cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 592 Documents
ANALISIS KINERJA SIMPANG DAN RUAS JALAN DI KAWASAN JALAN PAHLAWAN, KOTA BANDUNG Ardhitya Bimaputra; Wafi Granita Wuri Bemby; Wahyudi Kushardjoko; YI.Wicaksono YI.Wicaksono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.223 KB)

Abstract

Kebutuhan manusia saat ini semakin meningkat mengikuti perkembangan zaman. Akibatnya, tingkat mobilisasi dan kebutuhan transportasi guna memenuhi kebutuhan tersebut juga mengalami peningkatan. Hal ini mendorong ketersediaan prasarana transportasi yang baik menjadi sebuah keharusan, terutama di kota-kota besar, seperti Kota Bandung. Saat ini, kemacetan dan antrian kendaraan terlihat semakin parah di beberapa titik, terutama di jalan akses masuk dan keluar Kota Bandung, seperti kawasan Jalan Pahlawan. Di kawasan ini terdapat simpang yang menjadi salah satu titik rawan kemacetan, yaitu Simpang Pahlawan. Simpang ini mempengaruhi simpang yang ada di sekitarnya, yakni Pertigaan Brig J. Katamaso dan Perempatan Cisokan.Tugas Akhir ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja simpang; Simpang Pahlawan, Pertigaan Brig J. Katamso, Perempatan Cisokan dan ruas jalan; Jalan Pahlawan, Jalan Surapati, Jalan PH. H. Mustofa, Jalan Brig J. Katamso, Jalan Cisokan, Jalan Terusan Cisokan. Selain itu, untuk mengembangkan alternatif solusi peningkatan kinerja dan tingkat pelayanan simpang dan ruas jalan yang ditinjau. Langkah-langkah kerja meliputi; persiapan dan pengamatan pendahuluan, identifikasi masalah, survei dan pengumpulan data, analisis data kondisi eksisting, dan pengembangan alternatif solusi peningkatan kinerja dan tingkat pelayanan.Kinerja dan tingkat pelayanan simpang dan ruas jalan tinjauan pada kondisi eksisting tergolong buruk. Nilai derajat kejenuhan kondisi eksisting; ruas Jalan Brig J. Katamso 1,17, Perempatan Cisokan 1,381, Pertigaan Brig J. Katamso 1,372, Simpang Pahlawan berkisar 0,781 – 1,429. Kinerja dan tingkat pelayanan Simpang Pahlawan masih kurang baik meskipun dilakukan optimasi sinyal dengan pengaturan-empat fase, dengan nilai derajat kejenuhan berkisar 0,912 – 0,915.Efektifitas tiap skenario terhadap kinerja dan tingkat pelayanan simpang dan ruas jalan yang ditinjau, dilihat dari nilai derajat kejenuhan:-  Skenario 1, yaitu skenario one way di Jalan Brig J. Katamso, dapat meningkatkan kinerja dan tingkat pelayanan ruas Jalan Brig J. Katamso menjadi 0,66, Perempatan Cisokan menjadi 0,85, Pertigaan Brig J. Katamso menjadi 0,303. Akan tetapi, kinerja dan tingkat pelayanan ruas Jalan Surapati, Jalan PH. H. Mustofa, dan Simpang Pahlawan masih buruk.- *Penulis Penanggung Jawab Skenario 2, yaitu pelebaran ruas Jalan Brig J. Katamso menjadi 12 m, pada pendekat Jalan Cisokan sebesar 1.8 m, pada pendekat Jalan Pahlawan (Selatan) sebesar 2.5 m disertai pengaturan dengan APILL di Perempatan Cisokan dan Pertigaan Brig J. Katamso, dapat meningkatkan kinerja dan tingkat pelayanan ruas Jalan Brig J. Katamso menjadi 0,66, Perempatan Cisokan berkisar 0,757 – 0,793, Pertigaan Brig J. Katamso berkisar 0,687 – 0,721. Akan tetapi, nilai derajat kejenuhan Simpang Pahlawan masih berkisar 0,800 – 0,890.-  Skenario 3, yaitu seperti Skenario 2 ditambah dengan pengadaan overpass melintang pendekat Jalan Surapati dan Jalan PH. H. Mustofa disertai pelebaran ruas jalan tersebut menjadi 15 m, dapat meningkatkan kinerja dan tingkat pelayanan di semua simpang dan ruas jalan yang ditinjau. Nilai derajat kejenuhan yang diperoleh dengan skenario ini tidak melebihi batas yang disyaratkan (≤ 0,85), yakni berkisar 0,687 – 0,799.Berdasarkan rekapitulasi hasil evaluasi dan analisis, Skenario 3 dipilih menjadi skenario terbaik untuk peningkatan kinerja dan tingkat pelayanan simpang dan ruas jalan yang ditinjau. Dengan demikian, untuk tercapainya kinerja dan tingkat pelayanan lokasi tinjauan yang lebih baik adalah dengan merealisasikan Skenario 3.Kebutuhan manusia saat ini semakin meningkat mengikuti perkembangan zaman. Akibatnya, tingkat mobilisasi dan kebutuhan transportasi guna memenuhi kebutuhan tersebut juga mengalami peningkatan. Hal ini mendorong ketersediaan prasarana transportasi yang baik menjadi sebuah keharusan, terutama di kota-kota besar, seperti Kota Bandung. Saat ini, kemacetan dan antrian kendaraan terlihat semakin parah di beberapa titik, terutama di jalan akses masuk dan keluar Kota Bandung, seperti kawasan Jalan Pahlawan. Di kawasan ini terdapat simpang yang menjadi salah satu titik rawan kemacetan, yaitu Simpang Pahlawan. Simpang ini mempengaruhi simpang yang ada di sekitarnya, yakni Pertigaan Brig J. Katamaso dan Perempatan Cisokan.Tugas Akhir ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja simpang; Simpang Pahlawan, Pertigaan Brig J. Katamso, Perempatan Cisokan dan ruas jalan; Jalan Pahlawan, Jalan Surapati, Jalan PH. H. Mustofa, Jalan Brig J. Katamso, Jalan Cisokan, Jalan Terusan Cisokan. Selain itu, untuk mengembangkan alternatif solusi peningkatan kinerja dan tingkat pelayanan simpang dan ruas jalan yang ditinjau. Langkah-langkah kerja meliputi; persiapan dan pengamatan pendahuluan, identifikasi masalah, survei dan pengumpulan data, analisis data kondisi eksisting, dan pengembangan alternatif solusi peningkatan kinerja dan tingkat pelayanan.Kinerja dan tingkat pelayanan simpang dan ruas jalan tinjauan pada kondisi eksisting tergolong buruk. Nilai derajat kejenuhan kondisi eksisting; ruas Jalan Brig J. Katamso 1,17, Perempatan Cisokan 1,381, Pertigaan Brig J. Katamso 1,372, Simpang Pahlawan berkisar 0,781 – 1,429. Kinerja dan tingkat pelayanan Simpang Pahlawan masih kurang baik meskipun dilakukan optimasi sinyal dengan pengaturan-empat fase, dengan nilai derajat kejenuhan berkisar 0,912 – 0,915.Efektifitas tiap skenario terhadap kinerja dan tingkat pelayanan simpang dan ruas jalan yang ditinjau, dilihat dari nilai derajat kejenuhan:-  Skenario 1, yaitu skenario one way di Jalan Brig J. Katamso, dapat meningkatkan kinerja dan tingkat pelayanan ruas Jalan Brig J. Katamso menjadi 0,66, Perempatan Cisokan menjadi 0,85, Pertigaan Brig J. Katamso menjadi 0,303. Akan tetapi, kinerja dan tingkat pelayanan ruas Jalan Surapati, Jalan PH. H. Mustofa, dan Simpang Pahlawan masih buruk.*Penulis Penanggung Jawab Skenario 2, yaitu pelebaran ruas Jalan Brig J. Katamso menjadi 12 m, pada pendekat Jalan Cisokan sebesar 1.8 m, pada pendekat Jalan Pahlawan (Selatan) sebesar 2.5 m disertai pengaturan dengan APILL di Perempatan Cisokan dan Pertigaan Brig J. Katamso, dapat meningkatkan kinerja dan tingkat pelayanan ruas Jalan Brig J. Katamso menjadi 0,66, Perempatan Cisokan berkisar 0,757 – 0,793, Pertigaan Brig J
ANALISIS IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU (QUALITY ASSURANCE) DAN PENGENDALIAN MUTU (QUALITY CONTROL) TERHADAP PENCAPAIAN MUTU BETON PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI INDONESIA Achmad Irfan Nadim; Akbar Setiaji; m agung wibowo; riqi Radian
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDunia konstruksi sekarang ini lebih kompetitif dari sebelumnya terutama  di Indonesia. Oleh karena itu, banyak perusahaan kontraktor berusaha memenangkan persaingan di industri konstruksi dengan cara meningkatkan mutu produk atau jasa.. Pencapaian tujuan tersebut diperlukan serangkaian tindakan sepanjang siklus proyek mulai dari penyusunan program, perencanaan, pengawasan, dan pemeriksanaan. Kegiatan tersebut dikenal dengan penjaminan mutu atau quality assurance. Sedangkan  pengendalian  mutu atau quality control adalah proses pemeriksaan dan pengujian terukur. Pencapaian mutu beton struktur pada suatu proyek konstruksi gedung merupakan salah satu faktor penting yang dapat menunjang keberhasilan proyek tersebut. Penelitian ini menganalisis seberapa besar implementasi quality assurance dan quality control terhadap pencapaian mutu beton pada proyek konstruksi Gedung di Indonesia berdasarkan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 04/PRT/M/2009 dan Standar Nasional Indonesia 6880:2016. Berdasarkan hasil penelitian dalam menganalisis data, sebagian besar responden mengimplementasikan quality assurance dan quality control terhadap pencapaian mutu beton pada proyek konstruksi gedung di Indonesia.
PERENCANAAN STRUKTUR SEMARANG MEDICAL CENTER HOSPITAL JALAN KH. AHMAD DAHLAN SEMARANG Khanif Setioadi; Dian Adi Prawoto; Windu Partono; Hardi Wibowo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.472 KB)

Abstract

Semarang Medical Centre Hospital is a private hospital that contiuesly growing until today. SMC Hospital was built to fulfill the needs of society about the importance of health. In addition, SMC hospital was built to improve health service as the standard of international hospitals.The planning of structure of SMC Hospital based on SNI 1726 2012 concerning about the planning procedures of earthquake resistance. Structural system used is Special Moment Resisting Frames (SMRF). SAP2000 version 15 is used for modelling and building structure analysis. Stair structure was modelled separately and the result of reaction force was entried into the portal as load. Column, beam, and plate are modelled as one unity in the portal with significant specification.The analysis result from the structure are fundamental period and deflection, that will be compared with the limit-value in accordance with the rules. Meanwhile the analysis result in element such as moment, axial force, shear force and torsion are used to count section capacity based on SNI 2847:2013 about the requirement of structural concrete.
PERENCANAAN WADUK DESEL GUNA PENANGGULANGAN BANJIR PADA SUNGAI BERINGIN, SEMARANG Alian Kuntoro Wibowo; Candra Tri Widodo; Suseno Darsono; Hari Budieny
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.54 KB)

Abstract

Kota Semarang adalah salah satu kota besar yang berada di daerah pesisir pantai utara Pulau Jawa. Kota ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.763.370 jiwa pada tahun 2016 dan menjadi kota besar nomor lima di Indonesia. Luas Kota Semarang tercatat sebesar 373,80 km². Semarang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi banjir. Masalah utama yang dihadapi di Semarang ini yaitu masalah banjir dengan genangan yang cukup lama. Sungai Beringin merupakan sungai yang secara periodik menyebabkan banjir di kawasan Mangkang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Seringkali pada musim penghujan tanggul pada sungai Beringin tidak mampu menahan debit air sungai Beringin sehingga tanggul tersebut jebol dan mengakibatkan banjir.Guna menanggulangi banjir yang terjadi maka dibuatlah sistem pengendalian banjir dengan membuat tampungan berupa embung dan waduk di beberapa daerah hulu sungai Beringin. Dari beberapa bangunan yang akan direncanakan, diperkirakan Waduk Desel merupakan bangunan dengan kapasitas tampungan tertinggi. Sehingga memiliki peran penting dalam penanggulangan banjir sungai Beringin. Perencanaan Waduk Desel meliputi perencanaan kontruksi bendungan dan bangunan pelengkapnya. Perhitungan debit banjir rencana didesain menggunakan debit rencana 100 tahun untuk kontruksi bendungannya dan 50 tahun untuk konstruksi saluran pengelak. Debit banjir rencana yang didapatkan adalah 116,0 m³/s. Pemodelan waduk desel direncanakan menggunakan aplikasi HEC-HMS 4.2 dan Plaxis 8.2. Konstruksi bendungan pada Waduk Desel direncanakan menggunakan tipe urugan dengan ketinggian 50 m dan kelandaian lereng 1:3 yang dapat menampung air dengan volume 9,192,471.87  m³. Proyek ini menelan biaya sebesar Rp 816,503,642,600.00.
ANALISIS EFEKTIVITAS JALUR LAMBAT PADA RUAS JALAN KALIGAWE SEMARANG Inke Sita Ratnasari; Briliano Mantriwi; Bagus Hario Setiadji; Bambang Riyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.087 KB)

Abstract

Jalan Kaligawe Semarang merupakan salah satu Jalan Nasional terletak di Provinsi Jawa Tengah dan memiliki fungsi sebagai jalan arteri primer. Pada ruas Jalan Kaligawe KM 3+500 – KM 5+000 terdapat jalur lambat. Tujuan keberadaan jalur lambat pada ruas Jalan Kaligawe adalah untuk memperlancar arus lalu lintas dan meminimalisir tingkat fatalitas kecelakaan di jalur cepat. Maksud dari studi ini adalah untuk meninjau efektivitas keberadaan dari jalur lambat terhadap jalur cepat di ruas Jalan Kaligawe. Dari hasil analisis kecepatan sepeda motor, rata – rata kecepatan sepeda motor yang melintas di jalur lambat adalah 41,42 km/jam. Kinerja lalu lintas yang diukur menggunakan derajat kejenuhan (DS) menghasilkan nilai DS jalur lambat 0,769 dan jalur cepat 0,558. Perbandingan hasil analisis karakteristik kecelakaan di jalur lambat dan cepat dari tahun 2011 – 2015, menghasilkan total kecelakaan di jalur lambat 73 kecelakaan dan di jalur cepat 17 kecelakaan. Berdasarkan tingkat fatalitas kecelakaan, jalur lambat didominasi oleh fatalitas sedang 71,23% sedangkan jalur cepat didominasi oleh fatalitas ringan 59%. Hasil analisis lokasi rawan kecelakaan (black spot) di jalur lambat menggunakan pendekatan EAN (Equivalent Accident Number) dan Pendekatan Jarak diperoleh 3 lokasi rawan kecelakaan yaitu Segmen 7 (B-T), Segmen 11 (B-T) dan Segmen 9 (T-B). Rekomendasi yang disarankan adalah penambahan pita penggaduh (rumble strip), pembuatan marka zona selamat, pemeliharaan fasilitas jalan dan skema pemindahan bukaan separator. Berdasarkan hasil analisis parameter efektivitas keberadaan jalur lambat dapat disimpulkan bahwa jalur lambat telah efektif dalam memperlancar arus lalu lintas dan meminimalisir tingkat fatalitas kecelakaan di jalur cepat. Akan tetapi perlu ada perbaikan pada beberapa segmen jalan yang terindikasi sebagai lokasi rawan kecelakaan.
STUDI ANALISIS SENSITIFITAS KEKUATAN GEDUNG TERHADAP GEMPA DENGAN BEBAN GEMPA RIWAYAT WAKTU Imam Wahyudi; Windy Kurniawan; Windu Partono; Muhrozi Muhrozi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang dilalui oleh cincin api sehingga negara ini sering dilanda gempa. Indonesia juga diapit oleh 3 lempeng yaitu lempeng benua Eurasia, Indo-Australia dan lempeng Pasifik. Gempa yang terjadi dapat berupa gempa tektonik maupun gempa vulkanik. Guncangan dari gempa tersebut dapat merusak struktur bangunan. Maka, perlu diadakan penyelidikan mengenai ketahanan suatu bangunan dalam menerima guncangan gempa. Ketahanan suatu bangunan dapat dilihat dari struktur kolom dan pondasi karena jika struktur tersebut hancur maka struktur bangunan akan roboh. Ketahanan struktur bangunan terhadap gempa bumi disebut uji sensitifitas bangunan. Studi ini dilakukan untuk mengukur ketahanan bangunan terhadap gempa dengan jarak dan kekuatan gempa tertentu dengan menggunakan gempa riwayat waktu. Pada studi ini telah dilakukan pengujian tiga bangunan di kota Semarang. Bangunan tersebut adalah Semarang Medical Center mewakili tanah lunak, Training Center II undip mewakili tanah sedang dan City One Hotel mewakili tanah keras. Gempa riwayat waktu yang digunakan berkuatan 6 – 7 Magnitude momen (Mw) dengan jarak yang bervariasi. Berdasarkan hasil studi ini maka dapat diketahui ketahanan suatu bangunan terhadap guncangan gempa dengan kekuatan 6 – 7 Mw dan jarak tertentu.
PERENCANAAN GEDUNG PASCASARJANA POLTEKES SEMARANG Rangga Maulana; Andika Yudha P; Nuroji Nuroji; Hardi Wibowo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.302 KB)

Abstract

Struktur gedung pascasarjana poltekes didesain dengan mengacu pada SNI  03-2847-2002, SNI 03-1726-2012, SNI 03-1729-2015 dan PPIUG 1987. Metode dynamic respons spectrum digunakan dalam menganalisis gempa.Gaya gempa pada struktur direncanakan dengan menggunakan konfigurasi struktur sistem rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) karena struktur termasuk kedalam Kategori Desain Seismik tipe D. Sistem rangka berupa rangka yang tersusun dari balok dan kolom, dimana kolom dibuat lebih kuat dari balok (strong column weak beam). Untuk menghindari terjadinya kegagalan struktur pada pertemuan balok-kolom, maka sendi plastis direncanakan terjadi di balok sedangkan pada kolom sendi plastis hanya terjadi di kolom bagian atas pondasi.Program analisis struktur yang digunakan untuk membantu pemodelan struktur dan menghitung gaya dalam yang bekerja pada struktur adalah SAP 2000. Material yang digunakan yaitu beton f’c30 MPa, sedangkan untuk besi tulangan  fy 400 Mpa dan 240 Mpa. 
EVALUASI CONSTRUCTION WASTE DALAM PEKERJAAN KOLOM PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG Ganis Amanda; Yogi Nugraha; M.Agung Wibowo; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.459 KB)

Abstract

UNDIP telah diakui sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Hal ini semakin mendorong UNDIP untuk selalu meningkatkan kualitasnya. Berdasarkan kondisi UNDIP saat ini, mobilisasi akses keluar masuk UNDIP Tembalang meningkat secara signifikan yang mengakibatkan kemacetan di ruas jalan Prof. Soedarto. Hal ini perlu diimbangi dengan penyediaan jalan, sehingga dilakukan perencanaan jalan alternatif menuju kampus UNDIP Tembalang melalui Jalan Sapta Marga. Perencanaan jalan alternatif ini direncanakan dengan panjang jalan 2,605 km, yaitu dimulai dari STA 0+000 di simpang Fakultas Ekonomika dan Bisnis dan berakhir di STA 2+605 di simpang Jalan Jangli Perbalan Raya. Direncanakan jalur lalu lintas 2 lajur-2 arah tak terbagi (2/2 UD), lebar lajur 3 m, bahu jalan tanpa trotoar 1-2 meter dan dengan ada trotoar 0,25 meter, saluran samping 1 m, kecepatan rencana 30 km/jam, kelandaian memanjang maksimum 10 %, jumlah lengkung horizontal 7 buah dan lengkung vertikal 15 buah. Perkerasan yang digunakan adalah perkerasan lentur meliputi lapis permukaan laston AC-WC 4 cm dan AC-BC 6 cm, lapis pondasi atas batu pecah kelas A 15 cm, lapis pondasi bawah sirtu kelas B 20 cm, nilai CBR lapangan 4,052. Terdapat lima seksi dalam perencanaan perkerasan jalan, yakni: seksi I pada STA 0+000 s.d STA 0+955 perkerasan jalan baru, seksi II pada STA 0+955 s.d 1+005 overlay pada jalan eksisting dan pelebaran badan jalan, seksi III pada STA 1+005 s.d 1+980 perkerasan jalan baru, seksi IV pada STA 1+980 s.d 2+605 overlay pada jalan eksisting dan pelebaran badan jalan, overlay lapis permukaan laston 6 cm. Proyek ini membutuhkan dana sebesar Rp 16.134.847.500,00 sudah termasuk PPN 10 %. Rencana waktu pelaksanaan kegiatan proyek ini adalah 20 (dua puluh) minggu atau 5 (lima) bulan.
PERILAKU CLAY SHALE FORMASI KEREK PADA DESA POLOSIRI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG Fitrawati Mardhatillah; Minuk Arifah; indrastono indrastono; andi retno ari setiaji
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDesa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang merupakan wilayah dengan kondisi permukaan tanah mudah longsor karena pada desa tersebut terdapat zona tanah bergerak dan kemiringannya yang curam. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Magelang dan Semarang oleh Thanden et al. (1996), desa tersebut mayoritas berada pada formasi Kerek, dimana pada formasi ini ditemukan banyak material clay shale. Material tersebut kadang dianggap sebagai batu, tapi bila terkena udara atau terkena air akan mudah sekali mengalami pelapukan (Taylor,1948). Sifat ini dapat memicu terjadinya longsor. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui perilaku tanah clay shale. Analisis penelitian ini dilakukan dengan data primer berupa sampel yang diambil secara langsung dari lapangan dan data sekunder diperoleh dari literatur serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini. Sampel yang diambil sebanyak 6 (enam) titik lokasi pengambilan. Penelitian yang dilakukan berupa pengujian water content, berat volume basah, dan Atterberg limit untuk mengetahui indeks propertis tanah. Pengujian free swelling untuk mengetahui indeks pengembangan tanah serta pengujian slake durability untuk mengetahui indeks ketahanan batuan clay shale. Hasil pengujian yang diperoleh akan dianalisis untuk mengetahui korelasi pada masing-masing parameter yang terkait, nilai shale rating, serta aplikasi yang dapat diterapkan di lapangan berupa kemiringan lereng yang aman. 
TANGGUL SUNGAI SERAYU HILIR DARI MUARA HINGGA BENDUNG GERAK SERAYU Riade Yusuf Hernanda; Robert M. Nainggolan; Suseno Darsono; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.899 KB)

Abstract

Flood is a condition where water is overflowing in the discharge channel (river) caused by the inability of the cross section of the river in accommodating the flood discharge. Serayu river always brings floods every year, especially in the area of Banyumas and Cilacap. Flood debit plan used in the analysis of a cross section of Serayu river from the moving weir Serayu to estuary in Cilacap uses a return period of 50 years. Flood debit plan was analyzed by using SCS-CN method (Soil Conservation Service - Curve Number) with the help of software HEC-HMS. From the analysis of flood debit value of the plan, namely: Junction 12 amounted to 2088.4 m3/second, the junction 13 at 2417.1 m3 second, and 15th junction of 1386.9 m3/second. Existing cross-sectional analysis of Serayu river was done by using HEC-RAS software. The output of the HEC-RAS software is used to determine the location of planning the embankment, which is in areas experiencing river water overflowing. Central Java Serayu Downstream Embankment planning will be done with an estimated construction cost of Rp. 63,131,000,000.00 (sixty three billion one hundred and thirty one million rupiah) with a duration of work for 18 weeks.