cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 592 Documents
ANALISA RESPON SPEKTRA GEMPA DI PERMUKAAN BERDASARKAN PENDEKATAN SITE SPECIFIC ANALYSIS Renata A. Wijaya; Bianca Febriani; Windu Partono; Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.413 KB)

Abstract

SNI 03-1726-2002 mentions that the seismic requirements for building construction design should be based on 4 accelerograms from 4 different earthquake events. One of them is El Centro (California, 1940). In 2010, Indonesian Earthquake revision team defined a new seismic hazard maps. Those efforts have led to revisalSNI 03-1726-2002, because after 2002, there was earthquakes, whose magnitude was bigger than the estimation before. This study will analyze the spectrum response that will be showed through maps of amplification factor distribution and acceleration spectrum on Semarang city area. From those maps, amplification factor value of El Centro earthquake will be compared to the others (Hector Mine, Kobe, and Loma Prieta). Also the comparison of acceleration spectrum value ( PGA, T=0.2, T=1) that caused by Earthquake El Centro and the others. The last is the comparison of  spectrum response that was the result of this study and the spectrum response from SNI 03-1726-2002.
PERENCANAAN DERMAGA PELABUHAN PERINTIS WINDESI KAB. KEPULAUAN YAPEN, PAPUA Riyan Aditya N; Ivan Kaleb S; Priyo Nugroho; Purwanto purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.894 KB)

Abstract

Windesi terletak di wilayah administratif Kabupaten Kepaulauan Yapen, Provinsi Papua. Permasalahan yang terjadi di Windesi adalah belum tersedianya akses transportasi laut yang memadai, sehingga menjadi masalah bagi kapal yang akan bersandar. Dermaga eksisting yang ada di Windesi terbuat dari kayu dan dalam kondisi rusak. Data yang diperlukan untuk perencanaan meliputi peta topografi, peta bathimetri, data angin, data kapal, data tanah, dan data pasang surut. Dasar perencanaan dermaga ini menggunakan data kapal terbesar yang akan bersandar di Pelabuhan Perintis Windesi, yaitu Kapal Papua Lima dengan bobot kapal sebesar 500 DWT. Kebutuhan wilayah perairan terdiri dari kolam putar yaitu 102 m, kedalaman kolam pelabuhan -4,00 LWL dan elevasi dermaga yaitu +3,00 LWL. Metodologi yang digunakan untuk perhitungan pasang surut adalah metode admiralty diperoleh nilai HHWL = 174,51 cm dan gelombang rencana kala ulang selama 50 tahun dengan H = 2,682 dan T = 8,77 detik. Dalam perencanaan struktur dermaga, digunakan program SAP 2000 dengan model 3D. Dermaga terdiri dari bangunan jetty head, trestle, dan causeway. Dimensi jetty head yaitu panjang 62 m dan lebar 6 m. Dimensi trestle yaitu panjang 194 m dan lebar 4 m. Dimensi causeway yaitu panjang 15 m dan lebar 4 m. Estimasi anggaran untuk pembangunan struktur jetty adalah sekitar Rp 48.580.000.000,00.
PENERAPAN MANAJEMEN LALU LINTAS SATU ARAH PADA RUAS JALAN SULTAN AGUNG – SISINGAMANGARAJA – DR.WAHIDIN KOTA SEMARANG UNTUK PEMERATAAN SEBARAN BEBAN LALU LINTAS Ramadhania Ramanasari; Nurul Qomariyah; Djoko Purwanto; Epf. Eko Yulipriyono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.829 KB)

Abstract

Semarang is a capital city of Central Java with high rate of civil growth & mobility. This caused growth of vehicles in Semarang city which keep increasing and has impact in the vehicle’s cumulation on one segment of certain road, such as Dr. Wahidin street and Sultan Agung street . It indicates that on the segment of the road occured a high traffic density that there is a possibility in the upcoming years an increase will happen again. The purpose of the research is to identify the performance of the road’s segment and junction and to find the solution of efficient traffic spread with planned two one way traffic management scenarios. This research begins with literature study and preliminary survey which continued with collecting data through traffic counting, observation, and related measurements. Performance analysis of road’s segments and junctions in existing condition and planned scenario using MKJI 1997. As the result of analysis comparation between existing condition with 2 scenarios which the first scenario (segment of Dr. Wahidin street, Sisingamangaraja street, and Sultan Agung street enforced one way system) and the second scenario (segment of Dr. Wahidin street, Sisingamangaraja street, and Sultan Agung street enforced one way system with contra flow on segment of Dr. Wahidin street and Sultan Agung street) gained that the best scenario is the first scenario. First scenario can decrease the DS of Sultan Agung Street become about 0,21-0,33 and Dr.Wahidin Street about 0,33-0,48. Also after being compared using scoring method, the first scenario got highest score for road’s segment and junctions. So that, scenario 1 can be recommended.
PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI SIANGKER SEMARANG Brasta Diyu Wasesa; Imam Arifin; Salamun Salamun; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Siangker merupakan salah satu bagian penting dalam sistem drainase Bandara Ahmad Yani. Sebagian debit drainase bandara akan dibuang menuju laut melalui Sungai Siangker sehingga kapasitas pengaliran dari Sungai Siangker harus dianalisis dan direncanakan kembali. Analisis dan perencanaan terhadap Sungai Siangker merupakan salah satu upaya dalam pengendalian banjir akibat dampak dari sistem drainase bandara. Debit drainase dari bandara yang dialirkan menuju Sungai Siangker melalui sistem pompa dengan debit pompa (Qp) sebesar 4,5 m3/dt. (Sumber : Angkasa Pura) Daerah Aliran Sungai (DAS) siangker memiliki luas 7,156 km2 dengan stasiun hujan, Stasiun Ahmad yani, Stasiun Simongan, dan Stasiun Maritim. Analisis curah hujan area menggunakan Metode Poligon Thiessen dan perhitungan curah hujan rencana menggunakan distribusi Log Pearson III. Intensitas hujan dihitung berdasarkan data curah hujan otomatis yang dicatat menggunakan alat pengukur Hellman. Perhitungan debit rencana menggunakan beberapa metode yaitu Metode FSR Jawa Sumatra, Metode HSS Gamma 1, Metode Haspers, dan Metode Passing Capacity sebagai kontrol terhadap perhitungan debit rencana. Dari Analisis Hidrologi tersebut didapatkan debit banjir rencana periode ulang 25 Tahun sebesar 69,59 m3/dt dengan metode terpilih adalah Metode HSS Gamma 1.Berdasarkan debit rencana dan debit tambahan pompa dianalisis menggunakan pemodelan HEC-RAS versi 4.1. Debit tambahan pompa dimodelkan pada Sta. 1850 yang merupakan letak  rumah pompa.  Pemodelan dilakukan pada dua kondisi yaitu kondisi eksisting dan kondisi desain. Hasil dari pemodelan pada kondisi eksisting terdapat penampang sungai yang tidak mampu menampung kapasitas aliran (Sta. 350 – Sta. 3350 dan Sta. 4250 – Sta. 4900) sehingga diperlukan upaya normalisasi penampang sungai. Dari hasil analisis pemodelan kondisi desain direncanakan penampang  sungai  trapesium dengan kemiringan 1:1 dan 1:0,5. Pada Analisis Back Water akibat pasang surut terdapat penampang yang tinggi jagaan kurang dari 0,6 m yaitu pada Sta. 1250 – Sta. 1450 sehingga dilakukan peninggian tanggul setinggi 0,25 m.Pada perencanaan teknis dilakukan dua analisis yaitu Analisis Stabilitas Alur Dasar Sungai dan Analisis Stabilitas Lereng Tanggul. Kedua analisis tersebut diperlukan untuk menjamin stabilitas lereng tanggul. Perkuatan lereng direncanakan menggunakan pasangan batu belah dengan ketebalan 0,9 m dan 0,7  m. Cerucuk bambu diameter 15 cm dan panjang 2 m dipasang pada perkuatan dengan ketebalan 0,9 m untuk meningkatkan daya dukung tanah. 
ANALISIS KAPASITAS BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA SEBAGAI BANDARA KOMERSIL Arief Hadi Wibowo; Risky Duta Ramadhan; Bambang Riyanto; Epf. Eko Yulipriyono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.442 KB)

Abstract

Halim Perdanakusuma airport is one of military airport which placed in DKI Jakarta. Since Soekarno-Hatta airport has been crowded on January 10th 2014, Halim Perdanakusuma airport has became Commercial airport formally and military airport (The office of Indonesian airport) too. It is based on Soekarno-Hatta airport’s capacity that not able to accommodate airplane movement, increasing runway and developing airport’s capacity. Therefore, needed an analysis of Halim Perdanakusuma ability in air side which is able to accommodate military airplane movement and commercial airplane based on existing. The methodology sequence that used to write this thesis is contain data collecting by field observation to getting primary data air traffic and secondary data from airport management in the form of flight schedule data, the existing condition of the airport that processed with a mathematical perspective. The calculating by modeling methods; arrival flight, take off and mixed operation. Based on current condition of existing, Halim Perdanakusuma airport has 1 runway which 3000 meters long 45 meters width, 5 taxiways for commercial and 3 for military, 1 main-apron on 88.787,5 m2 areas which able to accommodate 14 airplanes type boeing 737-900 and 3-sized Cessna airplane. According to the calculation, Halim’s air traffic in mixed operation was 15 ops/hour, Halim needed 9 gates to reach it’s maximum operating according to those traffic, needed 49.059,5 m2 areas of apron, with taxiway capacities 70-90 ops/hour. Based on those result, Halim Perdanakusuma airport is very maximum operating with just the management adjustments, because all its elements in tolerant and it can fulfill the minimum standards in all aspects.
PERENCANAAN BENDUNGAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA, JAWA BARAT Muhammad Qorib Hidayat; Kalih Amanis Shofa; Sri Eko Wahyuni; Suseno Darsono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.588 KB)

Abstract

Increasing water demand is caused of increasing population at Tasimalaya Regency, inversely with water supply to that area. This problem is solved by constructing a reservoir located in Tasikmalaya regency, West Java that is the Manonjaya Dam. Manonjaya Dam is a earthfill dam with a vertical core which is built at Citanduy River with 590.422 km2 of catchment area. This aims of dam to fulfill public water supply and irrigation at Tasimalaya Regency. Manonjaya Dam is designed with 100 years of return period with inflow discharge valued 513.9 m3/second. Manonjaya Dam is designed 23.5 meters of height, with 3,9 million cubic meters of capacity. The dam has equipped with 3,5 meters of diameter outlet pipe, spillway with 30 meters of width, and USBR III of  stilling basin. Construction cost of Manonjaya Dam is around 154 billion Rupiahs with scheduled for 33 weeks.
PERENCANAAN UNDERPASS ZAENAL ABIDIN – SOEKARNO HATTA, BANDAR LAMPUNG Mila Roofi Prilliyani; Laela Fitriyamtina; Muhrozi Muhrozi; Kresno Wikan S
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.621 KB)

Abstract

Kemacetan pada persimpangan Bundaran Tugu Radin Inten yang menghubungkan Jalan  Soekarno-Hatta / Jalur Lintas Timur Sumatera (arteri primer) dengan Jalan Zaenal Abidin (arteri sekunder) telah menjadi permasalahan di Kota Bandar Lampung. Hal ini dikarenakan ruas jalan sudah tidak mampu menangani volume kendaraan pada persimpangan. Oleh karena itu perlu dibuat simpang tak sebidang (underpass). Analisa geoteknik sangat diperlukan untuk merencanakan struktur underpass, karena beban yang bekerja pada underpass tidak hanya berasal dari beban lalu lintas saja, namun sebagian besar berasal dari tanah yang mana sangat berpengaruh terhadap stabilitas struktur. Maka digunakan bantuan software Plaxis 8.2 untuk memperhitungkan besarnya deformasi, rembesan, dan gaya dalam yang terjadi pada underpass. Kemudian hasil dari gaya dalam tersebut dicek terhadap kapasitas sheetpile dengan bantuan software SPColumn, sedangkan untuk besarnya nilai factor of safety (FoS) rembesan (water boiling) yang dihasilkan harus > 1,5. Ketiga aspek perencanaan diatas harus diperhitungakan berdasarkan parameter jangka pendek dan jangka panjang. Selanjutnya hasil yang paling kritis dari kedua parameter tersebut dibandingkan dengan perhitungan menggunakan rumus empiris sebagai validasi hasil yang diperoleh. Hasil yang lebih kritis terdapat pada perhitungan menggunakan parameter jangka panjang. Hasil yang diperoleh dari analisa menggunakan software Plaxis 8.2 dan rumus empiris tidak berbeda jauh.
PERENCANAAN DRAINASE WILAYAH BANYUMANIK SEMARANG Cut Dede Juanita; Hafidz Noordianto; Pranoto Samto Admojo; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.841 KB)

Abstract

The flood problem and inundation local often occurring in regions banyumanik, precisely in the intersection of Jalan Durian Raya. A limited drainage channels plus garbage and sedimentation blockage makes the water cannot flow when it rains. This leads to a puddle by the depth of between 10 - 15 cm for 1 - 2 hours. Therefore planning drainage the environmental from can overcome flooding and inundation on jalan durian. In planning, hydrological analysis is performed to seek discharge plan with program HEC-HMS. Acquired discharge flood plan of 39,6 m3/s with repeated periods of 10 years. Then to find out the effectiveness of existing cross section, rivers and drainage channels are modelled with program HEC-RAS. Cross section is planned by condition of steady flow. The result of reckoning using existing programs show a cross section rivers cannot accommodate discharge plan. Similarly with its drainage channels. Treatment done with increased capacity rivers and drainage channels. River cross section in the normalization with three types of cross-section (type I near the lower B = 7 m and H = 3, 5 m, midstream type II B = 6, 5 m and H = 3, 5 m, type III near the upper B = 5 and H = 3, 5 m). While cross section drainages deepened and assembly of a parapet to prevent the overflow.
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL TERKAIT RENCANA SEMARANG MIDDLE RING ROAD (SMRR) DI SIMPANG SRONDOL, SEMARANG Willy Yudha Putra; Irvan Rivaldi; Supriyono Supriyono; Djoko Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTingginya tingkat pergerakan di Kota Semarang menyebabkan rendahnya tingkat pelayanan kinerja jalan (ruas jalan maupun simpang). Sebagai contoh Simpang Srondol di Jalan Setiabudi, Semarang masih terdapat tundaan kendaraan dan antrian yang cukup panjang sebagai bukti bahwa masih kurang optimalnya fungsi dari Simpang Srondol yang merupakan simpang bersinyal. Maksud dari studi ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja simpang bersinyal pada Simpang Srondol Semarang dalam kaitannya dengan dengan rencana pembangunan Semarang Middle Ring Road (SMRR). Sedangkan tujuan dari studi ini adalah menawarkan alternatif desain simpang dengan pengaturan terbaik untuk menghasilkan simpang berkinerja optimal yang berkaitan dengan rencana pembangunan Semarang Middle Ring Road (SMRR). Hasil evaluasi kinerja simpang bersinyal, pada Simpang Srondol kondisi eksisting menunjukkan bahwa sudah cukup jenuh. Nilai derajat kejenuhan di semua pendekat pada kondisi eksisting sudah melebihi kondisi normal (≥0.85). Perbaikan geometri simpang didapatkan dengan jenis tipe simpang tak sebidang (flyover) dikombinasikan dengan bundaran tak bersinyal di bagian bawahnya yang memiliki derajat kejenuhan (DJ) untuk semua lengan simpang dan bagian bundaran bernilai ≤0.85. 
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG @HOM HOTEL KUDUS BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 Wibowo Budi; Januar Reza; Sri Tudjono; Parang Sabdono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.49 KB)

Abstract

The structure of @HOM Hotel Kudus building design by SNI 03-1726-2012. To obtain ductile structure, special moment resisting frame (SRPMK) used. The analysis of the structure using SAP2000 software. Loading structure refers to SNI 03-1727-2013. Required for earthquake resistant buildings should not happen bristle failure. Thus the plastic hinge detail and beam-column joint must be calculated correctly. Lateral deflection requirements beetween floors should be controlled so that the stiffness of structure is not soft.