cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Respon Struktur Parallel Middle Body Pada Kapal Ternak Tipe Katamaran Ilman Arpi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.477 KB)

Abstract

Proses pengangkutan sapi sering kali membutuhkan waktu yang lama. Akibatnya, sapi mengalami strees di jalan.  Perencanaan Kapal Ternak tipe Katamaran sebagai alternatif untuk pengangkutan (transportasi) sapi antar pulau, berdasarkan penelitian sebelumnya bentuk kapal multihull dari katamaran memiliki keunggulan dari segi stabilitas dan kecepatan dibandingkan kapal monohull. Selain itu, Kapal katamaran perlu ditinjau dari segi kekuatan akibat adanya beban kombinasi bertujuan untuk mengetahui respon struktur pada kapal. Permodelan menggunakan analisa maxsurf untuk mengetahui besaran momen dan pembebanan dari setiap kondisi gelombang serta Msc. Nastran & Patran, software berbasis finite element analysis untuk mengetahui besaran respon struktur  parallel middle body. Pada hasil kekuatan memanjang pada struktur parallel middle body didapatkan hasil tegangan sebesar 41,7MPa pada kondisi air tenang, 66 MPa pada kondisi Sagging  dan 114 MPa pada kondisi Hogging. Pada saat air tenang tegangan maksimum terjadi di daerah Second Deck, dikarenakan adanya beban lokal pada strukutur. Sementara, pada saat kondisi Sagging dan hogging tegangan maksimum terjadi pada sekat tengah memanjang (centre longitudinal Bulkhead) bagian depan dan belakang pada struktur jembatan katamaran (Bridge Deck). Untuk itu, perlu diperhatikan pada sambungan struktur antar dek katamaran (Cross Deck) dikarenakan terjadi tegangan maksimum pada saat kondisi Sagging dan Hogging. Bila mengacu pada izin sebesar 184,125 MPa, maka kapal ternak katamaran yang dirancang telah mampu beroprasi di perairan Indonesia yang memiliki tinggi gelombang rata-rata sebesar 4 meter.
Pengaruh Suhu Pendinginan Dengan Media Air Terhadap Hasil Pengelasan Pada Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Aluminium 5083 Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) Akbar Triansyah; Sarjito Jokosisworo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.401 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik dari variasi pendinginan agar di dapatkan pendinginan dengan media air pada suhu yang optimal. Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan proses pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan jenis sambungan pengelasan double v-butt joint dengan sudut 60°. Variable proses pendinginan yang di lakukan menggunakan media air adalah 10o C, 25o C, 50o C, 90o C, dan tanpa pendinginan dengan media air. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendinginan dengan media air dalam proses pengelasan sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas hasil pengelasan ditinjau dari kekuatannya., terlihat dari grafik variasi pendinginan dengan media air tersebut memiliki nilai naik dari hasil las yang tidak dilakukan proses pendinginan. Pada suhu 95o C  didapatkan keadaan yang optimal atau paling baik memberikan kekuatan tarik dan nilai regangan tertinggi diantara arus dan kecepatan lainnya, yaitu sebesar 130,18 N/mm2 dan regangan sebesar 2,91%. Lalu untuk kekuatan impak di dapatkan kekuatan impak terbesar pada suhu pendinginan dengan media air 10o C yaitu dengan nilai kekuatan impaknya 0.26 J/mm2. Dari hasil pengujian tarik dan impak di dapatkan nilai terendah yaitu pada material las yang tidak dilakukan proses pendinginan dengan media air.
Analisa Fatigue Bentuk Scallop Pada Bangunan Baru Kapal Kontainer 100 Teus Di Galangan Janata Marina Indah Setiyo Triyanto; Imam Pujo Mulyatno; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.837 KB)

Abstract

Kapal kontainer merupakan alat angkut yang dapat mengangkut peti kemas. Ukuran kapal kontainer biasanya bersatuan Teus. Penelitian dilakukan dengan obyek bangunan baru kapal 100 teus yang di bangun digalangan Janata Marina Indah Semarang. Bagian yang diteliti adalah scallop yang merupakan salah satu bagian dari konstruksinya. Data dari penelitan diperoleh berupa Ukuran utama kapal, Rencana Umum (RU), dan ukuran Profil dan tebal plat yang sudah di approved oleh BKI dari galangan. Selain itu analisa yang dilakukan adalah menganalisis fatigue life dari scallop tersebut. Model autocad di konversikan ke software MSC Patran dimana pengkonversian dilakukan dengan memasukkan data yang didapat dari autocad.Model memiliki 2 variasibentukdengan ukuran bentuk A1 = 400 x 600 mm, dan bentuk A2 = diameter 400 mm sebagai perbandingan dalam penelitian. Model yang dibuat pada software MSC.PATRAN di analisa dengan analisa normal mode, jika sudah sempurna maka model sudah bisa di analisa dengan faktor pendukung yang lain. Selain model banyak juga faktor-faktor lain yang harus diinput ke dalam software MSC Patran seperti beban, kriteria material dan yang lainnya. Pada perhitungan beban yang telah dihitung didapatkan beban sebesar 45,5696 kN/m2 dengan menyesuaikan ukuran model maka didapatkan beban sebesar 7814 N.. Dengan memasukkan kriteria material seperti modulus elastisitas sebesar 2E+011pa, poisson ratio sebesar 0,3, modulus geser sebesar 8E+010pa dan massa jenis sebesar 7850 kg/m3model sudah bisa di running dengan software MSC Patran untuk mencari tegangan tertinggi. Tegangan maksimal yang didapatkan sebesar 32,4 Mpa untuk model A1 dan 45 Mpa untuk model A2. Selain itu deformasi yang terjadi pada model A1 adalah 7,97 x 10-5m dan pada model A2 terjadi deformasi sebesar 1,46 x 10-4m. Tegangan maksimal yang didapatkan kemudian di running untuk mendapatkan siklus analisa fatigue life sehingga didapatkan siklus sebanyak 1 x 108 siklus untuk model A1dan 0.98 x 108untuk model A2. Yang kemudian dihitung untuk mendapatkan fatigue life dari scallop sebesar 32,35 tahun dan 28,82 tahun.
ANALISA KEKUATAN MODIFIKASI MAIN DECK AKIBAT PENGGANTIAN MOORING WINCH PADA KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE 5640 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA M Yaqut Zaki Aji; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.471 KB)

Abstract

Accomodation Work Barge atau disingkat AWB merupakan jenis kapal tongkang kerja yang tidak memiliki alat penggerak sendiri yang prinsipnya sebagai tempat akomodasi bagi karyawan perusahaan yang bergerak dibidang pengeboran minyak lepas pantai maupun perusahaan yang bergerak dibidang kemaritiman. Accommodation Work Barge dimodifikasi karena terjadi perubahan operasi pelayaran kapal dari perairan dangkal ke perairan dalam, hal tersebut mempengaruhi kinerja sistem tambat kapal, untuk mengatasi permasalahan ini maka pada main deck dilakukan penggantian yang sebelumnya terdapat 2 winch single drum dengan kapasitas beban 20 ton pada tiap winch menjadi 1 winch double drum dengan kapasitas 40 ton. Hal tersebut tentunya amat berpengaruh pada kontruksi main deck, karena adanya perubahan beban yang diterima main deck maka modulus pada main deck juga mengalami perubahan. Selanjutnya dilakukan analisa local stress dengan bantuan program numerik Fifnite Element Methode (FEM). Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan terbesar dari konstruksi maindeck serta mengetahui letak titik kritis pada kontruksi maindeck, berdasarkan 4 variasi kondisi pembebanan yaitu beban winch load, beban operasional tarik winch , sagging, dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang dilakukan didapatkan nilai tegangan tertinggi sebelum dilakukan modifikasi main deck dengan beban winch pada main deck 200 kN/m2 terjadi pada beban tarik winch sebesar 65,1 N/mm2 (frame 149), sedangkan setelah dilakukan modifikasi main deck dengan beban winch pada main deck 261 kN/m2 terjadi pada beban tarik winch sebesar 56,3 N/mm2 (frame 149), dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada maindeck masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan 235 N/mm2 maupun safety factor standar BKI 190 N/mm2.
Analisa Dan Perancangan Propeller Tipe B-Series Dengan Material Komposit FRP (Fiber-Reinforced Plastic) Pada Kapal Tradisional Purse Seine Perairan Pantai Wilayah Utara Jawa Tengah Indonesia Agung, Risto Wibowo; Zakki, Ahmad Fauzan; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangannya propeller mengalami beberapa modifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan efisiensi yang paling baik sebagai alat propulsi kapal. Salah satu diantaranya adalah propeller tipe B-Series. Sebagai pengembangan lebih lanjut, perancangan propeller tipe B-Series berbahan dasar komposit FRP dapat menjadi referensi alat propulsi untuk kapal tradisional purse seine perairan pantai wilayah utara, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa deformasi, kekuatan, dan performa dari propeller komposit FRP. Finite Element Method (FEM) dan Computational Fluid Dynamics (CFD) digunakan sebagai metode untuk mengetahui distribusi tegangan dan nilai efisiensi propeller yang dihasilkan. Propeller diasumsikan dalam kondisi open water yang dianalisa pada 15 model propeller dengan variasi jumlah daun 3, 4, dan 5 serta expanded Blade Area Ratio (BAR) 0,50, 0,55, 0,60, 0,65 dan 0,70. Hasil yang didapatkan berupa  nilai thrust dan torque dari propeller komposit yang terdeformasi dengan nilai efisiensi terbesar, yaitu propeller B.3.50 dengan nilai thrust sebesar 39738.2 N dan torque sebesar 11520.5 Nm, propeller B.4.50 dengan nilai thrust sebesar 49856.7 N dan torque sebesar 15582.3 Nm serta propeller B.5.50 dengan nilai thrust sebesar 45587 N dan torque sebesar 15057.4 Nm. Dari segi kekuatan, material FRP dapat dijadikan sebagai bahan dasar propeller pada kapal tradisional purse seine perairan wilayah utara Jawa Tengah karena memiliki nilai kekuatan tarik sebesar 148 MPa. Nilai tersebut melebihi nilai tegangan maksimal yang terjadi pada propeller B.5.50, yaitu sebesar 101.5 MPa dengan nilai deformasi maksimal sebesar 16.81 mm.
Studi Perancangan Galangan Kapal untuk Pembangunan Kapal Baru dan Perbaikan di Area Pelabuhan Pekalongan Bibit Saputra; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.456 KB)

Abstract

Industri galangan di Indonesia saat ini menjadi prioritas utama pemerintah berkaitan dengan  program poros maritim yang sedang dijalankan. Berkaitan dengan hal tersebut pembangunan galangan yang sesuai serta efisien dan efektif  menjadi tantangan dari para pelaku industri maritim. Untuk memenuhi tantangan tersebut penulis memilih area pelabuhan  kota pekalongan sebagai objek penelitian untuk mengetahui perencanaan galangan yang sesuai serta memiliki kapasitas produksi yang efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode algoritma CRAFT yang berdasar pada penentuan jarak antar departemen sebagai metode solusi didapatkan total jarak material handling yang terkecil. Berdasarkan perhitungan tersebut didapatkan  perencanaan galangan dengan total luas area 27000 m²,  meliputi area produksi bangunan baru dan reparasi 15.850 m², area fasilitas umum 11.150 m². Jenis galangan yang di rencanakan adalah galangan  pembuatan kapal baru dan reparasi untuk kapal baja dengan pola aliran produksi tipe U. Total kapasitas produksi galangan yang direncanakan adalah 8360 ton per tahun dengan rincian produksi kapal baru 3360 ton per tahun dan reparasi 5000 ton per tahun. Nilai efisiensi kapasitas produksi sebesar 93,04% dengan jarak total material handling bangunan  baru 47.768 m dan reparasi 17.690 m. DLHL rasio untuk produksi bangunan baru sebesar 4,219% dan reparasi sebesar 5,833%. Sedangkan nilai utilisasi lokasi untuk area produksi pada layout yang direncanakan sebesar 58,70%.
PERANCANGAN KAPAL KATAMARAN PARIWISATA DI PULAU MENJANGAN BESAR - KARIMUNJAWA Adnan Septi Hadi Romadlon; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.319 KB)

Abstract

Karimunjawa merupakan kepulauan yang berada di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Daerah ini memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus sebagai wahana rekreasi yang berbasis alam. Beragam kegiatan menarik bisa dilakukan para wisatawan seperti berenang bersama hiu, melihat Taman Nasional Karimunjawa, mengunjungi penangkaran  penyu, dll. Dalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal, pemilihan peralatan kapal dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami. Perancangan kapal wisata ini menggunakan metode perbandingan. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan di dapatkan LWL: 16  m, B: 5,40 m, T: 1,00 m, H: 1,80 m, Cb: 0,42.  Kapal ini menggunakan sebuah mesin diesel Outboard  dengan daya yang dihasilkansebesar 20 HP dan memiliki DWT 29,28 ton.  Berdasarkan hasil analisa di dapatkan nilai hambatan sebesar 2,8 KN pada Vmax 7 knot.  Pada tinjauan stabilitas, hasil analisa menunjukkan nilai GZ dan periode oleng terbesar terjadi saat kapal pada kondisi penuh, dan nilai MG terbesar terjadi pada saat kapal muatan kosong dan memiliki periode oleng  2,43 detik
Pengaruh Media Pendingin Air Garam dan Oli Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Aluminium 6061 Pasca Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) Muhammad Said Rinaldy; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 merupakan logam paduan yang banyak digunakan dalam bidang industri sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) merupakan jenis pengelasan yang digunakan karena memiliki kelebihan dibandingkan jenis pengelasan yang lain. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi dengan variasi media pendingin air garam dan oli untuk memperoleh hasil yang paling optimal. Pada aluminium 6061 dilakukan pengelasan TIG dan MIG dengan sambungan double v-butt joint60°. Hasil penelitian menunjukkan faktor pendinginan berpengaruhAluminium 6061 merupakan logam paduan yang banyak digunakan dalam bidang industri sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) merupakan jenis pengelasan yang digunakan karena memiliki kelebihan dibandingkan jenis pengelasan yang lain. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi dengan variasi media pendingin air garam dan oli untuk memperoleh hasil yang paling optimal. Pada aluminium 6061 dilakukan pengelasan TIG dan MIG dengan sambungan double v-butt joint 60°. Hasil penelitian menunjukkan faktor pendinginan berpengaruh terhadap kualitas pengelasan dilihat dari grafik kekuatannya. Pengelasan TIG dengan pendingin air garam mendapatkan nilai tertinggi sebesar 184 MPa untuk kekuatan tarik dan 12,67% untuk regangan rata-rata. Kekuatan impak terbesar dari pengelasan MIG dengan pendingin oli sebesar 0,40 J/mm2. Dari hasil pengujian di dapatkan nilai terendah yaitu pengelasan MIG dengan pendingin oli untuk kekuatan tarik dan regangan. Kekuatan impak terendah dari pengelasan TIG dengan pendingin oli. Perubahan struktur mikro sambungan las TIG lebih baik dibandingkan dengan MIG, karena strukturya lebih menyatu dilihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan hasil pengelasan rata-rata TIG lebih baik dibandingkan MIG dengan variasi media pendingin air garam dan oli.terhadap kualitas pengelasan dilihat dari grafik kekuatannya. Pengelasan TIG dengan pendingin air garam mendapatkan nilai tertinggi sebesar 184 MPa untuk kekuatan tarik dan 12,67% untuk regangan rata-rata. Kekuatan impak terbesar dari pengelasan MIG dengan pendingin oli sebesar 0,40 J/mm2. Dari hasil pengujian di dapatkan nilai terendah yaitu pengelasan MIG dengan pendingin oli untuk kekuatan tarik dan regangan. Kekuatan impak terendah dari pengelasan TIG dengan pendingin oli. Perubahan struktur mikro sambungan las TIG lebih baik dibandingkan dengan MIG, karena strukturya lebih menyatu dilihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan hasil pengelasan rata-rata TIG lebih baik dibandingkan MIG dengan variasi media pendingin air garam dan oli.
PENGARUH VARIASI BENTUK PERFORATED PADA FLOATING BAFFLES UNTUK MENGURANGI EFEK SLOSHING PADA PALKA KAPAL IKAN TRADISIONAL 30 GT DI DAERAH BATANG - JAWA TENGAH Dito Adi Prassyeta; Eko Sasmito Hadi; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.204 KB)

Abstract

Kualitas ikan hasil tangkapan sangat tergantung dari penyimpanan sementara diatas kapal. Dengan menggunakan sistem pendingin palka yang baik maupun menggunakan sistem palka ikan hidup merupakan beberapa cara untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan. Untuk penggunaan sistem palka ikan hidupakan menimbulkan efek sloshing. Dalam penelitian ini, akan mengurangi efek sloshing yang ditimbulkan oleh sistem palka ikan hidup dengan menggunakan floating baffles. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan menganalisis model floating baffles. Pemodelan tangki muatan dengan menyederhanakan tangki menjadi bentuk kotak dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 60 cm. Analisa dilakukan dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Simulasi dilakukan dalam 5 variasi tangki yakni, tangki kotak tanpa baffle, tangki kotak dengan baffle penuh, tangki kotak dengan baffle circle perforated, tangki kotak dengan rectangle perforated, dan tangki kotak dengan oval perforated menggunakan software simulasi fluida. Gerakan tangki disimulasikan melalui persamaan respon gerakan kapal ketika rolling, yakni ∅= 0,05 cos (2,423t). Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa efek sloshing pada tangki dengan baffle penuh dapat berkurang sebesar 19,2%, baffle circle perforated dapat berkurang sebesar 16,91%, baffle oval perforated dapat berkurang sebesar 17,89%, baffle rectangle perforated dapat berkurang sebesar 5,08%.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Tabung Dengan Penambahan Heaving Plate Segitiga dan Strip Plate Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Caesar, Agung Al; Hadi, Eko Sasmito; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.514 KB)

Abstract

Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui secara terus menerus dapat mengakibatkan ketersediaan sumber daya alam tersebut semakin menipis sehingga perlu adanya sebuah inovasi baru sebagai pengganti sumber daya alam tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan olah gerak dan pengaruh terhadap stabilitas ponton setelah ditambahkan heaving plate segitiga dengan variasi jarak strip plate. Dengan ini direncanakan bentuk heaving plate segitiga dan ditambahkan strip plate dengan variasi jarak 10 mm, 20 mm,30 mm,40 mm dan 50 mm. Penelitian ini menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang dan heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengetahui beban yang diakibatkan oleh heaving plate dan menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dengan penambahan heaving plate segitiga dan strip plate pada ponton dapat mereduksi gerakan ponton dimana menghasilkan pitching sebesar 7o, sedangkan pada ponton tanpa heaving plate nilai pitching yang dihasilkan sebesar 15o.  Untuk nilai rolling ponton dengan heaving plate menghasilkan nilai rolling 4o, sedangkan untuk ponton tanpa heaving plate menghasilkan nilai rolling sebesar 5o. Pada nilai heaving menunjukkan hasil yang berbeda dimana nilai heaving yang dihasilkan oleh ponton dengan heaving plate sebesar 29 mm lebih besar jika dibandingkan dengan ponton tanpa heaving plate yaitu sebesar 25 mm. Hal ini membuktikan bahwa dengan ditambahkannya heaving plate pada ponton dapat mengurangi gerakan pitch dan roll pada ponton, dan dapat meningkatkan nilai heaving dimana dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya untuk pembangkit listrik.

Page 6 of 80 | Total Record : 797