cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Kekerasan, dan Mikrografi Baja ST 60 Sebagai Bahan Poros Propeller Setelah Proses Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time) Willson Febriant Tambunan; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.634 KB)

Abstract

Baja ST 60 pada penelitian sebelumnya memiliki kekuatan tarik sebesar 706,47 N/mm2 setelah dilakukan uji tarikdengan material yang belum mengalami perlakuan panas. Padahal dalam kenyataannya penggunaan material untukporos propeller harus diberi perlakuan panas terlebih dahulu agar didapatkan sifat-sifat bahan yang diinginkan.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekuatan tarik, kekuatan puntir, kekerasan, dan mikrografi baja ST60 setelah diberi perlakuan normalizing dengan variasi waktu penahanan panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwafaktor waktu penahanan panas berpengaruh. Pada uji tarik, spesimen dengan waktu penahanan 20 menit memilikikekuatan tarik sebesar 633,53 N/mm2 dan regangan 24,37%. Sedangkan spesimen dengan waktu penahanan 40 menitmemiliki kekuatan tarik sebesar 620,07 N/mm2 dam regangan 22,14%. Pada uji puntir, spesimen dengan waktupenahanan 20 menit mempunyai kekuatan puntir sebesar 485,82 MPa, spesimen dengan waktu penahanan 40 menitmempunyai kekuatan puntir sebesar 474,25 MPa. Hasil dari uji kekerasan menunjukkan spesimen dengan waktupenahanan 20 menit memiliki nilai kekerasan sebesar 195,05 VHN dan spesimen dengan waktu penahanan 40 menitmemiliki nilai kekerasan sebesar 184,92 VHN. Pada uji mikrografi, spesimen dengan waktu penahanan 40 menitmemiliki fasa ferrite yang lebih dominan dibandingkan spesimen dengan waktu penahanan 20 menit. Faktor waktupenahanan panas berpengaruh pada struktur ferrite dan pearlite yang juga mempengaruhi keuletan, ketangguhan, dankekerasan dari baja ST 60 yang diberi perlakuan panas.
Studi Rancang Drillship Perairan Laut Jawa Indonesia Dirga Nur Agnesa; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.038 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara didunia yang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah,kita sebagai warga indonesia harusnya turun berperan dalam proses ekplorasi terhadap kekayaan alam Indonesia khusunya minyak bumi, Drillship merupakan kapal yang memiliki kemampuan untuk ekplorasi minyak dengan keunggulan yang lebih dibandingkan dengan bangunan offshore lainya. Kemampuan Drillship diantaranya mampu berpindah-pindah tempat karena Drillship ini merupakan alat pengeboran minyak yang berbentuk kapal (kapal yang memiliki alat RIG/ pengeboran). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang Drillship yang mampu untuk membantu dalam proses ekplorasi minyak dan memiliki ukuran utama kapal yang sesuai dengan perairan Indonesia khususnya laut Jawa. Perancangan kapal dengan metode perbandingan, regresi menggunakan software SPSS untuk mendapatkan ukuran utama kapal, untuk pemodelan kapal menggunakan software Rhinoceros dan software Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LPP = 155,60 m, B = 28,10 m, H = 14,10 m, T = 8,56 m, Vs = 9 knot, DWT = 26793,1m.
STUDI PERANCANGAN KAPAL WISATA TRIMARAN HYBRID UNTUK PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA Natanael Martian Dwi Sunarto; Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.181 KB)

Abstract

Kegiatan pariwisata di Karimunjawa yang mulai meningkat harus didukung dengan fasilitas transportasi laut yang memadai. Sedangkan  ketersediaan energi fosil yang kian menipis, membuat harga bahan bakar fosil terus merangkak naik. Karena itu muncul ide untuk merancang  kapal yang dapat menggabungkan dua sumber energi yang berbeda, yaitu mesin diesel dan solar cell. Kapal yang seperti ini disebut dengan kapal hybrid. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan yang sesuai dengan mode hybrid yang akan dirancang.  Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah LOA =14 m, B= 7,94 m, H= 1,64 m, T= 0,75 m. Kapal ini menggunakan motor listrik 75 kW, dengan sumber generator 55 kW, solar cell 2 kW, dan baterai 12,6 kW. Dalam sistem hybrid, ada tujuh mode yaitu mode solar cell, baterai, generator, solar cell + baterai, solar cell + generator, baterai + generator, dan gabungan solar cell + baterai + generator.  Dalam proses analisa, mode hybrid dapat menggerakan kapal dengan kecepatan maksimal 10,86 knot dengan hambatan 6,24 kN dan membutuhkan daya sebesar 69,6 kW.
Analisa Keausan dan Kekerasan pada Material Baja SS316 Sebagai Bahan Komponen Crankshaft Mesin Kapal setelah Proses Carburizing Bismika Burhan; Sarjito Jokosisworo; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan permesinan pada kapal perlu dilakukan untuk mempertahankan kapal dalam kondisi laik laut, namun hal tersebut memerlukan biaya yang banyak. Pengeluaran biaya perawatan permesinan tersebut dapat berkurang apabila kualitas dari komponen permesinan itu sendiri sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekerasan dan keausan dari material baja SS316 baik sebelum dan sesudah melalui proses carburizing. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah baja SS316 baik sebelum dan sesudah melalui proses carburizing tersebut dapat digunakan sebagai bahan material untuk komponen permesinan crankshaft. Penelitian ini menggunakan metode Rockwell untuk pengujian kekerasan dan metode Ogoshi untuk pengujian keausan baja SS316 dan didapatkan hasil nilai kekerasan tertinggi baja SS316 tanpa proses Carburizing adalah 86.03 HRB sedangkan untuk nilai kekerasan tertinggi setelah Carburizing adalah 83.35 HRB, serta nilai keausan spesifik tertinggi baja SS316 tanpa proses Carburizing sebesar 2.143 x 10-8 mm/kgf, sedangkan nilai keausan spesifik tertinggi setelah Carburizing adalah 1.463 x 10-8 mm/kgf. Selain itu penelitian ini juga menggunakan tungku pemanas, karbon aktif serta Soda Abu (Na2CO3) sebagai katalis untuk proses carburizing material. Merujuk pada regulasi Lloyd’s Register yang tidak mengidentifikasikan standar minmal nilai keausan spesifik yang dibutukan, maka material baja SS316 baik dengan ataupun tanpa proses carburizing dapat digunakan sebagai material komponen carnkshaft.
STUDI RESPON FLOATING CAGE NET TERHADAP GAYA ARUS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Gunawan Gunawan; Ahmad Fauzan Zakki; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.575 KB)

Abstract

Kebanyakan para petani ikan memiliki kekhawatiran besar tentang daya tahan struktur budidaya laut dalam melawan gelombang badai dan arus. Dengan demikian, dinamika perilaku system jarring floating cage, telah menjadi topik yang sangat penting dalam penelitian dinamika struktur jarring dalam menerima beban terutama arus. Formulasi gaya drag yang disebabkan oleh sifat material, ukuran mata jaring, dan kecepatan. Model elemen hingga (FEM) penelitian jaring perlu dilakukan dalam budidaya perikanan dengan mengembangkan elemen jaring untuk mengatasi komputasi masalah interaksi dan karakteristik analisis dinamik struktur pada model jaring terhadap gaya eksternal seperti arus. Penelitian dilakukan dengan cara menghitung pembebanan total gaya arus pada jarring terhadap variasi kecepatan. Analisa menggunakan software berbasis elemen hingga MSC. Patran. Analisa yang digunakan dalam penelitian adalah Linier Static Analysis dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan struktur floating cage net setelah mengalami beban arus, karakteristik tegangan dan deformasi, serta letak tegangan terbesar pada floating cage net. Berdasarkan analisis perhitungan dengan program komputasi berbasis elemen hingga MSC. Patran diperoleh nilai tegangan dan deformasi terbesar terjadi pada kondisi pembebanan gaya arus sebesar 0.0030 N dengan angka displasment tegangan 6,66 E-5 Pa pada model floating cage net bentuk kotak, dan displasment tegangan terbesar terletak pada kedalaman 3 meter diukur dari permukaan air, serta tegangan 1,26 E-4 Pa pada model floating cage net bentuk silinder dan tegangan terbesar terletak pada kedalaman 3 meter dari permukaan air. Sedangkan untuk nilai deformasi terbesar yaitu 1,26 E-4 meter pada model floating cage net bentuk silinder dan 6,66 E-5 meter pada pada model floating cage net bentuk kotak.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Tabung Dengan Penambahan Heaving Plate Persegi Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Akhiruddin Akhiruddin; Eko Sasmito Hadi; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.747 KB)

Abstract

Akhir-akhir ini penelitian tentang energi terbarukan sangat banyak dilakukan oleh kalangan akademisi salah satunya yaitu energi listrik, tingginya kebutuhan listrik yang terus digunakan oleh masyarakat membuat beberapa perusahan listrik harus menambah kapasitas pembangkit, Salah satunya adalah pembangkit energi listrik dari gelombang air laut,dengan menggunakan ponton sebagai media untuk menghasilkan energi listrik yang diperoleh dari gerakan ponton diatas air akibat dari gelombang,dengan demikian perlu adanya studi tentang bagaimana gerakan dari ponton tersebut agar diperoleh hasil yang bagus dengan tujuan penelitian adalah mengetahui olah gerak ponton terbaik guna menghasilkan kinerja maksimal untuk pembangkit listrik tenaga gelombang.Olah gerak ponton diukur alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang, sensor MPU untuk mengetahui olah gerak, load cell untuk mengukur beban yang dihasilkan dan juga menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless).Nilai olah gerak ponton dengan penambahan heaving plate persegi dan variasi luas dari persegi tersebut diantaranya pitching dengan nilai tertinggi 18°, rolling dengan nilai tertinggi 4°, dan heaving dengan nilai tertinggi 56 mm, serta beban keatas senilai 116.3 gram
Pengaruh Variasi Bentuk Buritan Kapal Perintis 500 Dwt Terhadap Arah dan Nilai Wake Kapal dengan Mengunakan Metode CFD Tri Putra P Lumbantobing; Parlindungan Manik; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.096 KB)

Abstract

Dalam setiap aliran air pada badan kapal sampai ke buritan kapal, selalu terjadi wake / arus ikut (w) yang merupakan perbedaan antara kecepatan  kapal dengan kecepatan air yang melalui baling-baling. Wake pada kapal dapat juga terjadi karena pengaruh lambung kapal itu sendiri (dimana air akan mengalir menuju buritan dan membentuk arus). Mengacu pada wake / arus ikut (w) kapal, perhitungan nilai wake  kapal saat beroperasi juga penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida serta besarnya kecepatan kapal yang diinginkan dan akhirnya berpengaruh pada nilai ekonomis suatu kapal pada saat beroperasi.Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menghitung arah dan nilai wake kapal serta membandingkan arah dan nilai wake setelah dilakukan variasi bentuk buritan kapal. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung nilai wake/arus ikut kapal menggunakan model 3D pada berbagai variasi bentuk buritan menggunakan CFD yang terdiri dari bentuk V,Epipidiumdan Segilima dengan displacement yang sama. Variasi yang dilakukan adalah dengan membandingkan 3 model variasi buritan dengan kapal sebelum modifikasi,dengan mengambil nilai Wake paling kecil. Berdasarkan hasil analisa kecepatan aliran dan nilai wake pada model Segilima adalah model yang  memiliki nilai wake terkecil sebesar 0,23377 dengan selisih berkurang 28,5936% dari model kapal sebelum modifikasi dan nilai Va sebesar 0,6666 m/s dengan selisih bertambah 13,9176% dari model sebelum modifikasi.
Studi Karakteristik Seakeeping Kapal Ikan Tradisional dan Modern Nanang Zarma; Ahmad Fauzan Zakki; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1761.674 KB)

Abstract

Kapal yang digunakan oleh nelayan Indonesia dalam kegiatan menangkap ikan mayoritas menggunakan kapal ikan tipe tradisional. Desain kapal tradisional merupakan hasil pembelajaran dari alam, sehingga tidak ada perencanaan dan perhitungan desain plaining yang baku sebelum kapal itu dibangun. Kemampuan olah gerak kapal (seakeeping) merupakan salah satu aspek penting pada sebuah kapal. Hal ini berkaitan dengan gerakan kapal yang merupakan respon dari gaya-gaya luar yang bekerja pada kapal. Gerakan yang ditimbulkan akan mempengaruhi kenyamanan (seasickness) terhadap awak kapal, serta berpengaruh pula terhadap keselamatan kapal. Data yang ada belum ada membuktikan kapal ikan tradisional mempunyai seakeeping yang lebih baik daripada kapal ikan modern. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini difokuskan pada karakteristik seakeeping pada kapal ikan tradisional dan modern dengan penerimaan karakteristik seakeeping kapal ikan yang sudah ada dan analisa menggunakan metode strip teory. Berdasarkan hasil evaluasi dari karakteristik yang analisa kapal tradisional memiliki karakteristik serupa dan peforma kapal tradisional tradisional khususnya kapal ikan banyuwangi tidak kalah dengan kapal kapal modern.
Desain Passive U-Tube Tank Pada Anchor Handling Tug/Supply Vessel Guna Menurunkan Rolling Kapal Menggunakan Variasi Lebar Saluran Alif Fadhilah; Ahmad Fauzan Zakki; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.501 KB)

Abstract

Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah kapal khusus yang berfungsi untuk menangani pemasangan jangkar untuk buoy ataupun untuk mengangkat jangkar dan juga untuk inspeksi rantai sampai pada jangkar yang di dalam laut serta menyuplai logistic serta peralatan yang dibutuhkan selama proses eksplorasi. Kapal jenis ini harus memenuhi persyaratan laik laut yang optimum, aman dalam olah gerak, dan mempunyai kekuatan yang sangat baik. Sehingga mampu menghasilkan olah gerak yang lincah, aman, mudah dioperasikan dan memiliki ketahanan pada kondisi ekstrim sekalipun. Maka dari itu, untuk mengurangi rolling yang terlalu besar dilakukan analisa penggunaan Passive U-Tube Tank terhadap Kapal AHTS dengan menggunakan variasi lebar saluran. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan software berbasis CAD yang kemudian dilakukan analisis perhitungan momen peredam untuk mendapatkan nilai Additional Damping yang mana digunakan untuk  peredam tambahan pada analisis gerakan rolling kapal menggunakan software berbasis CFD. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapal dengan penambahan passive tank  variasi 3 memiliki respon momen redam dan Additional Damping yang paling baik dan dapat mengurangi nilai RMS Rolling kapal sebesar 11,9% dengan nilai RMS Rolling sebesar 0,37 Deg.
PEMBUATAN APLIKASI PERANCANG LINES PLAN DENGAN METODE DIAGRAM NSP (NEDERLANDSCH SCHEEPBOUWKUNDIG PROEFSTATION) BERBASIS MACRO VBA MS. OFFICE EXCEL DAN PENDEKATAN B-SPLINE UNTUK MEMPERMUDAH PROSES PERANCANGAN KAPAL Khoirul Anam; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.256 KB)

Abstract

Lines plan merupakan suatu gambar desain kapal yang sangat penting, dimana dari gambar lines plan ini akan sangat berpengaruh terhadap gambar-gambar desain kapal lainnya seperti rencana umum, konstruksi profil, konstruksi melintang, stabilitas dan gambar-gambar lainnya. Dalam perancangan lines plan diperlukan perhitungan matematis yang cukup rumit dan tentu saja memakan waktu yang relatif lama sehingga akan berpengaruh dalam produksi sebuah proses desain kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah aplikasi komputer yang dapat membantu proses perancangan lines plan sehingga dapat menjadi solusi yang murah dan efisien waktu. Proses perancangan kapal dilakukan dengan metode diagram NSP dan kapal pembanding untuk menentukan bentuk badan kapal. Pembuatan aplikasi menggunakan fitur macro VBA  pada Ms. Office Excel untuk pemrograman dan desain interface-nya, software Delftship v8.09 untuk permodelan 3D kapal hasil perancangan dan software Autocad sebagai media untuk penggambaran hasil perancangan lines plan kapal. Dengan menginput data ukuran utama kapal yang akan dirancang sistem akan secara otomatis menampilkan data hasil perhitungan perancangan lines plan berupa tabel offset CSA dan Bodyplan beserta grafiknya. Selain itu pengguna juga dapat melihat hasil gambar perancangan lines plan dengan software Autocad yang telah terintegrasi dengan aplikasi ini. Dengan adanya aplikasi perancangan lines plan ini diharapkan dapat mempermudah pengguna dalam merancang sebuah lines plan kapal sehingga proses desain kapal dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Page 10 of 80 | Total Record : 797