cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 520 Documents
Analisis Pemanfaatan Internet dalam Usaha Ekonomi Kreatif Kuliner Bustaman di Masa Pandemi Covid-19 Wardha, Fira Fahmi Raihanul; Artiningsih, Artiningsih
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 12, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2023.34689

Abstract

The creative economy is an economic concept that utilizes creative assets in the form of creativity and and also as the use of technology in the process. Culinary is one of the sub-sectors in the creative economy. The culinary business has been the economic basis of the people of Kampung Bustaman, Semarang City for generations. The emergence of the corona virus pandemic and the Covid-19 pandemic put forth to efforts to handle and prevent the spread through Large-Scale Social Restrictions (PSBB), which on the other hand also has an impact on the limited culinary business activities. That has resulted in low levels of mobility and consumption, also as a shift in the buying and selling system from offline to online. The existence of a pandemic can encourage Bustaman culinary business actors to try opportunities and advantages in the culinary business through the use of digital technology or the internet. The aim of this research is to analyze the use of the internet in Bustaman's culinary creative economy during the Covid-19 Pandemic. Using crosstab quantitative descriptive research method, with Bustaman culinary business actors as the sample. This study shows that there are 83,3% of business actors who use the internet in their business. The form of utilization carried out is to promote and market culinary online through various platforms and available applications such as messaging applications, social media and food delivery.
Pengelolaan Kawasan Mangrove Berbasis Masyarakat di Kecamatan Sayung, Demak Nasution, Muhammad Yazid Alwi; Wijaya, Holi Bina
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2024.35364

Abstract

This research is a study conducted in four villages of Sayung Coast, Demak Regency, Central Java which consists of Surodadi, Timbulsloko, Bedono, and Sriwulan. The condition of the Sayung Coastal Area is often hit by tidal floods due to abrasion, which causes villages to lose natural protection along with less controlled mangrove territory. Mangrove Associations were initiated in 2004 as a form of prevention against disasters and for mangroves development. The purposes of this study are to study and find out how the community-based mangrove management system and its benefits are in Sayung Coast. The approach concept used is the application of Community Based Mangrove Management (CBMM) using qualitative descriptive methods. The analytical technique used to obtain data is case study analysis techniques which forms some data typologies. The analysis results collected, reduced, and served show that there is a data variety of community-based mangrove management systems and some data variety of management benefits in each of the four villages. The existence of such management is indicated by the form of management stages (planning, implementation, and supervision). Awareness of the environment and length of stay motivates the community to participate. Most forms of participation rely on energy and thought.
Karakteristik Pola Pengangkutan Sampah di Kawasan Terminal Penggaron Kota Semarang Putra, Mokhamad Rifky; Maryono, Maryono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2024.35057

Abstract

Permasalahan sampah menjadi masalah yang tidak dapat disepelekan di Kota Semarang. Kebersihan suatu kota dapat dilihat dari bagaimana perencanaan sistem pengelolaan sampah yang ada pada kota tersebut. Kawasan komersial salah satunya yaitu Kawasan Terminal Penggaron merupakan lokasi penghasil timbulan sampah di Kota Semarang. Diperlukan upaya untuk mengetahui bagaimana kondisi pengelolaan sampah yang ada disana apakah sudah berjalan efektif atau tidak. Penerapan Metode Sampling berdasarkan pada SNI 19-3964-1994 tentang Tata Cara Pengumpulan dan Pengukuran Sampel Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan dapat dilakukan untuk mengetahui karakteristik pola pengangkutan sampah seperti sistem dan struktur pengelolaan, jenis dan timbulan sampah, serta pola, system dan rute pengangkutan sampah. Didapatkan hasil bahwa pengelolaan sampah di Kawasan Terminal Penggaron dikerjasamakan oleh pihak ketiga yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang. Jenis sampah yang dihasilkan yaitu Sisa Makanan, Plastik, Kertas, Tissue, Kayu, Gelas, dan Styrofoam. Sampah tersebut dikumpulkan dan diangkut masih dalam kondisi bercampur kemudian dibuang ke TPA dengan menerapkan Pola Pengangkutan Individual Langsung dengan Sistem Kontainer Kosong. Belum efektifnya pola pengangkutan dikarenakan masih bercampurnya sampah, diperlukan upaya evaluasi pada sistem dengan penambahan kegiatan pemilahan sampah dan pembuangan sampah / per jenis disesuaikan dengan produktifitas harian sampahnya. Sehingga tercipta sistem pengangkutan sampah yang efektif di Kawasan Terminal Penggaron.
Pengukuran Intensitas Pergerakan Masyarakat Melalui Place Mapping Pada Kawasan Studentifikasi Kedungmundu Semarang Melinda, Anastasia Mutiara; Susanti, Retno
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 12, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2023.34618

Abstract

Studentifikasi merupakan perubahan sosial, budaya, ekonomi dan fisik suatu wilayah yang dipengaruhi oleh adanya lokasi pendidikan pada wilayah tersebut, dan terkait dengan perpindahan manusia di dalamnya. Kawasan Studentifikasi Kedungmundu Semarang yang mencakup Kelurahan Sambiroto, Kelurahan Kedungmundu dan Kelurahan Sedangmulyo memiliki perubahan kawasan yang salah satunya disebabkan aktivitas pergerakan manusia. Aktivitas pergerakan manusia tersebut akan mempengaruhi place value dalam kawasan studentifikasi dengan adanya perubahan ekonomi dan fisik suatu wilayah. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur intensitas pergerakan masyarakat melalui place mapping di Kelurahan Sambiroto, Kelurahan Kedungmundu, dan Kelurahan Sendangmulyo atau yang disebut sebagai kawasan Studentifikasi Kedungmundu Semarang. Pergerakan masyarakat di Kawasan Studentifikasi Kedungmundu Semarang berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi berupa perdagangan dan jasa, diantaranya untuk membeli barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka pada masa pasca pandemi. Dengan hasil place mapping yang menunjukkan intensitas pergerakan yang tertinggi, yakni berjumlah 367 jiwa/jam di perdagangan dan jasa pada hari kerja (weekdays) pada waktu siang hari pukul 12.00-13.00 WIB.
Daya Dukung Fungsi Lindung Di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawa Pening Eko Subiantoro; Sri Rahayu; Widjonarko Widjonarko
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2026.59042

Abstract

Sub DAS Rawa Pening merupakan bagian hulu dari  DAS Tuntang, yang  wilayahnya didominasi bergelombang, berbukit atau bergunung. Sub DAS Rawa Pening berfungsi sebagai kawasan perlindungan terhadap seluruh bagian DAS Tuntang. Namun seiring dengan berjalannya waktu,  tutupan lahan di Sub DAS Rawa Pening mengalami perubahan. Hal tersebut berdampak pada fungsi lindung pada Sub DAS Rawa  Pening. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji daya dukung fungsi lindung di Sub DAS Rawa Pening. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan software QGIS. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa daya dukung fungsi lindung pada Sub DAS Rawa Pening pada tahun 2012 dan 2022 menunjukkan penurunan sebesar 0,286.  Oleh sebab itu terjadi penurunan status Daya Dukung Fungsi Lindung (DDL)  yaitu tahun 2012 berstatus sedang dan tahun 2022 menjadi berstatus rusak. Hal tersebut menunjukkan bahwa Sub DAS Rawa Pening perlu adanya penanganan atau upaya dalam mempertahankan dan meningkatkan daya dukung fungsi lindungnya.
Karakteristik dan Konsep Pengembangan Kawasan Heritage Kampung Pecinan Kota Tegal sebagai Kawasan Heritage-Commercial yang Berkelanjutan Adzima D Azhar; Nursaida Allisa; Sekar Suryaningrum; Andhini Suci; Aureola Atma; Diah Intan Kusumodewi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2026.59043

Abstract

Kampung Pecinan Kota Tegal merupakan kawasan bersejarah yang terbentuk sejak abad ke-18 dengan identitas budaya Tionghoa yang kuat, ditandai oleh keberadaan Klenteng Tek Hay Kiong dan pola permukiman organik peninggalan kebijakan wijkenstelsel kolonial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik fisik dan nonfisik kawasan, menganalisis isu-isu strategis, serta merumuskan konsep penataan yang berkelanjutan. Pendekatan mixed methods digunakan melalui survei lapangan, wawancara, observasi, dan analisis spasial dengan QGIS, AutoCAD, dan SketchUp pada periode Februari–Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan kawasan didominasi permukiman (51,8%) dengan aktivitas perdagangan terkonsentrasi di koridor jalan utama, namun menghadapi persoalan serius berupa tingginya KDB (90%), defisit ruang terbuka (void hanya 16,2%), bangunan terbengkalai, lemahnya regulasi pelestarian, serta minimnya kolaborasi kelembagaan. Tiga isu strategis utama yang teridentifikasi meliputi lemahnya citra visual kawasan, menurunnya fungsi koridor, dan belum optimalnya pelestarian warisan budaya. Sebagai respons, konsep "Chinatown Tegal Heritage Lane" dirumuskan melalui tiga pilar: community engagement, cultural identity reinforcement, dan heritage activation, dengan intervensi fisik berupa reaktivasi kawasan Pokanjari dan pembangunan Gerbang Paifang, serta pengembangan nonfisik melalui penguatan kelembagaan dan digitalisasi promosi kawasan.
Dinamika Urbanisasi : Transformasi Spasial di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo Dea Alvionita Irianto Putri
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 14, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2025.44759

Abstract

Urbanization is the process of population movement to cities resulting from structural changes in society, such as changes in the character of rural communities from an agricultural subsystem structure to a more developed and open socio-cultural perspective. This process is often dominated by people looking for complete infrastructure and opportunities to improve prosperity in the city. Urbanization can have a positive impact by encouraging urban economic development and growth, but it can also have a negative impact if it is not controlled, such as increasing building density and deviations from land use planning. Sidoarjo Regency, an area bordering the city of Surabaya, is experiencing urbanization due to the development of GERBANGKERTOSUSILA and the development of toll roads in Sidoarjo, which has triggered changes in structure and spatial patterns, especially in outlying sub-districts such as Krian, Sukodono, Tanggulangin, Krembung, and Candi. This research focuses on spatial transformations identified using remote sensing technology with the Normalized Difference Built-Up Index (NDBI) method which shows the level of building density and then evaluating the suitability of land use with the obtained spatial planning policies. From 2018 to 2024, Krian District experienced a change in building density from non-built land to built-up land.
Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Cagar Budaya Kawasan Masjid Agung Demak Emma Ferda Damayanti; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 14, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2025.36026

Abstract

The cultural heritage of the Great Mosque of Demak has historical values that need to be preserved and supported by the government and the people who live around it. However, there is currently no community involvement supporting community-based conservation in the Great Mosque of Demak area, which creates a gap in the community's roles with the actual conditions. This study aims to determine the factors causing the lack of community participation in supporting the preservation of cultural heritage based on the internal and external conditions of the community. This study shows that the characteristics of the residents of Kampung Kauman affect the community's non-participation in supporting the preservation of cultural heritage. The reasons behind these factors are the level of education, age, and length of stay. In addition, other influential internal factors include the lack of public awareness to participate, resulting in a lack of sense of belonging due to a lack of communication and cultural shifts. Meanwhile, external factors from outside that affect the community's participation are due to leadership, management, and new rules. As a recommendation, public awareness can be increased supported by one-way communication between the community and the people of Kampung Kauman.
Hubugan Kerapatan Vegetasi dan Kepadatan Bangunan terhadap Suhu Permukaan Kota Saltiga Tahun 2022 Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 OLI/TIRS Putri Milinia Miranda
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 14, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2025.39438

Abstract

Kota Salatiga merupakan salahsatu kota di Jawa Tengah yang berada di kaki Gunung Merbabu. Peningkatan jumlah penduduk yang pesat, laju penambahan kepadatan bangunan pun juga bertambah sehingga area hijau di Kota Salatiga juga berkurang jumlahnya karena area hijau sudah berubah fungsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kerapatan vegetasi, kerapatan bangunan dengan LST (Land Surface Temperature) Kota Salatiga. Dalam proses pengolahan menggunakan data citra satelit Landsat 8 dengan memanfaatkan beberapa alogaritma indeks spectral, menghitung dan menganalisis nilai suhu permukaan pada Kawasan Kota Salatiga,  Analisis perubahan suhu permukaan menggunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mengetahui tingkat kehijauan suatu wilayah sebagai kaitan dengan perubahan suhu permukaan karena vegetasi merupakan indikator dari dinamika suhu permukaan. Land Surface Temperature (LST) untuk mengeksplorasi nilai suhu permukaan tanah menggunakan citra satelit. Lahan yang memiliki vegetasi yang tinggi serta kepadatan bangunan yang tinggi berada pada pusat Kota Salatiga hal ini juga mengakibatkan nilai suhu permukaan di pusat Kota Salatiga lebih tinggi dibandingkan dengan nilai suhu yang berada disekitarnya terutama pada pinggiran kota. Semakin tinggi nilai NDVI atau lahan bervegetasi tinggi maka semakin rendah nilai NDBI atau lahan terbangun. Dinamika peningkatan nilai suhu  permukaan yang selaras dengan menurunnya tingkat kerapatan vegetasi di Kota Salatiga menunjukkan interaksi antara kondisi lingkungan dan fenomena klimatik.Kata Kunci : NDVI, NDBI, LST, Landsat 8 
Kompleksitas Perubahan Hutan Mangrove Pada Kawasan Pesisir Kedungsepur Widjonarko Widjonarko; Sri Rahayu
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 14, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2025.54236

Abstract

Mangrove forests in the coastal area of the Kedungsepur National Strategic Area play a crucial role in ecosystem services in coastal areas. Mangrove forests support the provisioning ecosystem services, regulating ecosystem services, supporting ecosystem services, and cultural ecosystem services. However, with the development of human activity systems and environmental changes, the existence of mangrove forests in coastal areas has been disrupted, resulting in changes in their spatial patterns. Changes in the area of mangrove forests in the Kedungsepur coast have placed significant pressure on regulatory ecosystem services, particularly protection from coastal erosion and tidal flooding, pressure on food supply ecosystem services, and cultural ecosystem services, namely the provision of adequate housing for coastal communities..

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026) Vol 14, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue