cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 592 Documents
PERENCANAAN DERMAGA KAPAL PERINTIS DI PULAU KURUDU, PAPUA Agung Adyawardhana; Laras Atikasari; Priyo Nugroho; Ilham Nurhuda
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.118 KB)

Abstract

Transportasi merupakan sarana yang penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian dan perkembangan di suatu wilayah. Pulau Kurudu yang terletak di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua adalah salah satu pulau yang belum memiliki sarana perhubungan laut yang memadai. Hal ini menjadi salah satu penghambat perkembangan ekonomi yang perlu diperhatikan. Dalam rangka menunjang perkembangan ekonomi di Pulau Kurudu maka perlu dilakukan pembangunan maupun peningkatan fasilitas dermaga untuk menunjang pelayanan transportasi laut di daerah tersebut. Dermaga kapal perintis ini dibangun di sisi Timur Laut Pulau Kurudu. Perencanaan dermaga ini menggunakan data gelombang dengan periode ulang 50 tahun dan data pasang surut selama 31 hari yang dianalisis dengan metode admiralty. Pemodelan gelombang dilakukan dengan program Mike21. Data kapal terbesar yang rutenya melewati Pulau Kurudu, yaitu kapal dengan bobot 2000 GT digunakan sebagai acuan dalam menentukan dimensi dermaga. Dalam perencanaan struktur dermaga ini, sistem struktur dianalisis dengan menggunakan program SAP2000 dengan model 3D. Dari hasil perencanaan layout ditentukan panjang jetty head 84 m dengan lebar 8 m yang dihubungkan dengan trestle sepanjang 148 m dan lebar 6 m, serta causeway dengan panjang 28 m dan lebar 6 m.
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS PERKERASAN KAKU DARI PEDOMAN BINA MARGA TAHUN 2003 DAN BINA MARGA TAHUN 2013 M.Syaiful Afif; Doni Ramadhan; Djoko Purwanto; Bagus Hario
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The attempt to provide toll road in Java has been developed rapidly. In the Solo-Semarang route, the construction has reached packet 3 Bawen-Salatiga. An issue in packet 3 appeared in packet 3.1 between Sta 22+900 - Sta 23+500 because it is located in a clayshale deposit area (Kerek Formation). Based on the N-SPT data obtained from drill test for excavation structure, clayshale was not found in the layer. From the soil description and geological review, the layer was dominated by tuff breccia with andesite fragment. In the embankment of STA 22+975, CPT and geoelectric tests were taken and the result from geoelectric showed the presence of claystone which is the main material of Kerek Formation. Therefore, the embankment is the weakest zone by ground movement. FEM analysis results were compared using LEM method by Plaxis 8.2 and Slope/W 2007. FoS acquired from the two methods showed insignificant changes. The static load calculation result proved that the FoS of excavation and embankment structure was bigger than the minimum standard required by USACE (FoS>1.30). FoS of embankment with two configurations had a considerable value. The application of quake load in accordance with 2010 earthquake zone map with 0.44 g acceleration revealed a variety of FoS. In terms of the security over the excavation, the FoS was bigger than the minimum requirement, which is >1.10.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE JALAN TOL BALIKPAPAN-SAMARINDA SEKSI 4 Rahmawati Rahmawati; Hikmah Maulani; Pranoto Samto; Salamun Salamun
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.193 KB)

Abstract

Kota Samarinda dan Kota Balikpapan berperan penting dalam meningkatkan aktivitas ekonomi dan sosial sehingga membutuhkan prasarana jalan berkualitas baik.Adanya jalan tersebut mampu meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat. Pembangunan jalan tol yang menghubungkan kedua kota tersebut memberikan alternatif jawaban bagi pertumbuhan ekonomi antarwilayah dan dalam rangka penciptaan sistem transportasi yang lancar serta efisien.Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi 4 memiliki panjang 16.325 meter.Analisis hidrologi sistem drainase ini dilakukan menggunakan Metode Rata-Rata Aljabar untuk mencari hujan rerata, analisis intensitas hujan menggunakan Persamaan Mononobe, serta analisis debit menggunakan Metode Rasional dan Metode Hidrograf Satuan Sintetis Gama I berdasarkan periode ulang tertentu. Pada perencanaan saluran gorong-gorong dan jembatan digunakan periode ulang 50 tahun dan diperoleh debit maksimum sebesar 80,06 m3/dt; sedangkan pada perencanaan saluran samping dan saluran median digunakan periode ulang 10 tahun. Debit maksimum saluran samping sebesar 1,058 m3/dt dan debit maksimum saluran median sebesar 0,049 m3/dt. Berdasarkan analisis hidrolika diperoleh penampang rencana saluran gorong-gorong tipe Box Culvert dimensi 2mx2m dan dimensi 2x2mx2m, penampang rencana saluran samping berupa U-Ditch dimensi 0,6mx1m dan 1,8mx1 m dan penampang rencana saluran utama median berupa pipa beton setengah lingkaran berdiameter 40cm serta saluran pembuangan median berupa pipa beton berdiameter 60cm.Pelaksanaan konstruksi drainase jalan tol ini direncanakan selesai dalam waktu 9 bulan, dengan total biaya sebesar Rp 71.077.876.000,00 (Tujuh puluh satu milyar tujuh puluh tujuh juta delapan ratus tujuh puluh enam ribu rupiah).
PERENCANAAN SISTEM POLDER TAMBAK LOROK SEMARANG UTARA Catur Ayu Wahyuningsih; Rizka Estiana; Suseno Darsono; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.435 KB)

Abstract

Tambak Lorok adalah kawasan pesisir pantai di bagian utara Kota Semarang yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Permasalahan banjir dan rob yang sering terjadi menyebabkan potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan di kawasan tersebut tidak dapat berkembang. Drainase sistem polder dianggap sebagai alternatif yang efektif dan efisien untuk menanggulangi permasalahan banjir dan rob di Tambak Lorok yang memiliki topografi landai. Selain untuk mengatasi banjir dan rob, perencanaan sistem polder bertujuan untuk memperbaiki lingkungan, kesehatan dan perekonomian masyarakat di kawasan tersebut. Perencanaan sistem polder ini meliputi perencanaan saluran drainase, kolam detensi, stasiun pompa, dan tanggul laut. Perhitungan debit banjir rencana menggunakan pemodelan EPA SWMM versi 5.1 untuk periode ulang 50 tahun dengan hasil sebesar 2,07 m3/detik. Perencanaan dimensi kolam detensi disesuaikan dengan kondisi eksisting yaitu seluas ± 5 hektar dengan kedalaman 1,6 m dan ketinggian air dijaga pada kedalaman 1 meter dari dasar kolam. Berdasarkan debit banjir rencana dan luas kolam detensi, sistem polder direncanakan menggunakan 3 buah pompa dengan kapasitas tiap pompa sebesar 0,6  m3/s. Perencanaan saluran drainase menggunakan debit di tiap junction yang telah dimodelkan dengan EPA SWMM versi 5.1 dan dicek menggunakan HEC-RAS versi 5.0.1. Perencanaan tanggul memperhitungkan tinggi pasang surut dengan Metode Admiralty, wave set up, wind set up, sea level rise, serta land subsidence  di Tambak Lorok dan  diperoleh ketinggian tanggul berada pada elevasi +3,30 m. Pembangunan sistem polder Tambak Lorok memerlukan biaya sebesar Rp. 394.949.374.000,00.
PERHITUNGAN BIAYA OPERASI KENDARAAN DENGAN MELIHAT NILAI WAKTU PADA PENENTUAN TARIF PARKIR METERAN Baskoro Baskoro; Hari Anju Sitio; Ismiyati Ismiyati; M.Agung Wibowo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan populasi, jumlah kepemilikan kendaraan, serta sistem angkutan umum yang kurang efisien merupakan faktor permasalahan transportasi di kota-kota besar di Indonesia.. Tidak terkecuali permasalahan kemacetan yang terdapat di Kota Semarang. Hal ini diperparah lagi dengan adanya kendaraan yang diparkir pada badan jalan. Salah satu ruas jalan utama di Kota Semarang yang sebagian badan jalannya digunakan untuk parkir kendaraan adalah Jalan MT Haryono. Salah satu upaya penanganan parkir badan jalan adalah dengan sistem parkir meteran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh parkir badan jalan terhadap kinerja lalu lintas di Jalan MT Haryono, mengetahui besarnya biaya operasional kendaraan yang didapat dari kecepatan, derajat kejenuhan volume lalu lintas kendaraan terbesar di jam puncak dan  akibat kendaraan yang parkir di badan jalan. Untuk mencari nilai biaya operasi kendaraan dengan mengasumsikan produk domestic regional bruto sebagai biaya pengganti driver. Obyek dalam penelitian ini yaitu kendaraan parkir dan kendaraan yang melewati ruas jalan MT.Haryono. Teknik  pengumpulan data dengan observasi di jalan MT Haryono. Teknik analisis data menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 dengan variabel penelitiannya yaitu data volume lalu lintas, kecepatan arus bebas kendaraan, kerapatan, dan derajat kejenuhan. Kesimpulan dari penelitiaan ini adalah adanya pengurangan lebar jalan efektif yang diakibatkan oleh adanya manuver parkir, berpengaruh pada nilai derajat kejenuhan yang semakin besar dan kecepatan yang semakin rendah yang berdampak pada besarnya nilai biaya operasional kendaraan dan tarif parkir yang akan diterapkan pada sistem parkir meteran.
EVALUASI WASTE DAN IMPLEMENTASI LEAN CONSTRUCTION (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SERBAGUNA TARUNA POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG) Ahmad Chasan Mudzakir; Arif Setiawan; M.Agung Wibowo; Riqi Radian Khasani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.981 KB)

Abstract

Waste merupakan bentuk ketidakefisienan dan pemborosan yang ditimbulkan dari bahan material, SDM, dan waktu. Pada sisi lain, konstruksi ramping (lean construction) memiliki 2 tujuan yang sangat fundamental yaitu meningkatkan value dan mengurangi waste. Studi ini menunjukkan bahwa waste yang paling sering terjadi pada proyek pembangunan gedung serbaguna Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang adalah waktu menunggu instruksi, dengan bobot 0,157. Sedangkan untuk variabel waste yang memberi dampak paling besar pada proyek adalah waktu menunggu instruksi dengan bobot 0,182. Lean construction tools yang belum diterapkan pihak kontraktor yaitu Reverse Phase Scheduling (RPS), Percent Plan Complete (PPC), Six Week Lookahead, commitment chart, sustain, mobile chart dan Start of the day meeting.
DESAIN STRUKTUR GEDUNG KAMPUS IV UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA Restu Khairul; Fathul Irsyad Abutyo; Himawan Indarto; Indrastono Indrastono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGedung Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan adalah bangunan yang difungsikan sebagai gedung perkuliahan, perkantoran yang terdiri dari 10 lantai dan 1 lantai atap. Terletak di jalan Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Bangunan gedung direncanakan dengan struktur beton bertulang. Kota Yogyakarta adalah daerah yang rawan terhadap gempa, maka sebagai bangunan yang mempunyai fungsi penting dan tergolong bangunan tinggi maka gedung Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan harus mempunyai ketahanan terhadap beban dari struktur bangunan sendiri maupun gempa. Dengan keadaan alam yang terdapat pada lokasi maka sesuai dengan SNI 2847-2013 dan SNI 1726-2012, bangunan gedung harus direncanakan dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus, agar ketahanan bangunan dari beban sendiri dan beban gempa tercapai.Kondisi tanah di lokasi Gedung Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan sebagian besar berupa tanah pasir, dengan muka air tanah 1,5m – 2m dibawah muka tanah stempat. Tanah pasir di lokasi bangunan sering terendam air, sehingga evaluasi potensi likuifaksi harus dilakukan guna menghindari terjadinya likuifaksi, Pondasi yang digunakan pada bangunan adalah pondasi tiang bor, karena merupakan alternatif yang lebih baik dimana, lokasi bangunan merupakan perkotaan dengan pemukiman cukup padat.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL ANGKUTAN KERETA API KAMANDAKA JURUSAN SEMARANG – PURWOKERTO Ario Ivano Nenepath; Juli Indra Setia Bate’e; Bambang Pudjianto; Wahyudi Kushardjoko
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.508 KB)

Abstract

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 5 Purwokerto has been operating Kamandaka train in Purwokerto - Semarang railway track since February 2015. Highway users prefer to use the train for reasons of time efficiency, as evidenced by the addition of the number of trips KA Kamandaka that initially only one trip into three trips a day to meet the high demand. To determine the performance of the train in accordance with the Certificate of Director General of Land No. 687 of 2002, needs to be reviewed in terms of load factor, the number of passengers carried, the waiting time of passengers, punctuality of arrival and departure of trains and passenger comfort as well as the calculation of income from the operation of the Kamandaka train and identification of the characteristics of rail infrastructure. From the analysis the greatest travel time to the direction of Semarang for 5 hours 20 minutes and to the direction of Purwokerto for 4 hours 39 minutes. The trains stop time by 25 minutes of Semarang direction at Weleri Station, the smallest downtime for 2 minutes of Purwokerto direction at Bumiayu Station. The value of the time delay arriving and departing to the direction of Purwokerto 25 minutes. As for the direction of Semarang time delay arriving and departing by 33 minutes. The difference of stop time in both directions due to train crossing with business and executive trains between Weleri station and Tegal station. Figures 0.485 m2 the comfort of the sitting room / space. Train capacity for 636 passengers. The highest value of the load factor is 88% in Purwokerto direction and the direction of Semarang by 79%. The highest load factor per segment of Purwokerto direction contained in Semarang Poncol - Weleri by 52%, while the lowest was 23% in Tegal - Slawi towards Purwokerto. With three trips operating costs amounted Rp.110.214.840 and income per day Rp. 162 070 000, - PT. KAI makes a profit of Rp. 51.855.160,- per day. Zone SMT-PWT or PWT-SMT is a zone that contribute most to incomes of around 70% - 80% with Rp 90,000, - per passenger rate, while the zones which contribute least 2% - 12% with rate of Rp 45,000, - per passenger is SMT-PKL or PWT-TG. At the operating of Kamandaka 235 the income comparison operational cost is 0.96 where the load factor average of 0.23. The Break Even Point achieved when the train load factor about 0,24. The efficiency of travel time is the reason people choose train than road transport modes.
HUBUNGAN PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN INFRASTRUKTUR DI KOTA SEMARANG Arga Satria Arsandi; Dimas Wahyu R; Ismiyati Ismiyati; Ferry Hermawan
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena di Negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia adalah perkembangan penduduk yang tidak terkendali. Sementara dengan terus berkembangnya penduduk juga terus berkembang infrastruktur perkotaan seperti perumahan, perhotelan, infrastruktur. yang menjadi permasalahan seberapa pengaruh perkembangan infrastruktur sebagai dampak perkembangan penduduk yang terus meningkat di Kota Semarang. sudah optimalkah kebijakan Pemerintah dengan kondisi perkembangan infrastruktur di kota Semarang? Tujuan studi ini adalah: 1) Mengidentifikasi perkembangan penduduk dan perkembangan infrastruktur, 2) Menganalisis seberapa pengaruh perkembangan infrastruktur perkotaan sebagai dampak pertumbuhan penduduk, 3) Menganalisis apakah kebijakan yang diberlakukan sudah optimal ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode deskriptif  kuantitatif serta metode pemetaan dari identifikasi infrastruktur dengan kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian ini menggambarkan perkembangan penduduk yang cepat dan tak terkendali atau tidak merata di kota Semarang, yang berdampak pada perkembangan infrastruktur yang tidak efisien yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang belum optimal.
ANALISA STABILITAS LERENG CLAYSHALE PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALAN TOL BAWEN-SALATIGA PAKET 3.1 STA 22+900 – STA 23+500 Fathan Zul Waskito; Goji Pamungkas; Siti Hardiyati; Kresno Wikan Sadono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.086 KB)

Abstract

The attempt to provide toll road in Java has been developed rapidly. In the Solo-Semarang route, the construction has reached packet 3 Bawen-Salatiga. An issue in packet 3 appeared in packet 3.1 between Sta 22+900 - Sta 23+500 because it is located in a clayshale deposit area (Kerek Formation). Based on the N-SPT data obtained from drill test for excavation structure, clayshale was not found in the layer. From the soil description and geological review, the layer was dominated by tuff breccia with andesite fragment. In the embankment of STA 22+975, CPT and geoelectric tests were taken and the result from geoelectric showed the presence of claystone which is the main material of Kerek Formation. Therefore, the embankment is the weakest zone by ground movement. FEM analysis results were compared using LEM method by Plaxis 8.2 and Slope/W 2007. FoS acquired from the two methods showed insignificant changes. The static load calculation result proved that the FoS of excavation and embankment structure was bigger than the minimum standard required by USACE (FoS>1.30). FoS of embankment with two configurations had a considerable value. The application of quake load in accordance with 2010 earthquake zone map with 0.44 g acceleration revealed a variety of FoS. In terms of the security over the excavation, the FoS was bigger than the minimum requirement, which is >1.10.