cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No.2 Tahun 2015" : 21 Documents clear
Analisis Penilaian Resiko dan Bahaya pada Area Filling dan Syrup making Line 8 di PT. COCA COLA Bottling Indonesia dengan menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Rushita Dian Pratiwi; Darminto Pudjotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.648 KB)

Abstract

Bidang Industri mengalami perkembangan yang cukup pesat, hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya industri yang berdiri di Indonesia. Industri tersebut menghasilkan berbagai macam hasil produksi dengan menggunakan peralatan atau mesin yang berteknologi tinggi. Dan salah satu Industri yang saat ini sedang berkembang adalah Industri Kimia.Industri Kimia merupakan industri yang menggunakan, mengelola serta memproses bahan kimia dengan suhu tinggi. Di dalam proses ini banyak digunakan mesin dan peralatan modern. Dengan adanya bahan kimia dan mesin didalam proses produksi, tentu memiliki potensi bahaya yang cukup besar. Potensi ini jika kurang terkendali dengan baik dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan. Seperti halnya potensi bahaya dari bahan kimia, perlu mendapatkan perhatian yang serius karena daat menyebabkan kecelakaan, atau penyakit akibat kerja serta pencemaran.Metode yang digunakan yaitu Job Safety Analysis dengan menganalisis potensi-potensi atau bahaya yang dapat ditimbulkan dari suatu pekerjaan pada area produksi. Manfaat dan tujuan ilmu ini adalah untuk enghindari atau mengurangi terjadinya kecelakaan kerja Dengan demikian JSA berguna sebagai media pencegahan terhadap kecelakaan kerja sedini mungkin sebelum berakibat fatal.Keselamatan kerja yang dimaksud di sini tidak hanya sebatas dengan pencegahan tetapi juga upaya untuk melindungi tenaga kerja secara menyeluruh agar pekerja dapat meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja dan mengetahui penanggulangannyaUntuk mencapai tujuan ini maka semua karyawan dituntut melakukan segala usaha guna mencegah terjadinya kecelakaa kerja, mengendalikan semua bahaya ditempat kerja dan melindungi kesehatan para karyawan. Yang menjadi tanggung jawab.Salah satu tempat yang berpotensi terjadinya kecelakaan adalah pada tempat produksi. Beberapa pekerja tidak menggunakan APD dengan tertib sehingga hal ini merupakan salah satu potensi bahaya yang harus segera ditindak lanjuti. Dengan melihat langsung ke lapangan dan banyak literatur yang ada, serta lingkungan kerja yang tidak kondusif merupakan sebagian banyak penyebab terjadinya kasus-kasus yang berkaitan dengan ergonomi.Oleh sebab itu, Dalam melakukan penelitian ini penulis menganalisis potensi bahaya yang dapat timbul di area produksi line 8 Coca  Cola Bottling Indonesia 
ANALISIS DAN PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN PADA UKM BATIK JAWA ANGGUN PEKALONGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DAN AHP Hendry Janitra Hutama; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.004 KB)

Abstract

Batik adalah karya seni budaya bangsa Indonesia yang dikagumi dunia dan patut dilestarikan keberadaannya serta dibudidayakan secara maximal, dan batik merupakan industri kerajinan yang merupakan usaha turun-temurun dari generasi ke generasi, namun belum sepenuhnya ditangani secara profesional sehingga perkembangannya relatif sangat lamban. Sehubungan dengan hal tersebut, maka industri batik ini menarik untuk diteliti lebih lanjut. Batik Jawa Anggun memiliki 2 buah lokasi usaha yang keduanya terletak di sentra industri Kampoeng Batik Wiradesa Pekalongan. Batik Jawa Anggun mempunyai ciri khas yang membuatnya berbeda dengan batik tulis Pekalongan lainnya, yaitu motif batik “Hokokay” dan “Belanda Antik”. Karena mempunyai motif yang khas, banyak konsumen yang meminatinya. Pada tahun 2012 Batik Jawa Anggun mengalami penurunan penjualan, hal tersebut dapat disebabkan oleh kurang efektifnya strategi pemasaran yang diterpakan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran sesuai dengan kondisi faktor eksternal dan internal. Analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal dapat dijadikan acuan utama untuk melakukan perbaikan strategi pemasaran. Analisis lingkungan ekternal dan internal tersebut digabungkan dengan analisis SWOT, kemudian dilakukan penetapan prioritas strategi dari hasil analisis SWOT dengan AHP. Dari hasil penelitian bahwa Batik Jawa Anggun dapat melakukan strategi  pengembangan produk, hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas dan motif baru.  ABSTRACTBatik is the work of art and culture of the people Indonesia admired in the world and its existence should be preserved and widely cultivated with maximum, and batik industry which was a hereditary from generation to generation, but not yet fully been handled with professionalism because that development of batik industry relatively growth so slow. In connection with the case, the batik industries is interesting to be further explored. Batik Jawa Anggun have 2 site plan, both of them located in the center of the industry kampoeng wiradesa batik, pekalongan. Batik Jawa Anggung has unique characteristics that make them different from other batik, Batik motive “Hokokay” and “Antique Netherlands”. Because they have a motive that typical , many consumers who interested with their motive .In 2012 Batik Jawa Anggun has experienced declining sales , this can be caused by the ineffective marketing strategies this time .This research aims to be formulating marketing strategies in accordance with the condition of external factors and internal of Batik Jawa Anggun. Analysis of the internal and external environment can become the main reference to renovate marketing strategies.Analysis of the external and internal is combined with SWOT Analysis  and the determination of priority strategy based on an SWOT Analysis with AHP . From the result of research Batik Jawa Anggun can make a strategy development product, this is can be done by increasing the quality of product and makes some new batik motives
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PEKERJA PADA BAGIAN PRODUKSI PENGOLAHAN KAYU DENGAN METODE JSA (JOB SAFETY ANALYSIS) PT. KHARISMA JAYA GEMILANG Hana Daryaningrum; Darminto Pujotomo; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.053 KB)

Abstract

Penyebab dasar terjadinya kecelakaan kerja adalah tidak adanya manajemen yang baik untuk menangani risiko-risiko bahaya kerja. Manajemen risiko keselamatan kerja merupakan suatu upaya untuk mengatasi masalah pada pengerjaan mesin, dimana manajemen risiko merupakan upaya pengelolaan dalam upaya mencegah risiko yang dapat terjadi. Pemilihan Job Safety Analysis merupakan salah satu teknik untuk mengidentifikasi risiko sebelum risiko tersebut terjadi pada suatu kegiatan yang sedang berjalan. JSA dapat digunakan untuk menghilangkan atau mencegah bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan ditempat kerja, membuat metode kerja yang lebih efektif. Dalam penggunaan JSA terdapat empat langkah tahapan pelaksaan : memilih pekerjaan, menguraikan pekerjaan, mengidentifikasi potensi bahaya, memberikan tindakan pencegahan/mengembangkan solusi. Penelitian ini bertujuan : mengetahui gambaran risiko yang baik, melakukan penilaian risiko (keparahan, paparan, kemungkinan), menganalisis risiko-risiko yang ditemukan, mengevaluasi tingkat risiko berdasarkan nilai risiko, memberikan alternatif solusi untuk meminimalisir potensi bahaya. Hasil akhir penelitian adalah untuk mendapatkan rekomendasi proses pengambilan keputusan berdasar prioritas pengendalian risiko untuk mewujudkan zero accident pada bagian produksi. 
ANALISIS PENGARUH GRAPHIC HEALTH WARNING (GHW) PADA BUNGKUS ROKOK TERHADAP INTENSI UNTUK BERHENTI MEROKOK (Studi Kasus pada Mahasiswa UNDIP) Ida Mawar Dewi; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.932 KB)

Abstract

Label peringatan (GHW) yang tertera pada bungkus rokok  menggambarkan secara grafis mengenai bahaya merokok. Angka perokok di Indonesia masih cukup tinggi serta intensi untuk berhenti merokok pun masih rendah. Penelitian ini ingin melihat pengaruh pencantuman GHW (Graphic Health Warning) terhadap intensi berhenti merokok pada mahasiswa UNDIP dan mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh intensi berhenti merokok pada mahasiswa UNDIP menggunakan Theory of Planned Behaviour (TPB), serta masukan berupa perbaikan kemasan rokok berdasarkan variabel dari model VIEW, yaitu daya tarik visual (Visibility), sistem labeling (Information), daya tarik pembeli (Emotional Appeal), serta fungsi secara teknik (Workability) yang diharapkan dapat mempengaruhi intensi membeli produk rokok. Metode survei digunakan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penambahan GHW berpengaruh terhadap intensi merokok. Perceived behavioural control merupakan faktor yang paling mempengaruhi intensi berhenti merokok, serta sebaiknya menambah variasi gambar-gambar yang lebih menyeramkan lagi dari sebelumnya sehingga dapat lebih menarik perhatian perokok dan penambahan ukuran tulisan peringatan keterangan dari GHW. ABSTRACTWarning labels (GHW) on cigarette packs depict graphically about the dangers of smoking. Number of smokers in Indonesia is still quite high and intention to quit smoking is still low. This study wanted to see the effect of the inclusion of GHW (Graphic Health Warning) to the intention to quit smoking at Diponegoro University students and identify the factors that most influence the intention to quit smoking at Diponegoro University students using the Theory of Planned Behaviour (TPB), as well as the input of cigarette packaging improvements based on variables VIEW model, namely the visual appeal (Visibility), labeling systems (Information), the appeal of the buyer (Emotional Appeal), as well as technical function (Workability) are expected to affect the intention to buy tobacco products. Survey method used in this study. Based on the survey results revealed that the addition of GHW effect to the intention of smoking. Perceived behavioral control are the factors that most influence the intention to quit smoking, and should increase the variety of images that is more sinister than ever to attract more smokers and increase the size of written warnings from GHW description.
PENERAPAN CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT UNTUK MENGATASI MASALAH MULTI PROYEK DENGAN KETERBATASAN RESOURCES DI PT BERKAT MANUNGGAL JAYA Ryan Ramanda Nasution; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.089 KB)

Abstract

PT. Berkat Manunggal Jaya adalah perusahaan yang bergerak pada bidang perakitan generator set. Dalam kondisi nyata perusahaan sering dihadapkan dengan kasus multi proyek dengan keterbatasan sumber daya. Dengan menggunakan metode CCPM (Critical Chain Project Management) perusahaan mendapatkan rantai kritis yang masing masing terdapat pekerjaan dari masing-masing proyek yang memiliki konflik sumber daya atau yang dapat menyebabkan bottleneck apabila tidak ditangani. Pada akhir kritis diberi project buffer sebesar 1551,1 menit untuk menjaga pekerjaan yang berada di dalam rantai kritis agar tidak terlambat. Project buffer juga digunakan untuk mengontrol kemajuan proyek dengan penetrasi buffer yaitu dengan melihat tingkat konsumsi pada project buffer. Dengan menggunakan metode CCPM dapat memperoleh durasi yang lebih singkat dibandingkan dengan metode penjadwalan dengan multi tasking dan tidak simultan. Dengan menggunakan metode CCPM durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek BMGS 20 kva dan 500 kva adalah sebesar 4884,6 menit. Dengan  metode multi tasking untuk menyelesaikan proyek BMGS 20 kva dan BMGS 500 kva memerlukan waktu 5769,6 menit sedangkan dengan penjadwalan dengan tidak simultan memerlukan waktu 6265,1 menit. Dapat disimpulkan bahwa penjadwalan dengan metode CCPM dapat menghasilkan durasi yang lebih singkat.  ABSTRACT PT. Berkat Manunggal Jaya is company that engaged in generator set assembly. In actual condition, the company always faced with multi projects problem with resouces constrait. With CCPM (Critical Chain Project Management) metdhod will get critical chain from other projects that have resource constraint that will make bottleneck if not handled soon. At the end of critical chain, it will be gave the project buffer amount 1551,1 minutes tokeep the activity on the critical chain so they don’t late. Project buffer used control project progress with buffer penetration by looking the comsumtion rate on buffer project. With CCPM method the projects will  have shortener duration compare with multi tasking scheduling method and not simultaneous scheduling method. By using CCPM method the required duration to complete the project BMGS 20 kVA and 500 kVA is equal to 4884.6 minutes. With multi-tasking method to complete the project BMGS 20 kVa and 500 kVa  takes 5769.6 minutes while the scheduling with no simultaneous takes 6265.1 minutes. It can be concluded that scheduling with CCPM method can produce a shorter duration.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENCEGAHAN DAN BIAYA KEGAGALAN INTERNAL YANG DIAKIBATKAN OLEH PRODUK REWORK (PADA PT TRIANGLE MOTORINDO DIVISI PAINTING) Adam Hertanto; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.714 KB)

Abstract

Persaingan pasar yang kian berkembang dengan pesat, membuat semua perusahaan dituntut untuk selalu memperbaiki sistemnya secara internal maupun eksternal. Studi kasus dalam laporan ini adalah munculnya produk defect rata-rata sebesar 15.65% total produksi selama bulan Januari – Maret di tahun 2014 pada PT Triangle Motorindo. Produk-produk tersebut membuat PT Triangle Motorindo harus mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk dapat melakukan proses rework. Pembahasan dilakukan untuk dapat mencapai target maksimal produk defect sebesar 3%. Langkah pertama adalah dengan penyortiran jenis defect yang sering terjadi. Selanjutnya pembahasan setiap defect untuk mengetahui akar masalah dilakukan dengan metode realitycharting dan kemudian dari dicari solusi untuk setiap akar masalah. Diketahui bahwa solusi efektif adalah dengan meningkatkan kualitas bahan baku cat dasar. Meskipun harga lebih mahal, namun dengan menggunakan bahan yang lebih baik proses produksi akan lebih mudah dan jumlah defect dapat diminimalisir sehingga perusahaan bisa mendapat penghematan biaya sebesar Rp. 10.760.450,97 terhitung mulai dari bulan Januari hingga Maret tahun 2014. Selain dari penghematan biaya, perusahaan juga tidak kehilangan waktu untuk melakukan perbaikan, mengurangi komplain dan meningkatkan citra perusahaan.  ABSTRACT Market competition is growing rapidly, making all companies are required to constantly improve the system internally and externally. The case studies in this report is the emergence of a product defect on average by 15,65% of total production during the months of January to March in the year 2014 at Triangle Motorindo Company. These products make PT Triangle Motorindo have to spend additional time and cost to do the rework process. The research is done in order to achieve maximum quantity of defect is 3%. The first step is sorting types of defects that often occur. Further discussion is determine the root of the problem is done with the method of realitycharting for each defect and then sought a solution for every root of the problem. It is known that an effective solution is to improve the quality of the raw material base paint. Although the price is more expensive, but using better materials could make production process easier and the number of defects can be minimized so that the company could gets the cost save as much as Rp. 10.760.450,97 count from January 2014 till March 2014. Not only saving, companies also reduce time for rework, less of complain, good image and could get more share of market.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PEMBELIAN ULANG PADA RITEL LOTTE MART SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL JALUR PARTIAL LEAST SQUARE Hanifah Fitri Izzati; Diana Puspitasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.457 KB)

Abstract

Repurchase intention is one of the important factors for the company to achieve profitability. Lotte Mart Semarang is a modern retail is currently experiencing instability have predicted the number of visitors and the number of switching out bigger than any other modern retail. It is based on data about the number of visitors from Customer Service Development Lotte Mart Semarang since 2012 to October 2014 and supported by Brand Switching Analysis sources Frontier Consulting Group Research Division Top Brand Survey 2012. This study aims to examine the factors that affect the interests of repurchase intentions in customer non-members, among others perception of service quality, perceived discounts, perception of price comparisons, perception of product quality, customer trust, perceived value and customer satisfaction. Approach path model Partial Least Square (PLS) is used to construct a model of retail interest in the repurchase intention with linking theoretical hypotheses with the main factors that are taken from 131 customers. The results of the research showed the costumer satisfaction  is the strongest factor affecting repurchase intention which is this factor is also affected by another factor.   ABSTRAK Minat pembelian ulang adalah salah satu faktor penting bagi perusahaan untuk mencapai keuntungan.Lotte Mart Semarang merupakan ritel modern yang saat ini sedang mengalami ketidakstabilan jumlah pengunjung dan diprediksikan memiliki jumlah switching out terbesar dibandingkan dengan ritel modern lainnya. Hal ini didasarkan  pada data jumlah pengunjung  yang didapatkan Customer Service Lotte Mart Semarang sejak tahun 2012 hingga Oktober 2014 dan didukung oleh Brand Switching Analysis sumber Frontier Consulting Group Research Division survei Top Brand tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi minat pembelian ulang pada pelanggan nom-member, antara lain persepsi kualitas layanan, persepsi diskon, persepsi perbandingan harga, persepsi kualitas produk, kepercayaan pelanggan, persepsi nilai, dan kepuasan pelanggan. Pendekatan model jalur Partial Least Square(PLS) digunakan untuk membangun model minat pembelian ulang dengan menghubungkan hipotesis teoritis antara faktor-faktor utama yang diambil dari 131 pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan faktor kepuasan pelanggan merupakan faktor terkuat yang mempengaruhi minat pembelian ulang dimana faktor ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.
PENGEMBANGAN STRATEGI HUBUNGAN PELANGGAN BERDASARKAN SEGMENTASI PELANGGAN MENGGUNAKAN DATA MINING Debora Agustina; Darminto Pujotomo; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.987 KB)

Abstract

PT.XYZ  adalah perusahaan manufaktur baja di Indonesia.  Pada data penjualan baja kelas I tahun 2012 terdapat pola pembelian customer yang unik. Artinya, frekuensi pembelian customer berbanding terbalik dengan profit yang didapatkan perusahaan. Sehingga pada tahun 2012, perusahaan mengalami laba atas negatif yang bernilai negatif, yaitu 0.82%. Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengetahui customer yang memiliki potensi dalam meningkatkan profit perusahaan dan menjaga hubungan dengan customer tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Hierarchical K-Means berdasarkan recency, frekuensi, dan profit. Dari hasil penelitian, terdapat 102 pelanggan yang termasuk kelas  profitable dan 61 pelanggan yang termasuk less profitable /unprofitable customer. Yang termasuk dalam kelas profitable customer ada 8 sektor, yaitu  sektor manufaktur besi baja, industri kapal, otomotif, pipa, alat berat, oil&gas, konstruksi, dan distributor baja. Setelah segmentasi tersebut dilakukan pengembangan strategi untuk menjaga hubungan dengan profitable customer berdasarkan program customer relationship management-Parvatiyar dan Sheath karena 102 dari 163 pelanggan perusahaan memiliki pengaruh 95.16% terhadap keuntungan perusahaan. Strategi dalam menjaga hubungan dengan profitable customer adalah continous replenishment program (CRP) dan ECR strategy, single sourcing, customer business development, key account management, logistic partnering, join marketing, co-design, co-development dan co-marketing.   ABSTRACT            PT.XYZ  was steel manufacturing company.  Based on sales data of first-class steel products in 2012, there was a unique purchasing pattern of customer that inverse pattern between frequency and profitability. In the result, the company had negative value of Return on Assets (ROA) which is 0.82%. So, the company should determine and maintan customer who given big potential in order to increase profitability company. This study used Hierarchical K-Means method based on recency, frequency, dan profit. Based on the result,there was 102 customers in class of profitable customer dan 61 customers in class of less profitable /unprofitable customer. One hundred and two profitable customers were eight fields which is steel manufacture, ship industry,vehichle industry, pipe industry, alat berat, oil&gas industry, construction industry, dan steel distributor. After customer segmentation, the study was developed the strategy to manage profitable customer based on Customer Relationship Management’s Program by Parvatiyar dan Sheath because 102  of  163 customers given impact as 95.16 % for company profitability. The strategies were continous replenishment program (CRP) and ECR strategy, single sourcing, customer business development, key account management, logistic partnering, join marketing, co-design, co-development dan co-marketing.
EVALUASI PENERAPAN SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA AREA PET BOTTLE 2 (STUDI KASUS PADA PT AMERTA INDAH OTSUKA) Ardyan Burhanudin; Susatyo Nugroho W.P
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.516 KB)

Abstract

Keselamatan kerja bertujuan agar dalam melakukan pekerjaan diperoleh suatu cara yang mudah dan menjamin keselamatan dari gangguan alam, binatang maupun gangguan dari manusia lainnya. Masalah K3 juga merupakan bagian dari suatu upaya perencanaan dan pengendalian proyek sebagaimana halnya dengan biaya, perencanaa, pengadaan serta kualitas.Maka, sistem manajemen K3 mutlak diperlukan oleh semua industri, termasuk dalam industri minuman seperti pada PT. Amerta Indah Otsuka Sukabumi Factory dengan salah satu produk yang sudah dikenal oleh masyarakat luas yaitu minuman Pocari Sweat.Untuk melihat suatu organisasi sudah baik atau buruk dalam melakukan manajemen K3 perlu dilakukan evaluasi. Dalam melakukan evaluasi penerapan K3 pada PT. Amerta Indah Otsuka dilakukan identifikasi dahulu pada proses PET BOTTLE, evaluasi K3 serta lingkungan fisik kerja.       Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa penerapan sistem K3 sudah dilakukan dengan baik. Namun, masih terjadinya kecelakaan kerja dikarenakan kelalaian manusia nya sendiri. Diharapkan perusahan memberikan sanksi dan peraturan lebih ketat lagi kepada pelanggar atau pekerja yang mengabaikan K3.    ABSTRACT Safety aims to do the job in a way that is easily obtained and ensure the safety of natural disturbances, animals or other human interference. K3 issue is also part of an effort of planning and project control as well as the cost, planning, procurement and kualitas.Maka, K3 management system is absolutely needed by all industries, including the beverage industry such as the PT. Amrita Indah Otsuka Sukabumi Factory with one of the products that are already known by the public that drink Pocari Sweat.To see an organization is good or bad in doing K3 management needs to be evaluated. In evaluating the implementation of K3 at PT. Amrita Indah Otsuka be identified earlier in the process PET BOTTLE, K3 evaluation and physical work environment.This study concluded that the implementation of K3 system has done well. However, there are still accidents due to human negligence of his own. Expected the company to impose sanctions and stricter regulations to the offender or workers who ignore the K3.
SISTEM INFORMASI TRANSPORTASI UMUM TERINTEGRASI DI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA DEPTH FIRST SEARCH (DFS) Demas Haryo Bismantoko; Sriyanto Sriyanto; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.523 KB)

Abstract

Penggunaan kendaraan pribadi yang semakin tinggi di Kota Semarang memberikan berbagai efek negatif. Tingginya penggunaan kendaraan pribadi diakibatkan masyarakat Semarang mengalami penurunan minat menggunakan transportasi umum. Salah satu penyebab penurunan minat adalah tidak adanya integrasi transportasi umum, sehingga untuk membantu membentuk integrasi tersebut dapat menggunakan pendekatan terhadap sistem informasi. Sistem informasi mengaplikasikan time table dan route search untuk mengintegrasikan informasi transportasi umum. Time table digunakan untuk memberikan informasi jadwal dan route search digunakan untuk informasi rute dari titik awal menuju tujuan. Pencarian rute menggunakan algoritma Depth First Search (DFS). Algoritma DFS menggunakan setiap titik pemberhentian dari setiap moda untuk membentuk jalur moda transportasi umum. Setiap perpotongan jalur dengan moda transportasi umum lain akan membentuk percabangan yang memungkinkan penumpang berpindah moda dan jalur. Perpotongan tersebut dianggap dalam algoritma DFS sebagai percabangan yang digambarkan dengan pohon percabangan untuk menemukan rute yang tersedia dari titik pemberhentian satu menuju titik pemberhentian lain.  Penelitian ini menghasilkan sistem informasi transportasi umum terintegrasi untuk mengintegrasi informasi dari transportasi umum. Berdasarkan rute tersebut sistem informasi mengolah  informasi transportasi umum dan didapati moda transportasi umum apa saja yang terdapat pada rute beserta informasinya. Informasi yang disajikan berupa rute tujuan beserta peta, jadwal, biaya perjalanan, estimasi waktu, dan alternatif rute.                      ABSTRACT Increasing the number of use of private vehicles  in Semarang provide a variety of negative effects. The high use of private vehicles is caused  Semarang people decreased interest of using public transport. One of the causes of the decline of interest is the lack of integration of public transport, so to make that integration can use  by information systems approach. Information System Applying time table and route search to integrate public transport information. Time table is used to provide the schedule and route search information is used to route information from the starting point to the destination.Depth First Search (DFS) algorithm is used to find some route. DFS algorithm using any shelter point of each mode to establish public transportation’s path. Each intersection of the path with other public transport modes will form a branching that allows passengers to move and track modes. The intersection is considered in the DFS algorithm as described by branch tree to find a route that is available from public transportation’s shelter one to another  public transportation’s shelter. This research is done to get an integrated public transportation information system as a result to integrate public transportation’s information. Based on that route, information system will process public transportation’s information and found any public transportation modes contained on the route along the information. The information system provides information to the user in the form of destination route along with the map, schedule, fare, approximate time, and other alternative routes.

Page 1 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue