cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISA EVAKUASI PENUMPANG DENGAN METODE PENDEKATAN SIMULASI BERDASARKAN ATURAN IMO MSC.1/CIRC.1533 PADA KAPAL PENYEBRANGAN PENUMPANG 5000 GT Farrand, Joshua; Mulyatno, Imam Pujo; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data KNKT jumlah kecelakaaan kapal penumpang sejak tahun 2019 sampai 2021 berjumlah 55 kasus kecelakaan. Kasus kecelakaan tersebut mengakibatkan 199 orang meninggal dunia dan 70 orang mengalami luka luka. Maka diperlukan evaluasi penanganan evakuasi penumpang dan awak kapal. Penelitian kali ini membahas waktu evakuasi pada kondisi kebakaran di geladak kendaraan serta dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini dilakukan pada kapal KM. Dharma Kencana I dengan menggunakan metode simulasi kebakaran. Dari hasil simulasi memberikan dampak dari kebakaran yaitu menimbulkan gas beracun, jarak pandang yang minim, dan nilai laju pelepasan panas pada kisaran 1000 kW. Penelitian ini menghasilkan waktu evakuasi kasus 1; 22,90 menit, untuk kasus 2; 22,68 menit, kasus 3; 23,97 menit dan kasus 4; 23,43 menit dengan eror pada setiap kasusnya kurang dari 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menghasilkan waktu evakuasi di setiap kasusnya kurang dari 60 menit sesuai dengan standard performance IMO MSC. 1/Circ. 1533.
Analisis Teknis dan Ekonomis Papan Laminasi Bambu Apus dan Kayu Johar Sebagai Alternatif Komponen Kapal Kayu Haloho, Albert Tua; Manik, Parlindungan; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material komposit merupakan salah satu material hasil gabungan dari dua atau lebih material yang berbeda hingga menghasilkan material baru dengan sifat yang berbeda. Salah satunya berupa papan laminasi yang dewasa ini digunakan sebagai alternatif penggunaan kayu konvesional pada manufaktur kapal kayu. Penelitian kali ini akan melakukan pengujian papan laminasi kayu Johar dan bambu Apus  untuk mengetahui perubahan nilai kuat tarik dan tekuk, serta nilai ekonomis papan laminasi dengan spesifikasi (30% kayu 70% bambu, 40% kayu 60% bambu, 50% kayu 50% bambu, 60% kayu 40% bambu, 70% kayu 30% bambu). Hasil papan laminasi kayu Johar dan bambu Apus memiliki nilai berat jenis 0,71-0,89 gr/cm3, kadar air 13,18 – 14,95 %, kuat tarik sebesar 152,1 – 177,7 MPa meningkat hingga 57,92% dari RAW kayu Johar, serta nilai kuat tekuk sebesar 156,2 – 199,0 MPa meningkat hingga 59,97% dari RAW kayu Johar. Manufaktur lambung kapal yang menggunakan papan laminasi mengalami persentase peningkatan biaya paling minimum sebesar 7,54% dengan harga Rp301.753.488 pada variasi 70% kayu 30% bambu dibandingkan dengan kayu Johar dengan harga Rp280.578.000. Berdasarkan standar BKI maka laminasi kayu Johar dan bambu Apus dikategorikan kelas kuat I dan dapat digunakan sebagai alternatif material komponen kapal.
Penerapan Critical Chain Project Management (CCPM) dalam Percepatan Proyek Reparasi KT. Selat Legundi II – 206 dengan Variasi Pemotongan Safety Time Fahmi, Syamil; Mulyatno, Imam Pujo; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Critical Chain Project Management (CCPM) adalah pendekatan manajemen proyek berdasarkan Theory of Constraints untuk mengevaluasi durasi proyek dengan mempertimbangkan keterkaitan antar aktivitas, kebutuhan sumber daya, dan lain-lain. Analisa ini menerapkan buffer proyek pada rantai jalur kritis untuk mengantisipasi keterlambatan. Pada reparasi KT. Selat Legundi II – 206 durasi normal 24 hari, setelah dianalisa menggunakan metode CCPM dengan pemotongan safety time sebesar 50% dengan software menjadi 12 hari, biaya tenaga kerja menjadi Rp 67.050.000, yaitu sama dengan biaya normal, tetapi saat buffer time 9 hari dikonsumsi, maka terjadi kenaikan harga sebesar 38,3% atau menjadi Rp 92.700.000. Saat dianalisa menggunakan metode CCPM dengan pemotongan safety time sebesar 20% dengan software menjadi 20 hari, biaya tenaga kerja mengalami kenaikan 14,3% atau menjadi Rp 76.650.000, tetapi saat buffer time 4 hari dikonsumsi, maka terjadi kenaikan harga sebesar 31,3% atau menjadi Rp 88.050.000. Kedua metode ini lebih efisien dari segi waktu tetapi mengalami kenaikan dari segi biaya.
Pengaruh Kuat Arus dan Jenis Elektroda dengan Kandungan Nikel Terhadap Sifat Mekanis Baja Kapal Grade A pada Pengelasan FCAW Muchammad, Rizky; Jokosisworo, Sarjito; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ASTM A36  merupakan jenis baja karbon rendah yang sering digunakan dalam konstruksi lambung kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuat arus dan jenis elektroda terhadap sifat mekanis baja  kapal Grade A pada proses pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding). Metode eksperimental dilakukan dengan variasi kuat arus 125 A, 150 A, dan 200 A serta jenis elektroda E71T-1C dan E81T-Ni1C. Pengujian sifat mekanis melibatkan uji tarik, dan uji impak pada sambungan las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus dan jenis elektroda memiliki pengaruh signifikan terhadap sifat mekanis baja kapal Grade A. Selain itu, perbandingan antar elektroda E71T-1C dan E81T-Ni1C menunjukkan perbedaan karakteristik pada sifat mekanis sambungan las. Nilai kekuatan tarik dan impak paling tinggi didapat dari spesimen dengan elektroda E81T-Ni1C 150 A yaitu sebesar 487 Mpa dan 1,89 J/mm². Nilai regangan tarik paling tinggi didapat dari spesimen dengan elektroda E71T-1C  150 A yaitu sebesar 35,07%. Nilai modulus elastisitas paling tinggi didapat dari spesimen dengan elektroda E81T-Ni1C 125 A yaitu sebesar 232,62 Gpa. Nilai kekuatan impak paling rendah didapat dari spesimen E81T-Ni1C 200 A, Untuk nilai regangan tarik paling rendah didapat dari spesimen E81T-Ni1C 200 A. Nilai kekuatan tarik  paling rendah didapat dari spesimen E71T-1C 200 A. Dari hasil  penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa dari variasi tersebut diketahui bahwa perlakuan variasi ampere-meter semakin besar tidak menentukan benda semakin kaku/getas yang menyebabkan kekuatan tarik menjadi tinggi, Selain itu, kandungan nikel juga meningkatkan kekuatan mekanis sambungan, membuatnya lebih tahan terhadap tekanan dan tarikan. Penambahan nikel juga membantu mengendalikan pembentukan pori, yang dapat melemahkan sambungan. Terakhir, stabilitas arus listrik yang ditingkatkan oleh nikel selama proses pengelasan berkontribusi pada kualitas keseluruhan sambungan las.
Analisis Efektifitas Material Handling Re-Layout Galangan Kapal Di PT Samudra Marine Indonesia 1 Departemen New Building Dengan Metode Blocplan Dewangga, Andresito Ignacia; Sisworo, Sarjito Jokos; Budi Santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galangan kapal memerlukan jangkauan yang efektif dan waktu Material Handling untuk mengembangkan industri perkapalan, perusahaan galangan kapal di Indonesia dapat meningkatkan proses produksi kapal karena kondisi lautan dan aktivitas perkapalan yang ada di negara tersebut. Untuk mencapai tujuan produksi dan keuntungan bagi pihak galangan kapal dan pemilik kapal, proses kerja yang efektif diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh layout galangan alternatif dengan nilai efisiensi yang maksimal dan investasi lahan yang minimal. Galangan dalam penelitian ini adalah PT. Samudra Marine Indonesia 1. Penelitian ini menggunakan metode Blocplan Algorithm. Berdasarkan hasil perhitungan, dihasilkan alternative layout PT. Samudra Marine Indonesia 1 yang menyimpulkan alternative layout memiliki jarak dan waktu material handling lebih singkat dan efisien. Alternative layout memiliki perubahan jarak Rectilinear dari Material Handling Facility – Bonded Area menjadi 125,5 m atau berubah sebesar 25,03% dengan waktu menjadi 4 menit berubah sebesar 20%, jarak Rectilinear dari Material Handling Facility – Workshop 2 menjadi 124,8 m atau berubah sebesar 42,85% dengan waktu menjadi 4 menit atau berubah sebesar 42,85%. Serta pada total jarak tempuh Material Handling berubah menjadi 846.3 m perubahan sebesar 33,97%. Perubahan layout PT. Samudra Marine Indonesia 1 menghasilkan biaya modal investasi lahan pada alternative layout sebesar Rp 174.250.000.000 dengan luas area produksi sebesar 8,7 Ha. Biaya modal investasi lahan yang lebih rendah ini dapat membuat BEP atau ROI yang lebih cepat.
Analisis Stabilitas Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) Berdasarkan Standar Internasional Maritime Organization (IMO) Simanjuntak, David Nicholas; Rindo, Good; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam sifat-sifat light load kapal yang akan berpengaruh pada keselamatan kapal. Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) yang sesuai dengan standar sangat diperlukan ketika operasi berlangsung. Tujuan dari penelitian ini mengetahui stabilitas KAPA saat beroperasi mengacu pada standar Internasional Maritime Organization (IMO) dan mengetahui olah gerak KAPA pada saat beroperasi. Penelitian ini menggunakan software Rhinoceros untuk medesain bagian lambung kapal. Analisa stabilitas menggunakan software Maxsurf dengan muatan kapal kosong, muatan kapal yang ditambah dengan mobil jeep, muatan kapal yang ditambah dengan artileri, dan muatan kapal yang ditambah dengan 30 tentara marinir. Hasil Analisis setiap loadcase menggambarkan kondisi stabilitas kapal. Berdasarkan analisis GM terbesar terjadi pada kondisi kapal kososng, sedangkan nilai GM terkecil dimiliki oleh kondisi kapal yang terisi oleh 30 tentara marinir. Hasil penelitian menunjukan bahwa KAPA memenuhi standar IMO dan analisis seakeeping menggunakan software Maxsurf dengan variasi kecepatan 0 dan 10 km/jam, pada analisis seakeeping didapatkan hasil heaving terbesar diantara kedua variasi terjadi pada saat variasi menggunakan kecepatan dengan sudut 180˚, hasil rolling terbesar pada saat ke 2 variasi dengan sudut 90˚, dan hasil pada pitching terbesar pada saat variasi menggunakan kecepatan dengan sudut 180˚. Hasil penelitian olah gerak kapal menunjukkan sudah memenuhi kriteria Nordfosk
Analisa Penerapan Metode Time Cost Trade Off Dalam Optimasi Proyek Reparasi MT Poka Jo Wijaya, Stefanus Victorino Candra; Yudo, Hartono; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Time Cost Trade Off merupakan metode yang digunakan untuk melakukan percepatan penyelesaian suatu proyek dengan penambahan biaya yang optimum. Metode ini menghasilkan analisa dari percepatan jadwal proyek yang dapat dilakukan dengan penambahan sumber daya, perlengkapan, jam lembur, dll. Proses percepatan dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara waktu, biaya dan kualitas pekerjaan. Namun, tidak menutup kemungkinan sebuah proyek tetap dapat mengalami keterlambatan seperti proyek reparasi kapal MT Poka Jo yang disebabkan oleh keterlambatan material. Pelaksanaan penelitian dimaksudkan untuk mempersingkat waktu penyelesaian proyek dengan memperhatikan perubahan biaya proyek. Time Cost Trade Off method dengan alternatif penambahan jam lembur serta tenaga kerja pada lintasan kritis dapat digunakan untuk menanggulangi keterlambatan. Hasil analisa pada penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Time Cost Trade Off method dengan alternatif penambahan jam lembur selama 1 jam serta tenaga kerja sebanyak 11% merupakan opsi yang paling optimal karena dapat memperecepat durasi proyek sebanyak 15 hari yang semulanya 65 hari, dan pengurangan biaya sebanyak Rp 1.441.500 dari biaya awal proyek.
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Normalizing pada Pengelasan FCAW Menggunakan Elektroda E81T-Ni1C terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanis Material Baja ASTM A36 Irfan, Muhammad; Amiruddin, Wilma; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menganalisis kekuatan tarik, impak, dan struktur mikro pada pengelasan FCAW baja ASTM A36 dengan variasi arus dan perlakuan PWHT. Baja ASTM A36 adalah baja karbon rendah dengan kandungan karbon sekitar 0.25% yang banyak digunakan di berbagai industri termasuk perkapalan, namun dalam proses nya sering terjadi masalah struktural dan sifat mekanis karena perubahan suhu yang cepat dan distribusi panas yang tidak merata. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan PWHT dengan pendingin udara yang bertujuan untuk menghasilkan material yang kuat, lunak, ulet, dan menghilangkan tegangan sisa. Hasil penelitian menunjukkan tegangan tarik maksimum tertinggi pada 569.3 MPa dengan PWHT 850°C arus 125A, modulus elastisitas tertinggi 34.2 GPa dengan PWHT 850 arus 125A, serta pada kurva stress-strain didapatkan ductility terbesar yaitu 0.44 pada kondisi suhu 900℃ 175 A dan ductility terkecil yaitu 0.24 pada kondisi suhu 850℃ 125 A. Pengujian impak didapatkan spesimen dengan nilai ketangguhan impak tertinggi yakni oleh spesimen dengan perlakuan PWHT 900°C 125 A dengan nilai rata-rata 3.4 J/mm². Hal tersebut didukung pengamatan struktur mikrografi pada proses normalizing variasi arus 125A dan 175A serta suhu 800°C, 850°C, dan 900°C menunjukkan fasa ferrite dan fasa pearlit membentuk butiran kecil yang rapat dan teratur dibandingkan dengan tanpa PWHT dengan arus 125A dan 175A.
Analisis Pengaruh Salinitas Terhadap Laju Korosi Merata Baja SS 400 Dengan Variasi Ketebalan Coating Noormansyah, Faridz Aditya; Jokosisworo, Sarjito; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi menjadi salah satu penyebab berkurangnya kualitas dari suatu baja, pengaruh terjadinya korosi dapat disebabkan oleh faktor lingkungan pada sekitar baja. Salah satu faktor lingkungan yang dapat menyebabkan terjadinya korosi adalah kadar garam atau kadar salinitas. Semakin tinggi kadar salinitasnya maka nilai laju korosi semakin tinggi. Karena faktor lingkungan tidak dapat di hindari maka langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan pencegahan pada materialnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah pelapisan coating. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar salinitas terhadap laju korosi merata baja SS 400 dengan menggunakan coating. Jenis material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja SS 400 dan jenis cat yang digunakan pada proses coating adalah polyurethane dengan menggunakan variasi ketebalan yaitu 250 μm, 350 μm, 450 μm sesuai dengan ASTM D7091. Pengujian laju korosi pada penelitian ini menggunakan metode elektrokimia dan metode weight loss dengan media pengkorosi adalah larutan bersalinitas 32‰, 34‰, 36‰, dan 38‰. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil dengan laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 450 μm dan pada larutan salinitas 32‰ dengan nilai 5,E-05 mmpy dan laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 250 μm dan pada larutan salinitas 38‰ dengan nilai 5,E-03 mmpy. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan lapisan coating dapat menghambat laju korosi dan perbedaan kadar salinitas berpengaruh terhadap kenaikannya laju korosi.
Analisa Kinerja Fasilitas Alat Bongkar Muat Kapal Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Banjarnahor, Andrea Nanda Alfa Rizky; Amiruddin, Wilma; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi arus peti kemas tidak terlepas dari peningkatan pelayanan di Terminal Peti Kemas, dengan pertumbuhan arus peti kemas yang cukup tinggi tersebut, kondisi sarana, prasarana, dan sistem operasi yang ada perlu dikaji kembali apakah pengoperasiannya sudah optimal atau masih mungkin ditingkatkan kinerjanya, atau justru sudah saatnya perlu dilakukan penambahan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi permintaan angkutan di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kinerja alat bongkar muat peti kemas dalam kondisi eksisting maupun di masa yang akan datang serta memberikan improvement kepada perusahaan dalam meningkatkan kinerja operasional pelabuhan. Penelitian ini menggunakan 2 metode analisis , yaitu metode forecasting dengan menggunakan Triple Exponential Smoothing untuk mengetahui jumlah arus petikemas di masa yang akan datang serta metode utilitas alat bongkar muat untuk mengetahui ukuran kinerja dari suatu peralatan dan dinyatakan dalam sebuah persen. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang perlu dilakukan penambahan jumlah alat pada Rubber Tyred Gantry (RTG) sebanyak 5 unit sehingga dapat menurunkan nilai utilitas ≤80% sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, bernomor UM.002/38/18/DJPL-11.