cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018" : 37 Documents clear
STUDI PERENCANAAN SUBMERGED DAN NON SUBMERGED BREAKWATER UNTUK PENANGANAN ABRASI DI PANTAI MOROSARI DEMAK Zhafarina Hafizha Kautsar; Tubagus Nauval Dzaki; Sriyana Sriyana; Slamet Hargono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pantai Morosari, Kevamatan Sayung, Kabupaten Demak adalah salah satu pantai yang mengalami abrasi disetiap tahunnya ditambah dengan penurunan tanah menyebabkan banjir rob, sehingga menenggelamkan pemukiman warga serta ekosistem mangrove. Tujuan studi yaitu mengembalikan daratan pantai yang tenggelam akibat abrasi dengan merencanakan bangunan pelindung pantai. Perencanaan bangunan pelindung pantai berupa bangunan submerged dan non submerged breakwater yang ditempatkan rangkap sejajar pada dua lokasi, yaitu dari arah barat laut garis pantai sebagai lokasi 1 dan dari arah barat daya garis pantai sebagai lokasi 2. Simulasi terhadap tinggi gelombang dan periode gelombang maksimum menggunakan program MIKE21, menunjukkan bahwa reduksi gelombang oleh submerged breakwater sebesar 80% sedangkan submerged breakwater sebesar 66,67%. Simulasi perubahan garis pantai menunjukkan kemajuan garis pantai sejauh +100m. Simulasi terhadap deformasi tanah pada dasar bangunan menunjukkan deformasi tanah terbesar setelah pembangunan adalah 31,41 mm. Penentuan kedalaman cerucuk bambu pada bangunan pelindung pantai menggunakan program FoundationProV1 menghasilkan kedalaman cerucuk 20m untuk non submerged breakwater dan 12m untuk submerged breakwater. Hasil perhitungan dimensi menunjukkan konstruksi pada Lokasi 1 akan mempunyai cost yang relatif jauh lebih besar dibandingkan Lokasi 2, namun efektivitas dalam melindungi wilayah pantai pada Lokasi1 lebih baik dibandingkan Lokasi2.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG APARTMENT 14 LANTAI Yulfyandika Manggala Putra; Ami tri Fatrin; Hardi wibowo; Sukamta sukamta
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sempitnya lahan yang tersedia di Kota Bandung mengakibatkan pembangunan ke arah vertikal menjadi lebih efisien. Pembangunan gedung tinggi sendiri memiliki resiko gempa yang besar. Hal tersebut melatar belakangi Tugas Akhir ini yang berjudul "Perencanaan Struktur Gedung Apartment 14 Lantai". Gedung yang tinggi harus didesain tahan terhadap gempa dengan menggunakan konfigurasi struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) sesuai dengan SNI 03 – 1726 - 2012, sehingga direncanakan elemen lentur dengan mutu bahan yang tinggi yaitu fc' 45 MPa dan fy 400 MPa, serta dimensi yang sudah memenuhi syarat. Tahapan perhitungan gedung sendiri mencakup perencanaan beban-beban yang bekerja pada struktur, perencanaan struktur atas gedung yang meliputi pelat, balok, kolom, tangga dan shearwall, serta perencanaan struktur bawah yaitu pondasi. Hasil dari perencanaan gedung apartment ini adalah struktur yang kuat dan aman terhadap gempa serta gaya-gaya dalam (momen lentur, gaya lintang, gaya normal, dan torsi) yang terjadi pada elemen-elemen struktur.
PERENCANAAN STRUKTUR RUSUNAWA TEGAL MENGGUNAKAN STRUKTUR BETON BERTULANG KONVENSIONAL Faras Andhika; Aminudin Faruq M; Rudi Yuniarto Adi; Hardi Wibowo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Struktur Gedung Rusunawa Tegal didesain dengan mengacu pada SNI  2847:2013, SNI 1726:2012,  dan PPIUG 1987. Metode dynamic respons spectrum digunakan dalam menganalisis gempa. Gaya gempa pada struktur direncanakan dengan menggunakan konfigurasi struktur sistem rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) karena struktur termasuk kedalam Kategori Desain Seismik tipe D. Sistem rangka berupa rangka yang tersusun dari balok dan kolom, dimana kolom dibuat lebih kuat dari balok (strong column weak beam). Untuk menghindari terjadinya kegagalan struktur pada pertemuan balok-kolom, maka sendi plastis direncanakan terjadi di balok sedangkan pada kolom sendi plastis hanya terjadi di kolom bagian atas pondasi. Program analisis struktur digunakan untuk membantu pemodelan struktur dan menghitung gaya dalam yang bekerja pada struktur. Material yang digunakan yaitu beton f’c35 MPa, sedangkan untuk besi tulangan  fy 400 Mpa dan 240 Mpa 
ANALISIS PERUBAHAN KINERJA JALAN DAN SIMPANG AKIBAT RENCANA ADANYA LIGHT RAIL TRANSIT (STUDI KASUS : KORIDOR LRT SIMPANG LIMA-TERMINAL PENGGARON KOTA SEMARANG) Yudha Agiel Pangestu; Alviady Ramadhan; Y.I. Wicaksono Y.I. Wicaksono; Kami Hari Basuki
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang sering terjadi di beberapa wilayah Kota Semarang adalah kemacetan. Hal tersebut terjadi karena volume kendaraan pribadi tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada. Disamping itu, angkutan umum belum optimal untuk menarik masyarakat beralih dari kendaraan pribadi. Beberapa penyebabnya adalah fasilitas yang kurang baik, jumlah moda sedikit, dan waktu tempuh yang lama. Terkait permasalahan tersebut, diberikan solusi moda transportasi perkotaan berbasis rel, yaitu Light Rail Transit (LRT). Sehingga tujuan studi ini adalah menganalisis kinerja jalan dan simpang akibat rencana adanya LRT, yang terletak di sepanjang Simpang Lima hingga Terminal Penggaron Semarang.Metode penelitian yang dilakukan yaitu analisis kinerja jalan dan simpang eksisting menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil analisis tersebut berupa nilai derajat kejenuhan untuk jalan dan tundaan untuk simpang. Kemudian dilakukan asumsi perpindahan arus lalu lintas akibat adanya LRT berdasarkan beda waktu tempuh serta analisis tapak rencana trayek LRT. Setelah itu dianalisis kinerja jalan dan simpang akibat adanya LRT.Pada hasil studi, perpindahan volume kendaraan pribadi menuju LRT dengan selisih waktu 12 menit 34 detik sebesar 16,78%. Dengan analisis kinerja Jalan Ahmad Yani didapat derajat kejenuhan sebesar 0,577 dan mengalami penurunan ketika adanya LRT menjadi 0,553. Sedangkan pada Jalan Majapahit didapat derajat kejenuhan sebesar 1,072 dan mengalami penurunan ketika adanya LRT menjadi 0,959. Hasil analisis kinerja Simpang Erlangga didapat tundaan rata-rata simpang sebesar 70,803 det/smp. Ketika ada LRT didapat tundaan rata-rata simpang sebesar 48,724 det/smp. Hasil analisis kinerja Simpang Lamper didapat tundaan rata-rata simpang sebesar 33,291 det/smp. Ketika ada LRT didapat tundaan rata-rata simpang sebesar 28,62 det/smp. Kemudian untuk Simpang Fatmawati didapat tundaan rata-rata simpang sebesar 19,54 det/smp. Ketika ada LRT didapat tundaan rata-rata simpang sebesar 15,88 det/smp. Dalam tugas akhir ini, hasil preferensi penumpang yang dipakai dalam lingkup Kota Semarang dan tidak pada lokasi penelitian saja. Adanya kendaraan umum diabaikan dalam asumsi perpindahan moda dan kendaraan berat (HV) tidak dihitung dalam perpindahan arus lalu lintas akibat LRT. Serta data lalu lintas diambil tidak dalam satu waktu. Menyadari banyak hal yang bisa diperbaiki, diharapkan adanya studi lebih lanjut dengan data yang komprehensif. 
PERBANDINGAN FORMULA CAMPURAN DESAIN AC-WC DENGAN VARIASI KADAR PASIR Aditian Kevin Pratama; Supriyono Supriyono; bagus Hario Setiadji
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Kerusakan jalan di Indonesia umumnya disebabkan oleh pembebanan yang berlebihan akibat dari pertumbuhan jumlah kendaraan yang sangat tinggi. Selain karena faktor beban, perkerasan itu sendiri merupakan hal utama yang mempengaruhi kerusakan jalan.
PERENCANAAN EMBUNG PPLH UNIVERSITAS DIPONEGORO KOTA SEMARANG JAWA TENGAH Aprilia Bella Sekar S; Firda Awalunisa H; Suharyanto Suharyanto; Robert Kodoatie
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebutuhan air baku di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk di daerah tersebut. Selain itu, pada daerah aliran sungai bagian hulu di wilayah Tembalang, dahulu merupakan daerah terbuka untuk resapan air yang telah berubah fungsi menjadi daerah kampus dan pemukiman. Sebelum adanya Universitas Diponegoro, kawasan Tembalang merupakan daerah pertanian dan perkebunan. Maka dari itu, direncanakan bangunan Embung PPLH Universitas Diponegoro yang digunakan sebagai penampung air untuk kebutuhan air baku di Universitas Diponegoro, sehingga mendukung kelestarian air di lingkungan kampus Universitas Diponegoro dan sekitarnya.Perencanaan Embung PPLH Undip ini didasarkan pada beberapa metode yang saling melengkapi. Metode pertama adalah analisis hidrologi yang termasuk analisis kapasitas tampungan dilakukan dengan simulasi. Analisis hidrologi lainnya adalah analisis debit banjir menggunakan Metode HSS Nakayasu, analisis debit andalan menggunakan metode F.J Mock, analisis kebutuhan air dan analisis neraca air. Tahap terakhir adalah perencanaan pembangunan embung.Hasil perencanaan Embung PPLH Universitas Diponegoro mempunyai kapasitas tampungan 14.866,96 m3. Embung direncanakan akan dibangun setinggi 13 m, lebar mercu embung sebesar 6 m, panjang embung adalah 190 m, dan debit banjir dengan periode ulang 100 tahun sebesar 42,87 m3/detik. Sedangkan perencanaan bangunan pelimpah (Spillway), menggunakan debit banjir QPMF dengan debit outflow sebesar 35,87 m3/detik, dengan lebar spillway sebesar 10 m. Konstruksi embung dibangun menggunakan urugan tanah dengan inti lempung. Estimasi biaya perencanaan Embung PPLH Universitas Diponegoro adalah senilai Rp. 25.449.900.000,00 (Dua Puluh Lima Miliyar Empat Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah).
PENGEMBANGAN METODE SURVEI EVALUASI KONDISI KERUSAKAN JALAN Inrda Syahputra Nasution; Gidion Alamta Silaban; bagus Hario Setiadji; Supriyono supriyono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndonesia sebagai negara yang sedang berkembang membutuhkan jalan sebagai prasarana memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai aspek. Kerusakan pada jalan akan menimbulkan dampak yang  besar dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Untuk mengetahui apakah jalan masih dalam kondisi yang baik atau diperlukan program rehabilitasi pemeliharaan jalan diperlukan adanya evaluasi permukaan jalan. Dalam pelaksanaan evaluasi permukaan jalan maka dibutuhkan survei kondisi jalan. Survei kondisi jalan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data kerusakan jalan yang terjadi. Tidak efisien apabila survei dilakukan dengan pengukuran langsung satu per satu kerusakan yang terjadi pada jalan. Maka dari itu dilakukan pengembangan metode survei kerusakan jalan agar menjadi lebih efisien dan akurat pada data kerusakan yang didapatkan. Dalam pengegembangan metode survey kerusakan jalan dilakukan dengan menggunakan alat prekan untuk mendapatkan data kerusakan jalan. Setelahnya dilakukan uji coba untuk mendapatkan kondisi ketinggian kamera,sudut kamera dan kecepatan kendaraan yang optimal saat melakukan survei kondisi kerusakan jalan. Dari hasil uji coba diperoleh kecepatan 10 – 20 km/jam dengan ketinggian kamera berkisar ±50 – 60 cm serta sudut pengambilan kamera 40° - 45° untuk mendapatkan hasil rekaman yang optimal. Untuk mengetahui hasil keakuratan data yang didapatkan maka dilakukan perbandingan hasil rekaman video dengan data hasil pengukuran lapangan. Dari perbandingan  hasil rekaman video dengan data hasil pengukuran lapangan terjadi selisih nilai dengan persentase dibawah 10% dimana masih dianggap dapat mewakili kondisi kerusakan yang sebenarnya.
DESAIN STRUKTUR GEDUNG HOTEL THE GREEN SURABAYA Enda Suranta Sitepu; Yohanes Agung Nugroho; Himawan Indarto; Yulita arni priastiwi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hotel The Green terletak di kota terbesar kedua di Indonesia yaitu Surabaya. Dikarenakan wilayah ini masuk ke dalam wilayah rawan gempa, maka gedung dirancang untuk dapat menahan gempa.  Metode perencanaan gedung mengacu pada Standar Nasional Indonesia, yaitu SNI 1726:2012. Dari segi desain gedung digunakan SNI 2847:2013 dan SNI 1727:2013 untuk pembebanannya. Analisis gempa secara dinamis, menggunakan respon spektrum. Gaya gempa dihitung berdasarkan kriteria desain seismik (KDS) masuk dalam  tipe D, sehingga  gedung direncanakan dengan konfigurasi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Dengan sistem rangka tersebut, dapat direncanakan terjadinya sendi plastis pada tumpuan balok, sehingga bila terjadi gempa, struktur gedung mampu berperilaku runtuh pada balok terlebih dahulu yang akan meminimalkan risiko kerusakan bangunan dan jatuhnya korban jiwa. Analisa struktur menggunakan program analisa struktur. Material yang digunakan yaitu beton f’c 30 MPa dan baja tulangan ulir fy 420 MPa.
EVALUASI DESAIN LANDSIDE BANDAR UDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG PADA PENGEMBANGAN TAHAP I Cathur Agung Pamungkas, Sanny Bhahryeltaky R.N, Y.I cathur agung pamungkas; sanny bhahryeltaki R.N; Wicaksono Y.I. Wicaksono; Kami Hari Basuki
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengembangan Tahap I Bandar Udara Internasional Ahmad Yani direncanakan selesai pada tahun 2017. Setelah pengembangan Tahap I selesai landside Bandar Udara akan berpindah ke sebelah utara runway eksisting. Dalam kajian ini, lokasi landside baru disebut sebagai lokasi “eksisting”. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketiga elemen landside “eksisting” yaitu terminal penumpang, gedung parkir, dan jalan akses. Analisis yang dilakukan berupa meramalkan penumpang hingga tahun pengembangan selanjutnya (2027), menghitung luas terminal penumpang dengan SNI 03-7046-2004 dan IATA ADRM 2004 kemudian dibandingkan dengan terminal penumpang “eksisting”, menganalisis level of service terminal penumpang “eksisting”, menghitung luas gedung parkir kendaraan dengan SKEP 77/VI/2005, dan menganalisis kinerja jalan dan simpang menuju lokasi “eksisting” dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Perbandingan luas terminal penumpang menunjukan luas hall keberangkatan dan hall kedatangan “eksisting” lebih kecil dibandingkan luas standar SNI 03-7046-2004 dan IATA ADRM 2004. Nilai level of service baggage claim area pada tahun 2025 mendapat nilai D. Luas tempat parkir “eksisting” 43.000 m2 lebih kecil dibandingkan luas hasil perhitungan 95.592 m2. Kinerja jalan dan simpang pasca pemindahan ke lokasi “eksisting” dibagi menjadi dua Skenario. Skenario 2 menunjukan kinerja lebih baik dibandingkan Skenario 1. Kinerja jalan Skenario 2 memiliki rata-rata nilai DS lebih dari 0,75 dan rata-rata kecepatan 50 km/jam, sementara kedua simpang yang ditinjau memiliki rata-rata nilai DS lebih dari 0,75, tundaan terbesar 55,619 det/smp pada pendekat Timur simpang Madukoro dan 81,81 det/smp pada pendekat Barat Simpang Anjasmoro Raya. Rekomendasi kajian selanjutnya dalam analisis luas gedung parkir dianjurkan untuk mempertimbangkan pengaruh parkir statis dan parkir dinamis. 
DESAIN EMBUNG PADA DAERAH CEKUNGAN AIR TANAH (CAT) DAN NON ALUVIAL DI KECAMATAN MIJEN – KOTA SEMARANG evendi evendi; elia sangapta; robert j.kodoatie; Sutarto Edhisono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKNgadirgo adalah salah satu desa di Kecamatan Mijen Kota Semarang yang memiliki karakteristik hidrogeologis berupa Cekungan Air Tanah (CAT) Semarang – Demak daerah imbuhan. Kedalaman muka air tanah pada akuifer tidak tertekan adalah ±30 m dibawah permukaan. Pada daerah CAT air mengalir didalam tanah baik pada tanah dangkal hingga ke lapisan dibawahnya. Tanah dasar pada daerah tersebut adalah non aluvial, yaitu keras dan kedap air karena terbentuk dari desintegrasi formasi batuan. Ketersediaan air sungai yang terdapat pada daerah cekungan air tanah lebih banyak dari pada daerah bukan cekungan air tanah karena air hujan akan meresap kedalam tanah menjadi aliran dasar. Untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi maka diperlukan embung, sehingga bisa menampung air pada musim hujan untuk digunakan pada musim kemarau. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode F. J Mock yang telah dimodifikasi. Embung diperlukan di sungai Blorong dengan Luas DAS 5,014 km2 untuk mengairi daerah irigasi seluas 109 Ha. Embung ini merupakan urugan tanah yang didesain dengan debit banjir rencana periode ulang 25 tahun menggunakan metode HSS Gama 1 dengan kapasitas sebesar 29,48 m3/detik. Volume tampungan sebesar 5.498.487,961 m3 diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi. Material timbunan embung menggunakan tanah dari daerah sekitar lokasi. Pembangunan embung ini sangat bermanfaat bagi kelestarian dan keberlangsungan sumber daya air. Embung direncanakan akan dibangun setinggi 15 m dengan lebar puncak 6 m dengan estimasi biaya Rp 8.335.336.463,00 (Delapan Miliar Tiga Ratus Tiga Puluh Lima Juta Tiga Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Empat Ratus Enam Puluh Tiga Rupiah).

Page 2 of 4 | Total Record : 37