cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 592 Documents
NORMALISASI SUNGAI KERUH DAN TEKNIK NILAI JEMBATAN PLOMPONG, KABUPATEN BREBES Sam Yoel; Tivri Manthiq; Sriyana Hari Nugroho; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.642 KB)

Abstract

Kegagalan pembangunan pada suatu struktur jembatan, bisa disebabkan karena terjadinya degradasi pada dasar sungai. Kegagalan tersebut dapat merugikan baik secara ekonomi dan sosial bagi pengguna jalan khususnya jembatan baru yang akan dibangun. Sebagai contoh yaitu pada perencanaan Jembatan Plompong di Kabupaten Brebes, dimana pada perencanaannya belum memperhitungkan analisis hidrolika. Hal ini nantinya akan membahayakan struktur dan kegagalan pembangunan, sehingga diperlukan kajian normalisasi sungai dan teknik nilai.Tahap awal dalam merencanakan normalisasi sungai dilakukan dengan analisis hidrologi dan hidrolika. Debit rencana hasil perhitungan analisis hidrologi dengan periode ulang 50 tahun, sebesar 162.31 m3/dtk. Analisis hidrolika digunakan untuk mengetahui kemampuan penampang dalam menampung debit rencana. Hasil analisis hidrolika dengan program HEC-RAS menunjukkan beberapa kapasitas penampang eksisting sungai melimpas, sehingga perlu dilakukan pelebaran pada penampang basah sungai. Perhitungan teknik nilai pada jembatan Plompong menghasilkan perlunya pembangunan groundsill pada jembatan baru untuk menjaga bagian bawah jembatan Plompong dari sedimen. Pembangunan groundsill mengurangi kecepatan aliran air dari 4.72m/dt menjadi 2.78m/dt.Di dalam tugas akhir ini, ruang lingkup yang direncanakan meliputi normalisasi sungai, perencanaan perkuatan tebing berupa Dinding Penahan Tanah, dan pembangunan groundsill. Kegiatan ini memakan biaya sebesar Rp 12.492.000.000,- dengan waktu pengerjaan 10 bulan.
PERENCANAAN STRUKTUR APARTEMEN RASUNA SOLO Jefry Dwi Prasetyo; Himawan Himawan; Indrastono Indrastono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1424.446 KB)

Abstract

Perencanaan Struktur Gedung Apartemen Rasuna ini didesain dengan mengacu pada SNI  2847-2013 tentang perencanaan beton dan SNI 1726-2012 tentang peraturan Gempa Indonesia.  Struktur gedung apartemen rasuna ini, berada dalam kelas situs SD (tanah sedang) dan termasuk dalam kriteria desain seismik tipe D, dengan katagori resiko I. Sehingga dalam perencaannya digunakan metode Sistem Rangka Pemikul momen Khusus (SRPMK). Dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), diharapkan bahwa struktur gedung memiliki tingkat daktilitas tinggi. Perencanaan struktur gedung Apartemen ini menggunakan konsep desain kapasitas berupa kolom kuat balok lemah. Struktur kolom dibuat lebih kuat dari struktur balok, agar pada bagian balok terjadi sendi plastis terlebih dahulu. Dengan menggunakan metode tersebut diharapkan gedung ini tidak mengalami keruntuhan total saat terjadi gempa yang kuat. Perencaanan struktur ini menggunakan software struktur. Material yang digunakan yaitu beton f’c 30 MPa, baja tulangan mutu 400 MPa untuk Tulangan utama, dan 240 MPa untuk tulangan sengkang serta plat lantai. Pondasi yang digunakan pada struktur gedung ini adalah pondasi tiang pancang dengan diamater 50 cm dan kedalaman 16 m, dengan daya tiang pancang sebesar 136,23 ton
PERENCANAAN STRUKTUR RAINBOW SPRINGS CONDOVILLA TANGERANG Kristalicia Rizki; Niken Suci Untari; Sri Tudjono; Yulita Arni P
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur gedung yang berada di wilayah rawan gempa harus direncanakan tahan terhadap beban gempa, yaitu struktur harus memiliki daktilitas yang tinggi yang memungkinkan terjadinya deformasi yang besar tanpa mengalami keruntuhan. Dengan demikian kerusakan struktur yang terjadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Pada perencanaan struktur Rainbow Springs Condovilla Tangerang mengacu SNI 1727:2013 untuk analisis mengenai beban gravitasi, SNI 1726:2012 untuk perencanaan ketahanan gempa, dan SNI 2847:2013 untuk perencanaan struktur beton. Perencanaan struktur yang ditinjau meliputi perencanaan struktur atas dan struktur bawah. Perencanaan struktur atas dihitung menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus dengan konsep strong column week beam, untuk struktur bawah menggunakan tiang pancang. Mengurangi dampak kombinasi gaya torsi yang diakibatkan bentuk bangunan, maka dimensi kolom pada bagian tepi bangunan dibuat lebih besar, sehingga pada mode 1 dan mode 2 hanya terjadi pergerakan translasi. Analisis struktur dihitung menggunakan software SAP2000 dengan metode pembebanan analisis dinamik spektrum respons gempa dan diperoleh hasil perencanaan balok induk dimensi 400 mm × 500 mm dengan tulangan longitudinal D22 dan tulangan transversal D10, untuk perencanaan kolom diperoleh dimensi 500 mm × 700 mm dengan tulangan longitudinal 16D19 dan tulangan confinement D10. Pada perencanaan pondasi tiang pancang direncanakan sampai kedalaman 19 meter dengan diameter tiang 500 mm. Dari hasil analisis dan perencanaan, dapat disimpulkan bahwa partisipasi massa lebih dari 90% dicapai sampai dengan kombinasi mode 8 dan gaya geser dasar dinamik lebih besar 85% dari gaya geser dasar statik ekivalen.
STUDI PERILAKU IKATAN TARIK ANTARA FRP ROD DENGAN BETON KONVENSIONAL Bugi Mahendra; Hardi Wibowo; Han Ay Lie
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perubahan SNI 03-1726-2002 menjadi SNI 03-1726-2012, berpengaruh terhadap peningkatan beban gempa rencana yang diperlukan dalam perhitungan kekuatan struktur bangunan. Kondisi ini mengakibatkan beberapa elemen struktur bangunan lama memerlukan perkuatan. Untuk meningkatkan kapasitas elemen struktur salah satunya dengan menggunakan FRP (Fibre Reinforcment Polymer). PT Sika Indonesia mengeluarkan produk baru untuk jenis FRP yaitu FRP berbentuk batang (FRP rod). Pemasangan FRP rod menggunakan metode NSM (Near Surface Method) yaitu dengan membuat lubang memanjang tempat penanaman FRP di sekitar permukaan beton. Pemasangan FRP rod memerlukan kedalaman lubang tertentu, namun kendala di lapangan pada pelaksanaannya adalah selimut beton terlalu tipis. Penelitian oleh Caro et al, 2016 menunjukan banyak faktor yang memberikan pengaruh lekatan antara FRP dengan beton, antara lain, geometri penampang, kedalaman penanaman, panjang lekatan, dan material FRP. Penelitian ini mengkaji mengenai kapasitas geser bond dan mode keruntuhan yang terjadi berdasarkan variasi kedalaman penanaman FRP rod. Hasil menunjukan bahwa kedalaman penanaman secara signifikan mempengaruhi mode keruntuhan dan tegangan geser yang terjadi pada beton.
EVALUASI SISTEM PELAYANAN TRANSIT ANTAR KORIDOR BUS RAPID TRANSIT TRANS SEMARANG Salasa, Wildan; Wakhidho, Heru; Setiadji, Bagus Hario; Yulipriyono, Epf. Eko
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.66 KB)

Abstract

Trans Semarang transit happens at, semarang 5 public high school shelter, town hall shelter, simpang lima shelter, tawang station shelter and Elizabeth hospital shelter. The lowest headway analyst result 52 second in the Elisabeth and Simpang Lima, and the highest headway BRT Trans Semarang is 40 minutes in the Station Tawang, should to the ideal headway at 5-10 minutes. Lowest idle time is 35 second in the SMAN 5 and Station Tawang, and highest idle time BRT Trans Semarang is 68 second in the Station Tawang and Simpang Lima, should between 20-60 second. The lowest waiting time is at 52 seond in the Simpang Lima, and the highest waiting time BRT Trans Semarang is 35 minutes in the Station Tawang, should between 5-10 minutes and maksimum 10-20 minutes, and the shelter facilities are considered enough by the BRT Trans Semarang users.
PENANGANAN LONGSORAN BENDAN DENGAN BORED PILE Eric Himawan Soetedjo; Kresno Wikan
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1728.185 KB)

Abstract

Daerah Bendan yang terletak pada Jalan Pawiyatan Luhur, Semarang, Jawa Tengah, mengalami longsor yang mengganggu aktivitas di daerah tersebut, terutama karena ada dua universitas yang terletak pada jalan tersebut.  Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi longsoran tersebut adalah dengan membangun bored pile pada lokasi longsor. Untuk merancang bored pile, harus diketahui terlebih dahulu stabilitas lereng yang ada dengan berbagai cara. Yang paling sederhana ialah memodelkan longsoran menjadi suatu bidang datar yang terbagi dalam banyak pias dengan gaya dalam masing-masing, lalu dicari faktor keamanan kumulatifnya menggunakan metode Fellenius. Bila keadaan longsoran tersebut telah diketahui, dapat direncanakan penanganannya menggunakan bored pile atau drilled shaft.  Metode elemen terhingga yang memperhitungkan efek soil arching dapat digunakan untuk memperkirakan beban yang akan ditanggung oleh bored pile, demikian juga dengan metode Broms.  Sebagai analisis pembanding, dapat digunakan program komputer Plaxis 8.6 untuk mendapatkan hasil terkomputerisasi. Setelah penanganan dengan bored pile, lereng yang dalam keadaan kritis akan mengalami kenaikan faktor keamanan hingga senilai 1,436.
PERENCANAAN BANGUNAN PELINDUNG PANTAI BARON YOGYAKARTA As'ad Izul Falah; Akhmad Khirzy M; Priyo Nugroho; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Gelombang swell yang terjadi pada daerah Samudera Hindia, menyebabkan kerusakan pada fasilitas pariwisata dan mundurnya garis pantai pada pantai Baron.            Pantai Baron sangat memerlukan bangunan pelindung pantai untuk mengurangi dampak gelombang swell yang masuk ke daerah pesisir pantai. Dari analisis, didapat gelombang dominan dari arah Selatan dengan tinggi gelombang signifikan 1,284 m dan tinggi gelombang pecah sebesar 1,408 m pada kedalaman 1,6 m. Di samping itu, dengan mengamati karakteristik wilayah pantai Baron, maka dipilih perlindungan pantai yang akan digunakan adalah tipe shore-connected breakwater.            Breakwater yang direncanakan tersusun dari kombinasi batu pecah dan tetrapod. Lapis inti  menggunakan batu pecah dengan dimensi  diameter 4-13 cm, lapis kedua menggunakan batu pecah dengan dimensi diameter 32-36 cm dan lapis luar breakwater menggunakan tetrapod dengan berat butir 500 kg, mutu f’c=26,4 MPa (K300) slump 12±2 cm. Panjang breakwater rencana 250 m dengan tinggi breakwater 3,4 m dan elevasi mercu +2,452 m. Pelaksanaannya direncanakan selama 37 minggu dengan biaya sebesar Rp 12.478.400.000,00.
PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS LUFFING CRANE DENGAN HAMMER HEAD CRANE PADA PROYEK HIGH RISE BUILDING STUDI KASUS: MENARA ASTRA PROJECT, JAKARTA Putri Lokita Purnama Citra; Gloria Sihkawekas; Arif Hidayat; Rudi Yuniarto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.891 KB)

Abstract

The economic growth has contributed to the increasing number of high rise building construction mostly in big city especially Jakarta. In practice, the construction of high rise building project is aided by heavy equipment that is hammer head crane which is known as one of tower crane type. However, with the increasing number of high rise building construction, the hammer head crane space that usually be used in high rise building project is limited, hence, another type of tower crane called luffing crane that can be working optimally in the limited space is needed as the alternative for hammer head crane. For the consideration in choosing the type of which tower crane that should be used in the project, it requires the productivity analysis that is related to the equipment efficiency for each column, slab and beam works. From the research that has been conducted, it shows that the hammer head crane productivity is 13% higher fo column work and 65% higher for slab and beam works than luffing crane’s. With a note that in horizontal movement, luffing crane is excel more than hammer head crane. So overall, it can be concluded that in a condition where hammer head crane still can be operated in a limited space, its productivity is still higher than luffing crane productivity that operated in the same condition and surrounded. While luffing crane is used if hammer head crane is utterly can not be operated.
EVALUASI KINERJA RUANG TUNGGU PENUMPANG DI STASIUN SEMARANG PONCOL Irvan Nurhadi; Muhammad Iqbal AE; Bambang Pudjianto; Bagus Hario Setiaji
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.957 KB)

Abstract

Permintaan layanan kereta api penumpang yang semakin meningkat berpengaruh pada kinerja ruang tunggu penumpang di stasiun kereta api Semarang Poncol yang disikapi kurang maksimal oleh masyarakat, sehingga diperlukan evaluasi penilaian lebih lanjut. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui penawaran (supply), permintaan (demand), dan kinerja ruang tunggu penumpang eksisting sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia tentang Standar Pelayanan Minimum Untuk Angkutan Orang Dengan Kereta Api nomor 48 tahun 2015. Evaluasi ini menggunakan cara pengamatan langsung untuk perhitungan di hall dan perhitungan data sekunder untuk membandingkan kondisi SOP, real dan kondisi terlambat di ruang tunggu dalam. Dari hasil analisis diperoleh kapasitas hall eksisting masih mencukupi terhadap jumlah terbesar orang di hall. Kapasitas total ruang tunggu dalam eksisting masih mencukupi terhadap kondisi SOP dan riil, namun tidak mencukupi jika terjadi keterlambatan. Durasi menunggu pada kondisi terlambat lebih lama dibandingkan pada kondisi SOP dan riil. Dari hasil analisis perlu diperhatikan penambahan luas ruang tunggu dalam untuk antisipasi kondisi terlambat. Selain itu perlu juga prediksi kapasitas hall dan ruang tunggu dalam pada waktu mendatang dan kesiapannya dalam menghadapi kondisi kepadatan pada waktu tertentu. Pengaturan waktu boarding penumpang dan waktu perintah naik kereta api diperlukan agar dapat mengurangi kepadatan penumpang di ruang tunggu dalam.
PENYUSUNAN MANUAL OPERASI DAN PEMELIHARAAN WADUK SANGGEH KABUPATEN GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH Kusumardi wibowo, Nur Rendra; Rohendi, Adi Putra; Darsono, Suseno; Nugroho, Hari
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.288 KB)

Abstract

Waduk Sanggeh pasca rehabilitasi pada tahun 2015 belum diketahui kondisi terkininya dan belum dapat dioperasikan. Kondisi terkini waduk Sanggeh dapat diketahui dari evaluasi kelayakan. Kegiatan operasi dan pemeliharaan waduk membutuhkan suatu pedoman/manual. Pada waduk Sanggeh belum mempunyai manual operasi dan pemeliharaan. Manual tersebut digunakan sebagai dasar dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan waduk Sanggeh. Evaluasi kelayakan yang dilakukan pada waduk Sanggeh meliputi evaluasi terhadap hidrologi waduk, hidrolika bendungan, serta stabilitas bendungan Sanggeh. Hidrologi waduk Sanggeh dianalisis dengan metode Hydrology Synthetic untuk mendapatkan debit banjir pada waduk. Hidrolika bendungan dianalisis dari muka air banjir maksimum. Muka air banjir maksimum nantinya dijadikan dasar dalam evaluasi bendungan dan bangunan pelengkapnya. Manual operasi dan pemeliharaan waduk Sanggeh disusun berdasarkan Pedoman Operasi, Pemeliharaan, dan Pemantauan Bendungan. Pola operasi waduk Sanggeh dibuat sebagai acuan pengaturan air untuk dapat memenuhi kebutuhan air. Pembuatan pola operasi tersebut menggunakan metode simulasi. Evaluasi hidrologi pada waduk Sanggeh didapatkan debit 100 tahunan sebesar 29,0 m³/s. Elevasi muka air banjir mencapai +47,5 m. Evaluasi hidrolika bendungan Sanggeh didapatkan bahwa bendungan Sanggeh aman untuk dilakukan kegiatan operasi dan pemeliharaan. Stabilitas bendungan Sanggeh mencapai angka keamanan stabilitas bendungan dengan nilai 3,906 pada kondisi steady state. Pola operasi waduk Sanggeh mengikuti pola tanam daerah irigasi Sanggeh yang berdasar pada SK Bupati Grobogan Tahun 2013. Pola operasi yang dihasilkan dievaluasi kinerjanya berupa keandalan dengan nilai 71,4%, kelentingan dengan press index 0,0011 dan kerawanan sebesar 21,3%. Kegiatan operasi dan pemeliharaan waduk Sanggeh membutuhkan biaya pada tahun pertama yaitu sebesar Rp. 934.816.214,00.