cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 592 Documents
ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG BANJIR KANAL BARAT KOTA SEMARANG UNTUK PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR Reza Juan Prakasa; Ridho Anggoro; Abdul Kadir; Al Falah
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.415 KB)

Abstract

Overflow  in the West Floodway  is a natural event caused by inadequate river capacity to flow the existing discharge.Based on the analysis of hydrological West Floodway with the help of software HEC-HMS (Hydrologic Engineering Center-Hydrologic Modeling System) obtained discharge plan (Q50) of  951.9 m3/s.  The hydraulics analysis  was carried out by the help of software HEC-RAS (Hydrologic Engineering Center-River Analysis System)and the result is an overflow along the 8 km (WF 0-WF 97) in the West Floodway Region. To overcome these  problems, it is necessary to be taken a solution,  that is increasing river capacity. Based on existing field conditions  (limited space) then the plan is  using  2 type of river  profiles, there are at the downstream  river is used for single and double crosssection on the upstream, both is planning  using manning formula.
ANALISIS SISTEM DRAINASE JALAN TOL BALIKPAPAN – SAMARINDA KM 22 + 025 – 52 + 100 Yanuar Adhiya Pratama; Usamah Hidayatullah; Sutarto Edhisono; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.264 KB)

Abstract

Jalan Tol Balikpapan – Samarinda merupakan salah satu pekerjaan infrastruktur berdasar kepada keputusan Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Untuk menunjang kinerja jalan tol, maka diperlukan analisis sistem drainase jalan tol, agar tidak terjadi genangan dan kerusakan struktur jalan.Analisis sistem drainase dimulai dengan analisis hidrologi menggunakan metode hitung rata – rata aljabar. Data hujan didapatkan dari Stasiun Hujan Sepinggan (01o 15’ 44,9” LS , 116o 53’ 41” BT) dan dari Stasiun Hujan Temindung (00o 26’ 46” LS, 117o 9’ 36” BT). Data hujan yang digunakan adalah data hujan maksimum tahunan selama 15 tahun dari tahun 2001 hingga tahun 2015. Data hujan tersebut diolah menjadi intensitas hujan kala ulang menggunakan persamaan Mononobe. Selanjutnya hasil hitung intensitas hujan kala ulang tersebut digunakan untuk analisis debit menggunakan alat bantu aplikasi  EPA SWMM Versi 5.1 sehingga didapatkan nilai debit banjir rencana (Q50) untuk gorong – gorong dan debit banjir rencana (Q25) untuk saluran samping, dan saluran median.Analisis debit banjir rencana tersebut dilakukan dengan pemodelan skema aliran sistem drainase jalan tol dilakukan menggunakan alat bantu aplikasi  EPA SWMM Versi 5.1. Guna perencanaan hidrolik saluran, digunakan persamaan passing capacity. Saluran yang digunakan pada perencanaan sistem drainase Jalan Tol Balikpapan – Samarinda segmen 2 ini adalah saluran beton pra cetak dengan jenis saluran U-Ditch tipe U400D untuk saluran samping dan median, dan saluran Box Culvert dengan tipe BC 2 x 2 x 1 untuk saluran gorong – gorong.
EVALUASI KELAYAKAN DAN PENINGKATAN KINERJA JALAN LINGKAR KUDUS Asep Setyobudiato; Singgih Prasetyo; Bagus Hario Setiadji; Moga Narayudha
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.697 KB)

Abstract

Kudus Ring Road is a primary arterial road that connects traffic from the provincial capital of East Java’s Surabaya to the provincial capital of Central Java’s Semarang. This ring road was establised with the purpose to redirecting traffic without having to pass through the urban area, so it can reduced the traffic jam. First construction was started at 1997 and has several repairs or improvements. At an early age getting older, this ring road needs an evaluation for many fators such as traffic performance, road geometry, road pavement, drainage channel, and complement facility such as light lamp, road marker, and traffic’s signs. The results of the evaluation are expected to improve the quality of this ring road in serving the traffic movements.
PENGARUH KOMPOSISI NANO SEMEN PADA PERILAKU BETON Elfiranahla Chandra Dewi; Kartika Trisna Apsari; Purwanto Purwanto; Han Ay Lie
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.261 KB)

Abstract

This study aimed to investigate the influence of the composition nano-cement to compressive strength and flexural strength on concrete. First step in the produced of concrete with nano materials, necessary constituent concepts concrete material selection right. Cement with fine grains have a larger surface area than the coarse grained cement, thus increasing the surface area of a grain of cement hydration process faster so that more amount of cement that can react with water to increase  so the compressive strength will be increase too. Increased in the compressive strength of concrete will be accompanied by a increased in flexural strength. To determine the effect of the composition nano-cement was used variation of composition nano-cement 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Specimens for compression test is a cylindrical 10 cm diameter and 20 cm high, and Specimens for flexural test is  15 x 15 x 60 cm. The tools used in the testing is a load cell, LVDT (Linear Variable Displacement Transducer), and data loggers. Through this research is expected, in addition to knowing its effects on concrete compressive strength and flexural strength, can also determine relationship between compressive strength and flexural strength.
PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI CANDI TERHADAP SUNGAI KREO DI KOTA SEMARANG DAN PENANGANANNYA Luluk Afidah; Nuring Nafisah; Hary Budieny
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.383 KB)

Abstract

PT IPU (Indo Permata Usahatama) selaku developer KIC (Kawasan Industri Candi) akan melakukan pengembangan perluasan wilayah pada KIC. Lokasi KIC terletak di antara dua sungai besar di Kota Semarang yaitu Sungai Bringin di sebelah barat dan Sungai Kreo di sebelah selatan. Pengembangan KIC menyebabkan beberapa dampak negatif, salah satunya dengan bertambahnya debit banjir. Dalam Tugas Akhir ini, disajikan hasil kajian pengaruh dari pengembangan KIC terhadap debit banjir di Sungai Kreo. Perhitungan debit banjir dilakukan dengan dua metode, yaitu metode Rasional dan HSS Gama 1. Penanganan dari dampak pengembangan kawasan industri tersebut direncanakan dengan membangun beberapa long storage pada sub DAS Kreo yang terkena dampak pengembangan, yaitu pada sub DAS 1, 2, dan 6. Untuk keperluan Tugas Akhir ini, perencanaan dilakukan pada long storage 1c, meliputi mercu (pelimpah) dan pintu air penguras. Dari perencanaan long storage ini diharapkan dapat menanggulangi dampak banjir yang bisa saja terjadi akibat dari pengembangan kawasan industri Candi  pada daerah Sungai Kreo Semarang. Dari analisis hidrologi didapat debit banjir rencana dengan periode 50 tahun sebesar 29,66 m3/s. Volume tampungan long storage didapat dengan mengurangkan debit sesudah dan sebelum pengembangan. Dari hasil perencanaaan didapatkan volume tampungan sebesar 5418 m3, elevasi dasar +77, elevasi mercu +80, tinggi mercu 3 meter, rencana anggaran biaya sebesar Rp 825,463,000.00 dalam waktu 34 minggu dengan menyertakan penjadwalan pekerjaan long storage.
ANALISIS DISTRIBUSI PERJALANAN MENGGUNAKAN MODEL GRAVITASI DUA BATASAN DENGAN OPTIMASI FUNGSI HAMBATAN STUDI KASUS : KOTA SEMARANG DAN KOTA SURAKARTA Novianna Dwi Pramesti; Wahyu Laras Wulandari; Bambang Riyanto; Kami Hari Basuki
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.417 KB)

Abstract

Movement patterns in the region are caused by the interaction of traffic flow in the activity pass. If a region has a large enough population density, the greater the movement of traffic generated. It usually occurs in cities that are growing, such as the city of Semarang and Surakarta. To minimize the number of transportation problems arising from the interaction of traffic flow, it is necessary transportation plans an efforts as early as possible. This study aimed to determine the pattern of movement by using two restriction Gravity Model (rise and pull). Required data is secondary data, such as the distance between the zones, travel time, the amount of land area in a zone and productive age among 15-59 years. Linear regression analysis is used to get the Origin Destination Matrix. From linear regression analysis can be known the variable that affects movement patterns. It can be concluded from the results of this study that Surakarta city are more sensitive in comparison to Semarang City in distance. Therefore, it can be said that the town of Surakarta is more environmentally friendly because fuel consumption needed by society is not high compared with the city of Semarang.
PENGARUH DIMENSI STUD TERHADAP KEKUATAN PENGHUBUNG GESER TIPE STUD PADA STRUKTUR KOMPOSIT BAJA-BETON Edrial Sulistyo; Adhe Verdianto Hidayat; Ilham Nurhuda; Yulita Arni P
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Struktur komposit adalah struktur yang terdiri dari dua atau lebih komponen dengan material yang berbeda. Permasalahan utama dalam struktur komposit adalah mencegah kegagalan geser yang terjadi pada interaksi permukaan antar material. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan penghubung geser. Dalam penelitian ini akan dikaji pengaruh panjang dan diameter stud tanpa kepala terhadap kekuatan dan mekanisme kegagalan dari struktur komposit. Penelitian dilakukan dengan analisis numerik menggunakan ANSYS, software dengan metode elemen hingga. Tes validasi dilakukan untuk membandingkan hasil uji fisik dengan simulasi numerik. Hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme kegagalan stud tanpa kepala bergantung pada diameter dan panjangnya. Stud yang lebih kaku akan mengalami kegagalan terlebih dahulu dari beton, sementara stud yang lebih fleksibel sudah mengalami leleh.
PENATAAN KANAL BANJIR TIMUR SEMARANG Krisma Adijaya; Wisnu Prianto; Suripin Suripin; Hary Budieny
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.63 KB)

Abstract

Semarang has two major channels namely Kanal Banjir Timr (KBT) and the Kanal Banjir Barat (KBB). KBT is a canal that functioned as a flood control of the eastern city of Semarang. The existing condition of KBT is no longer able to accommodate the existing flood discharge. At the end of March 2015, KBT overflowed and inundated the residential areas around it. The decrease capacity of KBT are caused by the high of sedimentation, isn’t appropriate river space, and garbage. Therefore, proper handling efforts are needed to improve KBT. The aim of this study is to design a plan of KBT. The concept of river restoration considers not only hydraulic aspect, but also environment around the river (Maryono, 2007). The design of KBT is divided into three steps, first step is hydrology analysis, second step is hydraulics analysis and the third is the step of design. The aim of hydrological analysis is to determine the flood discharge with the HSS Gama I method. The aim of hydraulics analysis is to determine the dimension of the KBT that able to accommodate the flood discharge using HEC-RAS software. The third step is to create a landscape designs of KBT space area and estimate the cost needed. Based on this study, the proposed discharge Q 50-year is 518.29 m3/sec. To accommodate the discharge the demension of KBT is enlarged from 21.2 m to 23 m at the upstream, from 35.7 m to 40 m at the middle stream and from 55.4 m to 65 m at the downstream. In the border area and the banks of the canal changes into green space area, parks and sports facilities area. Total costs required to implement them is Rp . 118,848,568,000.00 (A Hundred Eighteen Billion Eight Hundred Forty Eight Million Five Hundred Sixty Eight Thousand Rupias).
EVALUASI EFISIENSI SIRKULASI TERMINAL ANGKUTAN PERKOTAAN DI TERMINAL BUS MANGKANG Suis Ogeswartomal; Agusvan Syarif; Bambang Riyanto; Supriyono Supriyono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.345 KB)

Abstract

Pembenahan di bidang transportasi mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Kota Semarang supaya tidak terjadi penumpukan arus lalu lintas di dalam kota. Untuk mengatasi sebagian masalah transportasinya, maka Terminal Mangkang yang sebelumnya merupakan terminal dengan tipe C, saat ini telah menjadi terminal dengan tipe A yang berlokasi di sebelah barat Kota Semarang. Terminal Mangkang khususnya terminal angkutan perkotaan memiliki beberapa permasalahan, diantaranya adalah sirkulasi kendaraan yang kurang baik karena adanya titik temu antara kendaraan yang masuk dengan kendaraan yang akan keluar. Selain itu banyak terdapat kegiatan menurunkan dan menaikkan penumpang yang tidak pada tempatnya. Oleh karena itu diperlukan sebuah evaluasi efisiensi sirkulasi yang terjadi di terminal angkutan perkotaan dengan pengkajian secara teknis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengarahkan permasalahan pada pola naik dan turun pengguna angkutan umum di dalam dan luar Terminal Angkutan Perkotaan Mangkang, serta pola kendaraan angkutan umum dalam menaikkan dan menurunkan penumpang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuisioner kepada 100 responden yang didapat dari hasil teori sampling. Kuisioner berisikan 10 (sepuluh) pertanyaan dengan memfokuskan pada asal dan tujuan perjalanan, angkutan umum yang digunakan, serta pola pergerakan atau naik turunnya penumpang di dalam dan luar terminal. Dari hasil kuisioner didapat bahwa mayoritas penumpang berasal dari arah barat dengan prosentase 54%, dengan moda yang sering digunakan adalah NBAK (Non Bus Angkutan Kota) sebesar 40%. Untuk pola pergerakan penumpang, para pengguna angkutan umum mayoritas turun dari angkutan perkotaan di dalam Terminal Angkutan Perkotaan Mangkang, yang berada di pintu masuk setelah tanjakan (TPR) dengan prosentase sebesar 47%. Kemudian melanjutkan dan menunggu angkutan perkotaan di sepanjang jalan keluar yang berada di luar Terminal Angkutan Perkotaan Mangkang dengan prosentase sebesar 41%. Berdasarkan perbandingan kinerja tiap model terminal, usulan model alternatif 2 memiliki efisiensi waktu sirkulasi sebesar 78 detik dibandingkan dengan terminal eksisting. Kecenderungan penumpang untuk berganti moda di luar terminal juga bisa ditekan lebih kecil untuk usulan model alternatif 2. Hasil dari penelitian ini adalah disarankan untuk melakukan penataan ulang layout terminal dalam memfasilitasi kegiatan menaikkan dan menurunkan penumpang untuk setiap jenis moda yang beroperasi di terminal angkutan perkotaan. Penataan ulang layout juga dirasa perlu untuk mengurangi titik konflik antara kendaraan yang masuk dengan yang keluar di dalam terminal. Usulan model alternatif 2 dapat dipertimbangkan oleh instansi terkait dalam melakukan penataan ulang layout terminal.
PERBANDINGAN INVESTASI REVITALISASI BANGUNAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA SEMARANG Dana Aswara; Nadia Tiaramita; Ferry Hermawan; Frida Kistiani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.589 KB)

Abstract

Pasar tradisional Indonesia menurun, baik dari jumlahnya maupun orientasi masyarakat karena beberapa faktor, seperti kurangnya infrastruktur dan ketidaknyamanannya. Sehingga, pasar tradisional seharusnya mempunyai suatu daya saing dan daya tarik untuk mempertahankan keberadaannya dalam jangka panjang. Untuk merevitalisasi pasar tradisional diperlukan investasi yang relatif cukup besar. Pada tahun 2016, pemeritah kota Semarang menyiapkan investasi untuk revitalisasi pasar tradisional sekitar 61,2 milyar rupiah. Investasi revitalisasi bangunan pasar tradisional harus seharusnya dapat memberikan manfaat bagi para stakeholder. Penelitian dilakukan untuk membandingkan investasi revitalisasi beberapa bangunan pasar tradisional yang di Kota Semarang agar selanjutnya diperoleh acuan pola investasi revitalisasi pasar tradisional yang dapat dijadikan masukan terhadap pemerintah dalam melakukan revitalisasi. Data primer yang digunakan pada penelitian diperoleh dari wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan terhadap Dinas Pasar, pedagang, pembeli, dan kepala pasar. Data sekunder berupa DED dan RAB, data pedagang dan fasilitas pasar seperti kios dan los. Ada tiga pasar yang dijadikan objek penelitian yaitu Pasar Pedurungan, Peterongan dan Rasamala. Analisa investasi revitalisasi pasar tradisional ini dibagi menjadi aspek sosial, aspek teknis dan non teknis serta aspek ekonomi. Hasil analisis dari aspek sosial menunjukkan bahwa pemerintah telah dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan juga meningkatkan perekonomian. Secara umum, rencana revitalisasi ketiga pasar tersebut sudah dapat memenuhi standar teknis dan non teknis pasar tradisional. Hasil analisis dari aspek ekonomi  yaitu selama 20 tahun umur ekonomis bangunan maka Pasar Rasamala dinilai paling layak. NPV Pasar Rasamala bernilai positif sebesar Rp12,801,195,084.82 dengan B/C Ratio yaitu 5,1 dan IRR 13,99%.