cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisis Kinerja Waktu Dan Biaya Pada Proyek Pembangunan 3 Buah Tongkang 330 ft dengan Metode Earn Value Analysis Musfar, Rafi Faiqal; Budiarto, Untung; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen proyek membutuhkan suatu metode pengendalian proyek untuk mencegah terjadinya keterlambatan dan pembengkakan biaya pada keberlangsungan proyek. Pada penelitian ini mengambil studi kasus di salah satu galangan di Batam yang sedang mengerjakan proyek pembangunan 3 buah tongkang 330 ft secara paralel. Proyek ini direncanakan akan selesai dengan waktu 146 hari dengan total anggaran sebesar Rp 122.933.406.599,83. Metode Earn Value Analysis merupakan salah satu cara untuk mengendalikan kinerja proyek terutama dari segi biaya maupun waktu. Metode ini dapat mencegah kerugian dan keterlambatan pada proyek karena dapat memperkirakan hasil akhir pada proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja proyek dari segi biaya dan waktu,  memperkirakan waktu dan biaya akhir penyelesaian proyek untuk sebagai peringatan atau early warning bagi pelaksana proyek apabila proyek mengalami penyimpangan, serta membandingkan antara metode earn value dan earn schedule terhadap perkiraan waku akhir penyelesaian proyek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada metode Earn Value Analysis (EVA) proyek diperkirakan akan selesai dalam waktu 157 hari dan mengelami keterlambatan selama 11 hari atau sebesar 7,53 % dengan perhitungan nilai SPI sebesar 0,78 yang dimana nilai SPI <1 berarti kinerja proyek lebih lambat dari jadwal yang direncanakan, sedangkan pada perhitungan metode Earn Schedule (ES) proyek diperkirakan akan selesai dalam waktu 191 hari atau mengalami keterlambatan selama 45 hari dengan perhitungan nilai SPI(t) sebesar 0,81 yang dimana nilai SPI(t) juga bernilai <1. Untuk perkiraan biaya akhir proyek pada metode earn value, diperkirakan proyek akan mengalami penghematan sebesar Rp 25.041.065.449,07 atau sebsar 20,37 % dari anggaran yang direncanakan dengan perhitungan nilai CPI sebsar 1,26 yang dimana nilai CPI >1 berarti biaya yang dikeluarkan lebih kecil dari biaya pekerjaan yang didapat
Optimasi Penjadwalan menggunakan Ranked Position Weight Method (RPWM) pada Proyek Reparasi Dua Unit Kapal Sari, Lilis Nopita
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi untuk mencegah keterlambatan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi galangan. Berdasarkan observasi di galangan Jakarta, sumber daya manusia terbatas akibat banyaknya karyawan yang pensiun. Sebagian besar pekerjaan hanya mengandalkan tenaga manusia. Faktor tersebut kerap mengakibatkan terlambatnya proyek reparasi kapal. Penelitian pada proyek reparasi kapal X dan kapal Y bertujuan menganalisis penjadwalan menggunakan RPWM, membandingkan crashing project penambahan manpower dan jam kerja, serta menganalisis kondisi galangan. RPWM merupakan metode perhitungan bobot posisi sehingga dapat dilakukan pemerataan sumber daya. Perhitungan jalur kritis menggunakan PDM diidentifikasi sebagai pekerjaan yang tidak memiliki total float time untuk memperoleh percepatan proyek dan biaya optimal dengan crashing project penambahan manpower dan jam kerja. Hasil analisis diperoleh 17 pekerjaan dengan total float time 0. Analisis RPWM menunjukkan line efficiency sebesar 100% dengan smoothness index 0 tanpa adanya waktu menganggur. Alternatif crashing project dengan persentase penambahan manpower 30%, mengakibatkan peningkatan produktivitas tertinggi sebesar 40%, percepatan durasi 5,71% dengan peningkatan biaya 0,13% dari semula. Alternatif crashing project penambahan lembur 3 jam diperoleh percepatan durasi 5,71% dan biaya meningkat 33%. Alternatif penambahan manpower lebih efektif untuk diterapkan sebagai percepatan proyek. Kondisi fasilitas galangan cukup memadai untuk dilakukan crashing project dengan penambahan manpower sebesar 30% guna mempercepat durasi proyek yang optimal.
PERANCANGAN KAPAL BULK CARRIER 21600 DWT UNTUK RUTE PELAYARAN MAKASSAR - GUANGZHOU Prayitno, Yoga Hadi; Amiruddin, Wilma; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi ini perdagangan antar negara semakin sering terjadi. Cina merupakan salah 1 negara yang menjadi pasar tujuan oleh beberapa negara di Asia bahkan sampai Eropa dan Amerika. Produk dan komoditas yang dijual ke pasar Cina beragam seperti produk pertanian, logam dan mineral hasil tambang, material dan bahan bakar penghasil energi, kendaraan, sirkuit elektronik, karet dan lainnya. Indonesia memeliki beberapa komoditas ekspor antara lain produk hasil pertanian, produk perikanan dan hasil laut, CPO, kakao, kopi, batu bara, nikel, besi dan baja. Untuk memasarkan produk ini diperlukan alat transportasi. Kapal Bulk carrier digunakan untuk memindahkan bahan curah dan mentah dalam jumlah besar dengan efektif dan ekonomis. Desain kapal bulk carrier yang dirancang mempertimbangkan data kapal pembanding yang dijadikan contoh model dan rute pelayaran yang dilalui. Dari penelitian yang dilakukan di dapatkan ukuran utama kapal yang sesuai daerah pelayaran adalah LOA 172,55 m, LWL 168,34 m, B 26,35 m, T 8,97 m, cb 0,77 serta DWT 21600 Ton. Melakukan perancangan Rencana umum yang disesuaikan dengan kebutuhan ruangan dan fungsinya. Dilakukan analisa stabilitas secara komputasi yang mengacu pada kriteria IMO. Dilakukan analisa hambatan kapal dengan pendekatan Holtrop.
Pengaruh Variasi Waktu dan Jarak Katoda dan Anoda Proses Elektroplating Pelapis Seng Terhadap Baja Karbon Rendah A36 Lature, Kristoper Erwat; Amiruddin, Wilma; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk mengurangi korosi adalah pelapisan baja dengan metode elektroplating. Elektroplating adalah salah satu teknik pelapisan isolatif untuk mencegah terjadinya oksidasi. Elektroplating merupakan proses pengendapan ion-ion logam dalam tangki yang berisi larutan elektrolit  pada katoda dengan cara elektrolisa. Anoda merupakan elektroda positif dalam elektrolit yang merupakan sumber ion logam yang akan melapisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelapisan elektroplating yang paling efektif dengan variasi waktu perendaman 10,15 dan 20 menit  dan jarak katoda anoda 10,20 dan 30 cm. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian pengukuran ketebalan baja karbon rendah A36 menggunakan mikrometer sekrup dan pengukuran massa baja karbon rendah A36 menggunakan timbangan elektron. Hasil yang terbaik yang didapat setelah pengujian adalah proses pelapisan elektroplating dengan variasi waktu perendaman 20 menit dan jarak katoda anoda 10 cm dengan pertambahan ketebalan sebesar 8 μm dan kenaikan massa sebesar 0,4396 gr atau sebanyak 0,81 %. Hasil ini menunjukkan semakin lama waktu perendaman dan semakin dekat jarak katoda anoda maka diperoleh hasil yang lebih efektif.
Pembuatan Repair Schedule 2 Unit Tongkang Dan 1 Unit Kapal Dengan Analisis Perbandingan Akurasi Metode MPERT Dan Metode PERT Fakhrian, Muhamad Zaki; Santosa, Ari Wibawa Budi; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal memiliki proses perbaikan dan proses perawatan yang harus sangat diperhitungkan, sehingga tahap yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :1)  pengolahan data Repair List tongkang Buana Jaya 3002, tongkang Buana Jaya 3003, dan kapal LCT Santoso 3, 2) memperhitungkan volume, durasi pekerjaan, tenaga kerja, serta peralatan, fasilitas galangan beserta mobilitasnya, 3) membuat Repair Schedule dari 3 objek penelitian dengan Microsoft Project, 4) melakukan perhitungan produktivitas dan produktivitas alternatif percepatan dengan Microsoft Excel, 5) melakukan perhitungan akurasi dengan metode Manual Project Evaluation And Review Technique ( MPERT ). Dari hasil pergitungan Crashing didapatkan durasi dengan penambahan jam kerja untuk  jenis pekerjaan Sand Blasting selama 9  hari, Steelwork 30 hari, Propulsion Service selama 3 hari, Painting selama 9 hari, dan untuk durasi dengan penambahan tenaga kerja  jenis pekerjaan Sand Blasting selama 9  hari, Steelwork 30 hari, Propulsion Service selama 3 hari, Painting selama 9 hari. Untuk hasil akurasi metode MPERT memiliki akurasi sempurna untuk 2 jenis pekerjaan, dan akurasi senilai 99,30% untuk jenis pekerjaan Steelwork, dan 95,86% untuk jenis pekerjaan Sand Blasting. Untuk hasil akurasi metode PERT memiliki akurasi sempuner untuk 2 jenis pekerjaan, dan akurasi senilai 90,00% untuk jenis pekerjaan Steelwork, dan 69,23% untuk jenis pekerjaan Sand Blasting.
Penjadwalan Ulang Menggunakan Critical Path Method (CPM) dan Time Cost Trade Off (TCTO) pada Proyek Reparasi Kapal Camara Nusantara 5 Hikmah, Syarifah Nadya Nurul
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pelaksanaan proyek reparasi, masih terdapat kemungkinan terjadi keterlambatan seperti dalam proyek perbaikan kapal Camara Nusantara 5. Perhitungan diperlukan untuk mempercepat penyelesaian proyek sehingga mendapatkan waktu dan biaya optimal. Metode yang digunakan untuk mempercepat proyek adalah Critical Path Method (CPM) dan  Time Cost Trade Off (TCTO). Metode ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah keterlambatan dengan menambah alternatif lebih spesifik seperti tenaga kerja, jam kerja, dan lain-lain dengan biaya tambahan yang minimum pada aktivitas kritis. Alternatif percepatan dilakukan dengan menambah durasi jam kerja 1 sampai 4 jam dan penambahan tenaga kerja. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan bahwa percepatan durasi paling optimal adalah penambahan jam kerja (lembur) selama 1 jam dan penambahan tenaga kerja sebanyak 5 orang yang menghasilkan percepatan dari durasi normal 31 hari menjadi 17 hari dengan efisiensi waktu 45%, serta pengurangan biaya sebesar Rp 23.640.000 atau sekitar 4,9% dibandingkan biaya normal Rp 478.050.000 menjadi Rp 454.410.000.
Analisis pengaruh variasi bentuk haluan dan buritan terhadap hambatan pada kapal US NAVY COMBATANT DTMB MODEL 5415 dengan metode CFD Hutabarat, Marcelino Gabriel; Samuel, Samuel; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan kapal adalah salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan ketika merancang suatu kapal. Bentuk haluan dan buritan kapal yang menghasilkan nilai hambatan yang baik akan sangat berpengaruh dalam operasional suatu kapal. Penelitian ini dilakukan untuk mencari nilai hambatan terkecil dengan memodifikasi bentuk haluan dan buritan kapal US Navy Combatant DTMB 5415 sebagai objek penelitian dan menggunakan software berbasis finite volume method. Penelitian ini menggunakan 3 model dengan memodifikasi bentuk haluan dan buritan kapal yang disimulasikan pada froude number 0.28, 0.33, 0.37 dan 0.41. Berdasarkan hasil simulasi software berbasis finite volume method. didapatkan hasil bahwa modifikasi bentuk haluan dan buritan kapal dapat mengurangi nilai hambatan total kapal, dimana pada froude number 0.28 pengurangan nilai hambatan paling besar terdapat pada model c dengan selisih 3.11% dibandingkan dengan model barehull. Pada froude number 0.33, pengurangan nilai hambatan paling besar terdapat pada model c dengan selisih sebesar 5.88% dibandingkan dengan model barehull. Pada froude number 0.37, pengurangan nilai hambatan paling besar terdapat pada model c dengan selisih sebesar 6.47% dibandingkan dengan model barehull. Pada froude number 0.41, pengurangan nilai hambatan paling besar terdapat pada model c dengan selisih sebesar 6.51% dibandingkan dengan model barehull. Akan tetapi modifikasi tersebut juga menambah nilai trim sebesar 25% dan sinkage sebesar 6% serta menambah nilai hambatan gesek sebesar 5-8% diakibatkan bertambahnya luasan daerah yang tercelup air pada haluan kapal.
OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF (TCTO) PADA REPARASI DUA UNIT KAPAL Sari, Kamala Nabila; Mulyatno, Imam Pujo; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi waktu dan biaya pada proyek reparasi Kapal X dan Y di sebuah galangan Cirebon dilakukan untuk mengatasi keterlambatan proyek. Keterlambatan tersebut dapat dihindari dengan melakukan percepatan dengan tetap memperhitungkan waktu dan biayanya. Penelitian ini melakukan penjadwalan ulang reparasi dengan penggabungkan repair list dua unit kapal secara simultan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) yang merupakan metode penjadwalan proyek yang melibatkan analisis terperinci terhadap jaringan aktivitas atau kegiatan yang saling terkait. Metode lain yang digunakan yaitu Time Cost Trade Off (TCTO), penerapannya dilakukan diantara durasi dan biaya dalam sebuah proyek melalui diagram jaringan penjadwalan proyek yang kemudian dilakukan upaya percepatan durasi dan ditentukan durasi serta biaya yang optimal. Pengerjaan proyek ini dibantu dengan software Microsoft Project. Alternatif percepatan pada penelitian ini yaitu dengan pengadaan waktu kerja ekstra (1-4 jam) dan pengadaan pekerja tambahan, setelah dilakukan perhitungan dan analisa, diketahui kegiatan yang terdapat pada jalur kritis sejumlah 11 kegiatan. Durasi dan biaya yang paling optimal terjadi setelah penambahan 1 jam kerja dan 6 orang pekerja. Durasi proyek yang awalnya 50 hari berkurang 40% menjadi 30 hari, dengan pengurangan biaya sebesar 7,67%  dari biaya awal Rp 399.970.000,- menjadi Rp 369.276.629,-. Durasi dan biaya yang dihasilkan pada penelitian ini berkurang, namun pada penelitian ini tidak menghitung produktifitas di tiap bengkelnya.
PERANCANGAN KAPAL CONTAINER 21300 DWT UNTUK RUTE PELAYARAN JAKARTA - MAKASSAR Alfaruqi, Malik; Trimulyono, Andi; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdagangan nasional telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir , Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia memiliki aktivitas perekonomian yang tinggi dengan sektor Perdagangan sebagai salah satu sektor yang dominan dan merupakan kontributor terbesar kedua terhadap struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sepanjang tahun 2022 setelah industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 12,85 persen. Sektor perdagangan tumbuh sebesar 5,52 persen di tahun 2022, meningkat dari 4,63 persen di tahun sebelumnya. Penelitian ini melakukan pembuatan  desain kapal kontainer dengan rute jakarta makassar guna menjawab peran vital kapal kontainer dalam menghubungkan seluruh kawasan untuk perkembangan perdagangan indonesia. Dari penelitian yang dilakukan di dapatkan ukuran utama kapal yang sesuai daerah pelayaran yaitu, LWL 172,57 m,LPP 167,54 m, B 27,97 m, T 8,2 m, H 14 m cb 0,79 serta DWT 21300 Ton. Melakukan perancangan Rencana umum yang disesuaikan dengan kebutuhan ruangan dan fungsinya. Dilakukan analisa stabilitas secara komputasi yang mengacu pada kriteria IMO. Dilakukan analisa hambatan kapal dengan pendekatan Holtrop.
Pengaruh Kuat Arus Listrik Dan Kecepatan Pengelasan SAW terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro pada Sambungan Baja SS 400 Nainggolan, Diontius; Manik, Parlindungan; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material Baja SS 400 sering digunakan dalam dunia perkapalan karena memiliki tingkat kekerasan yang tinggi karena mengandung sedikit karbon. Pengelasan SAW sering digunakan dalam industri perkapalan karena memberikan hasil akhir yang halus pada objek, dan juga karena produktivitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai kekuatan tarik dan struktur mikro pengelasan SAW pada baja SS 400 setelah proses pengujan dengan bentuk spesimen berdasarkan standar ASTM dan perlakuan kuat arus 300 A, 325 A, 350 A dan kecepatan las 20 m/h, 25 m/h, dan 30 m/h. Penelitian ini menunjukkan bahwa spesimen dengan arus 350 A dan kecepatan las 20 m/h memiliki nilai tegangan tarik tertinggi yaitu sebesar 519 MPa, regangan tarik 28,9 % dan modulus elastisitas 47,97 GPa, spesimen dengan kuat arus 300 A dan kecepatan las 30 m/h memiliki nilai tegangan tarik terendah yaitu sebesar 399 MPa, regangan tarik 19,1 %, dan modulus elastisitas 55,23 GPa. Pada spesimen kuat arus 350 A dan kecepatan las 20 m/h memiliki struktur mikro yang lebih baik daripada spesimen lainnya. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah hasil lasan terbaik terdapat pada baja SS 400 dengan pengelasan SAW menggunakan kuat arus 350 A dan kecepatan las 20 m/h.