cover
Contact Name
LPPM STP REINHA LARANTUKA
Contact Email
lppmstpreinhalarantuka@gmail.com
Phone
+6238322166
Journal Mail Official
stprenya2018@gmail.com
Editorial Address
Jl. K. H. Dewantara Kompleks Biara CIJ Ratu Damai Waibalun Larantuka
Location
Kab. flores timur,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Reinha
Published by STP Reinha Larantuka
ISSN : 20893159     EISSN : 28072669     DOI : https://doi.org/10.56358/ejr.v17i1
Core Subject :
Jurnal Reinha adalah jurnal cetak dan online Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka yang telah memiliki Nomor SK ISSN : 0005.28072669/K.4/SK.ISSN/2021.08. Jurnal ini terbit setiap bulan Desember dan Juni. Artikel yang dimuat adalah adalah artikel yang bertemakan Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik, Budaya, Sosiologi, Pastoral, Ekopastoral, Katekese, Kitab Suci, Perkawinan Gereja Katolik, Teologi Katolik, dan juga isu-isu kependidikan secara umum dan merupakan hasil penelitian atau studi pustaka, terutama dari para dosen, alumni dan mahasiswa baik dari lingkungan kampus maupun dari luar kampus STP Reinha.
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
IMPLEMENTASI NILAI EKOLOGI INTEGRAL DALAM PENDIDIKAN IMAN KATOLIK BERDASARKAN LAUDATO SI’ Santo Yohanes
Jurnal Reinha Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v16i2.484

Abstract

Ensiklik Laudato Si’ karya Paus Fransiskus menegaskan pentingnya ekologi integral sebagai dasar bagi hubungan yang harmonis antara manusia, Allah, dan seluruh ciptaan. Dalam konteks pendidikan iman Katolik, nilai-nilai ekologi integral menjadi sarana untuk membentuk pribadi yang beriman sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengimplementasikan nilai-nilai ekologi integral yang terdapat dalam Laudato Si’ ke dalam proses pendidikan iman Katolik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka serta tafsir hermeneutik-teologis, melalui analisis isi dan pendekatan teologis normatif terhadap ensiklik Laudato Si’ serta dokumen Gereja lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti tanggung jawab ekologis, solidaritas sosial, kesederhanaan hidup, dan spiritualitas ciptaan dapat diintegrasikan dalam kegiatan katekese, liturgi, dan pembelajaran agama Katolik. Implementasi nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran iman yang konkret terhadap panggilan manusia untuk merawat rumah bersama sebagai wujud iman yang hidup dan bertanggung jawab.
SANTO LONGINUS DALAM TRADISI GEREJA: KAJIAN ATAS DIMENSI HISTORIS, TEOLOGIS, DAN DEVOSIONAL Yanto Sandy Tjang; Amandus Suhaedi Dol; Laurentius Prasetyo; Felisitas Yuswanto
Jurnal Reinha Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v16i2.485

Abstract

Penelitian ini menganalisis figur Santo Longinus melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup dimensi historis, teologis, hagiografis, dan devosional. Meskipun narasi Injil hanya menyebut seorang prajurit dan centurion tanpa identitas personal dalam kisah sengsara, tradisi Gereja kemudian mengembangkan sosok “Longinus” sebagai saksi penyaliban yang mengalami pertobatan dan akhirnya dihormati sebagai santo. Kajian ini menunjukkan bahwa konstruksi figur Santo Longinus terbentuk melalui interaksi antara teks kanonik, tradisi apokrif, elaborasi hagiografis, serta penerimaan liturgis dan devosional dalam Gereja Timur dan Barat. Secara teologis, tindakan penusukan lambung Kristus dipahami sebagai momen pewahyuan misteri keselamatan, terutama melalui simbolisme darah-air yang sejak tradisi patristik dikaitkan dengan sakramen Baptisan dan Ekaristi serta gagasan Gereja yang lahir dari sisi Kristus. Dari perspektif historis–kultural, perkembangan legenda, ikonografi, dan devosi, termasuk venerasi relikui Holy Lance, memperlihatkan bagaimana memori kolektif Gereja membentuk identitas spiritual umat melalui figur Santo Longinus. Analisis kritis penelitian menegaskan bahwa signifikansi Santo Longinus tidak terletak pada kepastian historis, melainkan pada  daya  simbolisnya   sebagai  teladan  pertobatan, saksi iman dan representasi informasi rohani yang bersumber dari misteri salib. Dengan demikian, Santo Longinus dipahami bukan sekedar tokoh historis, melainkan konstruksi spiritual yang memadukan fakta biblis, tradisi, dan refleksi teologis serta berfungsi sebagai model pastoral yang menampilkan teladan pertobatan dan kesaksian iman Kristiani.
DUALISME YOHANES YANG NON-DIKOTOMIS: TERANG-GELAP, ATAS-BAWAH, DAN ROH-DAGING SEBAGAI STRUKTUR PEWAHYUAN Janti Sudono; Laurentius Prasetyo; Felisitas Yuswanto
Jurnal Reinha Vol 17 No 1 (2026): JURNAL REINHA
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v17i1.509

Abstract

  Penelitian ini membahas dualisme dalam Injil Yohanes, khususnya terang-gelap, atas-bawah, dan roh-daging. Dualisme ini kerap ditafsirkan secara dikotomis atau bahkan cenderung gnostik. Melalui pendekatan teologis-biblis dengan analisis eksegetis-naratif dan sintesa kristologis, penelitian ini berargumen bahwa dualisme Yohanes bukan merupakan pembelahan ontologis antara realitas ilahi dan manusiawi, melainkan berfungsi sebagai struktur pewahyuan yang mengarahkan pembaca pada dinamika relasional iman.  Analisis terhadap teks-teks kunci Injil Yohanes menunjukkan bahwa oposisi-oposisi tersebut berpusat pada peristiwa inkarnasi kristiani sebagai kunci hermeneutik yang menyatukan dimensi ilahi dan manusiawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terang-gelap menyingkapkan dinamika relasional, kehadiran Allah dan keputusan iman manusia, atas-bawah menegaskan asal pewahyuan dan pengutusan Kristus, sementara roh-daging mengartikulasikan respons iman yang bersifat eksistensial. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembacaan non-dikotomis memandang dualisme Yohanes sebagai struktur pewahyuan kristologis yang koheren, yang   mengintegrasikan inisiatif Allah dan respons manusia.
DIALOG INTERRELIGIUS DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAYANAN PASTORAL GEREJA MARIA RATU PARA RASUL CURAHJATI Deni Daniel No
Jurnal Reinha Vol 17 No 1 (2026): JURNAL REINHA
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v17i1.517

Abstract

  Artikel ini mengkaji praktik dialog interreligius dan implikasinya bagi pelayanan pastoral di Gereja Maria Ratu Para Rasul Curahjati, Banyuwangi, dalam konteks masyarakat yang majemuk. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan dan pengamatan terhadap praktik pastoral di wilayah pusat paroki. Hasil kajian menunjukkan bahwa dialog interreligius diwujudkan dalam kerjasama budaya-liturgis, kerja sama keamanan lintas agama, serta pelayanan sosial dan kemanusiaan. Praktik-praktik tersebut menunjukkan bahwa dialog tidak hanya menjadi gagasan teologis, tetapi hadir sebagai kesaksian iman yang nyata dalam kehidupan bersama. Temuan ini menegaskan bahwa dialog interreligius menjadi dasar pembaharuan pelayanan pastoral yang lebih terbuka, inklusif, partisipatif, dan kontekstual. Dengan demikian, pelayanan Gereja tidak hanya memperkuat kehidupan iman umat, tetapi juga mendorong terbangunnya persaudaraan, toleransi, dan kesejahteraan bersama di tengah masyarakat multireligius.
AJARAN CINTA KASIH SEBAGAI LANDASAN ETIKA DI MEDIA SOSIAL BAGI ORANG MUDA KATOLIK Severinus Buang Piran; Laurentius Prasetyo
Jurnal Reinha Vol 17 No 1 (2026): JURNAL REINHA
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v17i1.519

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah realitas keterlibatan OMK yang aktif berinteraksi dan berekspresi di ruang digital namun belum sepenuhnya diimbangi dengan kesadaran etis. Tujuan penelitian adalah untuk merumuskan bentuk etika yang berlandaskan ajaran cinta kasih (agape) bagi Orang Muda Katolik (OMK) di ruang digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan teologis deskriptif yang menggunakan teknik pengumpulan data studi pustaka dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Relevansinya adalah dengan membagikan renungan harian dan refleksi pribadi, menghindari hoaks dan ujaran kebencian, serta mempublikasikan tulisan, gambar, dan video yang memotivasi dan inspiratif. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada upaya pengintegrasian ajaran cinta kasih (agape) sebagai landasan etika bagi OMK di ruang media sosial. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa aktualisasi ajaran cinta kasih dapat diwujudkan dengan praktik etika digital berupa penggunaan bahasa yang penuh kasih, menolak ujaran kebencian dan perundungan siber, serta penyebaran konten positif dan inspiratif. Berbagai praktik ini dapat menjadi acuan praktis bagi OMK dalam membangun relasi yang sehat dan bertanggung jawab di ruang media digital.
DARI KUANTITAS KE TOTALITAS: MAKNA TEOLOGIS PERSEMBAHAN JANDA MISKIN DALAM LUKAS 21:1–4 DAN RELEVANSINYA BAGI SPIRITUALITAS KRISTIANI Siprianus Soleman Senda; Fladimir Sie; Mikhael Valens Boy
Jurnal Reinha Vol 17 No 1 (2026): JURNAL REINHA
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v17i1.521

Abstract

Kisah janda miskin dalam Lukas 21:1–4 menghadirkan refleksi teologis yang mendalam tentang makna memberi dalam kehidupan beriman. Dalam praktik religius, tindakan memberi kerap dipahami secara kuantitatif dan lahiriah, sehingga mengabaikan dimensi batiniah dan spiritualitas yang mendasarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna teologis persembahan janda miskin sebagai ungkapan totalitas diri dalam relasi dengan Allah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan teologis-eksegetis, melalui analisis konteks literer, historis, dan teologis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persembahan janda miskin merupakan tindakan iman yang radikal, karena ia memberi bukan dari kelimpahan, melainkan dari kekurangannya, yang mencerminkan kepercayaan total kepada Allah. Dengan demikian, perikop ini menegaskan keutamaan kualitas iman dibandingkan kuantitas materi serta menjadi kritik terhadap religiositas yang bersifat formalistik dan dangkal.
URGENSI PERAN AWAM DALAM KATEKESE DI ZAMAN KONTEMPORER Evander Betran Anggur; Robialdus Teto
Jurnal Reinha Vol 17 No 1 (2026): JURNAL REINHA
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v17i1.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan peran awam dalam katekese di zaman kontemporer. Zaman kontemporer ditandai oleh berbagai perubahan cepat dalam bidang sosial, budaya, politik, dan teknologi. Globalisasi, sekularisasi, pluralisme agama, serta revolusi digital telah membentuk cara hidup dan cara berpikir manusia modern. Dalam konteks ini, Gereja Katolik menghadapi tantangan serius dalam melaksanakan katekese, karena nilai-nilai Injil sering kali berbenturan dengan arus utama zaman. Kaum awam, yang hidup langsung di tengah realitas dunia sehari-hari, memiliki posisi strategis untuk menjadi agen katekese yang efektif. Dokumen Gereja menekankan panggilan awam untuk terlibat aktif dalam misi evangelisasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode dokumentasi dengan menganalisis dokumen magisterial, buku, dan artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan tiga peran utama awam dalam katekese di zaman kontemporer: menjadi saksi iman yang autentik di tengah budaya sekuler,menjadi dialogator yang membangun jembatan antara iman dan berbagai realitas zaman; menjadi kreator metode dan media katekese yang kontekstual. Ketiga peran ini menegaskan bahwa awam bukanlah objek pasif dalam katekese, melainkan subjek yang dipanggil untuk mewartakan Injil dengan cara-cara baru yang sesuai dengan tantangan zaman.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK: ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN SPIRITUALITAS PANGGILAN Anastasia Bita
Jurnal Reinha Vol 17 No 1 (2026): JURNAL REINHA
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v17i1.539

Abstract

Pendidikan Agama Katolik berperan penting dalam membentuk karakter moral, dan spiritualitas peserta didik. Namun, beberapa daerah di , khususnya di Kalimantan Timur, masih mengalami kekurangan guru PAK sehingga sekolah melibatkan guru seagama dari bidang lain maupun lulusan teologi, filsafat dan mantan calon imam (Frater) untuk mengajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kompetensi pedagogik dan spiritualitas panggilan dalam pembelajaran PAK serta mengidentifikasi strategi pengembangan guru yang relevan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis jurnal, buku, dokumen Gereja, regulasi pemerintah dan sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berlatar belakang teologi, filsafat, dan mantan calon imam memiliki kekuatan dalam spiritualitas dan pendalaman iman, tetapi Sebagian masih memerlukan penguatan kompetensi pedagogik. Sebaliknya, kompetensi pedagogik tanpa spiritualitas yang memadai dapat mengurangi dimensi pembinaan iman dalam pembelajaran. Oleh karena itu, kompetensi pedagogik dan spiritualitas panggilan merupakan dua aspek yang saling melengkapi. Pengembangan guru dapat dilakukan melalui pelatihan pedagogik, Kelompok Kerja Guru (KKG), mentoring, pemanfaatan teknologi Pendidikan, serta kerja sama antara sekolah, pemerintah dan Gereja.