cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
STUDI PENERAPAN FASILITAS GEDUNG PARKIR MASSAL DI WILAYAH KAMPUS UNDIP TEMBALANG Umi Nutriandini; Bambang Susantono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.319 KB)

Abstract

Manajemen parkir merupakan strategi yang mendorong penggunaan efisien terhadap fasilitas parkir yang ada. Manajemen parkir yang tepat akan mengurangi kebutuhan perjalanan jauh, mengurangi jumlah perjalanan pendek, dan juga memicu perpindahan moda yang ramah lingkungan(Rye, 2011).Kampus Undip Tembalang belakangan ini sedang gencar mengusung tema pembangunan kampus berkelanjutan, yaitu “Green Campus“. Namun pada kenyataannya, telah terjadi peningkatan penggunaan kendaraan pribadi yang mengakibatkan berkurangnya kinerja jalan, menurunnya kualitas udara, serta menuntut areal parkir yang lebih luas lagi dari sebelumnya. Melalui penelitian ini, ditawarkan sebuah konsep pembatasan kendaraan pribadi bagi warga kampus dengan menciptakan fasilitas park and ride berupa gedung parkir massal. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana probabilitas kesediaan dari warga kampus untuk menggunakan fasilitas tersebut. Berdasarkan analisis regresi logistik, ditemukan bahwa terdapat perbedaan variabel yang berpengaruh terhadap probabilitas kesediaan antar kelompok responden. Kesediaan warga kampus juga sudah cukup besar akan hal tersebut dengan berbagai pertimbangan yang berbeda pada masing-masing kelompok responden. Hal lain yang dapat dipelajari melalui penelitian ini adalah bahwa masalah utama yang ditimbulkan dari kendaraan pribadi adalah kebutuhan terhadap lahan parkir.Dari semua hasil analisis diharapkan dapat memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh mengenai karakteristik warga Kampus Undip Tembalang dalam menanggapi isu transportasi kampus khususnya manajemen perparkiran.
Kajian Perubahan Aktivitas Dan Pemanfaatan Lahan Kampung Sukajadi Terkait Keberadaan Taman Wisata Lembah Hijau Bandar Lampung Wiko Primadana; Bitta Pigawati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.772 KB)

Abstract

Taman Wisata Lembah Hijau Kampung Sukajadi stood since year 2007 and conducive to tourist have an effect on to regional growth about. activity in Lembah Hijau really enough race growth of economic sector supporting tourism activity affecting farm exploiting and activity socialize Kampung Sukajadi, the change generate problem for Kampung Sukajadi area that is different farm exploiting and activity friction from previous function where Kampong Sukajadi representing rural area mostly its farm exploiting used as by a plantation area not yet can place farm exploiting and activity changing very fast effect of Lembah Hijau. This study aimed to assess changes in the activity and land use in Kampung Sukajadi related to the existence of Green Valley, Bandar Lampung. This study used quantitative descriptive and cross tabulation analysis (crosstab). Based on the results of the study, known changes in the activity of an increasing number of actors in the field of trade in services is quite high compared to the time before the existence of the Park Green Valley. While the plantation settlement activity and decreased the number of perpetrators of activity compared to the prior existence of these attractions. The highest land use changes that occurred in the village of Sukajadi related to the existence of the Park Green Valley namely plantation land use changes into land-use trade and service area of 11, 47 ha. Factors affecting changes in land use and activity that tourists jumla and service facilities.
PERILAKU PERJALANAN RUMAH TANGGA PENGGUNA SEPEDA MOTOR YANG TINGGAL DI KAWASAN PUSAT KOTA (STUDI KASUS: KECAMATAN SEMARANG TENGAH) Kefas Radito Umbu Saki; Okto Risdianto Manullang; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.913 KB)

Abstract

Kawasan pusat kota adalah kawasan yang menempati lokasi sentral dengan jarak relatif dekat dengan lokasi aktivitas serta fasilitas yang ada dan dapat diakses dengan jaringan pelayanan angkutan umum, sehingga angka penggunaan kendaraan pribadi khususnya bagi penduduk yang tinggal di dalamnya dapat berkurang (Naess, 2005), namun kondisi tersebut tidak ditemui di Kota Semarang, di mana angka penggunaan sepeda motor cenderung tinggi yang ditunjukkan dengan angka ratio kepemilikan sepeda motor yang tinggi. Fenomena tersebut patut dicermati dari skala paling kecil yaitu rumah tangga sebagai pelaku utama pergerakan, dengan mengidentifikasi karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor yang tinggal di kawasan pusat kota, di mana hal tersebut menjadi tujuan dari penelitian ini. Karakteristik perilaku perjalanan tersebut dikaitkan dengan aspek spasial, sosial-demografi, ekonomi, serta alokasi waktu aktivitas dan pola pergerakan. Berdasarkan hasil analisis dan temuan studi, diketahui bahwa suami dan istri memiliki perilaku perjalanan yang berbeda. Pergerakan suami lebih banyak dilakukan untuk kegiatan bekerja, sedangkan istri lebih banyak berperan dalam aktivitas rumah tangga. Selain itu, perilaku perjalanan rumah tangga pada saat hari kerja dan akhir pekan juga berbeda, di mana variabel yang paling mempengaruhi perilaku perjalanan pada hari kerja adalah aktivitas harian yaitu mengantar anggota keluarga, sedangkan pada saat akhir pekan, lebih dominan dipengaruhi oleh variabel aktivitas non-harian seperti rekreasi, jalan-jalan,dan mengunjungi kerabat. Usulan berdasarkan hasil penelitian ini adalah terkait pengambilan kebijakan oleh pemerintah mengenai isu transportasi, seperti kebijakan subsidi bahan bakar minyak dan penyediaan angkutan umum, yang perlu dikaji berbasis pada aktivitas atau perilaku perjalanan rumah tangga, sehingga kebijakan yang ditetapkan dapat sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain itu, juga diperlukan upaya dari pemerintah untuk membatasi penggunaan kendaraan sepeda motor khususnya di kawasan pusat kota.
KEBERADAAN MODA TRANSPORTASI UMUM TIDAK BERMOTOR DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS PARIWISATA DI KAWASAN MALIOBORO, YOGYAKARTA Yuliana Trisnawati; Broto Sunaryo
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.637 KB)

Abstract

Keberadaan moda kendaraan tidak bermotor saat ini sudah semakin menghilang dan tergeser oleh kendaraan bermotor yang dirasa lebih efisien dan efektif dalam melakukan perjalanan ke suatu tempat. Perubahan fungsi kadangkala terjadi dimana kendaraan tidak bermotor sudah tidak lagi menjadi transportasi umum namun beralih peran menjadi transportasi wisata yang menjual daya tarik wisatawan terhadap kendaraan kuno yang sudah jarang ditemui. Kawasan wisata Malioboro merupakan salah satu tempat wisata di Kota Yogyakarta yang hingga kini masih menjadi tempat keberadaan transportasi umum tidak bermotor seperti becak dan delman. Keberadaannya juga tidak lepas dari adanya aktivitas wisata di kawasan tersebut yang menjadikan kendaraan tidak bermotor sebagai primadona bagi wisatawan. Fenomena yang demikian menarik untuk diteliti, dengan pertanyaan penelitian: Seberapa besar keberadaan moda transportasi umum tidak bermotor dalam mendukung aktivitas wisata di kawasan Malioboro? Hal ini penting dalam mempertahankan keberadaan moda kendaraan tidak bermotor ditengah-tengah tingginya penggunaan kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keberadaan transportasi umum tidak bermotor di sekitar kawasan wisata Malioboro dalam mendukung aktivitas pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan data di kumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan informan yang dipilih melalui teknik penelitian sampel snowbal sampling untuk tukang becak dan tukang andong, accidental sampling untuk wisatawan dan sensus untuk pengelola toko souvenir. Hasil akhir dari penelitian ini bahwa keberadaan moda transporatsi umum tidak bermotor di Malioboro masih dipertahankan sebagai daya tarik bagi wisatawan melalui berbagai upaya peningkatan baik dari kualitas, kemampuan, kelayakan sehingga mampu menjadi daya dukung bagi aktivitas pariwisata di Malioboro
Dampak Pembangunan Perumahan Graha Candi Golf di Kota Semarang Iswahyudi Anton Setiawan; Bitta Pigawati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.984 KB)

Abstract

Semarang as the capital of Central Java is a metropolitan city whose population continue to grow so that the needed land for activity also increases. One of the problem occurred in rapidly growing urban areas is the demand for human settlement with well-maintained environmental conditions compatible with their allocation and sustainable. Graha Candi Golf elite and semi cluster residential area located in Semarang. The development process of Graha Candi Golf residential is now expanding and equipped with adequate facilities. The purpose of this study is reviewing the Impact of Housing Development of Graha Candi Golf using descriptive method with a spatial approach. The result of this research shows that there are direct positive impacts on the community related to the physical condition of the environment, such as the accessibility. At the sametime the development of Graha Candi Golf also has negative impacts, the decreasing of clean water availability and the quality of water sources. Another benefit that can be felt by the public is the increase of job opportunities to increase family income.
ARAHAN PERANCANGAN RUANG PUBLIK DENGAN PENDEKATAN KONSEP RIVERFRONT DI SUNGAI TUNTANG KABUPATEN DEMAK Ilman Naafi’aa; Nurini Nurini
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.818 KB)

Abstract

Ruang publik pada dasarnya merupakan sarana bagi masyarakat untuk berinteraksi, kesempatan untuk meningkatkan ekonomi, serta menambah unsur estetika lingkungan. Kabupaten Demak sangat lekat sejarah karena terdapat Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, sehingga Pemerintah Daerah Demak membuat branding Demak Kota Wali agar dapat mengenang sejarah Kerajaan. Sungai Tuntang merubakan saksi bisu sejarah yang pernah terjadi di Demak, Sungai yang pernah menjadi jalur pelayaran dan sumber kehidupan tersebut kini menyempit hingga 7 meter dan sedang dibangun taman oleh pemerintah daerah di sempadan sungai tersebut. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan pada konsep taman yaitu legenda Baru Klinting, Jaka Tingkir, sebagai jalur perdagangan dan lainnya. Tujuan penelitian dan perencanaan ini adalah untuk menciptakan rencana desain ruang publik di Sungai Tuntang dengan konsep The LegendsRiverfront Public Space yang sesuai dengan peran ruang publik yaitu dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam menunjang peningkatan interaksi sosial, meningkatkan ekologi kawasan perencanaan, serta dapat menambah sebuah ikon sejarah Kerajaan Demak.dan menguatkan branding Demak Kota Wali. Metode penelitian menggunakan metode campuran, teknik sampling dalam pengumpulan data  yaitu dengan purposif untuk  mewawancarai stakeholder terkait secara mendalam, dan wawancara kepada pengunjung menggunakan sampling insidental, selain itu pengumpulan data lainnya dilakukan dengan telaah dokumen dan observasi lapangan. Dalam mencapai perancangan sesuai yang diharapkan maka dibutuhkan metode campuran dan pengolahan data secara deskriptif kualitatif pada penelitian aspek fisik dan non fisik, pada perancangan juga menggunakan deskriptif kualitatif pada analisis aktivitas dan kebutuhan ruang, tapak, perancangan kota, kriteria terukur, dan  kriteria tak terukur yang menghasilkan tiga desain selanjutnya diproses dengan menggunakan metode kuantitatif AHP oleh para ahli. Produk yang dihasilkan adalah desain siteplan Taman Kali tuntang Lama yang telah mengakumulasi kebutuhan seluruh stakeholder dan paling aplikatif untuk di implementasikan serta dapat memperkuat branding Demak Kota Wali dengan konsep legenda yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Demak.
Penilaian Kualitas Kampung Hijau Rawajati Sebagai Kampung Ramah Lingkungan Yang Berkelanjutan Nadhira Rizky Yanti; Nany Yuliastuti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.887 KB)

Abstract

awajati Green Village needs to be supported by good quality housing.Functioning Maintenance of housing infrastructure can improve environmental qualityand sustainability of settlements. This research is to assess the quality of Rawajati GreenVillage in an environmentally friendly village concept. After receiving the Kalpataruaward at the DKI Jakarta Provincial level in 2006, can this rawajati green village be ableto support ecological aspects in environmental management. This study uses aquantitative method with descriptive and weighting statistical analysis with a LikertScale. Data was collected through questionnaires for 90 households, interviews withrelevant stakeholders, and field observations. The results of the study on the socialconditions of the community, the economic conditions of the community, relations, andthe ecological settlement environment can be seen that the quality of Kampung HijauRawajati as an environmentally friendly village has not yet fully led to sustainablesettlements. Where the sustainability of Rawajati Green Village is in the moderatecategory with a score of 2.19.
PENENTUAN PRIORITAS RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN SERENGAN KOTA SURAKARTA Bayu Setiawan; Bitta Pigawati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1449.873 KB)

Abstract

Pemanasan global saat ini menjadi permasalahan yang menarik untuk dikaji. Setiap kota memiliki pencemaran udara paling banyak dibandingkan daerah sekitarnya. Pencemaran udara ini diakitbatkan adanya pemakaian kendaraan bermotor, industri maupun rumah tangga. Pencemaran udara mempengaruhi kualitas tingkat kenyamanan suatu daerah. Ruang terbuka hijau semakin berkurang dan prioritas adanya ruang terbuka hijau sangat dibutuhkan. Kota Surakarta merupakan salah satu kota berkembang di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis prioritas Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Serengan Kota Surakarta sehingga mengurangi polusi udara dan menjaga tingkat kenyamanan permukiman. Metode yang digunakan metode diskripsi kuantitatif atau skoring dengan beberapa parameter antara lain: penggunaan lahan, kepadatan bangunan, kerapatan vegetasi, suhu dan kelembaban, dan jarak antar jalan utama yang membedakan banyak sedikitnya polusi udara. Hasil analisis berdasarkan variabel penentu prioritas ruang terbuka hijau menggunakan metode skoring di hasilkan skor total dengan skor tertinggi adalah 24 dan terendah adalah 10. Skor total dikelaskan menjadi 5 kelas yaitu sangat tidak diprioritaskan, tidak diprioritaskan, sedang, diprioritaskan dan sangat diprioritaskan. Prioritas ruang terbuka hijau Sangat diprioritaskan di Kecamatan Serengan terdapat pada kondisi kepadatan bangunan yang sangat padat, vegetasi sangat jarang dan penggunaan lahan adalah perdagangan dan jasa, di sekitar Jalan Veteran dan Jalan Honggowongso yang melalui Kelurahan Danukusuman, Kelurahan Kemlayan dan Kelurahan Serengan.
KAJIAN MORFOLOGI PUSAT KOTA PURWOREJO Zain Fatehatul Mahawani; Soegiono Soetomo
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.958 KB)

Abstract

Pusat Kota Purworejo merupakan salah satu pusat kota yang masih menyimpan bentuk lamanya sebagai pusat kota Jawa. Perkembangan kota dan urbanisasi yang terjadi di pusat kota belum banyak merubah morfologi pusat kota, terlihat daristruktur kotanya yang terbentuk dari pola jalan, dan juga letak bangunan-bangunan kuno yang masih banyak berdiri di dalam pusat kota. Meskipun demikian, perkembangan yang terjadi tersebut berpotensi untuk mengubah artefak morfologi dan merusak warisan sejarah arsitektur kota. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, serta menentukan konsep pengembangan yang tepat untuk Pusat Kota Purworejo. Dari penelitian diketahui bahwa keutuhan pusat kota sebagai pusat kota Jawa yang terbangun pada masa penjajahan Belanda dan membentuk historic urban area merupakan karakteristik utama yang sekaligus juga menjadi kekuatan untuk pusat kota. Kekuatan tersebut yang menjadi dasar dalam penyusunan konsep dasar pengembangan pusat kota sebagai “Purworejo Heritage Area”.
KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI PENOPANG KAWASAN MIXED USE PADA KORIDOR JALAN FATMAWATI SEMARANG Bagas Harta Kusuma; Wakhidah Kurniawati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.735 KB)

Abstract

Jalan Fatmawati merupakan koridor jalan arteri sekunder dengan fungsinya sebagai kawasan campuran atau mixed use area. Jalan Fatmawati didominasi oleh perdagangan dan jasa, sedangkan fungsi bangunan lainnya adalah perkantoran, sekolahan, dan pemukiman. Untuk menopang berbagai fungsinya tersebut, maka dibutuhkan sarana untuk memberikan kenyaman bagi masyarakat, salah satunya adalah ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) baik pada ruang publik maupun privat. Oleh karena itu muncul research queation, bagaimana ketersediaan ruang terbuka hijau sebagai penopang kawasan mixed use pada koridor Jalan Fatmawati? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengkaji ketersediaan ruang terbuka hijau sebagai penopang kawasan mixed use pada koridor Jalan Fatmawati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis kuantitatif dan normatif. Objek penelitian ini meliputi RTH ruang publik dan privat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ketersediaan pada lahan publik sangat kurang seperti tidak adanya ruang hijau sebagai barrier jalan dan ruang hijau untuk fungsi sosial atau interaksi masyarakat seperti taman kota, sehingga fungsi ruang terbuka hijaunya tidak optimal dalam menopang kawasan campuran. Rekomendasi dari penelitian ini adalah penyediaan ruang terbuka hijau lebih memperhatikan fungsi-fungsi bangunan yang ada, penyediaan ruang terbuka hijau disediakan oleh pemerintah khususnya lebih kepada fungsi sosial dan ekologis.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue