cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Daya Tarik Taman Widya Puraya Universitas Diponegoro Sebagai Taman Aktif Oleh Masyarakat Umum Aditya Mula Kurniawan; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.929 KB)

Abstract

Widya Puraya Park is a public space that owned by Universitas Diponegoro. Widya Puraya Park used as an open space for all ceremonial activity of Diponegoro University. Widya Puraya park is located in front of Widya Puraya building in Diponegoro University. But, as time goes by, Widya Puraya Park used also by the people who lived around Diponegoro University. The Park now also used as a recreation park by the people. Widya Puraya Park has something that could attract people to come. Researcher feel the need for identification about the attraction of Widya Puraya Park measured by visitor’s perceptions, also the correlation between the attraction and quality of Widya Puraya Park. The purpose of this research is to measure the attraction of Widya Puraya Park. The approach of this research is quantitative approach with crosstab analysis. This research uses quantitative descriptive analysis technique. The result of this research shows that the variables that have correlation with the quality of the park is visual attraction with visual quality of the park, amenities attraction with visual quality, amenities attraction with amenities quality and activity attraction. Based on crosstab analysis, the quality of Widya Puraya Park that attract people to come are visual quality and amenities quality. In other words, the society who lived around Diponegoro University come to Widya Puraya Park because of interested in the visual quality and amenities of Widya Puraya Park.
POLA PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR BERSIH OLEH MASYARAKAT SEBAGAI ANTISIPASI DAMPAK SALINISASI DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN JEPARA (STUDI KASUS KELURAHAN BULU, KELURAHAN KAUMAN, KELURAHAN JOBOKUTO DAN KELURAHAN UJUNGBATU) Rahajeng Pramushinto; Samsul Ma’rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.772 KB)

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi fenomena umum yang kian lama menjadi ancaman bagi keberlangsungan lingkungan hidup atau hidup masyarakat (Lapan, 2009). Salah satu akibat dari perubahan iklim di wilayah pesisir yang menjadi permasalahan adalah peningkatan salinitas (meningkatnya kadar garam pada air-air tanah). Salinisasi juga terjadi di Kelurahan Bulu, Kelurahan Kauman, Kelurahan Jobokuto dan Kelurahan Ujungbatu Kecamatan Jepara yang mengakibatkan jumlah air bersih di kawasan ini semakin berkurang disisi lain terdapat  keterbatasan kemampuan masyarakat secara ekonomi sehingga semakin mempersulit akses terhadap air bersih. Atas dasar permasalahan tersebut maka muncul research questions: “Bagaimana pola pemanfaatan sumber daya air bersih oleh masyarakat sebagai antisipasi dampak salinisasi di wilayah pesisir Kecamatan Jepara?”. Mengacu pada research question tersebut kemudian dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengkaji pola pemanfaatan sumber daya air bersih oleh masyarakat sebagai antisipasi dampak salinisasi di wilayah pesisir Kecamatan Jepara dengan aspek fisik, aspek lingkungan dan aspek masyarakat sebagai landasan dalam penelitian.Penelitian dilakukan dengan tahap-tahap analisis meliputi (1) analisis jenis penggunaan dan tipe pemanfaatan sumber daya air wilayah pesisir Kecamatan Jepara, (2) Analisis dampak negatif salinisasi terhadap sumberdaya air, (3) Analisis upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, (4) Analisis alternatif sumber air bersih di wilayah studi, dan (5) Analisis pola pemanfaatan sumber daya air wilayah pesisir. Dari tahapan analisis tersebut ditemukan hasil bahwa terdapat tiga pola pemanfaatan sumber daya air bersih yaitu pola pemanfaatan dengan kondisi kebutuhan air bersih tercukupi, pola pemanfaatan dengan kondisi kebutuhan air bersih tercukupi dengan syarat dan pola pemanfaatan dengan kondisi kebutuhan air bersih belum tercukupi dimana pada masing-masing pola pemanfaatan memiliki upaya dan alternatif dalam mencukupi kebutuhan air bersih. Upaya yang dilakukan antara lain efisiensi dan efektifitas dalam pemanfaatan, pengendalian air tanah berlebih dan upaya konservasi sumber air, sedangkan alernatif yang dapat dilakukan antara lain dengan penggunaan teknologi reverse osmosis, distilator surya dan pemanenan air hujan.
Tingkat Efektivitas Sistem Peringatan Dini Banjir di Sepanjang Sungai Ciliwung (Studi Kasus: Kebon Baru, Kampung Melayu, Bukit Duri, dan Bidara Cina Kevin Thrustinadi Wibowo Wuri; Parfi Khadiyanta
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.776 KB)

Abstract

The Ciliwung River is one of the rivers that routinely causing flood in its area, which has an impact on property and life losses. But in order to reduce the impact caused, the government cooperated with several other parties to take precautionary and preparedness measures, one of which was the existence of an early warning system. The effectiveness of the flood early warning system in the Ciliwung River was assessed using four variables, namely knowledge about flood risk, monitoring and flood early warning services, dissemination and communication of flood early warning systems, and the ability to respond. The assessment of the effectiveness of the early warning system was carried out in four villages, Kebon Baru, Kampung Melayu, Bidara Cina, and Bukit Duri, which represented an early warning system on the Ciliwung River. Scoring results found that the flood early warning system in the Ciliwung River was effective because the average scoring of each question was 2 and 3 which indicated that the existing early warning went well with the support of the government, the community, other parties and the support of equipment and good technology.
KARAKTERISTIK SEKTOR INFORMAL PADA KEREA REL LISTRIK (KRL) EKONOMI (RUTE: JAKARTA-BOGOR) Bagus Widihandoko; Muhammad Mukti Alie
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 4 (2013): November 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.016 KB)

Abstract

Sektor informal di Indonesia terjadi karena urbanisasi. Sektor informal banyak muncul di daerah yang berpotensi melahirkan permintaan akan suatu barang yang tinggi. Salah satu tempat yang memiliki permintaan akan suatu barang yang tinggi adalah di kereta rel listrik (KRL). Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara insidental dengan metode multistage sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, jumlah pendapatan dan distribusi barang dagangan yang berhubungan dengan sektor informal di di kereta rel listrik (KRL). Hasil dari tugas akhir adalah mengetahui karakteristik sektor informal pada kereta rel listrik (KRL) ekonomi rute Jakarta-Bogor. Pelaku sektor informal bersifat mobile atau selalu berpindah-pindah dan mengunakan pikulan dan kereta dorong. Pola pergerakan dari pelaku sektor informal juga dapat dilihat terbagi menjadi tiga, yaitu pedagang yang berjualan antara stasiun Jakarta Kota hingga manggarai, Stasiun Depok baru hingga Bogor dan pelaku sektor informal yang berdagang di sepanjang rute antara stasiun Jakarta kota hingga Bogor.
KETERKAITAN ANTAR DESA MELALUI AKTIVITAS AGRIBISNIS DAN INDUSTRI PERDESAAN DI KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA Aditia Madya Kusuma; Samsul Ma’rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.062 KB)

Abstract

Kecamatan Welahan yang termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Jepara yang memiliki kebijakan penataan ruang sebagai kawasan agroindustri dan kawasan peruntukkan industri yang tercantum dalam Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Jepara Tahun 2011-2031. Sektor pertanian dan industri di Kecamatan Welahan kurun waktu 2007-2012 menjadi penyumbang terbesar PDRB kecamatan. Kecamatan Welahan merupakan tipikal kawasan perdesaan di wilayah perbatasan yang memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Keragaman potensi yang ada pada masing-masing desa, perlu dikaitkan untuk menunjang aktivitas ekonomi. Maka hubungan dua atau lebih desa dalam aktivitas ekonomi akan dijadikan sebuah keterkaitan, baik dalam agribisnis maupun industri sebagai pemenuhan kebutuhan dalam peningkatan ekonomi lokal untuk pertumbuhan dan perkembangan kawasan perdesaan.Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keterkaitan antar desa melalui aktivitas agribisnis dan industri perdesaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan obyek penelitian aktivitas agribisnis dan industri yang ada di seluruh desa Kecamatan Welahan. Proses analisis secara bertahap yaitu identifikasi potensi dan permasalahan yang diikuti dengan analisis peran desa sebagai penghasil komoditas/produk. Selanjutnya menganalisis peluang produk turunan serta mengkaji jalur dan lembaga pemasaran yang dilalui. Serta pada akhirnya dilakukan analisis hubungan keterkaitan desa dalam agribisnis dan industri.Hasil dari penelitian merupakan kondisi hubungan desa dalam lingkup kecamatan, terdapat keterkaitan ekonomi dalam aspek produksi, distribusi, dan konsumsi antar desa sebagai representasi peran dan hubungan masing-masing desa dalam kesatuan wilayah kecamatan sebagai sentra input, produksi, dan pasca produksi yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Serta dapat menjaga kestabilan aktivitas produksi masing-masing desa. Aktivitas agribisnis merupakan aktivitas dominan di Kecamatan Welahan, sedangkan untuk sektor yang paling dominan adalah sektor proses dalam kedua aktivitas tersebut.
KAJIAN PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK AKIVITAS PERDAGANGAN DI KORIDOR KAUMAN KOTA SEMARANG Priyanto Wisnu W; Rina Kurniati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.666 KB)

Abstract

Kampung Kauman sebagai salah satu kampung kota yang memiliki sejarah di kota Semarang telah mengalami perkembangan yang pesat, hal ini dapat dilihat dari adanya jumlah bangunan fisik yang menyebabkan adanya suatu pola ruang dan aktivitas yang ditimbulkan, seperti pada kawasan Kampung Kauman yang sebagian besar tumbuh dalam suatu kawasan ditengah kota yang menimbulkan berbagai aktivitas didalamnya. Aktivitas yang timbul pun sangat beragam, salah satunya adalah aktivitas perdagangan. Layaknya di kampung Pecinan, di Kampung Kauman terdapat pula beberapa jenis aktivitas perdagangan yang sudah ada sejak lama, keadaan ini diperjelas dengan adanya jenis aktivitas perdagangan yang merupakan kegiatan usaha keluarga yang sudah menjadi turun temurun sejak lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali, mengumpulkan serta mengidentifikasi permasalahan yang ada serta merumuskan permasalahan tersebut untuk memperoleh solusi yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Ruang Pedestrian pada Lahan Privat Kawasan Kampung Kauman. Hasil analisis yang telah dilakukan terhadap 3 variabel yang meliputi variabel perkembangan kampung Kauman sebagai embrio kota Semarang, variabel karakteristik kawasan secara fisik, menggunakan beberapa analisis dalam teori perancangan kota, dan variabel non fisik yang meliputi karakteristik aktivitas masyarakat koridor Kauman secara khusus dan kawasan kampung Kauman secara umum dan kampung Kauman sebagai kampung Islam di kota Semarang. Dalam proses analsis yang dilakukan penulis menemukan beberapa karakteristik seperti perkembangan kampung Kauman merupakan embrio dan cikal bakal kota Semarang dan perkembangan aktivitas perdagangannya masih turun temurun dari keluarga. Karakteristik fisik dan non fisik kawasan ditentukan dengan adanya Masjid Agung Kauman sebagai poros maupun pusat dari keteraturan bangunan dan aktivitas masyarakat Kauman. Karakteristik lain dari kampung Kauman adalah sebagai kampung santri atau kampung Islam dengan budaya perkembangan dan penyebaran agama Islam yang masih begitu kental didalamnya serta didukung oleh beberapa karakteristik fisik dan non fisik yang berhubungan erat dengan agama Islam yang ada di kampung Kauman kota Semarang.
PENGARUH GENANGAN BANJIR ROB TERHADAP DINAMIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN BANDARHARJO, SEMARANG Nita Septiani Pratikno; Wiwandari Handayani
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.97 KB)

Abstract

Perubahan iklim telah mengubah proses alam khususnya pola cuaca. Salah satu isu yang berkembang adalah perubahan iklim dapat menyebabkan bencana pada kota-kota pesisir seperti banjir, kenaikan permukaan air laut, penurunan permukaan tanah, maupun masuknya air laut ke wilayah daratan. Bencana banjir rob yang terjadi di Kelurahan Bandarharjo berdampak pada kerusakan kondisi fisik dan lingkungn. Kerusakan tersebut dikhawatirkan juga akan berpengaruh pada aktivitas sosial ekonomi masyarakat  yang ada di dalamnya. Oleh karena itu tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh genangan banjir rob terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Bandarharjo. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan analisis tabulasi silang. Dari hasil analisis diketahui bahwa terdapat hubungan keterkaitan antara keduanya. Kondisi genangan yang semakin tinggi dan waktu genangan yang lama berpengaruh terhadap aktivitas  sosial ekonomi masyarakat. Peningkatan angka perpindahan penduduk karena waktu genangan yang semakin lama, kondisi kesehatan masyarakat yang semakin menurun, aktivitas mata pencaharian yang terganggu, dan tingkat pendapatan yang tidak stabil. 
Perwilayahan Pariwisata Di Kabupaten Semarang Dengan Model Titik Pusat Titi Ariyati; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2003.526 KB)

Abstract

Tourism uniqueness and diversity in a region affect tourism development of that region. One of the suitable developing strategy for a region which has a lot of tourist attractions is a tourism regionalization. Tourism regionalization means dividing tourism regions which has potential, and then make it into a tourism destination. Tourist attraction in Semarang Regency can be classified into 8 types which is nature, cultural, historical, man made, pilgrim, industrial, sports, and culinary. This research aims to describe tourism potential of Semarang Regency and arrange tourism regions with Mean Centre Model as one of developing strategy in Semarang Regency. Tourism regionalization expected to improve all of the tourism potential in order to make them developing together. The research question is how the tourism potential in Semarang Regency and how to develop them based on tourism regionalization which is suitable for tourism in Semarang Regency to make it develop optimally?. Regionalization can be done by reviewing types and potential level of tourist attraction, deciding tourist attraction hierarchy, and arrange tourism regionalization with Mean Centre Model. Methods in this research are Delphi method and Mean Centre method. Delphi method used to decide types, potential level, and hierarchy of tourist attraction. Mean Centre method used to determine mean centre as a reference of tourism regionalization. Tourism regionalization arrangement in Semarang Regency aims to give input about developing tourism strategy in Semarang Regency in order to make it developed optimally.
PERILAKU PERJALANAN RUMAH TANGGA PENGGUNA SEPEDA MOTOR YANG TINGGAL DI DAERAH PINGGIRAN KOTA SEMARANG (Studi Kasus: Perumnas Banyumanik Kecamatan Banyumanik) Ikfi Maryama Ulfa; Okto Risdianto Manullang; Imam Buchori
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.384 KB)

Abstract

Fenomena urban sprawl menyebabkan adanya pola guna lahan yang terpencar, sedangkan sarana transportasi tidak mampu menjawab kebutuhan akan pergerakan penduduk secara keseluruhan. Penduduk semakin banyak tinggal di pinggiran kota, sedangkan lokasi aktivitas tetap berada di pusat kota menciptakan adanya variasi perilaku perjalanan yang dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari pelaku perjalanan itu sendiri, maupun oleh faktor spasial tempat tinggal dan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perilaku perjalanan dalam penggunaan sepeda motor untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang tinggal di daerah pinggiran Kota Semarang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan alat analisis berupa regresi linear berganda. Hasil studi menunjukkan bahwa dari keseluruhan variabel, jarak lokasi tinggal ke lokasi kerja merupakan variabel bebas yang paling sering mempengaruhi perilaku pejalanan suami istri, yang merupakan pelaku utama kegiatan produksi dan konsumsi yang berperan besar dalam munculnya keputusan-keputusan rumah tangga yang diambil. Artinya bahwa kepemilikan dan penggunaan sepeda motor oleh rumah tangga dilatarbelakangi oleh tujuan utama mengoptimalkan pergerakan rumah tangga dalam mencari penghasilan bagi keluarga. Penambahan unit motor akan dilakukan untuk lebih mengoptimalkan pergerakan pasangan suami dan istri seiring dengan penambahan penghasilan yang dimiliki oleh rumah tangga.
KAJIAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WARGA TETAP TINGGAL DI PERUMAHAN RAWAN LONGSOR (STUDI KASUS : PERUMAHAN BUKIT MANYARAN PERMAI) Kenida Ajeng Setiyaning; Fitri Yusman
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.421 KB)

Abstract

Perumahan Bukit Manyaran Permai merupakan salah satu perumahan rawan longsor yang terdapat di Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati. Perumahan ini mayoritas memiliki kelerengan agak curam  sekitar 15-25% . Selain topografi yang agak curam, jenis tanah di perumahan ini sebagian besar jenis grumosol bertekstur lempung yang peka terhadap longsor. Perumahan ini dikembangkan oleh pengembang perumahan (PT. Dian Semenko) tahun 1983 dan mulai dioperasikan tahun 1984. Berdasarkan hasil survei lapangan, warga yang memilih tetap tinggal di Perumahan ini berjumlah 250 KK dari jumlah awal 400 KK sehingga dapat disimpulkan mayoritas warga tetap memilih tinggal di perumahan walaupun kondisinya  rawan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi warga tetap tinggal di Perumahan Bukit Manyaran Permai yang rawan longsor. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan analisis faktor dengan bantuan software SPSS dengan menggunakan skala likert. Hasil studi penelitian berdasarkan hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa faktor yang sangat mempengaruhi warga tetap tinggal di perumahan rawan longsor adalah faktor hubungan interaksi warga. Kemudian hasil penelitian berdasarkan pengelompokkan faktor terbentuk dua kelompok faktor yaitu faktor kenyamanan (faktor kondisi lingkungan, faktor suasana lingkungan yang nyaman, dan faktor keterbatasan biaya pindah) dan faktor sosial (faktor lama tinggal, faktor kedekatan dengan saudara, dan faktor hubungan interaksi warga). Jadi, dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah faktor sosial lebih mempengaruhi dibandingkan dengan faktor kenyamanan karena adanya hubungan interaksi warga dari adanya sense of community di lingkungan perumahan. Sense of community muncul karena adanya hubungan emosional bersama yaitu adanya perasaan yang sama terkena kerusakan akibat longsor. Hubungan interaksi warga di perumahan ini ditunjukkan dengan adanya upaya perbaikan lingkungan akibat longsor yaitu perbaikan jalan dan perbaikan drainase.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue