cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Pengaruh Proses Quenching Dengan Media Berbeda Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja St 36 Dengan Pengelasan SMAW Muhammad Jordi; Hartono Yudo; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.414 KB)

Abstract

Salah satu tujuan proses perlakuan panas (Heat Treatment) pada baja adalah untuk pengerasan (hardening), yaitu proses pemanasan baja sampai suhu di daerah atau diatas daerah kritis disusul dengan pendinginan yang cepat dinamakan quench, (Djafrie, 1995). Akibat proses hardening pada baja, maka timbulnya tegangan dalam (internal stress), yang akan menaikkan kekerasan namun terkadang mengakibatkan baja menjadi getas (britlle). Penelitian ini membahas sejauh mana variasi media pendingin berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan tarik baja karbon rendah ST 36. Sehingga bila diketahui tingkat perbandingan kekuatan tariknya dan kesesuainnya terhadap aplikasi dan kegunaannya, maka dapat diambil suatu keputusan untuk menggunakan proses quenching pada media yang tepat, agar menghemat waktu dan biaya produksi. Pengkajian lebih lanjut dampak dari faktor perbedaan media quenching, dapat dilakukan melalui pengujian bahan. Pengujian bahan yang digunakan adalah pengujian kekuatan tarik dan kekerasan. Dari hasil pengujian didapat spesimen tanpa proses quenching menghasilkan kekuatan tarik sebesar 341,79 MPa dan kekuatan rata-rata terhadap beban tarik yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan quenching menggunakan media pendingin air yaitu sebesar 503,61 MPa dan terendah berturut turut garam 472,75 MPa dan oli 408,09 MPa. Hasil pengujian kekerasan raw material untuk daerah tengah las sebesar 92,7 VHN, 1 cm kiri las 79,46 VHN, dan 1 cm kanan las 79,46 VHN. Sedangkan pengujian kekerasan spesimen hasil proses quenching nilai rata-rata  tertinggi di hasilkan oleh media pendingin air dengan nilai kekeasan di tengah las yaitu 105,12 VHN, 1 cm kiri las 89,07 VHN, dan 1 cm kanan las 88,47 VHN. Sedangkan untuk nilai terendah berturut-turut yaitu garam dengan nilai kekerasan di tengah las 103,86 VHN, 1 cm kiri las 84,77 VHN, 1 cm kanan las 85,43 VHN, dan oli dengan nilai di tengah las 93,51 VHN, 1 cm kiri las 80,87 VHN, dan 1 cm kanan las 82,25 VHN. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan kekuatan dan kekerasan setelah proses quenching tidak begitu signifikan pada baja ST 36.
ANALISA TEKNIS BAMBU LAMINASI SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI PADA LUNAS KAPAL PERIKANAN Khusnul Khotimah; Parlindungan Manik; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.814 KB)

Abstract

Kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi. Dalam produksinya kapal kayu banyak menggunakan kayu berjenis kayu jati. Namun seiring berjalannya waktu kayu jati mulai mengalami kelangkaan selain itu harga kayu jati relatif mahal. Maka dilakukan penelitian bambu laminasi sebagai alternatif material lunas kapal perikanan terutama kayu jati.Dalam penelitian ini membuat lunas balok laminasi dengan perbandingan 2 jenis susunan bilah bambu petung , yaitu susunan bilah vertikal dan susunan bilah horisontal yang kemudian di uji tekan tegak lurus dengan standart SNI 03-3958-1995, uji kuat tarik serat memanjang dengan menggunakan standart ISO 22157, uji berat jenis dan kadar air menggunakan standart ISO 22157-1. Dari hasil uji tekan tegak lurus serat memanjang dilakukan analisa kukuh kuatan mutlak kemudian digolongkan dalam BKI Kapal Kayu 1996, kemudian dibandingkan dengan standart yang diijinkan kayu jati pada BKI Kapal Kayu 1996 bagian lunas kapal.Berdasarkan hasil pengujian bambu laminasi susunan horisontal memiliki kadar air rata-rata 13%, dengan berat jenis 0,78, dan uji tekan tegak lurus serat dengan susunan horisontal memperoleh hasil tegangan rata-rata 16,528 Mpa atau 165,28 kg/cm2 dan memiliki lendutan rata-rata 5,662. Pada pengujian bambu laminasi susunan vertikal memiliki kadar air 13%, dengan berat jenis 0,76, dan uji tekan tegak lurus serat susunan vertikal memperoleh hasil tegangan rata-rata 18,056 Mpa atau 180,56kg/cm2 dan memiliki lendutan rata-rata 4,7248. Kuat tarik sejajar serat dengan ruas memiliki rata-rata 246,37 Mpa, dan kuat tarik sejajar serat tanpa ruas memiliki rata-rata 102,062 Mpa.
ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING DAN QUENCHING TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK BAJA ST 60 Fajar Azmi Amrullah
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas sejauh mana variasi waktu penahanan berpengaruh terhadap peningkatan kekerasan dan kekuatan tarik baja ST 60 setelah mengalami proses carburizing. Pengujian bahan yang digunakan adalah pengujian kekuatan tarik, pengujian kekerasan, dan uji komposisi. Dari hasil pengujian didapat spesimen tanpa perlakuan menghasilkan kekuatan tarik sebesar 646,94 Mpa dan nilai rata-rata terhadap beban tarik yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan carburizing penahanan waktu 60 menit sebesar 976,04 Mpa dan terendah pada spesimen carburizing dengan penahanan 120 menit sebesar 616,94 Mpa. Sedangkan nilai kekerasan tertinggi pada spesimen raw material sebesar 875,5 VHN, pada semua spesimen dengan carburizing mengalami penurunan nilai kekerasan, yaitu spesimen carburizing penahanan waktu 60 menit sebesar 853,3 VHN dan sebesar 221,3 VHN pada spesimen dengan carburizing penahanan waktu 120 menit. Secara keseluruhan menunjukan, nilai rata-rata kekuatan tarik mengalami kenaikan pada spesimen dengan carburizing penahanan waktu selama 60 menit. Sedangkan rata-rata nilai kekerasan pada spesimen perlakuan carburizing lebih rendah dari spesimen raw material.
PENGARUH KUAT ARUS LISTRIK, TEMPERATUR DAN VARIASI SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN IMPACT ALUMUNIUM 5083 PENGELASAN GTAW DENGAN GAS PELINDUNG HELIUM Akhmad Rosihan Adam; Sarjito Jokosisworo; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.865 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. , karena mempunyai sifat mekanik (mechanical properties) dan ketahanan korosi yang baik. Pengelasan dengan las gas tungsten adalah proses pengelasan di mana busur terjadi karena adanya kontak antara elektroda tidak terumpan dengan benda kerja. Untuk melindungi elektroda dan benda kerja yang cair selama pengelasan dari pengaruh udara luar, gas lindung digunakan di dalam pengelasan ini. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan impact dari variasi pengelasan yaitu besaran arus listrik, variasi sudut kampuh, dan temperatur sehingga dapat diketahui besar arus dengan variasi sudut kampuh las dan temperatur yang paling optimal. Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan proses pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dengan gas pelindung helium dan jenis sambungan pengelasan double v-butt joint dengan sudut 60° dan 80o. Dari hasil pengujian, kekuatan impact yang tertinggi terdapat pada suhu 20o C dan kuat arus 130 Amp, di sudut kampuh 60o yaitu sebesar 0,120 J/mm, sedangkan pada sudut kampuh 80o sebesar 0,156 J/mm2.Maka, pengelasan GTAW pada bahan aluminium 5083 keadaan optimal atau yang paling baik memberikan kekuatan impact tertinggi yang dihasilkan pada suhu 20oC dengan kuat arus 130 amp sebesar 0,156 J/mm2.Selain pengujian lapangan, juga dilakukan analisa pada suhu 20o menggunakan metode elemen hingga dengan hasil kekuatan impact maksimal 0,159 J/mm2 dengan selisih persentase sebesar 2,37% di Arus 130 Amp pada sudut kampuh 80o. Sedangkan pada sudut kampuh 60o kekuatan impact maksimal sebesar 0,133 J/mm2 dengan selisih persentase sebesar 1,52%.
Analisa Kekuatan Struktur Stern Ramp Door pada Kapal Ferry Ro-Ro 1000 GT Slamet Haryo Samudro; Hartono Yudo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.646 KB)

Abstract

Kapal ferry ro-ro adalah kapal yang bisa memuat kendaraan dan penumpang yang berjalan masuk ke dalam dan keluar kapal dengan penggeraknya sendiri, sehingga disebut sebagai kapal roll on – roll off atau disingkat dengan ro-ro. Oleh karena itu, kapal ini dilengkapi dengan rampa (Ramp). Dari sebuah kasus nyata yang terjadi pada tahun 2018, ramp door KMP. Nusa Putera SP Ferry patah pada bagian engsel ramp door. Hal tersebut menjadi latar belakang penelitian konstruksi stern ramp door lebih lanjut sampai bagian engselnya. Dengan tujuan mengetahui tegangan maksimum, komponen paling kritis, dan karakteristik tegangan yang terjadi. Metode yang digunakan menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Pada penelitian ini pembebanan di stern ramp door menggunakan dua jenis kendaraan dan satu kendaraan paling berat sebagai perbandiangan dari beban perencanaan. Yaitu truk 16ton (1-2), 19 ton (1-1-2) dan 24 ton (1-2-2) dengan variasi pembebanan awal, tengah dan akhir sesuai posisi roda kendaraan dan dibuat 3 model berbeda dengan kondisi stern ramp door normal, 11˚ (+1000 mm), dan 349˚ (-1000 mm). Tegangan paling maksimum dan kritis terjadi pada stern ramp door normal beban truk 19 ton, posisi beban akhir (roda bagian belakang) dengan nilai stress 141,280 Mpa, deformasi sebesar 3,749 mm, aman menurut kriteria BKI.  
Analisa Pengaruh Variasi Posisi Centerbulb Berbentuk Foil Terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Achmad Kurniawan Zakaria; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.746 KB)

Abstract

Secara teoritis, stabilitas kapal katamaran lebih baik, tetapi muncul permasalahan lain yaitu hambatan. Hambatan kapal katamaran lebih kompleks karena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Hal tersebut mengakibatkan bertambahnya hambatan gelombang akibat hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari permasalahan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan centerbulb berbentuk foil pada kapal katamaran. Centerbulb berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,15; Fn = 0,20; Fn = 0,25; Fn = 0,30; Fn = 0,35), dan posisi centerbulb. Hasilnya,  nilai hambatan total kapal pada Fn = 0,35  model original sebesar 2,06 N berkurang menjadi 1,37 N atau sebesar 34% pada konfigurasi model 6 atau posisi tengah secara memanjang kapal dan atas secara sarat kapal.
STUDI PERANCANGAN RESCUE HOVERCRAFT UNTUK EVAKUASI KORBAN BENCANA ALAM Dede Nugraha Sentosa HS; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.989 KB)

Abstract

Ketika terjadi suatu bencana alam sering kali kesulitan dalam mengevakuasi penduduk yang daerahnya terkena bencana alam. Salah satu penyebab kesulitan evakuasi tersebut yaitu medan yang sulit untuk dijangkau sehingga sangat dibutuhkan kendaraan yang bisa dioperasikan di berbagai medan. Hovercraft termasuk dalam jenis kendaraan amfibi, dalam arti bisa berfungsi di perairan maupun daratan. Bahkan hovercraft tetap dapat digunakan pada daerah rawa atau lumpur yang notabene kendaraan darat atau kapal tidak dapat digunakan di medan seperti itu. Dengan segala kelebihannya, penggunaan hovercraft sebagai kendaraan SAR (Search and Rescue) korban bencana alam sangat efektif. Penelitian ini bertujuan mendapatkan ukuran utama hovercraft yang bisa digunakan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan dalam evakuasi suatu bencana alam sehingga dihasilkan rencana garis dan rencana umum serta diketahui analisa hovercraft dari segi stabilitas dan manuver. Untuk mengetahui lebih spesifik tentang perancangan sebuah hovercraft, maka dilakukan survey lapangan ke perusahaan yang telah melakukan pembuatan hovercraft di Indonesia, yaitu PT Dirgantara Indonesia (Persero). Dari berbagai referensi yang didapatkan kemudian ditentukan ukuran utama menggunakan metode Regresi Linier dan Polinom Lagrange. Setelah ditentukan dimensi dan berat total hovercraft, selanjutnya dilakukan perhitungan hambatan, daya, tinggi rintangan, titik berat serta analisa stabilitas dan manuver. Rescue Hovercraft yang direncanakan ini mempunyai panjang (L) 11 meter. Dalam melakukan evakuasi korban bencana alam Rescue Hovercraft ini direncanakan mampu menempuh jarak 50 km. Dimensi Rescue Hovercraft yaitu L = 11,00 meter, B = 4,56 meter, Vs = 35 knot, payload 2,40 ton, dan jumlah penumpang sebanyak 20 orang. Pada analisa stabilitas Rescue Hovercraft ini terbagi atas 3 kondisi, yaitu saat hovercraft hanya diisi oleh kru (kondisi I), saat hovercraft diisi oleh kru dan para penumpang (kondisi II), dan saat mesin tiba-tiba mati ketika hovercraft sedang berada di perairan sehingga bantalan udaranya tidak mengembang (kondisi III). Hasil perhitungan stabilitas Rescue Hovercraft pada semua kondisi dinyatakan memenuhi (pass) standar persyaratan yang ditetapkan oleh IMO. Nilai GZ maksimum pada kondisi I yaitu 2,297 meter yang terjadi pada 30,9o,  nilai GZ maksimum pada kondisi II  yaitu 2,284 meter yang terjadi pada 31,8o, dan nilai GZ maksimum pada kondisi III yaitu 1,669 meter yang terjadi pada 31,8o. Hasil analisa manuver menggunakan formula menunjukan bahwa manuver Rescue Hovercraft telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, yaitu pada saat surging, yawing, swaying, dan rolling semua perhitungan pada setiap sudut manuver dan kecepatan yang berbeda memiliki nilai negatif sehingga dihasilkan momen pemulih (righting moment) .
Analisa Pengaruh Penambahan Grothues Spoilers Dengan Variasi Posisi Spoiler Pada Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Hambatan Dan Nilai Wake Kapal Dengan Menggunakan Metode CFD Dame Kita Ginting; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan semakin maju seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini bertujuan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik, salah satunya yaitu dengan mengurangi nilai hambatan dan wake. Wake merupakan perbandingan antara kecepatan air yang melewati baling-baling dengan kecepatan kapal dinas kapal. Perancangan Grothues Spoilers pada bagian buritan kapal dapat mengarahkan aliran air menuju baling-baling dari aliran turbulen menjadi aliran laminar. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan nilai hambatan dan wake kapal yang lebih baik setelah dilakukan penambahan Grothues Spoilers dengan memvariasikan posisi dari spoiler tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan memvariasikan 5 posisi  spoiler berbentuk foil NACA yaitu NACA 6409 terhadap model 3D kapal perintis 750 DWT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan grothues spoilers dengan variasi posisi 1 foil NACA 6409 merupakan hasil yang paling optimal dalam mengurangi hambatan. Dimana pada hambatan total pada Fn 0,26 dapat berkurang sebesar 5,9548% dari 11,772 N menjadi 11,071 N, hambatan viskositas pada variasi posisi 1 dapat berkurang sebesar 5,8931% dari 8,235 N menjadi 7,7497 N, dan hambatan gelombang pada variasi posisi 1 berkurang sebesar 6,0948% dari 3,537 N menjadi 3,3213 N. Dan dari hasil analisa wake fraction, model dengan variasi posisi 1 juga menjadi model yang paling optimal dalam mengurangi nilai wake, dimana pada kecepatan dinas nilai wake mengalami penurunan sebesar 1,075% yaitu dari 0,237 menjadi 0,234.
PERBANDINGAN KEKUATAN KONSTRUKSI LAMBUNG MONOHULL DENGAN MONOMARAN PADA KAPAL RO-RO 5000 GT Angga Pradipta; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.859 KB)

Abstract

Rancang bangun lambung kapal merupakan hal yang penting dalam membuat kapal karena merupakan dasar perhitungan stabilitas kapal, besarnya tahanan kapal yang tentunya berdampak pada kecepatan kapal rancangan, konsumsi bahan bakar, besaran daya mesin serta draft/ sarat kapal untuk menghitung kedalaman yang diperlukan dalam kaitannya dengan kolam pelabuhan yang akan disinggahi serta kedalaman alur pelayaran yang dilalui oleh kapal tersebut. Desain monomaran merupakan desain lambung yang baru sehingga perlu dilakukan beberapa analisis dan pengujian seperti lazimnya kapal desain monohull maupun lambung kembar pada umumnnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi dan karakteristik tentang kapal tipe monomaran. Penelitian ini menganalisa kekuatan struktur Monohull dan Monomaran yang diberikan tekanan hidrostatik dan hidrodinamik sesuai dengan distribusi yang terdapat dalam Common Structural Rules mengunakan FEM. Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tegangan maksimum yang terkena tekanan hidrostatik sebesar 125 N/mm2 untuk lambung monhull dan deformasi 3,98 cm. Pada kondisi H1 dan H2 arah gelombang yang datang dari arah depan (head sea) yang menyebabkan sagging maupun hogging sebesar 77 N/mm2 untuk monohull dan 70 N/mm2 , pada kondisi F1 dan F2 arah gelombang yang datang dari arah belakang (following sea) yang menyebabkan sagging maupun hogging sebesar 136  N/mm2 untuk monohull dan 133 N/mm2 untuk Monomaran n, pada kondisi R1 dan R2 pada saat rolling maximum sebesar 136 N/mm2 untuk Monohull dan 132 N/mm2 pada untuk MonoMaran, pada kondisi P1 dan P2 pada saat pressure maximum sebesar 154 N/mm2 . dan untuk Monomaran sebesar 144 N/mm2 Tegangan maksimal tersebut masih berada dibawah nilai tegangn ijin menurut ketentuan ABS yaitu sebesar 180 N/mm2.
Studi Perencanaan Kapal Mothership untuk Nelayan Kabupaten Rembang Ardianto, Muhammad Afiq; Amiruddin, Wilma; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.112 KB)

Abstract

Perencanaan kapal mothership yang direncanakan beroperasi di Kabupaten Rembang dibutuhkan guna mengatasi overfishing yang terjadi di Laut Jawa. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan ukuran utama kapal mothership guna menampung kebutuhan suplai ikan yang biasanya didaratkan oleh kapal-kapal nelayan dengan tinjauan utama pada factor hambatan dan stabilitas dan analisis ekonomi dengan menggunakan criteria NPV, IRR, dan PP. Metode yang digunakan yaitu dengan mendesain kapal dengan kapasitas yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tempat pelelangan ikan di Kabupaten Rembang. Dari desain tersebut didapatkan ukuran utama lambung adalah LWL : 41,94 m LPP : 40,34 m B : 7,04 m T : 3,66 m H : 5,0 m Cb : 0,60 m. kapasitas fish hold untuk melayani kapal nelayan adalah 428,32 m3. Analisa stabilitas didapatkan mothership memiliki stabilitas yang baik sesuai dengan IMO, A.749 Code on Intacts Stability Applicable for All Ship. Hasil analisa ekonomis yang telah dilakukan didapatkan bahwa keuntungan bersih mothership per tahun sebesar Rp 509.589.000,00 dan dinilai layak investasi dengan  Net Present Value NPV dengan hasil positif Rp14.452.798.000,00 dan IRR 25,95% pada bunga 10%. Pendapatan per tahun nelayan yang dibantu oleh kapal mothership juga meningkat sebesar Rp 174.436.600,00 dibandingkan sebelumnya.

Page 8 of 80 | Total Record : 797