untuk modulus elastisitas paling tinggi didapat dari pengelasan MIG dengan media pendingin udara sebesar 43,9 Gpa. Nilai kekuatan impak paling rendah didapat dari pengelasan MIG dengan media pendingin udara sebesar 0,024 J/mm2. Untuk kekuatan tarik dan regangan tarik paling rendah didapat dari pengelasan TIG dengan media pendingin udara sebesar 152,36 Mpa dan 3,76 %. Sementara itu nilai modulus elastisitas paling rendah didapat dari pengelasan TIG dengan media pendingin air tawar sebesar 40,8 Gpa. Perubahan struktur mikro pada pengelasan MIG dan TIG  dengan pendingin air tawar lebih baik dibanding dengan pendingin udara, karena strukturnya lebih menyatu jika dilihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aluminium 6061 dengan media pendingin air tawar lebih baik dibanding dengan pendingin udara dalam pengelasan MIG ataupun TIG.
Analisa Nilai Investasi Kapal Ikan PVC Baruna Fishtama Dibanding Kapal Ikan Kayu Dengan Alat Tangkap Gillnet Nylon Alam Fajar Ramadhany; Imam Pujo Mulyatno; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia telah terdapat kapal  berlambung pipa PVC. Kapal tersebut berjenis kapal ikan yang bernama Baruna Fishtama. Namun mayoritas nelayan Indonesia masih banyak yang menggunakan kayu sebagai material utama pembuatan kapal mereka. Berdasarkan itu diperlukan adanya analisa tentang kelayakan investasi untuk kapal ikan bermaterial PVC dan kapal ikan bermaterial kayu yang berguna untuk mengetahui perbandingan nilai investasi antara kedua kapal tersebut dengan alat tangkap yang sama agar dapat dijadikan pertimbangan bagi nelayan dan pengusaha perikanan dalam menentukan material kapal mereka. Serta untuk mengetahui manakah yang lebih profitable antara kedua kapal tersebut. Dalam menganalisanya digunakan metode analisa kelayakan investasi seperti Payback Period, Net Present Value, Profitabillity Index, Internal Rate of Return, Break Even Point, dan Return on Investment. Agar analisa dapat dilakukan dibutuhkan biaya-biaya anggaran dari kedua kapal yang meliputi biaya investasi, fix cost, dan variable cost. Dalam penelitian ini dibuat beberapa asumsi kondisi yang meliputi hasil tangkapan dan jumlah trip kedua kapal agar kedua kapal dapat dibandingkan. Dari seluruh metode analisa yang dilakukan didapatkan hasil bahwa kapal ikan PVC lebih murah nilai investasinya dan profitabilitasnya lebih baik dari kapal ikan kayu. Dengan kata lain kapal ikan PVC berdasarkan analisa kelayakan investasinya secara mutlak lebih menguntungkan dibanding kapal ikan kayu.
Desain Konseptual Hybrid Engine System pada Kapal Tugboat 1636 HP dengan Kombinasi Diesel Engine dan Electric Motor Yang di Suplai Tenaga Baterai Timothy Andromeda Saragih; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hybrid Engine System adalah penggunaan penggerak ganda pada system penggerak yang sudah di temukan sejak tahun 1902 oleh Ferdinan Porsche. Sementara itu beberapa penelitian dan perusahaan telah mengembangkan system ini di kapal, salah satunya Tugboat. Penerapan system ini pada penelitian sebelumnya di kapal, telah terbukti memiliki dampak berkurangnya konsumsi bahan bakar realtime dan Time Between Overhaul (TBO) dari sebuah mesin konvensional. Penggunaan Bahan Bakar Minyak pada mesin internal combustion engine (konvesional) perlu diminimalisir penggunaannya untuk efisiensi jangka panjang. Penelitian pada tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa pengurangan komsumsi bahan bakar mesin utama kapal terhadap penerapan engine hybrid system. Pengerjaan diawali dengan menganalisa hambatan kapal menggunakan software, dengan metode Van Oortmeersen. Data hambatan yang telah didapat akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan daya disetiap mode operasi tugboat. Variasi daya pada setiap mode operasi (standby, cruising, & assisting) digunakan untuk menentukan jumlah konsumsi BBM tugboat. Hasil analisa didapat konsumsi bahan bakar system permesinan hybrid mengurangi konsumsi BBM sebesar 19,06% dibanding system permesinan konvensional.
Analisa Kelelahan Tongkat Kemudi Pada Kapal Skipi Kelas Orca Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Herman Josef Emerald; Hartono Yudo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kecelakaan kapal yang sering terjadi di Indonesia adalah kapal yang kehilangan kendali yang disebabkan karena kegagalan pada tongkat kemudi. Kapal SKIPI kelas Orca merupakan kapal patroli Indonesia yang diproduksi pada tahun 2016 lalu. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tongkat kemudi pada saat kapal SKIPI beroperasi, maka dilakukan penelitian pada salah satu tongkat kemudi kapal SKIPI untuk memprediksi usia fatigue. Tongkat kemudi menggunakan material structural steel (SS 400). Untuk mendapatkan tekanan yang terjadi pada daun kemudi, dengan menggunakan software berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD), tekanan yang digunakan berdasarkan gerakan rolling kapal terhadap gelombang laut  yang selanjutnya nilai tekanan tersebut digunakan untuk melakukan analisis menggunakan software berbasi metode elemen hingga. Berdasarkan dari hasil penelitian, maka dapat diestimmasikan tongkat kemudi siklus sebesar 3924.
Pengaruh Perlakuan Panas (Heat Treatment) Normalizing Terhadap Kekuatan Impak Aluminium 6061 Pengelasan MIG dengan Variasi Posisi dan Bentuk Kampuh Renita Wurdhani; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas normalizing terhadap kekuatan impak Aluminium 6061 pengelasan MIG dengan menggunakan variasi posisi 1G dan 2G serta bentuk kampuh single V dan double V (X) pada sudut 60°. Tujuan dari proses normalizing yaitu untuk mengurangi tegangan sisa, meningkatkan machinability, dan mendapatkan struktur yang homogen. Proses heat treatment normalizing dilakukan pada temperatur 415°C dengan waktu penahanan selama 30 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perlakuan panas normalizing dapat mempengaruhi nilai kekuatannya. Untuk proses verifikasi material dilakukan pengujian tarik. Dari hasil pengujian impak didapatkan harga impak tertinggi yaitu spesimen raw material dengan perlakuan panas normalizing sebesar 0.457 J/mm², lebih besar dibandingkan dengan raw material tanpa normalizing yaitu sebesar 0.445 J/mm². Harga impak untuk raw material ini memenuhi standar pengujian impak ASTM E23. Pada material dengan pengelasan, harga impak tertinggi yaitu pada variasi bentuk kampuh V dan posisi pengelasan 2G sebesar 0.092 J/mm², sedangkan tanpa normalizing sebesar 0.082 J/mm². Harga impak terendah dimiliki spesimen dengan variasi bentuk kampuh X posisi 1G tanpa perlakuan yaitu sebesar 0.052 J/mm². Material yang diberikan perlakuan panas normalizing memiliki rata-rata harga impak lebih besar dibandingkan dengan spesimen tanpa perlakuan panas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  perlakuan panas (heat treatment) normalizing dapat meningkatkan harga impak spesimen dengan pengelasan maupun tanpa pengelasan (raw material).
Analisis Variasi Sudut Kampuh Single V-Butt Joint Las Mig pada Alumunium 6061 terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Kamal Zidan Hidayat; Untung Budiarto; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 memiliki paduan antara magnesium (Mg) dan silikon (Si )yang menggunakan pengelasan MIG dengan elektroda ER 4043 pada posisi pengelasan downhand (1G) dengan sambungan las sudut kampuh single V-Butt Joint sudut 40°,60°,80°. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil uji kekuatan tarik dan kekerasan yang terjadi dari pengaruh variasi sudut kampuh single V-butt join sambungan las MIG pada Alumunium 6061 dengan las dan tanpa perlakuan las, serta menganalisis perbandingan hasil uji kekuatan tarik dan kekerasan terhadap uji standar BKI. Metode yang digunakan adalahmetode eksperimen. Hasil penelitian pada uji tarik menunjukkan bahwa RAW material alumunium 6061 memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 279,64 MPa, rata-rata regangan sebesar 4,42 %, rata-rata modulus elastisitas sebesar 43,44 Gpa. Rata-rata kekuatan tarik variasi sudut kampuh 40° sebesar 171, 20 Mpa dengan regangan sebesar 20,28 %, dan modulus elastisitas sebesar 14,18 GPa. Rata-rata kekuatan tarik variasi sudut kampuh 60° sebesar 162,10 MPa dengan regangan sebesar 4,04 % dan modulus elastisitas sebesar 48,43 GPa. Rata-rata kekuatan tarik variasi sudut kampuh 80° sebesar 185,99  MPa dengan regangan sebesar 3,42 % dan modulus elastisitas sebesar 49,64 Gpa. Pada uji kekerasan menggunakan metode vickers yang dilakukan pada 3 titik dengan beban 200 grf menunjukan bahwa RAW material memiliki rata-rata kekuatan kekerasan sebesar 68,3 VHN. Kampuh 40° memiliki rata-rata kekuatan kekerasan sebesar 70,56 VHN. Kampuh 60° memiliki rata-rata kekuatan kekerasan sebesar 72,16 VHN. Kampuh 80° memiliki rata-rata kekuatan kekerasan sebesar 71,15 VHN. Perbandingan hasil uji tarik alumunium 6061 sudut 40° dan 80° memenuhi standart BKI (Tensile Strength) ≥ 170 Mpa.
Analisis Risiko Pada Proses Bongkar Muat Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT. ABADI JAYA MARITIM Ebenhazer Rizky Dwiano; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waiting time dan dwelling time pada pelabuhan di Indonesia masih tergolong lama dan berada pada angka 4-5 hari, sedangkan pemerintah Indonesia menargetkan lamanya proses bongkar muat di pelabuhan tidak lebih dari 3 hari.Pada saat ini, statistik kecepatan bongkar muat di Indonesia masih dalam kisaran 4-5 hari. Kecepatan bongkar muat ini sangat lama apabila dibandingkan dengan negara maju lainnya.. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab keterlambatan bongkar muat, kemudian dilakukan pembobotan untuk mengetahui faktor-faktor yang dominan dalam penyebab keterlambatan bongkar muat, dan output dari penelitian ini adalah dapat memberikan rekomendasi solusi perbaikan dari hasil pengolahan data. Akar permasalahan dapat diketahui menggunakan analisis risiko dengan metode Fault Tree Analysis. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan konsensus dari panelis dalam menentukan indikator penyebab lamanya bongkar muat. Metode Analytical Hierarchy Process digunakan untuk pembobotan dan mengetahui penyebab yang paling prioritas.Waiting time, pre-customs clearance, customs clearance, dan post-custom clearance adalah kategori faktor dalam proses bongkar muat. Customs Clearance menjadi tahap yang memakan waktu paling besar yakni 41 jam dengan bobot 0.533, diikuti Waiting Time dengan 36 jam dan bobot 0.303, diikuti dengan Pre-Customs Clearance dengan 23 jam dengan bobot 0.097, dan terakhir adalah Post-Custom Clearance dengan 10 jam dan bobot 0.068.
Studi Penjadwalan Ulang Pekerjaan Reparasi Pada Kapal MV. Awu Dengan Network Diagram Dan Critical Path Method (CPM)) Jordan Samuel Hutapea; Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan industri memiliki kecenderungan realisasi berbeda dengan yang sudah direncanakan, termasuk dalam industri galangan kapal. Metode network planning dan metode Critical Path Method merupakan alat yang digunakan dalam sistem penjadwalan, yang produknya merupakan jadwal pekerjaan. Metode ini digunakan untuk menyelesaikan penelitian analisis penjadwalan ulang pada reparasi kapal MV. Awu di galangan Semarang. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendapatkan network diagram, jalur kritis (Critical Path), perhitungan sumber daya, dan juga produktivitas pada pekerjaan replating dan hull construction. Pada network diagram keseluruhan pekerjaan, pekerjaan replating dan hull construction memiliki durasi selama 18 hari, sedangkan setelah dilakukan crashing didapatkan durasi pekerjaan baru selama 16 hari. Perhitungan produktivitas difokuskan pada pekerjaan replating dan hull construction, karena pekerjaan tersebut memiliki satuan yang jelas dan tidak berubah (kilogram).  Harga produktivitas pekerjaan sebelum dilakukan crashing adalah Rp. 4.560/kg dengan produktivitas bobot pekerjaan sebesar 31.61kg/orang setiap satu hari, setelah dilakukan crashing dengan penambahan tenaga kerja didapatkan harga produktivitas sebesar Rp. 5.130/kg dengan bobot pekerjaan sebesar 29kg/orang setiap satu hari. 
Studi Perancangan Kapal Ikan Katamaran Dengan Alat Tangkap Purse Seine dan Longline Pengganti Cantrang, Untuk Perairan Utara Jawa Tengah I Gede Bayu Pradnya Subagia; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia tentang pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang (trawl) menjadi permasalahan bagi nelayan terkhusus di wilayah utara jawa tengah, Karena dinilai penggunaan cantrang dapat merusak lingkungan ekosistem laut. Nelayan pantai utara Jawa Tengah memiliki kesamaan di tiap daerah yaitu alat tangkap yang digunakan dan bentuk lambung kapal yang akan dioperasikan, berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan pendekatan ilmu perkapalan sebagai solusi bagi para nelayan pantai utara Jawa Tengah dalam menyikapi peraturan menteri tersebut. Sebuah solusi yang paling tepat adalah melakukan perencanaan kapal ikan dengan variasi alat tangkap, tujuan lain dari dilakukan perencanaan kapal adalah untuk mendapatkan hullform kapal ikan yang efisien. model hull katamaran menjadi pilihan dalam perancangan ini, Kapal Ikan Katamaran yang dirancang dengan panjang LPP 19,13 m , LOA 19,90 m , Lebar 6,90 m , Sarat 1,32 m dan kecepatan 12 knot. Kapal ini dirancang untuk perairan laut Jawa terkhusus untuk wilayah utara Jawa Tengah. Dengan acuan nilai RMS, Pitching, Rolling pada tinggi gelombang 0,875 (slight wave), 1,875 (moderate wave), 3,25(rough wave) pada spektrum gelombang JONSWAP di sudut heading 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ikan katamaran yang dirancang ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan. 
Analisis Kekuatan Puntiran Pada Kapal Tongkang TK.Nelly 34 Akibat Konversi Muatan Dari Batubara Menjadi Container Muhammad Akbar Ferbian; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pontoon atau kapal tongkang adalah  kapal dengan karakteristik lambung datar atau kotak  , biasanya kapal ini digunakan  untuk memuat batubara. Pada penelitian ini dilakukan analisis kekuatan puntiran pada kapal  tongkang TK. Nelly – 34 akibat konversi muatan dari batubara menjadi peti kemas. Perbandingan kekuakatan puntiran kapal ketika muatan batubara dan peti kemas menjadi fokus penelitian ini. Pembebanan yang dilakukan menggunakan dua variasi pembebanan, pertama adalah variasi muatan batubara dengan total beban 4174 ton dan  kedua adalah muatan peti kemas susunan muatan 147 kontainer dengan total beban 3528 ton. Metode yang digunakan yaitu metode elemen hingga dengan bantuan software  dan sesuai  aturan Biro Klasifikasi Indonesia. Analisis yang dilakukan merupakan  kekuatan puntiran statis pada kapal. Dari penelitian , kekuatan puntir yang terjadi pada kapal tongkang ini didapatkan tegangan maksimum tertinggi terjadi pada kondisi ketika kapal sedang memuat batubara pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai 2,088 x 108MPa, dan defleksi  maksimal terjadi pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai  5,468x10-2 m. Sedangkan pada kondisi muatan peti kemas tegangan maksimum terjadi pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai 1,92 x 108 MPa,dan defleksi sebesar terjadi pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai  5,027x10-2 m.