cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisis Motion dan Tension Mooring Line Kapal Ro-Ro Di Pelabuhan Merak Pada Kondisi Ekstrem Yupiter, Frengki; Mursid, Ocid; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses bongkar muat kapal di pelabuhan umumnya menggunakan sistem tambat untuk mengurangi olah gerak kapal. Di Pelabuhan ASDP Merak sendiri kerap kali mengalami kecelakaan ketika proses bongkar muat kapal yang diakibatkan oleh gelombang tinggi, khususnya pada bulan Desember-Februari.Kapal Ferry sendiri juga salah satu jenis kapal yang memiliki banyak peraturan yang mengawasi, dikarenakan salah satu objek vital seperti halnya kapal tanker. Tujuan dari penilitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui motion kapal dan juga tegangan tali tambat kapal ketika gelombang tinggi yang kemudian dilaraskan dengan standar API RP-2SK dan PIANC; Metode yang digunakan pada penilitian ini yaitu metode numerik dengan time domain analysis di Ansys AQWA. Penelitian ini menggunakan objek kapal ro-ro 5000GT dengan sistem tambat yang ada di dermaga Pelabuhan ASDP Merak. Variasi dari penelitian ini yaitu kondisi loadcase kapal (arrival dan departure), ketinggian gelombang, serta sudut arah datang gelombang. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu pada kondisi loadcase departure pada gelombang 1.05 meter dimana nilai surge = 0.261 m; sway = 0.418 m; heave = 1.202 m; roll = 1.479°; pitch = 2.523°; yaw = 0.728°. Sedangkan pada kondisi loadcase arrival pada gelombang 1.05 meter dimana nilai surge = 0.423 m; sway = 0.421 m; heave = 1.559 m; roll = 1.963°; pitch = 2.689°; yaw = 1.554°. Berdasarkan hasil analisa yang dilakuakan, nilai safety factor tension mooring line pada kondisi loadcase departure sudah lebih dari 1.67, sedangkan pada kondisi loadcase arrival terdapat case dimana nilai safety factor tension mooring line kurang dari standar API RP2-SK.
Analisis Teknis Ekonomis Pengoperasian Kapal Motor Nelayan Karena Perubahan Fishing Ground Ibrahim, Muhammad Husein; Amiruddin, Wilma; Budi Santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis dan ekonomis pengoperasian kapal motor nelayan di Tambak Lorok, Semarang, sebagai respons terhadap perubahan fishing ground. Studi ini dilakukan dengan mengambil satu kapal motor nelayan sebagai objek penelitian. Analisis teknis melibatkan pengukuran hambatan total kapal menggunakansoftware Maxsurf untuk menghitung pemakaian BBM, sementara analisis ekonomis melibatkan perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan perubahan fishing ground dan perubahan mesin utama, hambatan total kapal sebesar 4,2 kN, dengan pemakaian BBM sebanyak 41,55 liter. Sementara nilai NPV meningkat menjadi Rp36.887.861,29, IRR mencapai 25,62%, dan PP berkurang menjadi 3,5 tahun. Sebagai perbandingan, sebelum perubahan, nilai NPV adalah Rp15.645.322,68, IRR sebesar 19,75%, dan PP 4,23 tahun. Perubahan ini mengindikasikan peningkatan efisiensi dan profitabilitas pengoperasian kapal. Dengan adanya modifikasi ini, penghasilan nelayan meningkat secara signifikan karena area fishing ground yang baru lebih produktif diakibatkan faktor jarak tempuh fishing ground semakin jauh. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi nelayan di Tambak Lorok dalam menghadapi perubahan lingkungan dan mengembangkan strategi adaptasi yang lebih efektif. Kesimpulannya, modifikasi fishing ground dan perubahan mesin utama kapal terbukti lebih menguntungkan dan berkelanjutan bagi nelayan.
Perancangan Kapal Tanker 30000 DWT Untuk Rute Pelayaran Surabaya - Singapura Maretreliano, Farand; Mulyatno, Imam Pujio; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dibutuhkan pengangkutan muatan curah melalui transportasi laut sebagai konektivitas antar pulau dan juga mendorong pertumbuhan perekonomian global. Kapal Tanker yang akan dirancang untuk menunjang proses distribusi muatan dari Surabaya – Singapura akan memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hambatan kapal, stabilitas kapal dan hidrostatis kapal. Metode perancangan kapal Tanker tersebut memerlukan kapal pembanding sebagai acuannya. Tujuan penelitian tersebut ialah untuk merancang kapal Tanker yang dimana perancangan tersebut memudahkan dalam pengiriman pada muatan barang melalui jalur laut dan data yang didapatkan sesuai dalam kriteria di perairan wilayah Surabaya – Singapura. Pada perancangan kapal ini perancang menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, menggunakan aplikasi Maxsurf sebagai pemodelan dan sebagai analisa karakteristik dari kapal tersebut. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lpp = 171.89 m, B = 29.74 m, H = 17,10 m, T = 10.74 m, Vs = 13,09 knot, dengan DWT 30000 ton dan Cb = 0,78
Analisis Pengaruh Ketebalan Coating Terhadap Laju Korosi Pada Baja ST42 Sebagai Material Daun Kemudi Pada Perairan Dengan Tingkat Salinitas Yang Bervariasi Sumintono, Heraldo Petra; Manik, Parlindungan; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan penyebab deformasi kualitas baja yang umum terjadi. Korosi ditimbulkan oleh ketidakcocokkan sifat baja dengan lingkungan sekitarnya. Faktor yang umum ditemui adalah kadar garam atau kadar salinitas dalam suatu perairan. Daun kemudi kapal sebagai salah satu komponen penting kapal yang bersinggungan langsung dengan air laut menjadi rentan akan korosi. Salah satu cara meningkatkan ketahanan baja ST 42 sebagai material utama daun kemudi kapal adalah pelapisan coating. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap laju korosi. Metode penelitian ini menggunakan material baja ST 42 menggunakan variasi ketebalan coating dengan ketebalan 75 μm, 250 μm, dan 350 μm serta kandungan salinitas yang digunakan adalah 33‰, 36‰, dan 39 ‰ dengan jenis cat yang digunakan adalah polyurethane, Hasil penelitian menunjukkan hasil laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 350 μm dengan kadar salinitas 33‰ dengan nilai 2,E-03 mmpy dan laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 75 μm dengan kadar salinitas 39‰ sebesar 1,E-01 mmpy. Hasil tersebut menyimpulkan pengaplikasian coating pada baja ST 42 dapat menurunkan laju korosi dan perbedaan kadar salinitas dapat mempengaruhi nilai laju korosi suatu material sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan pada baja ST 42 sebagai material daun kemudi kapal.
Analisis Pengaruh Luasan Coating Scratch dan Kadar Salinitas Terhadap Laju Korosi Pada Baja A36 Amru, Syafiq Nada; Jokosisworo, Sarjito; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kapal berlayar merupakan lingkungan yang korosif dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah kadar garam (salinitas) yang terkandung dalam air. Kadar garam (salinitas) yang terkandung pada tiap lingkungan tentunya berbeda seperti halnya kadar garam (salinitas) pada danau (air tawar), perairan payau (air payau), dan air laut. Meskipun kadar garam yang terkandung berbeda-beda pada tiap lingkungan, tetap diperlukannya perlindungan pada kapal yang berlayar terutama pada bagian lambung kapal yang selalu bersentuhan langsung dengan lingkungan korosif. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan perlindungan dengan metode coating. Ada banyak cara dalam metode coating salah satunya adalah dengan cara pengecatan. Namun dalam beberapa kasus lapisan pelindung coating dapat tergores sehingga mengurangi efektifitas dari perlindungan terhadap korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji laju korosi yang terjadi pada baja A36 dengan lingkungan air yang berbeda yakni kadar garam (salinitas) dan juga goresan/luka (scratch) pada coating yang mempengaruhi laju korosi. Pada penelitian ini spesimen diberi perlakuan scratch dengan luasan yang diinginkan yakni 10%,20%,30%,40% dan 50% yang nantinya akan direndam dengan media pengkorosi yang berbeda kadar salinitas yakni 0‰,12‰ dan 32‰. Dari hasil uji yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai laju korosi berbanding lurus dengan kadar garam pada air (salinitas) dan juga luas luka (scratch) pada coating. Sehingga dalam penelitian ini nilai laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen yang memiliki luka(scratch) 50% dan dengan media korosi paling tinggi (salinitas 32‰) dengan nilai laju korosi 2,39x10-1 mmpy.
Analisis Strategi Penambahan dan Optimasi Fasilitas untuk Penurunan Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam; Budiarto, Untung; Hakim, Muhammad Luqman
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dwelling Time dapat diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peti kemas untuk meninggalkan suatu Pelabuhan. Rata-rata Dwelling Time di Terminal Peti Kemas Semarang berada diatas 3 hari, ini menunjukan bahwa Dwelling Time belum sesuai dengan standar Peraturan Menteri Perhubungan No.117 Tahun 2015. Permasalahan pada Dwelling Time dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor seperti fasilitas yang kurang memadai dan arus peti kemas yang meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus peti kemas ditahun mendatang, menganalisis kinerja dari fasilitas yang optimal untuk menurunkan Dwelling Time, dan mengetahui persentase penurunan Dwelling Time. Penelitian ini menggunakan 3 metode analisis, yaitu metode peramalan dengan menggunakan Trend Analysis untuk mengetahui jumlah arus peti kemas di masa mendatang, metode analisis antrian untuk mengetahui performa fasilitas dan Response Surface Method untuk optimasi. Hasil analisis penelitian menunjukan agar Dwelling Time dapat turun dibawah 3 hari pada CY-05 dengan menggunakan fasilitas yang optimal yaitu 3 CC dengan kinerja 29 box/jam, 22 HT dengan kinerja 4 box/jam, dan 12 ARTG dengan kinerja 20 box/jam.
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus Listrik dan Posisi Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) Terhadap Kekuatan Material Baja Karbon Sedang Sembiring, Benami I G; Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Proses pengelasan SMAW merupakan teknik penyatuan material di mana dua atau lebih bahan digabungkan dengan memakai elektroda sebagai sumber panas untuk melelehkan material bajat. Kekuatan sambungan pengelasan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, termasuk perubahan arus listrik dan posisi pengelasan. Perubahan dalam arus listrik memiliki dampak yang signifikan pada kekuatan hasil pengelasan karena perbedaan panas yang dihasilkan oleh masing-masing arus listrik. Selain itu, posisi pengelasan berperan dalam menentukan letak atau orientasi gerakan elektroda pada  pengelasan, walaupun pemilihan posisi pengelasan bergantung pada karakteristik objek kerja yang akan dilas. Pengujian dilakukan melalui uji tarik sesuai standar ASTM E8 dan uji impak metode Charpy sesuai standar ASTM E23. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan nilai uji tarik dan uji impak dengan variasi arus listrik 100A, 120A, dan 140A, serta posisi 2G dan 3G. Untuk penelitian ini material yang digunakan yaitu baja ST 60 dengan ketebalan 10 mm dan elektroda E7018 berdiameter 3,2 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ratarata tegangan tarik tertinggi terdapat pada arus listrik 100A dan posisi 2G sebesar 798,29 MPa, dengan nilai regangan paling tinggi sebesar 4,30%. Selain itu, nilai modulus elastisitas tertinggi terdapat pada arus listrik 100A dan posisi 3G, yaitu sebesar 143,49 GPa. Nilai impak terbaik dihasilkan dari arus listrik 100A pada posisi 2G sebesar 1,37 J/????????2.         
Analisa Penambahan Bulbous Bow pada Kapal Ro-ro Guna Memperkecil Nilai Hambatan Kapal Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri; Trimulyono, Andi; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh (IMO), Emisi rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas perkapalan telah meningkat dari 977 juta ton pada tahun 2012 menjadi 1.076 juta ton pada tahun 2018 salah satu upaya adalah dengan mengurangi hambatan kapal. Hambatan gelombang menunjukan potensi desain yang cukup besar. Perubahan moderat pada rancangan garis dapat mengakibatkan perubahan yang cukup besar dari hambatan gelombang. Salah satu komponen kapal yang dapat didesain untuk mempengaruhi hambatan kapal adalah dengan penambahan bulbous bow. Bulbous bow merupakan suatu bentuk haluan yang dapat mempengaruhi aliran fluida disekitar lambung kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar performa hambatan kapal kebutuhan daya mesin yang ketika kapal ditambahkan bulbous bow. Variasi yang digunakan untuk menghitung hambatan kapal adalah variasi kecepatan, 3,75 knot, 7,5 knot, 11,25 knot, dan 15 knot. Berdasarkan hasil simulasi dengan CFD, Pada kecepatan lebih tinggi pengaruh bulbous lebih terlihat. Kapal dengan bulbous bow tipe V menghasilkan nilai hambatan total paling optimal, sebesar 97,9574 kN dibandingkan dengan kapal tanpa bulbous bow sebesar 114,4592 kN. Nilai hambatan yang rendah maka daya mesin yang dibutuhkan pada kapal dengan bulbous bow tipe V adalah sebesar 1692,51 HP dan membutuhkan penggunaan bahan bakar sebesar 21,99 ton pada jarak pelayaran 1000 Nm.
Perancangan Kapal General Cargo 8200 DWT Untuk Rute Pelayaran Jakarta - Samarinda Rinanggara, Yozar; Santosa, Ari Wibawa Budi; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumber daya melimpah baik itu sumper daya alam maupun manusia. Berbagai komoditas dan produk telah dikembangkan yang membuat alur perdagangan semakin ramai, khusunya jalur laut yang merupakan keunggulan Indonesia. Indonesia memiliki beberapa komoditas antara lain produk hasil pertanian, produk perikanan dan hasil laut, bahan bangunan, alat perkantoran dan lain-lain. Untuk memasarkan produk ini diperlukan alat transportasi. Kapal general Cargo digunakan untuk mernindahkan barang kemasan dalam jumlah besar dalam jumlah besar dengan efektif dan ekonomis. Desain kapal general cargo yang dirancang mempertimbangkan data kapal pembanding yang dijadikan contoh model dan rute pelayaran yang dilalui. Dari penelitian yang dilakukan di dapatkan ukuran utama kapal yang sesuai daerah pelayaran adalah LOA 113,44 m, LWL 110,67 m, B 18,45 m, T 8,4 m, cb 0,70 serta DWT 8200 Ton. Melakukan perancangan Rencana umum yang disesuaikan dengan kebutuhan ruangan dan fungsinya.Dilakukan analisa hambatan kapal dengan pendekatan Holtrop.vDilakukan analisa stabilitas secara komputasi yang mengacu pada kriteria IMO
ANALISA PENGARUH VARIASI KUAT ARUS GOUGING SAMBUNGAN PENGELASAN SMAW PADA BAJA SS400 TERHADAP KEKUATAN UJI TARIK, IMPAK, DAN STRUKTUR MIKRO Taruna, Daffa Sofyan; Budiarto, Untung; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carbon Arc Gouging merupakan sebuah metode dalam dunia pengelasan logam yang bertujuan memperbaiki kecacatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi kuat arus gouging welding pada baja SS400 terhadap kekuatan tarik, impak, dan struktur mikronya. Variasi penelitian ditentukan berdasarkan jumlah gouging welding yang dilakukan yaitu kuat arus 100 ampere, 125 ampere, dan 150 ampere. Eksperimen dimulai dengan penyambungan material menggunakan pengelasan SMAW elektroda AWS E7016 4.0 mm dan elektroda gouging 3,2 mm. Setelah melakukan eksperimen, material akan diuji tarik, uji impak, serta diamati struktur mikro yang terkandung di dalamnya. Hasilnya, pada pengujian tarik semakin tinggi kuat arus gouging welding maka semakin tinggi rata-rata nilai tegangan dan regangannya, tetapi jika dilihat dari rata-rata nilai modulus elastisitas nya jika semakin tinggi kuat arusnya maka cenderung sebaliknya. Sama hal nya seperti pengujian tarik, jika semakin tinggi kuat arusnya maka rata-rata nilai impak semakin tinggi juga. Hal ini didukung dengan pengamatan struktur mikro terutama pada daerah base metal, HAZ dan weld metal dengan adanya fasa ferrite dan pearlite yang merata pada spesimen variasi arus terendah (100 ampere) ke yang tertinggi (150 ampere).