cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
ISSN : 02161699     EISSN : 25812300     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2011): November" : 10 Documents clear
PEMAHAMAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FIK UNY ANGKATAN 2010 TERHADAP PERATURAN PERMAINAN BOLABASKET Triani Hastuti
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2005.812 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3493

Abstract

AbstractThis study aims to determine the student’s level of understanding Physical Education Health and Recreation Study Program (PJKR) FIK 2010 UNY Force basketball game against the regulations. This study is a quantitative descriptive study. The population in this study was students PJKR Force in 2010 which totaled 358 students. Sampling techniques using proportional random sampling a total of 90 students consisting of six classes of 15 students per class is taken. Data collection technique is using questionnaires. Test the validity of using the product moment with 30 original items and items that fall 5 points are valid statements is 25 points. Reliability of the instrument is using the formula cronbach Alpha, Alpha reliability coefficient (R11) the aggregate of 0.753. Data analysis technique is using percentages. Based on the research results can be concluded that students’ understanding PJKR 2010 FIK UNY force said to be good as much as 38.90%. In detail the following 28 students (31.10%) level of understanding of the regulation basketball game is in very good category, 35 students (38.90%) level of understanding of the regulation basketball game is in good category, 22 students (24.40%) level of understanding of the regulation basketball game is in pretty good category, 5 students (6%) level of understanding of the regulation basketball game in the category of poor.Key words: comprehension, students, regulation basketball game.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Prodi PJKR) FIK UNY Angkatan 2010 terhadap peraturan permainan bolabasket. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi PJKR Angkatan 2010 yang berjumlah 358 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling sejumlah 90 mahasiswa yang terdiri dari 6 kelas setiap kelas diambil 15 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji validitas menggunakan product moment dengan butir semula 30 dan gugur 5 butir sehingga butir pernyataan yang sahih adalah 25 butir. Reliabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha cranbach, diperoleh koefisien reliabilitas Alpha (r11) keseluruhan sebesar 0,753. Teknik analisis data menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa PJKR FIK UNY angkatan 2010 dikatakan baik sebanyak 38,90%. Secara rinci sebagai berikut 28 mahasiswa (31,10%) tingkat pemahaman terhadap peraturan permainan bolabasket berada pada kategori sangat baik, 35 mahasiswa (38,90%) tingkat pemahaman terhadap peraturan permainan bolabasket berada pada kategori baik, 22 mahasiswa (24,40%) tingkat pemahaman terhadap peraturan permainan bolabasket berada pada kategori cukup baik, 5 mahasiswa (6%) tingkat pemahaman terhadap peraturan permainan bolabasket berada pada kategori kurang baik.Kata kunci: pemahaman, mahasiswa prodi PJKR, peraturan permainan bolabasket.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SENAM MERODA MELALUI PERMAINAN TALI PADA SISWA KELAS VIIIA MTS MA’ARIF NU Kun Wuryantoro dan Nur Rohmah Muktiani
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.093 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3488

Abstract

AbstractThe study aims to determine the enhancement of learning through play rope to enhance meroda students’ skills in class VIIIA MTs Ma’arif NU Pecan Purworejo in physical education subjects. This research is a classroom action. Subjects in this study were all students in grade VIIIA Ma’arif NU Pecan Purworejo MTs, which are 32 students and is 2 cycles and each cycle held 2 meetings. Data analysis techniques used to analyze the data in this action research using descriptive analysis. Instrument in this study using observation sheets, questionnaires, interview guides are filled by students, teachers, and friends of the observer. The study concluded that learning through games gymnastics floor meroda strap can further enhance students’ skills in meroda gymnastics practice it. This is evidenced by the results of practice has increased significantly. Indicators of achievement are the KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) that the test result data 75. Based on skills of students before the action gets the value 75 is less than 20 students or 62.5% and the value of more than 75 there are 12 students or 37.5%. After receiving the first act (cycle 1) students who scored less than 75 live 7students or 21.87%, so in this cycle there is an increase of 40.63%, meaning students who achieve all of KKM to 25 students or 78.13%. In the second cycle of students who scored less than 75 is not there or achieves a 100% increase.Keywords: Gymnastics, games, Meroda, Classroom Action ResearchAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran melalui permainan tali untuk meningkatkan keterampilan meroda pada siswa kelas VIIIA MTs Ma’arif NU Kemiri Purworejo pada mata pelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIIA MTs Ma’arif NU Kemiri Purworejo, yang berjumlah 32 siswa dan dilaksanakan 2 siklus dan tiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian tindakan ini menggunakan analisis deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, angket, pedoman wawancara yang diisi oleh siswa, guru, dan teman pengamat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran senam lantai meroda melalui permainan tali dapat lebih meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan praktik senam meroda tersebut. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil praktik yang mengalami peningkatan secara signifikan. Indikator ketercapaian adalah nilai KKM (kriteria ketuntasan minimal) yaitu 75.Berdasarkan data hasil tes nilai keterampilan siswa sebelum mendapat tindakan nilai kurang dari 75 adalah 20 siswa atau 62,5% dan nilai lebih dari 75 ada 12 siswa atau 37,5%. Setelah mendapat tindakan pertama (siklus 1) siswa yang nilai kurang dari 75 tinggal 7 siswa atau 21,87 % sehingga pada siklus ini ada peningkatan sebesar 40,63 %, berarti siswa yang mencapai KKM seluruhnya menjadi 25 siswa atau 78,13 %. Pada siklus kedua siswa yang mendapat nilai kurang dari 75 sudah tidak ada atau mencapai peningkatan 100 %.Kata Kunci: Senam, Permainan, Siklus, Meroda
META ANALISIS PENGARUH PEMBELAJARAN PENDEKATAN TAKTIK (TGfU) TERHADAP PENGEMBANGAN ASPEK KOGNITIF SISWA DALAM PENDIDIKAN JASMANI Saryono dan Ahmad Rithaudin
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.909 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3494

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effect of tactics learning approach (TGfU) on the cognitive aspects of students in physical education. The effect will be investigated from the results of previous studies. This study uses meta-analysis. Meta analysis is a studyof a number of research results in similar problems. The unit of analysis in the study are written documents about the research tactic Learning Approach (TGfU) in the form of journal articles and research reports are taken in conformity with the purposive based on research themes. The main instrument of this research have helped to guide the researcher’s own documentation. Analysis of the data used is the analysis of quantitative data with a percentage and qualitative data analysis for data assessment narrative results of the studies found. The results showed that the learning of Physical Education are packaged in TGfU learning activities (teaching games for understanding) or cognitive learning tactics play a role in improving students’ thinking skills, decision making abilities, as well as the transfer in a game.Keywords: Meta Analysis, Tactics Approach, Cognitive Aspects.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran pendekatan taktik (TGfU) terhadap aspek kognitif siswa dalam pendidikan jasmani. Pengaruh tersebut akan diteliti dari hasil-hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis. Meta analisis merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis. Unit analisis dalam penelitian adalah dokumen-dokumen tertulis tentang penelitian Pembelajaran Pendekatan Taktik (TGfU) yang berupa artikel jurnal dan laporan penelitian yang diambil secara Purposive berdasarkan kesesuaiannya dengan tema penelitian. Instrumen utama penelitian ini ada peneliti sendiri dibantu dengan panduan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan prosentase dan analisis data kualitatif untuk data-data hasil kajian naratif terhadap penelitian-penelitian yang ditemui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Jasmani yang dikemas dalam aktivitas pembelajaran TGfU (teaching games for understanding) atau pembelajaran taktik secara kognitif berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa, kemampuan pengambilan keputusan, serta transfer dalam sebuah permainan.Kata Kunci: Meta Analisis, Pendekatan Taktik, Aspek Kognitif.
PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA PUTRA KELAS IV DAN V SEKOLAH DASAR NEGERI CATURTUNGGAL 3 Sridadi dan Sudarna
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.971 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3489

Abstract

AbstractThe study was aimed at finding out the influence of circuit training on the ancreasing of the physical health of the male students, specifically those in SD N Caturtunggal 3, Depok, Sleman. The design used in the study was the One Group Pretest Posttest Design. The subject of the study was 17 mele fourth and fifth grader of SD N Caturtunggal 3. The data were obtained trough a test which used aphysical health test based on TKJI as the instrument. The validity of the test was 0.960 and the reability valuewas 0.720. The technique used to analyze data was t-test analysis trough aprerequisite test on normality and homogeneity. The result of the hypothetical testing using t-test was -7.236. t value at asignificant degree a ( 0.000 0.05 ), so that there was a significant difference between the data before and after the experiment. The average increase was clear because the increase value was 2.94, from 10.88 up to 13.82, or as many as 27.02%. Therefore the hypitesis is acceptabel, or it can be concluded that circuit training had on influence on the increasing of the physical health of the male fourth and fifth grades of SD N Caturtunggal 3 Academic Year 2009/2010.Keywords: Circuit Training, Physical Fitness, StudentAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan sirkuit pada tingkat kebugaran jasmani siswa putra, khususnya di SD N, Caturtunggal 3 Depok, Sleman. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pre-test Post-test Desaign. Subyek penelitian adalah 17 siswa kelas IV dan V SD N Caturtunggal 3. Data diperoleh melalui tes yang digunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) sebagai instrumen. Nilai validitas tes adalah 0,960 dan reabilitas 0,720. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah t-test analisis melalui persyaratan uji normalitas dan homogenitas. Hasil pengujian hipotesis menggunakan t-test adalah -7,236. Nilai-t pada tingkat signifikansi a (0,000 0,05), sehingga ada perbedaan yang signifikan antara data sebelum dan sesudah percobaan. Kenaikan rata-rata adalah adalah 2,94, dari 10,88 sampai13,82, atau sebanyak 27,02%. Oleh karena itu, hipotesis adalah diterima atau dapat disimpulkan bahwa latihan sirkuit berpengaruh pada peningkatan tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas empat SD N Caturtunggal 3 Tahun Akademik 2009/2010.Kata kunci: Latihan Sirkuti, Kesegaran Jasmani, Siswa SD,
MERANGSANG MOTORIK KASAR ANAK TUNA RUNGUKELAS DASAR SEKOLAH LUAR BIASA MELALUI PERMAINAN B. Suhartini
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.806 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3495

Abstract

Abstract.Deaf are individuals who have barriers to hearing both permanent and non permanent. Classification of hearing impairment based on the level of hearing loss include: Hearing loss is very mild (27-40dB), mild hearing loss (41-55dB), hearing disorders moderate (56-70dB), severe hearing loss (71-90dB), extreme hearing loss / deafness (above 91dB). Because the characteristics and constraints of being owned, deaf children require special education services forms tailored to their abilities and potential, how to communicate using sign language. Individuals with hearing impairment tend to difficulties in understanding the concept of something abstract. Even with these limitations, children with hearing disability are also entitled to a proper instruction for the development and growth can run well, especially the development of motion or psikomotornya, namely through the study of physical education. Of course, the learning process for deaf children who are different from normal children. One motor Perkambangan psychomotor aspects that must be developed by deaf children in both the base class of gross motor aspects. Gross motor movement involving the large muscles in the body, such as walking, running, jumping, jumping and so forth. Gross motor skills in young children with hearing impairment will develop more leverage if supported by a process of the correct motion. Through physical education, one way to stimulate gross motor deaf children carried out with black green game. Of course the game for deaf children is slightly different from normal children game movement. Games on deaf children adapted to the conditions of the five senses are still functioning. Games to stimulate motor deaf children carried out with black green games that use sound, such as flags or other signs, and modified by using a cue cues that can be captured through the senses of sight, and with a clear and simple rules.Keywords: Gross Motor, Deaf, Black-Green GameAbstrakTunarungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen. Individu tunarungu cenderung kesulitan dalam memahami konsep dari sesuatu yang abstrak. Meskipun dengan keterbatasan tersebut, anak penyandang tuna rungu juga berhak mendapatkan pengajaran yang layak agar perkembangan dan pertumbuhannya dapat berjalan dengan baik, terutama perkembangan gerak atau psikomotornya. Salah satu aspek psikomotor yang harus berkembang dengan baik pada tuna rungu anak kelas dasar yaitu aspek motorik kasar. Motorik kasar adalah gerak yang melibatkan otot-otot besar pada tubuh, seperti berjalan, lari, lompat, loncat dan sebagainya. Motorik kasar pada anak anak tunarungu akan berkembang lebih maksimal jika ditunjang dengan proses gerak yang benar. Salah satu cara merangsang motorik kasar anak tuna rungu dilakukan dengan permainan hijau hitam. Tentu saja permainan untuk anak tuna rungu sedikit berbeda dari permainan gerak anak normal. Permainan pada anak tuna rungu disesuaikan dengan kondisi panca indera yang masih dapat berfungsi. Permainan untuk merangsang motorik anak tuna rungu dilakukan dengan permainan hijau hitam yang menggunakan suara, misalnya bendera atau tanda yang lain, dan dimodifikasi dengan aba-aba menggunakan isyarat-isyarat yang dapat ditangkap melalui indera penglihatan, dan dengan peraturan yang jelas dan sederhana.Kata kunci: motorik kasar, tuna rungu, permainan hitam hijau.
MODEL PEMANASAN DALAM BENTUK BERMAIN PADA PEMBELAJARAN SEPAKBOLA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR - Yudanto
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1882.536 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3490

Abstract

AbstractThis study aims to produce a model of warming up in the form of football played on learning for elementary school students. This research is development. Model development in this study, a procedural model that is descriptive, as outlined in this study or using the steps that must be followed to produce a model of warming up in the form of football played on learning for elementary school students. Procedures or steps that are used in this study using five major steps or procedures, namely: 1) to analyze the product to be developed, 2) develop the initial product, 3) test the expert validation and reliability testing of products, 3) pilot-scale small and wide, and 5) revision of the product. Validation test using a content validation and reliability tests use Rough Suitability Index (Index Crude Agreement), the results of reliability test results of 0.75 coefficients. Small-scale and large-scale trials are conducting at Gantiwarno Elementary School Muhammadiyah, Klaten. Small-scale trials are using as many as 16 students in grade 5 students and large-scale trials using Grade 4 and 5 by the number of 54 students. The final results in this study of eight (8) warming up model in the form of football played on learning for elementary school students. The heating model names as follows: copy the mine, catch me, shoot me, kick sequence, follow me, do not hit me, pulled up stakes and take my ball.Keyword: Warming up Model, Soccer, Elementary SchoolAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang berupa model pemanasan dalam bentuk bermain pada pembelajaran sepakbola bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan dalam penelitian ini, berupa model prosedural yang bersifat deskriptif, karena dalam penelitian ini menggariskan atau menggunakan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk yang berupa model pemanasan dalam bentuk bermain pada pembelajaran sepakbola bagi siswa sekolah dasar. Prosedur atau langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lima langkah atau prosedur yang utama, yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan, 2) mengembangkan produk awal, 3) uji validasi ahli dan uji reliabilitas produk, 3) uji coba skala kecil dan luas, dan 5) revisi produk. Uji validasi menggunakan validasi isi dan uji reliabilitas menggunakan Indeks Kesesuaian Kasar (Crude Index Agreement), hasil uji reliabilitas memperoleh hasil koefisien sebesar 0,75. Uji coba skala kecil dan skala luas dilaksanankan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Gantiwarno, Klaten. Uji coba skala kecil menggunakan siswa kelas 5 sebanyak 16 siswa dan uji coba skala luas menggunakan siswa kelas 4 dan 5 dengan jumlah 54 siswa. Hasil akhir dalam penelitian ini berupa delapan (8) model pemanasan dalam bentuk bermain pada pembelajaran sepakbola bagi siswa sekolah dasar. Adapun nama-nama model pemanasan sebagai berikut: tirukan saya, kejar aku, tembaklah aku, tendangan berurutan, ikuti saya, jangan tabrak aku, pindah tempat dan ambil bolaku.Kata Kunci: Model Pemanasan, Pembelajaran Sepakbola, Sekolah Dasar
PEMAHAMAN KONSEP KESELAMATANGURU PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR Yustinus Sukarmin
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.54 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3492

Abstract

AbstractThe research focuses on accidents, which typically occur during the teaching process of sports at elementary schools that result from teachers’ lack of understanding on the concept of safety. Therefore, the researcher conducted this research to find out the safety concept understanding of elementary school physical educators. This research is a descriptive research that used of only one variable; safety concept understanding. The populations involved in the research were elementary school physical educators from Bantul regency. The researcher randomly selected 175 out of 304 teachers as samples using proportional sampling technique. The instrument used for the research was a questionnaire consisting of 40 items designed by the researcher. The data were analyzed using descriptive-quantitative technique with percentage. The finding of the research shows that the safety concept understanding on the elementary school physical educators were generally good (81,19 %), good from the human aspect (82,22 %), average from the environment aspect (80,14 %), average from the student aspect (70,86 %), good from the teacher aspect (93,60 %), good from the physical aspect (85,34 %), and average from the weather aspect (73,94 %). The result indicates that the teachers were highly aware of their students’ safety during the sport teaching lessons.Keywords: understanding, safetyAbstrakPenelitian ini membahas tentang kecelakaan dalam proses pembelajaran penjas di SD yang salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman konsep keselamatan para guru penjas. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman konsep keselamatan guru penjas SD. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan satu variabel, yaitu: pemahaman konsep keselamatan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru penjas SD se-Kabupaten Bantul. Peneliti menggunakan 175 orang dari 304 orang sebagai sampel yang diambil secara random dengan teknik sampel proporsi atau proportional sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup buatan sendiri yang terdiri atas 40 butir. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep keselamatan guru penjas SD secara umum baik (81,19 %); dari aspek manusia baik (82,22 %); dari aspek lingkungan cukup (80,14 %); dari aspek murid cukup (70,86 %); dari aspek guru baik (93,60 %); dari aspek fisik baik (86,34 %); dan dari aspek cuaca cukup (73,94 %). Hasil ini mengandung makna bahwa guru penjas SD memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap keselamatan para siswa pada waktu mengikuti pelajaran penjas.Kata Kunci: pemahaman, keselamatan
MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA MENGGANTUNG MELALUI PERMAINAN Priyanto, Aris
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.472 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3487

Abstract

AbstractThe study aims to improve the learning outcome of Long Jump Hanging Technique through the game approach among the students of SMAN (State High School) 1 Yogyakarta.This is a classroom action research, consisting of two cycles. The subjects of the research were 25 students of class XI IPS in SMAN 1 Yogyakarta. The research was conducted in the even semester of the 2009-2010 school year, starting from November up to December 2009, in SMAN 1 Yogyakarta. The data collection techniques were: (1) class observation on students’ learning in Long Jump Hanging Technique, (2) the achievement tests of Long Jump Hanging Technique, (3) class observation on teacher, (4) observation on class situation, (5) test on knowledge.The results of the study indicated that the game approach could improve the learning outcome of Long Jump Hanging Technique among the students of Class XI IPS in SMAN 1 Yogyakarta. Based on the achievement test of the first cycle, the average was 73.4. It increased compared to the achievement test before the treatment, 70.4. In the second cycle, the average of the students’ marks was 78.8, which increased compared to that of the first cycle. In the second cycle, 100% of the students reached 75, which is the minimum mastery criterion of Long Jump Hanging Technique in Penjasorkes subject in SMAN 1 Yogyakarta.Keywords: long-jump, learning game approachAbstrakPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS SMAN 1 Yogyakarta berjumlah 25 siswa. Penelitian berlangsung dari bulan Nopember sampai Desember 2010, pada semester genap tahun pelajaran 2009-2010. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) obsevasi hasil belajar keterampilan lompat jauh gaya menggantung, (2) tes hasil prestasi lompat jauh gaya menggantung, (3) observasi kelas terhadap guru, (4) observasi terhadap situasi kelas, (5) tes pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan permainan dapat meningkatkan hasil pembelajaran lompat jauh gaya menggantung pada siswa kelas X1 IPS SMAN 1 Yogyakarta. Berdasarkan data hasil tes pada siklus I rata-rata nilai siswa 73,4 meningkat dibandingkan sebelum diberikan tindakan yaitu 70,4. Pada siklus kedua rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 78,8. Pada siklus kedua 100 % siswa dapat mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 75 untuk nilai keterampilan lompat jauh gaya menggantung Penjasorkes di SMAN 1 Yogyakarta.Kata kunci: lompat jauh, pembelajaran pendekatan permainan
MENGEMBANGKAN PENILAIAN BERBASIS KINERJA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA KESEHATAN Tomoliyus, -
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3496

Abstract

AbstractApplied Physical Education Curriculum called KTSP at school good should be understood not only merely adjustment of the substance of matter and format curriculum with the demands of developments, but the shift paradigm from approach physical education who oriented input into approach physical education who based on standards of competence. The implications of this curriculum are needed as a reference standard of competency graduation. This implies a need for an assessment reference criterion that is part and parcel of physical education learning. To carry out the assessment reference criteria using a performance-based assessment has the function to: (1) as a teacher feedback, (2) monitor the completeness study, (3) to monitor students’ progress, and (4) to motivate students. In the implementation of-based assessment of performance have to tread on on the principle-principles as follows: students demonstrate the knowledge, skills and strategy of with to create the answers, using a skill thinking high-level (such as solving problem and decision making skills),refers to situations or context of the world “real”, the assessment process must is an part that are not integral from the learning process, appraisal must is holistic that covers all the aspects the learning from the purpose of learning (cognitive, affective, and psychomotor).Keywords: Assesment, Performance, Physical EducationAbstrakDiterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) penjasorkes di sekolah hendaknya dipahami tidak hanya sekedar penyesuaian subtansi materi dan format kurikulum dengan tuntutan perkembangan, tetapi pergeseran paradigma dari pendekatan pendidikan jasmani yang berorientasi masukan ke pendekatan pendidikan jasmani yang beroriantasi standar kompetensi. Dalam implikasi kurikulum ini diperlukan standar kompetensi kelulusan sebagai acuan. Ini berimplikasi pada perlunya dilakukan penilaian acuan kriteria yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembelajaran penjasorkes. Untuk melaksanakan penilaian acuan kriteria menggunakan penilaian berbasis kinerja yang mempunyai fungsi untuk: (1) sebagai bahan umpan balik guru, (2) memantau ketuntasan belajar, (3) memantau kemajuan belajar siswa, dan (4) memberi motivasi siswa. Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kinerja harus berpijak pada prinsip-prinsip sebagai berikut: siswa mendemonstrasikan pengetahuan, keterampilan dan strategi dengan mengkreasikan jawaban, menggunakan keterampilan berfikir tingkat tinggi (seperti pemecahan masalah dan pengambilan keputusan keterampilan), merujuk pada situasi atau konteks dunia “nyata”, proses penilaian harus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran, penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek pembelajaran dari tujuan pembelajaran (kognitif, afektif, dan psikomotor).Kata Kunci : Penilaian, Kinerja, Penjasorkes
PEMETAAN PARTISIPASI GURU PENDIDIKAN JASMANI SMA TERHADAP OLAHRAGA SOFTBALL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Agus Susworo Dwi Marhaendro
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3491

Abstract

AbstractThis study has the objective to find a map of the participation of high school physical education teacher of the sport of softball in the Special Region of Yogyakarta. This study is a descriptive type of research with survey methods. Respondents were high school physical education teacher and equal in Yogyakarta as many as 98 people, which is obtained through purposive cluster sampling. The research instrument used was questionnaire made by the participation of researchers, consisting of 13 structured items and unstructured questions. Data collection techniques by approaching each respondent and take it back. Analysis of the data that is used is to use percentages or called percentage correction. The results showed that the physical education teacher is a human resources that could be involved in sports coaching softball, and yet their knowledge and understanding only in part to the involvement of small use, so it already has the capital to participation but have not been able to be maximized becomes an active participation in coaching softball at DIY. Physical education teacher is only a small part that gives information about the sport of softball to the students, so the possibility that students can be involved in the sport of softball. They do not understand the softball games or learning, that learning the game not have to play softball softball itself. PJKR Studies Program, State University of Yogyakarta as the estuary of the physical education teacher participation in DIY insports coaching softball participation in DIYKeywords: Participation, Development, Softball, High School Physical Education Teacher,AbstrakPenelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui peta partisipasi guru pendidikan jasmani SMA terhadap olahraga softball di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode survey. Responden adalah guru pendidikan jasmani SMA dan sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 98 orang, yang diperoleh melalui purposive cluster sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket partisipasi yang dibuat sendiri oleh peneliti, yang terdiri dari 13 butir pertanyaan tersetruktur dan tidak terstruktur. Teknik pengumpulan data dengan cara mendatangi setiap responden dan mengambilnya kembali. Analisis data menggunakan. Analisis data yang dipergunakan adalah dengan penggunaan persentase atau disebut procentage correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa guru pendidikan jasmani merupakan sumber daya manusia yang dapat dilibatkan dalam pembinaan olahraga softball, namun demikian pengetahuan dan pemahaman mereka hanya sebagaian kecil digunakan pada keterlibatan, sehingga modal untuk partisipasi sudah dimiliki tetapi belum mampu dimaksimalkan menjadi partisipasi yang aktif dalam pembinaan softball di DIY. Guru pendidikan jasmani tersebut hanya sebagian kecil yang memberikan informasi tentang olahraga softball kepada para siswa, sehingga menutup kemungkinan siswa dapat terlibat dalam olahraga softball. Mereka belum memahami pembelajaran permaianan softball, bahwa pembelajaran permainan softball tidak harus bermain softball itu sendiri. Program Studi PJKR Universitas Negeri Yogyakarta sebagai muara dari partisipasi guru pendidikan jasmani di DIY dalam partisipasi pembinaan olahraga softball di DIYKata kunci : Partisipasi, Pembinaan Softball, Guru Pendidikan Jasmani SMA

Page 1 of 1 | Total Record : 10