cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Optimasi Bentuk Buritan Kapal Perintis 750 DWT Menggunakan Response Surface Methode (RSM) untuk Mengurangi Hambatan Ihsanuddin Nadhif; Untung Budiarto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan mengalami perkembangan yang begitu pesat berkat dua hal. Pertama, adanya teknologi yang mampu mendorong terciptanya banyak inovasi di bidang teknologi dan bahan. Teknologi yang memudahkan para insiyur untuk mendesain kapal dengan cara yang baru yaitu dengan Computational Fluid Dynamic (CFD) dan simulasi. Dimana dengan hal itu memugkinkan untuk membuat analisa yang mendetail terhadap berbagai kemungkinan yang mungkin akan terjadi pada kapal. Ditambah lagi dengan semakin majunya teknologi yang membuat komputer mampu lebih cepat mengolah data dalam jumlah yang besar. Hambatan kapal atau Resistance adalah salah satu yang sangat di perhatikan dan dilakkuan analisa dengan CFD. Dari permasalahan ini penulis melakukan penelitian untuk mencari nilai hambatan terkecil dari kapal Perintis 750 DWT setelah dilakukan perubahan  bentuk buritannya. Permodelan kapal variasi ini di buat menggunakan orca3d dari software rhinoceros yang kemudian di analisa perhitungan hambatannya menggunakan Software berbasis CFD yaitu Tdyn 15.1.0 dengan menggunakan variasi sudut Transom Rake dan Sudut Deadrise yang dianalisa dengan metode RSM. Hasilnya, nilai hambatan setelah di olah menggunakan RSM  pada orde II mendapatkan titik optimal pada variabel X1 = 0,773 dan X2 = 0,45 . Titik optimal ini menghaliskan plot permukaan minimum yang setelah dilakukan perhitungan dengan metode RSM. Model variasi sudut Transom Rake 15.925 derajat dan sudut Deadrise 0,36 derajat dengan nilai Hambatan 8.524 Newton adalah yang paling optimal mengurangi hambatan sebesar 22,1% dari kapal Perintis Sebelumnya yang mempunyai nilai hambatan sebesar 10,95 Newton.
Analisis Numerik Long Duration Sloshing Single-Phase dan Two-Phase Pada Tangki Prismatik Menggunakan Metode Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH) Ariq Fadhlurrahman Rahardjo; Andi Trimulyono; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya permintaan liquefied natural gas (LNG) berpengaruh terhadap kapasitas kapal pembawa LNG. Selama LNG diangkut melalui jalur laut terdapat fenomena berbahaya yang disebut dengan sloshing. Fenomena sloshing pada kapal LNG sangat berbahaya karena fenomena sloshing dapat menyebabkan ledakan pada tangki akibat benturan bertekanan tinggi di dalam tangki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tangki kapal LNG pada kondisi single-phase dan two-phase menggunakan metode smoothed particle hydrodynamics (SPH) dengan durasi simulasi yang panjang. SPH merupakan metode partikel yang digunakan dalam simulasi aliran permukaan bebas dengan memecahkan persamaan lagrangian secara numerik, Pada penelitian ini eksperimen dilakukan di National Research Institue of Fishing Engineering menggunakan tangki prismatik dengan mesin yang dapat melakukan gerakan pada 4 degree of freedom serta menggunakan 3 sensor pengukur tekanan pada sudut tangki. Eksperimen dilakukan secara berulang dengan rasio pengisian, amplitudo, dan frekuensi eksternal yang berbeda. Selanjutnya, dilakukan 2D long duration simulation sloshing single-phase dan two-phase pada kondisi yang sama dengan eksperimen. Simulasi two-phase dilakukan untuk mengetahui pengaruh fasa udara terhadap fenomena sloshing menggunakan metode SPH. Hasil dari penelitian ini menampilkan perbandingan nilai rata-rata tekanan dan rata-rata puncak tekanan antara eksperimen dengan simulasi SPH yang memiliki tren hasil sama untuk tekanan impak. Tekanan statis menunjukan hasil yang akurat dimana selisih dengan hasil analitik dibawah 3.0 persen.
Pengaruh Variasi Arus Las SMAW Terhadap Laju Korosi dan Kekuatan Tarik Baja ST 40 Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal; Untung Budiarto; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja saat ini sudah umum digunakan di dunia industri karena kegunaannya yang beragam, akibatnya perkembangan ilmu dan penggunaannya pun semakin luas. Keilmuan yang dekat dengan baja salah satunya pengelasan, pengelasan ialah menyambungkan dua atau lebih logam dengan menggunakan panas. Baja memiliki kandungan karbon sehingga lebih mudah teroksidasi dan berkarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus las terhadap laju korosi dan kekuatan tarik baja ST 40. Metode penelitian yang digunakan ialah metode ekperimen, dimulai dari persiapan benda uji sampai proses pengujian material. Pada penelitian ini dilakukan variasi pada kuat arus las SMAW dengan aru 80A, 90A, 100A dan 110A untuk kemudian dilakukan uji laju korosi dan uji kekuatan tarik. Pada penelitian kali ini laju korosi terbesar terjadi pada spesimen dengan arus 80A dengan nilai 0,11450 mm/year (good), dan nilai laju korosi terkecil pada arus 110A dengan nilai 0,07852 mm/year (excellent). Pada pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tarik dan kekuatan luluh tertinggi pada spesimen dengan arus 90A dengan nilai 475,99 Mpa dan 342,56 Mpa. Dapat disimpulkan pada penelitian ini yaitu arus pengelasan paling baik bagi baja ST 40 pada arus 90A dengan kekuatan tarik yang tinggi dan laju korosi yang baik.
Analisa Fatigue Pada Kapal Tanker 6500 DWT Berdasarkan Common Structural Rules (CSR) berbasis Finite Element Analysis (FEA) Rizki Fadillah; Ahmad Fauzan Zakki; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal merupakan moda transportasi laut yang paling sering digunakan. Namun, berdasarkan investigasi KNKT angka kecelakaan kapal masih tinggi. Beberapa kecelakaan terjadi karena adanya faktor kelelahan (fatigue) pada struktur. Sehingga dalam proses perencanaan pembuatan kapal disyaratkan untuk dilakukan fatigue assessmet, utamanya pada tanker ship agar tidak menimbulkan potensi kerugian lain.  Dalam fatigue assessment tanker ship,  prosedur yang digunakan adalah Common Structural Rules (CSR) yang berbasis Finite Element Analysis (FEA).  Analisa ini bertujuan untuk mengetahui tegangan maksimum, lokasi hotspot, usia fatigue dan assessment kelayakan konstruksi tanker ship. Tanker ship 6500 DWT  digunakan dalam penelitian ini, yang mana pada daerah midshipnya dikenai beban- beban yaitu ; beban internal (static & dynamic liquid presseure) , beban external (hydrostatic & hydrodynamic pressure) dan Pressure Sloshing. Beban dihitung dalam 3 kondisi  variasi operasinal muatan (hfilling,0.5hfilling dan ballast). Pada setiap variasi operasional muatan, dikenakan 3 variasi arah kapal terhadap gelombang (head sea, following sea dan beam sea). Penelitian ini dibantu oleh software design berbasis NURB dan software analisa berbasis FEA.  Hasil dari penelitian, hotspot  berlokasi di daerah man hole web frame sisi atas  untuk kondisi hfilling , daerah sambungan corrugated bulkhead & innershell untuk kondisi 0.5 hfilling  dan daerah  bracket bawah longitudinal  bulkhead  pada lobus kanan ruang muat  untuk kondisi ballast. Hot spot stress tertinggi terjadi pada kondisi ballast beam sea dengan nilai tegangan sebesar 92.3263 Mpa dan  usia fatigue 20.15129 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, kapal masih memenuhi kriteria kelayakan yaitu minimal 17 tahun.
Desain dan Analisa Kekuatan Pipa Expansion Loops dengan Variasi Ukuran Loop dan Bentuk Loop Pujiyanto pujiyanto; Hartono Yudo; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem perpipaan akan mengalami ekspansi akibat suhu yang besarnya tergantung pada koefisien ekspansi material dari pipa yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pipa. Kerusakan pada pipa akibat ekspansi termal ini dapat diatasi dengan menggunakan expansion joint, Z bend loop, dan expansion loops. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui stress yang terjadi pada masing-masing variasi expansion loops sehingga mendapatkan model expansion loop yang menghasilkan stress paling rendah karena adanya ekspansi termal pada pipa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software berbasis Finite Element Analysis dengan menggunakan beban perubahan displacement pada bagian anchor yang nilainya setengah dari total ekspansi pipa pada masing-masing anchor. Tegangan yang terjadi pada pipa lurus adalah 68.57 Ksi, 68.44 Ksi dan 68.29 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop W=H adalah 19.26 Ksi, 19.78 Ksi dan 19.68 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop W=0.5H adalah 16.83 Ksi, 16.70 Ksi dan 16.56 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop W=2H adalah 26.42 Ksi, 26.95 Ksi dan 26.70 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop setengah lingkaran adalah 42.43 Ksi, 44.38 Ksi dan 44.79 Ksi. Stress yang terjai pada pipa expansion loop akan semakin kecil apabila nilai W/H semakin kecil. Expansion loop W=0.5H menunjukkan hasil stress paling rendah jika dibandingkan dengan expansion loop yang lain.
Analisa Nilai Thrust Optimum Propeller Pada Kapal Tugboat Pelabuhan Paket-II 2x1850HP Dengan Variasi Diameter Propeller, Jumlah Daun Propeller & Kecepatan Putaran Propeller(RPM). Rino Natalia Situmorang; Parlindungan Manik; Ari Wibawa Budi Santoso
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan mempertahankan kecepatan dinas(Vs) harus dimiliki setiap kapal dalam arti bahwa sistem propulsi kapal haruslah baik. Propeller(sistem penggerak) adalah salah satu satu komponendari sistem propulsi, dimana pemilihan propeller yang efektif sangat mempengaruhi gaya dorong (thrust) yang akan dihasilkan kapal tersebut. Kecepatan kapal diperoleh dari desain propeller yang baik agar mendapatkan gaya dorong(thrust) optimal yang dihasilkan gerak propeller. Tujuan dari penelitian untuk mencari model propeller dengan nilai efisiensi tertinggi pada eksisting rpm dengan variasi diameter dan jumlah blade propeller dan mencari kecepatan putaran propaller(rpm) yang terbaik pada eksisting model propaller. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung nilai thrust, torque dan efisiensi propeller secara manual menggunakan grafik KT, KQ, and Efficiency for the Wageningen B-Series Propellers. Setelah penelitian ini selesai dilaksanakan, didapat hasil bahwa untuk eksisting kecepatan putaran propaller(rpm) nilai efisiensi tertinggi dihasilkan oleh model dengan variasi jumlah blade 4 dan diameter propeller 2,1 m dengan nilai 58,56% sementara untuk kecepatan putaran propaller(rpm) yang terbaik pada eksisting model propaller adalah 200 RPM dengan nilai efisiensi 67,06% 
Perbandingan Kekuatan Tarik dan Kekuatan Kekerasan Las GMAW dan GTAW Terhadap Material Aluminium 6061 Dengan Variasi Arus Pengelasan Muhammad Satya Pranata; Ari Wibawa Budi Santosa; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi dalam dunia indutri sangatlah diperlukan, termasuk dalam dunia perkapalan. Material kapal adalah salah satu aspek fital dalam pembangunan kapal yang baik. Aluminium 6061 sudah tidak asing lagi dalam penggunaanya sebagai material kapal, dengan pengelasan yang tepat material kapal dapat tersambung dengan baik. Pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dan GMAW (Gas Metal Arc Welding) adalah pilihan yang dapat digunakan dalam pengelasan aluminium 6061. Pengujian ini bermaksud untuk mengetahui berapa besaran nilai dari kekuatan tarik dan kekuatan kekerasan aluminium 6061 yang dilas menggunakan las GTAW dan GMAW menggunakan elektroda ER4043 dengan kampuh single bevel butt serta variasi arus sebesar 155 A, 165 A, dan 175 A. Hasil yang diperoleh dari pengujian ini adalah bahwa dengan arus, kampuh dan elektroda yang sama, pengelasan GMAW menghasilkan angka atau nilai yang lebih baik jika dibandingkan dengan pengelasan GTAW dibuktikan dari rata-rata nilai tegangan tarik GMAW yang memperoleh nilai sebesar 170,13 pada arus 165 A, sementara untuk rata-rata nilai tegangan tarik GTAW hanya memperoleh nilai tegangan tarik sebesar 132,70 Mpa pada arus 155 A. Begitupun dengan nilai kekerasan Vikers, pengelasan GMAW mendapat rata-rata nilai sebesar 78,17 VHN pada arus 165 A, sedangkan pengelasan GTAW mendapat rata -rata nilai sebesar 55,65 pada arus 165 A.
Analisa Pengaruh Penambahan Integrated Stern Wedge-Flap terhadap Hambatan Kapal dengan Metode CFD Gilang Bayu Pangestu; Deddy Chrismianto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan kapal merupakan gaya yang arahnya berlawanan dengan arah laju kapal [1].  Kapal didesain sedemikian rupa sehingga meminimalisir gaya hambatannya. Modifikasi pada lambung kapal telah dilakukan sebelumnya untuk mengurangi gaya hambatan kapal, salah satunya penambahan appendage berupa Integrated Stern Wedge-Flap. Pada penelitian ini mengkaji tentang pengaruh penambahan Integrated Stern Wedge-Flap pada KRI Todak terhadap nilai hambatan kapal yang bertujuan untuk mendapatkan model variasi penambahan Integrated Stern-Wedge Flap yang mampu menurunkan nilai hambatan KRI Todak paling baik. Penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung dan menganalisa hambatan kapal dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) yaitu ANSYS CFX. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari sembilan model variasi seluruhnya mampu menurunkan nilai hambatan total KRI Todak dengan penambahan Integrated Stern Wedge-Flap yang memiliki sudut 7° dan panjang 1,4478 meter menjadi model terbaik karena mampu menurunkan nilai hambatan total KRI Todak hingga 6,53% pada kecepatan maksimum.
Analisa Pengaruh Pemasangan Energy Saving Device (ESD) Terhadap Performa Propeller B-Series Jatmiko, Arif Budi; Trimulyono, Andi; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performa kapal sangat dipengaruhi oleh kinerja propeller. Oleh karena itu banyak dilakukan studi pengoptimalan propeller kapal sebagai penggerak utama kapal. Salah satunya yaitu dengan pemasangan Energy Saving Device (ESD) yang mampu memperkecil loss energy yang disebabkan oleh kinerja propeller. Ada beberapa jenis ESD, salah satunya Propeller Boss Cap Fin (PBCF), yaitu penambahan sirip kecil pada hub propeller untuk mengurangi hub vortex. Sehingga tercipta aliran yang selaras dan mengembalikan rotational energy yang hilang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemasangan ESD jenis Propeller Boss Cap Fins terhadap performa propeller B-Series pada kapal Ro-Ro 1000 GT. Penelitian ini membandingkan performa propeller sebelum dan sesudah dilakukan pemasangan PBCF tanpa mengubah dimensi propeller tersebut. Namun dilakukan variasi diameter pada fin PBCF, sebesar 0,1D, 0,2D dan 0,3D serta sudut cap 15o, 20o dan 25o. Dari hasil penelitian, diperoleh kombinasi terbaik pada variasi 7, yaitu dengan diameter fin 0,2D dan cap 20o yang mampu meningkatkan efisiensi sebesar 5% dengan thrust 71371,7 N dan torque 18580,3 Nm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan Energy Saving Device mampu meningkatkan performa propeller menjadi lebih optimal.
Studi Perancangan dan Analisa Olah Gerak Kapal Rumah Sakit Tipe B Untuk Tanggap Bencana di Indonesia Wahyu Fajar Gemilang; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertemuan empat lempeng besar tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan status sebagai Negara kepulauan, Menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan kategori sangat rawan terhadap bencana alam. Proses tanggap bencana dapat dimaksimalkan dengan menggunakan kapal yang dapat mengangkut fasilitas kesehatan layaknya rumah sakit pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kapal rumah sakit tipe B untuk memaksimalkan proses tanggap bencana pada perairan Indonesia. Kapal rumah sakit dirancang dengan berbagai fasilitas untuk menunjang proses tanggap bencana dengan baik serta dirancang dengan panjang LOA 134,52 m, LPP 125 m, LWL 127,79 m, lebar 21 m, sarat 5,76 m, tinggi 14 m, Cb 0,58 dan kecepatan 18 knot. Analisa stabilitas kapal ini didasarkan dengan 6 kondisi muatan serta untuk analisa olah gerak dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling, MSI dan MII pada tinggi gelombang 1 m, 1,875 m dan 3 m dengan sudut heading 45°, 90°,135°, dan 90°. Tinjauan stabilitas dan olah gerak yang diakukan pada penelitian kapal rumah sakit ini telah memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan.